Claim Missing Document
Check
Articles

Hubungan Lingkar Lengan Atas Dengan Kemampuan Push Up Pada Buruh Bangunan Di Banjar Susut Kaja, Kecamatan Susut, Kabupaten Bangli, Bali Suapridana, I Komang; Parwata, I Made Yoga; Vitalistyawati, Luh Putu Ayu
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol. 3 No. 1 (2024): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/js.v3i1.2939

Abstract

Pekerjaan seperti mengangkut, membongkar, memasang, dan memotong material dalam suatu bangunan tentu memerlukan kekuatan otot lengan. Semakin besar kekuatan otot lengan seseorang mengakibatkan semakin besarnya massa otot dan lingkar otot lengan atas yang dimiliki. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan lingkar otot lengan atas terhadap kemampuan push up pada buruh bangunan. Lingkar otot lengan atas diukur melalui Push up Test. Penelitian ini menggunakan metode penelitian Cross Sectional dengan jenis penelitian korelasi. Sampel penelitian berjumlah 12 orang yang didapat melalui kriteria inklusi dan eksklusi.. Hasil analisa statistik deskriptif dengan rata-rata nilai lingkar otot lengan atas 128,4167 dan nilai rata-rata kemampuan push up 1 menit 17,3333. Uji linieritas menggunakan Test for Linearity dengan nilai >0,05 yaitu 0,463, dan uji pearson product moment menunjukan nilai 0,546. Hasilnya terdapat hubungan yang linier antara lingkar otot lengan atas dengan kemampuan push up satu menit, dengan tingkat korelasi yang sangat kuat ke arah positif. Sehingga semakin besar lingkar otot lengan atas seseorang maka kemampuan push up juga akan meningkat.
PENGARUH STATIC STRETCHING TERHADAP PENINGKATAN FLEKSIBILITAS OTOT HAMSTRING PADA PENJAHIT DI WIWA KONVEKSI Sari, Ni Luh Made Reny Wahyu; Dwipayani, Kadek Priastuti; Vitalistyawati, Luh Putu Ayu; Parwata, I Made Yoga; Larashati, Ni Putu Dwi
Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 7 No. 2 (2023): Jurnal Kesehatan Terpadu
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/jkt.v7i2.2789

Abstract

Para penjahit bekerja dalam posisi duduk monoton dalam jangka waktu yang cukup lama, hal ini dapat memicu terjadinya penurunan fleksibilitas otot hamstring. Maka dari itu di butuhkan latihan dalam meningkatkan fleksibilitas, salah satu latihan adalah Static stretching. Static stretching merupakan salah satu latihan peregangan, latihan ini dapat meningkatkan fleksibilitas. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui Pengaruh Static Stretching terhadap Peningkatan Fleksibilitas Otot Hamstring pada Penjahit di Wiwa Konveksi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pre eksperimental design dengan rancangan penelitian yang digunakan adalah one groups pre tets dan post test design. Pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling dengan kriteria inklusi, ekslusi dan drop out. Jumlah sampel pada penilitian ini sebanyak11 orang dan fleksibilitas otot hamstring diukur dengan metode active knee extension test menggunakan alat ukur goniometer. Pada uji normalitas menggunakan Shapiro-wilk test dan diperoleh hasil pre test sinistra nilai sig. = 0,363 (p > 0,05) dan post test sinistra nilai sig. = 0,165 (p > 0,05) sedangkan pada pre test dextra nilai sig. = 0,436 (p > 0,05) dan post test dextra nilai sig = 0,546 (p > 0,05) dari hasil tersebut menunjukkan bahwa data berdistribusi normal. Dianalisis menggunakan uji paired sampel t-test pada bagian dektra dan sinistra menunjukan hasil p=0,000 (p<0,05) dari hasil penelitian ini menunjukan terdapat pengaruh latihan static stretchingterhadap peningkatan fleksibilitas otot hamstring pada subjek penelitian. Dapat disimpulkan jika fleksibilitas otot hamstring meningkat maka keluhan muskuloskeletal juga berkurang sehingga produktivitas para penjahit dalam bekerja juga meningkat.
Pre-Serum Extract of Various Lime Mixed Rhizomes and Honey as A Functional Drink for Stamina for The Elderly Wiradnyani, Ketut; Parwata, I made Yoga
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 10 No 12 (2024): December
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v10i12.9623

Abstract

Sinom is a functional drink made from turmeric and young tamarind leaves. In its development, it has gone through in vitro and in vivo tests. In its development, Sinom underwent a change in formula after mixing lime and honey. Then it underwent a change in formulation as a serum in which the turmeric ingredient was replaced with various rhizomes, such as white turmeric rhizome, temu black, meet jokes and meetups black. This research aims to determine the macro compound content and the level of preference for the sinom pre-serum functional drink, a mixture of lime and honey from various rhizomes. This research uses an experimental method with a completely randomized design, determining proximate tests using treatment; S1R1 (Tumeric Rhizome mixed with lime and honey), S2R2 (White Turmeric Rhizome mixed with lime and honey), S3R3 (Rhizome of Temu Ireng mixed with lime and honey), S4R4 (Rhizome of Temu Lawak mixed with lime and honey), SxRx (Rhizome turmeric, white turmeric, temu black, meet buffoonery) a mixture of lime and honey. Proximate testing and organoleptic preference levels were carried out.The proximate test results are; S1R1; water content (70.111%), ash content (0.713%), protein content (0.758%), pH (3.995), S2R2 (white turmeric): water content (72.355%), ash content (0.831%), protein content (0.879 %), pH(3.836); S3R3: water content (75.788%), ash content (0.605%), protein content (0.766%), pH (3.728); S4R4: water content (75.975%), ash content (0.755%), Protein content 0.884%), pH (3.826); SxRx : water content (76.617%), ash content (0.777%), protein content (0.885%), pH (3.975). Organoleptic Test Results: SxRx's most preferred taste (4.03%), SxRx's aroma (3.96%), S4R4's color (4.00%) and S2R2's texture (3.36%). The conclusion obtained from this research was that the highest average water content was in the sinom treatment using turmeric rhizomes, white turmeric, curcuma ireng and curcuma (76.617%); Ash content in sinom using white turmeric (0.831%), the highest protein content in mixed sinom using various rhizomes (0.885%), the highest pH was found in sinom using turmeric rhizomes (3.995).
Co-Authors AA Gede Ardana, AA Gede Adnyana, I Gusti Ngurah Eka Agung Wahyu Permadi Antonius Tri Wahyudi Cahaya, I Made Elia CHRISTIANI ENDAH POERWATI . Daryono Devi Arya Wati Dwipayani, Kadek Priastuti Edeltrudis Erlina Halyo Goncalves, Francisco Araujo Helena I Gusti Ayu Putu Lady Landiana I Gede Arya Sena I Gede Arya Sena I Gusti Agung Trisna Jayantika I Komang Wisnu Budi Wijaya I Made Astika Yasa I Made Elia Cahaya I Made Kusuma Wijaya I Made Manik Candra Yudi I Nengah Sandi I Putu Gede Adiatmika I Putu Oktap Indrawan I Wayan Sumandya I Wayan Teresna, I Wayan I Wayan Widana Ida Ayu Gede Ratih Pradnya Swari Indah Pramita Jayantika, I Gusti Agung Trisna Kadek Shanti Indiyani Dharma Putri Shanti Karba, Septuaginta Kristian Komang Sriasih Komang Sukendra Kusuma, I Komang Pramana Darma Luh Putu Ayu Vitalistyawati Made Ari Nohantara Maria Alfonsa Delegori Dhobe Martina Puput Ayu Triwanty Matilda Novian Bai Ni Komang Ayu Trisna Devi Ni Komang Indah Pradnya Utami Ni Luh Kadek Alit Arsani Ni Luh Made Narisa Pradnyasari Ni Made Ayu Suryaningsih Ni Made Rininta Adi Putri, Ni Made Rininta Ni Nyoman Indah Meliani Suriawan Ni Putu Dwi Larashati Ni Putu Pratiwi Laksmi Dewi Parmithi, Ni Nyoman Poerwati, Christiani Endah Poerwati Putra, Gusti Agung Gede Bayu Putra, Ida Bagus Acarya Putri, Ni Made Rininta Adi Putri, Putu Ayu Maharani Eka putu bagus S.Ked. dr. Ni Made Sri Dewi Lestari . Sari, Ni Luh Made Reny Wahyu Sena, I Gede Arya Suapridana, I Komang Subagia, Ni Komang Theda Febrina Sudiarsa, I Wayan Sukendra, Komang Suparya, I Ketut Tismayanthi, Ni Komang Jely Wahyu Susihono Wati, Devi Arya Widana, I Wayan Wiradnyani, Ketut yasa, i made astika Yasoda, Ni Made Hari