Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : AZKIYA

Konsep Fitrah dan Pengembangannya dalam Perspektif Alquran dan Hadis Rosita; Iskandar; Barni, Mahyuddin
AZKIYA Vol 6 No 2 (2023): Juli - Desember 2023
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Kutai Kartanegara Tenggarong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53640/azkiya.v6i2.1419

Abstract

Merujuk pada tujuan penelitian dengan menggunakan desain metode kajian literature review yang mana berfokus pada pembahasan mengenai konsep fitrah dan pengembangannya dalam persepektif alquran dan hadis. Dari literature yang dilakukan, terdapat beberapa temuan, yaitu: kata fitrah (fathara) yang berarti menciptakan, yaitu untuk menyatakan penciptaan sesuatu, seperti khalaqallahus samawati wal ard dan khalaqal insana min alaq, baik secara al-jism maupun an-nafs, ayat tersebut menggunakan kata khalaqa, artinya menisbatkan pelakunya kepada Allah Swt. Makna fithrah (فطر) juga bisa diartikan kejadian, agama, kesucian, potensi dasar atau tabiat. Dalam pandangan pendidikan Islam fitrah diartikan sebagai potensi manusia yang meliputi kekuatan hidup, akal manusia dan kekuatan spritual keagamaan. Pengembangan fitrah dalam perspektif alquran tidak lepas dari penjelasan ayat alquran dalam QS. Ar-Rum (30): 30 dan penafsirannya memaparkan dengan tegas tentang fitrah manusia, yaitu agar manusia hanya beribadah kepada Allah Swt. Dan beberapa redaksi hadis salah satunya menyebutkan bahwa fitrah berarti kesucian jasmani dan rohani. Namun, tidak menutup kemungkinan dalam proses perkembangan dapat menjadikan anak tergelincir kearah yang jauh dari ajaran Islam, sebab didikan yang salah. Oleh sebab itu, pengembangan fitrah manusia yang hanif dalam pendidikan Islam, salah satunya yaitu dapat dilakukan dengan menanamkan nilai-nilai dan mengolah potensi fitrah anak. Pendidik juga mampu menjadi fasilator bagi pelaksanaan seluruh pengaktualisasian potensi yang dimiliki anak dan didukung dengan kurikulum yang dapat membina seluruh aspek kehidupan manusia dan disusun berdasarkan prinsip-prinsip.
Konsep Kejujuran Dalam Perspektif Al Qur'an Hadits Dan Relevansinya Terhadap Implementasi Pendidikan Karakter Kemendikbud Nasiruddin Al Arifi; Iskandar; Barni, Mahyuddin
AZKIYA Vol 6 No 2 (2023): Juli - Desember 2023
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Kutai Kartanegara Tenggarong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53640/azkiya.v6i2.1421

Abstract

Kejujuran merupakan salah satu nilai moral yang menjadi inti dari karakter manusia. Sebagai prinsip dasar, kejujuran mencerminkan integritas dan kualitas moral yang membangun fondasi kuat bagi individu dan masyarakat. Al Qur’an dan hadits selaku inti dari syariat islam menyebut tema kejujuran dalam berbagai pembahasan. Maka penting kiranya memahami konsep kejujuran sesuai ketentuan Al-Qur’an maupun hadits sehingga dapat memaksimalkan implementasi nilai kejujuran sesuai dengan konsep pendidikan karakter yang di canangkan Kemendikbud. Penelitian library research ini menggunakan pendekatan tematik. Dengan teknik dokumentasi sebagai media pengumpulan data, berupa usaha mengumpulkan data dari dokumen yang berkaitan dengan penelitian. Lalu data dianalisis dengan metode content analysis dan diverifikasi dengan triangulasi sumber. Hasil menunjukkan bahwa kejujuran menurut terminologi bahasa arab biasa disebut sebagai amanah, merujuk pada kejujuran dalam menunaikan hak kepada Allah dan sesama dan sidiq yang merujuk pada karakteristik lurus dan membenarkan janji Allah Swt. Lafadz amanah tersebut sebanyak 14 kali dan sidiq tersebut sebanyak 270 kali dalam Al Qur’an, adapun dalam hadits lafadz amanah tersebut 153 kali dan sidiq sebanyak 645 kali. Konsep kejujuran dalam perspektif Al Qur’an dan hadits bermuara kepada 3 pokok: 1) Pemenuhan hak kepada Tuhan, 2) Pemenuhan hak kepada sesama, 3) Keselarasan antara hati, lisan dan tindakan. Pokok-pokok tersebut menjadi dasar dari karakter kejujuran yang menjadi bagian dari nilai pendidikan karakter yang dicanangkan Kemendikbud
Konsep Fitrah dan Pengembangannya dalam Perspektif Alquran dan Hadis Rosita; Iskandar; Barni, Mahyuddin
AZKIYA Vol 6 No 2 (2023): Juli - Desember 2023
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Kutai Kartanegara Tenggarong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53640/azkiya.v6i2.1419

Abstract

Merujuk pada tujuan penelitian dengan menggunakan desain metode kajian literature review yang mana berfokus pada pembahasan mengenai konsep fitrah dan pengembangannya dalam persepektif alquran dan hadis. Dari literature yang dilakukan, terdapat beberapa temuan, yaitu: kata fitrah (fathara) yang berarti menciptakan, yaitu untuk menyatakan penciptaan sesuatu, seperti khalaqallahus samawati wal ard dan khalaqal insana min alaq, baik secara al-jism maupun an-nafs, ayat tersebut menggunakan kata khalaqa, artinya menisbatkan pelakunya kepada Allah Swt. Makna fithrah (فطر) juga bisa diartikan kejadian, agama, kesucian, potensi dasar atau tabiat. Dalam pandangan pendidikan Islam fitrah diartikan sebagai potensi manusia yang meliputi kekuatan hidup, akal manusia dan kekuatan spritual keagamaan. Pengembangan fitrah dalam perspektif alquran tidak lepas dari penjelasan ayat alquran dalam QS. Ar-Rum (30): 30 dan penafsirannya memaparkan dengan tegas tentang fitrah manusia, yaitu agar manusia hanya beribadah kepada Allah Swt. Dan beberapa redaksi hadis salah satunya menyebutkan bahwa fitrah berarti kesucian jasmani dan rohani. Namun, tidak menutup kemungkinan dalam proses perkembangan dapat menjadikan anak tergelincir kearah yang jauh dari ajaran Islam, sebab didikan yang salah. Oleh sebab itu, pengembangan fitrah manusia yang hanif dalam pendidikan Islam, salah satunya yaitu dapat dilakukan dengan menanamkan nilai-nilai dan mengolah potensi fitrah anak. Pendidik juga mampu menjadi fasilator bagi pelaksanaan seluruh pengaktualisasian potensi yang dimiliki anak dan didukung dengan kurikulum yang dapat membina seluruh aspek kehidupan manusia dan disusun berdasarkan prinsip-prinsip.
Konsep Kejujuran Dalam Perspektif Al Qur'an Hadits Dan Relevansinya Terhadap Implementasi Pendidikan Karakter Kemendikbud Nasiruddin Al Arifi; Iskandar; Barni, Mahyuddin
AZKIYA Vol 6 No 2 (2023): Juli - Desember 2023
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Kutai Kartanegara Tenggarong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53640/azkiya.v6i2.1421

Abstract

Kejujuran merupakan salah satu nilai moral yang menjadi inti dari karakter manusia. Sebagai prinsip dasar, kejujuran mencerminkan integritas dan kualitas moral yang membangun fondasi kuat bagi individu dan masyarakat. Al Qur’an dan hadits selaku inti dari syariat islam menyebut tema kejujuran dalam berbagai pembahasan. Maka penting kiranya memahami konsep kejujuran sesuai ketentuan Al-Qur’an maupun hadits sehingga dapat memaksimalkan implementasi nilai kejujuran sesuai dengan konsep pendidikan karakter yang di canangkan Kemendikbud. Penelitian library research ini menggunakan pendekatan tematik. Dengan teknik dokumentasi sebagai media pengumpulan data, berupa usaha mengumpulkan data dari dokumen yang berkaitan dengan penelitian. Lalu data dianalisis dengan metode content analysis dan diverifikasi dengan triangulasi sumber. Hasil menunjukkan bahwa kejujuran menurut terminologi bahasa arab biasa disebut sebagai amanah, merujuk pada kejujuran dalam menunaikan hak kepada Allah dan sesama dan sidiq yang merujuk pada karakteristik lurus dan membenarkan janji Allah Swt. Lafadz amanah tersebut sebanyak 14 kali dan sidiq tersebut sebanyak 270 kali dalam Al Qur’an, adapun dalam hadits lafadz amanah tersebut 153 kali dan sidiq sebanyak 645 kali. Konsep kejujuran dalam perspektif Al Qur’an dan hadits bermuara kepada 3 pokok: 1) Pemenuhan hak kepada Tuhan, 2) Pemenuhan hak kepada sesama, 3) Keselarasan antara hati, lisan dan tindakan. Pokok-pokok tersebut menjadi dasar dari karakter kejujuran yang menjadi bagian dari nilai pendidikan karakter yang dicanangkan Kemendikbud
Konsep Fitrah dan Pengembangannya dalam Perspektif Alquran dan Hadis Rosita; Iskandar; Barni, Mahyuddin
AZKIYA Vol 6 No 2 (2023): Juli - Desember 2023
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Kutai Kartanegara Tenggarong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53640/azkiya.v6i2.1419

Abstract

Merujuk pada tujuan penelitian dengan menggunakan desain metode kajian literature review yang mana berfokus pada pembahasan mengenai konsep fitrah dan pengembangannya dalam persepektif alquran dan hadis. Dari literature yang dilakukan, terdapat beberapa temuan, yaitu: kata fitrah (fathara) yang berarti menciptakan, yaitu untuk menyatakan penciptaan sesuatu, seperti khalaqallahus samawati wal ard dan khalaqal insana min alaq, baik secara al-jism maupun an-nafs, ayat tersebut menggunakan kata khalaqa, artinya menisbatkan pelakunya kepada Allah Swt. Makna fithrah (فطر) juga bisa diartikan kejadian, agama, kesucian, potensi dasar atau tabiat. Dalam pandangan pendidikan Islam fitrah diartikan sebagai potensi manusia yang meliputi kekuatan hidup, akal manusia dan kekuatan spritual keagamaan. Pengembangan fitrah dalam perspektif alquran tidak lepas dari penjelasan ayat alquran dalam QS. Ar-Rum (30): 30 dan penafsirannya memaparkan dengan tegas tentang fitrah manusia, yaitu agar manusia hanya beribadah kepada Allah Swt. Dan beberapa redaksi hadis salah satunya menyebutkan bahwa fitrah berarti kesucian jasmani dan rohani. Namun, tidak menutup kemungkinan dalam proses perkembangan dapat menjadikan anak tergelincir kearah yang jauh dari ajaran Islam, sebab didikan yang salah. Oleh sebab itu, pengembangan fitrah manusia yang hanif dalam pendidikan Islam, salah satunya yaitu dapat dilakukan dengan menanamkan nilai-nilai dan mengolah potensi fitrah anak. Pendidik juga mampu menjadi fasilator bagi pelaksanaan seluruh pengaktualisasian potensi yang dimiliki anak dan didukung dengan kurikulum yang dapat membina seluruh aspek kehidupan manusia dan disusun berdasarkan prinsip-prinsip.
Konsep Kejujuran Dalam Perspektif Al Qur'an Hadits Dan Relevansinya Terhadap Implementasi Pendidikan Karakter Kemendikbud Nasiruddin Al Arifi; Iskandar; Barni, Mahyuddin
AZKIYA Vol 6 No 2 (2023): Juli - Desember 2023
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Kutai Kartanegara Tenggarong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53640/azkiya.v6i2.1421

Abstract

Kejujuran merupakan salah satu nilai moral yang menjadi inti dari karakter manusia. Sebagai prinsip dasar, kejujuran mencerminkan integritas dan kualitas moral yang membangun fondasi kuat bagi individu dan masyarakat. Al Qur’an dan hadits selaku inti dari syariat islam menyebut tema kejujuran dalam berbagai pembahasan. Maka penting kiranya memahami konsep kejujuran sesuai ketentuan Al-Qur’an maupun hadits sehingga dapat memaksimalkan implementasi nilai kejujuran sesuai dengan konsep pendidikan karakter yang di canangkan Kemendikbud. Penelitian library research ini menggunakan pendekatan tematik. Dengan teknik dokumentasi sebagai media pengumpulan data, berupa usaha mengumpulkan data dari dokumen yang berkaitan dengan penelitian. Lalu data dianalisis dengan metode content analysis dan diverifikasi dengan triangulasi sumber. Hasil menunjukkan bahwa kejujuran menurut terminologi bahasa arab biasa disebut sebagai amanah, merujuk pada kejujuran dalam menunaikan hak kepada Allah dan sesama dan sidiq yang merujuk pada karakteristik lurus dan membenarkan janji Allah Swt. Lafadz amanah tersebut sebanyak 14 kali dan sidiq tersebut sebanyak 270 kali dalam Al Qur’an, adapun dalam hadits lafadz amanah tersebut 153 kali dan sidiq sebanyak 645 kali. Konsep kejujuran dalam perspektif Al Qur’an dan hadits bermuara kepada 3 pokok: 1) Pemenuhan hak kepada Tuhan, 2) Pemenuhan hak kepada sesama, 3) Keselarasan antara hati, lisan dan tindakan. Pokok-pokok tersebut menjadi dasar dari karakter kejujuran yang menjadi bagian dari nilai pendidikan karakter yang dicanangkan Kemendikbud