Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

PENERAPAN (PROBLEM - BASED LEARNING) KELAS VII C PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMP BUDI UTOMO SURAKARTA Aziza, Nurul; Muslimin, Edy
MAMBA'UL 'ULUM Vol. 21, No. 2 Oktober 2025
Publisher : Institut Islam Mamba'ul 'Ulum Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54090/mu.956

Abstract

This study aims to examine how Problem-Based Learning (PBL) is implemented in the Islamic Religious Education (PAI), Identify the supporting and inhibiting factors during the implementation of PBL and to describe strategies that can be used to optimize its application in order to improve student learning outcomes. This study employs a descriptive qualitative approach, with data collected through interviews, classroom observations, and documentation. The research was conducted at SMP Budi Utomo Surakarta from October 2024 to September 2025, involving PAI teachers, the homeroom teacher, and students of Grade VII C as the research subjects. Data were analyzed through data condensation, narrative data presentation, and conclusion drawing. The findings indicate that the implementation of PBL in the PAI classroom of Grade VII C is carried out effectively and follows systematic learning stages. Supporting factors include students’ high learning motivation, interactive learning methods, the availability of textbooks and learning media, and the school’s support for innovative teaching. Meanwhile, the inhibiting factors consist of limited instructional time, differences in students’ ability to understand problems, and unequal availability of multimedia facilities in each classroom.Overall, the PBL strategy is considered effective, as it enhances student collaboration, encourages active participation, and develops critical thinking and problem-solving skills.
PENYULUHAN LITERASI HUKUM DAN GREEN ENTREPRENEUR PEREMPUAN DESA UNTUK MENCAPAI SDGS Qoilun, Nur; Ali, Mukti; Permatasari, Ligina; Aziza, Nurul
Jurnal Abdimas Mandiri Vol. 9 No. 3
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jam.v9i3.6130

Abstract

Program Pengabdian kepada Masyarakat ini dilaksanakan di Desa Tawangsari, Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo dengan tujuan meningkatkan pemberdayaan perempuan desa melalui literasi hukum dan pengembangan kewirausahaan berkelanjutan berbasis lingkungan (green entrepreneur) sebagai upaya mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDG). Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh rendahnya tingkat pemahaman hukum, keterbatasan akses perempuan desa terhadap pendidikan formal dan perizinan usaha, serta minimnya pengetahuan tentang prinsip kewirausahaan ramah lingkungan. Padahal, sebagian besar perempuan di Desa Tawangsari berperan penting sebagai pelaku usaha mikro dan penopang ekonomi keluarga. Metode pelaksanaan dilakukan melalui pendekatan partisipatif yang meliputi tahapan persiapan dan pemetaan kebutuhan, sosialisasi literasi hukum, pelatihan green entrepreneur dan manajemen usaha, serta pendampingan dalam legalitas usaha. Peserta kegiatan berjumlah 80 orang yang merupakan penggerak PKK desa dan pelaku usaha kuliner rumah tangga. Berdasarkan hasil kuesioner yang dibagikan setelah kegiatan menunjukkan peningkatan rata-rata pemahaman peserta terhadap literasi hukum usaha sebesar 31,06% dan terhadap potensi green entrepreneur sebesar 42,98%. Peserta menunjukkan antusiasme tinggi terhadap pelatihan, namun masih terkendala pada akses pelatihan lanjutan dan pengetahuan pemasaran digital. Kegiatan ini memberikan dampak positif berupa meningkatnya kesadaran hukum, kemandirian ekonomi, dan kesadaran lingkungan. Dukungan dari pemerintah desa, akademisi, dan masyarakat sangat diperlukan untuk memperkuat keberlanjutan program green entrepreneurship perempuan desa yang legal, inovatif, dan berwawasan lingkungan.
Edukasi tentang kepatuhan pembatasan cairan kepada pasien gagal ginjal kronik Maritasari, Dwi Yulia; Aziza, Nurul; Surya, Syiefa Renanda; Karyus, Aila; Listina, Febria; Oktarida, Avina
JOURNAL of Public Health Concerns Vol. 5 No. 12 (2026): JOURNAL of Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v5i12.2473

Abstract

Background: Chronic Kidney Disease (CKD) is a progressive decline in kidney filtration function lasting more than three months, often with non-specific symptoms that allow the disease to advance unnoticed. Hemodialysis is the most widely used renal replacement therapy; however, patient adherence to fluid restriction remains a major challenge, as non-compliance can lead to fluid overload, edema, dyspnea, and increased mortality risk through elevated Inter-Dialytic Weight Gain (IDWG). Studies indicate that adherence to fluid restriction is associated with improved quality of life, with success strongly influenced by family support and the implementation of self-care practices including diet, medication, and physical activity. Video-based educational media has proven effective in enhancing patient knowledge, attitudes, and behaviors, thereby promoting adherence to hemodialysis therapy and reducing long-term complications. Purpose: Increase patient understanding of the impact of excess fluid on the body and the serious complications that can occur if fluid restrictions are not adhered to. Method: This community service activity was conducted in a hemodialysis unit involving 68 patients with fluid overload, identified by significant inter-dialytic weight gain, edema, or hypertension. Samples were selected through observation based on weight gain criteria between sessions. An educational and participatory approach was applied, with fluid restriction education delivered via video displayed in the hemodialysis room, accompanied by interactive discussions. Patient engagement was observed to assess involvement and comprehension, while knowledge levels were evaluated through question-and-answer sessions and peer experience sharing. Results: The intervention demonstrated increased knowledge and active engagement among hemodialysis patients following video-based counseling. The visually and interactively packaged material effectively captured patient attention, while accompanying discussions reinforced understanding. Video-based educational interventions integrated knowledge, attitudes, and behaviors synergistically, supporting adherence to fluid restriction and improving the quality of hemodialysis therapy. Conclusion: Video-based health promotion is an effective educational tool to enhance patient adherence to fluid restriction in hemodialysis. Improved adherence positively impacts the control of Inter-Dialytic Weight Gain (IDWG), making video media a recommended component of routine educational strategies to support therapy success and patient quality of life. Suggestion: Health care facilities, particularly hemodialysis units, are advised to integrate video media into routine education to strengthen patient adherence to fluid restriction. Regular evaluation of adherence should involve family support to ensure a more comprehensive and sustainable educational process. Keywords: Chronic kidney disease; Compliance; Fluid restriction; Health education; Hemodialysis Pendahuluan: Gagal ginjal kronik (Chronic Kidney Disease/CKD) merupakan penurunan fungsi filtrasi ginjal yang berlangsung lebih dari tiga bulan dengan gejala yang sering tidak spesifik, sehingga penyakit dapat berkembang ke tahap lanjut tanpa disadari. Hemodialisis menjadi terapi pengganti ginjal yang paling banyak digunakan, namun kepatuhan pasien terhadap pembatasan cairan masih menjadi tantangan utama karena ketidakpatuhan dapat menimbulkan kelebihan cairan, edema, sesak napas, hingga meningkatkan risiko mortalitas melalui Inter-Dialytic Weight Gain (IDWG) yang tinggi. Penelitian menunjukkan bahwa kepatuhan terhadap pembatasan cairan berhubungan dengan kualitas hidup pasien, dan keberhasilan sangat bergantung pada dukungan keluarga serta penerapan self care yang mencakup diet, pengobatan, dan aktivitas fisik. Media edukasi berbasis video terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku pasien, sehingga dapat mendorong kepatuhan terhadap terapi hemodialisis dan menekan komplikasi jangka panjang. Tujuan: Meningkatkan pemahaman pasien tentang dampak kelebihan cairan terhadap tubuh serta komplikasi serius yang dapat terjadi apabila tidak mematuhi pembatasan cairan Metode: Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di ruang hemodialisis dengan melibatkan 68 pasien yang mengalami kelebihan cairan, ditandai oleh peningkatan berat badan inter-dialytic, edema, atau hipertensi. Sampel ditentukan melalui observasi pasien dengan kriteria peningkatan berat badan signifikan antar kunjungan. Pendekatan yang digunakan bersifat edukatif dan partisipatif. Edukasi mengenai pembatasan cairan disampaikan melalui media video yang ditayangkan di ruang hemodialisis, disertai diskusi interaktif antara pasien dan pemateri. Aktivitas peserta diamati untuk menilai keterlibatan dan pemahaman, sedangkan tingkat pengetahuan dievaluasi melalui sesi tanya jawab serta berbagi pengalaman antar pasien. Hasil: Adanya peningkatan pengetahuan dan keterlibatan aktif pasien hemodialisis setelah mengikuti penyuluhan melalui media video. Penyampaian materi yang dikemas secara visual dan interaktif efektif menarik perhatian pasien, diskusi yang menyertai tayangan memperkuat pemahaman mereka. Intervensi edukatif berbasis video yang disertai diskusi mampu mengintegrasikan aspek pengetahuan, sikap, dan perilaku pasien secara sinergis, sehingga mendukung kepatuhan terhadap pembatasan cairan dan kualitas terapi hemodialisis. Simpulan: Media promosi kesehatan berbasis video merupakan alat edukasi yang efektif dalam meningkatkan kepatuhan pasien hemodialisis terhadap pembatasan cairan. Peningkatan kepatuhan tersebut berdampak positif pada pengendalian Inter-Dialytic Weight Gain (IDWG), sehingga penggunaan media video dapat direkomendasikan sebagai bagian dari strategi edukasi rutin untuk mendukung keberhasilan terapi dan kualitas hidup pasien. Saran: Fasilitas pelayanan kesehatan khususnya unit hemodialisis, dapat mengintegrasikan media video sebagai bagian dari edukasi rutin untuk meningkatkan kepatuhan pasien terhadap pembatasan cairan. Evaluasi kepatuhan perlu dilakukan secara berkala dengan melibatkan dukungan keluarga, sehingga proses edukasi lebih komprehensif dan berkelanjutan.