Claim Missing Document
Check
Articles

KAIN LURIK DAN TRADISI MITONI SEBAGAI IDE PENCIPTAAN KARYA SENI LUKIS Sarita, Sandrina Rahma; Sadono, Soni; Yuningsih, Cucu Retno
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 2 (2024): April 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

: Gagasan dalam penciptaan karya seni pada Tugas Akhir secara umum bersumber dari identitas serta budaya yang penulis bawa. Pencarian ide dan isnpirasi bersumber dari lingkungan keluarga dan budaya yang digunakan oleh generasi penulis yang kemudian dituangkan ke dalam karya berupa seni lukis mix media. Dengan judul <Kain Lurik dan Tradisi Mitoni Sebagai Ide Penciptaan Karya Seni Lukis=, penulis memvisualisasikan tradisi tersebut berdasarkan persepsi penulis dengan mengolah beberapa objek Kain Lurik dan objek lain yang terkandung dalam Tradisi Mitoni dengan menggunakan Seni Lukis Mix Media. Tradisi Mitoni atau dalam beberapa daerah menyebutnya dengan Tingkeban merupakan rangkaian acara tujuh bulanan yang biasa digunakan oleh ibu hamil dalam masyarakat Jawa khusunya Jawa Tengah dan Jawa Timur sebagai penyampaian doa, harapan, serta rasa syukur atas hadirnya jabang bayi saat memasuki bulan ketujuh masa kehamilan. Dalam prosesinya, terdapat Kain Lurik yang digunakan sebagai pengantar doa yang terkandung dalam motifnya. Penulis ingin menyampaikan pentingnya menjaga kelestarian tradisi serta budaya yang sudah diturunkan kepada generasi selanjutnya yang telah diberkati oleh tradisi itu sendiri sebagai bekal pada masa kini dan masa yang akan datang melalui persepsi visual penulis dengan menggunakan motif Kain Lurik dan Proses dari Mitoni itu sendiri. Kata Kunci: Tradisi Mitoni, Kain Lurik, Seni Lukis.
REPRESENTASI PENGARUH DISKRIMINASI YANG DISEBABKAN HETERONORMATIFITAS Arsyafitri, Yasmin Annisaa; Sadono, Soni; Sintowoko, Dyah Ayu Wiwid
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 2 (2024): April 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diskriminasi terhadap pasangan selain pasangan heteroseksual masih menjadiisu nyata di Indonesia, di mana kebencian dan ujaran diskriminatif tak hanya berasal darimasyarakat umum, tetapi juga dari beberapa tokoh pemerintahan. Kajian ini fokus padadiskriminasi sosial yang dialami oleh pasangan non-heteroseksual, termasuk penolakanhak hukum, tekanan sosial, dan stigma. Dengan tujuan mengungkap konsekuensi pahamheteronormatif yang menjadikan hubungan di luar norma heteroseksual sebagaipenyimpangan. Melalui pendekatan sosiologis, kajian ini mengeksplorasi bagaimanaheteronormativitas memperkuat pandangan masyarakat terhadap pasangan nonheteroseksual,bahkan melegitimasi tindakan diskriminatif. Melalui proses kajian inimenghasilkan karya berupa instalasi patung kawat yang merepresentasikan pengaruhpaham heteronormatif. Instalasi ini merefleksikan keinginan untuk bersatu namunterhambat oleh rasa takut akan diskriminasi. Melalui seni patung kawat, tujuannya adalahmeningkatkan kesadaran mengenai dampak diskriminasi dan mendorong masyarakatuntuk menciptakan lingkungan inklusif dan adil tanpa memandang orientasi seksual. Kata Kunci : Diskriminasi, Heteronormativitas, Instalasi seni, Patung Kawat.
PENGARUH MEDIA REFLEKSI KACA DAN FILM PENDEK DALAM MEMBANTU INDIVIDU MENGATASI RENDAH DIRI Amal, Hanif Hasanul; Sadono, Soni; Wiguna, Iqbal Prabawa
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 2 (2024): April 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tugas Akhir berjudul "Pengaruh Media Refleksi Kaca dan Film Pendek dalam Mengatasi Rendah Diri" bertujuan untuk meningkatkan kepercayaan diri individu dalam menghadapi situasi yang tidak nyaman. Konsepnya mengisahkan seorang pria yang merasa rendah diri terhadap penampilannya, kemudian dia ditempatkan di lingkungan dengan cermin yang mencerminkan sosok wanita penyemangat dan motivator. Pesan utamanya adalah pentingnya berpikir positif agar percaya diri tumbuh dari dalam. Dalam pembuatan karya ini, medium yang digunakan adalah film pendek dengan fokus pada penggunaan cermin sebagai elemen utama. Cerita menggambarkan interaksi manusia dengan cermin yang menampilkan sosok wanita penyemangat. Penggunaan introspeksi diri menggambarkan pentingnya memahami pandangan diri dan dampak penampilan fisik terhadap persepsi diri. Kata Kunci: Kepercayaan Diri, Introspeksi Diri
PENGKARYAAN FOTOGRAFI PORTRAIT CHIAROSCURO 7 DOSA DASAR MANUSIA Dwitama, Muhamad Rizki; Sadono, Soni; Sintowoko, Dyah Ayu Wiwid
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 2 (2024): April 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ada 7 cara kematian kekal dalam tujuh dosa dasar mematikan, Dante Aligheieri mendefinisikan dalam rentang tahun 1264 – 1321 ada tujuh dosa dasar manusia, teori ini dipertegas dengan teori Dante Aligheieri. Tujuan dari karya ini adalah penulis ingin menciptakan sebuah karya seni fotografi yang menunjukkan bagaimana manusia dalam perbuatan negatif yang disebabkan oleh perkataan dan nilai dosa. Tahap medium karya menggambarkan proses pemilihan objek dan teknik menjelang akhir karya. Kunci dalam menentukan objek dan teknik ada pada gagasan pokok yang disampaikan penulis. Karya akhir penulis ini berupa beberapa karya fotografi yang diadaptasi dari teknik melukis Chiaroscuro. Dalam karya potret fotografi berjudul chiaroscuro 7 dosa dasar manusia terdapat tujuh buah foto yang mewakili makna keburukan karya Dante Aligheieri, dalam ketujuh foto tersebut terdapat simbol-simbol yang memberi artinya sifat keburukan. Tidak hanya foto yang menjadi objek fokus karya seni penulis ini, ada juga foto dalam bingkai yang sesuai dengan 7 keburukan berbeda namun tetap dalam satu judul. Kata kunci: Dampak aksi negatif, fotografi portrait, pola sifat buruk.
VISUALISASI FEAR OF MISSING OUT DI MEDIA SOSIAL DALAM BENTUK FILM EKSPERIMENTAL Hutabarat, Tiurma Rotua; Sadono, Soni; Zen, Adrian Permana
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 2 (2024): April 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rasa takut ketinggalan atau disebut fear of missing out adalah penyakit sosial yangada saat ini. Beberapa dari mereka yang fomo adalah generasi Z, terutama mereka yang menggunakan media sosial. Pasalnya, media sosial membuat seseorang untuk memposting dan menyiarkan aktivitas kesehariannya sehingga menimbulkan perbandingan yang kuat dan takut ketinggalan serta menjadikan setiap orang mempunyai rasa membanding bandingkan antara satu dengan yang lain. Pada umumnya manusia melakukan interaksi di dunia nyata maupun di dunia maya. Di dunia maya, khususnya media sosial. Tren media sosial sedang mempengaruhi masyarakat, terutama gen Z. Tugas akhir ini membahas topik fomo yang diekspos di dunia jejaring sosial. Ini terbentuk dari kebiasaan fomo dan ketergantungan untuk eksis dan diakui oleh orang lain dan ingin memenuhi kebutuhan media sosial. Pengkaryaan ini mengangkat tema betapa bahaya nya fomo bagi setiap orang dan akan divisualisasikan dalam karya berbentuk film eksperimental. Metode yang digunakan penulis adalah kualitatif yaitu melakukan wawancara dengan seseorang dan penulis mendapatkan informasi ini dari teman-teman penulis yang terkena dampak negatif dari rasa takut berhenti akan fenomena fomo. Tujuan dari proyek akhir ini adalah untuk meningkatkan kesadaran tentang betapa berbahayanya fenomena fomo bagi semua individu. Kata kunci: manusia, generasi Z, eksistensi, media sosial, fear of missing out, film eksperimental.
VISUALISASI FILM EKSPERIMENTAL BERTEMAKAN DAMPAK BURUK MEMENDAM EMOSI NEGATIF DENGAN JUDUL DEEP END Afti, Sevilla Naufal; Sadono, Soni; Zen, Adrian Permana
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 2 (2024): April 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Emosi bentuk keadaan manusia dalam kesadaran yang mengarah pada penilaian positif atau negatif terhadap hal-hal yang sedang atau telah dilakukan, sehingga bentuk penilaian didasarkan pada nalar manusia daripada tindakan rasional. Jika emosi negatif terus dipendam akan berpengaruh buruk terhadap kesehatan fisik dan mental. Tugas akhir ini merupakan sebuah karya film eksperimental yang berjudul "Penciptaan Karya Film Eksperimental Bertemakan Memendam Emosi Negatif dengan Judul Deep End”.Meskipun tidak memiliki cerita, film eksperimental tetap memiliki struktur. Maka dari itu video menjadi media yang tepat untuk menyampaikan pesan kepada masyarakat. Karya ini merupakan sebuah karya film eksperimental yang mengangkat isu tentang dampak buruk dari memendam emosi negatif terhadap perempuan. Seperti rasa putus asa bahkan meningkat rasa ingin mengakhiri hidup nya karena orang yang mengalami hal ini cenderung menganggap bahwa dirinya tidak memiliki siapa-siapa sehingga merasakan kesepian terus menerus dan overthinking sehingga akan membuat keadaan menjadi lebih buruk. Karena orang-orang yang mengalami hal ini tidak akan pernah menunjukan kesedihan nya kepada orang lain. Tetapi orang yang mengalami hal ini memiliki rasa ingin di pedulikan oleh orang lain, meskipun hanya mendengarkan ceritanya saja. Oleh karena itu film eksperimental akan menjadi media penyampai pesan yang memiliki makna dengan kemasan visualisasi yang menarik. Kata kunci: Film Eksperimental, Emosi,Memendam Emosi Negatif, Dampak Buruk, Kesehatan Mental
VISUALISASI FILM SEMI EKSPERIMENTAL VIRTUAL (UN)REALITY Fauzan, Emir Ahmad; Sadono, Soni; Sintowoko, Dyah Ayu Wiwid
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 2 (2024): April 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembuatan karya film semi eksperimental yang berjudul Virtual(un)Reality ini ditujukan untuk memvisualisasikan bagaimana permasalahan yangakan terjadi nanti di masa depan jika teknologi Virtual Reality yang tujuan awalnyamembantu manusia malah menjadi malapetaka bagi pemakainya. Penggunaanmedia film dengan genre fiksi eksperimental ini diharapkan dapat membuat orangyang menontonnya lebih mudah paham dan dicerna sehingga apa yang ingindisampaikan dapat tervisualisasikan dengan baik. Kata Kunci : Virtual Reality, malapetaka, fiksi, eksperimental
VISUALISASI GUIDED IMAGERY MENGGUNAKAN MIX MEDIA FOTOGRAFI TERHADAP INSOMNIA Nazori, Futrawan; Sadono, Soni; Endriawan, Didit
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 2 (2024): April 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masa remaja merupakan fase perkembangan yang ditandai dengan serangkaian transisi yang terjadi sebelum mencapai usia dewasa. Setatus dewasa tetapi bukan lagi status kekanak-kanakan. Pemasalahan dalam remaja adalah pola berubah secara dramatis dalam pola tidur, termasuk mengurangi waktu tidur dan menunda waktu tidur, mempengaruhi kualitas waktu tidur pada remaja.ini akan terjadi beberapa perubahan selama masa pubertas, seringkali mengurangi waktu tidur, seperti stres yang mereka alami, akses internet, jadwal kuliah yang padat, aktivitas malam hari yang berlebihan, dll. Mahasiswa masih mengalami kecemasan sebagai masalah kesehatan mental. Setiap orang, pada tahap kehidupan mana pun, mungkin mengalami kecemasan sebagai respons alami terhadap suatu peringatan. Seseorang dengan insomnia akan mengalami penurunan berat badan dan kualitas tidurnya menjadi lebih buruk. Banyak faktor, termasuk penyakit, lingkungan, kelelahan, dan stres, dapat menyebabkan insomnia. Maka dari itu penulis membuat karya yang berjudul Visualisasi Guided imagery terhadap insomnia dalam karya fotografi, karya fotografi ini menggunakan media cat glow in the dark dan sinar ultra violet sebagai simbol terapi buat insomnia. Penulis meciptakan karya ini menjadi karya interaktif agar terjadi interaksi antara audiens dengan karya. Tujuan membuat karya ini adalah menvisualisasikan dengan melampiaskan yang penulis rasakan melalui media fotografi. Kata kunci: guided imagery, insomnia, fotografi, glow in the dark, sinar ultraviolet
VISUALISASI HIDUP SETELAH KEMATIAN DALAM KARYA SENI PATUNG BERJUDUL "BLOOMING" Ayuningtyas, Ester Dyah; Sadono, Soni; Wiguna, Iqbal Prabawa
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 2 (2024): April 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kematian merupakan hal yang pasti akan terjadi dan tidak dapat untuk dihindari. Dalam pembahasan tentang kematian ini memiliki cangkupan yang luas dimana salah satunya ialah mengenai tentang apa yang akan terjadi setelah kematian itu terjadi. Banyak orang yang menganggap bahwa kematian merupakan akhir dari kehidupan, tetapi dibeberapa kepercayaan dan budaya yang percaya bahwa setelah terjadinya kematian ini terdapat kehidupan baru yang akan mereka tempuh. Dari adanya kepercayaan hidup setelah kematian akan dapat kehidupan baru yang indah, maka penulis membuat karya tugas akhir yang berdasar pada kepercayaan tersebut. Dalam pengerjaan ini metodologi yang digunakan ialah studi Pustaka dan eksplorasi medium karya. Dengan kepercayaan penulis bahwa kita akan mendapat hidup yang kekal setelah kita mengalami kematian, penulis berharap karya ini dapat memperlihatkan bahwa kita sebagai manusia tidak perlu takut akan kematian karena kita telah berada didalam perlindungan Tuhan. Kata kunci: Kematian, Kehidupan setelah Kematian, kepercayaan.
VISUALISASI NILAI EMOSIONAL DARI HUBUNGAN PARASOSIAL KE DALAM FOTOGRAFI DENGAN PENDEKATAN SUREALIS Rustandi, Aprilia Putri; Sadono, Soni; Wiguna, Iqbal Prabawa
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 2 (2024): April 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan dunia komunikasi berpengaruh terhadap perubahan teori-teori komunikasi massa. Membuat karakteristik media yang selama ini dikenal melebur menjadi sebuah media baru yang menggabungkan komunikasi interpersonal dengan komunikasi massa. Hal tersebut telah membuka gerbang saluran komunikasi dan memperlancar proses pertukaran informasi di media sosial. Menghasilkan keberagaman konten dalam dunia hiburan dan mempengaruhi budaya pengidolaan terhadap suatu tokoh media. Sehingga memicu tumbuhnya sebuah perasaan keterikatan personal seorang individu terhadap seorang tokoh media, dikenal sebagai fenomena psikologi yang didasari dari perasaan alam bawah sadar, yaitu hubungan parasosial. Dengan menggunakan perasaan alam bawah sadar manusia sebagai pendekatan dalam proses pengkaryaannya, fotografi surealis digunakan sebagai medium dalam karya ini. Bertujuan untuk memvisualisasikan perasaan alam bawah sadar dari keterikatan personal, dalam sebuah hubungan parasosial bersifat semu yang cenderung dimulai dengan perasaan positif yang lambat laun memunculkan perasaan adiktif, hingga tanpa sadar mulai mengarah kepada perilaku obsesif dan fanatisme. Hal tersebut dibuktikan dalam proses pengkaryaan yang mengurutkan karya dari dampak positif yang muncul di awal, hingga dampak negatif yang muncul di akhir. Kata kunci: fotografi surealis, hubungan parasosial, media sosial