Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Upaya Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Pirngadi Medan Dalam Memenuhi Hak-Hak Pasien Peserta BPJS Kesehatan Sari, Della Septi; Wahyudi, Arief
Journal of Health Education Law Information and Humanities Vol 2, No 1 (2025): Februari 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/helium.v2i1.5144

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana upaya Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Pirngadi Medan dalam memenuhi hak-hak pasien peserta BPJS Kesehatan, serta apa saja kendala/hambatan dalam proses pelayanan kesehatan pada pasien peserta BPJS Kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Pirngadi Medan. Jenis penelitian ini yaitu deksriptif kualitatif. Penelitian ini dilakukan dengan metode observasi, wawancara dan dokumentasi dengan informan yaitu Tenaga Kesehatan RSUD Dr. Pirngadi dan Pasien Peserta BPJS Kesehatan. Kemudian teknik analisis data dalam penelitan ini yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Pirngadi Medan dalam memenuhi hak-hak pasien peserta BPJS menunjukkan komitmen yang tinggi baik dari segi layanan medis maupun fasilitas yang disediakan. Upaya yang dilakukan Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Pirngadi Medan dalam pemenuhan hak-hak pasien peserta BPJS Kesehatan terlihat dari dimensi-dimensi dalam pelayanan seperti menyediakan jaminan akses layanan kesehatan, penerapan empati dalam pelayanan, kehandalan dalam penyediaan layanan medis, ketanggapan terhadap kebutuhan pasien, dan bukti fisik sarana dan prasarana yang nyaman dan layak. Dari beberapa upaya yang telah dilakukan pihak rumah sakit, banyak pasien merasa puas akan pelayanan yang diberikan namun meskipun begitu masih ada juga sebagian kecil ditemukan keluhan-keluhan yang menyebabkan rasa ketidakpuasan pasien. Adapun Faktor penghambat dalam upaya pemenuhan hak-hak pasien peserta BPJS Kesehatan oleh Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Pirngadi Medan  yaitu: Pertama, faktor keterbatasan tenaga kesehatan seperti dokter, perawat dan tenaga medis lainnya. Kedua, faktor keterbatasan waktu pelayanan seperti durasi pelayanan yang dibatasi dan respon terbatas pada layanan. Dan terakhir, faktor keterbatasan sumber daya seperti obat-obatan dan bahan medis.
Perlindungan Hukum Terhadap Anak Sebagai Korban Penelantaran oleh Orangtua Berdasarkan Undang-Undang No. 35 Tahun 2014 Tentang Perlindungan Anak (Studi Di Kota Medan) Pinem, Veronika; Wahyudi, Arief
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 5 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i5.15176

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana perlindungan hukum  terhadap anak sebagai korban penelantaran oleh orang tua berdasarkan Undang-Undang No. 35 Tahun 2014 Tentang Perlindungan Anak serta bagaimana peran Lembaga Perlindungan Anak, peran Dinas Sosial dan peran Satuan Polisi Pamong Praja di Kota Medan dalam hal anak terlantar. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif-empiris, yaitu menelaah pengaturan hukum dalam pelaksanaan perlindungan hukum terhadap penelantaran anak. Penelitian ini dilakukan dengan metode wawancara dan observasi dengan informan yaitu Pembimbing Kemasyarakatan di kantor lembaga perlindungan anak, Katim Bidang Rehabilitasi Sosial (anak dan lansia di luar panti) Dinas Sosial dan Satuan Polisi Pamong Praja di Kota Medan.  Kemudian teknik analisis data dalam penelitian ini yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, perlindungan hukum terhadap anak terlantar sebagai korban penelantaran oleh orang tua maupun pihak yang tidak bertanggung jawab didapatkan setelah melakukan pelaporan kepada pihak yang berwajib. Pelaporan anak terlantar sulit dilakukan karena kurangnya kepedulian masyarakat Kota Medan terkait anak terlantar di jalanan. Sampai saat ini wilayah kota medan belum dapat dikatakan Kota layak anak. Pemerintah dalam hal ini, Lembaga Pelindungan Anak, Dinas Sosial dan Satpol PP telah membuat berbagai program terkait anak terlantar. Meski demikian masyarakat Kota Medan enggan untuk terlibat sehingga sulit untuk meniadakan anak terlantar dalam mendapatkan hak-hak anak. Untuk itu sebaiknya program sosialisasi dan edukasi dilaksanakan secara rutin dengan melibatkan seluruh organisasi kemasyarakatan di setiap daerah di Kota Medan.
Evaluasi Terhadap Necessary Boredom Thesis Menurut Bernard Williams Terkait Kematian dan Kehidupan Setelah Kematian Wahyudi, Arief
Veritas : Jurnal Teologi dan Pelayanan Vol 22 No 2 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi SAAT (Southeast Asia Bible Seminary)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36421/veritas.v22i2.601

Abstract

The sitcom “The Good Place” tells the story of an imaginary afterlife where everyone in heaven is in an unhappy state (ironically called the “good” place). All the fun things they can do in eternity to the point that everyone gets bored and eventually the meaning in their lives disappears. Seeing death as the source of meaning in life on earth, the solution in this story is to bring death back to heaven. The view that eternity will lead to boredom is based on Bernard Williams’ Necessary Boredom Thesis. Williams argues that when humans do not experience death (immortality), there is a meaning in life that will be lost. The author sees that this view raises questions in two important respects: First, how do believers view the perspective of death as the source of life’s meaning? Second, what is the believer’s perspective on immortality and boredom in the new heaven and new earth—in other words, is immortality something bad and not to be coveted? This paper first examines the philosophical assumptions behind the Necessary Boredom Thesis and shows that compared to the Christian worldview, this thesis does not see human beings holistically, thus making life only partially construed. Secondly, this paper evaluates this thesis with the biblical concept of identity and the new heaven and earth, so that eternity can be interpreted without boredom because we have a relationship with God.
ANALISA TINGKAT KEHILANGAN AIR PADA PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM (PDAM) TIRTA GALAHERANG KABUPATEN MEMPAWAH Wahyudi, Arief; Elvira, -; Nurhayati, -
Jurnal Teknik Sipil Vol 15, No 2 (2015): JURNAL TEKNIK SIPIL VOL 15 NO 2 EDISI DESEMBER 2015
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (175.529 KB) | DOI: 10.26418/jtst.v15i2.25631

Abstract

PDAM Tirta Galaherang Kabupaten Mempawah memiliki upaya untuk meningkatkan sistem penyediaan air minum. Salah satu upaya yang dapat dilakukan yaitu dengan menurunkan kehilangan air secara fisik. Persentase kehilangan air (Non Revenue Water) saat ini dalam sistem penyediaan air minum Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Galaherang adalah sebesar 49,7%. Hal tersebut tentunya sudah di bawah standar toleransi angka kebocoran air bersih PDAM secara nasional menurut Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 20/PRT/M/2006, yaitu kehilangan air maksimal 20%. Tentunya untuk mencapai target tersebut tidaklah mudah, karena pada kenyataannya analisis jumlah kebocoran fisik di sistem penyediaan air minum sulit untuk dilakukan. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisa, menyusun dan menetapkan strategi penurunan kehilangan air minum di sistem distribusi PDAM Tirta Galaherang Kabupaten Mempawah dengan melakukan analisis pada aspek teknis dengan menggunakan metode steptest yaitu teknik untuk mencari lokasi atau area dengan jumlah kehilangan air terbesar di dalam sebuah area. Cara ini lebih cepat dan efektif dalam menentukan area prioritas yang akan dicari titik bocornya. Steptest dilakukan dengan memasang flow meter portable pada pipa inlet untuk merekam aliran air. Kemudian valve di setiap ruas ditutup secara sistematik dan berurutan. Dengan metode ini, akan diketahui dengan pasti ruas mana yang terindikasi kehilangan airnya tertinggi. Hasil dari penelitian ini adalah menganalisis penurunan tingkat kebocoran dari 49,7% menjadi 43,61% dengan mencari kebocoran pada ruas zona yang telah ditentukan  Kata kunci : Sistem distribusi, tingkat kebocoran pipa
Peran Komunitas Pandawara dalam Mengantisipasi Pencemeran Lingkungan Hidup Tamba, Relly; Roland Prawyra Sitorus, Hizkia; Situmorang, Lennai; Wahyudi, Arief; Ibrahim, Maulana
Interdisciplinary Explorations in Research Journal Vol. 2 No. 2 (2024)
Publisher : PT. Sharia Journal and Education Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62976/ierj.v2i2.584

Abstract

Abstract This research aims that researchers use are to find out the role of Pandawara in anticipating environmental pollution, educating the public about environmental pollution and its impact on health, inviting the public to help each other in maintaining a clean and healthy environment, giving appreciation to Pandawara Group for its performance and good intentions in carrying out clean-up actions, seeing Pandawara Group's strategy in the way they invite the public to take clean action together. The research method used by researchers is the method in this article using library research, which is a method of collecting data by understanding and studying theories from various literatures related to the research. There are four stages of library study in research, namely preparing the necessary equipment, preparing a working bibliography, organizing time and reading or recording research materials. The conclusion of the impact of household waste on environmental pollution, especially on water and soil quality around landfills, shows that this problem has a significant impact on environmental sustainability, human health, and plant fertility. Organic waste, plastics, and electronic waste are the main sources of such pollution. To address this, effective waste management measures such as waste reduction, recycling, waste segregation, and proper disposal should be implemented. Keywords: Pandawara, environment, living, pollution Abstrak Penelitian ini bertujuan yang peneliti gunakan adalah mengetahui peran pandawara dalam mengantisipasi pencemaran lingkungan hidup, mengedukasi masyarakat akan pencemaran lingkungan dan dampaknya bagi Kesehatan, mengajak masyarakat untuk saling membantu dalam menjaga lingkungan hidup yang bersih dan sehat, memberikan apresiasi kepada Pandawara Group atas kinerja dan niat baiknya dalam melakukan aksi bersih-bersih, melihat strategi Pandawara Group dalam cara mereka mengajak masyarakat untuk melakukan aksi bersih bersama. Adapun metode penelitian yang digunakan peneliti adalah Metode pada artikel ini menggunakan studi pustaka (library research) yaitu metode dengan pengumpulan data dengan cara memahami dan mempelajari teori-teori dari berbagai literatur yang berhubungan dengan penelitian tersebut. Ada Empat tahap studi pustaka dalam penelitian yaitu menyiapkan perlengkapan alat yang diperlukan, menyiapkan bibliografi kerja, mengorganisasikan waktu dan membaca atau mencatat bahan penelitian. Kesimpulan dari dampak sampah rumah tangga terhadap pencemaran lingkungan, khususnya terhadap kualitas air dan tanah di sekitar Tempat Pembuangan Akhir (TPA), menunjukkan bahwa masalah ini memiliki dampak signifikan terhadap kelestarian lingkungan, kesehatan manusia, dan kesuburan tanaman. Sampah organik, plastik, dan sampah elektronik menjadi sumber utama pencemaran tersebut. Untuk mengatasi hal ini, langkah-langkah pengelolaan sampah yang efektif seperti pengurangan sampah, daur ulang, pemilahan sampah, dan pembuangan yang benar harus diterapkan. Kata kunci : Pandawara, lingkungan, hidup, pencemaran
Illegal Access Melalui Metode Phising Pada Platform Transaksi Digital Cryptocurrency Dalam Perspektif KUHP Baru dan Undang-Undang ITE Ramadhan, Taufiq; Wahyudi, Arief; Lbn Batu, Dewi Pika
Pagaruyuang Law Journal Volume 9 Nomor 2, Januari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/plj.v9i2.7142

Abstract

Indonesia menjadi salah satu negara yang mengalami keadaan darurat dalam hal kejahatan siber. Hal ini terlihat pada peningkatan yang signifikan kasus kejahatan siber yang dirilis oleh Pusiknas Bareskrim Polri Tahun 2022 hingga 2025. Salah satu jenis kejahatannya adalah akses ilegal melalui metode phising pada plaltform transaksi digital cruptocurrency. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis berbagai bentuk phising sebagai modus operandi yang digunakan dalam melakukan kejahatan yang dihimpun melalui direktori putusan mahkamah agung dan menganalisis perbuatannya dalam perspektif KUHP Baru dan UU ITE. Kasus ini menarik untuk diulas secara mendalam melalui analisis hukum yang komprehensif dan bersifat normatif. Oleh karena itu penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis pendekatan yuridis normatif. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, pertama terdapat berbagai bentuk dan modus operandi phising yang dilakukan oleh pelaku kejahatan akses ilegal sebagaimana dihimpun dari direktori putusan mahkamah agung yaitu phising melalui email palsu, phising tool kit, phising menyertakan virus malware, vandalisme cash phising, dan script jebakan. Kedua, dalam perspektif Undang-Undang ITE, akses ilegal dengan metode phising yang menimbulkan kerugian diatur dalam Pasal 30 ayat (3) jo. Pasal 46 ayat (3) jo. Pasal 36 ayat (2) jo. Pasal 51 ayat 2. Materi hukum dalam Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) memisahkan rumusan pasal perilaku kejahatan, akibat yang ditimbulkan, sanksi dan unsur-unsur kejahatannya berbeda dengan Undang-undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP baru) yang lebih efisien karena dalam 1 pasal mengandung rumusan perbuatan, perilaku, akibat dan sanksi pidana sekaligus. Dalam KUHP baru, akses ilegal dengan metode phising diatur pada Pasal 332.
Peningkatan Kesadaran Hukum bagi Guru PPKn untuk Mewujudkan Sekolah Sadar HAM Di SMAS Gajah Mada Kota Medan Wahyudi, Arief; Hadiningrum, Sri; Ibrahim, Maulana; Iqbal, M.; Sihaloho, Oksari
JURNAL PARADIGMA : Journal of Sociology Research and Education Vol. 6 No. 2 (2025): JURNAL PARADIGMA: Journal of Sociology Research and Education
Publisher : Labor Program Studi Pendidikan Sosiologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/raf6jh61

Abstract

Pendidikan Hak Asasi Manusia HAM merupakan pilar fundamental dalam sistem pendidikan nasional yang bertujuan membentuk warga negara yang demokratis dan beradab Sekolah sebagai institusi pendidikan formal memegang peranan strategis dalam internalisasi nilai nilai HAM Guru Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan PPKn berada di garda terdepan dalam proses ini di mana kesadaran hukum mereka menjadi faktor penentu efektivitas pembelajaran dan pembudayaan HAM di lingkungan sekolah Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis urgensi peningkatan kesadaran hukum bagi guru PPKn serta perannya dalam mewujudkan konsep Sekolah Sadar HAM di SMAS Gajah Mada Kota Medan Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus Pengumpulan data dilakukan melalui observasi wawancara mendalam dengan guru PPKn kepala sekolah dan siswa serta studi dokumentasi terhadap perangkat pembelajaran dan kebijakan sekolah Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kesadaran hukum guru PPKn memiliki korelasi positif yang signifikan dengan kemampuan mereka dalam mengintegrasikan prinsip prinsip HAM ke dalam proses belajar mengajar serta dalam menangani potensi pelanggaran hak di kalangan siswa Ditemukan bahwa pemahaman guru yang belum komprehensif terhadap peraturan perundang undangan terkait HAM dan perlindungan anak secara langsung Namun tantangan seperti keterbatasan akses terhadap pelatihan hukum kontemporer dan kurangnya forum diskusi profesional masih menjadi kendala Penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan kesadaran hukum bagi guru PPKn bukan hanya sekadar pelengkap kompetensi melainkan sebuah kebutuhan mendesak urgensi untuk mengakselerasi terwujudnya Sekolah Sadar HAM Diperlukan adanya program pengembangan profesional berkelanjutan yang terstruktur bagi guru untuk memperkuat basis pengetahuan hukum mereka demi menciptakan generasi yang sadar dan menjunjung tinggi hak asasi manusia< p>
Relationship Between The Implementation of the Implementation of Occupational Health and Safety And The Determination of The Type Of Siak Hospital In 2025 Diego, Diego Andika; Edigan, firman; Wahyudi, Arief
Jurnal Olahraga dan Kesehatan (ORKES) Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Olah Raga dan Kesehatan (ORKES)
Publisher : Badnur Medisa Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56466/orkes/Vol4.Iss3.126

Abstract

Siak Hospital as a public health service institution faces challenges in improving the quality of services through the determination of hospital types. The implementation of SMK3 is an important factor that affects the determination of the type of hospital, especially through management commitment, availability of resources, K3 culture, and facilities and infrastructure. This study aims to analyze the relationship between management commitment, resources, K3 culture, and infrastructure facilities to determine the type of Siak Hospital. The research design used quantitative analytics with a cross-sectional approach with 89 respondents selected by stratified random sampling. Analyzed using the Chi-square test. The results showed that there was a significant relationship between management commitment (p=0.003; POR=9.484), resources (p=0.009; POR=5.531), K3 culture (p=0.019; POR=5.253), and infrastructure facilities (p=0.039; POR=4,267) with the determination of the type of hospital. These four factors are significantly related to the determination of the type of Siak Hospital. It is recommended that hospitals strengthen management commitments, ensure adequate resources, and build a positive K3 culture through continuous training and the provision of adequate infrastructure to support hospital type improvement.