Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Hubungan status demografi dengan pengetahuan kesehatan reproduksi pasien rawat jalan Aziza, Nurul; Rumana, Nova Mega
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 5 No 4 (2025): September Edition 2025
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v5i4.1167

Abstract

Background: Reproductive health problems in the Bandar Lampung area remain at around 118 cases, both new and existing. Approximately 52 patients visit the Bakung Community Health Center for treatment with reproductive problems. Considering the livelihoods of the residents within the Bakung Community Health Center's coverage area, the majority are fishermen and have little knowledge about maintaining reproductive health. Purpose: To determine the relationship between reproductive health knowledge and the demographic status of outpatients at the Bakung Community Health Center. Method: The research design used was a descriptive correlation with a cross-sectional approach. This study aimed to determine the relationship between the independent and dependent variables after identifying the characteristics of each variable (Notoatmodjo, 2002). Results: Statistical tests showed a p-value of 0.000 for the education level variable, a p-value of 0.009 for the respondent's age variable, and a p-value of 0.000 for the respondent's occupation and knowledge level. Conclusion: There is a significant relationship between education level, age, and occupation and respondents' knowledge level.   Keywords: Demographics; Patients; Reproduction.   Pendahuluan : Masalah kesehatan reproduksi di wilayah Bandar Lampung masih berkisar 118 kasus baik berupa kasus baru dan kasus lama. Wilayah Puskesmas Bakung pasien yang datang untuk berobat dengan masalah reproduksi berkisar 52 orang untuk berkonsultasi tentang masalah reproduksi.  Apabila dilihat dari mata pencaharian penduduk yang berada di wilayah kerja Puskesmas Bakung, rata-rata para penduduk yang ada hanya sebagai nelayan yang mempunyai sedikit pengetahuan tentang menjaga kesehatan reproduksi. Tujuan : Untuk mengetahui hubungan pengetahuan kesehatan reproduksi dengan status demografi pasien rawat jalan di Puskesmas Bakung Metode : Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional, yaitu untuk mengetahui hubungan antara variabel bebas (independen) dan variabel terikat (dependen) setelah diketahui karakteristik dari masing-masing variabel (Notoatmodjo, 2002). Hasil : Uji statistik menunjukkan p-value=0,000 pada variabel tingkat pendidikan,  p-value=0,009 pada variabel tingkat usia responden, dan p-value=0,000 pada variabel pekerjaan responden dengan tingkat pengetahuan responden. Simpulan: Ada hubungan yang signifikan antara tingkat pendidikan, usia, dan pekerjaan dengan tingkat pengetahuan responden.   Kata Kunci: Demografi; Pasien; Reproduksi.
Pemanfaatan Tanaman Serai Wangi untuk Mencegah Nyamuk Malaria di Desa Lempasing Kabupaten Pesawaran Aziza, Nurul; Ramadhanty, Tiara Kharisma; Yazid, Syifa Alghaniya; Cahyani, Luthfiah Agustina
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat: Peduli Masyarakat Vol 5 No 1 (2025): Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat: Peduli Masyarakat: Janua
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal Bekerjasama dengan CV Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/psnpkm.v5i1.7075

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Desa Lempasing, Kabupaten Pesawaran, dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pemanfaatan tanaman serai wangi sebagai upaya alami dalam mencegah gigitan nyamuk malaria. Manfaat dari kegiatan ini adalah memberikan edukasi berbasis potensi lokal yang ramah lingkungan dan berkelanjutan untuk pencegahan penyakit menular, khususnya malaria, yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di wilayah pedesaan. Metode kegiatan berupa penyuluhan interaktif yang dilaksanakan kepada ibu-ibu rumah tangga sebagai sasaran utama. Untuk mengukur efektivitas kegiatan, dilakukan pre-test dan post-test terhadap 20 responden. Hasil menunjukkan terjadi peningkatan rata-rata skor dari 4,05 pada pre-test menjadi 5,90 pada post-test. Selain itu, peserta dengan skor rendah (0–2) menurun drastis, sementara peserta dengan skor sedang hingga tinggi meningkat signifikan. Hal ini menunjukkan bahwa penyuluhan yang diberikan efektif dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pemanfaatan serai wangi sebagai repelen alami. Dengan demikian, kegiatan ini memberikan dampak positif dalam meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat serta mendorong penggunaan tanaman lokal sebagai solusi kesehatan lingkungan.
Pengabdian Masyarakat: Strategi Promosi Kesehatan Pentingnya tentang Menjaga Kesehatan Reproduksi Remaja di Masa Mendatang SMPN 27 Pesawaran Putri, Dian Utama Pratiwi; Listina, Febria; Mardanissa, Serly Agustika; Widiti, Ni Kadek; Anggistin, Salsa Bila; Aziza, Nurul
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat: Peduli Masyarakat Vol 5 No 1 (2025): Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat: Peduli Masyarakat: Janua
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal Bekerjasama dengan CV Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/psnpkm.v5i1.7077

Abstract

Remaja merupakan kelompok usia yang rentan terhadap berbagai permasalahan kesehatan, termasuk kesehatan reproduksi. Rendahnya pemahaman tentang perubahan biologis, pentingnya menjaga kebersihan organ reproduksi, serta risiko perilaku seksual yang tidak sehat dapat berdampak buruk terhadap masa depan remaja. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di SMPN 27 Pesawaran dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan siswa kelas IX mengenai kesehatan reproduksi. Metode yang digunakan adalah ceramah interaktif disertai diskusi, pembagian leaflet, serta pre-test dan post-test sebagai alat evaluasi. Kegiatan diikuti oleh 79 siswa dan dilaksanakan selama satu hari. Hasil pre-test menunjukkan adanya pemahaman awal yang belum merata, sementara hasil post-test menunjukkan peningkatan skor yang signifikan, dengan rata-rata nilai meningkat dari 8,67 menjadi 9,49. Siswa juga terlihat antusias selama kegiatan berlangsung. Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan edukatif melalui metode ceramah dan media visual dapat meningkatkan pemahaman remaja mengenai kesehatan reproduksi secara efektif. Program penyuluhan serupa perlu dilakukan secara berkala untuk menciptakan generasi remaja yang lebih sadar dan bertanggung jawab terhadap kesehatan dirinya.
Determinants of Behavioral Aspects Related to Blood Sugar Levels of Type II Diabetes Mellitus Patients in the Working Area of the Banjar Baru Health Center, Tulang Bawang Regency Aziza, Nurul; Rumana, Nova Mega; Hervidea, Radella; Astuti, Dewi Woro; Nurhartanto, Adhi
Journal of Social Research Vol. 4 No. 9 (2025): Journal of Social Research
Publisher : International Journal Labs

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55324/josr.v4i8.2716

Abstract

Diabetes mellitus tipe II is a chronic disease characterized by high blood glucose levels due to insulin resistance or insufficient insulin production. This study aims to determine behavioral determinants related to blood glucose levels in diabetes mellitus tipe II patients. This research used a cross-sectional survey analytic design with 83 diabetes mellitus tipe II patients as respondents in the working area of Banjar Baru Health Center, Tulang Bawang Regency. Data were collected through questionnaires and blood glucose measurements. Data analysis used univariate, bivariate (chi-square), and multivariate (logistic regression) analyses. The results showed that 55.4% of patients had abnormal blood glucose levels (>200 mg/dl). Bivariate analysis revealed significant relationships between knowledge (p=0.005; OR=4.34), attitude (p=0.000; OR=9.717), age (p=0.009; OR=4.545), abdominal obesity (p=0.000; OR=5.143), physical activity (p=0.000; OR=5.903), and dietary patterns (p=0.000; OR=9.72) with blood glucose levels. Multivariate analysis showed that dietary patterns were the most dominant factor (p=0.020; OR=10.946) after controlling for attitude, obesity, and physical activity variables. Diabetes mellitus tipe II patients with irregular dietary patterns have a 10.946 times higher risk of experiencing elevated blood glucose levels compared to those with regular dietary patterns.
Hubungan pekerjaan dengan perilaku pencegahan penularan tuberkulosis Rukmana, Nova Mega; Aziza, Nurul; Liana, Safa
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 5 No 4 (2025): September Edition 2025
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v5i4.1594

Abstract

Background: Factors that can determine a person's exposure to disease/health behavior. A theoretical framework known as the Health Belief Model (HBM) is a concept used to examine factors that influence individuals in taking health actions, including tuberculosis prevention measures by TB patients. Purpose: To explore the relationship between occupation and tuberculosis prevention behavior. Method: The research design used was a quantitative study with an analytical cross-sectional method. The subjects in this study were 78 pulmonary TB patients registered in medical records in the Kedaton Community Health Center (Puskesmas) working area during the period January–June 2025. The sample selection used a total sampling method because the available population size was less than 100 respondents. Analysis was conducted using a chi-square test. Results: Of the 6 respondents who work as civil servants/ASN, there are 4 respondents (66.7%) who have good TB transmission prevention behavior, while of the 22 respondents who do not have jobs, 15 respondents (68.2%) have poor TB transmission prevention behavior. Based on the results of statistical tests, a p-value of 0.000 or p-value <0.05 was obtained. Conclusion: There is a relationship between occupation and tuberculosis prevention behavior with a p-value <0.05. Suggestion: These findings can be used as consideration by the Kedaton Community Health Center for evaluation and to help assess the extent of occupational influence in this context.   Keywords: Occupation; TB Transmission Prevention Behavior   Pendahuluan: Faktor yang dapat menentukan seseorang terpapar penyakit/perilaku kesehatan seseorang. Sebuah kerangka teori yang dikenal sebagai Health Belief Model (HBM) merupakan konsep yang dipakai untuk menelaah faktor yang memengaruhi individu dalam melakukan tindakan kesehatan, termasuk langkah pencegahan penyakit tuberkulosis oleh pasien TB. Tujuan: Untuk mengeksplorasi hubungan pekerjaan terhadap perilaku pencegahan penularan tuberkulosis. Metode: Rancangan penelitian yang digunakan adalah studi kuantitatif dengan metode cross-sectional yang bersifat analitis. Subjek dalam penelitian ini adalah pasien TB Paru yang tercatat dalam rekam medis di wilayah kerja Puskesmas Kedaton pada periode Januari–Juni 2025 berjumlah 78 orang. Pemilihan sampel memakai metode total sampling karena jumlah populasi yang tersedia dibawah 100 responden. Analisis dilakukan melalui uji chi-square. Hasil: Sebanyak 6 responden yang mempunyai pekerjaan sebagai PNS/ASN, terdapat 4 responden (66.7%) yang mempunyai perilaku pencegahan penularan TB yang baik, sedangkan dari 22 responden yang tidak mempunyai pekerjaan, dan 15 responden (68.2%) yang mempunyai perilaku pencegahan penularan TB yang kurang. Berdasarkan hasil uji statistik, didapatkan p-value 0,000 atau p-value<0.05. Simpulan: Ada keterkaitan pekerjaan dengan perilaku pencegahan penularan tuberkulosis dengan nilai p-value<0.05. Saran: Temuan ini dapat dijadikan bahan pertimbangan oleh pihak Puskesmas Kedaton untuk evaluasi sekaligus membantu menilai sejauh mana pekerjaan berpengaruh dalam konteks tersebut.   Kata Kunci: Pekerjaan; Perilaku Pencegahan Penularan TB.
Pesan Dakwah Berbahasa Madura Musleh oleh Adnan Perspektif Jum'ah Amin 'Abdul Aziz Nurfanisa, Febri Ana; Aziza, Nurul; Yusrin, Yusrin; Husnan, Moch; Irvan, Mohammad; Aziz, Moh Ali; Yaqin, Ainul
Masjiduna : Junal Ilmiah Stidki Ar-Rahmah Vol 6 No 1 (2023): Juni
Publisher : Sekolah Ilmu Dakwah dan Komunikasi Islam (STIDKI) Ar Rahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52833/masjiduna.v6i1.119

Abstract

Penelitian ini akan memaparkan isi pesan dakwah dalam konteks Bahasa Madura. Mayoritas pendakwah Bahasa Madura menyelipkan humoris dalam pesan dakwahnya, tapi, dakwah yang dibawakan tetaplah monoton. Sebagaimana, ditemui secara langsung mau pun via youtube, tidak sedikit pendakwah yang hanya menjual humorisnya saja, dan mitra dakwah tidak dapat mengambil isi pesan yang terkadung. Hal ini berdasarkan pendangan orang banyak. Penulis menemukan adanya satu pendakwah berceramah menggunakan Bahasa Madura. Pendakwah ini selalu meningkatkan topik materi, dan diwarnai dengan jenaka. Pendakwah tersebut adalah Musleh Adnan. Penyajian ini akan disajikan menggunakan metode kualitatif deskriptif. Ceramah Musleh Adnan akan dianalisa menggunakan teori prinsip Jum’ah Amin Abdul Aziz. Hasil dari penelitian ini ditemukan sembilan prinsip dakwah Jum’ah Amin Abdul Aziz dari sepuluh teori prinsipnya. Saran dari penelitian ini yaitu, penulis berharap kepada para pendakwah agar lebih meningkatkan topik materi dakwah yang dikemas dengan humoris harus tetap sesuai dengan prinsip dakwah Jum’ah Amin Abdul Aziz, karena, prinsip dakwah ini dapat meningkatkan kompetensi para pendakwah di Indonesia.
Legislasi dalam Pemerintahan Islam: Antara Otoritas Wahyu dan Dinamika Sosial Aulia, Astri; Aziza, Nurul; Kurniati
Cendekia Inovatif Dan Berbudaya Vol. 3 No. 1 (2025): Cendekia Inovatif Dan Berbudaya : Jurnal Ilmu Sosial Dan Humaniora
Publisher : CV Global Research Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59996/cendib.v3i1.812

Abstract

This study is motivated by the complexity of the legislative system in Islamic governance, which integrates divine revelation with the dynamic needs of society. Unlike secular legal systems that rely solely on human rationality, Islamic legislation is rooted in the Qur'an and Sunnah, and further developed through ijtihad methods such as ijma', qiyas, and maqashid al-shari'ah. The objective of this research is to examine the fundamental principles of legislation in Islam, its relationship with public policy, and the challenges of its implementation in contemporary Muslim-majority states. The research applies a normative juridical method, supported by conceptual and sociological approaches, with qualitative descriptive analysis. The findings reveal that the Islamic legislative system is flexible and responsive to social change while maintaining its normative integrity through instruments such as maqashid al-shari’ah and siyasah syar’iyyah. Islamic legislation demonstrates the capacity to adapt to modern governance frameworks, as long as it remains grounded in the values of justice, public interest, and human rights protection.
Efektivitas media promosi kesehatan video terhadap kepatuhan pembatasan cairan pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa Syam, Avina Oktarida; Aziza, Nurul; Karyus, Aila
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 19 No. 7 (2025): Volume 19 Nomor 7
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v19i7.1328

Abstract

Background: Chronic kidney disease (CKD) is a global health problem with increasing prevalence and high mortality rates. Patients undergoing hemodialysis often struggle with non-adherence to fluid restriction, which can lead to serious complications such as hypertension, pulmonary edema, and heart failure. Purpose: To analyze the effectiveness of video-based health promotion media in improving adherence to fluid restriction among CKD patients undergoing hemodialysis. Method: This study employed a pre-experimental design with a one-group pretest-posttest approach. A total of 66 participants were selected using total sampling. Adherence was measured using Interdialytic Weight Gain (IDWG) with a digital scale, and data were analyzed with a paired t-test. Results: Findings revealed that prior to the intervention, all patients (100%) were non-adherent to fluid restriction. After receiving health education via video at least three times, adherence increased to 64%. The mean IDWG significantly decreased from 3.8 kg to 2.6 kg (p < 0.001). Conclusion: Video-based health promotion proved effective in improving adherence to fluid restriction among hemodialysis patients with CKD. These findings align with Bandura’s Social Learning Theory, which emphasizes the importance of observation and modeling in health behavior change. Suggestion: Healthcare facilities routinely integrate video-based education, involve families in support programs, and conduct further studies using quasi-experimental or randomized controlled trial (RCT) designs to strengthen scientific evidence.   Keywords: Chronic Kidney Disease; Hemodialysis; Health Promotion; Video Media.   Pendahuluan: Gagal ginjal kronik (GGK) merupakan masalah kesehatan global dengan prevalensi yang terus meningkat serta tingkat mortalitas yang tinggi. Pasien GGK yang menjalani hemodialisa kerap menghadapi tantangan ketidakpatuhan terhadap pembatasan cairan, yang berpotensi menimbulkan komplikasi serius seperti hipertensi, edema paru, hingga gagal jantung. Tujuan: Untuk menganalisis efektivitas media promosi kesehatan, video dalam meningkatkan kepatuhan pembatasan cairan pada pasien GGK yang menjalani hemodialisa. Metode: Penelitian ini menggunakan desain pre-experimental dengan pendekatan one group pretest-posttest. Sampel penelitian berjumlah 66 partisipan yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Kepatuhan diukur melalui Interdialytic Weight Gain (IDWG) dengan timbangan digital. Data dianalisis menggunakan uji T berpasangan. Hasil: Sebelum intervensi, seluruh pasien tidak patuh terhadap pembatasan cairan. Setelah diberikan edukasi melalui media video sebanyak ≥ 3 kali, tingkat kepatuhan meningkat menjadi 64%. Rata-rata IDWG pasien menurun signifikan dari 3.8 kg menjadi 2.6 kg (p < 0.001). Simpulan: Media promosi kesehatan berbasis video terbukti efektif dalam meningkatkan kepatuhan pembatasan cairan pada pasien GGK yang menjalani hemodialisa. Temuan ini mendukung Social Learning Theory (Bandura) yang menekankan pentingnya observasi dan modeling dalam perubahan perilaku kesehatan. Saran: Edukasi berbasis video dapat diintegrasikan secara rutin dalam layanan kesehatan serta melibatkan keluarga dalam program pendampingan, dengan penelitian lanjutan menggunakan desain quasi experimental atau RCT untuk memperkuat bukti ilmiah.   Kata Kunci: Gagal Ginjal Kronik; Hemodialisa; Media Video; Promosi Kesehatan.
IMPLEMENTASI PROGRAM PENGELOLAAN PENYAKIT KRONIS (PROLANIS) UNTUK PENYAKIT HIPERTENSI DI UPT PUSKESMAS KUPANG KOTA BANDAR LAMPUNG Septiani, Vina; Rustika, Rustika; Aziza, Nurul; Listina, Febria
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 4 (2024): Vol. 7 No. 4 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i4.35074

Abstract

Program Pengelolaan Penyakit Kronis (PROLANIS) adalah sebuah inisiatif layanan kesehatan proaktif yang dirancang untuk peserta BPJS Kesehatan yang menderita penyakit kronis, yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup mereka sekaligus mengelola biaya kesehatan secara efektif. Penelitian ini menyelidiki implementasi PROLANIS untuk hipertensi di UPT Kupang, Kota Bandar Lampung, dengan menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan mengukur tekanan darah menggunakan sphygmomanometer dan menilai obesitas sentral melalui kuesioner terstruktur dan pemeriksaan antropometri. Studi ini menemukan bahwa di antara 45 pasien hipertensi, tekanan darah rata-rata adalah 150/30 mmHg, dengan pasien berusia semuda 25 tahun. Faktor-faktor yang berkontribusi terhadap hipertensi termasuk merokok, gaya hidup, konsumsi alkohol, asupan garam dan lemak yang tinggi, serta kurangnya konsumsi sayur dan buah. Temuan utama menyoroti ketersediaan sumber daya manusia untuk mengimplementasikan PROLANIS. Prosesnya meliputi pemeriksaan kesehatan untuk pasien PROLANIS dan PTM, diikuti dengan pembinaan kesehatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program ini secara efektif mengatasi hipertensi, memfasilitasi manajemen kesehatan yang lebih baik dan mempromosikan pilihan gaya hidup yang lebih sehat di antara para peserta. Hal ini menggarisbawahi pentingnya layanan kesehatan terpadu dalam mengelola penyakit kronis.
Optimalisasi aksesibilitas buku digital untuk mengembangkan keterampilan literasi digital Nursari, Tita; Aziza, Nurul; Kamil, Rusdan
KACANEGARA Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol 9, No 1 (2026): February
Publisher : Institut Teknologi Dirgantara Adisutjipto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28989/kacanegara.v9i1.2961

Abstract

Literasi digital berkembang sejalan dengan perkembangan teknologi dan informasi. Dalam dunia pendidikan, literasi digital sangat diperlukan untuk membantu peserta didik mengikuti proses pembelajaran yang berkembang karena teknologi. Buku, media, hingga metode pembelajaran berubah dan beradaptasi, mengadopsi teknologi dalam praktiknya. Adanya keterbatasan waktu dan sarana prasarana di sekolah, menyebabkan tidak semua guru bisa mengajarkan dan melatih peserta didik untuk meningkatkan literasi digital mereka. Oleh sebab itu, diperlukan peran pihak ketiga seperti Taman Baca Masyarakat (TBM) yang berkomitmen dalam meningkatkan literasi masyarakat. Kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat (PPM) yang bertujuan untuk memberikan edukasi dan pelatihan pada anak-anak sekitar untuk mengakses buku digital ini dilaksanakan di TBM Saung Diajar 09 oleh Perpustakaan Universitas ‘Aisyiyah Bandung bertujuan. Sasaran kegiatan ini adalah 34 anak usia 5 - 12 tahun. Alat pengabdian yang digunakan meliputi buku digital, laptop dan gawai, serta metode interaktif games dan simulasi langsung. Hasil evaluasi dan observasi menunjukan adanya peningkatan pengetahuan dan pemahaman anak-anak tentang buku digital dan cara mengaksesnya serta meningkatnya keterampilan dasar literasi digital anak-anak, mengetahui konten digital yang dibutuhkan, mengetahui perangkat keras dan perangkat lunak yang diperlukan, dan mengetahui cara menggunakannya. Melalui sosialisasi dan pelatihan yang berkelanjutan, TBM dapat berperan dan berkontribusi dalam peningkatan literasi digital masyarakat terutama anak-anak.