Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Growth Rate and Chemical Composition of Secondary Metabolite Extracellular Polysaccharide (EPS) in Microalga Porphyridium cruentum Mutmainnah, Nurul; Risjani, Yenny; Hertika, Asus Maizar Suryanto
The Journal of Experimental Life Science Vol. 8 No. 2 (2018)
Publisher : Graduate School, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1296.901 KB) | DOI: 10.21776/ub.jels.2018.008.02.05

Abstract

Porphyridium cruentum microalgae have great potential to be developed as a source of active ingredients in various fields of health. It excretes secondary metabolites in the form of extracellular polysaccharides (EPS), potentially as antibacterial, antihyperglycemic, and immunostimulant components. This study aims to obtain the best culture density of P. cruentum, the active component of P. cruentum (EPS), and the chemical composition of EPS. The P. cruentum was cultivated on 15%, 20% and 25% culture stock, with an addition of silicate, Fe and vitamins in sterile seawater medium with salinity 35 ‰, pH 8, temperature 25-27°C, with continuous aeration and 2500 lux continuous 24 hours, for 14 days of culture period. The results of this study indicate differences in growth rates and abundance of microalgae to each culture stock. The 15%, 20% and 25% culture stocks each showed stationary phase at days 10th, 12th and 14th, with EPS concentrations of 10 ppt, 12 ppt, and 15 ppt, respectively. Variation of P. cruentum culture showed different EPS results, with a density of 25% capable of producing the highest EPS extract of 15,000 mg.L-1. The EPS is known to contain glucose and carboxylic acid compounds that can be utilized in the health and industrial fields. Keywords: culture, extracellular polysaccharides, Porphyridium cruentum.
Peningkatan Produktivitas dan Pemasaran Lobster Air Tawar melalui Inovasi Pakan Suplementasi Berbasis Asam Amino dan Glukosa serta Digital Marketing di Aquatama Farm Mutmainnah, Nurul
Jurnal SOLMA Vol. 15 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v15i1.22763

Abstract

Pendahuluan: Aquatama Farm merupakan kelompok pembudidaya lobster air tawar di Kota Parepare, Sulawesi Selatan, yang menjadi mitra dalam Program Kemitraan Masyarakat (PKM). Selama ini, mitra menghadapi permasalahan pada aspek produksi, rendahnya tingkat kelangsungan hidup larva lobster air tawar yang masih berada di bawah 30%, sehingga produksi belum mampu memenuhi permintaan pasar. Tujuan utama dari kegiatan PKM ini adalah untuk meningkatkan keberdayaan mitra melalui penerapan inovasi pakan suplemen berbasis asam amino dan glukosa, serta penguatan pemasaran melalui pemanfaatan teknologi digital. Metode: Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui beberapa tahapan yaitu, sosialisasi, pelatihan digital marketing, dan penerapan langsung pakan suplemen, serta dilanjutkan tahap pendampingan yang disertai evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Aquatama Farm sebagai mitra dalam kegiatan memiliki 10 orang anggota yang secara aktif bertugas pada unit pembenihan ini. Hasil: berdasarkan uji statistik menggunakan paired t-test menunjukkan peningkatan signifikan (p<0,05) pemahaman pada seluruh indikator yang diukur. Peningkatan nyata pada pengetahuan, keterampilan, dan kinerja mitra. Pemahaman mitra mengenai fase kritis larva, pengendalian kanibalisme, dan teknik pemberian pakan suplemen meningkat dari kurang dari 40% pada kondisi awal menjadi lebih dari 70% setelah pelatihan. Penerapan pakan suplemen berbasis asam amino dan glukosa terbukti meningkatkan  kelangsungan hidup (SR) larva lobster air tawar yang dipelihara selama 3 bulan, dari <30% menjadi >50%. Pada aspek pemasaran, mitra kini telah memiliki website resmi dan katalog produk digital yang memudahkan promosi serta proses pemesanan produk. Kesimpulan: kegiatan PKM ini memberikan dampak positif dalam meningkatkan efisiensi produksi, memperkuat daya saing usaha pembenihan lobster air tawar, dan mendorong penerapan teknologi tepat guna yang berkelanjutan.