Claim Missing Document
Check
Articles

LAJU DEKOMPOSISI SERASAH DAUN Rhizophora apiculata DI KAWASAN MUARA SUNGAI BANYUASIN, SUMATERA SELATAN Tengku Zia Ulqodry; Rian Andriansyah; Fitri Agustriani; Riris Aryawati; Heron Surbakti
Maspari Journal : Marine Science Research Vol 15, No 1 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56064/maspari.v15i1.21487

Abstract

Dekomposisi serasah merupakan proses terjadinya penguraian terhadap bahan-bahan organik yang akan menjadi bagian-bagian kecil. Serasah mangrove berperan sebagai sumber nutrien di perairan pesisir. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui laju dekomposisi serasah antar jenis mangrove dan antar stasiun penelitian di kawasan Muara Sungai Banyuasin, Sumatera Selatan. Analisis laju dekomposisi serasah mangrove dengan menggunakan kantong serasah (litter bag). Penelitian dilakukan di empat stasiun yang dibedakan berdasarkan perbedaan parameter salinitas. Penelitian dilakukan dari Bulan November 2018 sampai Januari 2019. Laju dekomposisi serasah daun R. apiculata mencapai 0,0968 gbk/harii, dengan sisa bobot serasah akhir sebesar 1,43 g). Stasiun empat memiliki laju persentase dekomposisi yang paling tinggi (19,4 %).Kata kunci: Laju dekomposisi, mangrove, serasah.
AKUMULASI LOGAM Pb DAN Cu PADA RAJUNGAN (Portunus pelagicus) DI PESISIR BANYUASIN, SUMATERA SELATAN Wike AE Putri; Fauziyah .; Anna IS Purwiyanto; Fitri Agustriani; TZ Ulqodry; M AK Pirazuni; Riska Eka Putri; Ani Haryati; Yulianto Suteja
Maspari Journal : Marine Science Research Vol 15, No 1 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56064/maspari.v15i1.21152

Abstract

Pesisir Banyuasin merupakan salah satu kawasan yang memiliki potensi perikanan yang besar di ProvinsiSumatera Selatan. Hanya saja padatnya aktivitas lalu lintas kapal dan pertanian dapat menyebabkan perairan tercemar oleh logam berat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi logam Pb dan Cu pada rajungan yang tertangkap di Pesisir Banyuasin serta membandingkannya dengan baku mutu yang berlaku. Pengambilan sampel dilakukan di Pesisir Banyuasin menggunakan metode fishing survey. Sampel dianalisis dengan AAS sesuai SNI 2354.5:2011 untuk logam Pb dan SNI 2354.13:2014 untuk logam Cu. Hasil penelitian menunjukan konsentrasi logam Pb dan Cu di dalam daging rajungan berturut-turut sebesar 0,62–2,48 mg/kg Pb dan 2,5-11,6 mg/kg Cu. Berdasarkan baku mutu yang ditetapkan BPOM No.5 tahun 2018 dan SNI 7387:2009, konsentrasi logam Pb sudah melewati ambang batas, namun berdasarkan ketentuan FAO (1983) hanya pada stasiun 4 yang melebihi baku mutu. Konsentrasi logam Cu dalam daging rajungan masih dibawah baku mutu kecuali pada stasiun 5 yang melewati baku mutu FAO (1983).Kata Kunci : Cu, logam berat, Pb, Pesisir Banyuasin, rajungan
Alih Teknologi Produk Penyedap Rasa Berbasis Sumberdaya Lokal: Pemberdayaan Ibu-Ibu Usia Produktif di Desa Nelayan Fauziyah Fauziyah; Ellis Nurjuliasti Ningsih; Fitri Agustriani; Rozirwan Rozirwan; Fatmalina Febry
JAPI (Jurnal Akses Pengabdian Indonesia) Vol 8, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/japi.v8i1.4502

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan transfer pengetahuan tentang produk tepung udang berbasis sumber daya lokal sebagai alternatif penyedap rasa. Sasarannya adalah ibu-ibu usia produktif dengan anak usia prasekolah di Desa Sungsang IV. Metode sosialisasi, praktik langsung, pre-test, post-test, dan tes organoleptik diterapkan. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa sebagian besar peserta masih menggunakan perasa sintetis (86%) dan belum mengetahui produk alternatif pengganti perasa sintetis (80%). Semua peserta tertarik untuk mencoba dan menggunakan produk tepung udang ini. Hasil uji organoleptik menunjukkan bahwa ibu-ibu menyukai produk tepung udang ini (51% sangat menyukai dan 49% menyukai) sebagai alternatif penyedap rasa. 
Keberadaan Logam Berat Pb Dan Cu Pada Bycatch Perikanan Bagan Tancap Di Perairan Banyuasin, Sumatera Selatan Putri, Wike Ayu Eka; Agustriani, Fitri; Harahap, Diny Novita Sari; Purwiyanto, Anna Ida Sunaryo; Fauziyah, Fauziyah; Meiyerani, Jeni
Journal of Tropical Marine Science Vol 8 No 1 (2025): Journal of Tropical Marine Science (on going)
Publisher : Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/jour.trop.mar.sci.v8i1.5682

Abstract

Fish and some groups of shrimps and crabs are one of the economically important biota that live in the waters. Accumulation of heavy metals in fish can affect the economic value of marine fishery products. There are several types of fish that contain heavy metals and are harmful when consumed by humans. The purpose of this study was to determine the dominant bycatch fish species and the accumulation of heavy metals Pb and Cu in the bycatch of stationary lift net Pesisir Banyuasin. This study was conducted in November 2019 and the dominant bycatch included japuh fish (Dussumieria acuta), tembang fish (Sardinella fimbriata) and parang-parang fish (Chirocentrus dorab). Samples were taken from one stationary lift net then analysed using SSA (Atomic Absorption Spectrophotometry) with 3 repetitions. The results of the analysis found the average concentration of heavy metals Pb and Cu in japuh fish was 0.65 mg/kg Pb; 0.16 mg/kg Cu. In tembang fish 0.70 mg/kg Pb and 0.03 mg/kg Cu. The parang-parang fish was 0.50 mg/kg and 0.17 mg/kg Cu. Based on the quality standards of SNI, Directorate General of Food and Drug Administration and FAO, the Pb and Cu concentrations of the three types of by-catch fish are still below the quality standard threshold and safe for human consumption.
PERSEPSI NELAYAN LOKAL TERHADAP KEBERADAAN MIMI DI WILAYAH PESISIR BANYUASIN, SUMATERA SELATAN Dwigothammy, Rahmadella; Fauziyah; Wildayana, Elisa; Agustriani, Fitri
Marine Fisheries : Journal of Marine Fisheries Technology and Management Vol. 15 No. 1 (2024): Marine Fisheries: Journal of Marine Fisheries Technology and Management
Publisher : Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jmf.v15i1.50136

Abstract

Horseshoe crabs (HSC) are marine arthropods, which are protected in Indonesia. Understanding fishermen's perceptions of HSC's existence was very important for the decision-making of conservation planning and management. This research aimed to analyze local fishermen's perceptions toward HSC's existence and the factors influencing their perceptions. Questionnaire-based interviews were conducted with 92 fishermen from the Banyuasin coast, from August to September 2023. Data were analyzed using descriptive statistics and multinomial logistic regression. The results revealed that most fishermen knew HSC and could distinguish their species. The survey of fishing practices showed that the vast majority of respondents operate one-day fishing with only few hours at sea (53.3%), conducting day time operation (69.6%), using 5-10 GT vessels (52.2 %), and deploying fishing gear at the sea bottom (85.9%). Based on fishermen's perception scores toward HSC existence through six assessment aspects, the majority of their perceptions were in the moderate category (54%), followed by the low (28.7%) and high (16.2%) categories. In terms of the regression output, the results of the likelihood ratio test indicated that education, setting position of gear, fishing operation time, and village location were explanatory variables that significantly influenced fishermen's perceptions. Keywords: Ecological knowledge, Fishing practices, Multinomial logistic regression Protected species
Pengabdian Terintegrasi Dengan Mata Kuliah Eksplorasi Sumberdaya Laut Dan Estuari : Upaya Peningkatan Kesadaran Nelayan Terhadap Biota Yang Dilindungi Di Desa Sungsang Kabupaten Banyuasin Sumatera Selatan Fauziyah; Agustriani, Fitri; Nurjuliasti Ningsih, Ellis; Iskandar, Iskhaq; Yustian, Indra
Kemas Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2024): Kemas Journal - Januari - Juni
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/kemas.v2i1.15020

Abstract

Pengabdian terintegrasi dengan mata kuliah adalah upaya Universitas Sriwijaya untuk mengkolaborasi kegiatan pengabdian dengan mata kuliah yang relevan, agar tercipta harmonisasi antara kegiatan akademik dan pengabdian serta aplikasinya di masyarakat. Salah satu materi penting Mata kuliah Eksplorasi Sumberdaya Laut dan Estuari (ELSE) adalah pada usaha perikanan tangkap berpotensi tertangkapnya spesies yang dilindungi, salah satunya dolphin dan belangkas yang ada di wilayah periaran Banyuasin- Sumatera Selatan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkat kesadaran nelayan di Desa Sungsang dalam menjaga biota laut yang dilindungi yang ada di wilayahnya. Kegiatan dilaksanakan pada bulan Agustus-September 2023 di laboratorium ESAK Jurusan Ilmu kelautan Universitas Sriwijaya dan Desa Sungsang I, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan. Metode yang dilakukan adalah wawancara dan edukasi kepada nelayan. Mahasiswa didampingi asisten belajar membuat kuisioner saat praktikum mata kuliah ELSE di laboratorium dan mengaplikasikan hasil kuisioner kepada responden (Nelayan) di Desa Sungsang I. Metode Pre dan post test digunakan sebagai instrument evaluasi kegiatan pengabdian. Hasil yang diperoleh adalah terjadi peningkatan pemahaman nelayan dalam mengidentifikasi biota yang dilindungi yaitu belangkas dan dolphin (dari 88% menjadi 100%), dapat membedakan jenis kelamin biota (dari 60% menjadi 100%), terjadi peningkatan kesadaran nelayan bahwa dolphin dan belangkas adalah biota yang dilindungi (dari 60% menjadi 100%), terjadi peningkatan kesadaran nelayan untuk melepaskan dolphin dan belangkas yang terjerat jaring ke perairan (dari 60% menjadi 100%) dan membiarkan biota tersebut jika melewati kapal. Manfaat ganda dari kegiatan pengabdian terintegrasi ini adalah nelayan mendapatkan ilmu pengetahuan untuk melestarikan biota yang dilindungi dan mahasiswa dapat menerapkan ilmu yang didapat secara langsung di lapangan.
Copper and Lead Contamination in Sediment and Benthic Ecosystems of Sembilang National Park’s Coastal Region, South Sumatra Rozirwan; Ananta, Dio Alif; Khotimah, Nadila Nur; Putri, Wike Ayu Eka; Fauziyah; Dianysah, Gusti; Siregar, Yusni Ikhwan; Ramses; Isnaini; Melki; Aryawati, Riris; Agustriani, Fitri; Nugroho, Redho Yoga
Science and Technology Indonesia Vol. 10 No. 3 (2025): July
Publisher : Research Center of Inorganic Materials and Coordination Complexes, FMIPA Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26554/sti.2025.10.3.866-876

Abstract

Littoral zone often face environmental pressure due to anthropogenic activities, which can impact the quality of their ecosystem. This study analyzes the concentrations of copper (Cu) and lead (Pb) in sediments and benthic (Anadara granosa and Cerithidea cingulata). Sampling procedures were implemented during September 2022 across the aquatic habitats of Sembilang National Park, in South Sumatra Province, using the purposive sampling method. Sediment grain size and substrate type were analyzed using Shepard’s triangle. Metal detection using a spectrophotometric method based on atomic absorption. The results showed that the sediment fraction mostly consisted of clay, ranging from 92.03% to 94%. Cu concentrations in the sediment ranged from 5.01±0.017 to 5.71±0 mg/kg, while Pb concentrations ranged from 10.5±0.195 to 11.51±0.395 mg/kg. In the benthic, Cu concentrations ranged from 0.0037±0.00005773 to 0.0147±0.00000346 mg/kg, and Pb concentrations ranged from 0.0001±0.000227 to 0.005±0 mg/kg. According to the statistical evaluation testing via independent sample t-test showed that heavy metals differed significantly (p <0.05) between sediment and benthic compartments. These results show that the environmental quality in Sembilang National Park is still comparatively well maintained and within current quality requirements, despite certain activities that have the potential to pollute the environment. To guarantee the long-term viability of this area, it is advised that environmental quality be frequently monitored as a mitigation action.
Studi Komparatif Komposisi Fitoplankton dan Zooplankton di Perairan Semenanjung Utara Banyuasin, Sumatera Selatan Febrianti, Amanda Astri Pratiwi; Fauziyah, Fauziyah; Agustriani, Fitri; Ningsih, Ellis Nurjuliasti; Supriyadi, Freddy
Jurnal Penelitian Sains Vol 27, No 2 (2025)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56064/jps.v27i2.1198

Abstract

Perairan Semenanjung Utara Banyuasin digunakan sebagai lokasi berbagai aktivitas masyarakat, termasuk pemukiman, perikanan, dan pelabuhan. Kondisi ini memberikan perubahan dinamika perairan baik dari fisika, kimia dan biologi salah satunya yaitu plankton. Studi komparatif komposisi fitoplankton dan zooplankton di perairan Semenanjung Utara Banyuasin diperlukan untuk mengidentifikasi perbedaan dan persamaan komposisi plankton di perairan kajian, serta memahami faktor-faktor yang mempengaruhi perbedaan dan persamaan dari kedua kelompok plankton tersebut. Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober 2020 dengan 6 (enam) titik lokasi pengambilan sampel. Penelitian ini mengkaji keanekaragaman dan komposisi plankton di Perairan Semenanjung Utara Banyuasin, Sumatera Selatan, dengan fokus pada fitoplankton dan zooplankton. Ditemukan 34 jenis fitoplankton dari 3 kelas, dimana Bacillariophyceae mendominasi dengan 72% komposisi, diikuti oleh Dinophyceae dan Oligotrichea. Chaetoceros sp. merupakan jenis fitoplankton paling melimpah. Zooplankton teridentifikasi sebanyak 44 jenis dari 8 filum, dengan dominasi filum Arthropoda, khususnya copepod. Analisis komparatif menunjukkan hubungan antara fitoplankton dan zooplankton sebesar 37,66%, dengan sisanya dipengaruhi oleh faktor lingkungan seperti suhu, salinitas, dan intensitas cahaya. Hubungan ini mencerminkan peran zooplankton sebagai konsumen utama fitoplankton dalam rantai makanan perairan. Studi ini menegaskan pentingnya interaksi plankton dan kondisi lingkungan dalam menjaga produktivitas ekosistem perairan.
Edukasi Peningkatan Kesadaran Masyarakat Dalam Menjaga Primitive Horseshoe Crab (Belangkas) Sebagai Biota Yang Dilindungi Di Desa Sungsang, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan Fauziyah, Fauziyah; Ningsih, Ellis Nurjuliasti; Agustriani, Fitri; Nur, Muhamad; Melki, Melki; Rozirwan, Rozirwan; Febrianti, Amanda Astri Pratiwi
JAPI (Jurnal Akses Pengabdian Indonesia) Vol 9, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/japi.v9i3.6065

Abstract

Penangkapan ikan di perairan Banyuasin seperti belangkas (horseshoe crab) menimbulkan kekhawatiran terhadap kelestarian spesies ini. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk meningkatkan kesadaran untuk menjaga biota laut yang dilindungi dan melestarikan lingkungan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga biota laut yang dilindungi dari ancaman kepunahan di wilayahnya dan lebih menghargai lingkungan serta saling berbagi pengalaman di antara mereka. Metode yang dilakukan adalah wawancara dan memberikan edukasi. Instrumen yang digunakan sebagai alat ukur keberhasilan kegiatan adalah Pre dan post-test serta umpan balik. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan pada bulan September 2023 di Desa Sungsang, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan. Hasil pengabdian adalah terjadi pemahaman yang meningkat dari responden dalam mengenali horseshoe crab (dari 97,8% menjadi 100%) dan mampu membedakan jantan dan betina (semula 38,6% menjadi 80%). Selain itu, kesadaran responden meningkat untuk melepaskan horseshoe crab yang terjaring alat tangkap ke perairan (semula 50,9% menjadi 100%) dan peningkatan kesadaran bahwa horseshoe crab adalah biota yang dilindungi (semula 68,9% menjadi 100%). Mayoritas responden (98,2%) menerima secara positif kegiatan pengabdian ini. 
Logam Berat Cd di Sungai Musi Bagian Hilir, Sumatera Selatan Putri, Wike Ayu Eka; Purwiyanto, Anna Ida Sunaryo; Diansyah, Gusti; Rozirwan, Rozirwan; Fauziyah, Fauziyah; Agustriani, Fitri; Haryati, Ani; Gusri, Ariqoh Athallah
Buletin Oseanografi Marina Vol 13, No 1 (2024): Buletin Oseanografi Marina
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/buloma.v13i1.56751

Abstract

Pemanfaatan daerah aliran sungai seringkali memberikan dampak negatif terhadap kualitas perairan. Kondisi ini pada akhirnya akan berdampak terhadap keamanan pangan yang berasal dari wilayah tersebut. Salah satu komponen bahan pencemar yang umum ditemukan di perairan dan menjadi ancaman bagi keamanan pangan adalah logam berat Cd. Penelitian bertujuan mengetahui konsentrasi logam berat Cd pada beberapa komponen ekosistem yang ada di Sungai Musi bagian hilir meliputi air, sedimen dan tiga organ ikan (insang, hati dan daging). Ikan yang menjadi objek penelitian adalah empat jenis ikan yang umum tertangkap meliputi ikan Juaro (Pangasius polyuranodon), ikan Sembilang (Paraplotosus albilabris), ikan Seluang (Rasbora sp) dan ikan Belanak (Mugil chepalus). Sampel air dan sedimen diambil dari sekitar Sungai Musi bagian hilir yang dibagi menjadi delapan (8) stasiun penelitian selama periode Maret, Mei dan November 2018. Adapun sampel ikan diambil dari nelayan sekitar yang menangkap ikan di kawasan tersebut. Sampel dianalisa merujuk pada metode USEPA 30050B dan dianalisa menggunakan AAS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi rata-rata logam berat Cd pada sampel air kecil dari 0,001 mg/l dan pada sedimen berkisar antara 0,223-0,419 mg/kg. Konsentrasi rata-rata Cd pada organ hati, insang dan daging ikan Seluang adalah 0,117, 0,034 dan 0,021 mg/kg, ikan Juaro 0,059, 0,051 dan 0,027 mg/kg, ikan Belanak 0,096, 0,031 dan 0,025 mg/kg, ikan Sembilang 0,102, 0,046 dan 0,032 mg/kg. Konsentrasi logam berat Cd pada sampel air, sedimen dan daging ikan Seluang, ikan Juaro, ikan Belanak dan ikan Sembilang masih dibawah baku mutu dan ambang batas yang ditetapkan.   Utilization of river often has a negative impact on water quality. This condition will influence on the security of food originating from this area. One component of pollutants that is commonly found in waters and poses a threat to food safety is heavy metal such as Cd. The research aims to determine the concentration of the heavy metal Cd in several ecosystem components in the Musi River Estuary, including water, sediment and three fish organs (gills, liver and meat). Object of this research are four types of fish that are commonly caught, such as Juaro fish (Pangasius polyuranodon), Sembilang fish (Paraplotosus albilabris), Seluang fish (Rasbora sp) and Belanak fish (Mugil chepalus). Water and sediment samples were taken from around the Musi River downstream, divided into eight (8) research stations during March, May and November 2018. Fish samples were taken from local fishermen who caught fish in the area. Samples were analyzed using the USEPA 30050B and AAS (atomic absorption spectrophotometer). The results showed that the average concentration of the heavy metal Cd in water samples was less than 0.001 mg/l, in sediments ranging from 0.223 to 0.419 mg/kg. The average concentration of Cd in the liver, gills and muscle of Seluang fish was 0.117, 0.034 and 0.021 mg/kg, Juaro fish 0.059, 0.051 and 0.027 mg/kg, Belanak fish 0.096, 0.031 and 0.025 mg/kg, Sembilang fish 0.102, 0.046 and 0.032 mg/kg. The concentration of the heavy metal Cd in samples of water, sediment and muscles of Seluang, Juaro, Belanak and Sembilang fish was still below some specified quality standards.
Co-Authors Adietya Ramadhan Hidayatullah Aji Ara Yudha Aji Ara Yudha, Aji Ara Akbarimansyah, Remi Akhmad Tri Prasetyo Amanda Astri Pratiwi Febrianti Amanda Astri Pratiwi Febrianti Ananta, Dio Alif Andi Agussalim Ani Haryati Ani Haryati, Ani Anjar Puteri Liana Anna Ida Sunaryo Purwiyanto Anna Ida Sunaryo Purwiyanto Anna Ida Sunaryo Purwiyanto Anna Ida Sunaryo Purwiyanto Anna Ida Sunaryo Purwiyanto Anna Ida Sunaryo Purwiyanto Anna Ida Sunaryo Purwiyanto Anna Ida Sunaryo Purwiyanto Anna Ida Sunaryo Purwiyanto Anna Ida Sunaryo Purwiyanto Anna Ida Sunaryo Purwiyatno Anna IS Purwiyanto Apriansyah Putra Atik Hendika Lyusta Bakti Satria Berian Jaya Beta Susanto Barus Beta Susanto Barus Delas Yuniardi Delas Yuniardi, Delas Desi Melda Situmorang Devi Kristianti Dianysah, Gusti Dika Ardila Diny Novita Sari Harahap Dwi Puspa Indriani Dwigothammy, Rahmadella Elisa Wildayana Ellis Nurjuliasti Ningsih Fatmalina Febry Fatoni, M. Indra Fauziyah Fauziyah FAUZIYAH Fauziyah . Fauziyah Fauziyah Fauziyah Fauziyah Fauziyah Fauziyah Fauziyah Fauziyah Fauziyah Fauziyah Fauziyah Fauziyah Febrianti, Amanda Astri Paratiwi Filipus, Rachmat Adi Freddy Supriyadi Gusri, Ariqoh Athallah Gusti Diansyah Gusti Diansyah Gusti Diansyah Gusti Diansyah Gusti Diansyah Harahap, Diny Novita Sari Hartoni Hartoni Haslan FI Lumbantobing Haslan FI Lumbantobing, Haslan FI Herni Tri Nopiyanti Herni Tri Nopiyanti, Herni Tri Heron Surbakti Hidayattullah, Adietya Ramadhan Hidayatullah, Adietya Ramadhan Indra Yustian Iskhaq Iskandar Isnaini Isnaini . Isnaini ., Isnaini Isnaini Isnaini Isnaini Isnaini Jaya, Berian Jeni Meiyerani Jeni Meiyerani Juaini Anggraini Khotimah, Nadila Nur Lilik Maslukah Lucky Pratama Lyusta, Atik Hendika M AK Pirazuni M. Hendri M. Indra Fatoni Mei Ida Susanti Meiyerani, Jeni Melki Melki . Melki Melki Melki Melki Melki Melki Muhamad Nur Muhamad Nur Muhamad` Nur Muhammad Abdul Karim Muhammad Abdul Karim, Muhammad Abdul Muhammad Fadli Muhammad Fadli Nidia Nova Riena Ningsih, Ellis Nurjuliasti Novi Angraini Nurhadi . Nurhadi . Nurjuliasti Ningsih, Ellis Omairah, Rosti Omariah, Rosti Onolawe Prima Sibagariang Onolawe Sibagariang Peri Pardona Peri Pardona, Peri Pratama, Lucky Purwiyanto, Anna IS Rachmat Adi Filipus Rafki Ernanto Ramses Redho Yoga Nugroho Reftika Ramona Putri Resty Paramitha Rezi Apri Rian Andriansyah Riana Pasaribu Riana Pasaribu Rico Febriansyah Riena, Nidia Nova Rijal Sitorus Riris Aryawati Riris Aryawaty Riris Aryawaty Riris Aryawaty Riska Eka Putri Risnita Tri Utami Rosti Omairah Rosti Omariah Rozirwan . RR. Ella Evrita Hestiandari Ryan Syekhan Sarno . Sembiring, Susan MR Septian Vario Gerba Septian Vario Gerba, Septian Vario Sibagariang, Onolawe Prima Situmorang, Desi Melda Soni Heron Soni Heron, Soni Sukatin, Sukatin Susan MR Sembiring Sutan Barita S Tambunan Tengku Zia Ulqodry Tengku Zia Ulqodry Tita Septia Rahmawati Tita Septia Rahmawati Tuti Afridanelly Tuti Afridanelly Tuti Afridanelly, Tuti TZ Ulqodry Welly Nailis Wike AE Putri Wike Ayu Eka Putri Wike Ayu Eka Putri Yulianto Suteja Yundari, Yundari Yusni Ikhwan Siregar