Claim Missing Document
Check
Articles

VISUALISASI GENERASI SANDWICH DALAM FILM EKSPERIMENTAL YANG BERJUDUL : “DI ANTARA DUA BEBAN” Ambari, Muhamad Wildan; Ersyad, Firdaus Azwar; Sadono, Soni
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 5 (2025): Oktober 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Memasuki fase dewasa, banyak individu muda dihadapkan pada tekanan gandasebagai bagian dari "Generasi Sandwich", yakni tanggung jawab terhadap keluarga dankeinginan untuk mewujudkan ambisi pribadi. Sebagai karya eksperimental VR pertamadi Indonesia yang mengangkat isu ini, film ini tidak hanya berfungsi sebagai media artistik,tetapi juga sebagai ruang diskusi untuk membangun empati dan kesadaran terhadapperjuangan generasi muda dalam menjalani peran ganda yang tidak mudahimbolik danvisual nonkonvensional dengan mengintegrasikan teknologi Virtual Reality (VR),menciptakan pengalaman imersif yang memungkinkan penonton merasakan secaralangsung dilema tokoh utama. Dua dunia kontras tuntutan keluarga dan kebebasanpribadi digambarkan secara visual sebagai bentuk refleksi terhadap tekanan psikologisdan sosial yang dihadapi generasi muda. Sebagai karya eksperimental VR pertama diIndonesia yang mengangkat isu ini, film ini tidak hanya berfungsi sebagai media artistik,tetapi juga sebagai ruang diskusi untuk membangun empati dan kesadaran terhadapperjuangan generasi muda dalam menjalani peran ganda yang tidak mudah.Kata Kunci : Generasi Sandwich, Film Eksperimental, Virtual Reality
VISUALISASI PENGARUH FEAR OF MISSING OUT TERHADAP PERILAKU DAN PSIKOLOGIS MAHASISWA DALAM BENTUK FILM EKSPERIMENTAL Fiallco, Yoppyndra; Sadono, Soni; Sintowoko, Dyah Ayu Wiwid
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 5 (2025): Oktober 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Film ini merupakan sebuah refleksi atas realita kontemporer, di mana dunia digitalmembentuk ilusi keramaian yang justru memperdalam rasa sepi dan kehilangan arah individu.Melalui pendekatan visual yang simbolik, film ini menciptakan ruang antara diam dan distraksi—mengajak penonton tidak hanya untuk melihat, tetapi juga merasakan kehampaan yangtersembunyi di balik hiruk-pikuk media sosial. Mengisahkan seorang remaja/mahasiswa yangterperangkap dalam siklus infinite scroll, film ini menggambarkan bagaimana realitas diri perlahanterfragmentasi oleh tuntutan tren dan ekspektasi sosial media. Dunia digital divisualisasikansebagai keramaian estetik yang kontras dengan kesunyian batin sang tokoh utama, yang terusmencari jati diri di tengah derasnya distraksi. Melalui karya ini, disampaikan pesan bahwa setiapindividu sejatinya memiliki ruang untuk menciptakan hidupnya sendiri, namun dalam era digital,banyak yang lebih sibuk mengagumi "lukisan" orang lain daripada merangkai makna personal. Filmini menjadi cermin terhadap rasa kehilangan arah yang lahir dari kebutuhan validasi dan distraksitanpa henti.Kata kunci: dunia digital, keterasingan, fragmentasi diri, distraksi, validasi sosial.
VISUALISASI TRADISI MINUM KOPI GAYO DALAM BUDAYA ACEH MELALUI KARYA INSTALASI Zahira, Pocut Aisha; Sadono, Soni; Rachmawanti, Ran3
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 5 (2025): Oktober 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karya ini dilatarbelakangi dengan semakin memudarnya tradisi minum kopi Gayo akibatpengaruh dari modernisasi. Tradisi tersebut bukan hanya sekedar tradisi konsumsi, tetapi juga simboliden;tas budaya masyarakat Aceh dari masyarakat Aceh. Peneli;an dari karya ini bertujuan untukmemperkenalkan nilai-nilai sosial dan budaya dari tradisi minum kopi Gayo melalu karya instalasiseni. Karya instalasi ini dirancang menyerupai suasana warung kopi tradisional di Aceh dandilengkapi dengan perfomans pembuatan kopi khas Aceh. Karya ini dilakukan dengan pendekataneste;ka rasional yang berupa instalasi yang mengundang par;sipasi dari penonton. Dengan begitu,hasil karya diharapkan dapat menjadi media budaya sekaligus dapat membangun kebanggaanterhadap warisan budaya Aceh.Kata Kunci: Budaya Aceh, este;ka rasional, instalasi, Kopi Gayo