Claim Missing Document
Check
Articles

Berpikir Kreatif Siswa Ditinjau dari Kemampuan Matematika dalam Menyelesaikan Soal Cerita Eniza, Sry; Rahmat, Tasnim; Firmanti, Pipit; Hista Medika, Gema
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v8i1.14637

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi dari hasil wawancara dan observasi yang dilakukan MTsN 6 Agam menunjukkan bahwa siswa secara keseluruhan tidak berpartisipasi secara bersungguh-sungguh mengikuti pembelajaran di kelas, mereka kesulitan menguasai maksud pertanyaan dari soal cerita, guru mengalami kesulitan dalam menjelaskan materi pelajaran kepada siswa disebabkan oleh siswa-siswa tersebut merupakan siswa yang mempunyai kemampuan akademik yang berbeda, dan waktu pembelajaran yang sedikit sehingga materi yang diberikan tidak sepenuhnya dipahami siswa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan berpikir kreatif matematika siswa saat menyelesaikan soal cerita kelas VIII MTsN 6 Agam. Deskriptif kualitatif merupakan jenis penelitian yang digunakan. Subjek penelitian di pilih 3 siswa dari 239 siswa dibagi menjadi per satu orang siswa pada tingkat kemampuan tinggi, sedang, dan rendah. Tes dan wawancara merupakan instrument pada penelitian ini. Reduksi data, penyajian data dan verifikasi adalah teknik analisis data yang dipakai. Teknik keabsaan datanya menggunakan triangulasi teknik. Hasil penelitian kemampuan berpikir kreatif yaitu siswa berkemampuan kreatif mampu melakukan aspek fluency, flexibility, originality, elaboration. Siswa berkempuan cukup kreatif mampu melakukan aspek fluency, elaboration. Siswa berkemampuan kurang kreatif hanya mampu melakukan aspek fluency.
Pengaruh Metakognisi Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Siswa Pada Kelas XI MIPA SMA Negeri 1 Baso Salsabil, Anggun; Rahmat, Tasnim; Aniswita, Aniswita; Hista Medika, Gema
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v8i2.14877

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh hasil observasi di SMA Negeri 1 Baso, terlihat nilai kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang masih rendah. Hal ini dapat dilihat besarnya persentase nilai kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang masih sebatas kurang. Diduga, siswa tidak menyadari akan kemampuan pemecahan masalah matematikanya. Sehingga dalam memecahkan pemecahan masalah matematika siswa banyak yang tidak paham. Bahkan mereka ada yang tidak mengerjakan soal, siswa banyak yang tidak percaya diri akan kemampuannya sendiri. Metakognisi penting untuk mengetahui proses berpikir seseorang dalam pemecahan masalah. Berdasarkan kondisi tersebut peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan rumusan masalah apakah terdapat pengaruh signifikan metakognisi terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa pada kelas XI MIPA SMA Negeri 1 Baso?. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh metakognisi signifikan terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa pada kelas XI MIPA SMA Negeri 1 Baso. Jenis penelitian ini adalah korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI MIPA SMA Negeri 1 Baso yang terdiri dari 3 kelas sebanyak 101 siswa. Dalam pengambilan sampel diambil secara acak (random sampling) setelah dilakukan uji normalitas, uji homogenitas varians, dan uji kesamaan rata-rata pada populasi. Sampel sebanyak 31 orang. Instrumen penelitian yang digunakan adalah angket untuk mengukur metakognisi siswa dan tes untuk kemampuan pemecahan masalah matematika siswa. Berdasarkan hasil olah data angket metakognisi dan tes kemampuan pemecahan masalah didapatkan hasil nilai koefisien korelasi sederhana , nilai persamaan regresi yaitu, dan nilai koefiesien determinan yaitu . Sehingga disimpulkan, terdapat pengaruh signifikan metakognisi terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika pada siswa kelas XI MIPA SMA Negeri 1 Baso.
Kemampuan Literasi Matematis Ditinjau dari Self Efficacy pada Siswa Kelas XI MIPA 1 MAN 4 Agam Mida, Dara; Medika, Gema Hista; Rahmi, Ulva; Rahmat, Tasnim
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil kemampuan literasi matematis yang disebabkan oleh berbagai faktor. Salah satu faktor yang mempengaruhi kemampuan literasi matematis siswa yaitu self-efficacy. Tujuan dilakukannya penelitian adalah: (1) Untuk mengetahui seberapa besar persentase self-efficacy siswa, (2) Untuk mengetahui seberapa besar persentase kemampuan literasi matematis siswa, (3) Untuk mengetahui kemampuan literasi matematis siswa ditinjau dari self-efficacy siswa. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Subjek dalam penelitian adalah siswa kelas XI MIPA 1 MAN 4 AGAM yang berjumlah 16 siswa. Adapun teknik pemilihan subjek dalam penelitian adalah purposive sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket untuk melihat self-efficacy siswa dan soal tes dalam bentuk uraian untuk melihat kemampuan literasi matematis siswa. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: (1) Persentase self-efficacy siswa terdiri dari tiga kategori. Dimana terdapat 4 siswa kategori self-efficacy tinggi dengan persentas 25%, 5 siswa kategori self-efficacy sedang dengan persentase 31,25% serta 7 siswa kategori self-efficacy rendah dengan persentase 43,75%. Jadi dapat disimpulkan self-efficacy siswa secara keseluruhan tergolong rendah. (2) Persentase kemampuan literasi matematis siswa terdiri dari tiga kategori. Dimana terdapat 5 siswa kategori kemampuan literasi matematis tinggi dengan persentase 31,25%, 2 siswa kategori kemampuan literasi matematis sedang dengan persentase 12,50% serta 9 siswa kategori kemampuan literasi matematis rendah dengan persentase 56,25%. Jadi dapat disimpulkan kemampuan literasi matematis siswa secara keseluruhan tergolong rendah. (3) Kemampuan literasi matematis siswa ditinjau dari self-efficacy tinggi tergolong pada kategori tinggi dengan rata-rata nilai 89,35. Jika kemampuan literasi matematis siswa ditinjau dari self-efficacy sedang tergolong pada kategori sedang dengan rata-rata nilai 54,07. Sedangkan jika kemampuan literasi matematis siswa ditinjau dari self-efficacy rendah tergolong pada kategori rendah dengan rata-rata nilai 24,87. Jadi dapat disimpulkan bahwa kemampuan literasi matematis ditinjau dari self-efficacy terdiri dari tiga kategori yaitu tinggi, sedang dan rendah.
Pengaruh Lingkungan Keluarga dan Minat Belajar terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas VIII SMP Negeri 4 Lubuk Basung Tahun Pelajaran 2021/2022 Emeliadi, Fitri; Fitri, Haida; Rahmi, Ulva; Rahmat, Tasnim
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya hasil belajar matematika siswa yang disebabkan oleh beberapa faktor antara lain, rendahnya minat belajar matematika siswa dan lingkungan keluarga siswa yang berbeda-beda. Rumusan masalah penelitian ini adalah: apakah terdapat pengaruh signifikan lingkungan keluarga dan minat belajar secara simultan terhadap hasil belajar siswa dalam pembelajaran matematika.Jenis penelitian ini adalah penelitian korelasional dengan metode kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas SMPN 4 Lubuk Basung sebanyak 2 kelas yang berjumlah 54 orang siswa. Sampel dalam penelitian ini merupakan sampel populasi karena kurang dari 100. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket lingkungan keluarga dan minat belajar serta menggunakan soal tes hasil belajar. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji regresi.  Hasil penelitian ini diperoleh persamaan regresi lingkungan keluarga terhadap hasil belajar yaitu Y = + X1 dengan nilai koefisien korelasinya 0,478 yang menunjukkan kekuatan hubungan cukup dan koefisien determinan sebesar KD = 22,801%. Uji kebermaknaan regresi diperoleh  >  disimpulkan terdapat pengaruh yang signifikan lingkungan keluarga terhadap hasil belajar siswa dalam pembelajaran matematika. Persamaan regresi minat belajar terhadap hasil belajar diperoleh Y =  +X2 dengan nilai koefisien korelasinya 0,523 yang menunjukkan kekuatan hubungan cukup dan koefisien determinan sebesar KD = 27,334%. Uji kebermaknaan regresi diperoleh  dan  disimpulkan terdapat pengaruh yang signifikan minat belajar terhadap hasil belajar siswa dalam pembelajaran matematika. Persamaan regresi berganda diperoleh Y= +X1 + X2 dengan nilai koefisien korelasi yang didapat sebesar 0,562 ini menunjukkan kekuatan hubungan cukup dan koefisien determinan sebesar KD = 31,615%. Uji kebermaknaan regresi diperoleh  >  disimpulkan bahwa terdapat pengaruh signifikan lingkungan keluarga dan minat belajar secara simultan terhadap hasil belajar siswa dalam pembelajaran matematika.
Analisis Kemampuan Berpikir Kritis Matematis Siswa Ditinjau Dari Gaya Belajar Kolb Indah Febriani, Putri; Rahmi, Fathur; Fitri, Haida; Rahmat, Tasnim
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir kritis matematis siswa ditinjau dari gaya belajar Kolb. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini yaitu purposive sampling dan subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII di SMP Negeri 1 Tanjung Raya. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah instrumen utama yaitu peneliti sendiri dan instrumen pendukung yaitu soal tes kemampuan berpikir kritis matematis dan pedoman wawancara. Teknik analisis data dalam penelitian ini terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan siswa dengan gaya belajar diverger memiliki kemampuan berpikir kritis pada kategori tinggi, siswa dengan gaya belajar assimilator memiliki kemampuan berpikir kritis pada kategori sedang, siswa dengan gaya belajar converger memiliki kemampuan berpikir kritis pada kategori sedang, dan siswa dengan gaya belajar accomodator memiliki kemampuan berpikir kritis pada kategori rendah.
Analisis Kesulitan Siswa Dalam Menyelesaikan Open Ended Problems Pada Kelas VIII SMPN 10 Mukomuko Astrika, Belladina Astrika; Fitri, Haida; Rahmat, Tasnim; Hista Medika, Gema
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i1.25631

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi karena permasalahan yang ditemukan di kelas VIII SMPN 10 Mukomuko bahwa siswa mengalami kesulitan dalam menyelesaikan soal-soal open ended problems karena tidak familiar dengan soal -soal tersebut yang menyebabkan siswa cenderung berpikir monoton. Rumusan masalah pada penelitian ini adalah bagaimana kesulitan siswa menyelesaikan soal open ended problems pada kelas VIII SMPN 10 Mukomuko dengan kemampuan tinggi, sedang dan rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesulitan siswa menyelesaikan soal open ended problems pada kelas VIII SMPN 10 Mukomuko dengan kemampuan tinggi, sedang dan rendah. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah 3 orang siswa kelas VIII SMPN 10 Mukomuko. Data dalam penelitian ini diambil melalui tes dan wawancara. Pemeriksaan data menggunakan triangulasi teknik. Berdasarkan data hasil penelitian didapat bahwa pada soal dengan tipe ada lebih dari satu cara untuk mencapai solusi suatu masalah mempunyai banyak cara penyelesaian siswa kemampuan tinggi hanya mengalami kesulitan konsep berhitung dan siswa kemampuan sedang mengalami kesulitan dalam memecahkan masalah dan konsep penyelesaian pada penarikan kesimpulan, siswa kemampuan rendah kesulitan dalam memahami konsep dan keterampilan berhitung. Pada soal dengan tipe satu soal dapat memiliki beberapa jawaban yang benar siswa dengan kemampuan tinggi tidak mengalami kesulitan, siswa kemampuan sedang hanya mengalami kesulitan dalam keterampilan berhitung, siswa kemampuan rendah kesulitan dalam memecahkan masalah, memahami konsep dan keterampilan berhitung. Pada soal dengan tipe siswa menggunakan pemikiran mereka sendiri untuk merumuskan masalah baru siswa kemampuan tinggi hanya mengalami kesulitan konsep berhitung, siswa kemampuan sedang dan rendah mengalami kesulitan dalam memecahkan masalah, memahami konsep dan keterampilan berhitung.
Hubungan Disposisi Matematis dengan Kemampuan Pemecahan Masalah pada Mata Pelajaran Matematika Rezita, Riva; Rahmat, Tasnim
Lattice Journal : Journal of Mathematics Education and Applied Vol. 2 No. 1 (2022): Juni 2022
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/lattice.v2i1.5062

Abstract

The purpose of this research is to determine whether or not there is a significant relationship between mathematical disposition and problem-solving abilities in mathematics in class XI science students at SMAN 2 Bukittinggi in 2020/2021. This type of research is correlational research. The population in this study were all students of class XI IPA SMAN 2 Bukittinggi as many as 4 classes totaling 140 students. The sample in this study were 21 students who were taken randomly. The instrument used is a mathematical disposition questionnaire and a problem-solving ability test on mathematics subjects filled out by the respondents. From the results of data analysis obtained F_count > F_table which is 17.37 > 3.57 so that the data of mathematical disposition towards solving mathematical problems has a linear pattern. The strength of the relationship is shown by the correlation coefficient rcount = 0.691. This means that there is a strong and significant positive relationship between mathematical disposition and problem-solving abilities in mathematics in class XI science students at SMAN 2 Bukittinggi in 2020/2021.Tujuan dilaksanakannnya penelitian ini adalah untuk mengetahui ada atau tidaknya hubungan yang signifikan antara disposisi matematis dengan kemampuan pemecahan masalah pada mata pelajaran matematika pada siswa kelas XI IPA di SMAN 2 Bukittinggi tahun 2020/2021. Jenis penelitian ini adalah penelitian korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI IPA SMAN 2 Bukittinggi sebanyak 4 kelas yang berjumlah 140 orang siswa. Sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 21 orang siswa yang diambil secara acak. Instrumen yang digunakan adalah angket disposisi matematis dan soal tes kemampuan pemecahan masalah terhadap mata pelajaran matematika yang diisi oleh responden. Dari hasil analisis data diperoleh    yaitu  >  sehingga data disposisi matematis terhadap pemecahan masalah matematika berpola linier.  Kekuatan hubungan ditunjukkan oleh koefisien korelasi rhitung = 0,691 ini berarti ada hubungan positif yang kuat dan  signifikan antara disposisi matematis dengan kemampuan pemecahan masalah terhadap mata pelajaran matematika pada siswa kelas XI IPA di SMAN 2 Bukittinggi tahun 2020/2021.
Pengaruh Self Confidence Terhadap Hasil Belajar Matematika Oktarisa, Fira; Rahmat, Tasnim; Rusdi, Rusdi; Firmanti, Pipit
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 2 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i2.10006

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar matematika siswa yang disebabkan oleh kurangnya self confidence siswa dalam pembelajaran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh positif yang signifikan self confidence terhadap hasil belajar matematika. Penelitian ini termasuk penelitian kuantitaif korelasional yang bersifat ex post facto. Populasi dari penelitian ini adalah berjumlah 160 orang siswa. Sampel dalam penelitian ini dipilih dengan teknik random sampling berjumlah 32 orang. Alat pengumpulan data atau instrumen dalam penelitiian ini adalah angket self confidence dan soal tes hasil belajar. Berdasarkan perhitungan yang dilakukan diperoleh persamaan regresi Y = 0,689X-11,909, koefisien korelasi sederhana sebesar 0,633 dan koefisien determinasi yang disumbangkan sebanyak 43,9%. Dari hasil pengujian hipotesis, diperoleh ttabel = 1,70 dan thitung = 4,850 pada tingkat kepercayaan 95%. Karena thitung > ttabel, dapat disimpulkan bahwa hipotesis penelitian diterima. Jadi, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh positif yang signifikan self confidence terhadap hasil belajar matematika.
Penerapan Pembelajaran Matematika Dengan Model Numbered Head Together (Nht) Terhadap Motivasi Dan Hasil Belajar Siswa Binti H.Yusmardi, Siti Maha Rani; Rahmat, Tasnim; Fitri, Haida; Isnaniah, Isnaniah
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 2 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i2.10157

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh permasalahan yang ditemukan melalui observasi dan wawancara di kelas VIII yaitu rendahnya motivasi siswa dalam belajar matematika dan hasil belajar yang masih rendah dan jauh di bawah standar Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui motivasi belajar matematika siswa yang menggunakan model pembelajaran NHT (Numbered Head Together) dan mengetahui hasil belajar matematika siswa yang mengikuti model pembelajaran lebih baik dibandingkan dengan model pembelajaran konvensional untuk kelas VIII. Jenis penelitian ini merupakan eksperimen dengan penelitian yaitu perbandingan kelompok statis. Seluruh siswa kelas VIII menjadi populasi dalam penelitian ini. Pengambilan sampel dilakukan secara acak. Sampel penelitian ini adalah kelas VIII.C sebagai kelas eksperimen dan VIII.B sebagai kelas kontrol. Instrumen utama yaitu peneliti, dan alat bantu yaitu kuesioner dan soal tes, digunakan sebagai alat kerja. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji t. Hasil analisis data angket motivasi belajar matematika siswa kelas VIII memperoleh tℎitung = 1,692 dan ttabel = 1,68. Sejak thitung ˃ ttabel 0,94 artinya tolak H0, maka dapat disimpulkan bahwa motivasi belajar siswa menggunakan model pembelajaran matematika NHT lebih baik dibandingkan motivasi siswa yang menggunakan pembelajaran konvensional di kelas VIII untuk belajar matematika. Selain itu, hasil belajar matematika diperoleh thitung = 2,892 dan ttabel = 1,68 karena thitung ˃ ttabel berarti tolak H0 dan menerima H1 pada taraf sebenarnya α = 0,05 dan dengan menggunakan SPSS26 diperoleh Sig = 0,098 yang berarti sig ≤ α ketika α = 0,05. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa siswa yang mengikuti model pembelajaran NHT mempunyai hasil belajar matematika lebih baik dibandingkan siswa yang mengikuti model konvensional.
Motivasi Dan Hasil Belajar Matematika Siswa Melalui Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Team Games Tournament (TGT) Armanda, Roza; Rahmat, Tasnim; Isnaniah, Isnaniah; Imamuddin, M.
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 3 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i3.11385

Abstract

AbstrakKurangnya inovasi guru dalam proses pembelajaran matematika berakibatkan rendahnya motivasi dan hasil belajar matematika siswa. Untuk memecahkan masalah ini, peneliti menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Team Gams Tournament (TGT). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui alasan mengapa siswa belajar matematika dengan model TGT lebih baik dariipada dengan model pembelajaran konvensional. Penelitian pra-eksperimen ini menggunakan rancangan penelitian Static Group Comparison Design. Penelitian ini mencakup semua siswa.. Berdasarkan hasil analisis data angket motivasi belajar matematika siswa diperoleh t_hitung=3,001 dan t_tabel=1,67. Karena t_hitung>t_tabel berarti tolakH_0, serta menggunakan sofware minitab diperoleh nilai signifikannya 0,002 < α=0,05 berarti tolak H_0, maka dapat disimpulkan bahwa “ Motivasi belajar matematika siswa melalui model pembelajaran kooperatif tipe Team Games Tournament (TGT) lebih baik dari pada motivasi belajar matematika siswa menggunakan pembelajaran konvesional”. Berdasarkan hasil analisis data hasil belajar matematika siswa diperoleh diperoleh t_hitung=2,143 dan t_tabel=1,67. Karena t_hitung>t_tabel berarti tolak H_0, serta menggunakan sofware minitab diperoleh nilai signifikannya 0,018 < α=0,05. berarti tolak H_0, maka dapat disimpulkan bahwa “ Hasil belajar matematika siswa melalui model pembelajaran kooperatif tipe Team Games Tournament (TGT) lebih baik dari pada hasil belajar matematika siswa menggunakan pembelajaran konvesional” Kata Kunci: Motivasi, Hasil Belajar, Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Team Games Tournament (TGT) Abstract