Pemanfaatan bahan alam sebagai sumber antioksidan terus dikembangkan untuk menangkal radikal bebas penyebab berbagai penyakit degeneratif. Salah satu tanaman yang berpotensi adalah daun benalu kopi (Scurrula parasitica L.), namun informasi mengenai aktivitas antioksidannya masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan ekstrak daun S. parasitica L. yang diperoleh dari berbagai pelarut. Sampel daun benalu kopi yang berasal dari dataran tinggi Gayo diekstraksi secara maserasi bertingkat menggunakan n-heksana, etil asetat, dan metanol masing-masing selama 3 × 24 jam. Ekstrak yang diperoleh diuapkan menggunakan rotary evaporator hingga diperoleh ekstrak pekat. Aktivitas antioksidan diuji menggunakan metode 2,2-difenil-1-pikrilhidrazil (DPPH) dengan konsentrasi DPPH 0,04 mM, sedangkan vitamin C digunakan sebagai pembanding. Hasil penelitian menunjukkan rendemen ekstrak n-heksana sebesar 1,8%, etil asetat 2,5%, dan metanol 7,8%, dengan warna hijau kehitaman. Nilai IC₅₀ ekstrak n-heksana, etil asetat, dan metanol masing-masing sebesar 524,20 ppm (lemah), 186,63 ppm (lemah), dan 59,36 ppm (kuat), sedangkan vitamin C memiliki nilai IC₅₀ sebesar 4,66 ppm (sangat kuat). Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa ekstrak metanol daun S. parasitica L. memiliki aktivitas antioksidan paling tinggi dibandingkan ekstrak lainnya, sehingga berpotensi dikembangkan sebagai sumber antioksidan alami.