Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

Perilaku Berisiko terhadap Pasangan Lesbian di Kota Makassar (Studi Kasus) Nurdiyanah Nurdiyanah; Azriful Azriful; Dian Ardyanti Rauf
Al-Sihah : The Public Health Science Journal Volume 7, Nomor 2, Tahun 2015
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (468.093 KB) | DOI: 10.24252/as.v7i2.1990

Abstract

Lesbian sangat rentan mengonsumsi rokok, minuman beralkohol, penyalahgunaan obat-obatan serta melakukan hubungan seks dengan sesamanya. Stigma dan tekanan pada orientasi seksual mengakibatkan terbatasnya keterampilan dan sumber pendapatan yang menyebabkan ketergantungan pada rokok, minuman beralkohol, penyalahgunaan obat-obatan dan seks pranikah. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi terkait perilaku merokok, minuman beralkohol, penyalahgunaan obat, dan perilaku seks yang dilakukan oleh pasangan lesbian di kota Makassar. Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Pada penelitian ini digunakan pendekatan studi kasus. Informan dipilih melalui snowball sampling dengan jumlah informan 4 pasang terdiri dari 4 butchi dan 4 femme. Pengumpulan datanya dilakukan melalui wawancara langsung secara mendalam terhadap informan yaitu berupa dialog secara individu dengan menggunakan pedoman wawancara dan observasi non partisipan. Adapun kreteria untuk menentukan informan adalah pasangan lesbian. Dari hasil penelitian diketahui bahwa pasangan lesbian yang telah diwawancarai termasuk ke dalam kategori perilaku berisiko karena mereka menyatakan bahwa mereka mengonsumsi rokok secara aktif dan terus-menerus. Untuk kategori perilaku berisiko minuman beralkohol, pasangan lesbian dikatakan berisiko karena mereka mengonsumsi minuman beralkohol secara rutin terutama saat berkumpul dengan teman seprofesinya. Untuk kategori perilaku berisiko penyalahgunaan obat, informan menyatakan telah mengalami kecanduan dan tidak bisa berhenti untuk mengonsumsi obat-obatan. Untuk kategori perilaku berisiko terkait hubungan seks sesama jenis, informan melakukan hubungan seks dengan pasangannya karena didorong oleh hasrat seksual yang menyimpang. Untuk menekan tingginya perilaku berisiko terhadap pasangan lesbian maka diharapkan kepada instansi terkait agar  melakukan penertiban terhadap pengedaran obat-obatan dan minuman keras yang berada di wilayah kota Makassar dan memberikan sanksi atas perbuatannya. Kepada Dinas Kesehatan agar memberikan sosialisasi terkait bahaya merokok, minuman beralkohol, obat-obatan dan seks pranikah. Untuk pasangan lesbian agar berhenti untuk mengonsumsi rokok, minuman beralkohol dan obat-obatan serta tidak melakukan hubungan seks dengan sesamanya dan lebih mendekatkan diri kepada Sang Maha Pencipta. 
Gambaran Pengguna Narkoba Inhalasi (Ngelem) Pada Anak Jalanan Di Kota Makassar Tahun 2015 Azriful Azriful; Irviani Anwar Ibrahim; Yuliana Sulaiman
Al-Sihah : The Public Health Science Journal Volume 8, Nomor 1, Tahun 2016
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (499.739 KB) | DOI: 10.24252/as.v8i1.2153

Abstract

Perilaku menyimpang yang populer dikalangan anak jalanan adalah ngelem yang secara harfiah memang berarti menghirup lem. Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran epidemiologi pengguna narkoba inhalasi (ngelem) pada anak jalanan di Kota Makassar. Penelitian ini tergolong kuantitatif dengan pendekatan Deskriptif Observasional dengan sampel sebanyak 43 responden yang dipilih secara Accidental sampling. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Pengolahan dan analisis data dilakukan dengan menggunakan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan anak jalanan yang menggunakan narkoba inhalasi (ngelem) sebagian besar pada umur 15-18 tahun sebanyak 29 (67,4%) responden, dengan jenis kelamin tertinggi adalah laki-laki sebanyak 41 (95,3%) responden. serta pendidikan tertinggi yakni, SD sebanyak 21 (48,8%) responden. Status ekonomi orang tua responden cenderung rendah dimana pendidikan pada ayah yang tertinngi yakni SD sebanyak 15 (34,9%) responden begitu pula pada Ibu yakni SD sebanyak 19 (44,2%) responden. Sebagian besar Pekerjaan Ayah yaitu di bidang jasa sebanyak 18 (41,9%) responden sedangkan pada Ibu yaitu IRT sebanyak 34 79,1% responden serta seagian besar pendapatan orang tua kurang dari Rp 2.075.000 sebanyak 33 (76,7%) responden.Jenis lem yang tertinggi yang digunakan adalah lem fox sebanyak 39 (90,7%) responden sebagian besar mendapatkan lem dengan membeli sendiri sebanyak 17 (39,5%) responden dan sebagian besar menghirup lem karena diajak teman sebanyak 22 (51,2%) responden. Teknik menghirup lem yang tertinggi dengan menggunakan kantong plastik sebanya 33 (76,7%) responden dan sebagian besar menghirup lem dilakukan di emperan toko sebanyak 17 (39,5%) responden diatas pukul 22 Wita sebanyak 14 (32,6%) responden. Lama menggunakan lem sebagian besar 1-4 bulan sebanyak 19 (44,2%) responden. Dengan Menghabiskan lem sebagian besar 1-3 kaleng/hari sebanyak 22 (51,2%) responden dengan menghirup lem sebagian besar 4-6 kali/hari sebanyak 27 (62,8%) responden. Implikasi penelitian ini adalah dihimbau kepada Dinas sosial dan LSM yang terkait lainnya agar menggiatkan Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) tentang bahaya penggunaan narkoba khususnya pada inhalasi (ngelem).Kata Kunci : Anak Jalanan, Narkoba inhalasi (Ngelem)
Pengaruh Pemberian Bakpao Abon Ikan Kembung Substitusi Rumput Laut Terhadap Status Gizi Ibu Hamil KEK di Wilayah Kerja Puskesmas Kassi Kassi Kota Makassar Tahun 2015 Syarfaini Syarfaini; Azriful Azriful; Irviani Anwar Ibrahim; Musyhirah Waris
Al-Sihah : The Public Health Science Journal Volume 9, Nomor 1, Tahun 2017
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (596.085 KB) | DOI: 10.24252/as.v9i1.3171

Abstract

KEK adalah keadaan dimana ibu menderita keadaan kekurangan makanan yang berlangsung menahun (kronis) yang mengakibatkan timbulnya gangguan kesehatan ibu dengan tanda-tanda/gejala antara lain badan lemah dan muka pucat (Depkes, 1995). Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian Bakpao Abon Ikan Kembung Substitusi Rumput Laut, bakpao abon ikan kembung dan perbedaan keduanya terhadap status gizi ibu hamil KEK di wilayah kerja Puskesmas Kassi Kassi Kecamatan Rappocini Kota Makassar. Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimental dengan desain non randomized pre- post control design melalui pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan kriteria ibu hamil mengalami KEK ditandai dengan lingkar lengan       atas <23,5 cm, rentang umur 19-49 tahun, trimester II, tidak anemia dan mengalami penyakit infeksi serta bersedia mengkonsumsi Bakpao Abon Ikan Kembung Substitusi Rumput Laut dan bakpao abon ikan kembung sesuai saran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian Bakpao Abon Ikan Kembung Substitusi Rumput Laut dan bakpao abon ikan kembung selama 30 hari meningkatkan rata- rata berat badan, lingkar lengan atas, dan asupan energi ibu hamil KEK. Tidak terdapat pengaruh pemberian Bakpao Abon Ikan Kembung Substitusi Rumput Laut dan bakpao abon ikan kembung terhadap status gizi ibu hamil KEK, yang ditandai dengan rata-rata lingkar lengan atas        masih <23,5 cm. 
Hubungan Tuntutan Tugas, Tuntutan Peran, dan Tuntutan Antarpribadi Dengan Stres Kerja Pada Perawat di Bagian IGD Rumah Sakit Haji Kota Makassar Fatmawaty Mallapiang; Azriful Azriful; Dwi Putri Nursetyaningsih; Andi Syamsiah Adha
Al-Sihah : The Public Health Science Journal Volume 9, Nomor 2, Tahun 2017
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (536.88 KB) | DOI: 10.24252/as.v9i2.3779

Abstract

Perawat dalam menjalankan profesinya sangat rawan terhadap stres, kondisi ini dipicu karena adanya tuntutan dari pihak organisasi dan interaksinya dengan pekerjaan yang sering mendatangkan konflik atas apa yang dilakukan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang menggunakan pendekatan  survei analitik. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh perawat tetap bagian IGD RSUD Haji Kota Makassar sejumlah 30 orang, dan sampel adalah total sampling sebanyak 30 orang. Dari hasil uji statistik diperoleh ada hubungan antara tuntutan tugas dengan stres kerja (p=0.037), ada hubungan antara tuntutan peran dengan stres kerja (p=0.04), dan tidak ada hubungan antara tuntutan antar pribadi dengan stres kerja (p= 0.735).  Pihak rumah sakit atau kepala IGD sebaiknya membuat ruang kecil khusus untuk perawat beristirahat sejenak mengingat waktu kerja yang panjang dalam setiap shift dan memaksimalkan fungsi perawat magang untuk membantu mengurangi beban pekerjaan dari perawat tetap. 
Hubungan Tingkat Pengetahuan Faktor Risiko DM Dengan Status DM Pada Pegawai Negeri Sipil UIN Alauddin Makassar Azriful Azriful; Nildawati Nildawati; Habibi Habibi; Diah Rismayani Juddin
Al-Sihah : The Public Health Science Journal Volume 10, Nomor 1, Tahun 2018
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (615.229 KB) | DOI: 10.24252/as.v10i1.5420

Abstract

Diabetes mellitus (DM) menjadi suatu permasalahan yang meluas di abad ini karena prevalensi dan morbiditasnya yang meningkat. Kurangnya pengetahuan masyarakat tentang DM mengakibatkan masyarakat terlambatmenyadari bahwa telah menderita penyakit DM. Riskesdas 2013 menunjukkanprevalensi DM cenderung lebih tinggi pada masyarakat dengan tingkat pendidikan tinggi.Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar merupakan salah satu lembaga pendidikan formal di Kota Makassar yang memiliki tenaga pendidik dan tenaga kependidikan dari latar belakang pendidikan tinggi.Tujuan penelitian ini untuk melihat hubungan tingkat pengetahuan faktor risiko DM dengan status DM pada pegawai negeri sipil UIN Alauddin Makassar. Penelitian menggunakan desain cross sectional dengan responden sebanyak 89 orangyang diambil menggunakan teknik stratified random sampling. Hasil pengukuran tingkat pengetahuan faktor risiko DM yaitu baik sebesar 41,6%, cukup sebesar 39,3%, dan kurang sebesar 19,1%. Hasil pengukuran status DM yaitu normal sebesar 24,7%, pre-diabetes sebesar 65,2%, DM sebesar 7,9%, dan DM dengan komplikasi sebesar 2,2%. Hasil uji Mann Whitneymenunjukkan tidak terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan faktor risiko DM dengan status DM pada pegawai negeri sipil UIN Alauddin Makassar dengan nilai p= 0,121 (>0,05). UIN Alauddin Makassar sebaiknya membuat program penyuluhan atau sosialisasi untuk meningkatkan pengetahuan pegawai negeri sipil mengenai pentingnya mencegah penyakit DM, sehingga produktifitas kerja pegawai negeri sipil dapat dijaga dan ditingkatkan. Bagi peneliti selanjutnya diharapkan agar melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap kadar glukosa darah puasa serta melakukan pengembangan variabel penelitian yang memengaruhi status DM responden. 
Determinan Kejadian Stunting Pada Balita Usia 24-59 Bulan di Kelurahan Rangas Kecamatan Banggae Kabupaten Majene Azriful Azriful; Emmi Bujawati; Habibi Habibi; Syahratul Aeni; Yusdarif Yusdarif
Al-Sihah : The Public Health Science Journal Volume 10, Nomor 2, July-December 2018
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (611.238 KB) | DOI: 10.24252/as.v10i2.6874

Abstract

Stunting adalah salah satu masalah gizi yang berdampak buruk terhadap kualitas hidup anak dalam mencapai titik tumbuh kembang yang optimal sesuai potensi genetiknya. Stunting berhubungan dengan risiko terjadinya kesakitan dan kematian, perkembangan otak suboptimal sehingga perkembangan motorik terlambat dan terhambatnya pertumbuhan mental. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada balita usia24-59 bulan di Kelurahan Rangas Kecamatan Banggae Kabupaten Majene.Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan observasional analitik, menggunakan metode cross sectional.Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh balita usia 24-59 bulan berjumlah 339 balita.Jumlah sampel adalah 183 balita, dengan Ibu dari balita sebagai responden. Pengambilansampel dalam penelitian ini yaitu menggunakan non probability sampling dengan pendekatan accidental sampling.Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara panjang badan lahir (p=0,000), berat badan lahir (p=0,033), pemberian ASI eksklusif (p=0,000), dan jarak kelahiran (p=0,041) terhadap kejadian stunting. Sedangkan pemberian ASI sampai dengan usia 2 tahun (p=0,249), status imunisasi dasar (p=0.123), jumlah anak (p=0,511), dan status ekonomi keluarga (p=1,000) tidak memiliki hubungan terhadap kejadian stunting.Diperlukan intervensi fokus kesehatan ibu dan anak untuk mengurangi risiko bayi dengan berat badan lahir rendah dan panjang badan lahir rendah, serta menumbuhkan kesadaran ibu akan pentingnya pemberian ASI eksklusif kepada anak melalui penyuluhan.
Analisis Postur Kerja Dan Re-Desain Fasilitas Kerja Pada Pengrajin Batu Bata di Kelurahan Kalase’rena Kec.Bontonompo Kab. Gowa Fatmawaty Mallapiang; Azriful Azriful; Habibi Habibi; Syahratul Aeni; Titi Ismawati
Al-Sihah : The Public Health Science Journal Volume 11, Nomor 1, January-June 2019
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (684.233 KB) | DOI: 10.24252/as.v11i1.9419

Abstract

Sikap kerja tidak ergonomis pada pengrajin batu bata merupakan posisi kerja tidak alamiah yang diakibatkan oleh letak fasilitas kerja yang tidak sesuai dengan antropometri pekerja.Postur kerja tidak alamiah misalnya postur kerja yang selalu berdiri, jongkok, dan membungkuk, dalam waktu lama yang menyebabkan ketidaknyamanan dan berisiko menyebabkan Musculosceletal Disorder.Tujuan penelitian ini menganalisis postur kerja dengan metode RULA dan melakukanre-desain fasilitas kerja denganpengukuran antropometri pengrajinbatu batadi Kelurahan Kalase’rena Kecamatan Bontonompo Kabupaten Gowa.Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan observasional. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling yang berjumlah 38 responden dari60 pekerja berdasarkan kriteria inklusi: tenaga kerja laki-laki, masih aktif bekerja saat penelitian, berusia <55 tahun, dan masa kerja >1 tahun. Hasil penelitian menunjukkan pada tahap pencetakanbatu bata dengan postur kerja bungkuk berada pada level risiko tinggi sehingga diperlukan perbaikan postur kerja sekarang juga. Sedangkan pada proses pencetakanbatu bata dengan postur kerja berdiri berada pada level risiko sedang sehingga diperlukan perbaikan postur kerja dalam waktu dekat. Oleh karena itu perlu adanya perbaikanfasilitaskerja yang ergonomis, seperti kursi kerja: tinggi 45 cm disertai baut ring sepanjang 20 cm sehingga dapat mengatur ketinggian kursi dari rentang 35-55 cm, panjang kurang lebih 29 cm, lebar kurang lebih 29 cm, tinggi sandaran kurang lebih 55 cm, lebar sandaran kurang lebih 43 cm dan meja kerja: panjang kurang lebih 200 cm, lebarkurang lebih 100 cm, dan tinggi 52 cm disertai baut ring sepanjang20 cm di bawah meja sehingga dapat mengatur ketinggian meja dari rentang 42-62 cm, sehingga pekerja dapat bekerja dengan aman, nyaman dan produktif.
Studi Pengendalian Kejadian Tertusuk Jarum Suntik Pada Petugas Instalasi Gawat Darurat RS. X Kota Makassar Fatmawaty Mallapiang; Azriful Azriful; Nildawati Nildawati; Hasmi Septiani
Al-Sihah : The Public Health Science Journal Volume 11, Nomor 2, July-December 2019
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (582.817 KB) | DOI: 10.24252/as.v11i2.11927

Abstract

Needle Stick Injury (NSI) adalah suatu kecelakaan akibat tertusuk jarum suntik yang dapat disebabkan oleh prosespemberianinjeksi, menutup jarum suntik, pengambilan darah, pemasangan infus, ataupun pembuangan dan berisiko telah tercemar darah atau cairan tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi tentang bentuk pengendalian dari segi Keselamatan dan Kesehatan Kerja untuk meminimalisir kejadian NSI di Instalasi Gawat Darurat RS X Kota Makassar menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Penentuan informan menggunakan metode purposive sampling yang terdiri dari dua informan kunci dan delapan informan biasa. Pengumpulan data dilakukan dengan indepth interview dan diolah menggunakan content analysis, setelah itu dilakukan triangulasi sumber.Bentuk pengendalian sebelum kejadian tertusuk jarum suntik ada lima (berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 66 Tahun 2016 Tentang K3 Rumah Sakit), namun hasil penelitian menunjukkan bahwa RSWS melakukan empat upaya kecuali eliminasi yakni pengendalian substitus i(penggunaan IV Catheter), rekayasa (pengadaan wadah benda tajam berupa jerigen bekas cairan pasien Hemodialisis), administratif (penerapan SOP kewaspadaan standar dan pendelegasian tindakan menyuntik melalui rekam medik), serta alat pelindung diri (sepatu bagian atas tertutup), sedangkan setelah tertusuk jarum suntik berupa pendampingan, pemeriksaan kesehatan, jika hasilnya negatif maka dilakukan pemantauan selama masa inkubasi, dan apabila hasilnya positif maka diberikan pengobatan hingga sembuh. Pihak rumah sakit diharapkan dapat melakukan pengadaan alat jet injector, microneedle patch dan IV Catheter, wadah benda tajam sesuai standar, pendelegasian tindakan menyuntik secara tertulis sesuai hukum, penentuan standar sepatu bagi petugas, serta sosialisasi penangananpascapajanan. Kata Kunci  : Tertusuk, jarum suntik, Petugas, Pengendalian Keselamatan 
Impact of posttraumatic growth on the quality of life in woman with breast cancer Suharda Chabirah; Emmi Bujawati; Habibi Habibi; Azriful Azriful
Al-Sihah : The Public Health Science Journal Volume 12, Nomor 1, January-June 2020
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/as.v12i1.14564

Abstract

Cancer is an abnormal cell condition that can grow faster than usual condition which makes it difficult to control. Posttraumatic Growth is a reactive psychopathological response to traumatic events. Someone who has been diagnosed with breast cancer will experience physical, psychological, and social change as well as difficulties in both sexual and daily activities. This situation is going to be affect the quality of life of patients. This study aims to look at the relationship of posttraumatic growth and the quality of life of breast cancer patients in Makassar general hospital (RSUD). This research was quantitative research with an observational analytic approach and cross-sectional study design. The research site was in RSUD Makassar. The sampling technique used was a total sampling technique in which 34 respondents were selected. The Chi-Square test results confirmed that there were significant influences of factors such as social relationship new opportunities internal strength spiritual development the expected life value and posttraumatic growth on the quality of life of patients with Ca. Mammae. Therefore, for further research in the similar scope, it is expected for future researchers to conduct research in diverse cultural settings or by adding other psychological perspectives to be discussed in the research.
Program Eco Healthy Community Melalui Service Learning pada Komunitas Dampingan Azriful Azriful; Habibi Habibi; Nildawati Nildawati
JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat) VOL. 6 NOMOR 1 MARET 2022 JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat)
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (451.704 KB) | DOI: 10.30595/jppm.v6i1.7442

Abstract

Program eco healthy community adalah program komunitas yang berbasis lingkungan, melalui pengabdian masyarakat yang dilakukan pendampingan kepada masyarakat binaan UIN Alauddin Makassar yaitu masyarakat sekitar kampus dengan membuat bank sampah sebagai salah satu wadah untuk menciptakan lingkungan wilayah binaan sekitar kampus peduli dengan sampah yang berserakan yang dapat merusak estetika lingkungan bahkan menjadi sarang vektor sebagai penyebar penyakit, dengan adanya program bank sampah maka masyarakat dapat merubah paradigma tentang sampah menjadi suatu barang yang bernilai ekonomis. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah Community Based Research (CBR) dengan metode PAR Participatory Action Research (PAR). Lokasi yang dipilih sebagai tempat kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat adalah Fakultas Kedokteran Dan Ilmu Kesehatan UIN Alauddin Makassar. Progress kegiatan bank sampah ini dimulai sejak bulan Agustus 2019 dan terus beroperasi hingga saat ini.  Hasil pelayanan Bank Sampah dapat dilihat dari keadaan sekitar kampus yang mulai terlihat bersih dan sampah-sampah tidak berserakan kemana-mana, juga partisipasi dari masyarakat sekitar kampus yang menjadi nasabah bank sampah hingga mencapai omset sebesarRp. 2.837.137,-. Diharapkan masyarakat kampus lebih berpartisipasi dalam mengumpulkan sampah menjadi barang yang bernilai ekonomis atau menjadi nasabah bank sampah guna menciptakan lingkungan kampus yang bebas sampah.