Claim Missing Document
Check
Articles

Praktik Penyusunan Peraturan Desa (Perdes) sebagai Penguatan Desa Tangguh Bencana di Kabupaten Malang Hijri, Yana Syafriyana; Kurniawan, Wahyudi; Hilman, Yusuf Adam
Amalee: Indonesian Journal of Community Research and Engagement Vol 1 No 1 (2020): Amalee: Indonesian Journal of Community Research and Engagement
Publisher : LP2M INSURI Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (582.527 KB) | DOI: 10.37680/amalee.v1i01.131

Abstract

Abstract Disaster management (DM) gets a new dimension with the ratification of Law No. 24 (2007) on disaster management followed some related rules. DM as an thorough effort is started by disaster risk reduction, emergency, rehabilitation, and reconstruction. Based on the authority, DM needs to be in a comprehensive policy level ranging from national, regional, up to the village scope as a front guard of the government, though DM is not only the responsibility of government, where the people have to also actively participate. Pujiharjo Village, Tirtoyudo District, Malang, is one of villages potentially affected by natural disasters, ranging from erosion and flooding. This village as the smallest government unit interacting with the community, has policies that are poured into village regulations (Perdes) about the disaster management with local knowledge to reduce disaster risk. Thus, the community is expected to be tougher because they can anticipate and minimize the disaster risk by breakthrough adaptation, ability to handle and keep the structure, and function certain basic in times of disasters. Even if affected by any disaster, they would quickly rebuild into normal or at least can independently recover. Desa Tangguh (Tough Village) as a national program of BNPB, can also act as the responsibility of a government against people in the disaster management. Keyword : Disaster Management, Regulations, Village Abstrak Penanggulangan bencana (PB) mendapat dimensi baru dengan diterbitkannya UU No. 24 (2007) tentang penanggulangan bencana yang diikuti beberapa aturan terkait. PB sebagai upaya menyeluruh dan proaktif dimulai dari pengurangan risiko bencana, tanggap darurat, rehabilitasi, dan rekonstruksi. Berdasarkan kewenangannya, PB perlu memiliki kebijakan komprehensif mulai dari tingkat nasional, regional, hingga ruang lingkup desa sebagai ujung tombak pemerintahan, meski PB bukan hanya tanggung jawab pemerintah, di mana rakyat juga harus ikut aktif. Desa Pujiharjo, Kecamatan Tirtoyudo, Malang, adalah salah satu desa yang berpotensi terkena bencana alam, mulai dari erosi hingga banjir. Desa ini sebagai unit pemerintah terkecil yang berinteraksi dengan masyarakat, memiliki kebijakan yang dituangkan ke dalam peraturan desa (Perdes) tentang manajemen bencana dengan pengetahuan lokal untuk mengurangi risiko bencana. Dengan demikian, masyarakat diharapkan lebih tangguh karena mereka dapat mengantisipasi dan meminimalkan risiko bencana dengan melakukan terobosan adaptasi, kemampuan menangani dan menjaga struktur, dan fungsi dasar tertentu pada saat bencana. Bahkan jika terdampak bencana, mereka akan dengan cepat membangun kembali hingga normal atau setidaknya dapat pulih secara mandiri. Desa Tangguh sebagai program nasional BNPB, juga dapat berperan sebagai tanggung jawab pemerintah terhadap masyarakat dalam manajemen bencana. Kata kunci: Penanggulangan Bencana, Paraturan, Desa
Upaya Dinas Pariwisata dalam Meningkatkan Resiliensi Pengrajin Reyog di Kabupaten Ponorogo Nurfaidah, Galuh Diah Salsa; Nasution, Robby Darwis; Hilman, Yusuf Adam; Ridho, Irvan Nur
JURNAL NASIONAL PARIWISATA Vol 14, No 1 (2024): Jurnal Nasional Pariwisata
Publisher : Pusat Studi Pariwisata Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jnp.94904

Abstract

The aim of this research is to determine the Tourism Department's efforts to increase the resilience of reog craftsmen in Ponorogo Regency. This research is qualitative research. Data collection techniques in research are observation, interviews, and documentation, with data analysis using data collection, data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of the research first show that the efforts made by the government of the Ponorogo Tourism Office to help craftsmen are by promoting their products both locally and internationally. Second, the government helps craftsmen to obtain business permits and collaborates with PKK members to support each other's businesses. Third, promote through social media to increase the economic income of craftsmen. Fourth, to strengthen increased resilience, the Ponorogo Regency Tourism Office carries out networking activities (collaborating with other people), namely establishing collaboration with other regions through participation in arts and crafts exhibitions and involving the younger generation. Researchers put forward several recommendations which can later be used as a reference, including holding exhibitions of works involving the younger generation. This is one of the efforts to make Reyog Ponorogo art more sustainable.
Analisis Kebijakan Pemerintah Kabupaten Ponorogo Tentang Program Kegiatan Rukun Tetangga Prastiyo, Danang; Widiyahseno, Bambang; Ridho, Irvan Nur; Hilman, Yusuf Adam
Jurnal Pallangga Praja (JPP) Vol 5 No 2 (2023): Oktober
Publisher : Institut Pemerintahan Dalam Negeri Kampus Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61076/jpp.v5i2.3880

Abstract

Ponorogo Regency launched an assistance program for community strengthening in the smallest scope, namely the Rukun Tetangga (RT). ratified through Circular Letter (SE) of the Regent. The Ponorogo Regency Government provides funds of IDR 10,000,000 annually to each Neighborhood Association in the entire Ponorogo Regency Region which consists of 6,869 the Rukun Tetangga (RT). The programs include: making infiltration wells or what is called Biopori Infiltration, Waste Management in the RT scope, provision of RT Wireless Fidelity (Wifi) networks, Strengthening Women's Economy, Employment BPJS benefits and incentives for RT administrators, Family Medicine Planting and Resident; Rembug Warga. This study aims to find out how the program is implemented and what are the obstacles. This type of research uses a descriptive method with a qualitative approach. The results of this study show that this RT activity program is an initiation from the Regent of Ponorogo which has been stated in the vision and mission. All RT activity programs have been implemented, but there are several programs that are not appropriate because they are not in accordance with regional conditions, such as: Biopore Infiltration, Integrated Waste, and planting family medicine. programs that are not suitable because they do not involve the RT community who know their needs better.
Analisis Tingkat Pendidikan Perangkat Dalam Mendukung Pembangunan Desa Manuk Kecamatan Siman Kabupaten Ponorogo Laily, Salsa Nadia; Nasution, Robby Darwis; Harsono, Jusuf; Hilman, Yusuf Adam; Djuwitaningsih, Ekapti Wahjuni
JISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 6, No 3 (2022): JISIP (Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan (LPP) Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/jisip.v6i3.3333

Abstract

Penelitian dengan judul Analisis Tingkat Pendidikan Perangkat dalam Pembangunan desa bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh tingkat pendidikan perangkat dalam pembangunan desa. Sistem pendidikan di Indonesia mencakup banyak jenjang pendidikan. Tingkat pendidikan merupakan sebuah proses jangka panjang yang di tempuh seseorang agar terorganisir dalam memasuki dunia kerja dan menciptakan tenaga ahli. Dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah pendekatan kalitatif, penelitian ini dilakukan di salah satu desa di Kecamatan Siman  Kabupaten Ponorogo yaitu Desa Manuk. Di Desa Manuk terdapat 9 perangkat desa yang memiliki tingkat pendidikan akhir yang berbeda-beda. Yang artinya tingkat pendidikan perangkat desa di Desa Manuk belum sama rata. Dengan mayoritas tingkat pendidikan akhir SLTA atau sederajat. Dengan latar belakang pendidikan yang berbeda inilah muncul beberapa permasalahan mengenai kinerja perangkat desa. Berdasarkan hasil penelitian tingkat pendidikan perangkat memang mempengaruhi kinerja perangkat desa, karena perangkat desa yang menempuh pendidikan akhir SLTA atau sederajat harus menguasai teknologi informasi sehingga dapat bekerja secara maksimal. Hal itu dapat dilakukan melalui pelatihan.
GOVERNANCE OF VILLAGE ADMINISTRATION IN THE DEVELOPMENT OF THE TOURISM SECTOR IN BITING VILLAGE, BADEGAN DISTRICT, PONOROGO REGENCY Khoirunnisa, Khoirunnisa; Hilman, Yusuf Adam; Triono, Bambang; Ridho, Irvan Nur
Jurnal Ilmiah Administrasi Pemerintahan Daerah Vol 16 No 1 (2024): Implementasi Pemerintahan
Publisher : Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33701/jiapd.v16i1.4515

Abstract

This research aims to understand and describe village government management in the development of the tourism sector in Biting Village, Badegan District, Ponorogo Regency. The concept of Good Village Governance is used as the theoretical foundation, emphasizing transparency, accountability, and community participation as the main principles. This study employs a qualitative approach with data collection techniques through semi-structured interviews and documentation. Data analysis is conducted using the data analysis model from Miles, Huberman, and Saldana (2014), including data condensation, data display, and conclusion drawing. The results show that transparency is realized through the dissemination of information on policies, programs, and activities through various communication platforms. Accountability is evident in the monthly reporting of tourism funds and periodic evaluations. Community participation is enhanced through Village Deliberation forums and training involving various community components. The conclusion emphasizes the importance of transparency, accountability, and community participation in managing the tourism sector to achieve good and sustainable governance.
The Role of The Village Government in The Implementation of Disaster Management Through the Disaster Resilient Village “Sapto Manunggal” in Kedungbendo Village Tiani, Fitri Agus; Hilman, Yusuf Adam; Widiyanseno, Bambang; Ridho, Irvan Nur
Journal of Research in Social Science and Humanities Vol 2, No 1 (2022)
Publisher : Utan Kayu Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/jrssh.v2i1.18

Abstract

The objective of the study was to find out how the role of the village government in the implementation of disaster management through the Disaster Resilient Village “Sapto Manunggal” in the village of Kedungbendo. Disaster Resilient Village activities focus on the implementation of disaster management in a planned, integrated, coordinated, and comprehensive manner in order to provide protection to the community from threats, risks and impacts of disasters. The method in this study uses descriptive research with a qualitative approach. The findings in this study are that the implementation of disaster management is divided into 3 (three) stages, namely the pre-disaster stage, the emergency response stage and the post-disaster stage. The implementation of disaster management is defined as the establishment of a development policy that poses a risk of a disaster, disaster prevention activities, emergency response, and rehabilitation. In conclusion, the implementation of disaster management in Kedungbendo village has activities at every stage so the role of the village government in the implementation of disaster management includes prevention activities when disasters occur to recovery. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peran pemerintah desa dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana melalui Desa Tangguh Bencana “Sapto Manunggal” di desa Kedungbendo. Kegiatan Desa Tangguh Bencana berfokus pada terselenggaranya pelaksanaan penanggulangan bencana secara terencana, terpadu, terkoordinasi, dan menyeluruh dalam rangka memberikan perlindungan kepada masyarakat dari ancaman, risiko dan dampak bencana. Metode dalam penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Hasil temuan pada penelitian ini bahwa penyelenggaraan penanggulangan bencana terbagi dalam 3 (tiga) tahapan yaitu tahap prabencana, tahap tanggap darurat dan tahap pasca bencana. Penyelenggaraan penanggulangan bencana didefinisikan sebagai penetapan sebuah kebijakan pembangunan yang berisiko timbulnya bencana, kegiatan pencegahan bencana, tanggap darurat, dan rehabilitasi. Kesimpulannya, penyelenggaraan penanggulangan bencana didesa Kedungbendo memiliki kegiatan di setiap tahapan sehingga peran pemerintah desa dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana meliputi kegiatan pencegahan, saat bencana terjadi hingga pemulihan.
Motive Analysis of the Partai Solidaritas Indonesia (PSI) in Supporting the Empty Box in the 2020 Ngawi District Election Nizah, Zachrotun; Hilman, Yusuf Adam
Journal of Research in Social Science and Humanities Vol 2, No 2 (2022)
Publisher : Utan Kayu Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/jrssh.v2i2.27

Abstract

One of the areas that has a single candidate against the empty box in the 2020 regional elections is Ngawi Regency, which in the election has the support of a political party, the Indonesian Solidarity Party (PSI). This research aims to find out what motives the Indonesian Solidarity Party has given its support to empty boxes. The method used in this study is qualitative descriptive method. The results of this study revealed that the motive of the Indonesian Solidarity Party supports empty boxes that is because of in order to motive and because motive. In order to motive is first, PSI wants to  convey to the public through political socialization that choosing this empty box is valid and does not violate the law. Second, provide space and containers for the community supporting empty boxes. Third, with PSI supporting this empty box hopes that democracy in Ngawi district will come back to life. Fourth, PSI wants to provide political education to the community. While because motive of the support of DPD PSI Ngawi regency against this empty box is the existence of a Political Dynasty in Ngawi Regency that is controlled by two families, namely the Harsono and Kanang families for approximately 20 years. This support is also motivated by administrators and members who have supported empty boxes first before they enter into the board of DPD PSI Ngawi Regency period 2020-2024.
PERAN KEPOLISIAN RESORT PONOROGO DALAM MENJAGA STABILITAS POLITIK DALAM RANGKA PILKADES SERENTAK Ridho, Irvan Nur; Hilman, Yusuf Adam
POPULIKA Vol. 8 No. 2 (2020): Populika
Publisher : Universitas Widya Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37631/populika.v8i2.342

Abstract

Peran kepolisian tidak dapat dipisahkan dari sistem sosial masyarakat. Kepolisian mempunyai peran yang penting dalam perkembangan sejarah perkembangan masyarakat. Maka dari itu dari waktu kewaktu peran kepolisian selalu mengalami perubahan seiring dengan perubahan sosial, perubahan politik, dan perubahan industri. Proses demokrasi dewasa semakin kompleks, untuk itu diperlukan peran dari berbagai pihak untuk menjaga stalibitas keamanan dan politik khususnya dari pihak kepolisian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan peran kepolisian dalam menjaga stabilitas politik dalam rangka pilkades  serentak. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan,  dengan menggunakan pendekatan library research. Peran kepolisian dalam pelaksanaan tugasnya sebagai  penegak hukum dan petugas ketertiban masyarakat mepunyai beberapa peran dalam menjaga stabilitas politik. Upaya represif dan preventif dilakukan untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Peran Pemerintahan Desa dalam Melakukan Praktik Pembangunan Infrastruktur Hilman, Yusuf Adam; Asmoro, Yusuf Redi
Jurnal Administrasi Pemerintahan Desa Vol. 1 No. 2 (2020): Agustus 2020
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (806.103 KB) | DOI: 10.47134/villages.v1i2.10

Abstract

Peran pemerintahan desa sebagai pihak yang memiliki kewenangan dituntut supaya mampu melaksanakan amanat undang – undang, yakni mewujudkan kesejahteraan masyarakat, melalui praktik pembangunan di desa, khususnya pembangunan di bidang infrastruktur, karena posisinya penting untuk meningkatkan mobilitas masyarakat dalam rangka menunjang aktifitas ekonomi desa. Tujuan penelitian ingin melihat pemerintahan desa dalam menjalankan praktik. Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan jenis data nya berupa data primer dan sekunder, seperti: wawancara, dokumentasi serta dokumen, data yang terkumpul kemudian di uji keabsahan, melalui teknik triangulasi. Hasil penelitian memperlihatkan peran pemerintahan desa dalam proses pembangunan Infrastruktur sangat efektif, dengan melibatkan seluruh lapisan masyarakat, dan juga melaporkan kegiatan pembangunan secara transparan. 
Dinamika Pengembagan Desa Wisata Mloko Sewu di Desa Pupus Kecamatan Ngebel Kabupaten Ponorogo Lestari, Dewi; Hilman, Yusuf Adam; Widiyahseno, Bambang; Triono, Bambang
Jurnal Administrasi Pemerintahan Desa Vol. 2 No. 2 (2021): Agustus 2021
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (156.857 KB) | DOI: 10.47134/villages.v2i2.22

Abstract

Desa wisata merupakan sebuah desa yang hidup mandiri dengan potensi yang dimilikinya dan tepat dapat menjual berbagai atraksi-atraksinya sebagai daya tarik wisata tanpa melibatkan investor. Berdasarkan hal tersebut pengembangan desa wisata merupakan realisasi dari undang-undang otonomi daerah (UU No.22/99), maka setiap Kabupaten perlu memprogramkan pengembangan desa wisata demi meningkatkan pendapatan daerah, dan menggali potensi desa. Kawasan desa Pupus Kecamatan Ngebel mempunyai potensi sumber daya alam yang melimpah, Salah satu wisata alam di desa Pupus kecamatan Ngebel adalah Mloko Sewu. Mloko sewu adalah inisiatif dari sebagian atau sekelompok pemuda di desa pupus untuk di jadikan desa wisata selama proses pembersihan lahan di hutan perhutani kurang lebih 6 bulan kelompok desa tersebut keberatan karena dalam proses tersebut dari pihak pemerintah desa pupus belum yakin bahwa akan di jadikan wisata karena waktu sudah di tetapkan oleh pihak perhutani belum terselesaikan maka lahan tersebut di tawarkan kepada pihak lain atau investor .dan setelah di pegang oleh pihak lain yang di kelola selama 3 bulan jadilah wisata mloko sewu dan sudah di pasarkan. Dalam Dinamika pengembangan desa wisata Mloko Sewu di Desa Pupus Kecamatan ngebel Kabupaten Ponorogo terdapat masalah antara pihak masyarakat dan pihak investor dalam pengembangan dan pengelolaan desa wisata Mloko Sewu yang ada di desa Pupus. penyelesaian masalah telah di selesaikan secara damai oleh pemerintah daerah. Yang tujuanya adalah mengelola bersama desa wisata Mloko Sewu.
Co-Authors Aditya, Dimas Apriyani, Yenti Arviana, Ekyk Asmoro, Yusuf Redi Astuti, Antin Nurvidi Ayub Dwi Anggoro, Ayub Dwi Bambang Widiyahseno, Bambang Darwis Nasution, Robby Dewi Lestari Djuwitaningsih, Ekapti Wahjuni Dwijayanti, Ekapti Wahjuni Eli Purwati, Eli Elok Putri Nimasari, Elok Putri Fistiana, Inka Fitriana Fitriana Fitriani, Intan Fransisca Fitriani, Lisa Dwi Hafizha, Nikmatul Indah Sari, Resti Nur Indrawati, Septiana Dika Irvan Nur Ridho Irvan Nur Ridho Jusuf Harsono Khansa, Ilyana Khoirrurosyidin, Khoirurrosyidin Khorunnisak, Nevi Kurniawan, Wahyudi Kusuma , Yanuar Vip Bagas Laily, Salsa Nadia Lesmana, Febry Alvian Surya Luqman, Muhammad Aliba Nur Muamanah, Victaria Roiffatul N, Moh Uzma Nada , Karisma Dwi Putri Nanda Praptiwi, Elista Nizah, Zachrotun Nugraha, Herlambang Septa Nugroho, Dimas Eko Nurcahyo Nur Ridho, Irvan Nurfaidah, Galuh Diah Salsa NURUL RAHMAWATI Okolie, Ugo Chucks Okolie, Ugo Chuks Oktaviani, Diah Prastiyo, Danang Puspitasari, Ika Febi Puthut Hermansyah Putri, Ellsa Diana Ramadhan, Aldy Soni Ramadhani, Muhammad Ridwan Redha, Moch. Rifqi Mei Restining Tyas, Nuzlia Enggar Ridho, Guruh Riska Amelia Rizki, Singgih Choirul Rizky Rahma, Hernanda Ayudya robby darwis nasution, robby darwis RR. Ella Evrita Hestiandari Saputra, Redy Devanda Sari, Mega Kumala Septiana, Leni Siti Zulaikah Suryati, Lisa Susanto Susanto Sya’diah, Halimatus Tiani, Fitri Agus Tiansari, Anggie Eka Triono, Bambang Triono, Bambang Utari, Ainun Putri Wahjuni DJ, Ekapti Wardana, Yusuf Vreda Adi Wardinelsa, Fadila Wibowo, Putra Anugerah Widiyanseno, Bambang Widya Putri, Larasati Kansa Widyahseno, Bambang Widyaningrum, Destria Putri Wijayanti, Adelia Yana Syafriyana Hijri