Articles
Gambaran Penerapan SOP Panen Pada Karyawan Pemanen Sawit Di PT. Tasma Puja
Rudi Cahyadi;
Dessyka Febria;
Rizki Rahmawati Lestari
Excellent Health Journal Vol. 3 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi Bin Dahlan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.70437/excellent.v3i2.141
Work accidents are the main challenge that affects employee safety and productivity in the palm oil plantation sector in the harvesting section which still often occurs, due to the lack of implementation of Standard Operating Procedures (SOP) for harvesting. The purpose of this study was to describe the implementation of SOP for harvesting employees, with a focus on work safety and efficiency of the harvesting process. The study used a descriptive design with a quantitative approach with a sample of 129 palm oil harvesting employees selected using a simple random sampling technique. Primary data were collected through direct observation using observation sheets that included indicators of SOP implementation. Secondary data were obtained from company documents. Data analysis was carried out univariately to describe the level of SOP implementation. The results showed that the majority of employees 69% had implemented the harvesting SOP properly, while 31% had not fully complied with the procedure. Good implementation of SOPs supports increased work safety, efficiency of the harvesting process, and productivity. It is recommended that respondents be more disciplined in implementing the harvesting SOP, including consistent use of PPE and proper implementation of work procedures at every stage of the harvesting process. Active participation in work safety training held by the company is also expected to increase awareness and understanding of the importance of working according to SOP. By complying with SOPs, employees can protect themselves from the risk of accidents, while contributing to increased work productivity and the sustainability of company operations
Hubungan Religiusitas dengan Kesehatan Mental Pada Narapidana
Nur Azlin;
Alini Alini;
Rizki Rahmawati Lestari
Excellent Health Journal Vol. 4 No. 1 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi Bin Dahlan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.70437/excellent.v4i1.203
Religiusitas bukan hanya masalah ibadah, tetapi berperan penting sebagai makna kehidupan, penopang kesehatan mental, kontrol perilaku dan proses rehabilitasi. Narapidana yang tidak mementingkan religiusitas atau tidak memiliki dukungan spiritual dalam proses pembinaan bisa memicu tingkat stres yang lebih tinggi, agresivitas, emosi yang tidak terkontrol, rasa putus asa selama menjalani hukuman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan religiusitas dengan kesehatan mental pada narapidana di Lapas Kelas IIA Bangkinang Kabupaten Kampar tahun 2025. Desain penelitian ini menggunakan cros sectional dengan jumlah sampel 82 narapidana menggunakan teknik total sampling. Data yang dikumpulkan menggunakan kuesioner religiusitas Centrality of Religiosity Scale (CRS) dan kuesioner kesehatan mental Self Reporting Questionnaire (SRQ) dengan uji Fisher’s exact. 52 responden (52%) memiliki religiusitas rendah, dan 72 responden (87,8%) yang terindikasi gangguan emosional. Uji Fisher’s exact menghasilkan p-value 0,004 yang menunjukkan adanya hubungan signifikan antara religiusitas dengan kesehatan mental. Terdapat hubungan signifikan antara religiusitas dengan kesehatan mental pada narapidana. Penelitian ini diharapkan menjadi referensi bagi narapidana untuk dapat terus meningkatkan aktivitas keagamaan baik secara personal maupun bersama-sama, seperti mengikuti wirid pengajian, doa bersama, maupun pembinaan rohani.
Konseling Gerakan Remaja Putri Anti Anemia dan Konsumsi Gizi Seimbang di Sekolah Alam El Haqqa Pekanbaru
Sriwidya Astuti Khati;
Adelia Nopriyarti;
Marini Ariesta;
Rizki Rahmawati Lestari
Komprehensif Vol 4 No 2 (2026)
Publisher : CV Edu Tech Jaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) melalui konseling Gerakan Remaja Putri Anti Anemia dan Konsumsi Gizi Seimbang di Sekolah Alam El Haqqa Pekanbaru terbukti sangat efektif dalam meningkatkan pemahaman serta pengetahuan para siswi. Metode Focus Group Discussion (FGD) singkat yang dikombinasikan dengan media edukasi banner dan sosialisasi interaktif berhasil meningkatkan skor pengetahuan responden secara signifikan antara sebelum dan sesudah intervensi diberikan.Sebagai implikasi dan saran, model edukasi holistik yang interaktif ini perlu terus dipertahankan dan diintegrasikan ke dalam ekosistem sekolah secara berkelanjutan guna mendukung pembentukan kemandirian perilaku hidup sehat pada remaja putri secara preventif. Dukungan dan kolaborasi berkala dari tenaga kesehatan puskesmas setempat juga sangat diharapkan untuk memantau status gizi serta tingkat kepatuhan konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) para siswi secara kontiniu.
HUBUNGAN KEPATUHAN KONTROL BEROBAT DENGAN TEKANAN DARAH PADA PASIEN HIPERTENSI DI UPT PUSKESMAS TAMBANG
Lara Claudia;
Yenny Safitri;
Rizki Rahmawati Lestari;
Ridha Hidayat
Jurnal Spektrum Kesehatan Indonesia Vol. 1 No. 3 (2025): Volume 1 Nomor 3, November 2025
Publisher : El-Emir Institute
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.63477/(juski).v1i3.411
Hypertension is one of the major non-communicable diseases and a leading cause of death worldwide. The management of hypertension requires medication and regular blood pressure monitoring; however, patient adherence remains low. This study aimed to determine the relationship between treatment adherence and blood pressure control among hypertensive patients at UPT Puskesmas Tambang. The research employed a quantitative approach with a cross-sectional design. A total of 33 respondents were selected using accidental sampling. Data were collected through medical records and patients’ blood pressure measurements. The results showed that most patients were non-adherent to treatment (66.6%) and had uncontrolled blood pressure (72.7%). Fisher’s Exact Test yielded a p-value of 0.681 with a POR of 0.48, indicating no significant relationship between treatment adherence and blood pressure control. Nevertheless, adherent patients had a lower likelihood of experiencing uncontrolled blood pressure compared to non-adherent patients. It is recommended that healthcare providers enhance education and motivation for patients to regularly attend follow-up visits and comply with prescribed therapy. Hypertensive patients are also advised to adopt a healthy lifestyle to support treatment effectiveness.
HUBUNGAN PENGGUNAAN SMARTPHONE DENGAN KUALITAS TIDUR PADA MAHASISWA S1 KEPERAWATAN UNIVERSITAS PAHLAWAN TUANKU TAMBUSAI
FAIDHON INSANI;
RIZKI RAHMAWATI LESTARI;
RIANI
Journal of Integrated Knowledge and Innovation Vol. 1 No. 1 (2025): Vol.1 No. 1 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tabusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kemajuan teknologi dan informasi semakin pesat, salah satunya dengan adanya smartphone. Penggunaan smartphone berlebihan dapat berdampak pada kualitas tidur, terutama pada mahasiswa. Data menunjukkan bahwa di Indonesia, 63% remaja mengalami kualitas tidur yang buruk, dan di Provinsi Riau angka ini mencapai 84%. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan penggunaan smartphone dengan kualitas tidur mahasiswa S1 Keperawatan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai. Penelitian menggunakan desain cross-sectional dan dilaksanakan pada tanggal 6-7 Januari 2025, dengan jumlah sampel 105 mahasiswa semester VII, yang dipilih menggunakan teknik stratified random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) dan Smartphone Addiction Scale-Short Version (SAS-SV). Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji Chi-Square. Hasil univariat menunjukkan 69 mahasiswa (65,7%) memiliki tingkat penggunaan smartphone tinggi, dan 64 mahasiswa (61%) memiliki kualitas tidur buruk. Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan signifikan antara penggunaan smartphone dan kualitas tidur (p-value 0,002) dengan Prevalence Odds Ratio sebesar 4,135 (CI 95%: 1,762-9,707). Penelitian ini diharapkan dapat menjadi sumber informasi tentang dampak negatif penggunaan smartphone terhadap kualitas tidur serta mendorong edukasi mengenai manajemen penggunaan smartphone untuk meningkatkan kesehatan dan kualitas hidup mahasiswa.
Hubungan Posisi Kerja dengan Risiko Nyeri Punggung Bawah pada Petani Karet di Desa Ganting Damai Kecamatan Salo
Eka Putri Rahmadani;
Alini;
Rizki Rahmawati Lestari
Journal of Integrated Knowledge and Innovation Vol. 1 No. 1 (2025): Vol.1 No. 1 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tabusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Nyeri punggung bawah merupakan salah satu keluhan muskuloskeletal yang sering dialami oleh pekerja sektor informal, termasuk petani karet, akibat posisi kerja yang tidak ergonomis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara posisi kerja dengan risiko nyeri punggung bawah pada petani karet di Desa Ganting Damai Kecamatan Salo. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan jumlah sampel sebanyak 65 orang petani yang dipilih melalui teknik total sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner REBA untuk menilai posisi kerja dan The Pain and Distress Scale untuk menilai keluhan nyeri punggung bawah. Hasil analisis menunjukkan bahwa sebagian besar responden (61.5%) memiliki posisi kerja berisiko dan 73.8% mengalami keluhan nyeri punggung bawah. Hasil uji Chi-Square menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara posisi kerja dengan risiko nyeri punggung bawah (p = 0,002), dengan nilai Odds Ratio (OR) sebesar 6,462 (CI 95%: 1,632–38,000), yang berarti bahwa petani dengan posisi kerja berisiko memiliki kemungkinan 6 kali lebih besar mengalami keluhan nyeri punggung bawah dibandingkan dengan yang tidak berisiko. Dapat disimpulkan bahwa posisi kerja berisiko berhubungan secara signifikan dengan terjadinya nyeri punggung bawah pada petani karet. Oleh karena itu, disarankan kepada petani karet untuk memperhatikan postur kerja yang ergonomis, melakukan peregangan secara rutin, dan menggunakan alat bantu kerja untuk mengurangi risiko nyeri punggung bawah. Selain itu, pihak terkait seperti pemerintah desa atau dinas kesehatan diharapkan dapat mengadakan pelatihan atau penyuluhan tentang kesehatan kerja di sektor perkebunan.
Hubungan Sedentary Lifestyle dengan Kejadian Hipertensi pada Usia Dewasa (45-54 Tahun) di Desa Tarai Bangun Wilayah Kerja UPT Puskesmas Tambang
Alyah Maisyarah;
Apriza;
Rizki Rahmawati Lestari
Journal of Integrated Knowledge and Innovation Vol. 1 No. 1 (2025): Vol.1 No. 1 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tabusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah kondisi ketika tekanan darah melebihi batas normal. Seseorang dikatakan hipertensi apabila sistolik berada pada ≥ 140 mmHg atau lebih dan diastolik ³ 90 mmHg. Gaya hidup sedentary merupakan salah satu faktor penting yang mempengaruhi terjadinya hipertensi. Pada usia dewasa pertengahan 45-54 tahun, merupakan faktor risiko utama terjadinya hipertensi, karena kemampuan dan mekanisme tubuh meningkat dan menurun secara perlahan seiring dengan bertambahnya usia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan gaya hidup sedentary dengan kejadian hipertensi pada usia dewasa. Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional dan dilakukan pada tanggal 11-16 Februari 2025 dengan jumlah sampel 98 orang melalui teknik stratified random sampling. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner dan pengukuran tekanan darah menggunakan spigmomanometer. Analisis data menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat dengan uji Chi-Square. Hasil univariat menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara gaya hidup sedentary dengan kejadian hipertensi pada usia dewasa (p value = 0,000). Penelitian ini diharapkan dapat membantu responden dalam mengurangi gaya hidup sedentary .
Hubungan Kepatuhan Penggunaan Sunscreen Dengan Kejadian Sunburn pada Pasien Klinik Kecantikan Ayudya Skincare
Miftahul Jannah;
M. NIZAR SYARIF HAMIDI;
RIZKI RAHMAWATI LESTARI
Journal of Integrated Knowledge and Innovation Vol. 1 No. 1 (2025): Vol.1 No. 1 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tabusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Berdasarkan data dari Kelompok Studi Dermatologi Kosmetik Indonesia, sebanyak 27,5% penduduk Riau mengalami sunburn setidaknya sekali dalam setahun. Salah satu cara untuk mencegah sunburn adalah dengan penggunaan sunscreen. Namun efektivitas sunscreen bergantung pada kepatuhan penggunaannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kepatuhan penggunaan sunscreen dengan kejadian sunburn pada pasien di Klinik Kecantikan Ayudya Skincare. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan case-control. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien Klinik Ayudya Skincare pada periode 4 bulan terakhir, dan sampel sebanyak 226 responden dengan perbandingan 1:1 yang dipilih menggunakan teknik total sampling dan simple random sampling. Analisa data menggunakan analisa univariat dan bivariat dengan uji chi-square. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner dan rekam medis. Hasil analisa univariat didapatkan sebanyak 127 responden (56,2%) tidak patuh menggunakan sunscreen, dan 113 responden (50%) mengalami sunburn. Hasil analisa bivariat didapatkan ada hubungan signifikan antara kepatuhan penggunaan sunscreen dengan kejadian sunburn (p value = 0,003), di mana responden yang tidak patuh menggunakan sunscreen memiliki risiko tiga kali lebih besar mengalami sunburn dibandingkan dengan yang patuh menggunakan sunscreen. Responden diharapkan lebih patuh dalam penggunaan sunscreen sesuai anjuran WHO, termasuk juga pemilihan SPF yang direkomendasikan.
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU TENTANG STIMULASI DENGAN PERKEMBANGAN MOTORIK ANAK PRASEKOLAH TK AISIYAH SIMPANG KUBU
Azira Natasha;
Rizki Rahmawati Lestari;
Muhammad Nurman
Journal of Integrated Knowledge and Innovation Vol. 1 No. 1 (2025): Vol.1 No. 1 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tabusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Data Kemenkes tahun 2022 menyatakan bahwa persentase balita dipantau pertumbuhan dan perkembangan motorik di Indonesia pada tahun 2021 adalah sebesar 69,6%. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan pengetahuan ibu tentang stimulasi dengan perkembangan motorik anak prasekolah di TK Aisiyah Simpang Kubu. Desain penelitian ini menggunakan Cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah 53 wali murid di TK Aisiyah Simpang Kubu dan sampel peneltian ini adalah 53 wali murid yang mempunyai anak yang bersekolah di TK Aisiyah Simpang Kubu. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah total sampling. Analisa data yang digunakan pada penelitian ini adalah analisa univariat dan analisa bivariat. Penelitian dilakukan pada tanggal 17-20 Februari tahun 2025. Dari hasil penelitian pada analisa univariat diperoleh 30 responden (56.6%) berada pada kategori tingkat pengetahuan ibu kurang, 30 (56.6%) berada pada kategori perkembangan motorik tidak sesuai tahap usia. Berdasarkan uji chi square diperoleh p value = 0,000 ≤ 0,05, yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu tentang stimulasi dengan perkembangan motorik anak prasekolah. Diharapkan bagi orang tua untuk dapat meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya pengetahuan ibu untuk meningkatkan stimulasi anak terutama untuk perkembangan motorik anak.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN GEJALA DERMATITIS KONTAK IRITAN PADA PEKERJA CUCIAN MOBIL DAN MOTOR DI KECAMATAN BANGKINANG KOTA TAHUN 2024
Novi Mardiana;
Rizki Rahmawati Lestari;
Nia Aprilla
Journal of Integrated Knowledge and Innovation Vol. 1 No. 1 (2025): Vol.1 No. 1 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tabusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Dermatitis kontak iritan (DCI) terjadi ketika kulit terpapar bahan kimia atau fisik yang dapat menyebabkan iritasi. Paparan terhadap deterjen, sabun, pelarut, serta bahan pembersih lainnya sering terjadi. Gejalanya bisa berupa kulit merah dan peradangan, kulit kering dan pecah-pecah akibat pengeringan kulit yang berlebihan, gatal dan rasa terbakar gejala lain yang mengganggu kenyamanan dan bisa memperburuk kondisi kulit iritasi yang berkelanjutan bisa menyebabkan luka terbuka infeksi atau eksim. Data Word Heatlh Organization (WHO) kejadian Dermatitis di Dunia Selama 30 tahun terakhir, terjadi peningkatan prevalensi dari penyakit Atropic Dermatitis (AD) didunia Tahun 2022 mencapai 18% pada anak-anak dan 5% pada orang dewasa. Untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan gejala dermatitis kontak iritan pada pekerja cucian mobil dan motor di Bangkinang Kota tahun 2024. Jenis penelitian ini adalah survey analitik dengan rancangan cross sectional. Populasi dan sampel dalam penelitian ini berjumlah 55 orang dengan teknik total sampling. Alat pengumpulan data menggunakan penyebaran kuesioner. Penelitian ini menggunakan analisa univariat dan bivariat dengan uji chi-square dan fisher exact. Hasil penelitian didapatkan pengetahuan dengan nilai p-value 0,004 (p<0,05). Hal tersebut menunjukkan bahwa ada Ada hubungan yang snigifikan antara pengetahuan dan gejala dermatitis kontak iritan pada pekerja cucian mobil dan motor di Kecamatan Bangkinang Kota. Diharapkan para pekerja ini dapat meningkatkan kesadaran dan selalu memakai alat pelindung diri dan saat sudah terpapar zat kimia tahu apa saja gejala yang pertama dialami para pekerja cucian mengenai penyakit dermatitis.