Claim Missing Document
Check
Articles

PENGELOLAAN HUTAN PRODUKTIF UNTUK AKTIVITAS WISATA TUMPAK LEGO Astuti, Antin Nurvidi; Hilman, Yusuf Adam
JURNAL RISET PEMBANGUNAN Vol 8, No 1 (2025)
Publisher : BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN DAERAH PROVINSI KALIMANTAN TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36087/jrp.v8i1.298

Abstract

Tumpak Lego merupakan kawasan hutan produksi yang di jadikan destinasi wisata, letaknya berada di Kecamatan Ngrayun, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur. Tumpak Lego menawarkan lanskap yang indah, keanekaragaman hayati, serta kondisi ekosistem yang masih terjaga, akan tetapi, pemanfaatan hutan ini untuk wisata masih menghadapi berbagai tantangan, seperti: kurangnya infrastruktur pendukung, minimnya regulasi, serta keterbatasan promosi dan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan wisata. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana tata kelola Tumpak Lego, faktor-faktor apa saja yang mendukung dan menghambat pengembangan wisata berbasis hutan produktif, serta menganalisis hubungan atau relasi antar aktor dalam pengelolaan Tumpak Lego. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data wawancara mendalam, observasi lapangan, dan dokumentasi, informan ditentutkan dengan teknik purposive sampling. Hasil analisis dalam penelitian ini menjelaskan bahwa pengelolaan Tumpak Lego sebagai destinasi wisata menunjukkan upaya adaptif dalam memanfaatkan potensi alam dengan tetap memperhatikan prinsip keberlanjutan. Faktor pendukungnya, antara lain: keindahan alam hutan pinus yang asri, integrasi kuliner lokal dan serta partisipasi aktif masyarakat yang berkontribusi pada peningkatan pendapatan dan penciptaan lapangan kerja. Faktor penghambat adalah anggaran, di mana biaya pengembangan cenderung melampaui estimasi dana yang dibutuhkan, Hubungan antara Perhutani, investor, dan lembaga masyarakat desa hutan diatur dalam perjanjian kerjasama, menciptakan akuntabilitas dalam pembagian peran.
SYNERGY AMONG ACTORS IN COLLABORATIVE GOVERNANCE FOR WILDLIFE CONSERVATION AND STRENGTHENING OF REOG ART Hilman, Yusuf Adam; Oktaviani, Diah; Okolie, Ugo Chucks
CosmoGov: Jurnal Ilmu Pemerintahan Vol 11, No 2 (2025)
Publisher : Department of Government, FISIP, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/cosmogov.v11i2.61552

Abstract

The purpose of this study is to find an ideal Collaborative Governance model for the development of nature conservation to conserve green peacocks as a means of supporting the sustainability of Reog Ponorogo art. The research method used is descriptive qualitative, with data collection techniques using interviews and a purposive sampling model. The results of this study show the effectiveness of developing a Collaborative Governance model with a Quadruple Helix type, how the actors are integrated in carrying out activities, starting from pre-negotiation, negotiation stage, to program implementation, which includes dialogue between actors, further building mutual trust and establishing a commitment that became the benchmark for success in the program. The Kampung Merak program aims to ensure the sustainability of cultural activities and the preservation of animal populations. It preserves and increases the population of green peacocks (Pavo Muticus) through community-based breeding, to meet the demand for green peacock feathers to support the cultural art of Reog Ponorogo.
MEASURING DIFFERENCES IN OPINION IN THE AGENDA FOR THE IMPLEMENTATION OF ELECTION CONTESTATIONS IN THE MIDDLE OF COVID-19 Rizki, Singgih Choirul; Hilman, Yusuf Adam
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 4, No 2 (2020): Agustus 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v4i2.2020.143-155

Abstract

Pelaksanaan Pilkada di tahun 2020 kali ini memang menuai segelintir problematika bagi pemerintah sekaligus masyarakat di dalamnya. Hal ini disebabkan oleh ancaman yang datang dari wabah Covid-19, sehingga menciptakan kewaspadaan ekstra terhadap pemerintah dan masyarakat di seluruh daerah dikarenakan wabah Covid-19 berpotensi untuk melemahkan imunitas dan kesehatan seseorang bahkan kematian. Tujuan utama yang menjadi topik dan prioritas utama untuk dikaji secara mendalam dalam penelitian ini adalah terkait dengan perkembangan opini publik yang bernada pro dan kontra dalam menyatakan sikap terhadap Pilkada di tahun 2020 ini. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah dengan studi kepustakaan, dan mencari berbagai macam referensi ilmiah seperti jurnal, pemberitaan, dan buletin sebagai data penguat penelitian. Hasil yang dapat disimpulkan dalam penelitian ini yakni tentang fakta munculnya perbedaan opini yang bernada pro dan kontra dari masyarakat, maupun pengamat politik. Kedua bentuk opini tersebut memiliki rasionalisasi yang sama karena didasarkan atas alasan-alasan logis di tengah situasi pandemi Covid-19 saat ini, dimana esensi nya adalah mengharapkan terciptanya kualitas demokrasi secara maksimal. Selain itu, persiapan dan pelaksanaan teknis juga menjadi tuntutan oleh kedua belah pihak kepada pemerintah, sehingga tidak ada pihak yang merasa dirugikan di kemudian hari.Kata Kunci: Covid-19, Opini, Perbedaan, Pilkada
Peran Dinas Pariwisata dalam Pengelolaan Wisata Minat Khusus di Kabupaten Ponorogo Rahmawati, Nurul; Hilman, Yusuf Adam; Triono, Bambang
Jurnal Ilmiah Pariwisata Vol 25 No 1 (2020): Jurnal Ilmiah Pariwisata
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Institut Pariwisata Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30647/jip.v25i1.1318

Abstract

Special interest tourism is a tour aimed at tourists who have a specific purpose or interest and motivation in traveling. In Ponorogo Regency itself, which is classified as special interest tourism on the Tourism Office website there are several tours such as Gunung Gajah Tour, Tanah Goyang Tour, Bedes Mountain Tour, and Pumpak Pare tour. But the existence of the tour all had only briefly gone viral but after a few months no longer heard the news. This study wants to find out how the role of the Department of Tourism in the Management of Special Interest Tourism in Ponorogo Regency. The purpose of this study is to find out the role of the Ponorogo Tourism Office and to know what obstacles are faced by the Ponorogo Tourism Office in the Management of Special Interest Tourism in Ponorogo Regency. The research method used is qualitative. The process of collecting data by interviewing the heads of community information groups in the district of Ponorogo. Data can be obtained from interview scripts, field notes or memos, and official documents. This analysis uses four indicators, namely Planning, Organizing, Movement and Supervision. The Tourism Office itself is seen as lacking in providing guidance and assistance in managing the specially meant tourism itself. many villages or tourism managers do not receive training, coaching, and assistance that is uneven, they are as if not noticed by the Department of Tourism. It can be concluded that the role of the Ponorogo Office has not been maximized and there are many shortcomings in training, guidance, assistance, and monitoring carried out by the Pariwsata Office, not necessarily and there is an imbalance in carrying out all of its duties and responsibilities.
Regional Development of Tourism in Ponorogo Regency, East Java Hilman, Yusuf Adam
Journal of Indonesian Tourism and Development Studies Vol. 4 No. 3 (2016)
Publisher : Graduate School, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jitode.2016.004.03.01

Abstract

Ponorogo Regency in East Java has natural resources, as well as the potential typical culture, and a society that can be developed into tourism attractions. This study was aimed to assess these potentials that can be then optimally developed, with factors that support the construction of tourism in Regency of Ponorogo. In carrying out the development of tourism in Ponorogo, there are several constraint or barrier factors, including access to transportation facilities and infrastructure which are still minimum and not optimal, access of the road and cross facilities is still less than the expectation, make it difficult for visitors to access tourism in Ponorogo. To solve this problem, we should implement the good cooperations, for all parties to jointly together in solving those problems.  Keywords: community development, development of tourism, potential of the region.
Co-Authors Aditya, Dimas Apriyani, Yenti Arviana, Ekyk Asmoro, Yusuf Redi Astuti, Antin Nurvidi Ayub Dwi Anggoro, Ayub Dwi Bambang Widiyahseno, Bambang Darwis Nasution, Robby Dewi Lestari Djuwitaningsih, Ekapti Wahjuni Dwijayanti, Ekapti Wahjuni Eli Purwati, Eli Elok Putri Nimasari, Elok Putri Fistiana, Inka Fitriana Fitriana Fitriani, Intan Fransisca Fitriani, Lisa Dwi Hafizha, Nikmatul Indah Sari, Resti Nur Indrawati, Septiana Dika Irvan Nur Ridho Irvan Nur Ridho Jusuf Harsono Khansa, Ilyana Khoirrurosyidin, Khoirurrosyidin Khorunnisak, Nevi Kurniawan, Wahyudi Kusuma , Yanuar Vip Bagas Laily, Salsa Nadia Lesmana, Febry Alvian Surya Luqman, Muhammad Aliba Nur Muamanah, Victaria Roiffatul N, Moh Uzma Nada , Karisma Dwi Putri Nanda Praptiwi, Elista Nizah, Zachrotun Nugraha, Herlambang Septa Nugroho, Dimas Eko Nurcahyo Nur Ridho, Irvan Nurfaidah, Galuh Diah Salsa NURUL RAHMAWATI Okolie, Ugo Chucks Okolie, Ugo Chuks Oktaviani, Diah Prastiyo, Danang Puspitasari, Ika Febi Puthut Hermansyah Putri, Ellsa Diana Ramadhan, Aldy Soni Ramadhani, Muhammad Ridwan Redha, Moch. Rifqi Mei Restining Tyas, Nuzlia Enggar Ridho, Guruh Riska Amelia Rizki, Singgih Choirul Rizky Rahma, Hernanda Ayudya robby darwis nasution, robby darwis RR. Ella Evrita Hestiandari Saputra, Redy Devanda Sari, Mega Kumala Septiana, Leni Siti Zulaikah Suryati, Lisa Susanto Susanto Sya’diah, Halimatus Tiani, Fitri Agus Tiansari, Anggie Eka Triono, Bambang Triono, Bambang Utari, Ainun Putri Wahjuni DJ, Ekapti Wardana, Yusuf Vreda Adi Wardinelsa, Fadila Wibowo, Putra Anugerah Widiyanseno, Bambang Widya Putri, Larasati Kansa Widyahseno, Bambang Widyaningrum, Destria Putri Wijayanti, Adelia Yana Syafriyana Hijri