Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Inovasi Budidaya Maggot Black Soldier Fly (BSF) Dengan Penerapan Desain Kandang Proteksi Hama Bibin, Muhammad; Haryono, Iranita; Andreani Syafaruddin, Andi Riska; Mattanete, Alifka; Ardian, Ani
Jurnal SOLMA Vol. 13 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v13i1.12924

Abstract

Background: The use of maggot as feed in fish farming has been developed by the Pokdakan Anugrah Desa Maddenra as a solution to the high cost of commercial / manufactured fish feed. However, the problem is that the maggot production produced by Pokdakan Anugrah has not been maximized because many maggots are preyed upon by natural predators such as rats, hornbill ants and poultry. So it has not been able to meet the food needs of farmed fish. This community service activity aims to increase the production of partner group maggot cultivation as an alternative feed for fish. Method: This service activity was attended by 40 participants consisting of Partner Groups (Pokdakan Anugrah), youth and the community of Maddenra Village who have fishery businesses and UMS Rappang students. The methods carried out in this activity are through socialization/counseling, plot demonstration, mentoring and evaluation. Result: The community service team of the University of Muhammadiyah Sidenreng Rappang provides alternatives and solutions to overcome problems based on media problems, cultivation containers and predators as the main enemies of maggots with an approach to pest protection cage design. This design approach is carried out to utilize minimal space but increase the number of cultivation container media vertically and pay attention to designs that can protect the cultivation from pests. Conclusion: This community service activity is very helpful for partner groups in increasing maggot production so that it can be used as an alternative feed for farmed fish.
Productivity of Purse Seine Fishing Gear at Lonrae Fisheries Port, Bone Regency Jusri, Jusri; Hasrianti, Hasrianti; Bibin, Muhammad; Irmayanti, Irmayanti
Jurnal Sains dan Teknologi Perikanan Vol 5 No 2 (2025): OKTOBER
Publisher : Fisheries Science Study Program, Faculty of Science and Technology, Muhammadiyah University of Sidenreng Rappang.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/jikan.v5i2.2392

Abstract

Produktivitas a1at tangkap pukat cincin (purse seine) di Pelabuhan Perikanan Lonrae, Kabupaten Bone, penting dilakukan mengingat peran dominan alat ini dalam penangkapan ikan pelagis serta kontribusinya terhadap produksi perikanan daerah. Produktivitas purse seine diketahui dipengaruhi oleh kondisi oseanografi, teknik pengoperasian, jumlah trip, serta komposisi jenis ikan, sehingga pengukuran komprehensif diperlukan untuk menilai efektivitas dan keberlanjutannya. Penelitian ini bertujuan menganalisis produktivitas hasil tangkapan dan komposisi jenis ikan yang didaratkan oleh unit purse seine. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif melalui pengumpulan data primer dan sekunder. Data primer mencakup hasil tangkapan, jenis ikan, dan jumlah trip dari 30 responden yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data sekunder diperoleh dari dokumentasi PPI Lonrae mengenai jumlah unit alat tangkap dan produksi perikanan. Produktivitas dihitung menggunakan rumus Catch per Unit Effort (CPUE), sedangkan komposisi jenis dianalisis menggunakan proporsi jumlah ikan tiap spesies terhadap total hasil tangkapan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total hasil tangkapan mencapai 5.000–7.000 kg per periode dengan 2–3 trip penangkapan, menghasilkan produktivitas 1.250–2.500 kg/trip. Komposisi ikan didominasi oleh ikan layang (23.932–33.819 ekor), diikuti tongkol (16.000–21.000 ekor), sedangkan kembung dan cakalang merupakan tangkapan sampingan dengan jumlah lebih kecil. Purse seine memiliki produktivitas tinggi dan komposisi tangkapan yang didominasi pelagis kecil hingga sedang. Meskipun efektif, pengoperasian alat tangkap perlu tetap memperhatikan aspek keberlanjutan dan pengelolaan sumber daya agar produksi dapat dipertahankan dalam jangka panjang.