Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

PENGEMBANGAN ENTREPRENEURSHIP PEREMPUAN MELALUI PELATIHAN PENINGKATAN PRODUK INDUSTRI Aziza, Nurul; Darno, Darno; Destian, Kuswana Rama; Prasnowo, M Adhi
Jurnal Abdimas UNU Blitar Vol 6 No 1 (2024): Vol 6 No 1 (2024): Volume 6 Nomor 1 : Juli 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/jppnu.v6i1.284

Abstract

Salah satu komponen penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan pemberdayaan gender adalah pengembangan kewirausahaan perempuan. Pelatihan pembuatan agar-agar dan puding ini bertujuan untuk menggali potensi ibu-ibu rumah tangga di Sambikerep Surabaya dalam membuat agar-agar dan puding sebagai sarana untuk meningkatkan kemampuan wirausaha perempuan dan mendorong kemandirian ekonomi keluarga. Peserta pelatihan adalah ibu-ibu dari berbagai latar belakang pendidikan dan ekonomi. Data dikumpulkan melalui wawancara untuk mengukur pemahaman kewirausahaan, peningkatan pengetahuan bisnis, dan keterampilan dalam membuat agar-agar dan puding sebagai sumber pendapatan baru. Para peserta menyampaikan kesulitan-kesulitan yang mereka alami ketika membuka usaha baru. Diharapkan kegiatan pelatihan ini memberikan dampak positif bagi kesejahteraan ekonomi keluarga. Kegiatan pengabdian ini menunjukkan bahwa pelatihan pembuatan agar-agar dan puding dapat menjadi alat yang efektif untuk mengembangkan kewirausahaan perempuan, merangsang pertumbuhan ekonomi lokal, dan memfasilitasi pemberdayaan perempuan. Hasil evaluasi akhir didapatkan bahwa pemahaman peserta terhadap materi analisis pengembangan usaha sebesar 95% sedangkan pemahaman materi demontrasi dan praktik pembuatan jelly dan puding sebesar 83%. Saran untuk mengembangkan program pelatihan serupa juga didiskusikan untuk mendukung pengembangan kewirausahaan perempuan dalam berbagai konteks sosial dan ekonomi.
Relationship Between Personal Hygiene and the Incidence of Diarrhea in Children Komariah, Komariah; Aziza, Nurul; Putri, Dian Utama Pratiwi; Budiati, Endang
Proceedings of the International Conference on Nursing and Health Sciences Vol 6 No 1 (2025): January-June 2025
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/picnhs.v6i1.5991

Abstract

Diarrhea is increasing frequency of defecate as much as 3 or more in 1 day and the consistency more liquid from normal humans. Diarrhea is usually a symptom of intestinal infection, which can be caused of some bacteria, virus, parasite. The infection are disperse through contaminated food and drink, or people to people as a effect of the poor hygiene. This research study is aimed to know the correlation of incidence of diarrhea with personal hygiene in children at regional Lemong public health center in 2023. Method used on this research is quantitative method with a cross sectional study approach. The sample is determined by probably sampling and sample obtained 55 respondents. The tools used to collect data in this research is questionnaire sheet then analyzed by Chi square statistical tests. The data is analyzed with statistic software. Statistical test results found a significant correlation or relationship between incindence of diarrhea and the behavior of washing hand with soup (ρ-value =0,001), significant correlation between the incidence of diarrhea with the behavior of maintaining hand and nail hygiene (ρ-value <0,002), significant correlation between the incidence of diarrhea with defecation behavior (ρ-value <0,048). It can be concluded that personal hygiene is related to the incidence of diarrhea in regional of Lemong public health center, west coast district in 2023. So it can be concluded that personal hygiene is related to the incidence of diarrhea in regional of the Lemong Public Health Center, Pesisir Barat District in 2023.
Hubungan pola asuh dengan kejadian stunting pada anak usia 24-59 bulan Listina, Febria; Maritasari, Dwi Yulia; Aziza, Nurul; Rukmana, Nova Mega; Agata, Annisa
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 19 No. 1 (2025): Volume 19 Nomor 1
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v19i1.736

Abstract

Background: Stunting is a condition in which toddlers have a length or height that is less when compared to age. The factor of bad parenting in the family is one of the causes of nutritional problems. A preliminary study conducted by researchers at the Sumber Arum village obtained data have a stunting toddler with a total of 41 children under five from the target number of 0-5 years as many as 267 and designated as 10 areas with locus stunting. Purpose: To relationship of parenting with the incidence of stunting in children aged 24-59 months. Method: Analytical research with a cross-sectional approach. The population in this study were toddlers aged 24-59 months totaling 108 people with a sampling technique using the Slovin formula. The sample in this study amounted to 85 respondents. Data analysis used univariate and bivariate chi square tests. Results: The relationship analysis using the chi square test, obtained a p-value of 0.000 (p<0.05), which means that there is a significant relationship between maternal parenting patterns and the incidence of stunting in Sumber Arum Village, Kotabumi I Health Center Working Area in 2023 and obtained OR amounting to 0.066 (95% CI 0.023-0.192) indicating that toddlers who receive parenting are 0.066 times the determining factor in the occurrence of stunting. Conclusion: There is a relationship between maternal parenting patterns and the incidence of stunting in children aged 24-59 months, indicated by the results of p-value = 0.000 and OR = 0.066. Suggestion: Further research can add to the experience and insight of science about stunting. In addition, it can use the same variables, but the respondent groups and characteristics are different.   Keywords: Parenting; Stunting; Toddlers.   Pendahuluan: Stunting adalah kondisi ketika balita memiliki panjang atau tinggi badan yang kurang jika dibandingkan dengan balita seumurannya. Faktor pola asuh yang tidak baik dalam keluarga merupakan salah satu penyebab timbulnya permasalahan gizi. Studi pendahuluan yang dilakukan peneliti di Desa Sumber Arum diperoleh data memiliki balita stunting dengan jumlah 41 balita dari jumlah sasaran anak usia 0-5 tahun sebanyak 267 dan ditetapkan sebagai 10 daerah dengan locus stunting. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan pola asuh dengan kejadian stunting pada anak usia 24-59 bulan. Metode: Penelitian analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah 108 balita berusia 24-59 bulan dengan teknik sampel menggunakan rumus slovin. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 85 responden. Analisis data menggunakan univariat dan bivariat uji chi square. Hasil: Analisis menggunakan uji chi square diperoleh p-value sebesar 0.000 (p<0.05), berarti terdapat hubungan yang signifikan antara pola asuh ibu dengan kejadian stunting dan diperoleh OR sebesar 0.066 (95% CI 0.023-0.192) menunjukkan balita yang mendapat pengasuhan, 0.066 kali lipat dari faktor penentu terjadinya stunting. Simpulan: Ada hubungan pola asuh ibu dengan kejadian stunting pada anak usia 24-59 bulan, ditunjukkan dengan hasil p-value =0.000 dan OR =0.066. Saran: Penelitian selanjutnya dapat menambah pengalaman dan wawasan ilmu pengetahuan tentang stunting. Selain itu, dapat menggunakan variabel yang sama, tetapi kelompok responden dan karakteristik yang berbeda.   Kata Kunci: Balita; Pola Asuh; Stunting.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Tingginya Angka Permintaan Rujukan Pasien BPJS di Puskesmas Tiuh Tohou Kecamatan Menggala Kabupaten Tulang Bawang Tahun 2023 Astuti, Dewi; Listina, Febria; Aziza, Nurul
Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan Vol. 7 No. 1 (2024): Jurnal Ilmiah MANUSIA DAN KESEHATAN
Publisher : FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/makes.v7i1.2527

Abstract

ABSTRAK Tingginya permintaan rujukan berdampak pada peningkatkan beban finansial bagi BPJS serta meningkatkan beban kerja rumah sakit sehingga menurunkan kualitas pelayanan yang diberikan, panjangnya antrian di rumah sakit, sehingga dapat memperburuk kondisi kesehatan pasien. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang berhubungan dengan tingginya angka rujukan di Puskesmas Tiuh Tohou Kecamatan Menggala Kabupaten Tulang Bawang tahun 2023. Jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi adalah seluruh seluruh pasien BPJS di Puskesmas Tiuh Tohou dengan jumlah sampel yang diambil 89 responden dengan teknik simple accidental sampling. Uji analisa yang digunakan adalah uji statistik chi square. Hasil analisa karakteristik responden sebagian besar dengan usia > 45 tahun (52,81%), pendidikan menengah (52,81%), dan bekerja (70,79%). Pengetahuan pasien sebagian besar kurang baik (60,67%), kepuasan pasien kurang (53,93%), sarana dan prasarana yang baik (60,67%), jarak ke rumah sakit rujukan yang dekat (51,69%). Ada hubungan pengetahuan pasien (p: 0,002; OR: 4,364), kepuasan pasien (p: 0,002;OR: 4,243), sarana dan prasarana (p: 0,009 dan OR: 3,636), dan jarak ke rumah sakit rujukan (p: 0,008 dan OR: 3,488) dengan tingginya angka rujukan di Puskesmas Tiuh Tohou Kecamatan Menggala Kabupaten Tulang Bawang tahun 2023. Sehingga pihak puskesmas untuk dapat lebih meningkatkan beberapa faktor yang terkait dengan tingginya permintaaan angka rujukan seperti memberikan sosialisais terkait dengan sistem rujukan di puskesmas, meningkatkan pelayanan, dan melakukan pemeliharaan secara rutin terhadap sarana dan prasarana yang ada sehingga permintaan rujukan dapat lebih menurun.
Hubungan Faktor Pembentuk Budaya Keselamatan Kerja terhadap Safety Behavior di Rumah Sakit Rosita, Selvia; Aziza, Nurul; Arisandi, William
Jurnal Dunia Kesmas Vol 14, No 2 (2025): Volume 14 Nomor 2
Publisher : Persatuan Dosen Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v14i2.17508

Abstract

Budaya keselamatan dapat terbentuk dengan adanya faktor pembentuk budaya keselamatan. Berdasarkan hasil pra survey di RSUD X terjadi peningkatan kasus kecelakaan kerja selama 3 tahun terakhir Berdasarkan analisis yang dilakukan oleh tim PPI dan PMKP kasus tersebut terjadi karena prosedur yang tidak dijalankan seperti tidak menggunakan alat pelindung diri, terburu-buru ketika bekerja membuang jarum suntik bekas pakai tidak pada tempatnya, kompetensi petugas yang kurang diperbaharui. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara faktor pembentuk budaya keselamatan terhadap safety behavior. Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi pada penelitian ini berjumlah 146 dengan total sampel sebanyak 107 responden yang diperoleh menggunakan tekniks imple random sampling. Analisa data terdiri dari univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil diketahui terdapat hubungan antara komitmen manajemen, peraturan dan prosedur, keterlibatan pekerja dalam K3, kompetensi dan lingkungan social pekerja terhadap safety behavior. Hasil diketahui tidak terdapat hubungan antara komunikasi terhadap safety behavior. Saran yang diberikan manajemen rumah sakit mensosialisasikan kembali bahwa rumah sakit memiliki komite K3 RS serta ketua komite K3 RS melakukan advokasi kepada direktur rumah sakit melalui pertemuan mingguan dalam rangka mendapatkan komitmen dari semua pemangku kebijakan dan pelaksana kebijakan bahwa masalah keselamatan dan kesehatan kerja merupakan kewajiban bersama.
Peningkatan Pengetahuan Tentang Pencegahan Diare dan Pengelolaan Air Bersih Di Desa Way Hui Kabupaten Pesawaran Aziza, Nurul; Karyus, Aila; Maritasari, Dwi Yulia; Monika, Dinda
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 4 No 1 (2025)
Publisher : Gayaku Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58222/juvokes.v4i1.1313

Abstract

Pada Tahun 2022 target penemuan kasus diare balita di Kabupaten Pesawaran berjumlah 7.708 kasus dengan hasil penemuan kasus diare balita 1.071 kasus atau sebesar 13,90%. (Dinas Kesehatan Kabupaten Pesawaran, 2022). Sasaran penyuluhan adalah ibu batita sebanyak 30 orang di posyandu desa Way Hui kabupaten Pesawaran. Penyuluhan di laksanakan di salah satu rumah kader posyandu di desa Way hui Kabupaten Pesawaran. Penyuluhan kesehatan dilakukan dengan metode ceramah, selama kegiatan berlangsung kondusif dan interaktif responden aktif bertanya dan menyimak materi yang di sampaikan oleh tim pengabdian, kegiatan penyuluhan berlansung selama 35 menit dan di lanjutkan dengan sesi diskusi Tanya jawab selama 15 menit. Setelah di lakukan penyuluhan responden di beri kuesioner dan di dapatkan hasil pengetahuan responden meningkat yang di tandai dengan peningkatan hasil nilai rata rata dari post test 87,5. Dapat dibuktikan bahwa penyuluhan kesehatan yang baik akan memberikan peningkatan pengetahuan masyarakat terhadap diare an pengelolaan air bersih
Entrepreneurship and Sustainable Development Goals: An SCT Model Analysis Prasnowo, M Adhi; Aziza, Nurul; Sulaiman, Arif
BIMA Journal (Business, Management, & Accounting Journal) Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muda (PDM) Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/bima.6.1.11-18

Abstract

Purpose: This study aims to explore how entrepreneurship contributes to achieving the Sustainable Development Goals (SDGs) in Sidoarjo Regency. Methodology: Using a quantitative approach, the research applies the Script Concordance Test (SCT) to assess how well entrepreneurial actions align with sustainability principles. Data were collected from 30 entrepreneurs across various sectors, carefully selected to ensure diverse perspectives. The SCT scores reveal an average alignment of 0.77, reflecting a solid understanding of sustainability among entrepreneurs. Results: The findings demonstrate that entrepreneurship significantly supports SDGs, especially by creating jobs (with a workforce increase of 32%) and improving economic well-being through higher average incomes. However, challenges remain in environmental sustainability, where scores are lower for practices like using eco-friendly materials (0.55) and reducing carbon emissions (0.47). Entrepreneurs cited barriers such as limited access to technology, financial constraints, and insufficient policy support. Novelty: This study is novel in applying SCT to entrepreneurship, offering a fresh perspective on decision-making in sustainability. It highlights the importance of technological innovation and multi-stakeholder collaboration in fostering a thriving, sustainable entrepreneurial ecosystem. Practical Implications: To bridge the gaps, policymakers are encouraged to provide fiscal incentives, enhance digital literacy, and simplify regulatory processes. Collaboration among governments, private sectors, and communities is crucial to empower entrepreneurs and foster sustainable growth. Conclusion: Entrepreneurship is more than an economic driver; it is a force for addressing social and environmental challenges. With the right support and policies, entrepreneurs in Sidoarjo can set a powerful example of how local initiatives contribute to global SDGs. Type of Paper: Empirical Research Paper.
Hubungan status demografi dengan pengetahuan kesehatan reproduksi pasien rawat jalan Aziza, Nurul; Rumana, Nova Mega
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 5 No 4 (2025): September Edition 2025
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v5i4.1167

Abstract

Background: Reproductive health problems in the Bandar Lampung area remain at around 118 cases, both new and existing. Approximately 52 patients visit the Bakung Community Health Center for treatment with reproductive problems. Considering the livelihoods of the residents within the Bakung Community Health Center's coverage area, the majority are fishermen and have little knowledge about maintaining reproductive health. Purpose: To determine the relationship between reproductive health knowledge and the demographic status of outpatients at the Bakung Community Health Center. Method: The research design used was a descriptive correlation with a cross-sectional approach. This study aimed to determine the relationship between the independent and dependent variables after identifying the characteristics of each variable (Notoatmodjo, 2002). Results: Statistical tests showed a p-value of 0.000 for the education level variable, a p-value of 0.009 for the respondent's age variable, and a p-value of 0.000 for the respondent's occupation and knowledge level. Conclusion: There is a significant relationship between education level, age, and occupation and respondents' knowledge level.   Keywords: Demographics; Patients; Reproduction.   Pendahuluan : Masalah kesehatan reproduksi di wilayah Bandar Lampung masih berkisar 118 kasus baik berupa kasus baru dan kasus lama. Wilayah Puskesmas Bakung pasien yang datang untuk berobat dengan masalah reproduksi berkisar 52 orang untuk berkonsultasi tentang masalah reproduksi.  Apabila dilihat dari mata pencaharian penduduk yang berada di wilayah kerja Puskesmas Bakung, rata-rata para penduduk yang ada hanya sebagai nelayan yang mempunyai sedikit pengetahuan tentang menjaga kesehatan reproduksi. Tujuan : Untuk mengetahui hubungan pengetahuan kesehatan reproduksi dengan status demografi pasien rawat jalan di Puskesmas Bakung Metode : Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional, yaitu untuk mengetahui hubungan antara variabel bebas (independen) dan variabel terikat (dependen) setelah diketahui karakteristik dari masing-masing variabel (Notoatmodjo, 2002). Hasil : Uji statistik menunjukkan p-value=0,000 pada variabel tingkat pendidikan,  p-value=0,009 pada variabel tingkat usia responden, dan p-value=0,000 pada variabel pekerjaan responden dengan tingkat pengetahuan responden. Simpulan: Ada hubungan yang signifikan antara tingkat pendidikan, usia, dan pekerjaan dengan tingkat pengetahuan responden.   Kata Kunci: Demografi; Pasien; Reproduksi.
Pemanfaatan Tanaman Serai Wangi untuk Mencegah Nyamuk Malaria di Desa Lempasing Kabupaten Pesawaran Aziza, Nurul; Ramadhanty, Tiara Kharisma; Yazid, Syifa Alghaniya; Cahyani, Luthfiah Agustina
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat: Peduli Masyarakat Vol 5 No 1 (2025): Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat: Peduli Masyarakat: Janua
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal Bekerjasama dengan CV Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/psnpkm.v5i1.7075

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Desa Lempasing, Kabupaten Pesawaran, dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pemanfaatan tanaman serai wangi sebagai upaya alami dalam mencegah gigitan nyamuk malaria. Manfaat dari kegiatan ini adalah memberikan edukasi berbasis potensi lokal yang ramah lingkungan dan berkelanjutan untuk pencegahan penyakit menular, khususnya malaria, yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di wilayah pedesaan. Metode kegiatan berupa penyuluhan interaktif yang dilaksanakan kepada ibu-ibu rumah tangga sebagai sasaran utama. Untuk mengukur efektivitas kegiatan, dilakukan pre-test dan post-test terhadap 20 responden. Hasil menunjukkan terjadi peningkatan rata-rata skor dari 4,05 pada pre-test menjadi 5,90 pada post-test. Selain itu, peserta dengan skor rendah (0–2) menurun drastis, sementara peserta dengan skor sedang hingga tinggi meningkat signifikan. Hal ini menunjukkan bahwa penyuluhan yang diberikan efektif dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pemanfaatan serai wangi sebagai repelen alami. Dengan demikian, kegiatan ini memberikan dampak positif dalam meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat serta mendorong penggunaan tanaman lokal sebagai solusi kesehatan lingkungan.
Pengabdian Masyarakat: Strategi Promosi Kesehatan Pentingnya tentang Menjaga Kesehatan Reproduksi Remaja di Masa Mendatang SMPN 27 Pesawaran Putri, Dian Utama Pratiwi; Listina, Febria; Mardanissa, Serly Agustika; Widiti, Ni Kadek; Anggistin, Salsa Bila; Aziza, Nurul
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat: Peduli Masyarakat Vol 5 No 1 (2025): Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat: Peduli Masyarakat: Janua
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal Bekerjasama dengan CV Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/psnpkm.v5i1.7077

Abstract

Remaja merupakan kelompok usia yang rentan terhadap berbagai permasalahan kesehatan, termasuk kesehatan reproduksi. Rendahnya pemahaman tentang perubahan biologis, pentingnya menjaga kebersihan organ reproduksi, serta risiko perilaku seksual yang tidak sehat dapat berdampak buruk terhadap masa depan remaja. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di SMPN 27 Pesawaran dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan siswa kelas IX mengenai kesehatan reproduksi. Metode yang digunakan adalah ceramah interaktif disertai diskusi, pembagian leaflet, serta pre-test dan post-test sebagai alat evaluasi. Kegiatan diikuti oleh 79 siswa dan dilaksanakan selama satu hari. Hasil pre-test menunjukkan adanya pemahaman awal yang belum merata, sementara hasil post-test menunjukkan peningkatan skor yang signifikan, dengan rata-rata nilai meningkat dari 8,67 menjadi 9,49. Siswa juga terlihat antusias selama kegiatan berlangsung. Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan edukatif melalui metode ceramah dan media visual dapat meningkatkan pemahaman remaja mengenai kesehatan reproduksi secara efektif. Program penyuluhan serupa perlu dilakukan secara berkala untuk menciptakan generasi remaja yang lebih sadar dan bertanggung jawab terhadap kesehatan dirinya.