Claim Missing Document
Check
Articles

PENCEGAHAN DIARE DAN KECACINGAN DI SD NEGERI 001 SALO KECAMATAN SALO-KABUPATEN KAMPAR Lestari, Rizki Rahmawati; Zurrahmi, Zurrahmi; Febria, Dessyka; Gustiana, Erti
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2024): Volume 5 No. 3 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i3.29516

Abstract

Sekolah merupakan tempat pembelajaran akan tetapi juga dapat menjadi ancaman/permasalahan terhadap penyakit jika kebersihan lingkungan dan penanaman kebersihan diri/personal hygiene pada anak tidak dikelola dengan baik. Data yang diperoleh dari Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar tahun 2022 menunjukkan bahwa dari 5 penyakit terbanyak pada anak, yang pertama penyakit diare, ISPA, kecacingan, batuk pilek dan kulit. Selain itu untuk menghindari ancaman dan permasalahan terhadap penyakit yang menyerang anak sekolah adalah bahwa anak sekolah perlu diberikan pembelajaran kesehatan secara mandiri sehingga anak dengan sendirinya dapat belajar tentang kesehatan. Salah satu cara untuk memberikan pembelajaran secara mandiri adalah melalui modul pembelajaran. Dengan melihat permasalahan di atas perlu dilakukan penanaman nilai-nilai perilaku di Sekolah Dasar baik pada siswa dan guru merupakan kebutuhan mutlak yang dapat dilakukan melalui pendekatan program UKS dengan pengenalan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) salah satunya melalui pemberian pengetahuan dan pemahaman tentang pencegahan diare dan kecacingan serta keterampilan Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS). Pelaksanaan CTPS dapat diajarkan oleh guru kepada siswa dan dari siswa ke siswa yang lain melalui program dokter kecil sehingga seluruh siswa terhindar dari penyakit yang dapat dicegah dengan CTPS salah satunya adalah penyakit diare dan kecacingan. Hasil studi pendahuluan masih banyak siswa pada jam istirahat saat mau makan makanan jajanan tidak terlihat mencuci tangan terlebih dahulu, sedangkan kran cuci tangan dan airnya sudah tersedia walaupun jumlahnya belum sesuai dengan jumlah siswa serta belum terlihat adanya hand sanitizer sebagai pengganti kran air untuk cuci tangan. Disamping itu SDN 001 Salo belum adanya program dokter kecil dan siswa belum terpapar dengan materi pencegahan diare dan kecacingan.
HUBUNGAN PEMBERIAN MP-ASI DINI, RIWAYAT PENYAKIT INFEKSI DAN PENGETAHUAN IBU DENGAN KEJADIAN GIZI KURANG PADA BAYI USIA 6-12 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KOTA PINANG KABUPATEN LABUHANBATU SELATAN Simamora, Dina Astri; Afrinis, Nur; Lestari, Rizki Rahmawati
Plenary Health : Jurnal Kesehatan Paripurna Vol. 1 No. 2 (2024)
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/plenaryhealth.v1i2.703

Abstract

Kejadian gizi kurang pada bayi disebabkan kurangnya pengetahuan ibu tentang gizi, Pemberian Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) yang tidak tepat, dan terkena penyakit infeksi. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis hubungan pemberian MP-ASI dini, riwayat penyakit infeksi dan pengetahuan ibu dengan kejadian gizi kurang pada bayi usia 6-12 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Kota Pinang tahun 2023. Penelitian ini bersifat analitik menggunakan desain cross sectional. Waktu penelitian dilaksanakan pada tanggal 20 Maret - 08 April 2023. Populasi pada penelitian ini adalah ibu yang mempunyai bayi usia 06-12 bulan. Jumlah sampel 106 orang dipilih secara simple random sampling. Alat penggumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan analisa univariat dan bivariat dengan uji Chi-Square. Hasil Analisa univariat diperoleh 66 responden (62,3%) memberikan MP-ASI Dini kepada bayi kurang dari 6 bulan, 68 bayi (64,1%) yang tidak memiliki riwayat penyakit infeksi, 66 responden (62,3%) pengetahuan responden kurang tentang MP-ASI dan 87 bayi (82,1%) yang tidak mengalami gizi kurang. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada hubungan pemberian MP-ASI dini (p value = 0,055), terdapat hu bungan riwayat penyakit infeksi (p value = 0,000), dan terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu (p value = 0,015) dengan kejadian gizi kurang pada bayi usia 6-12 bulan. Kesimpulan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pemberian MP-ASI dini dengan kejadian gizi kurang, terdapat hubungan yang signifikan antara riwayat penyakit infeksi dengan kejadian gizi kurang , dan terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu dengan kejadian gizi kurang pada bayi.
HUBUNGAN KEPATUHAN KONTROL BEROBAT DENGAN TEKANAN DARAH PADA PASIEN HIPERTENSI DI UPT PUSKESMAS TAMBANG Claudia, Lara; Yenny Safitri; Rizki Rahmawati Lestari; Ridha Hidayat
Jurnal Spektrum Kesehatan Indonesia Vol. 1 No. 3 (2025): Volume 1 Nomor 3, November 2025
Publisher : El-Emir Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63477/(juski).v1i3.411

Abstract

Hypertension is one of the major non-communicable diseases and a leading cause of death worldwide. The management of hypertension requires medication and regular blood pressure monitoring; however, patient adherence remains low. This study aimed to determine the relationship between treatment adherence and blood pressure control among hypertensive patients at UPT Puskesmas Tambang. The research employed a quantitative approach with a cross-sectional design. A total of 33 respondents were selected using accidental sampling. Data were collected through medical records and patients’ blood pressure measurements. The results showed that most patients were non-adherent to treatment (66.6%) and had uncontrolled blood pressure (72.7%). Fisher’s Exact Test yielded a p-value of 0.681 with a POR of 0.48, indicating no significant relationship between treatment adherence and blood pressure control. Nevertheless, adherent patients had a lower likelihood of experiencing uncontrolled blood pressure compared to non-adherent patients. It is recommended that healthcare providers enhance education and motivation for patients to regularly attend follow-up visits and comply with prescribed therapy. Hypertensive patients are also advised to adopt a healthy lifestyle to support treatment effectiveness.
Hubungan Religiusitas dengan Kesehatan Mental Pada Narapidana Azlin, Nur; Alini, Alini; Lestari, Rizki Rahmawati
Excellent Health Journal Vol. 4 No. 1 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/excellent.v4i1.203

Abstract

Religiusitas bukan hanya masalah ibadah, tetapi berperan penting sebagai  makna kehidupan, penopang kesehatan mental, kontrol perilaku dan proses rehabilitasi. Narapidana yang tidak mementingkan religiusitas atau tidak memiliki dukungan spiritual dalam proses pembinaan bisa memicu tingkat stres yang lebih tinggi, agresivitas, emosi yang tidak terkontrol, rasa putus asa selama menjalani hukuman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan religiusitas dengan kesehatan mental pada narapidana di Lapas Kelas IIA Bangkinang Kabupaten Kampar tahun 2025. Desain penelitian ini menggunakan cros sectional dengan jumlah sampel 82 narapidana menggunakan teknik total sampling. Data yang dikumpulkan menggunakan kuesioner religiusitas Centrality of Religiosity Scale (CRS) dan kuesioner kesehatan mental Self Reporting Questionnaire (SRQ) dengan uji Fisher’s exact. 52 responden (52%) memiliki religiusitas rendah, dan 72 responden (87,8%) yang terindikasi gangguan emosional. Uji Fisher’s exact menghasilkan p-value 0,004 yang menunjukkan adanya hubungan signifikan antara religiusitas dengan kesehatan mental. Terdapat hubungan signifikan antara religiusitas dengan kesehatan mental pada narapidana. Penelitian ini diharapkan menjadi referensi bagi narapidana untuk dapat terus meningkatkan aktivitas keagamaan baik secara personal maupun bersama-sama, seperti mengikuti wirid pengajian, doa bersama, maupun pembinaan rohani.
Pengaruh Penyuluhan Tentang Sampah Rumah Tangga Terhadap Tingkat Pengetahuan Masyarakat di Desa Teluk Paman Kecamatan Kampar Kiri Kabupaten Kampar Tahun 2025 Rizki Rahmawati Lestari; Zurrahmi Z.R; Dessyka Febria
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.46325

Abstract

Seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk serta mobilitas penduduk yang pesat mengakibatkan bertambahnya volume sampah. Mengolah sampah dengan konsep 3R yaitu reuse reduce dan recycle merupakan cara untuk mengolah sampah rumah tangga. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengatahui “Pengaruh Penyuluhan Tentang Sampah Rumah Tangga Terhadap Tingkat Pengetahuan Masyarakat Di Desa Teluk Paman Kecamatan Kampar Kiri Kabupaten Kampar tahun 2025”. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu (Quasi Eksperimen) dengan menggunakan desain one group pretest and posttest design. IPopulasi dalam penelitian ini adalah masyarakat di Desa Teluk Paman yang berjumlah 621 KK dengan sampel sebanyak 62 KK. Alat pengumpulan data yang dalam penelitian ini menggunakan kuesioner. Analisa data dalam penelitian ini menggunakan analisa univariat dan bivariat dengan menggunakan uji wilcoxon. Hasil penelitian didapatkan bahwa pengetahuan masyarakat sebelum diberikan penyuluhan yaitu kurang (90,3%), gambaran sikap masyarakat sebelum diberikan penyuluhan sampah rumah tangga negatif yaitu (75,8%) dan tindakan masyarakat sebelum diberikan penyuluhan sampah rumah tangga negatif yaitu (77,4%). Pengetahuan masyarakat sesudah diberikan penyuluhan yaitu baik (99,4%), gambaran sikap masyarakat sebelum diberikan penyuluhan sampah rumah tangga positif yaitu (82,3%) dan gambaran perilaku masyarakat sebelum diberikan penyuluhan sampah rumah tangga positif yaitu (76,2%). Ada pengaruh penyuluhan tentang sampah rumah tangga terhadap pengetahuan, sikap dan tindakan masyarakat dengan p value 0,000. Diharapkan Kepada pihak pemerintah daerah perlu adanya kerjasama dengan masyarakat terhadap peningkatan sosialisasi khususnya penanganan sampah rumah tangga melalui penyuluhan.
Hubungan Literasi Kesehatan Lingkungan Dengan Kemampuan Problem Solving Mahasiswa Dalam Isu Lingkungan M. Nizar Syarif Hamidi; Zurrahmi Z.R; Dessyka Febria; Suryani Suryani; Rizki Rahmawati Lestari; Rahmi Pramulia Fitri
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.47673

Abstract

Tantangan lingkungan yang semakin kompleks di Provinsi Riau menuntut generasi muda memiliki literasi kesehatan lingkungan (Environmental Health Literacy/EHL) dan kemampuan problem solving yang baik. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara literasi kesehatan lingkungan dengan kemampuan problem solving mahasiswa dalam menghadapi isu lingkungan di Provinsi Riau. Metode penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional melibatkan 412 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Provinsi Riau yang dipilih menggunakan teknik stratified random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner EHL yang diadaptasi dari Febria et al (2024) dan instrumen problem solving yang dikembangkan berdasarkan tahapan pemecahan masalah. Analisis data menggunakan statistik deskriptif, uji korelasi Pearson, uji beda (t-test dan ANOVA), dan analisis regresi berganda. Hasil penelitian rata-rata skor EHL mahasiswa adalah 78,45 ± 12,68 dengan 47,3% berada pada kategori tinggi. Kemampuan problem solving memiliki rata-rata 76,32 ± 11,94. Terdapat hubungan positif signifikan antara EHL dengan kemampuan problem solving (r = 0,487; p < 0,001). EHL berkontribusi 23,7% terhadap varians kemampuan problem solving (R² = 0,237). Mahasiswa bidang kesehatan, semester akhir, dan perempuan menunjukkan EHL yang lebih tinggi secara signifikan. Kesimpulan: Literasi kesehatan lingkungan berkorelasi positif dengan kemampuan problem solving mahasiswa dalam isu lingkungan. Pengembangan program pendidikan yang mengintegrasikan EHL dengan keterampilan pemecahan masalah diperlukan untuk mempersiapkan mahasiswa menghadapi tantangan lingkungan di Provinsi Riau
Pengaruh Penyuluhan Penerapan Gerakan 3R (Reduce, Reuse, Recycle) Dalam Pengelolaan Sampah Rumah Tangga di Desa Kualu Nenas Kecamatan Tambang Tahun 2025 Rizki Rahmawati Lestari; Dessyka Febria; Zurrahmi Z.R
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.54025

Abstract

Seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk serta mobilitas penduduk yang pesat mengakibatkan bertambahnya volume sampah. Mengolah sampah dengan konsep 3R yaitu reuse reduce dan recycle merupakan cara untuk mengolah sampah rumah tangga. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengatahui “Pengaruh Penyuluhan Penerapan 3R dalam Pengelolaan Sampah Rumah Tangga di Desa Kualu Nenas Kecamatan Tambang Tahun 2025”. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu (Quasi Eksperimen) dengan menggunakan desain one group pretest and posttest design. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat di Desa Kualu Nenas Kecamatan Tambang yang berjumlah 621 KK dengan sampel sebanyak 62 KK. Alat pengumpulan data yang dalam penelitian ini menggunakan kuesioner. Analisa data dalam penelitian ini menggunakan analisa univariat dan bivariat dengan menggunakan uji wilcoxon. Hasil penelitian didapatkan bahwa pengetahuan masyarakat sebelum diberikan penyuluhan yaitu kurang (90,3%). Pengetahuan masyarakat sesudah diberikan penyuluhan yaitu baik (99,4%). Ada pengaruh penyuluhan tentang sampah rumah tangga terhadap pengetahuan masyarakat dengan p value 0,000. Diharapkan Kepada pihak pemerintah daerah perlu adanya kerjasama dengan masyarakat terhadap peningkatan sosialisasi khususnya penanganan sampah rumah tangga melalui penyuluhan.
Substitusi Tepung Tempe dan Daun Kelor (Moringa Oleifera) dalam Pembuatan Cookies Mocaf Sebagai Makanan Selingan Balita Dea Ananda Syahputri; Eka Roshifita Rizqi; Rizki Rahmawati Lestari
Science: Indonesian Journal of Science Vol. 1 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/science.v1i3.122

Abstract

Makanan selingan yang cocok untuk dikonsumsi oleh balita yaitu Cookies mocaf dengan substitusi tepung tempe dan daun kelor. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis substitusi tepung tempe dan daun kelor terhadap tingkat kesukaan dan kandungan gizi pada cookies. Jenis penelitian ini bersifat eksperimental dengan desain penelitian Rancangan Acak Lengkap (RAL) menggunakan 3 perlakuan dan 1 kontrol, dengan perbandingan tepung mocaf, tepung tempe dan daun kelor yaitu F0 (100%), F1 (82%:15%:3%), F2 (75%:20%:5%), F3 (68%:25%:7%). Pengujian dilakukan oleh 25 orang panelis agak terlatih. Analisis uji organoleptik yang digunakan adalah uji ANOVA (p<0,05) dan dilanjutkan dengan uji duncan. Pada penelitian ini diperoleh hasil pada perlakuan F2 (75%:20%:5%) yang merupakan cookies dengan tingkat kesukaan yang tinggi. substitusi tepung tempe dan daun kelor pada cookies memberikan pengaruh nyata pada rasa,warna,aroma tetapi tidak dengan tekstur cookies. Cookies terpilih mengandung protein 9,04 g, zat besi 0,73 g dan vitamin C 5,4mg/ml. 5 keping cookies mocaf dapat memberikan kontribusi terhadap kebutuhan protein, zat besi dan vitamin C pada balita berdasarkan AKG (Angka Kecukupan Gizi).
Efektivitas Penyuluhan Jajanan Sehat Upaya Penyehatan Kesehatan di Sekolah Dasar Syafriani Syafriani; Afiah Afiah; Rizki Rahmawati Lestari; Dessyka Febria
NuCSJo : Nusantara Community Service Journal Vol. 1 No. 2 (2024)
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Publikasi Ilmiah (lppi) Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/nucsjo.v1i2.47

Abstract

Konsumsi jajanan merupakan hal yang sangat melekat pada anak. Anak-anak seringkali membeli makanan diluar dan tidak memperhatikan kebersihan serta kandungan yang ada pada makanan tersebut. Berdasarkan survei Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), lebih dari 99% anak mengkonsumsi jajanan saat di sekolah. Tingginya persentase anak yang mengkonsumsi jajanan memungkinkan risiko terjadinya masalah kesehatan pada anak menjadi lebih besar(Hijriani, Yulidar, and Luciana 2023). Kurangnya pengetahuan menjadi salah satu penyebab anak tetap mengkonsumsi jajanan tidak sehat. Padahal jajanan tersebut mengandung zat-zat aditif yang dapat bersifat karsiogenik bagi tubuh (Hijriani et al. 2023). Hal tentunya menjadi masalah serius yang memerlukan perhatian dari semua pihak. Zat-zat aditif yang terakumulasi dalam tubuh anak akan menimbulkan penyakit berbahaya salah satunya adalah kanker. Edukasi kepada anak perlu dilakukan agar anak memiliki pengetahuan untuk membedakan jajanan sehat dan jajanan tidak sehat. Karena kita ketahui bahwa pengetahuan dapat mempengaruhi perilaku dan sikap seseorang. Perilaku ditentukan oleh faktor pengetahuan. Tujuan penyuluhan ini ialah meningkatknya kesedaran dan pengetahuan siswa siswi dalam memilih jajanan sehat disekolah. Metode yang digunakan ceramah dan observasi langsung. Hasil menunjukkan bahwa sebagian bedar siswa -siswi sudah tahu bagaimana sebaiknya memilih jajanan yang sehat disekolah. Saran kepada siswa-siswa lebih diperhatikan lagi terkait pemilihan jajanan yanga akan dikonsumsi disekolah dan tidak luput adanya dukungan dari sekolah.
Sosialisasi Pengelolahan Sampah di SDN 017 Lipat Kain Selatan Rizki Rahmawati Lestari; Syafriani Syafriani; Afiah Afiah; Dessyka Febria
NuCSJo : Nusantara Community Service Journal Vol. 1 No. 2 (2024)
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Publikasi Ilmiah (lppi) Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/nucsjo.v1i2.66

Abstract

Salah satunya dalam bentuk sampah, baik sampah organik maupun sampah anorganik. Sampah yang terus menumpuk dari hari kehari dapat menimbulkan polusi udara, polusi tanah, polusi air, merusak estetika suatu wilayah, bahkan menjadi  sumber  penyakit  bagi  warga  sekitar (Zurrahmi et al., 2024). Lokasi pengabdian ini diambil karena banyak Siswa/Siswi SDN 017 Desa Lipat Kain Selatan banyak yang belum mengerti cara pemilahan sampah sesuai dengan jenisnya, dimana sampah atau limbah yang muncul dari aktivitas seperti banyaknya botol kemasan minuman, kertas bekas maupun sampah organik. Tujuan penelitian ini adalah sosialisasi tentang pengelolaan sampah di SDN 017 Lipat Kain Selatan. Penyuluhan tentang pengelolaan dan pemilahan sampah dilakukan dalam bentuk penyuluhan berupa materi teori dan akan dilanjutkan praktek pada pengabdian selanjutnya. Materi disampaikan oleh tim pelaksana mengenai seputar definisi sampah, pengelompokannya, cara mengelola serta contoh produk-produk daur ulang sampah. Selain itu juga disampaikan hasil penelitian yang memanfaatkan sampah atau limbah dari lingkungan, seperti pembuatan hiasan dari botol bekas, pupuk kompos dari sampah organik dan lain-lain. Pada saat penyampaian materi ditunjukkan pula produk-produk olahan sampah/limbah yaitu botol bekas yang sudah di daur ulang menjadi hiasan di dalam kelas. Setelah dilakukan penyuluhan ini, sebagian besar pemahaman siswa meningkat tentang pentingnya pengolahan sampah. Diharapkan siswa bisa meningkatkan pengetahuan dan kesadarannya akan pentingnya pengolahan sampah di lingkungan sekolah.