Claim Missing Document
Check
Articles

Upaya Pencegahan Covid-19 Melalui Pembagian Masker Serta Minuman Bergizi Kepada Masyarakat Banjarbaru dan Martapura Lena Rosida; Triawanti Triawanti; Asnawati Asnawati; Didik Dwi Sanyoto; Roselina Panghiyangani; Lisda Hayatie
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 3 (2020): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha Dalam Pemberdayaan Masyarakat Untuk Menyongsong
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (350.144 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v3i0.749

Abstract

COVID-19 cases in Indonesia are increasing as of April 10, reaching 3512 people who have been declared infected with COVID-19, with a death toll of 306 people (8.71%). One of the prevention efforts is to use mask and hand sanitizer and increase immunity status through consumption of nutritious food and drinks. Prevention efforts will work well if we invite the public to participate actively, one of which is the Khosya Berbagi community in Banjarbaru.This activity aims to distribute masks, hand sanitizers and nutritious drinks to the people of Banjarbaru and Martapura, especially those who are vulnerable and have a high risk of being infected with COVID-19. The methods used include identifying people who are prone to infection and have a high risk of infection, making mask, COVID-19 prevention stickers, packaging mask and nutritious drinks, namely honey and milk, followed by distributing gifts to the community. This activity has succeeded in distributing 500 packages consisting of cloth mask, nutritious drinks and hand sanitizer to small traders, pedicab drivers, motorcycle taxi drivers, and road cleaners in Banjarbaru and Martapura. This parcel is also equipped with stickers on efforts to prevent COVID-19. It is hoped that this activity can help people protect themselves from COVID-19.
Pelatihan Pembuatan Minumana Kesehatan Berbahan Jahe Merah dan Jintan Hitam pada Kelompok Ibu-ibu Pengajian Langgar Ar Rahman Banjarbaru Eko Suhartono; Edi Hartoyo; Windy Yuliana Budianto; Lisda Hayatie
Smart Society Empowerment Journal Vol 2, No 3 (2022): Smart Society Empowerment Journal
Publisher : Fakultas Kedokteran UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (987.677 KB) | DOI: 10.20961/ssej.v2i3.64135

Abstract

ABSTRAKPendahuluan: Jahe merah dan jintan hitam merupakan tanaman yang sudah lama digunakan untuk minuman herbal yang bermanfaat untuk kesehatan. Akan tetapi belum banyak masyarakat yang mengetahui cara pembuatannya. Berkaitan dengan tersebut,  dilakukan pelatihan kepada ibu-ibu kelompok pengajian Langgar Ar-Rahman Banjarbaru dengan tujuan memberikan edukasi dan ketrampilan cara pembuatan minuman kesehatan.Metode: Metode yang digunakan adalah induktif partisipatif secara kelompok, yang diikuti oleh 37 anggota kelompok pengajian. Pemberian  materi  melalui penyuluhan dan pelatihan. Materi yang diberikan mulai pemilihan bahan hingga membuat minuman kesehatan yang siap disajikan.Hasil dan Pembahasan: Kegiatan pelatihan pembuatan minuman kesehatan berbahan jahe merah dan jintan hitam berjalan dengan lancar. Para peserta antusias dalam mendengarkan pemaparan materi, dan aktif dalam tanya jawab seputar pembuatan pembuatan minuman kesehatan. Selain itu juga termotivasi untuk meningkatkan kesehatan dengan membuat dan mengonsumsi minuman kesehatan berbahan jahe merah dan jintan hitam.Kesimpulan: kegiatan ini adalah ibu-ibu anggota pengajian Langgar Ar-Rahman termotivasi untuk  membuat dan mengonsumsi minuman kesehatan berbahan jahe merah dan jintan hitam. Kata kunci: jahe merah; jintan hitam; minuman kesehatan ABSTRACTIntroduction: Red ginger and nigella sativa have long been used for herbal drinks that are beneficial for health. However, many people know how to make it. So that training is needed for members of the Langgar Ar-Rahman Banjarbaru recitation group. The aim is to provide education and skills on how to make health drinks.Method: The method used is participatory inductive in groups. The training was attended by 37 members of the study group. The material is given counseling and training. The material provided starts from the selection of ingredients to making health drinks that are ready to be served.Results and Discussion: The training activities ran smoothly. Participants are serious and actively participate in activities. In addition, they are also motivated to improve their health by making and consuming health drinks made from red ginger and black cumin.Conclusion: this activity is that the members of the Langgar Ar-Rahman recitation are motivated to make and consume health drinks made from red ginger and black cumin. Keywords: red ginger; black cumin; healthy drink
Pelatihan Pembuatan Minuman Serbuk Instan Kelakai dan Inovasi Marketing pada Mahasiswa Eko Suhartono; Dona Marisa; Istiana Istiana; Lisda Hayatie
Smart Society Empowerment Journal Vol 2, No 2 (2022): Smart Society Empowerment Journal
Publisher : Fakultas Kedokteran UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (492.717 KB) | DOI: 10.20961/ssej.v2i2.62495

Abstract

Pendahuluan: Mahasiswa yang memulai usaha atau membentuk usaha baru belum banyak. Hasil survey awal diketahui bahwa bahwa 11,6% mahasiswa berminat untuk wirausaha bidang makanan dan minuman kesehatan. Berkaitan dengan tersebut dilakukan pelatihan ini bertujuan untuk menghasilkan produk dan wirausaha minuman serbuk instan kelakai di kalangan mahasiswa.Metode: Metode yang digunakan adalah induktif partisipatif secara kelompok dan individu, yang diikuti oleh 63 peserta (3 narasumber dan 60 mahasiswa). Pemberian  materi  melalui aplikasi Zoom Cloud Meeting. Materi yang diberikan mulai pemilihan bahan hingga cara pemasaran melalui media sosial.Hasil dan Pembahasan: Kegiatan pelatihan pembuatan minuman serbuk instan kelakai dan inovasi marketing pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat berjalan dengan lancar. Para peserta antusias dalam mendengarkan pemaparan materi, dan aktif dalam tanya jawab seputar pembuatan konten-konten pemasaran di media social.Kesimpulan: kegiatan ini adalah mahasiswa termotivasi untuk  membuat usaha baru terutama penggunaan aplikasi untuk marketing.
Uji Aktivitas Ekstrak Etanol Buah Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi L.) sebagai Ovisida dan Insect Growth Regulator terhadap Nyamuk Aedes aegypti Melynda Lauren; Erida Wydiamala; Lisda Hayatie
Homeostasis Vol 4, No 2 (2021)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.086 KB)

Abstract

Abstract: Belimbing wuluh fruit (Averrhoa bilimbi L.) has potential secondary metabolites potentially as ovicides and Insect Growth Regulator (IGR) such as saponins, tannins, flavonoids and terpenoids. This study aims analyze activity of the ethanol extract of belimbing wuluh fruit (Averrhoa bilimbi L.) as an ovicide and Insect Growth Regulator (IGR) against Ae. aegypti. The research is experimental with a completely randomized design method (CRD) consist of seven treatment groups and 4 replications. The ethanol extract of belimbing wuluh fruit has activity as an ovicide with concentrations of 0.04%, 0.05%, 0.07%, 0.12% and 0.18% are 37%, 49%, 59%, 72% and 75%. The results of the One Way Anova test is a significance value of p = 0.000 (p <0.05). The ethanol extract of belimbing wuluh fruit has activity as IGR by inhibiting the emergence of adult mosquitoes, at a concentration of 0.04% by 99% and at a concentration of 0.05%, 0.07%, 0.12% and 0.18% at 100%. Keywords: Insect Growth Regulator (IGR), ovicide, belimbing wuluh fruit (Averrhoa bilimbi L.), Aedes aegypti Abstrak: Buah belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) diketahui mengandung metabolit sekunder seperti saponin, tannin, flavonoid dan terpenoid yang berpotensi sebagai ovisida dan Insect Growth Regulator (IGR). Penelitian ini bertujuan menganalisis aktivitas ekstrak etanol buah belimbing wuluh sebagai ovisida & Insect Growth Regulator (IGR) terhadap nyamuk Ae. aegypti. Jenis pemelitian ini merupakan eksperimental dengan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) menggunakan tujuh kelompok perlakuan dan 4 replikasi. Aktivitas ovisida Ekstrak etanol buah belimbing wuluh di konsentrasi 0,04%, 0,05%, 0,07%, 0,12% dan 0,18% adalah sebesar 37%, 49%, 59%, 72% dan 75%. Pada uji One Way Anova diperoleh signifikasi p= 0,000. Aktivitas IGR Ekstrak etanol buah belimbing wuluh dengan menghambat kemunculan nyamuk dewasa, pada konsentrasi 0,04% sebesar 99% dan pada konsentrasi 0,05%, 0,07%, 0,12% dan 0,18% sebesar 100%. Kata-kata kunci: Insect Growth Regulator (IGR), ovisida, buah belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.), Aedes aegypti
Literature Review: Hubungan Suhu dan Kelembaban Ruangan dengan Keberadaan Jentik Nyamuk Aedes aegypti Sufiani Sufiani; Lisda Hayatie; Djalalluddin Djalalluddin
Homeostasis Vol 4, No 2 (2021)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (234.165 KB)

Abstract

 Abstract: DHF is an infaction caused by dengue virus which difused all over the world included Indonesia. Furthermore, effort made to decrease dengue fever case with controlling the mosquito vector such as hold the mosquito eradication. Adult mosquitos Aedes aegypti population influenced by mosquito larvae existence, several factor that influenced the mosquito larvae existence are temperature and humidity. The purpose of this paper is to analyze the temperature relationship and room humidity with Aedes aegypti mosquito larvae existance. The writing was made by literature review method that is narrative review with Indonesia article search on Google Scholar database and Garuda which published in last 10 years. In addition to the article used in this literature review, there are about 15 article with temperature, humidity, Aedes aegypti mosquito larvae keyword. The results of a review of 15 article, found that 20% of article stated that temperature was associated with the presence of Aedes aegypti mosquito larvae and 60% of articles stated that humidity was related to the presence of Aedes aegypti mosquito larvae. Keywords: temperature, humidity, Aedes aegypti mosquito larvae. Abstrak: DBD merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus dengue yang tersebar diseluruh dunia termasuk Indonesia. Upaya yang dilakukan untuk mengurangi kejadian DBD adalah dengan cara pengendalian nyamuk vektor seperti melakukan kegiatan PSN. Populasi nyamuk dewasa Aedes aegypti dipengaruhi oleh keberadaan jentik nyamuk, beberapa faktor yang mempengaruhi keberadaan jentik nyamuk diantaranya suhu dan kelembaban. Tujuan penulisan ini untuk menganalisis hubungan suhu dan kelembaban ruangan dengan keberadaan jentik nyamuk Aedes aegypti. Penulisan dilakukan dengan metode literature review yaitu narrative review dengan penelusuran artikel berbahasa Indonesia pada database Google Scholar dan Garuda yang diterbitkan dalam 10 tahun terakhir. Artikel yang digunakan dalam literature review ini sebanyak 15 artikel dengan menggunakan kata kunci suhu, kelembaban, jentik nyamuk Aedes aegypti. Hasil tinjauan terhadap 15 artikel, ditemukan 20% artikel  yang  menyatakan bahwa suhu berhubungan dengan keberadaan jentik nyamuk Aedes aegypti dan 60% artikel menyatakan kelembaban berhubungan dengan keberadaan jentik nyamuk Aedes aegypti. Kata-kata kunci: Suhu, kelembaban, jentik nyamuk Aedes aegypti.
Efektivitas Ekstrak Etanol Kulit Buah Mangga Kasturi (Mangifera casturi Kosterm.) Sebagai Larvasida terhadap Larva Aedes aegypti Nisa Febiana; Erida Wydiamala; Lisda Hayatie
Homeostasis Vol 4, No 2 (2021)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.156 KB)

Abstract

Abstract: Kasturi mango skin (Mangifera casturi Kosterm.) has potentially secondary metabolites as larvicides. The aim of this study was to analyze effectivity of kasturi mango skin ethanol extract as larvicide toward Aedes aegypti larvae.  The experimental study used post-test only with control group design method with seven trials consist of five treatment group, is a serial concentration obtained from the preliminary test: concentration 0,1%, 0,2%, 0,4%,0,8% and 1,6%, positive control (temefos 1%), and negative control (pure water) which was given exposure 48 hour with 4 replications. Probit test resulted in LC50=0,328% and LC90=0,733%. Kruskal-Wallis test p=0,000, significant differences larvae mean mortality between the treatment groups and the control group and Mann-Whitney test p=1,000, no significant difference between concentraion 1,6%% with positive control. The conclusion of this experimental is kasturi mango skin (Mangifera casturi Kosterm) ethanol extract  has effectiveness as a larvicide equivalent to temephos 1% at a concentration of 1,6%.  Keywords: kasturi mango skin, larvicide, Aedes aegypti Abstrak: Kulit buah mangga kasturi mengandung metabolit sekunder yang berpotensi sebagai larvasida. Tujuan studi ini guna menganalisis efektivitas ekstrak etanol kulit buah mangga kasturi (Mangifera casturi Kosterm.) terhadap larva Aedes aegypti. Penelitian eksperimental menggunakan metode post-test only with control group design dengan tujuh kelompok percobaan yang tediri dari lima kelompok perlakuan yaitu serial konsentrasi yang diperoleh dari uji pendahuluan: konsentrasi 0,1%, 0,2%, 0,4%,0,8% dan 1,6%, kontrol positif (temefos 1%), dan kontrol negatif (air murni) yang diberikan paparan selama 48 jam dengan 4 kali ulangan. Hasil uji probit diperoleh nilai LC50=0,328% dan LC90=0,733%. Hasil uji Kruskal-Wallis diperoleh p=0,000, yang mengindikasikan adanya beda nyata pada rerata kematian larva pada kelompok perlakuan dan kontrol, adapun hasil pengujian Mann-Whitney diperoleh p=1,000, yang menunjukkan tidak ada beda nyata pada konsentrasi 1,6% dengan kontrol positif. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol kulit buah mangga kasturi memiliki efektivitas sebagai larvasida yang setara dengan temefos 1% pada konsentrasi 1,6%. Kata-kata kunci: kulit buah mangga kasturi, larvasida, Aedes aegypti
Hubungan Usia dan Personal Hygiene dengan Kejadian Pedikulosis Kapitis Patimah Patimah; Syamsul Arifin; Lisda Hayatie
Homeostasis Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.147 KB)

Abstract

Abstract: Pediculosis capitis is a health problem throughout the world, especially in school children who live in dorm. Personal hygiene is an important aspect in determining health status and age is one of the factors that influence health behavior. The purpose of this study was to determine the relationship between age and personal hygiene with the incidence of pediculosis capitis in Darul Hijrah Islamic Boarding School. The research method is observational analytic with cross sectional approach. The sample size of 50 respondents was using the stratified proportional random sampling technique. The results of the statistical test for age is p=0.003; PR=1,67 and personal hygiene is p=0.001; PR=0,64, so it can be concluded that there is a relationship between age and personal hygiene with the incidence of pediculosis capitis in Darul Hijrah Islamic Boarding School Martapura. Keywords:  pediculosis capitis, age, personal hygiene. Abstrak: Pedikulosis kapitis menjadi masalah kesehatan di seluruh dunia terutama pada anak sekolah yang tinggal di asrama. Personal hygiene merupakan aspek penting dalam menentukan status kesehatan dan usia merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi perilaku kesehatan. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan usia dan personal hygiene dengan kejadian pedikulosis kapitis di Pesantren Darul Hijrah Puteri Martapura. Metode penelitian adalah observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Besar sampel 50 responden dengan teknik proportional stratified random sampling. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner dengan uji statistik chi-square. Hasil uji statistik untuk usia didapatkan nilai p=0,003; PR=1,67 dan personal hygiene didapatkan nilai p= 0,001; PR=0,64, sehingga dapat disimpulkan terdapat hubungan antara usia dan personal hygiene dengan kejadian pedikulosis kapitis di Pesantren Darul Hijrah Puteri Martapura. Kata-kata kunci: pedikulosis kapitis, usia, personal hygiene.
Literature Review: Ujl Aktivitas Repelen Ekstrak Etanol Daun Seledrl (Apium Graveolens) terhadap Nyamuk Aedes aegypti Adma Hayani Dona Yanti; Erida Wydiamala; Lisda Hayatie
Homeostasis Vol 4, No 1 (2021)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.732 KB)

Abstract

Abstract: The Aedes aegypti mosquito is a vector that causes Dengue Hemorrhagic Fever. Vector mosquito control to break the chain of transmission is by smoking, larvacide, ovisida, electric mosquito repellent and DEET. This writing is done by analyzing related literature obtained from the search results in the database of medical journals, namely PubMed – MEDLINE, Science Biomed, and Google Scholar. Articles included in Both English and Indonesian and published in 2004-2019. A total of 6 articles are included in this literature review. Celery provides 100% protection in the first I50 minutes with 0nly 0ne t0 two bites in the next 30 minutes of exposure. The literature review aims t0 determine the activity of celery (Apium graveolens) as a repelen against Ae mosquitoes. aegypti. Based on a review from the journal above stated the content of celery potentially as a mosquito repellent Ae. aegypti, especially in celery seeds, stems and leaves with active ingredients that support in it such as flavanoids, alkaloids, tannins, and essential oils.  Keywords: apium graveolens, celery, repellency, Aedes aegypti. Abstrak: Nyamuk Aedes aegypti merupakan vektor penyebab Demam Berdarah Dengue. Pengendalian nyamuk vektor untuk memutus rantai penularan adalah dengan pengasapan, larvasida, ovisida, obat nyamuk elektrik dan DEET. Penulisan ini dilakukan dengan menganalisis literatur terkait yang didapatkan dari hasil pencarian pada database jurnal kedokteran, yaitu PubMed – MEDLINE, Science Biomed, dan Google Scholar. Artikel yang disertakan menggunakan bahasa Inggris  maupun Indonesia dan dipublikasikan pada tahun 2004-2019. Sebanyak 6 artikel disertakan pada literature review ini. Seledri memberikan perlindungan 100% dalam 150 menit pertama dengan hanya satu hingga dua gigitan dalam paparan 30 menit berikutnya. Penulisan literature review ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas seledri (Apium graveolens) sebagai repelen terhadap nyamuk Ae. aegypti. Berdasarkan review dari jurnal diatas menyatakan kandungan seledri berpotensi sebagai pengusir nyamuk Ae. aegypti, khususnya pada biji seledri, batang dan daun dengan kandungan bahan aktif yang menunjang di dalamnya seperti flavanoid, alkaloid, tanin, dan minyak atsiri. Kata-kata kunci: apium graveolens, daun seledri, repelen, Aedes aegypti.
Efektivitas Ekstrak Etanol Akar Bajakah Merah (Spatholobus littoralis hassk) sebagai Antimalaria secara In Vitro terhadap Plasmodium falciparum Sinta Anisa; Erida Wydiamala; Lisda Hayatie
Homeostasis Vol 5, No 1 (2022)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (264.967 KB)

Abstract

Abstract: Malaria is also called vector born disease because it is transmitted through vectors. The potential vector of this disease is the Anopheles sp. This study aimed to test the effectiveness of the ethanol extract of the red bajakah root (Spatholobus littoralis hassk) as an antimalarial in vitro against Plasmodium falciparum. This research is an experimental study with Posttest Only with Control Group Design and consists of 6 treatment groups: 5 extract concentrations, namely concentrations of 0,391 μg/ml, 0,781 μg/ml, 1,562 μg/ml, 3,125 μg/ml, 6,25 μg/ml and a solution DMSO as a negative control. The treatment was carried out with 3 replications. Based on the results of research and data processing, the ethanolic extract of the red bajakah root (Spatholobus littoralis hassk) has effectiveness as an antimalarial against Plasmodium falciparum with an IC50 value of14,877 g/ml which is included in the active category. Keywords : antimalaria, red bajakah root, Plasmodium falciparum Abstrak: Malaria disebut juga vector born disease dikarenakan penularannya melalui vektor. Vektor potensial dari penyakit ini adalah nyamuk Anopheles sp. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas ekstrak etanol akar bajakah merah (Spatholobus littoralis hassk) sebagai antimalaria secara in vitro terhadap Plasmodium falciparum. Penelitian ini merupakan studi eksperimental dengan Posttest Only with Control Group Design dan terdiri dari 6 kelompok perlakuan: 5 konsentrasi ekstrak yaitu konsentrasi 0,391 μg/ml, 0,781 μg/ml, 1,562 μg/ml, 3,125 μg/ml, 6,25 μg/ml dan larutan DMSO sebagai kontrol negatif. Perlakuan dilakukan dengan 3 kali replikasi. Berdasar hasil penelitian dan pengolahan data ekstrak etanol akar bajakah merah (Spatholobus littoralis hassk) memiliki efektivitas sebagai antimalaria terhadap Plasmodium falciparum dengan nilai IC50 sebesar 14.877 μg/ml yang termasuk dalam kategori aktif. Kata-kata kunci : antimalaria, akar bajakah merah, Plasmodium falciparum
Hubungan Pengetahuan dan Kepatuhan Protokol Kesehatan 3M dengan Kejadian Covid-19 di Puskesmas Pemurus Dalam Tahun 2021 Syellin Ivasga Baylina; Farida Heriyani; Lisda Hayatie; Meitria Syahadatina Noor; Edyson Edyson
Homeostasis Vol 5, No 2 (2022)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.246 KB)

Abstract

Abstract: The case of COVID-19 continues to increase. Health protocols are being promoted by the government in an effort to prevent the spread of COVID-19. The purpose of this study was to analyze the relationship between knowledge and adherence to the 3M health protocol with the incidence of COVID-19 in Banjarmasin City. This study used an analytic observational method in the form of a case control in Pemurus Dalam Public Health Center in Banjarmasin City using a questionnaire distributed via a google form link, the data were analyzed using the chi square test. The results showed that subjects in the case group 43% had poor knowledge and 12% did not comply with health protocols when compared to the control group which only had a little bad knowledge (11%) and more who obeyed health protocols (91%). The conclusion of this study is that there is a significant correlation (p value < 0,050) between knowledge and compliance with the 3M health protocol with the incidence of COVID-19 in Pemurus Dalam Community Health Center in 2021. Keywords: knowledge, compliance, health protocol, incidence, COVID-19 Abstrak: Jumlah kasus COVID-19 terus meningkat. Protokol kesehatan sedang digalakkan oleh pemerintah dalam upaya pencegahan penyebaran COVID-19. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan antara pengetahuan dan kepatuhan protokol kesehatan 3M dengan kejadian COVID-19 di Kota Banjarmasin. Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik berupa case control di Puskesmas Pemurus Dalam Kota Banjarmasin dengan menggunakan kuesioner yang disebarkan melalui link google form, data dianalisis menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek pada kelompok kasus 43% memiliki pengetahuan kurang dan 12% tidak mematuhi protokol kesehatan jika dibandingkan dengan kelompok kontrol yang hanya memiliki sedikit pengetahuan buruk (11%) dan lebih banyak yang mematuhi protokol kesehatan (91%). Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan yang signifikan (p value < 0,050) antara pengetahuan dan kepatuhan protokol kesehatan 3M dengan kejadian COVID-19 di Puskesmas Pemurus Dalam Tahun 2021. Kata-kata kunci: pengetahuan, kepatuhan, protokol kesehatan, kejadian, COVID-19
Co-Authors Adma Hayani Dona Yanti Agatha Theodora Desvita Raharjo Alex Syamsuddin Alfina Hilma Anastasia Larasati Andi Azizah M Budiarman Ardi Siswanto Arifin Syamsul Asnawati Asnawati Asnawati Asnawati Assyfa, Nadia Salma Nazwa Aulia Azizaturridha Auryn Widyananda Sindunata Azizaturridha, Aulia Batosamma, Novatalia Darwis, Muhammad Wisnu Adi Dewi Indah Noviana Pratiwi Dewi Indah Noviana Pratiwi Dewi Indah Noviana Pratiwi, Dewi Indah Noviana Dewi Nurdiana Didik Dwi Sanyoto Djalalluddin Djalalluddin Dona Marisa, Dona Dwi Setyohadi, Dwi Edi Hartoyo Edyson Edyson Edyson Edyson Eko Suhartono Erida Wydiamala Erida Wydiamala Evorius Oriwarda Farida Heriyani Farida Heriyani Farida Heriyani Farida Heriyani Febrianti, Helma Fie Khaeriyah Fujiati ., Fujiati Gaida Akmila H. Sufiani Hana Najma Maulidya Harris, Muhammad Fathir Naman Hartina Fajar Damayanti Hendra Wana Nur'amin Hendra Wana Nur'amin Hesty Tri Wira Drana Wasistha Hilma Wardatina Husin, Gt Muhammad Irhamna Husna, Hanna Dwi Aprilia Ika Kustiyah Oktaviyanti Ika Novitasari Irawanto Ismi Aulia Isnaini Isnaini Isnaini Isnaini Istiana Istiana Istiana Istiana Joharman Joharman Joharman Joharman Kartika Veranisa Putri Krisma Aulia Lena Rosida Maisy Naqinie Mashuri Mashuri Mayang Rustia Anggraini Putri Meitria Syahadatina Noor Meitria Syahadatina Noor Melynda Lauren Muhammad Ali Riswandi Muhammad Ali Riswandi, Muhammad Ali Muhammad Fathir Naman Harris Muhammad Ihrammuf Tezar Muhammad Lazuardi Khalfi Muthmainah, Noor Muthmainah, Noor Nadiya Alifa Nur Istiqomah Nadya Hasna Aulia Nasywa Melanie Sugiyanto Nelly Al Audhah Nelly Al Audhah Nika Sterina Skripsiana Nisa Febiana Noer Komari Noor Muthmainah Novatalia Batosamma Nur Annisa Humaira Nur Qamariah Nur Qamariahi Nur Widy Wulandari Nurdiana Dewi Nuria Ra’yal Ain Nur’amin, Hendra Wana Panghiyangani, Roselina Patimah Patimah Putri Sri Hartini Rabbina Rahmah Rahmiati Rahmiati Rahmiati Rahmiati Rahmiati Rahmiati Rahmita Rahmita Reynaldo Gazali Rosihan Adhani, Rosihan Sandi Paufik Sari, Annida Permata Savitri Sita Nursanti Ali Silapurna, Endah Labati Silapurna, Endah Labaty Sinta Anisa Siti Juliati Sufiani Sufiani Syellin Ivasga Baylina Triawanti Triawanti Wahyuni Wahyuni Windy Yuliana Budianto, Windy Yuliana Wydiamala, Erida Zaitun, Nani Zulfa Emelda