Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search
Journal : CJPP

Analisis Faktor Trauma Dari Pengalaman Toxic Friendship Pada Generasi Z Putri, Syifarani; Komalasari, Shanty
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 12 No. 01 (2025): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v12n01.p38-48

Abstract

Manusia sebagai makhluk sosial memiliki keinginan untuk bersatu dengan sesama manusia dan lingkungannya. Namun, interaksi sosial tidak selalu positif, dan dapat menyebabkan trauma psikologis jika tidak ditangani dengan baik. Trauma adalah pengalaman yang dapat mengubah jalur kehidupan seseorang dan berdampak serius pada kesehatan mental mereka. Faktor-faktor yang mungkin menyebabkan trauma termasuk pengkhianatan, ejekan, dan pengucilan oleh teman atau lingkungan. Generasi Z, yang tumbuh di era digital, rentan terhadap pengalaman toxic friendship, yang dapat menghasilkan dampak psikologis yang signifikan. Studi kualitatif ini menggali pengalaman trauma yang diakibatkan oleh toxic friendship pada Generasi Z melalui wawancara dengan tiga mahasiswa. Hasilnya menunjukkan bahwa faktor pengkhianatan, ejekan, dan pengucilan oleh teman dan lingkungan sosial memiliki kontribusi pada trauma psikologis. Pemahaman lebih dalam tentang permasalahan ini diharapkan dapat memberikan dukungan yang lebih efektif kepada Generasi Z yang mengalami dampak negatif dari toxic friendship. Studi lanjutan dengan metode penelitian yang beragam direkomendasikan untuk pemahaman yang lebih komprehensif.
Strategi Pengelolaan Diri Mahasiswa Rantau Dari Keluarga Broken Home: Studi Fenomenologi Rahmah, Siti; Fredita, Silva Yumi; Nurdin, Muhammad; Komalasari, Shanty
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 12 No. 01 (2025): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v12n01.p113-122

Abstract

Keluarga adalah lingkungan pertama yang sangat penting bagi perkembangan anak. Namun, saat ini banyak mahasiswa yang berasal dari keluarga broken home. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi strategi pengelolaan diri mahasiswa dari keluarga broken home dalam menghadapi tekanan emosional dan akademik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif ,dengan pendekatan fenomenologi, data dikumpulkan dengan wawancara semi-terstruktur yang dilakukan pada tiga mahasiswa dari keluarga broken home, kemudian data dianalisis menggunakan teknik tematik, meliputi pengelompokan tema, dan interpretasi mendalam, lalu validasi dilakukan dengan triangulasi data dan member checking untuk memastikan akurasi interpretasi. Hasil menunjukkan bahwa dukungan sosial, motivasi untuk meningkatkan kualitas hidup, serta strategi coping seperti pengalihan perhatian dan pengelolaan emosi adalah faktor utama dalam pengelolaan diri. Penelitian ini menyoroti pentingnya manajemen diri dan dukungan sosial bagi mahasiswa dari keluarga broken home untuk mengatasi tantangan kehidupan akademik dan sosial. Abstract Family is the first environment that is very important for a child's development. However, currently many students come from broken homes. This research aims to explore the self-management strategies of students from broken homes in dealing with emotional and academic pressure. The method used in this research is a qualitative approach. phenomenological, semi-structured interviews were conducted on three students from the family. broken home. The results show that social support, motivation to improve the quality of life, as well as coping strategies such as distraction and emotional management are the main factors in self-management. This research highlights its importance. self-management and social support for students from broken homes to overcome the challenges of academic and social life.
Coping Stress Pada Mahasiswa Generasi Z yang Sedang Magang Lubis, Rahmawati; Komalasari, Shanty
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 11 No. 2 (2024): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v11n2.p1224-1234

Abstract

Generasi Z merupakan kelompok anak muda yang lahir antara tahun 1996 hingga 2010. Magang adalah proses mahasiswa dalam mendapatkan pengalaman secara langsung dengan terlibat dalam kegiatan lapangan. Magang dapat memberikan banyak manfaat bagi mahasiswa di masa yang mendatang. Namun, jika mahasiswa tidak dapat menghadapi beban yang lebih besar saat menjalani program magang maka akan mengarahkannya pada situasi stres. Pada saat itulah, mahasiswa melakukan coping baik itu menggunakan strategi coping yang berfokus pada emosi (emotion-focused coping) maupun strategi coping yang berfokus pada masalah (problem-focused coping). Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan bagaimana strategi coping mahasiswa yang sedang magang dalam menghadapi stres. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara secara online. Hasil penelitian ini adalah strategi coping yang dilakukan oleh responden cenderung menggunakan strategi emotion-focused coping dengan melakukan self controlling, distancing, dan positive reappraisal. Responden juga menggunakan strategi problem-focused coping dengan melakukan planful problem solving. Strategi coping yang dipilih oleh responden dipengaruhi oleh beberapa faktor yang dimana hal tersebut menjadi bahan pertimbangan responden dalam menentukan strategi coping yang efektif untuk digunakannya.
Faktor Yang Mempengaruhi Kenakalan Pada Generasi Z Yang Berkuliah Di Semester 3 Lestari, Ayu; Komalasari, Shanty
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 11 No. 2 (2024): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Juvenile delinquency is an act that deviates from norms or regulations which is currently a common problem. This research aims to find out what factors influence juvenile delinquency in generation Z, especially students studying in semester 3. The type of research used is descriptive qualitative research where the researcher examines social phenomena by providing a detailed description. details regarding the matter being researched. The informants were two teenagers studying at University X. Data were collected using indirect interviews via telephone with the WhatsApp application. The data analysis technique uses three stages, namely data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of this research are that the factors that influence juvenile delinquency in students are divided into two, namely internal factors and external factors. Internal factors include an identity crisis and weak self-control. Meanwhile, external factors include the family environment and friendship environment. These various factors influence juvenile delinquency and even when they become students they continue to do so. This research acts as a means of information that provides discussion of the factors that influence juvenile delinquency in students.
Proses Forgiveness Pada Perempuan Gen Z Pemaafan Masa Dewasa Awal Akibat Kekerasan di Masa Kecil Aziza, Rifqa; Munawwaroh, Munawwaroh; Komalasari, Shanty
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 11 No. 2 (2024): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v11n2.p1248-1261

Abstract

This study aims to determine the process of forgiveness in early adulthood in gen z women who have experienced violence in their childhood. This research uses a qualitative approach with a case study method. Data were obtained from structured interviews. The participants in this study were two early adult women who had experienced violence in their childhood. By referring to the two dimensions of forgiviness, namely the intrapsychic and interpersonal dimensions. The results of this study show that both early adult female participants have successfully forgiven but are still processing towards total forgiveness. The first early adult female participant received a request from her mother, while the second early adult female participant has not received an apology from her mother. The first participant's forgiveness was assisted by an apology from the mother who was the abuser, while the second participant forgave on her own impulse without an apology from her biological mother. Of the four categories of forgiviness, these two participants were in the total forgiveness phase, where they managed to eliminate feelings of disappointment, hatred and anger at the violence they had experienced. Factors that influence such as family relationship status, religiosity and religious understanding. Meanwhile, inhibiting factors include focusing on parental guilt, feelings of hurt, deep sadness, painful experiences, unsupportive social environment, avoidance behavior, and negative judgment of parents.
Dampak Depresi Pada Generasi Z Akibat Broken Home Humairah, Asysyfa Putri; Komalasari, Shanty
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 11 No. 2 (2024): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v11n2.p1275-1294

Abstract

In this modern era, the phenomenon of divided families, or what is known as a broken home, has become a significant social issue. Generation Z, who are growing up amidst rapid social and technological change, are particularly vulnerable to the psychological impacts caused by a broken home. This study aims to explore the impact of depression on generation Z due to broken home conditions. This research uses qualitative analysis methods with in-depth interviews and participatory observation of a number of generation Z respondents who come from broken homes. The results of the research show that generation Z who experience broken homes have higher levels of depression compared to the generation who come from intact families. The impacts of depression include decreased self-confidence, increased stress levels, difficulty in building healthy interpersonal relationships, and decreased academic achievement. Apart from that, generation Z in a broken home situation also faces challenges in developing self-identity and confidence in future romantic relationships. This study highlights the importance of psychological intervention and social support for generation Z who come from broken home families. Specially designed psychological and social support programs can help reduce the impact of depression on generation Z, facilitate their emotional growth, and prepare them to better face life's challenges. Apart from that, the results of this research also provide insight for practitioners, educators and parents to better understand the psychological needs of generation Z who experience broken homes, with the hope that this understanding can help create an environment that supports positive growth and development for them.
Self Injury : Faktor dan Dampak Psikologis Pada Dewasa Awal (Gen-Z) Shofia, Asra; Zahroh, Siti Nur Alya; Komalasari, Shanty
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 11 No. 2 (2024): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v11n2.p1262-1274

Abstract

Non-Suicidal Self-Injury (NSSI) is an act of self-harm committed by individuals without the intention to end their lives. Self-injury, a behavior that can have a significant psychological impact on early adult individuals. This study aims to deepen the understanding of the trigger factors and psychological impacts experienced by early adult individuals who commit selfinjury. The purpose of this study is to analyze the factors and impact of self-injury psychology and explore how self-injury relates to family and environmental factors. This study used a qualitative approach with semi-structured interviews. The subjects in this study were three early adult women aged 20 years who experienced self-injury behavior. This study results that the factors that trigger self-injury include loneliness, broken home, strict parents, problems arising from the family, communication with parents, social environment, response to problems. Study subjects described feelings of relief and decreased tension as a positive impact, but also experienced anxiety and addiction as a negative impact of self-injury behavior.
Dampak Trauma pada Gen Z dalam Aspek Kesejahteraan Psikis dan Psikologis Korban Perselingkuhan Yarni, Siti Sri; Komalasari, Shanty
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 11 No. 3 (2024): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v11n3.p1356-1365

Abstract

Generasi Z, individu yang lahir antara pertengahan 1990-an hingga awal 2010-an, dan tumbuh dalam era digital dan transformasi teknologi. Mereka mengalami perubahan sosial, budaya, dan teknologi signifikan, namun menghadapi tantangan unik, termasuk dampak traumatis perselingkuhan. Penelitian ini mengeksplorasi dampak traumatis pada Gen Z sebagai korban perselingkuhan. Dengan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi, penelitian memahami bagaimana pengalaman ini memengaruhi kesejahteraan psikis dan psikologis korban. Subjek penelitian, seorang perempuan dewasa awal Gen Z, mengalami trauma akibat perselingkuhan. Hasil penelitian menunjukkan dampak fisik, psikologis, dan sosial dari trauma. Gangguan fisik seperti masalah pencernaan dan penurunan nafsu makan dialami subjek. Dampak psikologis mencakup tingkat stres tinggi, kecemasan, dan perubahan suasana hati. Aspek sosial termasuk isolasi dan kesulitan membangun kembali kepercayaan. Proses pemulihan dari trauma psikologis memerlukan waktu, dengan dukungan keluarga dan teman-teman berperan penting. Penelitian menekankan pentingnya pemahaman tentang dampak traumatis perselingkuhan pada Gen Z, serta kontribusinya terhadap tantangan kesejahteraan psikis dan psikologis generasi muda era kontemporer.
Co-Authors Abdul Sani Agustina, Sri Vina Ahmad Suriadi, Ahmad Aisya, Utiya Rihadatul Akhmad Sagir, Akhmad Aliffia, Dhiza Amelia, Nor Mala Amin, Muhammad Hasan Andini, Jeshira Anggraeni, Yulia Wahyu anidia, risma Anita Lestari Annisa, Rabiatul Anshori, Hafiz Anshori, Hafiz Apriliani, Dewi ardalepa, nurdin Ardelia, Sharifah Asmaran AS, Asmaran Asmaran Asmaran, Asmaran Aulia, Anisa Awwaliah, Rizkiah AYU LESTARI Aziza, Rifqa Ceria Hermina Dharmawan, Muhammad Rizky Dzaky, Muhammad Tatsbitul Azmi Hisbullah Fadhila, Mahdia Faridah, Hj. Siti Fasha, Firzia Fauzia, Nadia Firsada, M. Iqbal Fitriyani, Nurhidayah Fredita, Silva Yumi Fuady, Ridha Gisya, Gina Hasanah, Syamya Nor Humairah, Asysyfa Putri Irfan Noor, Irfan Irsyadina, Irsyadina Juliana, Rahmanisa Khairun Nisa Khairunnisa Khairunnisa Krisna Rendi Awalludin Lestari, Cecilia Joreva Lestari, Retno Puji Lubis, Rahmawati Malahayati Malahayati Masbila, Asmi Mawadah, Mawadah Mubarak Mubarak Muhammad Nurdin Mulyani Mulyani Munawaroh Munawaroh Munawwaroh Munawwaroh Musfichin musfichin, musfichin Na'imah, Khairun Nabilapitri, Nabilapitri Nasihah, Rofiatun Na’imah, Khairun Nisa, Rahmiatun Norhasanah Norhasanah, Norhasanah Nufus, Bahjatun Nur, Zulfaidah Nurfadilah Nuri Herachwati Octaviani, Farida Persada, Sonia Nur Pratama, Muhammad Aditya Putri, Syifarani Rabiatul Adawiyah Radhwa, Najehah Baidha Rafliyannor, Rafliyannor Rahayu, Saidah Nafisah Rahimah, Atikah Rahmadhani, Putri Rahmah, Aisyah Rahmah, Siti Annisa Rahmatillah, Vellynda Aisyah Raisya, Gusti Firda Ramadhani, Faisal Ramadhani, Muhammad Wafi Ramadhani, Naila Putri Raudah Raudah Roswandi, Edy Sabrina, Anisa Salehah, Muthia Seger Handoyo Sembiring, Rinawati Septiany, Medhia Setiawan, Muhammad Sofyan Shalehah, Nur Qamarina Mamlu'atus Shofia, Asra Sholatiah, Anisa Siti Faridah Siti Maimunah Sri Indah Sari, Orient Syawali, Imam Syifa, Nor Yulia Taufik Hidayat Toyibah, Toyibah Tri Yuliani, Tri Wahdati, Anisya Widyati, Listina Wijaya, Waffa Saphira Izzati Wijayanti, Rahayu Putri Witjaksono, Bimo Hadi yanti, Risda Yarni, Siti Sri Yulia Hairina Yuniarti, Nanda Dwi Zahroh, Siti Nur Alya Zainal Abidin