Claim Missing Document
Check
Articles

PENYULUHAN KESEHATAN REPRODUKSI PADA REMAJA DI DESA RIDAN PERMAI Zurrahmi Z.R; Putri Eka Sudiarti; Rizki Rahmawati Lestari
COVIT (Community Service of Health) Vol. 2 No. 2 (2022): SEPTEMBER 2022
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/covit.v2i2.9537

Abstract

Adolescence or odelesence is a dynamic growth and development phase in an individual's life. Ridan Permai Village is one of the villages in the working area of ??the Bangkinang Public Health Center, Kampar Regency. When a survey was conducted by the team for the head of Ridan Permai Village, it was found that adolescents rarely receive reproductive health counseling, reproductive health checks and other activities that can support the reproductive health status of adolescents. Adolescents are also a group that is vulnerable and at risk of experiencing various reproductive health problems and behavioral deviations in a negative direction because they are still in the search for identity phase. Based on the situation analysis and problem identification mentioned above, a problem can be formulated, namely the need for reproductive health counseling for adolescents in Ridan Permai Village. The implementation method used in this activity is in the form of counseling on reproductive health for adolescents. This activity took place in Ridan Permai Village on August 18 2022. The result of this community service is that it can increase adolescent knowledge about reproductive health and the status of adolescent reproductive health is monitored and has increased. It is also hoped that this activity will not end in service activities, but can form cooperation in disseminating information about reproductive health and other public health issues in improving public health status in general. Keywords: Reproductive Health, Adolescents
KEGIATAN PENYULUHAN STUNTING PADA IBU BALITA DI DESA GADING SARI KECAMATAN TAPUNG Rizki Rahmawati Lestari; Zurrahmi Zurrahmi
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2023): Volume 4 Nomor 1 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i1.12365

Abstract

Masa balita merupakan masa kehidupan yang sangat penting yang mana berlangsung proses tumbuh kembang sangat pesat yaitu pertumbuhan fisik dan perkembangan psikomotorik, mental, dan sosial. Dalam mendukung pertumbuhan fisik balita perlu petunjuk praktis makanan dengan gizi seimbang salah satunya dengan makan aneka ragam makanan yang memenuhi kecukupan gizi. Permasalahan gizi pada balita yang hingga saat ini masih cukup besar dan belum terselesaikan yaitu stunting. Berdasarkan data Riskesdas tahun 2018 prevalensi stunting sebesar 30,8% yang terdiri dari 11,5% sangat pendek dan 19,3% pendek. Stunting lebih banyak terjadi pada anak laki-laki (38,1%) dibandingkan dengan anak perempuan (36,2%). Salah satu Puskesmas yang memiliki lokus di Kabupaten Kampar adalah UPT BLUD Puskesmas Tapung dengan prevalensi balita stunting tahun 2019 sebanyak 335 orang (6,4%). Untuk daerah lokus stunting di UPT BLUD Tapung tahun 2020 yaitu Desa Gading Sari sebanyak 5 orang dari sasaran balita 152 orang. Pada tahun 2021 prevalensi balita stunting mengalami peningkatan menjadi 577 orang (13,5%). Stunting dipengaruhi oleh dua faktor yaitu secara langsung dan secara tidak langsung. Faktor secara tidak langsung adalah pendidikan orang tua, pekerjaan orang tua, dan status ekonomi. Faktor secara langsung yaitu penyakit infeksi, asupan makan, dan berat badan lahir, praktik pemberian MP-ASI, dan ASI Eksklusif (Pengan, 2015). Kegiatan ini diawali dengan melakukan pengisian data diri terlebih dahulu dan setelah itu dilakukan penyuluhan tentang stunting. Pada sesi penyampaian materi, ternyata banyak ibu balita yang kurang memahami bahaya stunting. Hal ini tercermin dari pertanyaan yang diajukan. Oleh karena itu, kegiatan ini sangat diperlukan.
PELATIHAN TENTANG PENGARUH GADGET TERHADAP KESEHATAN MENTAL BAGI ANAK DAN REMAJA Rizki Rahmawati Lestari; Etri Gustiana; Lira Mufti Azzahri Isnaeni
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2023): Volume 4 Nomor 3 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i3.17814

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat telah dilaksanakan dalam bentuk pelatihan dan sosialisasi. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat adalah untuk meningkatkan pemahaman mengenai generasi di era digital, meningkatkan peran pendidikan keluarga dalam era digital, meningkatkan pengetahuan mengenai teknologi versus dunia anak dan remaja, dan meningkatkan pengaruh gadget terhadap kesehatan mental bagi anak dan remaja.Dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat, diharapkan peserta mampu mengungkapkan permasalahan tentang minimnya pemahaman generasi di era digital, minimnya peran pendidikan keluarga dalam era digital, kurangnya pengetahuan mengenai teknologi versus dunia anak dan remaja, dan belum pernah diadakan pelatihan tentang pengaruh gadget terhadap kesehatan mental bagi anak dan remaja, sehingga pemahaman dan pengetahuan gadget untuk anak dan remaja belum berjalan dengan baik.Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan dalam bentuk tanya jawab sehingga mempermudah orangtua siswa atau peserta pelatihan untuk berinteraksi terhadap tim pelaksana pengabdian masyarakat sebagai narasumber.Hasil dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat yakni dengan menunjukkan adanya antusiasme peserta pelatihan terhadap jenis pelatihan ini. Peserta pelatihan tidak malu bertanya tentang generasi di era digital, peran pendidikan keluarga dalam era digital, teknologi versus dunia anak dan remaja, dan pengaruh gadget terhadap kesehatan mental bagi anak dan remaja.
Asupan Energi, Protein, Status Gizi, dan VO2 Max Atlet Futsal MAN 1 Pekanbaru: Energy Intake, Protein Intake, Nutrition Status, and VO2 Max MAN 1 Pekanbaru Futsal Athlete El Ghina, Miftah Fathi; Widawati, Widawati; Lestari, Rizki Rahmawati
Jurnal Ilmu Gizi dan Dietetik Vol 2 No 3 (2023)
Publisher : Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB dan PERGIZI PANGAN Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25182/jigd.2023.2.3.175-181

Abstract

Tujuan penelitian adalah menganalisis hubungan asupan gizi dan VO2 max atlet futsal MAN 1 Pekanbaru. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif pendekatan analitik dengan desain penelitian cross sectional. Penelitian ini dilakukan di MAN 1 Pekanbaru pada 8-12 Maret 2023 dengan jumlah subjek 40 atlet diperoleh dengan teknik total sampling. Data asupan gizi diperoleh melalui wawancara food recall 2x24 jam, data status gizi diperoleh melalui pengukuran tinggi dan berat badan, data VO2 max diperoleh menggunakan metode Multystage Fitness Test (MFT). Analisa yang digunakan adalah univariat dan bivariat dengan uji Chi Square dan Fisher’s Exact Test. Hasil analisa univariat diperoleh 34 atlet (85%) asupan energi baik, 27 atlet (67,5%) asupan protein baik, 29 atlet (72,5%) status gizi baik dan 17 atlet (42,5%) VO2 max baik. Hasil analisa bivariat tidak terdapat hubungan antara asupan energi (p=0,17) dengan VO2 max, ada hubungan antara asupan protein (p=0,006) dan status gizi (p=0,009) dengan VO2 max atlet. Kesimpulan tidak terdapat hubungan antara asupan energi dengan VO2 max dan terdapat hubungan yang signifikan antara asupan protein dan status gizi dengan VO2 max atlet futsal MAN 1 Pekanbaru. Diharapkan kepada atlet selalu mengonsumsi cemilan sehat tinggi energi serta protein dan mampu memenuhi kebutuhan harian atlet untuk mencapai status gizi normal, meningkatkan intensitas latihan, untuk mencapai VO2 max yang maksimal.
Edukasi Lingkungan Tentang Pemisahan Sampah Organik dan Anorganik di Panti Asuhan Kasih Ibu Kabupaten Kampar Irfan, Andi; Febria, Dessyka; Hardianti, Sri; Lestari, Rizki Rahmawati; Zurrahmi, Zurrahmi
Jurnal Medika: Medika Vol. 2 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/wjq3qd03

Abstract

Permasalahan sampah masih belum teratasi dengan baik. Di Indonesia sampah berasal dari rumah tangga. Setiap aktifitas manusia pasti akan menghasilkan sampah. Jika sampah tidak dikelola dengan baik akan menimbulkan kerusakan pada lingkungan dan gangguan kesehatan. Sampah bisa menjadi tempat pembiakan lalat yang dapat mendorong penularan infeksi penyakit mulai dari diare sampai pada gangguan pernafasan, menurunkan kualitas lingkungan dan mengganggu estetika lingkungan. Pengelolaan sampah menjadi tanggungjawab bersama mulai dari anak-anak sampai usia dewasa. Rendahnya pengetahuan anak-anak tentang jenis sampah dan cara pengelolaan sampah akan merusak lingkungan disekitarnya. Untuk mengatasi masalah ini, diperlukan kerjasama antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat dalam memberikan edukasi lingkungan yang komprehensif sehingga meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat di masa depan. Kegiatan ini dilaksanakan di Panti Asuhan Kasih Ibu dan diikuti oleh 20 anak. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan anak panti tentang jenis sampah dan bagaimana pengelolaan sampah serta dampak negatif dari sampah. Diharapkan dengan kegiatan ini anak panti memiliki kesadaran dan rasa peduli terhadap lingkungan khususnya tentang sampah. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 04 November 2023 di Aula Panti Asuhan Kasih Ibu Kabupaten Kampar. Hasil kegiatan ini adalah anak panti asuhan sudah mengetahui jenis-jenis sampah, cara pengelolaan sampah serta dampak terhadap kesehatan dan lingkungan.
Hubungan Intensitas Penggunaan Media Sosial dengan Tingkat Nomophobia Pada Siswa SMA Negeri 1 Salo Tahun 2024 Lestari, Rizki Rahmawati; Z.R, Zurrahmi; Febria, Dessyka; Yuristin, Devina
Jurnal Ners Vol. 8 No. 2 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v8i2.28425

Abstract

Penggunaan smartphone yang berlebihan pada siswa sekolah menengah atas dapat mempengaruhi kesehatan mental yang mengakibatkan cemas, gelisah dan khawatir berjauhan dari smartphone. Masalah yang disebabkan penggunaan smartphone yang berlebihan dikenal dengan Nomophobia (No Mobile Phone Phobia), yang merupakan masalah kesehatan mental baru yang belum terdaftar pada Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorder (DSM-5). Intensitas pengunaan media sosial merupakan salah satu faktor penyebab nomophobia. Nomophobia memiliki tingkatan yaitu ringan, sedang dan berat. Saat ini banyak siswa yang mengalami nomophobia yang mengkibatkan ketergantungan dan merasa gelisah, cemas, khawatir apabila tidak kontak dengan smartphone. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui “Hubungan intensitas penggunaan media sosial dengan tingkat nomophobia pada siswa SMA Negeri 1 Salo tahun 2024”. Jenis penelitian ini non eksperimen dengan desain cross sectional. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 6-15 Mei 2024 dengan jumlah populasi 273 orang. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 162 siswa. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah proporsionate stratified random sampling. Alat pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisa data univariat dan bivariat dengan uji chi-square. Hasil analisa univariat diperoleh 120 siswa (74,1%) intensitas penggunaan media sosial tinggi mengalami nomophobia sedang, ada hubungan yang signifikan antara intensitas penggunaan media sosial dengan tingkat nomophobia pada siswa SMA Negeri 1 Salo tahun 2024 (p value = 0,000). Diharapkan siswa mengurangi penggunaan smartphone dan meningkatkan kontrol diri serta menggunakan media sosial dengan bijak agar terhindar dari nomophobia
Hubungan Pengetahuan dan Sikap dengan Perilaku Personal Hygiene Pada Remaja di Desa Batu Belah Kecamatan Kampar Z.R, Zurrahmi; Sudiarti, Putri Eka; Lestari, Rizki Rahmawati; Yuristin, Devina
Jurnal Ners Vol. 8 No. 2 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v8i2.32925

Abstract

Perilaku untuk menjaga kesbersihan bisa dinilai dari sikap seorang individu dalam menjaga kebersihan diri sendiri maupun lingkungan di sekitarnya, karena  hygiene bisa  diterima  dalam  lingkup  perorangan  maupun lingkungan.  Fenomena yang ditemukan  masih  banyaknya remaja  yang tidak perduli terhadap lingkungan sekitar tempat tinggal. tujua pennelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap dengan perilaku personal hygiene pada remaja di Desa Batu Belah Kecamatan Kampar. Penelitian ini dilakukan pada bulan Agustus 2024. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 68 orang. Sampel dalam penelitian ini diambil dengan teknik pengambilan Accidental Sampling. Hasil penelitian didapatkan terdapat hubungan penegtahuan denga perilaku personal hygiene pada remaja di Desa Batu Belah Kecamatan Kampar dengan nilai p value= 0,001 (p < 0,05). Dan terdapat hubungan sikap dengan perilaku personal hygiene ada remaja di Desa Batu Belah Kecamatan Kampar dengan nilai p value= 0,004 (p < 0,05). Diharapkan bagi remaja lebih meningkatkan perilaku personal hygiene terutama saat menstruasi dalam kehidupan sehari-hari agar terhindar dari berbagai penyakit infeksi kesehatan reproduksi.
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Rheumatoid Arthritis Pada Lansia Di Desa Kampa Kecamatan Kampa Arianita, Dara; Nurman, Muhammad; Lestari, Rizki Rahmawati
Excellent Health Journal Vol. 2 No. 2 (2024): Juni 2024
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/excellent.v2i2.49

Abstract

Kejadian rheumatoid arthritis atau rematik merupakan penyakit autoimun yang mengenai jaringan persendian, dan sering juga melibatkan organ tubuh lainnya yang ditandai dengan terdapatnya sinovitis erosif sistemik. Lansia merupakan usia yang memiliki kemungkinan lebih besar mengalami rheumatoid arthritis. Menurut data Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar dari 10 penyakit terbanyak tahun 2023, rheumatoid arthritis menduduki peringkat ke 5 sebesar 6700 (6,3%). Tujuan penelitian ini adalah mengetahui “Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Rheumatoid Arthritis pada Lansia di Desa Kampa Kecamatan Kampa Tahun 2024”. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Populasi dan sampel dalam penelitian ini berjumlah 46 orang lansia dengan teknik total sampling. Alat pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner. Penelitian ini menggunakan analisa univariat dan analisa bivariat dengan uji chi square dan uji fisher`s exact test. Hasil penelitian didapatkan ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan (p value 0,022), pola makan (p value 0,009). Tidak ada hubungan antara aktivitas fisik (p value 0,065) dengan kejadian rheumatoid arthritis pada lansia. Diharapkan bagi responden agar dapat lebih banyak mencari informasi tentang masalah kesehatan yang terjadi pada lansia terutama masalah kesehatan tentang penyakit rheumatoid arthritis dan pencegahannya.
Pelatihan Antropometri pada Kader di Desa Balung Kabupaten Kampar Aprilla, Nia; Lestari, Rizki Rahmawati; Syafriani, Syafriani
Jurnal Medika: Medika Vol. 1 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/kdtwnp02

Abstract

Stunting (kerdil) adalah kondisi dimana balita memiliki panjang atau tinggi badan yang kurang jika dibandingkan dengan umur. Salah satu cara untuk menentukan apakah seorang anak mengalami stunting atau tidak yaitu dengan pengukuran antropometri. Antropometri (ukuran tubuh) merupakan salah satu cara langsung menilai status gizi, khususnya keadaan energi dan protein tubuh seseorang. Pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan dengan pelatihan kepada kader di desa Balung yang berjumlah 4 kader. Setalh dilakukan pelatihan, kader mampu melakukan pengukuran antropometri. Diharapkan kader mampu melakukan pengukuran antropometri, dan mampu melakukan tindak lanjut apabila ditemukan kasus stunting dengan segera.
Efektivitas Penyuluhan Jajanan Sehat Upaya Penyehatan Kesehatan di Sekolah Dasar Syafriani, Syafriani; Afiah, Afiah; Lestari, Rizki Rahmawati; Febria, Dessyka
NuCSJo : Nusantara Community Service Journal Vol. 1 No. 2 (2024)
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/nucsjo.v1i2.47

Abstract

Konsumsi jajanan merupakan hal yang sangat melekat pada anak. Anak-anak seringkali membeli makanan diluar dan tidak memperhatikan kebersihan serta kandungan yang ada pada makanan tersebut. Berdasarkan survei Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), lebih dari 99% anak mengkonsumsi jajanan saat di sekolah. Tingginya persentase anak yang mengkonsumsi jajanan memungkinkan risiko terjadinya masalah kesehatan pada anak menjadi lebih besar(Hijriani, Yulidar, and Luciana 2023). Kurangnya pengetahuan menjadi salah satu penyebab anak tetap mengkonsumsi jajanan tidak sehat. Padahal jajanan tersebut mengandung zat-zat aditif yang dapat bersifat karsiogenik bagi tubuh (Hijriani et al. 2023). Hal tentunya menjadi masalah serius yang memerlukan perhatian dari semua pihak. Zat-zat aditif yang terakumulasi dalam tubuh anak akan menimbulkan penyakit berbahaya salah satunya adalah kanker. Edukasi kepada anak perlu dilakukan agar anak memiliki pengetahuan untuk membedakan jajanan sehat dan jajanan tidak sehat. Karena kita ketahui bahwa pengetahuan dapat mempengaruhi perilaku dan sikap seseorang. Perilaku ditentukan oleh faktor pengetahuan. Tujuan penyuluhan ini ialah meningkatknya kesedaran dan pengetahuan siswa siswi dalam memilih jajanan sehat disekolah. Metode yang digunakan ceramah dan observasi langsung. Hasil menunjukkan bahwa sebagian bedar siswa -siswi sudah tahu bagaimana sebaiknya memilih jajanan yang sehat disekolah. Saran kepada siswa-siswa lebih diperhatikan lagi terkait pemilihan jajanan yanga akan dikonsumsi disekolah dan tidak luput adanya dukungan dari sekolah.