Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISA KANDUNGAN FORMALIN IKAN ASIN PADA PASAR TRADISIONAL DAN MODERN KOTA SURAKARTA Yuyun Purwati; Rezania Asyfiradayati
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 8th University Research Colloquium 2018: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (264.204 KB)

Abstract

Ikan asin merupakan lauk yang digemari masyarakat Indonesia sehingga keberadaanya mudah ditemukan baik di pasar tradisonal maupun modern. Ikan asin mudah membusuk sehingga produsen menambahkan bahan pengawet seperti formalin untuk memperpanjang umur simpan. Hasil sidak yang dilakukan BPOM Semarang di Pasar Gede Kota Surakarta Bulan Juni 2017 menunjukkan sampel ikan asin positif formalin. Penelitian bertujuan mengetahui perbedaan kandungan formalin ikan asin pada pasar tradisional dan pasar modern Kota Surakarta. Desain penelitian menggunakan kuantitatif analitik dengan pendekatan cros sectional. Jumlah sampel penelitian sebanyak 12 sampel diambil dari Pasar Gede dan modern, jenis ikan asin yang digunakan sebagai sampel: pakang, teri nasi, jambal roti, dan peda putih. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Uji kandungan formalin secara kualitatif dengan Tes Kit dan uji kuantitatif dengan asidi-alkalimetri, data analisis dengan uji man withney. Hasil penelitian menunjukkan 62,5 % sampel ikan asin pasar tradisional (Pasar Gede) positif mengandung formalin dan 75% sampel ikan asin Pasar Modern X positif mengandung formalin. Kadar formalin tertinggi pada sampel pasar tradisional sebesar 0,0278 ppm dan pasar modern sebesar 0,0223 ppm. Hasil uji statistik dengan man withney menunjukkan tidak terdapat perbedaan bermakna kandungan formalin pada ikan asin pada pasar tradisional (Pasar Gede) dan pasar modern X Kota Surakarta.
Daur Ulang Limbah Sampah melalui Metode Ecobrick di Desa Jatisari, Kecamatan Sambi, Kabupaten Boyolali Thoha Syaifudin Zuhri; Erin Tri Cahyanti; El frida akmalia alifa; Rezania Asyfiradayati
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 11th University Research Colloquium 2020: Bidang Sains dan Teknologi
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1046.685 KB)

Abstract

Pengelolaan sampah merupakan masalah yang tak kunjung dapat diselesaikan oleh bangsa ini. Kegiatan daur ulang sampah dapat menjadi langkah kecil yang baik. Salah satu daur ulang limbah yang saat ini populer adalah mendaur ulang botol plastik melalui ecobrick. Ecobrick merupakan tehnik pengolahan sampah plastik yang dirubah menjadi material ramah lingkungan atau bisa disebut juga bata ramah lingkungan. Metode yang digunakan adalah melalui pengabdian masyarakat yang dilakukan dengan memberikan edukasi kepada masyarakat tentang cara pembuatan ecobricks. Pembuatan ecobrick dilakukan dalam tiga tahap, meliputi tahap persiapan, tahap pelaksanaan, dan tahap akhir. Tahap persiapan yang dilakukan adalah melakukan kerjasama dengan masyarakat, kemudian dilanjutkan dengan persiapan kegiatan meliputi persiapan eksternal dan internal. Selanjutnya, tahap pelaksanaan yang meliputi sosialisasi dan penyuluhan, pembentukan kader, dan monitoring tahap 1. Tahap akhir meliputi pembuatan laporan akhir dan monitoring tahap 2. Hasil Kegiatan pengabdian masyarakat ini yaitu berkurangnya sampah plastik di lingkungan dan warga bisa melakukan pengelolaan sampah plastik dengan metode ecobrick. Pembuatan ecobrick ini juga diharapkan dapat menghasilkan produk yang ramah lingkungan seperti meja dan kursi.
HUBUNGAN FAKTOR LINGKUNGAN FISIK DAN PERSONAL HYGIENE DENGAN KEJADIAN SKABIES DI PONDOK PESANTREN Fitriatul Sulistiarini; Mitoriana Porusia; Rezania Asyfiradayati; Siti Halimah
Jurnal Kesehatan Vol 15, No 2 (2022): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jk.v15i2.19340

Abstract

Skabies disebabkan oleh Sarcoptes scabei yang mempunyai prevalensi tinggi dan menyerang segala umur dan komunitas seperti pondok pesantren karena faktor lingkungan fisik yang kurang memenuhi syarat dan personal hygiene santri yang kurang padahal penyakit skabies mudah untuk dicegah. Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis hubungan faktor lingkungan fisik (kepadatan hunian, luas ventilasi, suhu dan kelembaban kamar) dan personal hygiene dengan kejadian skabies. Di pondok pesantren As-syafi’iyah 2 sidoarjo mempunyai prevalensi 1:2 santri yang terkena skabies tahun 2020. Jenis penelitian termasuk analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Responden penelitian ini sebanyak 67 santri di pondok pesantren As-syafi’iyah 2 Sidoarjo menggunakan teknik total sampling. Variabel bebas penelitian ini adalah faktor lingkungan fisik meliputi kepadatan hunian, luas ventilasi, suhu, dan kelembaban udara kamar serta personal hygiene, sedangkan variabel terikat adalah kejadian skabies. Pengumpulan data dengan lembar kuesioner sebagai pedoman wawancara tentang personal hygiene dan pengukuran faktor lingkungan fisik menggunakan instrumen lembar observasi dilakukan dengan pengamatan dan pengukuran menggunakan alat. Analisis data menggunakan uji Chi square. Hasil penelitian bahwa ada hubungan antara kepadatan hunian kamar (p=0,043), luas ventilasi (p=0,000), kelembaban udara (p=0,000), personal hygiene (p=0,023) dengan kejadian skabies. Tidak ada hubungan antara suhu udara kamar (p=0,055) dengan kejadian skabies. Kesimpulan penelitian perlunya pihak pesantren mengurangi kepadatan kamar serta menghimbau santri untuk memaksimalkan penggunaan ventilasi agar udara kamar terjaga. Santri perlu diberikan edukasi untuk meningkatkan pengetahuan terkait personal hygiene agar mampu mengurangi faktor penularan skabies. Kata kunci : skabies, faktor lingkungan fisik, personal hygiene
Hubungan Risiko Postur Kerja dengan Keluhan Muskuloskeletal pada Pekerja Perkantoran Tisya Aulia; Tarwaka Tarwaka; Dwi Astuti; Rezania Asyfiradayati
ENVIRONMENTAL OCCUPATIONAL HEALTH AND SAFETY JOURNAL Vol 3, No 2 (2023): EOHSJ
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/eohjs.3.2.153-160

Abstract

Pekerjaan administrasi yang dilakukan di dalam perkantoran biasanya dilakukan selama berjam-jam di depan layar komputer/laptop dengan posisi duduk. Jika pekerjaan ini dilakukan secara terus-menerus maka akan mengakibatkan risiko kesehatan kerja berupa postur kerja yang janggal dan keluhan muskuloskeletal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya hubungan risiko postur kerja dengan keluhan muskuloskeletal pada pekerja perkantoran di PT. X. Metode penelitian ini yaitu observasional analitik dengan pendekatan belah lintang. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling yaitu 50 responden yang diambil di PT. X. Pengukuran postur kerja menggunakan metode ROSA, dan pengukuran keluhan muskuloskeletal menggunakan kuesioner NBM. Analisis data menggunakan uji χ 2 . Hasil uji statistik menunjukkan nilai p value = 0, 001<0,05. Kesimpulan dari penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara risiko postur kerja dengan keluhan muskuloskeletal dan memiliki kekuatan hubungan cukup. Maka dari itu, diperlukan upaya pengendalian lebih lanjut mengenai aktivitas pekerjaan yang dapat menyebabkan terjadinya keluhan muskuloskeletal. Pencegahan yang dapat dilakukan yaitu dengan melakukan re-desain pada kursi terutama sandaran tangan agar postur kerja tidak alamiah dapat diatasi.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KINERJA KARYAWAN BAGIAN PRODUKSI BENANG DI PT. ISKANDAR INDAH PRINTING TEXTILE SURAKARTA Fayza Nawang Darma Putra; Rezania Asyfiradayati
Jurnal Ners Vol. 7 No. 1 (2023): APRIL 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v7i1.14068

Abstract

Performance is a measuring tool for achieving organizational goals. There are several elements that affect employee performance, including lack of commitment, lack of desire, lack of discipline, and the heavy workload given by the employer. factors affecting employee performance. The factors that influence performance are individual factors, psychological factors and organizational environmental factors. Work facilities and company rules including overtime here are very important so that employees feel comfortable at work including avoiding work fatigue. This study aims to identify factors related to employee performance at PT. Iskandar Indah Printing Textile Surakarta. In this study using purposive sampling method. There is a significant relationship between age and the performance of employees in the yarn production department at PT.Iskandar Indah Printing Textile Surakarta. There is a significant relationship between gender and the performance of employees in the yarn production department at PT. Iskandar Indah Printing Textile Surakarta. There is no relationship between length of service and employee performance in the yarn production department at PT. Iskandar Indah Printing Textile Surakarta. There is a significant relationship between work fatigue and the performance of employees in the yarn production section at PT.Iskandar Indah Printing Textile Surakarta.
PENYULUHAN DAN PELATIHAN CTPS PADA ANAK USIA 4-12 TAHUN DI LAWEYAN SURAKARTA Frahestina Frahestina; Nur Aini Azhari Nugrahani; Millah Kamilah; Qisty Dzakiyyatu Husna; Muhammad Naufal Mizan Auladi; Bethari Mukti Kusumaningtyas; Dewi Kurniawati; Rezania Asyfiradayati
Jurnal Abdimas Bina Bangsa Vol. 4 No. 2 (2023): Jurnal Abdimas Bina Bangsa
Publisher : LPPM Universitas Bina Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46306/jabb.v4i2.467

Abstract

Children's health is impacted by the practice of washing their hands. Parental efforts to teach kids to wash their hands with soap before eating have not been as effective as they may have been. Washing hands with soap and running water, often known as Washing Hands with Soap (Cuci Tangan Pakai Sabun, in Indonesian), is one of the indications of PHBS (Clean and Healthy Behavior). The lecture technique, question and answer, and demonstration of hand washing methods were used in this activity. The average posttest score of 74.47, compared to the average pretest score of 41.48, shows that there has been an improvement in understanding on how to perform handwashing with soap (CTPS) effectively and correctly. Later on, it is envisaged that it would be possible to improve health status and health quality
Kajian Literatur Tentang Reduksi Kromium dalam Air Limbah Penyamakan Kulit dengan Fitoremediasi Dwi Astuti; Nurul Sukmawati; Rezania Asyfiradayati; Sri Darnoto
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (170.325 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v7i1.5723

Abstract

Industri penyamakan kulit merupakan penyumbang polutan krom (Cr) pada limbahnya. Fitoremediasi memanfaatkan tanaman eceng gondok pada penurunan krom dalam limbah industri. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui penerapan fitorremediasi dalam menurunkan kandungan krom pada limbah industri penyamakan kulit. Metode penelitian menggunakan desain penelitian kajian literatur yang menggunakan database Google Scholar, SINTA, Science Direct. Penelusuran literatur dimulai pada tahun terbit 2011 sampai tahun 2021 untuk dilakukan analisis. Kata kunci yang digunakan dalam penelusuran artikel menggunakan bahasa Indonesia dan bahasa Inggris yaitu penurunan Cr, air limbah industri penyamakan kulit, efisiensi eceng gondok, fitoremediasi pada industri penyamakan kulit. Kriteria inklusi tujuan penelitian dalam artikel yaitu penurunan logam berat kromium pada limbah industri penyamakan kulit menggunakan fitoremediasi, dapat diakses secara full text, metode kuantitatif eksperimen, jurnal yang diterbitkan ber-ISSN dan SINTA 1 – 6. Berdasarkan penelusuran diperoleh semua jurnal berhasil menurunkan kromium dalam air limbah dalam durasi lama waktu kontak 7 hari, 14, hari, 21 hari, 10 hari, 20 hari, 25 hari, 15 hari, 42 hari. Hasil penurunan dikatakan efektif jika berhasil menurunkan kandungan Cr hingga sesuai standar baku mutu yaitu pada lama waktu kontak 10 hari, 20 hari dan 28 hari. Metode fitoremediasi memiliki beragam kemudahan karena memanfaatkan tumbuhan air yang mudah diberdayakan. Oleh karena itu, pemanfaatan metode fitoremediasi ini diperlukan pengawasan terhadap pertumbuhan tanaman eceng gondok agar dapat bekerja optimal menurunkan kandungan logam krom dalam air limbah.
PENDAMPINGAN KADER KESEHATAN DALAM UPAYA PENGENDALIAN DEMAM BERDARAH DENGUE LINGKUNGAN RUMAH TANGGA Rezania Asyfiradayati; Windi Wulandari; Dwi Astuti; Mitoriana Porusia; Aryani Pujiyanti
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 5 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i5.17013

Abstract

Abstrak: Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan salah satu penyakit menular yang disebabkan oleh virus dan disebarkan oleh vektor. Keberadaan kader kesehatan desa sangat bermanfaat terlebih dalam penanganan kasus DBD. Pengetahuan mengenai infeksi dengue dan cara pengendalian infeksi dengue serta cara yang tepat dalam pengendalian penyakit DBD penting diberikan kepada kader kesehatan. Tujuan pengabdian masyarakat ini untuk meningkatkan pengetahuan kader kesehatan terkait infeksi dengue serta pengendaliannya dan meningkatkan keterampilan kader kesehatan dalam memberikan informasi kepada masyarakat terkait pengurasan bak penampungan air bersih yang benar. Pengabdian dilakukan dengan metode penyuluhan dan pendampingan kepada kader kesehatan Desa Tegalsari sebanyak 32 kader kesehatan. Kegiatan pengabdian diawali dengan need assesment, penyuluhan dan dilanjutkan dengan pendampingan. Evaluasi hasil pengabdian ini menggunakan kuesioner pretest dan posttest yang diberikan kepada kader kesehatan sebagai peserta pengabdian, dari hasil tersebut diketahui terjadi peningkatan pengetahuan kader kesehatan dari 85% menjadi 93,1% dan meningkatnya keterampilan kader kesehatan dalam menyampaikan informasi terkait cara menguras bak penampungan air. Diharapkan adanya penuluhan ini bisa menurunkan angka kejadian DBD di wilayah Tegalsari.Abstract: Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is an infectious disease caused by a virus and spread by vectors. The existence of village health cadres is very useful especially in handling DHF cases. Knowledge about dengue infection and how to control dengue infection and the right way to control DHF is important to be given to health cadres. The purpose of this community service is to increase the knowledge of health cadres regarding dengue infection and its control and to improve the skills of health cadres in providing information to the public regarding the correct draining of clean water tanks. The service was carried out by counseling and mentoring methods for 32 health cadres in Tegalsari Village. Community service activities begin with a need assessment, counseling and continued with mentoring. The results of this service revealed that there was an increase in the knowledge of health cadres from 85% to 93.1% and an increase in the skills of health cadres in conveying information related to how to drain water tanks. It is hoped that this extension can reduce the incidence of DHF in the Tegalsari region
Uji Bakteriologis Air Bersih Pemukiman Sekitar Mata Air Cokro Desa Krajan Kabupaten Klaten Rezania Asyfiradayati; Dirnanda Sukmawati; Evi Sriwahyuni; Fasya Hadiana
Jurnal Ners Vol. 7 No. 2 (2023): OKTOBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v7i2.17177

Abstract

Air bersih yang bersumber dari manapun harus diketahui kualitas baik secara fisik, kimia dan mikrobiologis sesuai dengan persyaratan Peraturan Menteri Kesehatan nomor 32 tahun 2017, sehingga air tersebut dikatakan layak dijadikan sumber air bersih. Air sumur, air sungai dan sumber lainnya yang tidak memenuhi persyaratan air bersih akan menyebabkan penyakit water borne disease diantaranya diare dan penyakit kulit. Penelitian dilakukan untuk menganalisis kualitas bakteriologis air bersih pemukiman sekitar mata air cokro Desa Krajan Kabupaten Klaten. Penelitian berjenis penelitian observasional dengan desain deskriptif berbasis laboratorium dengan mengambil 14 sampel yang berasal dari14 titik sumber air bersih yang digunakan oleh masyarakat dalam melakukan kegiatan sehari-hari yang terdiri dari sumur, sungai, bak penampungan air, dan air kran PDAM. Hasil uji bakteriologis menggunakan compact dry diketahui bahwa hanya satu titik air bersih yang tidak tercemar E. coli yaitu air yang berasal dari PDAM untuk air bersih yang berasal dari sumur, sungai dan bak penampungan terkontaminasi cemaran E.coli.
Medan Naga (Menanam dan Mengembangkan Tanaman Toga) Guna Meningkatkan Perekonomian Masyarakat Desa Jatisari Melalui Jamu Kesehatan Kinasih, Putri; Ibrahim, Dimas Septian; Aji, Erlien Aunina Linggar; Sandra, Dinda Agustin; Persada, Tashila Zahra; Nabila, Nurjihan Lutfia; Anas, Muhammad Naufal; Sahda, Renaya Amelta; Setiawan, Rizki; Pratiwi, Septiani Cipta; Asyfiradayati, Rezania
abdimesin Vol. 1 No. 2 (2021): Abdi-mesin
Publisher : UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/abdi-mesin.v1i2.17

Abstract

Pandemi menimbulkan efek domino dari kesehatan ke masalah sosial dan ekonomi, termasuk pelaku usaha. Badan Pusat Statistik telah mencatat laju pertumbuhan ekonomi pada Kuartal I (Januari-Maret) 2020 hanya tumbuh 2,97%. Kegiatan Pengabdian ini dilaksanakan di Desa Jatisari, Kecamatan Sambi, Kabupaten Boyolali. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan tanaman obat keluarga (TOGA) yang belum dipahami oleh masyarakat dan agar masyarakat setempat lebih bersemangat dalam mengembangkan dan dapat membantu kader dalam kegiatan budidaya tanaman obat keluarga (TOGA). Tanaman obat keluarga (TOGA) merupakan tanaman berkhasiat yang ditanam di lahan pekarangan dan dikelola oleh keluarga dalam rangka memenuhi keperluan keluarga akan obat-obatan tradisional. Pemberdayaan masyarakat di Desa Jatisari dilakukan dengan mengadakan pelatihan pembuatan jamu dan pembangunan taman tanaman obat keluarga (TOGA). Pembangunan taman TOGA (Tanaman Obat Keluarga) dilaksanakan dalam tiga tahap, yaitu tahap persiapan, tahap pelaksanaan, dan tahap evaluasi. Metode pelaksanaan terdapat Tahap Persiapan kegiatan PKMM dilakukan melalui dua tahap, yaitu persiapan eksternal dan persiapan internal. Tahap pelaksanaan terdapat 1. Penyuluhan dan Diskusi Terkait Tanaman Obat Keluarga (TOGA) 2. Penyerahan Bibit Tanaman Obat Keluarga (TOGA) 3. Pembangunan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) 4. Pelatihan Pembuatan Jamu. Hasil dari kegiatan pengabdian ini adalah masyarakat Desa Jatisari dapat mengetahui dan memahami tentang pemanfaatan tanaman TOGA dan mulai untuk melakukan penanaman TOGA serta dapat mengolah tanaman TOGA menjadi obat atau produk bernilai ekonomi tinggi dalam bentuk minuman.
Co-Authors 'Aisyah, Madina Siti Nur Acintya Wedaning Agni Janametri Adi, Wangsit Restu Afnan Zain Muzakki Afnan Zain Muzakki Afrina Azra, Nur Ahmad Farhan Baihaqqi Aji, Erlien Aunina Linggar Alamsyah, Moh. Dimas alifa, El frida akmalia Alifia Divana Ayu Swastikaningrum Ambarwati Anas, Muhammad Naufal Anisa Catur Wijayanti Anisah, Mutiara Aprilia, Rarasanti Kurnia Artika Ningtyas Aryani Pujiyanti astuti, avisa silviana adi Aulia, Afifah Zakiyatul Ayu Rohani Bethari Mukti Kusumaningtyas Cahyanti, Erin Tri Dewi Kurniawati Dimas Septian Ibrahim Dinda Agustin Sandra Dirnanda Sukmawati Dwi Astuti Dwi Astuti Dwi Astuti Dwi ASTUTI Dwi Astuti Dwi Linna Suswardany Eka Nurul Fathonah El frida akmalia alifa Eni Budiyati Erin Tri Cahyanti Erlien Aunina Linggar Aji Estu Werdani, Kusuma Evi Sriwahyuni Fairus El Had Fasya Hadiana Fatimah Ibtisam Fayza Nawang Darma Putra Firmansyah Firmansyah Firnadia Septika Rahajeng Fitriatul Sulistiarini Frahestina Frahestina Had, Fairus El Hatmanti, Wirya Herawati, Widya Herawati Ibrahim, Dimas Septian Ima Aryani Indar Hidayat Inessima Addhabie Jannah, Fadilah Rolavi Jenita Berlian N Jenita Berlian Nindyasari Kinasih, Putri Kumala, Junisa Lizansari, Madani Madani Lizansari Madina Siti Nur ’Aisyah Milenia, Alifia Putri Millah Kamilah Mitoriana Porusia Mohd Yatim, Siti Rohana Muhammad Luthfi Abdul Ghaffar Muhammad Naufal Anas Muhammad Naufal Mizan Auladi Muhammad Rivandi Athaya Muhammad Rivandi Athaya Nabila, Nurjihan Lutfia Nabila, Shofiyah Nadhira Ahadea Noorsy Nindyasari, Jenita Berlian Ningtyas, Artika Nisa, Salma Fadila Nur Aini Azhari Nugrahani Nurjihan Lutfia Nabila Nurul Sukmawati Pahlavi, Arjuna Fatkhur Roziq Paramitha, Erina Adriana Persada, Tashila Zahra Pratiwi, Septiani Cipta Prihatini, Mulatsih Purwati, Yuyun Purwati, Yuyun Puspita, Widya Galih Putri Kinasih Kinasih Qisty Dzakiyyatu Husna Regita Aulia Sari Renaya Amelta Sahda Rizal, Afrian Muhammad Sahda, Renaya Amelta Salma, Aini Dzuriyati Salsabila Purnamasari Sandra, Dinda Agustin Septi Khairunisa Septiani Citra Pratiwi Setiawan, Rizki Shella Novitasari Siti Halimah Siti Rohana Mohd Yatim Sri Darnoto Sukmawati, Dirnanda Tarwaka Tarwaka Tashila Zahra Persada Thoha Syaifudin Zuhri Tisya Aulia Waryati, Emy Tri Wati, Wiwik Novia Widyasari, Rita Aprilia Winarsih Winarsih Winarsih Winarsih Windi Wulandari Wulan Djari, Findia Yeni Indriyani Yuyun Purwati Zuhra, Athaya Nadya Zuhri, Thoha Syaifudin