Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Analisis Penawaran Perspektif Ekonomi Islam: Peran Kejujuran, Biaya Produksi, Regulasi Pemerintah, Dan Kesadaran Halal Produsen Awalia Br Nasution, Eza Okhy; Sari, Melia; Suhadi, Angga Putra; Abadi, Syahrul
Jurnal Ekonomi Manajemen dan Bisnis (JEMB) Vol. 5 No. 1 (2026): Januari - Juni
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47233/jemb.v5i1.4236

Abstract

This article examines the concept of supply in Islamic microeconomics by emphasizing ethical and institutional dimensions that are frequently marginalized in conventional economic analysis. Instead of viewing supply merely as a technical response to price signals and production costs, Islamic economics places it within a broader framework of moral responsibility, social justice, and compliance with Sharia principles. Using a qualitative descriptive approach based on library sources, this article draws on classical and contemporary Islamic economic literature, peer reviewed journals, and relevant policy documents to analyze the roles of producer honesty, production costs, government regulation through the hisbah mechanism, and halal awareness in shaping supply behavior. The discussion shows that supply in Islamic economics is not determined solely by efficiency considerations and cost structures, but is also guided by ethical commitments that restrain exploitative practices such as excessive pricing, hoarding, and quality distortion. Honesty and halal compliance appear not only as moral obligations, but also as strategic elements that strengthen market trust and support business sustainability. Government intervention, meanwhile, is positioned as a corrective effort aimed at maintaining market balance and protecting public welfare without undermining market mechanisms. Overall, this article highlights that the integration of ethical values, economic rationality, and institutional oversight offers a more holistic and equitable understanding of supply, which remains highly relevant in addressing contemporary market challenges.  
Konsep Kepemilikan Harta dalam Pemikiran Ekonomi Islam dan Implikasinya terhadap Sumber Daya Publik di Era Modern Sari, Melia; Yafiz, Muhammad
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.6210

Abstract

Pengelolaan sumber daya publik di era modern menghadapi berbagai tantangan, seperti ketimpangan ekonomi, konsentrasi penguasaan sumber daya pada kelompok tertentu, serta meningkatnya praktik privatisasi yang berpotensi mengurangi akses masyarakat terhadap kebutuhan dasar. Kondisi tersebut menuntut adanya kerangka konseptual alternatif yang mampu mengintegrasikan efisiensi ekonomi dengan prinsip keadilan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep kepemilikan harta dalam pemikiran ekonomi Islam serta implikasinya terhadap pengelolaan sumber daya publik di era modern. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Data diperoleh melalui studi dokumentasi yang bersumber dari Al-Qur’an, hadis-hadis shahih, literatur ekonomi Islam, serta artikel jurnal ilmiah yang relevan. Teknik analisis data menggunakan metode content analysis yang disajikan secara deskriptif-analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekonomi Islam memandang kepemilikan harta sebagai amanah dari Allah SWT yang penggunaannya dibatasi oleh prinsip keadilan, kemaslahatan, dan tanggung jawab sosial. Dalam perspektif ekonomi Islam, sumber daya publik dikategorikan sebagai kepemilikan umum yang pengelolaannya menjadi tanggung jawab negara sebagai pengelola amanah masyarakat. Negara tidak hanya berperan sebagai regulator, tetapi juga sebagai pelindung kepentingan publik agar pemanfaatan sumber daya dapat dilakukan secara adil, merata, dan berkelanjutan. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa konsep kepemilikan dalam ekonomi Islam dapat menjadi kerangka analitis yang relevan dalam mengevaluasi kebijakan pengelolaan sumber daya publik yang berorientasi pada keadilan distributif, kesejahteraan sosial, dan keberlanjutan pembangunan
AKTIVITAS ANTIBIOFILM EKSTRAK ETANOL DAUN BELIMBING WULUH (Averrhoa bilimbi L.) TERHADAP BAKTERI Pseudomonas aeruginosa DAN Staphylococcus aureus Sari, Melia; Yunita, Cut Elza; Rizqiani, Sakina
Seminar Nasional Pendidikan IPA Ke III Tahun 2025 Vol 3, No 1 (2025): Prosiding Seminar Pendidikan IPA
Publisher : Seminar Nasional Pendidikan IPA Ke III Tahun 2025

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit infeksi hingga kini masih merupakan masalah kesehatan global termasuk di negara berkembang seperti Indonesia. Penyakit infeksi di Indonesia masih belum dapat ditanggulangi meskipun berbagai upaya telah dilakukan termasuk memengaruhi faktor eksternal dan internal. Tujuan penelitian untuk menguji optimum ekstrak etanol daun belimbing wuluh yang dapat menghambat pertumbuhan biofilm Pseudomonas aeruginosa dan Staphylococcus aureus. Metode penelitian ini meliputi pengambilan sampel, determinasi tumbuhan, pengolahan sampel ekstrak etanol daun belimbing wuluh. danpengujian penghambat pembentukan biofilm pada bakteri P. aeruginosa dan S. aureus. Hasil pemeriksaan karakteristik simplisia daun belimbing wuluh penetapan kadar air 7%, kadar sari larut dalam air 21,3%, kadar sari larut dalam etanol 16%, kadar abu total 5,6%, kadar abu tidak larut asam 0,83%. Simplisia daun belimbing wuluh positif mengandung senyawa metabolit sekunder seperti alkaloid, tanin, saponin, steroid, dan triterpenoid. Konsentrasi dari ekstrak etanol daun belimbing wuluh yang paling efektif dalam menghambat pertumbuhan bakteri P.aeruginosa adalah 800 µg/ml dengan nilai persen hambatan sebesar 69,3765 ± 2,189, sedangkan S.aureus absorbansi sebesar 71,4144 ± 1,207. Berdasarkan uji ANOVA didapatkan konsentrasi 800 µg/ml lebih efektif dalam menghambat pembentukan biofilm dengan nilai (sig ,073).
Konsep Pendidikan Anak Usia Dini dalam Perspektif Islam dan Psikologi Perkembangan Nurma, Nurma; Sari, Melia; Gustina, Rina
Educalia: Journal of Educational Research Vol 3 No 2 (2024): Educalia: Journal of Educational Research
Publisher : Cyber Media Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56613/educalia.v3i2.339

Abstract

Pendidikan anak usia dini merupakan fase fundamental dalam pembentukan kepribadian, kognitif, dan moral anak. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji konsep pendidikan anak usia dini dalam perspektif Islam dan psikologi perkembangan melalui pendekatan kajian pustaka. Secara psikologis, masa anak usia dini dikenal sebagai periode emas (golden age) yang ditandai dengan pesatnya perkembangan kognitif, emosional, sosial, dan spiritual. Teori-teori psikologi perkembangan menekankan pentingnya stimulasi, lingkungan yang kondusif, serta pola asuh yang responsif untuk mengoptimalkan potensi anak. Sementara itu, dalam perspektif Islam, pendidikan anak dipandang sebagai amanah yang harus dilaksanakan secara terencana dan berorientasi pada pembentukan akhlak, tauhid, serta keseimbangan antara aspek jasmani dan rohani. Islam menempatkan keluarga sebagai institusi pendidikan pertama dan utama, dengan penekanan pada keteladanan, pembiasaan, dan internalisasi nilai-nilai moral sejak dini. Hasil kajian menunjukkan bahwa terdapat titik temu antara psikologi perkembangan dan pendidikan Islam, khususnya dalam penekanan pada pentingnya stimulasi dini, pembentukan karakter, serta lingkungan yang mendukung pertumbuhan anak secara holistik. Dengan demikian, integrasi antara pendekatan psikologis dan nilai-nilai Islam dalam pendidikan anak usia dini menjadi landasan penting untuk membentuk generasi yang berkarakter, beriman, dan berkembang secara optimal.