Claim Missing Document
Check
Articles

PENDAMPINGAN KEWIRAUSAHAAN PEMBUATAN PMT BAGI KADER POSYANDU DALAM MENDUKUNG PROGRAM STUNTING Werdani, Kusuma Estu; Asyfiradayati, Rezania; Aorta, Dian Tias; Rochan, Tsabitha Al’tsani Miftakhu; Rudisty, Bunga Cintantya
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 3 (2024): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i3.22951

Abstract

Abstrak: Pemberian makanan tambahan (PMT) dalam kegiatan posyandu merupakan upaya yang harus dilakukan untuk mendukung pemenuhan gizi balita. Akan tetapi, kader posyandu menghadapi tantangan karena keterbatasan dana yang disediakan oleh pemerintah untuk pembuatan PMT tersebut. Kader posyandu harus mengatasi masalah tersebut agar tetap bisa memberikan PMT dengan kualitas gizi yang optimal dengan melakukan iuran mandiri. Padahal, sebagian besar kader posyandu bekerja sebagai ibu rumah tangga. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM) adalah pendampingan kader posyandu untuk mengembangkan usaha pembuatan PMT posyandu melalui kegiatan penyuluhan, pemberian modal usaha, dan pendampingan pengembangan usaha. Tahapan kegiatan yang dilakukan antara lain penyiapan media kesehatan, penyuluhan kesehatan, pembentukan struktur pengurus usaha PMT, pembuatan PMT, dan evaluasi perkembangan usaha PMT. Sasaran kegiatan adalah seluruh kader posyandu Desa Mentoro, Pacitan, sebanyak delapan orang dari 25 orang yang diundang. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penyuluhan tentang PMT bermanfaat untuk peningkatan pemahaman kader kesehatan tentang pembuatan PMT berbahan dasar lokal yang padat gizi. Evaluasi pengembangan usaha pembuatan PMT menunjukkan adanya hasil yang signifikan ditunjukkan dengan adanya peningkatan sebesar 11,44% selama empat bulan dari modal awal yang diberikan. Kualitas PMT lebih terjamin karena pembelian bahan makanan dan pengolahannya dilakukan secara mandiri dengan pemantauan yang baik. Rekomendasi untuk pengelolaan dana usaha dalam jangka panjang perlu untuk ditingkatkan perencanaannya agar dapat memberikan manfaat secara berkelanjutan.Abstract: Providing additional food (PMT) in integrated service post (namely "posyandu") activities is an effort that must be made to support the nutritional needs of toddlers. However, posyandu cadres need more funds from the government to create the PMT. Posyandu cadres must overcome this problem so that they can continue to provide PMT with optimal nutritional quality by making independent contributions. In fact, most of the posyandu cadres work as housewives. The aim of community service activities (PkM) is to assist posyandu cadres in developing the business of making PMT posyandu through counseling activities, providing business capital, and business development assistance. The stages of activities carried out include preparing health media, health education, establishing a PMT business management structure, creating a PMT, and evaluating the development of the PMT business. The target of the activity was all posyandu cadres in Mentoro Village, Pacitan, eight of the 25 people invited. The results of the activity show that education about PMT is helpful in increasing health cadres' understanding of making PMT from local, nutrient-dense ingredients. Evaluation of the development of the PMT manufacturing business showed significant results, demonstrated by an increase of 11.44% over four months from the initial capital provided. The quality of PMT is more guaranteed because the purchasing of food ingredients and their processing are carried out independently with good monitoring. Recommendations for long-term management of business funds need to be improved in order to provide sustainable benefits.
METODE BIOKONVESI SAMPAH ORGANIK UNTUK BUDIDADAYA BLACK SOLDIER FLY PADA KELOMPOK BIJAK KELOLAH SAMPAH Asyfiradayati, Rezania; Porusia, Mitoriana; Ambarwati, Ambarwati; Athaya, Muhammad Rivandi; ’Aisyah, Madina Siti Nur; Muzakki, Afnan Zain; N, Jenita Berlian
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 5 (2024): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i5.26387

Abstract

Abstrak: Budidaya maggot merupakan salah satu metode yang dapat digunakan untuk menangani pemasalahan sampah khususnya sampah organic. Masih banyak masyarakat yang belum mengetahui mengenai budidaya maggot, sehingga hal tersebut masih sering menjadi kendala. Biokonversi menggunakan maggot ini selain terbukti dapat mengurangi sampah organic juga dapat meningkatkan ekonomi bagi masyarakat. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pendapatan kelompok pengepul sampah organik dengan peningkatan keterampilan budidaya maggot pada kelompok sasaran sehingga menghasilkan produk maggot yang siap jual. Pengabdian ini dilakukan dengan metode penyuluhan dan pendampingan kepada kelompok pengepul sampah sebanyak 14 orang. Dari kegiatan pengabdian yang dilakukan diketahui terjadi peningkatan pengetahuan peserta dari yang sebelumnya rata-rata nilai pengetahuan sebesar 3,64 menjadi 14,57 antara sebelum dan sesudah dilakukan penyuluhan dengan pemaparan materi terkait budidaya maggot.Abstract: Maggot cultivation is one of the methods that can be used to deal with waste problems, especially organic waste. There are still many people who do not know about maggot cultivation, so this is still often an obstacle. Bioconversion using maggot is not only proven to reduce organic waste, but also can improve the economy for the community. This service activity aims to increase the income of organic waste collector groups by producing maggot products. This service was carried out by counseling and mentoring methods to a group of 14 waste collectors. From the service activities carried out, it is known that there has been an increase in the knowledge of participants from the previous average knowledge score of 3.64 to 14.57. The existence of this service activity is expected to be able to increase the knowledge and skills of participants in reducing waste through maggot cultivation which can improve the community's economy.
EDUKASI DIARE MENGGUNAKAN BUKU SAKU UNTUK MENINGKATKAN PENGETAHUAN ANAK DI PANTI ASUHAN SOLO Salma, Aini Dzuriyati; Asyfiradayati, Rezania
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i1.36704

Abstract

Abstrak: Penyakit diare masih menjadi masalah kesehatan yang umum di kalangan anak-anak di Indonesia, terutama di lingkungan dengan sanitasi yang buruk, seperti panti asuhan. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan anak-anak tentang pencegahan dan pengobatan penyakit diare menggunakan program pendidikan berbasis buku saku. Program ini dilaksanakan di panti asuhan Solo. Penilaian perbedaan tingkat pengetahuan dilakukan menggunakan kuesioner pre-test dan post-test yang diberikan kepada 19 anak peserta. Kuesioner yang digunakan terdiri atas 10 butir pernyataan dengan pilihan jawaban benar dan salah. Program pendidikan tersebut meliputi konseling interaktif, demonstrasi mencuci tangan, permainan berbasis belajar, dan pembagian buku saku. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa pengetahuan anak-anak meningkat dari rata-rata 7,79 menjadi 9,42 poin setelah program. Lebih lanjut, pemahaman yang lebih baik tentang gaya hidup higienis dan sehat diamati. Buku saku terbukti menjadi alat pembelajaran interaktif dan informatif yang efektif yang meningkatkan kesadaran anak-anak akan pentingnya kebersihan dan sanitasi dalam kehidupan sehari-hari untuk mencegah penyakit diare.Abstract: Diarrheal disease remains a common health problem among children in Indonesia, especially in environments with poor sanitation, such as orphanages. The aim of this activity was to improve children's knowledge about the prevention and treatment of diarrheal disease using a pocket-book-based educational program. The program was implemented in an orphanage in Solo. Assessment of differences in knowledge levels was conducted using pre-test and post-test questionnaires administered to 19 participating children. The questionnaire consisted of 10 statements with true and false answer options. The educational program included interactive counseling, handwashing demonstrations, learning-based games, and the distribution of pocket books. The results of this activity showed that children's knowledge increased from an average of 7.79 to 9.42 points after the program. Furthermore, a better understanding of hygienic and healthy lifestyles was observed. The pocket books proved to be an effective interactive and informative learning tool that increased children's awareness of the importance of cleanliness and sanitation in daily life to prevent diarrheal disease.
The Relationship Between Work Posture and Musculoskeletal Disorders (MSDs) Among Photocopying Workers Around Muhammadiyah University Surakarta Nurul Hikmah, Sela; Asyfiradayati, Rezania
International Journal of Science and Environment (IJSE) Vol. 6 No. 1 (2026): February 2026
Publisher : CV. Inara in Colaboration with www.stie-sampit.ac.id

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51601/ijse.v6i1.396

Abstract

This study intends to evaluate the association between work posture and musculoskeletaldisorders (MSDs) among copier workers around Muhammadiyah University Surakarta. Thestudy used a quantitative approach with a cross-sectional design and was conducted inFebruary 2025 at photocopying businesses located in several areas around the campus,namely Duwet Raya Street, Mendungan Street, Garuda Mas Street, Gatak 1 Street, Gatak 2Street, and Menco Raya Street. Using total sampling technique, all 78 photocopying workersaround Muhammadiyah University Surakarta were included, and 56 people were willing toparticipate in the study. Work posture was examined using the Rapid Entire Body Assessment(REBA) method to establish the level of ergonomic risk, whereas MSDs complaints weremeasured using the Nordic Body Map (NBM) questionnaire. Data analysis was performedunivariately and bivariately using the Spearman Rank Correlation test with a significancethreshold of 0.05. The results showed that most workers were in the low to moderate and highergonomic risk categories, with the most prevalent MSDs complaints in the neck, back, waist,right wrist, and calves. The Spearman Rank test showed a significant, fairly strong, andunidirectional relationship between work posture and MSDs complaints (p-value = 0.000; r =0.531), indicating that an increase in work posture risk was followed by an increase inmusculoskeletal complaints among photocopying .
EDUKASI POLA HIDUP SEHAT PADA LANSIA SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN DIABETES MELITUS DI POSYANDU LANSIA SEHAT MANUNGGAL RW 4 KELURAHAN KARTASURA Mahdi Ramadhani Idris Marasabessy; Marcella Sulistyowati; Zahra Dhiya’an Almas Putri K; Sharla Apsarini Luthfiah; Ninis Wahyu Arifah; Dinar Syarifah Septiningrum; Inez Ramadhana Saputri; Faradea Nasywa W; Dini Ayu Pinasti; Dipta Hiqmal Wirananta; Bunga Tiara Adsa; Nadiyah Kumalasari; Agus Widodo; Rezania Asyfiradayati; Sri Darnoto
Jurnal Berkawan: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2, No. 2, Mei 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/berkawan.v2i2.6089

Abstract

Kartasura merupakan sebuah kecamatan di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. Kartasura dikatakan sebagai kota satelit bagi Surakarta atau Solo dan sebuah perkembangan perkotaan bagi Kabupaten Sukoharjo. Meskipun demikian, pemahaman masyarakat di sana terkait diabetes melitus masih rendah. Hal ini dapat memicu kasus diabetes melitus di wilayah Kartasura. Kami mengadakan kegiatan KKN di kelurahan ini yang bertujuan meningkatkan pengetahuan atau pemahaman mengenai pencegahan dan pengobatan terhadap diabetes melitus. Sehingga dengan memberikan edukasi dapat memberikan dampak positif pada masyarakat di sana dan menambah wawasan. Metode pelaksanaan kegiatan yang kami lakukan adalah penyuluhan ceramah dan demonstrasi mengajarkan mengenai upaya pencegahan dan pengobatan pada kasus tersebut. Setelah dilaksanakannya penyuluhan di desa tersebut masyarakat dapat memahami akan bahaya diabetes melitus dengan memulai langkah dari pencegahan dan pengobatan bagi penderita. Peningkatan pemahaman masyarakat terhadap kasus ini dan apa saja yang harus dilakukan pada pola hidup terutama pada kalangan lansia tetapi masih ada beberapa masyarakat yang belum mengaplikasikannya secara langsung, seperti meminum minuman dengan kandungan gula yang tinggi.
Co-Authors 'Aisyah, Madina Siti Nur Acintya Wedaning Agni Janametri Adi, Wangsit Restu Afnan Zain Muzakki Afrina Azra, Nur Agus Widodo Ahmad Farhan Baihaqqi Aji, Erlien Aunina Linggar Alamsyah, Moh. Dimas alifa, El frida akmalia Alifia Divana Ayu Swastikaningrum Ambarwati Anas, Muhammad Naufal Anisa Catur Wijayanti Anisah, Mutiara Aorta, Dian Tias Aprilia, Rarasanti Kurnia Artika Ningtyas Aryani Pujiyanti astuti, avisa silviana adi Athaya, Muhammad Rivandi Aulia, Afifah Zakiyatul Ayu Rohani Bethari Mukti Kusumaningtyas Bunga Tiara Adsa Cahyanti, Erin Tri Dewi Kurniawati Dimas Septian Ibrahim Dinar Syarifah Septiningrum Dinda Agustin Sandra Dini Ayu Pinasti Dipta Hiqmal Wirananta Dirnanda Sukmawati Dwi ASTUTI Dwi Astuti Dwi Astuti Dwi Astuti Dwi Astuti Dwi Linna Suswardany Eka Nurul Fathonah El frida akmalia alifa Eni Budiyati Erin Tri Cahyanti Erlien Aunina Linggar Aji Estu Werdani, Kusuma Evi Sriwahyuni Fairus El Had Faradea Nasywa W Fasya Hadiana Fatimah Ibtisam Fayza Nawang Darma Putra Firmansyah Firmansyah Firnadia Septika Rahajeng Fitriatul Sulistiarini Frahestina Frahestina Had, Fairus El Hatmanti, Wirya Herawati, Widya Herawati Ibrahim, Dimas Septian Ima Aryani Indar Hidayat Inessima Addhabie Inez Ramadhana Saputri Jannah, Fadilah Rolavi Jenita Berlian Nindyasari Kinasih, Putri Kumala, Junisa Lizansari, Madani Madani Lizansari Mahdi Ramadhani Idris Marasabessy Marcella Sulistyowati Milenia, Alifia Putri Millah Kamilah Mitoriana Porusia Mohd Yatim, Siti Rohana Muhammad Luthfi Abdul Ghaffar Muhammad Naufal Anas Muhammad Naufal Mizan Auladi Muhammad Rivandi Athaya Muzakki, Afnan Zain N, Jenita Berlian Nabila, Nurjihan Lutfia Nabila, Shofiyah Nadhira Ahadea Noorsy Nadiyah Kumalasari Nindyasari, Jenita Berlian Ningtyas, Artika Ninis Wahyu Arifah Nisa, Salma Fadila Nur Aini Azhari Nugrahani Nurjihan Lutfia Nabila Nurul Hikmah, Sela Nurul Sukmawati Pahlavi, Arjuna Fatkhur Roziq Paramitha, Erina Adriana Persada, Tashila Zahra Pratiwi, Septiani Cipta Prihatini, Mulatsih Purwati, Yuyun Purwati, Yuyun Puspita, Widya Galih Putri Kinasih Kinasih Qisty Dzakiyyatu Husna Regita Aulia Sari Renaya Amelta Sahda Rizal, Afrian Muhammad Rochan, Tsabitha Al’tsani Miftakhu Rudisty, Bunga Cintantya Sahda, Renaya Amelta Salma, Aini Dzuriyati Salsabila Purnamasari Sandra, Dinda Agustin Septi Khairunisa Septiani Citra Pratiwi Setiawan, Rizki Sharla Apsarini Luthfiah Shella Novitasari Siti Halimah Siti Rohana Mohd Yatim Sri Darnoto Sukmawati, Dirnanda Tarwaka Tarwaka Tashila Zahra Persada Thoha Syaifudin Zuhri Tisya Aulia Waryati, Emy Tri Wati, Wiwik Novia Widyasari, Rita Aprilia Winarsih Winarsih Winarsih Winarsih Windi Wulandari Wulan Djari, Findia Yeni Indriyani Yuyun Purwati Zahra Dhiya’an Almas Putri K Zuhra, Athaya Nadya Zuhri, Thoha Syaifudin ’Aisyah, Madina Siti Nur