Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Azmah al-Diqqah fi al-Tarjamah al-'Arabiyah al-Indonesia: Dirasah Naqdiyah Li Manhajiyah al-Tarjamah fi al-Siyaq al-Raqmi al-Mu'ashir Hamzah, Andi Abdul; Limpo, Marwah
SHAWTUL ARAB Vol 5 No 1 (2025): SHAWTUL ARAB
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Arab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51192/sa.v5i1.1968

Abstract

Penelitian ini mengkaji krisis akurasi dalam terjemahan Arab-Indonesia di era digital kontemporer, dengan fokus pada tantangan yang muncul dari interaksi antara metodologi penerjemahan tradisional dan tuntutan komunikasi digital yang serba cepat. Latar belakang penelitian ini didorong oleh observasi akan maraknya ketidakakuratan dalam terjemahan Arab-Indonesia yang tersedia di berbagai platform digital, menimbulkan potensi kesalahpahaman informasi yang signifikan. Kurangnya studi komprehensif yang menelaah akar permasalahan ini, terutama dari perspektif metodologi tarjamah, menggarisbawahi urgensi penelitian ini. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi bentuk-bentuk ketidakakuratan yang paling dominan dalam terjemahan teks Arab ke dalam bahasa Indonesia pada platform digital kontemporer, menganalisis sejauh mana metodologi tarjamah tradisional berkontribusi terhadap krisis akurasi ini, dan merumuskan pendekatan metodologis kontemporer yang dapat diadopsi untuk meningkatkan akurasi terjemahan Arab-Indonesia dalam konteks komunikasi digital. Penelitian ini menggunakan metode telaah kritis kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis. Data dikumpulkan melalui analisis korpus terjemahan Arab-Indonesia dari berbagai platform digital populer, dilengkapi dengan tinjauan literatur komprehensif mengenai teori dan metodologi penerjemahan, baik tradisional maupun kontemporer. Analisis data melibatkan identifikasi pola-pola ketidakakuratan, pembandingan dengan prinsip-prinsip metodologi tarjamah, dan sintesis pendekatan inovatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketidakakuratan dominan meliputi kesalahan leksikal, sintaksis, pragmatis, dan kultural, yang sering kali diperparah oleh keterbatasan pemahaman kontekstual dan nuansa budaya. Metodologi tarjamah tradisional, meskipun memiliki fondasi kuat, terbukti kurang adaptif terhadap dinamika dan volume teks digital, terutama dalam hal kecepatan, diversitas genre, dan pemanfaatan teknologi. Berdasarkan temuan ini, kesimpulan penelitian merekomendasikan adopsi pendekatan metodologis kontemporer yang mengintegrasikan kecerdasan buatan, penerjemahan berbasis korpus, dan pemahaman lintas budaya yang mendalam, serta menekankan pentingnya pengembangan kompetensi penerjemah yang tidak hanya menguasai bahasa tetapi juga teknologi dan konteks digital
Karakteristik Bahasa Arab Pra-Islam: Analisis Masa Jahiliyyah Imran Ibrahim, Ummu Fadhilah; Hamzah, Andi Abdul; Abunawas, Kamaluddin
Al-Maraji' : Jurnal Pendidikan Bahasa Arab Vol. 9 No. 2 (2025): Al-Maraji': Jurnal Pendidikan Bahasa Arab
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/211hmz35

Abstract

This research investigates the significance of the Arabic language during the Jahiliyyah era in the formation of the social and cultural identity of the Arab community prior to the rise of Islam. The study centers on how language, especially through poetry, served as an instrument for asserting identity, power, and moral values. Utilizing a qualitative descriptive approach with content analysis, the research focuses on the works of renowned poets like Imru’ al-Qais and Antarah ibn Shaddad. Data collection was conducted through a comprehensive review of literature, analyzing diwan and other pertinent texts, while examining the interplay between language, social values, and the poets' influence within the political and social milieu of the time. The results demonstrate that in the Jahiliyyah period, language was not merely a communicative tool, but also a means to reinforce tribal identity and safeguard social honor. This study offers valuable insights into the role of language within social and political frameworks and can aid in the development of educational curricula for Arabic language and literature, particularly with regard to cultural and historical literacy. Furthermore, the research paves the way for further studies on the relationship between language and social transformation, particularly in the transition from the Jahiliyyah period to the Islamic period. Keywords: Jahiliyyah Arabic; Social and Cultural Identity; Poetry and Moral Expression Penelitian ini membahas peran bahasa Arab pada masa Jahiliyyah dalam membentuk identitas sosial dan budaya masyarakat Arab sebelum kedatangan Islam. Penekanan utama terletak pada bagaimana bahasa, khususnya dalam bentuk puisi, digunakan sebagai sarana untuk membangun identitas, kekuasaan, dan ekspresi moral. Metode yang diterapkan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan content analysis, yang memfokuskan pada karya-karya penyair terkenal seperti Imru’ al-Qais dan Antarah ibn Shaddad. Pengumpulan data dilakukan melalui studi pustaka dengan menganalisis diwan serta literatur yang relevan, sambil menggali keterkaitan antara bahasa, nilai-nilai sosial, dan peran penyair dalam konteks politik dan sosial pada masa tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada masa Jahiliyyah, bahasa bukan hanya sekadar alat komunikasi, tetapi juga berfungsi untuk memperkuat identitas suku dan menjaga kehormatan sosial. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam memahami peran bahasa dalam struktur sosial dan politik, serta dapat digunakan untuk1 mengembangkan kurikulum pendidikan bahasa Arab dan sastra, dengan fokus pada aspek budaya dan literasi sejarah. Selain itu, penelitian ini membuka peluang untuk penelitian lebih lanjut mengenai hubungan antara bahasa dan perubahan sosial, khususnya pada periode transisi dari Jahiliyyah ke Islam. Kata Kunci: Bahasa Arab Jahiliyyah; Identitas Sosial dan Budaya; Puisi dan Ekspresi Moral
URGENSI BAHAN AJAR BAHASA ARAB SEBAGAI PENENTU DALAM PROSES BELAJAR MENGAJAR Muqmin, Nurul Atira; Hamzah, Andi Abdul
JURNAL ILMU BUDAYA Vol. 14 No. 1 (2026): jurnal ilmu budaya
Publisher : Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34050/jib.v14i1.49323

Abstract

Pengembangan bahan ajar bahasa Arab merupakan kebutuhan mendesak dalam konteks pendidikan tinggi, khususnya pada program studi yang memiliki kekhasan disiplin keilmuan tertentu. Realitas menunjukkan bahwa bahan ajar bahasa Arab yang digunakan saat ini masih bersifat umum dan belum sepenuhnya disesuaikan dengan kebutuhan keilmuan mahasiswa. Padahal, pembelajaran bahasa Arab idealnya dirancang sesuai dengan konteks akademik dan kebutuhan spesifik peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji urgensi pengembangan bahan ajar bahasa Arab berbasis keilmuan serta mendeskripsikan bentuk pengembangannya. Metode yang digunakan adalah analisis kualitatif dengan model analisis interaktif. Hasil kajian menunjukkan (1) terdapat pengembangan bahan ajar bahasa Arab berbasis keilmuan diperlukan karena mahasiswa lebih akrab dengan istilah dan wacana bidang studinya; (2) tema-tema pokok pembelajaran bahasa Arab dapat dikembangkan sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan masing-masing jurusan; dan (3) bahan ajar bahasa Arab berbasis kebutuhan mahasiswa hendaknya dirancang dengan mengintegrasikan empat keterampilan berbahasa, yaitu maharah al-istima’, maharah al-kalam, maharah al-qira’ah, dan maharah al-kitabah.
Dari Babur sampai Aurangzeb: Peradaban Islam yang hilang di India Azisyah, Anir Syam; Dewi, Puspa Fitria; Hamzah, Andi Abdul; Syamsuddin, Darussalamm
QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol 4, No 2 (2025): December 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/qistina.v4i2.7772

Abstract

Dinasti Mughal merupakan salah satu imperium Islam paling berpengaruh dalam sejarah Asia Selatan yang berperan penting dalam membentuk lanskap politik, ekonomi, dan kebudayaan India. Kajian ini bertujuan menganalisis proses berdirinya Dinasti Mughal, fase puncak kejayaan serta kontribusinya terhadap perkembangan peradaban Islam, dan faktor-faktor yang mendorong kemunduran serta runtuhnya kekuasaan Mughal. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan historis melalui studi kepustakaan terhadap sumber-sumber sejarah dan karya akademik yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa kejayaan Mughal tercapai pada masa Akbar hingga Aurangzeb melalui konsolidasi politik, reformasi administrasi, toleransi sosial, penguatan ekonomi, serta perkembangan seni dan arsitektur. Namun, setelah wafatnya Aurangzeb, Dinasti Mughal mengalami kemunduran akibat konflik suksesi, melemahnya kepemimpinan pusat, pemberontakan daerah, dan tekanan kolonial Inggris. Runtuhnya Dinasti Mughal pada 1858 M merupakan hasil dari proses disintegrasi politik yang berlangsung panjang.
Hak-Hak Peserta Didik Perspektif Hasan Langgulung: Kajian Kritis dalam Konteks Pendidikan Islam Isnaeni, Isnaeni; Hamzah, Andi Abdul; Nuryamin, Nuryamin
Al-Qalam: Jurnal Kajian Islam dan Pendidikan Vol 17 No 2 (2025): Al-Qalam: Jurnal Kajian Islam Dan Pendidikan
Publisher : LP2M Universitas Islam Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47435/al-qalam.v17i2.4036

Abstract

This article examines the concept of student rights in Islamic education from the perspective of Hasan Langgulung's thinking. Using a qualitative descriptive analysis method through literature study, the study in this article aims to analyze Hasan Langgulung's contribution in formulating fundamental rights for students that integrate the principles of educational psychology with Islamic values. The results of the study formulate the fundamental rights of students according to Hasan Langgulung: (1) the right to obtain holistic education, (2) the right to be treated according to individual characteristics, (3) the right to obtain a conducive educational environment, (4) the right to obtain an integrated curriculum, and (5) the right to participate in the learning process. These concepts are relevant to the development of contemporary Islamic education, despite facing implementation challenges including the dichotomy of education, the quality of educators, limited infrastructure, and evaluation systems. This study contributes to the development of a humanistic and holistic Islamic education theory that respects student rights comprehensively.
Al-Af’al al-Kalamiyyah fi Taqdim al-Nashaih li al-Nisa fi Kitab Ya Binti li al-Syaikh Ali al-Thanthawi: Dirasah Tahliliyyah Uslubiyyah Tadawuliyyah/Speech Acts in The Delivering Advice to Women in The Book Ya Binti by Ali al-Thanthawi: Pragmatic Stylistic Analysis Study Hasyikin, Nur; Ahmad, Muhsin; Hamzah, Andi Abdul
Loghat Arabi : Jurnal Bahasa Arab dan Pendidikan Bahasa Arab VOL 6, NO 2 (DESEMBER 2025): LOGHAT ARABI
Publisher : UI DDI AD Polewali Mandar, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36915/la.v6i2.512

Abstract

Ali al-Thanthawi's book Ya Binti is an important work rich in advice for women, but has not been widely studied from a stylistic and pragmatic perspective. This research aims to analyze the language style and forms of speech acts and their functions in the book Ya Binti based on what was stated by Abrams and Harpham. This study focuses on four stylistic aspects: phonology, lexical, syntactic, and rhetoric. Furthermore, a pragmatic approach is used to explore the forms and functions of speech acts contained in the book Ya Binti. This research is a literature study and uses a qualitative descriptive analysis method. The results show that Ya Binti is a work rich in variations in language style and speech acts. Every stylistic element from phonology, lexical, syntax to rhetoric is optimally utilized to strengthen the delivery of moral and emotional messages. On the other hand, the pragmatic aspect shows the diversity of speech act functions that include giving advice, conveying beliefs, expressing feelings, and creating a psychological impact on the reader.كتاب يا بنتي لعلي الطنطاوي هو عمل مهم غني بالنصائح للنساء، لكنه لم يبحث كثيرا من منظور الأسلوبية والتداولية. تهدف هذه الدراسة إلى تحليل الأساليب اللغوية وأشكال الأفعال الكلامية ووظائفها في كتاب يا بنتي. بناء على ما ذكره أبرامز وهارفم، تركز هذه الدراسة على أربعة جوانب أسلوبية، وهي: الصوتية، والمعجمية، والنحوية، والبلاغية. ثم، استخدمت التداولية لاستكشاف أشكال ووظائف الأفعال الكلامية الموجودة في كتاب يا بنتي. وهذه الدراسة هي بحث مكتبي باستخدام التحليل الوصفي الكيفي. أظهرت نتائج البحث أن كتاب يا بنتي عمل غني بالتنوع في الأساليب اللغوية والأفعال الكلامية. كل عنصر من عناصر الأساليب اللغوية، بدءا من الصوتية، والمعجمية، والنحوية، وحتى البلاغية، تم استخدامه لتعزيز إيصال الرسائل الأخلاقية والعاطفية. ومن ناحية أخرى، أظهر الجانب التداولي تنوعا في وظائف الأفعال الكلامية التي تشمل تقديم النصائح، وإيصال القناعات، والتعبير عن المشاعر، وحتى إحداث تأثير نفسي على القارئات.
Analisis Ekuivalensi dalam Penerjemahan Arab-Indonesia: Sintesis Teori Nida, Koller, dan Newmark/Equivalence Analysis in Arabic–Indonesian Translation: A Synthesis of the Theories of Nida, Koller, and Newmark Nuur, Khaerun Nisa; Hamzah, Andi Abdul
Loghat Arabi : Jurnal Bahasa Arab dan Pendidikan Bahasa Arab VOL 6, NO 2 (DESEMBER 2025): LOGHAT ARABI
Publisher : UI DDI AD Polewali Mandar, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36915/la.v6i2.522

Abstract

Translating technical and scientific texts from Arabic into Indonesian is a complex task requiring deep understanding of both languages and academic context. This research explores core translation principles such as terminology accuracy, consistency, readability, and neutrality. Methods like literal, semantic, idiomatic, and adaptive translation are analyzed based on text type and purpose. The main focus is the concept of equivalence, ensuring alignment in meaning, form, and function between the source and target texts. The study applies Eugene Nida’s and Werner Koller’s frameworks to address linguistic and cultural differences. Identified challenges include sentence structure, technical term limitations, and cultural nuances. Recommended strategies include expert collaboration, wise use of AI, and thorough revision to ensure academic quality. This article attempts to contribute by bridging the literature gap through a conceptual synthesis between Nida, Koller, and Newmark's equivalence theory and a methodological formula for Arabic-Indonesian translation based on the concept of functional equivalence assisted by controlled AI.Penerjemahan teks teknikal dan ilmiah dari bahasa Arab ke bahasa Indonesia merupakan proses yang kompleks dan memerlukan pemahaman mendalam terhadap kedua bahasa dan konteks keilmuannya. Penelitian ini membahas prinsip dasar penerjemahan seperti akurasi terminologi, konsistensi, keterbacaan, dan netralitas. Metode seperti literal, semantik, idiomatis, dan adaptif dianalisis sesuai dengan tujuan dan karakter teks. Fokus utama adalah konsep ekuivalensi yang menjamin kesepadanan makna, bentuk, dan fungsi antara teks sumber dan teks sasaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan Eugene Nida dan Werner Koller untuk mengatasi perbedaan linguistik dan budaya. Tantangan yang diidentifikasi meliputi struktur kalimat, keterbatasan istilah teknis, dan nuansa budaya. Untuk mengatasinya, disarankan kolaborasi dengan ahli, pemanfaatan AI secara bijak, dan revisi menyeluruh untuk menjaga kualitas akademik. Artikel ini mencoba memberikan kontribusi dengan menjembatani celah literatur melalui sintesis konseptual antara teori ekuivalensi Nida, Koller, dan Newmark dan formula metodologis untuk penerjemahan bahasa Arab-Indonesia yang berbasis pada konsep ekuivalensi fungsional dibantu dengan AI secara terkontrol.
Abad Keemasan Islam: Periode Abbasiyah Sebagai Zaman Keemasan Sastra Arab Ramadhan, Muhammad Izzat; Hamzah, Andi Abdul
‘A Jamiy : Jurnal Bahasa dan Sastra Arab Vol 14, No 2 (2025): Kajian Bahasa dan Sastra Arab
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31314/ajamiy.14.2.636-653.2025

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kontribusi periode Abbasiyah dalam membentuk sastra Arab klasik, serta mengidentifikasi bagaimana literasi dan pendidikan yang didukung oleh elite Abbasiyah mendorong lahirnya karya sastra yang kompleks dan bernuansa. Dengan menggunakan metode penelitian kepustakaan, penelitian ini menganalisis berbagai sumber primer dan sekunder mengenai struktur, tema, serta peran lembaga pendidikan dalam pengembangan sastra. Hasil menunjukkan bahwa institusi seperti Bait al-Hikmah tidak hanya memperluas wawasan sastrawan Arab melalui penerjemahan literatur Yunani dan Persia, tetapi juga menciptakan lingkungan intelektual yang memacu inovasi. Temuan ini menyoroti bahwa perpaduan antara literasi tinggi, dukungan pemerintah, dan keterbukaan budaya pada periode Abbasiyah menciptakan fondasi bagi kemajuan sastra Arab. Implikasi dari studi ini menunjukkan pentingnya literasi dan pendidikan dalam menciptakan tradisi sastra yang inklusif dan progresif. Penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan mengenai pentingnya konteks sosial dan pendidikan dalam membentuk sastra sebagai cerminan zaman.
Analisis Bentuk dan Makna Tindak Tutur Tidak Langsung dalam Film Pendek “Tiflun Ta’arrada li al-Tanamur li Annahu Ghabi Asbaha ‘Abqariyya” Ahyia, Dwian Saktiawati; Khusniyati, Itsna; Hamzah, Andi Abdul; Pallawagau, Baso
Al-Fashahah: Journal of Arabic Education, Linguistics, and Literature Vol 5, No 2 (2025): Al-Fashahah: Journal of Arabic Education, Linguistics, and Literature
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59562/al-fashahah.v5i2.82000

Abstract

This study aims to reveal the forms and meanings of indirect speech acts in an Arabic short film titled “Tiflun Ta'arrada li al-Tanamur li annahu Ghabi Asbaha 'Abqariyya”. The research method used is a qualitative approach with descriptive analysis. The data in this study consisted of words, phrases, and sentences that reflected indirect speech acts. The data were analyzed using content analysis and presented in the form of a description. The results of the analysis show that in the short film “Tiflun Ta'arrada li al-Tanamur li annahu Ghabi Asbaha 'Abqariyya” there are 17 indirect speech acts with 3 forms, namely assertive, directive, and expressive. Indirect speech acts provide an overview of how a speech act has various meanings, intentions, and purposes according to the context in which it is uttered. This analysis is expected to provide new insights into the dynamics of communication in the context of Arab culture and demonstrate the importance of indirect speech acts as a tool for maintaining politeness. Through this research, it is hoped that readers can gain a deeper understanding of the complexity of communication in films and the pragmatic values contained therein.
Tantangan dan Solusi dalam Penerapan Metode al-Miftāh li al-‘Ulūm dalam Pembelajaran Qawā‘id: Studi Kasus di Pondok Pesantren Nurul As’adiyah Parang/Challenges and Solutions in Implementing the al-Miftāh li al-‘Ulūm Method in Qawā‘id Learning: A Case Study at the Nurul As’adiyah Parang Islamic Boarding School Abdullah, Abdullah; Hamzah, Andi Abdul; Harjum, Mohamad
Loghat Arabi : Jurnal Bahasa Arab dan Pendidikan Bahasa Arab VOL 7, NO 1 (MARET 2026): LOGHAT ARABI
Publisher : Universitas Islam DDI AGH Abdurrahman Ambo Dalle Polewali Mandar, Sulawesi Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36915/la.v7i1.542

Abstract

This study aims to analyze the challenges and solutions in the implementation of the al-Miftāh li al-‘Ulūm method in qawā‘id learning at the Nurul As’adiyah Parang Islamic Boarding School, Bantaeng Regency. This study uses a descriptive qualitative approach to analyze the challenges and solutions in the application of the al-Miftāh li al-‘Ulūm method in qawā‘id learning: a case study at the Nurul As’adiyah Parang Islamic Boarding School, Bantaeng Regency. Descriptive research describes the phenomena that exist in the field, while qualitative research analyzes and interprets social activities, attitudes, beliefs, and perceptions of individuals or groups. The results show that this study offers a five-step solution model to overcome the challenges of implementing the al-Miftāḥ li al-‘Ulūm method in qawā‘id learning, namely habituation, providing motivation, filtration, classifying students based on ability, and adding teaching staff. This model is a new contribution because it has not been formulated systematically in previous studies that generally only focus on the effectiveness of learning methods.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tantangan dan solusi dalam penerapan metode al-Miftāh li al-‘Ulūm dalam pembelajaran qawā‘id di Pondok Pesantren Nurul As’adiyah Parang Kabupaten Bantaeng. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif untuk menganalisis tantangan dan solusi dalam penerapan metode al-Miftāh li al-‘Ulūm dalam pembelajaran qawā‘id: studi kasus di Pondok Pesantren Nurul As’adiyah Parang Kabupaten Bantaeng. Penelitian deskriptif menggambarkan fenomena yang ada di lapangan, sedangkan penelitian kualitatif menganalisis dan menginterpretasi aktivitas sosial, sikap, keyakinan, dan persepsi individu atau kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penelitian ini menawarkan model solusi lima langkah untuk mengatasi tantangan penerapan metode al-Miftāḥ li al-‘Ulūm dalam pembelajaran qawā‘id, yaitu habituasi, pemberian motivasi, filtrasi, pengklasifikasian santri berdasarkan kemampuan, serta penambahan tenaga pengajar. Model ini menjadi kontribusi baru karena belum dirumuskan secara sistematis dalam penelitian sebelumnya yang umumnya hanya berfokus pada efektivitas metode pembelajaran.