Claim Missing Document
Check
Articles

Disaster Risk Mapping of Village Tourist Attractions in an Effort to Improve Safety and Comfort Hilman, Yusuf Adam; Abdullah, Shahrum Shah; Tricana, Deny Wahyu; Saskia, Meilia Gita; Putri, Larasati Kansa Widya
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/ncgj9m39

Abstract

Cleanliness, comfort, and safety are essential factors that must be met to ensure a tourist destination is suitable for visitors. Sometimes, disasters become one of the causes of failed destination management, as they render the area unsafe and uncomfortable. Therefore, a mitigation plan is necessary in tourist areas, making the mapping of existing tourist attractions crucial for disaster planning efforts. Desa Biting, Badegan, Ponorogo is a village with 9 (nine) tourist destinations, most of which are natural tourist attractions that have the potential to cause disasters. Given this situation, the disaster management team from Muhammadiyah University of Ponorogo, in collaboration with the village authorities, conducted several activities to create a disaster risk map. The methods used include: 1) conducting focus group discussions (FGD) with all stakeholders to discuss disaster potential, 2) conducting disaster mapping by identifying disaster-prone areas, 3) establishing a disaster response task force by leveraging existing institutional frameworks, and 4) installing disaster maps in tourist areas. From these activities, three dominant potential hazards were identified, namely forest fires, landslides, and floods. Based on the mapping results, mitigation efforts can be carried out to complement the organisational structure and supporting infrastructure. We recommend conducting a study on institutional readiness in preparing for disasters.
Analisis Aktor Collaborative Governance Dalam Program Pemuda Hebat Kabupaten Ponorogo Redha, Moch. Rifqi Mei; Hilman, Yusuf Adam
Jurnal Agregasi Vol 12 No 1 (2024)
Publisher : Prodi Ilmu Pemerintahan FISIP Universitas Komputer Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/agregasi.v12i1.12569

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisasi hubungan antar aktor yang terlibat dalam kerjasama dan kolaborasi sebagai tim dalam program pemuda hebat Kabupaten Ponorogo dan untuk mengidentifikasi proses collaborative governance yang terjadi antar aktor yang berperan penting dalam keberhasilan program tersebut. Dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dan pendekatan teoritis dari “Ansel and gash” yang menjadi dasar dalam penelitian ini. Data dikumpulkan melalui teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi kemudian dilakukan analisis melaui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa collaborative governance dalam program pemuda hebat Kabupaten Ponorogo berjalan secara efektif dilihat dari kondisi awal dan proses kolaborasi yang berjalan dengan baik dan sesuai dengan target yang telah ditetapkan bersama. Kolaborasi yang terjalin antar aktor Pemerintah, akademisi, vendor aplikasi (swasta), media, dan masyarakat mempunyai konektivitas dan komunikasi yang baik sehingga keberlangsungan kolaborasi berjalan dengan baik.
IMPLEMENTASI PROGRAM KAMPUNG KELUARGA BERKUALITAS (KB) BERKELANJUTAN DI DESA NONGKODONO DAN KAMPUNG KELUARGA BERKUALITAS (KB) BERKEMBANG DI DESA KARANGLO KIDUL KABUPATEN PONOROGO Fitriani, Lisa Dwi; Ridho, Irvan Nur; Hilman, Yusuf Adam; Triono, Bambang
Jurnal Litbang Sukowati : Media Penelitian dan Pengembangan Vol 9 No 1 (2025): Vol. 9 No. 1, Mei 2025
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Sragen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32630/sukowati.v9i1.516

Abstract

The purpose of this study is to provide an overview of how the implementation of the sustainable family planning village programme in Nongkodono Village and the developing family planning village in Karanglo Kidul Village, Ponorogo Regency. This research is descriptive qualitative research, with data collection techniques including: observation, interviews, and documentation, using a data analysis model with the following sequence: data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The implementation of Sustainable KB Village shows how the programme focuses on preserving and developing existing initiatives by involving all elements of the community and ensuring the continued involvement of various parties. The implications for residents include improved welfare through economic empowerment programmes, better access to health care, and a deeper understanding of reproductive health and family planning, all of which contribute to an improved quality of life. Meanwhile, Kampung KB Berkembang is in the development phase and focuses on increasing community participation and strengthening infrastructure and services that support family health and welfare. The implications for residents include improved access to health services and education, as well as increased social participation leading to a more cohesive and supportive community. the two programmes have similarities in terms of best practices in the implementation of this programme including active community participation, collaboration with various stakeholders, and continuous education. Constraints to the programme include low initial participation, limited resources, and challenges in socialisation effectiveness. The benefits of the programme are good, including improved quality of life, population growth control, and more equitable welfare for village communities, which ultimately creates a long-term sustainable positive impact
Kebijakan Reforma Konflik Hukum Politik Agraria di Era Pemerintahan Jokowi Rizky Rahma, Hernanda Ayudya; Fitriani, Intan Fransisca; Fitriani, Lisa Dwi; Hilman, Yusuf Adam
Interaktif : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 13 No. 2 (2021): Desember
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.interaktif.2021.013.02.4

Abstract

Tujuan penelitian ini menjelaskan betapa pentingnya kita membahami tentang Agraria, Khususnya di Indonesia. Agraria atau sering kita samakan dengan pertanahan yang secara tidak langsung berperan penting terhadap meningkatkan strategi dalam meningkatkan masalah pertanian, tentunya meningkatkan produktivitas dan meningkatkan ekonomi para petani. Agraria sendiri mempunyai cakupan yang sangat kompleks mulai dari hukum, ekonomi, politik, dan sosial budaya. Banyak kesenjangan terkait agraria dikarenakan kesenjangan yang sumber daya, Banyak konflik terjadi daintaranya antar individu, kelompok, ataupun Lembaga berwenang, Tidak lain pihak pihak tertentu berupaya terhadap menangani konflik yang terjadi. Peraturan dasar pokok pokok agraria diatur dalam rancangan Undangan Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Agraria adalah kemakmuran rakyat terutama kaum petani, dan yang pasti tidak adanya konflik dalam masalah pertanahan ini. Seiring pertumbuhan dan perkembangan manusia hendaknya kita lebih melek akan keadaan sekitar karena manusia merupakan sumber daya natural yang ada di setiap masanya dan terus bertambah.
Analisis Kebutuhan Sumber Daya Manusia Pemerintahan Desa Kaponan, Kecamatan Mlarak, Kabupaten Ponorogo Hilman, Yusuf Adam; Redha, Moch. Rifqi Mei; Wibowo, Putra Anugerah; Nugroho, Dimas Eko Nurcahyo; Ramadhani, Muhammad Ridwan
Jurnal Wahana Bina Pemerintahan Vol. 6 No. 1 (2024): Jurnal Ilmiah Pengembangan Studi Pemerintahan Program Pascasarjana Magister(S2)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Pemerintahan Abdi Negara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55745/jwbp.v6i1.147

Abstract

Kajian ini bertujuan untuk melakukan analisis kebutuhan SDM Pemerintahan Desa Kaponan, Kecamatan Mlarak, Kabupaten Ponorogo berdasarkan regulasi atau undang-undang nomor 6 tahun 2014 tentang Pemerintah Desa. Penelitian ini berjenis deskriptif kualitatif, dengan sumber data yang diperoleh dari hasil wawancara dan juga dokumen, peneliti melakukan uji triangulasi untuk memperoleh keabsahan data. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa perangkat desa berusia 31-40 tahun dengan presentase 33% yang merupakan presentase tingkatan usia dengan jumlah terbesar sedangkan presentase terrendah pada usia 61-70 tahun dengan presentase 8%. Selanjutnya perangkat desa dengan pendidikan terakhir SLTA sebesar presentase 83% yang merupakan presentase terbesar di Perangkat Desa Kaponan, sedangkan perangkat desa dengan Pendidikan S1 memiliki presentase 17%. Kemudian dari hasil wawancara dengan perangkat desa mereka menyatakan bahwa perangkat desa yang mempunyai usia lanjut dan sudah tergolong tua mengalami kesulitan dalam beradaptasi dengan perkembangan teknologi yang ada, sehingga perangkat desa yang mempunyai usia lanjut melimpahkan pekerjaannya ke perangkat desa yang memiliki keterampilan tersebut, tentu hal tersebut memperlambat dalam pelayanan kepada masyarakat. Kondisi in harus disikapi dengan melakukan persiapan penggantian perangkat desa yang sudah menginjak purna sesuai amanat undang-undang, sehingga dapat segera mendapatkan pengganti yang kompeten sesuai kebutuhan lembaga supaya dapat memperlancar jalannya pemerintahan.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA KARANGAN, KECAMATAN BADEGAN, KABUPATEN PONOROGO MELALUI KETERAMPILAN BATIK CIPRAT EMPOWERMENT OF THE COMMUNITY OF KARARAN VILLAGE, BADEGAN DISTRICT, PONOROGO REGENCY THROUGH BATIK CIPRAT SKILLS Apriyani, Yenti; Susanto, Susanto; Astuti, Antin Nurvidi; Nada , Karisma Dwi Putri; Tiansari, Anggie Eka; Hilman, Yusuf Adam
Jurnal Gembira: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1 No 05 (2023): OKTOBER 2023
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karangan adalah salah satu Desa yang berada wilayah Kecamatan Badegan di sebelah barat Kabupaten Ponorogo Jawa Timur. Dari 5.557 jiwa yang ada di Desa Karangan rata-rata memiliki pekerjaan sebagai seorang petani. Sedangkan masih terdapat banyak ibu-ibu rumah tangga dan anak muda yang baru lulus sekolah yang belum memiliki pekerjaan dan wadah untuk mengembangkan diri dalam rangka meningkatkan perekonomian keluarga. Sehingga dapat di lihat bahwa permasalahan yang terdapat di Desa Karangan adalah belum maksimalnya pemberdayaan masyarakat yang ada di Desa Karangan. Dari hal tersebut maka perlu adanya sebuah pelatihan untuk dapat memberdayakan masyarakat Desa Karangan sebagai salah satu solusi untuk bisa mengatasi masalah yang ada. Melalui pelatihan batik ciprat ini masyarakat Desa Karangan bisa memproduksi kain batik khas desa karangan dan hasil produksinya bisa di jual belikan di wilayah pulau jawa bahkan sampai ke kancah dunia. Tujuan dari adanya pelatihan batik ciprat oleh tim pengabdian dalam rangka memberdayakan masyarakat Desa Karangan agar lebih produktif sehingga bisa meningkatkan perekonomian keluarga. Metode yang digunakan adalah ceramah dan praktik secara langsung pembuatan batik ciprat dari awal pembuatan sampai menjadi kain batik ciprat Desa Karangan. Pelatihan batik ciprat didampingi langsung oleh ahli dibidang batik ciprat, menghasilkan beberapa batik ciprat dan siap untuk dikembangkan
REBRANDING PRODUK KOPI “JAPUNG” DI DESA KARANGAN DENGAN PACKAGING BARU DAN DIGITAL MARKETING Wardinelsa, Fadila; Utari, Ainun Putri; Putri, Ellsa Diana; Khorunnisak, Nevi; Sari, Mega Kumala; Hilman, Yusuf Adam
PEDAMAS (PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT) Vol. 1 No. 03 (2023): SEPTEMBER 2023
Publisher : MEDIA INOVASI PENDIDIKAN DAN PUBLIKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Karangan adalah salah satu desa yang terletak di Kecamatan Badegan, Kabupaten Ponorogo, Provinsi Jawa Timur. Di Desa Karangan juga terdapat produsen kopi yaitu “Kopi Japung” milik Ibu Supartiwi yang berdiri sejak tahun 2008. Kopi ini memiliki cita rasa tersendiri dan istimewa dengan aroma yang khas, melalui proses produksi tradisional dan dengan peralatan yang sangat sederhana. Proses produksi dimulai dari penggorengan biji kopi dengan cara disangrai diwajan gerabah (kreweng) yang dibakar menggunakan kayu bakar. Selanjutnya biji kopi digiling menggunakan mesin menjadi bubuk kopi dan dibungkus menggunakan plastik kiloan sebagai kemasan untuk dijual ke warung-warung atau dijual melalui whatsapp. Dengan diadakannya Seminar Digital Marketing, Labeling dan Kemasan Produk tim pengabdian Universitas Muhammadiyah Ponorogo mendampingi produsen Kopi Japung dalam hal pembuatan akun media sosial, logo, dan kemasan produk. Kegiatan dimulai dengan perkenalan, sosialisasi, evaluasi. Hasil dari kegiatan adalah kemasan produk lebih menarik dengan label Kopi Japung dengan perluasan pemasaran secara online.
GOVERNANCE OF VILLAGE ADMINISTRATION IN THE DEVELOPMENT OF THE TOURISM SECTOR IN BITING VILLAGE, BADEGAN DISTRICT, PONOROGO REGENCY Khoirunnisa, Khoirunnisa; Hilman, Yusuf Adam; Triono, Bambang; Ridho, Irvan Nur
Jurnal Ilmiah Administrasi Pemerintahan Daerah Vol 16 No 1 (2024): Implementasi Pemerintahan
Publisher : Post Graduate School of Government Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33701/jiapd.v16i1.4515

Abstract

This research aims to understand and describe village government management in the development of the tourism sector in Biting Village, Badegan District, Ponorogo Regency. The concept of Good Village Governance is used as the theoretical foundation, emphasizing transparency, accountability, and community participation as the main principles. This study employs a qualitative approach with data collection techniques through semi-structured interviews and documentation. Data analysis is conducted using the data analysis model from Miles, Huberman, and Saldana (2014), including data condensation, data display, and conclusion drawing. The results show that transparency is realized through the dissemination of information on policies, programs, and activities through various communication platforms. Accountability is evident in the monthly reporting of tourism funds and periodic evaluations. Community participation is enhanced through Village Deliberation forums and training involving various community components. The conclusion emphasizes the importance of transparency, accountability, and community participation in managing the tourism sector to achieve good and sustainable governance.
Praktik Penyusunan Peraturan Desa (Perdes) sebagai Penguatan Desa Tangguh Bencana di Kabupaten Malang Hijri, Yana Syafriyana; Kurniawan, Wahyudi; Hilman, Yusuf Adam
Amalee: Indonesian Journal of Community Research and Engagement Vol. 1 No. 1 (2020): Amalee: Indonesian Journal of Community Research and Engagement
Publisher : LP2M INSURI Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/amalee.v1i01.131

Abstract

Abstract Disaster management (DM) gets a new dimension with the ratification of Law No. 24 (2007) on disaster management followed some related rules. DM as an thorough effort is started by disaster risk reduction, emergency, rehabilitation, and reconstruction. Based on the authority, DM needs to be in a comprehensive policy level ranging from national, regional, up to the village scope as a front guard of the government, though DM is not only the responsibility of government, where the people have to also actively participate. Pujiharjo Village, Tirtoyudo District, Malang, is one of villages potentially affected by natural disasters, ranging from erosion and flooding. This village as the smallest government unit interacting with the community, has policies that are poured into village regulations (Perdes) about the disaster management with local knowledge to reduce disaster risk. Thus, the community is expected to be tougher because they can anticipate and minimize the disaster risk by breakthrough adaptation, ability to handle and keep the structure, and function certain basic in times of disasters. Even if affected by any disaster, they would quickly rebuild into normal or at least can independently recover. Desa Tangguh (Tough Village) as a national program of BNPB, can also act as the responsibility of a government against people in the disaster management. Keyword : Disaster Management, Regulations, Village Abstrak Penanggulangan bencana (PB) mendapat dimensi baru dengan diterbitkannya UU No. 24 (2007) tentang penanggulangan bencana yang diikuti beberapa aturan terkait. PB sebagai upaya menyeluruh dan proaktif dimulai dari pengurangan risiko bencana, tanggap darurat, rehabilitasi, dan rekonstruksi. Berdasarkan kewenangannya, PB perlu memiliki kebijakan komprehensif mulai dari tingkat nasional, regional, hingga ruang lingkup desa sebagai ujung tombak pemerintahan, meski PB bukan hanya tanggung jawab pemerintah, di mana rakyat juga harus ikut aktif. Desa Pujiharjo, Kecamatan Tirtoyudo, Malang, adalah salah satu desa yang berpotensi terkena bencana alam, mulai dari erosi hingga banjir. Desa ini sebagai unit pemerintah terkecil yang berinteraksi dengan masyarakat, memiliki kebijakan yang dituangkan ke dalam peraturan desa (Perdes) tentang manajemen bencana dengan pengetahuan lokal untuk mengurangi risiko bencana. Dengan demikian, masyarakat diharapkan lebih tangguh karena mereka dapat mengantisipasi dan meminimalkan risiko bencana dengan melakukan terobosan adaptasi, kemampuan menangani dan menjaga struktur, dan fungsi dasar tertentu pada saat bencana. Bahkan jika terdampak bencana, mereka akan dengan cepat membangun kembali hingga normal atau setidaknya dapat pulih secara mandiri. Desa Tangguh sebagai program nasional BNPB, juga dapat berperan sebagai tanggung jawab pemerintah terhadap masyarakat dalam manajemen bencana. Kata kunci: Penanggulangan Bencana, Paraturan, Desa
REVITALISASI KONSEP ALUN – ALUN SEBAGAI RUANG PUBLIK: ( Studi pada pemanfaatan alun – alun Ponorogo) Hilman, Yusuf Adam
ARISTO Vol 3 No 1 (2015): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/ars.v3i1.9

Abstract

Fungsi Alun – alun sebagai ruang publik bagi masyarakat di sekitar kabupaten Ponorogo, seharusnya bisa dimanfaatkan dan dikelola dengan baik, akan tetapi adanya fenomena pergeseran konsep alun – alun yang berubah dan mulai mengarah sebagai sarana untuk mengumpulkan provite karena dirubah menjadi pusat perekonomian, menjadikan secara perlahan – lahan, masyarakat mulai kehilangan ruang ekspresi, gerak, dan juga aktualisasi diri, perlu diingat bahwa sebagai makhluk sosial manusia juga membutuhkan saluran – saluran yang terbuka, bebas untuk berinteraksi dan bersosialisasi dengan masyarakat ataupun komunitas lainnya, ditengah sombongnya pembangunan yang tidak lagi memihak mereka, pemahaman mansyarakat yang mulai kendur dan bergeser terkait konsep pemanfaatan ruang publik, seharusnya menjadi perhatian bersama untuk di revitalisasi supaya semangat untuk berekspres, dan berkreasi bisa kembali muncul sehingga masyarakatdapat mengembangkan potensi dan juga mengatasi permasalahannya secara mandiri dengan proses – proses yang lebih manusiawi dan bermartabat.
Co-Authors Aditya, Dimas Apriyani, Yenti Arviana, Ekyk Asmoro, Yusuf Redi Astuti, Antin Nurvidi Ayub Dwi Anggoro, Ayub Dwi Bambang Widiyahseno, Bambang Chatarina Umbul Wahyuni Darwis Nasution, Robby Dewi Lestari DJ, Ekapti Wahjuni Djuwitaningsih, Ekapti Wahjuni Dwijayanti, Ekapti Wahjuni Eli Purwati, Eli Elok Putri Nimasari, Elok Putri Fistiana, Inka Fitriana Fitriana Fitriani, Intan Fransisca Fitriani, Lisa Dwi Hafizha, Nikmatul Hazmi, Ananda Excelga Indah Sari, Resti Nur Indrawati, Septiana Dika Irvan Nur Ridho Irvan Nur Ridho Jusuf Harsono Khansa, Ilyana Khoirrurosyidin, Khoirurrosyidin Khoirurrosyidin, Khoirurrosyidin Khorunnisak, Nevi Kurniawan, Wahyudi Kusuma , Yanuar Vip Bagas Laily, Salsa Nadia Lesmana, Febry Alvian Surya Luqman, Muhammad Aliba Nur Lutvian Alfrianto, Redi Muamanah, Victaria Roiffatul Muhamad Chairul Basrun Umanailo N, Moh Uzma Nada , Karisma Dwi Putri Nanda Praptiwi, Elista Nizah, Zachrotun Novikasari, Febriana Nugraha, Herlambang Septa Nugroho, Dimas Eko Nurcahyo Nur Ridho, Irvan Nurfaidah, Galuh Diah Salsa Okolie, Ugo Chuks Prastiyo, Danang Puspitasari, Ika Febi Puthut Hermansyah Putri, Ellsa Diana Putri, Larasati Kansa Widya Ramadhan, Aldy Soni Ramadhani, Muhammad Ridwan Redha, Moch. Rifqi Mei Restining Tyas, Nuzlia Enggar Ridho, Guruh Riska Amelia Rizky Rahma, Hernanda Ayudya robby darwis nasution, robby darwis RR. Ella Evrita Hestiandari Ruiyati, Febri Anggita Saputra, Redy Devanda Saputro, Bayu Rohmani Sari, Mega Kumala Saskia, Meilia Gita Septiana, Leni Shahrum Shah Abdullah Siti Zulaikah Suryati, Lisa Susanto Susanto Sya’diah, Halimatus Tiani, Fitri Agus Tiansari, Anggie Eka Tricana, Deny Wahyu Triono, Bambang Triono, Bambang Utari, Ainun Putri Wahjuni DJ, Ekapti Wardana, Yusuf Vreda Adi Wardhani, Shelia Gian Wardinelsa, Fadila Wibowo, Putra Anugerah Widiyanseno, Bambang Widya Putri, Larasati Kansa Widyahseno, Bambang Widyaningrum, Destria Putri Wijayanti, Adelia Yana Syafriyana Hijri