Claim Missing Document
Check
Articles

KOMBINASI LATIHAN CORE STABILITY DAN LATIHAN MCKENZIE UNTUK MENINGKATKAN FLEKSIBILITAS LUMBAL PETANI WANITA DI DESA TIBUBENENG, BADUNG Putri, Putu Ayu Maharani Eka; Vitalistyawati, Luh Putu Ayu; Putri, Ni Made Rininta Adi; I Made Yoga Parwata
Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 7 No. 2 (2023): Jurnal Kesehatan Terpadu
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/jkt.v7i2.2803

Abstract

Seorang petani yang melakukan pekerjaannya dengan posisi membungkuk. Posisi kerja seperti ini jika dilakukan dalam jangka waktu yang lama akan menyebabkan penurunan fleksibilitas lumbal, untuk mencegahnya diperlukan latihan untuk meningkatkan fleksibilitas. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui kombinasi latihan Core Stability dan latihan Mckenzie untuk meningkatkan fleksibilitas lumbal petani wanita. Metode penelitian: menggunakan pre-experimental dengan desain one group pre-test dan post-test. Penentuan sampel menggunakan purposive sampling dengan kriteria inklusi, eksklusi dan drop out didapatkan sampel sejumlah 10 orang. Alat ukur yang digunakan yaitu modified-modified schober test Hasil penelitian: nilai rata-rata fleksibilitas lumbal pre-test diperoleh 19, 29 cm dengan kategori kurang dan post-test menjadi 21, 21 cm dengan kategori normal. Hasil uji normalitas yang digunakan adalah uji Shapiro wilk test menunjukan p=0,120 (p>0,05). Uji hipotesis yang digunakan uji paired sample T test menunjukkan p=0,000 (p<0,05) yang berarti terdapat pengaruh kombinasi latihan Core Stability dan Mckenzie untuk fleksibilitas lumbal. Simpulan pada penelitian ini yaitu kombinasi latihan Core Stability dan Mckenzie meningkatkan fleksibilitas lumbal dengan peningkatan sebesar 9,9 %.
Hubungan Kekuatan Otot Lengan dengan Kemampuan Servis Atas pada Pemain Bola Voli Club Portenang Ni Komang Indah Pradnya Utami; I Made Yoga Parwata; Agung Wahyu Permadi
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol. 1 No. 1 (2022): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/js.v1i1.1949

Abstract

AbstrakDalam permainan bola voli terdapat beberapa keterampilan teknik, salah satunya adalah servis atas. Servis merupakan tanda untuk memulai permainan dan serangan pertama untuk memperoleh poin. Untuk dapat melakukan servis atas dengan baik harus memiliki kondisi fisik yang baik salah satunya kekuatan otot lengan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kekuatan otot lengan dengan kemampuan servis atas pada pemain bola voli. Penelitian ini menggunakan metode cross sectional korelasi. Penentuan sampel menggunakan kriteria inklusi dan eksklusi didapatkan sampel sebanyak 15 orang. Hasil penelitian ini dianalisis menggunakan uji korelasi pearson product moment dengan nilai Sig. (2-tailed) 0,000 (p<0,05) dan nilai pearson correlation yaitu 0,943 yang berarti terdapat korelasi sangat kuat. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat korelasi antara kekuatan otot lengan dengan kemampuan servis atas bola voli.AbstractIn a volleyball there are several technical skills, one of which is the upper serve. Serve is the signal to start the game and the first attack to earn points. Must have good physical condition to serve well, one of which is arm muscle strength. The purpose of this study was to determine the relationship between arm muscle strength and upper serve ability in volleyball players using cross sectional correlation method. Determination of the sample using inclusion and exclusion criteria obtained a sample of 15 people. The results of this study were analyzed using the pearson product moment correlation test with the value of Sig. (2-tailed) 0.000 (p <0.05) and the pearson correlation value is 0.943 which means that there is a very strong correlation. Based on the results of this study, it can be concluded that there is a correlation between arm muscle strength and upper serve ability in volleyball.
Kekuatan Otot Tungkai Menentukan Keseimbangan Statis pada Pemain Sepak Bola di SSB Jima Padangsambian Ni Putu Pratiwi Laksmi Dewi; I Gede Arya Sena; I Made Yoga Parwata
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol. 1 No. 1 (2022): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/js.v1i1.1959

Abstract

AbstrakKeseimbangan statis diperlukan saat akan melakukan tendangan penalti agar tubuh mampu mempertahankan posisi tubuh untuk melakukan tendangan dengan baik. Salah satu faktor yang mempengaruhi keseimbangan adalah kekuatan otot tungkai. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kekuatan otot tungkai dapat menentukan hasil keseimbangan statis pada pemain sepak bola. Alat ukur kekuatan otot tungkai adalah Leg Dynamometer, sedangkan keseimbangan statis diukur dengan Stork Stand Test. Rancangan penelitian menggunakan metode cross sectional dengan jenis penelitian korelasi dan didapatkan sampel sebanyak 15 orang. Hasil penelitian menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment menunjukkan adanya hubungan signifikan yang sangat kuat ke arah positif antara kekuatan otot tungkai dengan keseimbangan statis pada pemain sepak bola. Nilai Sig. 0,000 dan korelasi koefisien 0,870. Hal ini menunjukkan bahwa semakin baik kekuatan otot tungkai akan semakin baik pula keseimbangan statis pemain sepak bola saat akan melakukan tendangan penalti. Kata kunci: Keseimbangan statis, kekuatan otot tungkai, pesepak bola.AbstractStatic balance is needed when taking a penalty kick so that the body can maintain a body position to take the penalty kick well. One of the factors that affect balance is leg muscle strength. This study determined the leg muscle strength can determine the result of static balance in football players. The measuring instrument for leg muscle strength was the Leg Dynamometer, while the Stork Stand Test measured the static balance. The research design used a cross-sectional method with a correlation research type and obtained 15 football players as the sample. The result of the Pearson Product Moment correlation test showed a significant relationship with a very strong positive correlation between leg muscle strength and static balance in football player. The value of Sig. 0.000 and correlation coefficient 0.870. It showed that the better leg muscle strength, the better static balance of football players when taking a penalty kick.Keywords: Static balance, leg muscle strength, football players.
Ukuran Lingkar Lengan Atas Menentukan Daya Tahan Otot Lengan pada Pemain Tenis Meja Putri di Nagaraja TTC Sukawati Gianyar Komang Sriasih; I Gede Arya Sena; I Made Yoga Parwata
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol. 1 No. 1 (2022): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/js.v1i1.1961

Abstract

AbstrakDaya tahan otot lengan diperlukan saat pertandingan tenis meja berlangsung agar dapat mempertahankan dan memenangkan pertandingan. Salah satu faktor yang mempengaruhi daya tahan otot lengan adalah ukuran lingkar lengan atas. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui ukuran lingkar lengan atas dapat menentukan hasil daya tahan otot lengan pada pemain tenis meja. Alat ukur lingkar lengan atas adalah pita ukur LiLA, sedangkan daya tahan otot lengan diukur dengan push up test. Rancangan penelitian menggunakan metode cross sectional dengan jenis penelitian korelasi dan didapatkan sampel sebanyak 14 orang. Hasil penelitian menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment dengan nilai Sig. 0,002 dan korelasi koefisien 0,741 menunjukkan adanya hubungan signifikan yang sangat kuat ke arah positif antara ukuran lingkar lengan atas dengan daya tahan otot lengan pada pemain tenis meja.Kata kunci: Daya tahan otot lengan, ukuran lingkar lengan atas, pemain tenis meja.AbstractArm muscle endurance is required when a table tennis match occurs to maintain and winning matches. One of the factors that arm muscle endurance is the size of upper arm circumference. This study determined the upper arm circumferencecan determine the result of arm muscle endurancein table tennis players. The measuring instrument for upper arm circumference was the LiLA circumference measuring tape, while the push up testmeasured the arm muscle endurance. The research design used a cross-sectional method with a correlation research type and obtained 14 as the sample. The result of the Pearson Product Moment correlation test, the value of Sig. 0.002 and correlation coefficient 0.741 it showed a significant relationship with a very strong positive correlation between size of the upper arm circumference and arm muscle endurance of table tennis players.Keywords: Arm muscle endurance, upper arm circumference, table tennis players
Hubungan Kekuatan Otot Lengan terhadap Ketepatan Servis Bawah pada Pemain Voli di SMA Negeri 1 Kediri, Kabupaten Tabanan, Bali Ni Komang Ayu Trisna Devi; I Made Yoga Parwata; Agung Wahyu Permadi
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol. 1 No. 2 (2022): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/js.v1i2.2316

Abstract

Abstract Arm muscle strength is a necessary biomotor component to perform a good lower serve. This study aims to find out the relationship of arm muscle strength to lower serve accuracy in volleyball players at SMA Negeri 1 Kediri. This study uses quantitative methods with correlation studies in the form of non-experimental descriptive statistical analysis. The samples in this study were 37 people aged 16–18 who were selected by purposive sampling based on inclusion and exclusion criteria. The results of this study were analyzed using a Pearson product moment correlation test with a significant value of 0.000 and a correlation coefficient of 0.921 which meant that the relationship between the two variables was very strong, positive in a direction Based on this study, there is a correlation between arm muscle strength and lower serve accuracy in volleyball players. Keywords:Arm muscle strength, Lower service, Push up test Abstrak Kekuatan otot lengan merupakan komponen biomotorik yang diperlukan dalam melakukan servis bawah yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kekuatan otot lengan terhadap ketepatan servis bawah pada pemain voli di SMA Negeri 1 Kediri. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan studi korelasi berupa analisis statistik deskriptif non eksperimental. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 37 orang yang berusia 16-18 tahun yang dipilih secara purposive sampling berdasarkan dengan kriteria inklusi dan ekslusi. Hasil penelitian ini dianalisis menggunakan uji korelasi pearson product moment dengan nilai signifikan 0,000 dan koefisien korelasi 0,921 yang berarti hubungan antar kedua variabel sangat kuat yang bersifat positif yang searah. Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat korelasi antara kekuatan otot lengan terhadap ketepatan servis bawah pada pemain voli. Kata kunci:Kekuatan otot lengan, Servis bawah, Tes push up
Penerapan Seated Stretch Untuk Meningkatkan Fleksibilitas Hamstring Pada Pemain Futsal Talun Fc Di Tampaksiring I Made Manik Candra Yudi; I Made Yoga Parwata; Indah Pramita
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol. 1 No. 2 (2022): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/js.v1i2.2329

Abstract

                                                    Abstrak Salah satu komponen penting dalam cabang olahraga futsal adalah fleksibilitas hamstring. Fleksibilitas hamstring memegang peranan penting dalam permainan futsal mengingat otot hamstring bekerja dalam keadaan konsentrik, yaitu memendek dan terulur sesuai aktivitas yang dilakukan. Berdasarkan hal tersebut penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan fleksibilitas hamstring pada pemain futsal Talun FC di Tampaksiring dengan menerapkan latihan seated stretch. Penelitian ini melibatkan pemain futsal Talun FC dengan rentang umur 18-31 tahun. Metode penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan rancangan One Group Pretest and Posttest Desaign dengan jumlah sampel sebanyak 12 orang pemain futsal Talun FC yang dipilih melalui teknik purposive sampling yang menggunakan kriteria inklusi dan eksklusi. Pengukuran fleksibilitas hamstring dilakukan dengan menggunakan v sit and reach test. Pemberian latihan seated stretch dilakukan dalam frekuensi 3 kali dalam seminggu, selama 4 minggu dengan durasi waktu 30 detik peregangan selama 3 pengulangan. Data dianalisis menggunakan uji parametrik dengan uji paired t test. Hasil penelitian didapatkan hasil yaitu p=0,001 yang berarti 0,001 < 0,005 maka hasilnya terdapat perbedaan signifikan. Peningkatan nilai fleksibilitas hamstring dari sebelum tes ke sesudah tes sebesar 14%. Hasil ini menunjukkan bahwa peregangan dengan teknik seated stretch dengan frekuensi yang tinggi berpengaruh terhadap peningkatan fleksibilitas hamstring.Kata kunci: Fleksibilitas, Hamstring, Seated Stretch                                                  Abstract One of the important components in futsal is hamstring flexibility. Hamstring flexibility plays an important role in futsal, considering that the hamstring muscles work in a concentric state, which is shortened and stretched according to the activity performed. Based on this, this study aims to increase hamstring flexibility in Talun FC futsal players in Tampaksiring by applying seated stretch exercises. This study involved Talun FC futsal players with an age range of 18-31 years. This research method is an experimental study with One Group Pretest and Posttest Design with a total sample of 12 Talun FC futsal players who were selected through purposive sampling technique using inclusion and exclusion criteria. Measurement of hamstring flexibility was carried out using the v sit and reach test. The provision of seated stretch exercises is carried out in a frequency of 3 times a week, for 4 weeks with a duration of 30 seconds, stretching for 3 repetitions. Data were analyzed using parametric test with paired t test. The results showed that p = 0.001 which means 0.001 < 0.005 then the results are significant differences. The increase in the value of hamstring flexibility from before the test to after the test was 14%. These results indicate that stretching with the seated stretch technique with high frequency has an effect on increasing hamstring flexibility.Keywords: Flexibility, Hamstring, Seated Stretch
HUBUNGAN AKTIVITAS FISIK TERHADAP VO2MAX PADA LANJUT USIA Karba, Septuaginta Kristian; Permadi, Agung Wahyu; Parwata, I Made Yoga
Healthy Tadulako Journal (Jurnal Kesehatan Tadulako) Vol. 10 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/htj.v10i1.1001

Abstract

Lansia merupakan kelompok populasi yang rentan terhadap penurunan kemampuan fisik dan kesehatan umum. VO2Max, yang merupakan ukuran kapasitas maksimum seseorang dalam menggunakan oksigen selama aktivitas fisik, telah terbukti menjadi indikator penting dari kebugaran kardiorespirasi pada lansia. Lansia cenderung mengurangi aktivitasnya yang akan berdampak pada kebugaran jasmaninya. Kurangnya aktivitas fisik pada lansia dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan aktivitas fisik terhadap daya tahan kardiovakuler (VO2Max) pada lansia. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif analisis deskriptif non eksperimental. Sampel penelitian terdiri dari 30 orang yang dipilih secara purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara kuisioner Physical Activity Scale for the Elderly (PASE) dan Six Minute Walking Test. Penelitian yang dilakukan menggunakan uji korelasi momen produk pearson didapatkan nilai signifikan 0,000 dan koefisien korelasi 0,947 yang artinya adanya korelasi yang sangat kuat kearah positif antara aktivitas fisik dan daya tahan kardiovaskuler (VO2Max).
PENERAPAN LATIHAN PERNAPASAN TERHADAP PENGEMBANGAN SANGKAR TORAKS PADA PEROKOK KONVENSIONAL AKTIF Kusuma, I Komang Pramana Darma; Permadi, Agung Wahyu; Parwata, I Made Yoga
Healthy Tadulako Journal (Jurnal Kesehatan Tadulako) Vol. 10 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/htj.v10i1.1005

Abstract

Perilaku merokok merupakan salah satu penyebab masalah kesehatan masyarakat karena dapat menimbulkan berbagai penyakit. Salah satu dampak dari aktivitas merokok terhadap kesehatan yaitu dapat menyebabkan gangguan pernapasan yang berpengaruh pada penurunan sangkar toraks sehingga aktivitas menjadi terganggu. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh pemberian latihan kombinasi pursed lip breathing dan maximal inspiratory exercise terhadap pengembangan sangkar toraks pada perokok konvensional aktif. Metode yang digunakan yaitu One groups pre-test and post-test design. Hasil analisis data penelitian pada uji normalitas yang menggunakan Shapiro Wilk Test pada kelompok kombinasi, untuk hasil pre-test sebesar 0,144 dan post-test sebesar 0,482 sehingga dapat disimpulkan bahwa data berdistribusi normal. Uji Hipotesis menggunakan uji paired sample t-test dengan hasil sig sebesar 0,000 yang berarti p < 0,05 sehingga terdapat peningkatan yang signifikan pada kelompok sampel setelah diberikan latihan kombinasi pursed lip breathing dan maximal inspiratory exercise., kesimpulan yang dapat diambil yaitu terdapat peningkatan pada pengembangan sangkar toraks setelah diberikannya latihan pernapasan kombinasi pursed lip breathing dan maximal inspiratory exercise terhadap perokok konvensional aktif.
Pengaruh Tendon and Nerve Gliding Exercise untuk Mengurangi Nyeri Pergelangan Tangan pada Pekerja Jaja Gipang Yasoda, Ni Made Hari; Parwata, I Made Yoga; Larashati, Ni Putu Dwi; Permadi, Agung Wahyu
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 19 No 2 (2024): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jpp.v19i2.2472

Abstract

Latar Belakang: Keluhan musculoskeletal merupakan salah satu contoh penyakit akibat kerja yang dapat timbul di tempat kerja. Keluhan pergelangan tangan dan telapak tangan adanya tanda-tanda dan gejala mati rasa jari. Tendinitis merupakan salah satu keluhan pergelangan pada tangan yang salah satunya disebabkan oleh faktor pekerjaan seperti postur yang tidak baik secara terus menerus dapat menyebabkan inflamasi pada tendon. Pemberian tendon and nerve gliding exercise sebagai salah satu penanganan terhadap keluhan pada tangan yang dapat mengurangi rasa nyeri pada terowongan carpal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh tendon and nerve gliding exercise terhadap penurunan nyeri gerak pergelangan tangan pada pekerja jaja gipang di UD.Mutiara Indah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh tendon and nerve gliding exercise terhadap penurunan nyeri gerak pergelangan tangan pada pekerja jaja gipang di UD.Mutiara Indah. Metode: Penelitian ini menggunakan metode pre-eksperimen dengan design one group pre-test and post-test dan pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Dengan jumlah sampel dalam penelitian adalah 9 orang pekerja jaja gipang. Intervensi dilakukan selama 4 minggu dengan frekuensi 3 kali seminggu. pengukuran nyeri dilakukan dengan menggunakan alat ukur visual analog scale (VAS) sebelum dan sesudah intervensi. Hasil: Hasil analisis data menggunakan Paired Sample T-Test menunjukan nilai signifikan yaitu 0,000 (p<0,005) sehingga terdapat peningkatan yang signifikan setelah pemberian intervensi. Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian bahwa, dapat disimpulkan bahwa tendon and nerve gliding exercise berpengaruh terhadap penurunan nyeri pergelangan tangan pada pekerja jaja gipang di UD. Mutiara Indah.
FLEKSIBILITAS SEBAGAI KUNCI MENURUNKAN TEKANAN DARAH TINGGI DALAM KEBUGARAN JASMANI Parwata, I Made Yoga; Sena, I Gede Arya; Adi Putri, Ni Made Rininta
Seminar Ilmiah Nasional Teknologi, Sains, dan Sosial Humaniora (SINTESA) Vol. 7 (2025): PROSIDING SINTESA
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/snts.v7i.3586

Abstract

Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan salah satu faktor risiko utama penyakit kardiovaskular yang dapat berujung pada komplikasi serius, seperti stroke, penyakit jantung koroner, dan gagal ginjal. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), hipertensi diderita oleh sekitar 1,13 miliar orang di dunia dan menjadi salah satu penyebab utama kematian dini. Berbagai faktor dapat menyebabkan hipertensi, termasuk pola makan yang buruk, kurangnya aktivitas fisik, stres, dan faktor genetik. Salah satu pendekatan untuk mengelola hipertensi adalah dengan menerapkan gaya hidup sehat, dan Olahraga. Metode Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan menganalisis berbagai penelitian yang relevan tentang hubungan antara fleksibilitas tubuh dan tekanan darah. Penelitian yang digunakan mencakup studi eksperimental, klinis, dan observasional yang menguji efek latihan fleksibilitas, terhadap tekanan darah pada individu dengan hipertensi. Pencarian dilakukan melalui data Base sinta dan Google Scholar dengan kata kunci fleksibilitas, tekanan darah, yoga. Hasil-hasil dari studi-studi ini dianalisis untuk mengevaluasi mekanisme fisiologis yang mungkin menjelaskan hubungan antara fleksibilitas dan hipertensi. Fleksibilitas tubuh yang diukur melalui rentang gerak sendi berperan penting dalam meningkatkan keseimbangan tubuh, mengurangi cedera, dan memperbaiki fungsi otot. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa latihan yang meningkatkan fleksibilitas, dengan latihan yoga, dapat menurunkan tekanan darah, terutama pada individu dengan hipertensi. Berdasarkan analisis studi literatur yang dilakukan, ditemukan bahwa latihan fleksibilitas, memiliki efek positif dalam menurunkan tekanan darah pada individu yang mengalami hipertensi. Selain itu, latihan fleksibilitas juga diketahui membantu mengurangi tingkat stres dan meningkatkan fungsi jantung serta sirkulasi darah, yang mendukung penurunan tekanan darah secara keseluruhan. Kesimpulan Penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat hubungan positif antara fleksibilitas tubuh dan penurunan tekanan darah, terutama melalui latihan yang meningkatkan fleksibilitas. Oleh karena itu, latihan yang meningkatkan fleksibilitas tubuh, seperti yoga, dapat menjadi salah satu intervensi preventif dan terapeutik yang efektif dalam mengelola hipertensi dan mendukung kesehatan kardiovaskular secara keseluruhan.
Co-Authors AA Gede Ardana, AA Gede Adnyana, I Gusti Ngurah Eka Agung Wahyu Permadi Antonius Tri Wahyudi Cahaya, I Made Elia CHRISTIANI ENDAH POERWATI . Daryono Devi Arya Wati Dwipayani, Kadek Priastuti Edeltrudis Erlina Halyo Goncalves, Francisco Araujo Helena I Gusti Ayu Putu Lady Landiana I Gede Arya Sena I Gede Arya Sena I Gusti Agung Trisna Jayantika I Komang Wisnu Budi Wijaya I Made Astika Yasa I Made Elia Cahaya I Made Kusuma Wijaya I Made Manik Candra Yudi I Nengah Sandi I Putu Gede Adiatmika I Putu Oktap Indrawan I Wayan Sumandya I Wayan Teresna, I Wayan I Wayan Widana Ida Ayu Gede Ratih Pradnya Swari Indah Pramita Jayantika, I Gusti Agung Trisna Kadek Shanti Indiyani Dharma Putri Shanti Karba, Septuaginta Kristian Komang Sriasih Komang Sukendra Kusuma, I Komang Pramana Darma Luh Putu Ayu Vitalistyawati Made Ari Nohantara Maria Alfonsa Delegori Dhobe Martina Puput Ayu Triwanty Matilda Novian Bai Ni Komang Ayu Trisna Devi Ni Komang Indah Pradnya Utami Ni Luh Kadek Alit Arsani Ni Luh Made Narisa Pradnyasari Ni Made Ayu Suryaningsih Ni Made Rininta Adi Putri, Ni Made Rininta Ni Nyoman Indah Meliani Suriawan Ni Putu Dwi Larashati Ni Putu Pratiwi Laksmi Dewi Parmithi, Ni Nyoman Poerwati, Christiani Endah Poerwati Putra, Gusti Agung Gede Bayu Putra, Ida Bagus Acarya Putri, Ni Made Rininta Adi Putri, Putu Ayu Maharani Eka putu bagus S.Ked. dr. Ni Made Sri Dewi Lestari . Sari, Ni Luh Made Reny Wahyu Sena, I Gede Arya Suapridana, I Komang Subagia, Ni Komang Theda Febrina Sudiarsa, I Wayan Sukendra, Komang Suparya, I Ketut Tismayanthi, Ni Komang Jely Wahyu Susihono Wati, Devi Arya Widana, I Wayan Wiradnyani, Ketut yasa, i made astika Yasoda, Ni Made Hari