Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Hubungan pekerjaan dengan perilaku pencegahan penularan tuberkulosis Rukmana, Nova Mega; Aziza, Nurul; Liana, Safa
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 5 No 4 (2025): September Edition 2025
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v5i4.1594

Abstract

Background: Factors that can determine a person's exposure to disease/health behavior. A theoretical framework known as the Health Belief Model (HBM) is a concept used to examine factors that influence individuals in taking health actions, including tuberculosis prevention measures by TB patients. Purpose: To explore the relationship between occupation and tuberculosis prevention behavior. Method: The research design used was a quantitative study with an analytical cross-sectional method. The subjects in this study were 78 pulmonary TB patients registered in medical records in the Kedaton Community Health Center (Puskesmas) working area during the period January–June 2025. The sample selection used a total sampling method because the available population size was less than 100 respondents. Analysis was conducted using a chi-square test. Results: Of the 6 respondents who work as civil servants/ASN, there are 4 respondents (66.7%) who have good TB transmission prevention behavior, while of the 22 respondents who do not have jobs, 15 respondents (68.2%) have poor TB transmission prevention behavior. Based on the results of statistical tests, a p-value of 0.000 or p-value <0.05 was obtained. Conclusion: There is a relationship between occupation and tuberculosis prevention behavior with a p-value <0.05. Suggestion: These findings can be used as consideration by the Kedaton Community Health Center for evaluation and to help assess the extent of occupational influence in this context.   Keywords: Occupation; TB Transmission Prevention Behavior   Pendahuluan: Faktor yang dapat menentukan seseorang terpapar penyakit/perilaku kesehatan seseorang. Sebuah kerangka teori yang dikenal sebagai Health Belief Model (HBM) merupakan konsep yang dipakai untuk menelaah faktor yang memengaruhi individu dalam melakukan tindakan kesehatan, termasuk langkah pencegahan penyakit tuberkulosis oleh pasien TB. Tujuan: Untuk mengeksplorasi hubungan pekerjaan terhadap perilaku pencegahan penularan tuberkulosis. Metode: Rancangan penelitian yang digunakan adalah studi kuantitatif dengan metode cross-sectional yang bersifat analitis. Subjek dalam penelitian ini adalah pasien TB Paru yang tercatat dalam rekam medis di wilayah kerja Puskesmas Kedaton pada periode Januari–Juni 2025 berjumlah 78 orang. Pemilihan sampel memakai metode total sampling karena jumlah populasi yang tersedia dibawah 100 responden. Analisis dilakukan melalui uji chi-square. Hasil: Sebanyak 6 responden yang mempunyai pekerjaan sebagai PNS/ASN, terdapat 4 responden (66.7%) yang mempunyai perilaku pencegahan penularan TB yang baik, sedangkan dari 22 responden yang tidak mempunyai pekerjaan, dan 15 responden (68.2%) yang mempunyai perilaku pencegahan penularan TB yang kurang. Berdasarkan hasil uji statistik, didapatkan p-value 0,000 atau p-value<0.05. Simpulan: Ada keterkaitan pekerjaan dengan perilaku pencegahan penularan tuberkulosis dengan nilai p-value<0.05. Saran: Temuan ini dapat dijadikan bahan pertimbangan oleh pihak Puskesmas Kedaton untuk evaluasi sekaligus membantu menilai sejauh mana pekerjaan berpengaruh dalam konteks tersebut.   Kata Kunci: Pekerjaan; Perilaku Pencegahan Penularan TB.
Pesan Dakwah Berbahasa Madura Musleh oleh Adnan Perspektif Jum'ah Amin 'Abdul Aziz Nurfanisa, Febri Ana; Aziza, Nurul; Yusrin, Yusrin; Husnan, Moch; Irvan, Mohammad; Aziz, Moh Ali; Yaqin, Ainul
Masjiduna : Junal Ilmiah Stidki Ar-Rahmah Vol 6 No 1 (2023): Juni
Publisher : Sekolah Ilmu Dakwah dan Komunikasi Islam (STIDKI) Ar Rahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52833/masjiduna.v6i1.119

Abstract

Penelitian ini akan memaparkan isi pesan dakwah dalam konteks Bahasa Madura. Mayoritas pendakwah Bahasa Madura menyelipkan humoris dalam pesan dakwahnya, tapi, dakwah yang dibawakan tetaplah monoton. Sebagaimana, ditemui secara langsung mau pun via youtube, tidak sedikit pendakwah yang hanya menjual humorisnya saja, dan mitra dakwah tidak dapat mengambil isi pesan yang terkadung. Hal ini berdasarkan pendangan orang banyak. Penulis menemukan adanya satu pendakwah berceramah menggunakan Bahasa Madura. Pendakwah ini selalu meningkatkan topik materi, dan diwarnai dengan jenaka. Pendakwah tersebut adalah Musleh Adnan. Penyajian ini akan disajikan menggunakan metode kualitatif deskriptif. Ceramah Musleh Adnan akan dianalisa menggunakan teori prinsip Jum’ah Amin Abdul Aziz. Hasil dari penelitian ini ditemukan sembilan prinsip dakwah Jum’ah Amin Abdul Aziz dari sepuluh teori prinsipnya. Saran dari penelitian ini yaitu, penulis berharap kepada para pendakwah agar lebih meningkatkan topik materi dakwah yang dikemas dengan humoris harus tetap sesuai dengan prinsip dakwah Jum’ah Amin Abdul Aziz, karena, prinsip dakwah ini dapat meningkatkan kompetensi para pendakwah di Indonesia.
Legislasi dalam Pemerintahan Islam: Antara Otoritas Wahyu dan Dinamika Sosial Aulia, Astri; Aziza, Nurul; Kurniati
Cendekia Inovatif Dan Berbudaya Vol. 3 No. 1 (2025): Cendekia Inovatif Dan Berbudaya : Jurnal Ilmu Sosial Dan Humaniora
Publisher : CV Global Research Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59996/cendib.v3i1.812

Abstract

This study is motivated by the complexity of the legislative system in Islamic governance, which integrates divine revelation with the dynamic needs of society. Unlike secular legal systems that rely solely on human rationality, Islamic legislation is rooted in the Qur'an and Sunnah, and further developed through ijtihad methods such as ijma', qiyas, and maqashid al-shari'ah. The objective of this research is to examine the fundamental principles of legislation in Islam, its relationship with public policy, and the challenges of its implementation in contemporary Muslim-majority states. The research applies a normative juridical method, supported by conceptual and sociological approaches, with qualitative descriptive analysis. The findings reveal that the Islamic legislative system is flexible and responsive to social change while maintaining its normative integrity through instruments such as maqashid al-shari’ah and siyasah syar’iyyah. Islamic legislation demonstrates the capacity to adapt to modern governance frameworks, as long as it remains grounded in the values of justice, public interest, and human rights protection.
Efektivitas media promosi kesehatan video terhadap kepatuhan pembatasan cairan pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa Syam, Avina Oktarida; Aziza, Nurul; Karyus, Aila
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 19 No. 7 (2025): Volume 19 Nomor 7
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v19i7.1328

Abstract

Background: Chronic kidney disease (CKD) is a global health problem with increasing prevalence and high mortality rates. Patients undergoing hemodialysis often struggle with non-adherence to fluid restriction, which can lead to serious complications such as hypertension, pulmonary edema, and heart failure. Purpose: To analyze the effectiveness of video-based health promotion media in improving adherence to fluid restriction among CKD patients undergoing hemodialysis. Method: This study employed a pre-experimental design with a one-group pretest-posttest approach. A total of 66 participants were selected using total sampling. Adherence was measured using Interdialytic Weight Gain (IDWG) with a digital scale, and data were analyzed with a paired t-test. Results: Findings revealed that prior to the intervention, all patients (100%) were non-adherent to fluid restriction. After receiving health education via video at least three times, adherence increased to 64%. The mean IDWG significantly decreased from 3.8 kg to 2.6 kg (p < 0.001). Conclusion: Video-based health promotion proved effective in improving adherence to fluid restriction among hemodialysis patients with CKD. These findings align with Bandura’s Social Learning Theory, which emphasizes the importance of observation and modeling in health behavior change. Suggestion: Healthcare facilities routinely integrate video-based education, involve families in support programs, and conduct further studies using quasi-experimental or randomized controlled trial (RCT) designs to strengthen scientific evidence.   Keywords: Chronic Kidney Disease; Hemodialysis; Health Promotion; Video Media.   Pendahuluan: Gagal ginjal kronik (GGK) merupakan masalah kesehatan global dengan prevalensi yang terus meningkat serta tingkat mortalitas yang tinggi. Pasien GGK yang menjalani hemodialisa kerap menghadapi tantangan ketidakpatuhan terhadap pembatasan cairan, yang berpotensi menimbulkan komplikasi serius seperti hipertensi, edema paru, hingga gagal jantung. Tujuan: Untuk menganalisis efektivitas media promosi kesehatan, video dalam meningkatkan kepatuhan pembatasan cairan pada pasien GGK yang menjalani hemodialisa. Metode: Penelitian ini menggunakan desain pre-experimental dengan pendekatan one group pretest-posttest. Sampel penelitian berjumlah 66 partisipan yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Kepatuhan diukur melalui Interdialytic Weight Gain (IDWG) dengan timbangan digital. Data dianalisis menggunakan uji T berpasangan. Hasil: Sebelum intervensi, seluruh pasien tidak patuh terhadap pembatasan cairan. Setelah diberikan edukasi melalui media video sebanyak ≥ 3 kali, tingkat kepatuhan meningkat menjadi 64%. Rata-rata IDWG pasien menurun signifikan dari 3.8 kg menjadi 2.6 kg (p < 0.001). Simpulan: Media promosi kesehatan berbasis video terbukti efektif dalam meningkatkan kepatuhan pembatasan cairan pada pasien GGK yang menjalani hemodialisa. Temuan ini mendukung Social Learning Theory (Bandura) yang menekankan pentingnya observasi dan modeling dalam perubahan perilaku kesehatan. Saran: Edukasi berbasis video dapat diintegrasikan secara rutin dalam layanan kesehatan serta melibatkan keluarga dalam program pendampingan, dengan penelitian lanjutan menggunakan desain quasi experimental atau RCT untuk memperkuat bukti ilmiah.   Kata Kunci: Gagal Ginjal Kronik; Hemodialisa; Media Video; Promosi Kesehatan.
IMPLEMENTASI PROGRAM PENGELOLAAN PENYAKIT KRONIS (PROLANIS) UNTUK PENYAKIT HIPERTENSI DI UPT PUSKESMAS KUPANG KOTA BANDAR LAMPUNG Septiani, Vina; Rustika, Rustika; Aziza, Nurul; Listina, Febria
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 4 (2024): Vol. 7 No. 4 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i4.35074

Abstract

Program Pengelolaan Penyakit Kronis (PROLANIS) adalah sebuah inisiatif layanan kesehatan proaktif yang dirancang untuk peserta BPJS Kesehatan yang menderita penyakit kronis, yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup mereka sekaligus mengelola biaya kesehatan secara efektif. Penelitian ini menyelidiki implementasi PROLANIS untuk hipertensi di UPT Kupang, Kota Bandar Lampung, dengan menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan mengukur tekanan darah menggunakan sphygmomanometer dan menilai obesitas sentral melalui kuesioner terstruktur dan pemeriksaan antropometri. Studi ini menemukan bahwa di antara 45 pasien hipertensi, tekanan darah rata-rata adalah 150/30 mmHg, dengan pasien berusia semuda 25 tahun. Faktor-faktor yang berkontribusi terhadap hipertensi termasuk merokok, gaya hidup, konsumsi alkohol, asupan garam dan lemak yang tinggi, serta kurangnya konsumsi sayur dan buah. Temuan utama menyoroti ketersediaan sumber daya manusia untuk mengimplementasikan PROLANIS. Prosesnya meliputi pemeriksaan kesehatan untuk pasien PROLANIS dan PTM, diikuti dengan pembinaan kesehatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program ini secara efektif mengatasi hipertensi, memfasilitasi manajemen kesehatan yang lebih baik dan mempromosikan pilihan gaya hidup yang lebih sehat di antara para peserta. Hal ini menggarisbawahi pentingnya layanan kesehatan terpadu dalam mengelola penyakit kronis.
The Influence of Environmental Awareness and Attitudes towards the Environment on Achieving SDGs Through Green Entrepreneurship Behavior as a Mediating Variable Ali, Mukti; Aziza, Nurul; Budi Hartanto, Nur Rahmat
Jurnal Bisnis dan Kewirausahaan Vol. 21 No. 3 (2025): JBK-Jurnal Bisnis dan Kewirausahaan
Publisher : Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31940/jbk.v21i3.176-184

Abstract

This study is motivated by the urgency of achieving the Sustainable Development Goals (SDGs), which require the active participation of the younger generation, especially students, as agents of sustainable change. Low environmental literacy and green entrepreneurship behavior pose challenges in encouraging student contributions to SDG implementation. Therefore, this study aims to analyze the influence of environmental knowledge and attitudes toward the environment on support for SDG achievement, with green entrepreneurship behavior as a mediating variable. This study uses a quantitative method with a Partial Least Square (PLS) approach through the SmartPLS 4.0 application. Data were obtained through an online questionnaire distributed to 274 students at Maarif Hasyim Latif University, after the research instrument was tested for validity and reliability using SPSS version 31 with highly reliable results (Cronbach Alpha 0.944). The R-square value for the green entrepreneurship behavior variable was 0.482 (moderate category) and for the support for SDGs variable was 0.673 (strong category). The results showed that environmental knowledge had a significant effect on green entrepreneurship behavior and support for achieving SDGs, while attitudes toward the environment did not have a significant effect on either variable. Furthermore, green entrepreneurship behavior proved to be a strong and significant mediating variable in increasing support for SDGs. These findings emphasize the importance of strengthening environmental literacy and fostering green entrepreneurship in higher education to encourage student’s role in realizing sustainable development.
PENERAPAN (PROBLEM - BASED LEARNING) KELAS VII C PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMP BUDI UTOMO SURAKARTA Aziza, Nurul; Muslimin, Edy
MAMBA'UL 'ULUM Vol. 21, No. 2 Oktober 2025
Publisher : Institut Islam Mamba'ul 'Ulum Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54090/mu.956

Abstract

This study aims to examine how Problem-Based Learning (PBL) is implemented in the Islamic Religious Education (PAI), Identify the supporting and inhibiting factors during the implementation of PBL and to describe strategies that can be used to optimize its application in order to improve student learning outcomes. This study employs a descriptive qualitative approach, with data collected through interviews, classroom observations, and documentation. The research was conducted at SMP Budi Utomo Surakarta from October 2024 to September 2025, involving PAI teachers, the homeroom teacher, and students of Grade VII C as the research subjects. Data were analyzed through data condensation, narrative data presentation, and conclusion drawing. The findings indicate that the implementation of PBL in the PAI classroom of Grade VII C is carried out effectively and follows systematic learning stages. Supporting factors include students’ high learning motivation, interactive learning methods, the availability of textbooks and learning media, and the school’s support for innovative teaching. Meanwhile, the inhibiting factors consist of limited instructional time, differences in students’ ability to understand problems, and unequal availability of multimedia facilities in each classroom.Overall, the PBL strategy is considered effective, as it enhances student collaboration, encourages active participation, and develops critical thinking and problem-solving skills.
PENYULUHAN LITERASI HUKUM DAN GREEN ENTREPRENEUR PEREMPUAN DESA UNTUK MENCAPAI SDGS Qoilun, Nur; Ali, Mukti; Permatasari, Ligina; Aziza, Nurul
Jurnal Abdimas Mandiri Vol. 9 No. 3
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jam.v9i3.6130

Abstract

Program Pengabdian kepada Masyarakat ini dilaksanakan di Desa Tawangsari, Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo dengan tujuan meningkatkan pemberdayaan perempuan desa melalui literasi hukum dan pengembangan kewirausahaan berkelanjutan berbasis lingkungan (green entrepreneur) sebagai upaya mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDG). Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh rendahnya tingkat pemahaman hukum, keterbatasan akses perempuan desa terhadap pendidikan formal dan perizinan usaha, serta minimnya pengetahuan tentang prinsip kewirausahaan ramah lingkungan. Padahal, sebagian besar perempuan di Desa Tawangsari berperan penting sebagai pelaku usaha mikro dan penopang ekonomi keluarga. Metode pelaksanaan dilakukan melalui pendekatan partisipatif yang meliputi tahapan persiapan dan pemetaan kebutuhan, sosialisasi literasi hukum, pelatihan green entrepreneur dan manajemen usaha, serta pendampingan dalam legalitas usaha. Peserta kegiatan berjumlah 80 orang yang merupakan penggerak PKK desa dan pelaku usaha kuliner rumah tangga. Berdasarkan hasil kuesioner yang dibagikan setelah kegiatan menunjukkan peningkatan rata-rata pemahaman peserta terhadap literasi hukum usaha sebesar 31,06% dan terhadap potensi green entrepreneur sebesar 42,98%. Peserta menunjukkan antusiasme tinggi terhadap pelatihan, namun masih terkendala pada akses pelatihan lanjutan dan pengetahuan pemasaran digital. Kegiatan ini memberikan dampak positif berupa meningkatnya kesadaran hukum, kemandirian ekonomi, dan kesadaran lingkungan. Dukungan dari pemerintah desa, akademisi, dan masyarakat sangat diperlukan untuk memperkuat keberlanjutan program green entrepreneurship perempuan desa yang legal, inovatif, dan berwawasan lingkungan.
Edukasi tentang kepatuhan pembatasan cairan kepada pasien gagal ginjal kronik Maritasari, Dwi Yulia; Aziza, Nurul; Surya, Syiefa Renanda; Karyus, Aila; Listina, Febria; Oktarida, Avina
JOURNAL of Public Health Concerns Vol. 5 No. 12 (2026): JOURNAL of Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v5i12.2473

Abstract

Background: Chronic Kidney Disease (CKD) is a progressive decline in kidney filtration function lasting more than three months, often with non-specific symptoms that allow the disease to advance unnoticed. Hemodialysis is the most widely used renal replacement therapy; however, patient adherence to fluid restriction remains a major challenge, as non-compliance can lead to fluid overload, edema, dyspnea, and increased mortality risk through elevated Inter-Dialytic Weight Gain (IDWG). Studies indicate that adherence to fluid restriction is associated with improved quality of life, with success strongly influenced by family support and the implementation of self-care practices including diet, medication, and physical activity. Video-based educational media has proven effective in enhancing patient knowledge, attitudes, and behaviors, thereby promoting adherence to hemodialysis therapy and reducing long-term complications. Purpose: Increase patient understanding of the impact of excess fluid on the body and the serious complications that can occur if fluid restrictions are not adhered to. Method: This community service activity was conducted in a hemodialysis unit involving 68 patients with fluid overload, identified by significant inter-dialytic weight gain, edema, or hypertension. Samples were selected through observation based on weight gain criteria between sessions. An educational and participatory approach was applied, with fluid restriction education delivered via video displayed in the hemodialysis room, accompanied by interactive discussions. Patient engagement was observed to assess involvement and comprehension, while knowledge levels were evaluated through question-and-answer sessions and peer experience sharing. Results: The intervention demonstrated increased knowledge and active engagement among hemodialysis patients following video-based counseling. The visually and interactively packaged material effectively captured patient attention, while accompanying discussions reinforced understanding. Video-based educational interventions integrated knowledge, attitudes, and behaviors synergistically, supporting adherence to fluid restriction and improving the quality of hemodialysis therapy. Conclusion: Video-based health promotion is an effective educational tool to enhance patient adherence to fluid restriction in hemodialysis. Improved adherence positively impacts the control of Inter-Dialytic Weight Gain (IDWG), making video media a recommended component of routine educational strategies to support therapy success and patient quality of life. Suggestion: Health care facilities, particularly hemodialysis units, are advised to integrate video media into routine education to strengthen patient adherence to fluid restriction. Regular evaluation of adherence should involve family support to ensure a more comprehensive and sustainable educational process. Keywords: Chronic kidney disease; Compliance; Fluid restriction; Health education; Hemodialysis Pendahuluan: Gagal ginjal kronik (Chronic Kidney Disease/CKD) merupakan penurunan fungsi filtrasi ginjal yang berlangsung lebih dari tiga bulan dengan gejala yang sering tidak spesifik, sehingga penyakit dapat berkembang ke tahap lanjut tanpa disadari. Hemodialisis menjadi terapi pengganti ginjal yang paling banyak digunakan, namun kepatuhan pasien terhadap pembatasan cairan masih menjadi tantangan utama karena ketidakpatuhan dapat menimbulkan kelebihan cairan, edema, sesak napas, hingga meningkatkan risiko mortalitas melalui Inter-Dialytic Weight Gain (IDWG) yang tinggi. Penelitian menunjukkan bahwa kepatuhan terhadap pembatasan cairan berhubungan dengan kualitas hidup pasien, dan keberhasilan sangat bergantung pada dukungan keluarga serta penerapan self care yang mencakup diet, pengobatan, dan aktivitas fisik. Media edukasi berbasis video terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku pasien, sehingga dapat mendorong kepatuhan terhadap terapi hemodialisis dan menekan komplikasi jangka panjang. Tujuan: Meningkatkan pemahaman pasien tentang dampak kelebihan cairan terhadap tubuh serta komplikasi serius yang dapat terjadi apabila tidak mematuhi pembatasan cairan Metode: Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di ruang hemodialisis dengan melibatkan 68 pasien yang mengalami kelebihan cairan, ditandai oleh peningkatan berat badan inter-dialytic, edema, atau hipertensi. Sampel ditentukan melalui observasi pasien dengan kriteria peningkatan berat badan signifikan antar kunjungan. Pendekatan yang digunakan bersifat edukatif dan partisipatif. Edukasi mengenai pembatasan cairan disampaikan melalui media video yang ditayangkan di ruang hemodialisis, disertai diskusi interaktif antara pasien dan pemateri. Aktivitas peserta diamati untuk menilai keterlibatan dan pemahaman, sedangkan tingkat pengetahuan dievaluasi melalui sesi tanya jawab serta berbagi pengalaman antar pasien. Hasil: Adanya peningkatan pengetahuan dan keterlibatan aktif pasien hemodialisis setelah mengikuti penyuluhan melalui media video. Penyampaian materi yang dikemas secara visual dan interaktif efektif menarik perhatian pasien, diskusi yang menyertai tayangan memperkuat pemahaman mereka. Intervensi edukatif berbasis video yang disertai diskusi mampu mengintegrasikan aspek pengetahuan, sikap, dan perilaku pasien secara sinergis, sehingga mendukung kepatuhan terhadap pembatasan cairan dan kualitas terapi hemodialisis. Simpulan: Media promosi kesehatan berbasis video merupakan alat edukasi yang efektif dalam meningkatkan kepatuhan pasien hemodialisis terhadap pembatasan cairan. Peningkatan kepatuhan tersebut berdampak positif pada pengendalian Inter-Dialytic Weight Gain (IDWG), sehingga penggunaan media video dapat direkomendasikan sebagai bagian dari strategi edukasi rutin untuk mendukung keberhasilan terapi dan kualitas hidup pasien. Saran: Fasilitas pelayanan kesehatan khususnya unit hemodialisis, dapat mengintegrasikan media video sebagai bagian dari edukasi rutin untuk meningkatkan kepatuhan pasien terhadap pembatasan cairan. Evaluasi kepatuhan perlu dilakukan secara berkala dengan melibatkan dukungan keluarga, sehingga proses edukasi lebih komprehensif dan berkelanjutan.