Claim Missing Document
Check
Articles

PERENCANAAN SISTEM PENYEDIAAN AIR BERSIH DI KECAMATAN BELITANG KABUPATEN SEKADAU PROVINSI KALIMANTAN BARAT Pandi M Pugel; Kartini Idris; Laili Fitria
Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah Vol 3, No 1 (2015): JURNAL 2015
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtllb.v3i1.12618

Abstract

ABSTRAK  Kecamatan Belitang memiliki sumber air baku yang melimpah, namunsampai saat ini belum tersedia fasilitas sarana sistem penyediaan air bersih.Oleh karena itu, perlu dilakukan perencanaan sistem penyediaan air bersih. Tujuan dari perencanaan ini untuk mengetahui aspek kualitas, kuantitas, kontinuitas air baku dan merencanakan sistem penyediaan air bersih di Kecamatan Belitang seperti merencanakan intake, pipa transmisi dan bangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA). Metode yang digunakan yaitu dengan penyebaran kuesioner untuk mengetahui kondisi masyarakat, pengambilan sampel air, survei topografi menggunakan GPS. Hasil analisis yang didapatkan yaitu analisis ketersediaan air baku dengan metode Mock dimana sebelumnya didapatkan hasil evapotranspirasi kemudian cari debit untuk selanjutnya dilakukan perhitungan debit andalan 99% dengan cara Weibull, analisis kebutuhan air bersih domestik dan non domestik penduduk Kecamatan Belitang selama 20 tahun, analisis kualitas air baku dengan cara pengujian sampel air secara in-situ dan ex-situ. Hasil uji kualitas, direncanakan sistem penyediaan air bersih untuk Kecamatan Belitang meliputi perencanaan intake, pipa transmisi dan bangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA). Berdasarkan hasil uji kualitas air baku ada beberapa parameter yang tidak sesuai dengan baku mutu.Perlu dilakukan pengolahan untuk menyesuaikan dengan baku mutu air bersih yaitu parameter TSS, pH, Nitrat sebagai N, dan Besi. Hasil uji tersebut sistem pengolahan yang digunakan yaitu koagulasi, flokulasi, sedimentasi, filtrasi dan desinfeksi.Total kebutuhan air bersih pada jam puncak penduduk Kecamatan Belitang Tahun 2034 sebesar 0,03 m3/detik atau 30 liter/detik.Debit yang didapatkan dari perhitungan debit andalan probabilitas 99% sebesar 6,076 m3/detik dan hasil debit terukur dilapangan sebesar 17,07 m3/detik. Jenis intake yang digunakan yaitu Floating Intake. Rencana pipa transmisi dari intake ke bangunan IPA menggunakan satu jalur pengaliran dengan panjang pipa yang direncanakan 150 meter dan berdiameter 200 mm dengan pipa yang digunakan yaitu pipa HDPE.Jenis bak koagulasi yang digunakan yaitu tipe hidrolis dengan terjunan dan dimensi bak 1,2 x 1,2 x 1,2 m.Bak flokulasi didesain menggunakan sumber energi gravitasi berupa saluran berbelok-belokyang berbentuk vertikal dan demensi bak 6 x 2 x 3 m. Bak sedimentasi berjumlah 1 buah dengan dimensi bak 12,7 x 4,2 x 3 m.Filter yang digunakan saringan pasir cepat dengan dimensi bak 3,4 x 1,7 x 2 m.Desinfektan yang digunakan adalah kaporit untuk dimensi bak desinfeksi 1,7 x 1,6 x 1,6m.Kapasitas reservoir air bersih yaitu 518,4 m3 dengan dimensi 13,2 x 13 x 3 m. Kata Kunci: Air Bersih, Kecamatan Belitang, Ketersediaan Air, Kualitas Air. 
ANALISIS DAMPAK KEBISINGAN DARI AKTIVITAS PENERBANGAN BANDARA INTERNASIONAL SUPADIO PONTIANAK TERHADAP KONSENTRASI BELAJAR SISWA SEKOLAH Eka Pratama Kurniawan; Dian Rahayu Jati; Laili Fitria
Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah Vol 5, No 1 (2017): JURNAL 2017
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtllb.v5i1.18544

Abstract

ABSTRAKSD Negeri 39 Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya merupakan satu diantara fasilitas pendidikan yang berada di sekitar area Bandara Internasional Supadio Pontianak. Jarak bangunan sekolah dengan bandara yang hanya berkisar 450 m, menjadikan kawasan tersebut termasuk kedalam kawasan kebisingan tingkat 3 yang artinya mempunyai gangguan terbesar akibat operasi pesawat udara pada siang dan malam hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kebisingan di SDN 39 Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, mengetahui pengaruh kebisingan terhadap konsentrasi belajar siswa yang diuji dengan menyusun puzzle, dan mengetahui upaya yang dapat dilakukan untuk meminimalisir dampak kebisingan bagi para siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah  metode penelitian eksperimen. Penelitian dilakukan dengan tiga tahap, tahap pertama yaitu pengukuran intensitas kebisingan di lokasi penelitian. Tahap kedua, yaitu uji pendahuluan dan tahap ketiga yaitu uji akhir dengan menguji konsentrasi siswa dalam menyelesaikan susunan puzzle dalam waktu 10 menit dengan diberikan paparan kebisingan. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa tingkat kebisingan di SDN 39 Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya telah melebihi baku mutu ambang batas kebisingan untuk kawasan pendidikan dalam hal ini sekolah yang tertuang dalam Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor KEP.48/MENLH/11/1996 yaitu sebesar 55 dB. Tingkat kebisingan di SDN 39 Sungai Raya yaitu dengan rentang sebesar 63,8 – 75,5 dBA.Berdasarkan uji regresi menggunakan aplikasi SPSS didapatkan bahwa nilai pengaruh kebisingan terhadap waktu penyelesaian puzzle adalah sebesar 82,5%. Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa kebisingan dari aktivitas penerbangan Bandara Internasional Supadio Pontianak mempengaruhi konsentrasi siswa yang diuji menggunakan penyusunan puzzle.Kata Kunci : kebisingan, konsentrasi siswa, puzzle, waktu penyelesaian
ANALISIS POTENSI NILAI EKONOMI SAMPAH PERUMAHAN KOTA PONTIANAK Atni Asdiantri; Yulisa Fitrianingsih; Laili Fitria
Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah Vol 4, No 1 (2016): Jurnal 2016
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtllb.v4i1.17502

Abstract

ABSTRAKPengelolaan sampah di Kota Pontianak masih menerapkan paradigma lama dimana sistem yang dilakukan adalah pengangkutan, pengumpulan, dan pembuangan di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA). Penerapan paradigma lama tersebut membuat penanganan sampah yang dilakukan kurang efisien. Sampah yang diangkut, dikumpulkan dan dibuang di TPA masih memiliki nilai ekonomi. Tujuan dari penelitian ini yaitu menganalisis timbulan dan komposisi sampah perumahan di Kota Pontianak serta menganalisis potensi dan nilai ekonomi sampah perumahan di Kota Pontianak. Sampling timbulan dan komposisi sampah  dilakukan selama 8 (delapan) hari berturut-turut sesuai dengan SNI 19-3964-1994 tentang metode pengambilan dan pengukuran contoh timbulan dan komposisi sampah perkotaan. Hasil berat sampah dari tiap komposisi sampah kemudian dikonversi dengan nilai ekonomi sampah yang ditentukan oleh Bank Sampah Rosella Kota Pontianak dan sampah organik yang diolah menjadi kompos didasarkan pada nilai harga kompos yang ada di Jalan Sei Landak Timur Perumnas 4 Kota Pontianak. Total timbulan sampah perumahan Kota Pontianak sebesar 126895,82 kg/hari atau 126,89 ton/hari. Komposisi sampah perumahan Kota Pontianak yang memiliki persentase sampah tertinggi yaitu sampah organik dengan jenis sampah organik lainnya dengan presentase sebesar 63,44% dan sampah anorganik tertinggi dengan jenis sampah anorganik lainnya dengan persentase sebesar 20,43%. Persentase sampah organik jenis sampah kardus 1,21%, koran 0,54%, kertas putih 0,81%, dan kertas kulit 3,12%. Persentase sampah anorganik jenis sampah botol 3,37%, gelas plastik 1,41%, kaleng 1,11%, botol dan plastik berwarna 2,25%. Persentase B3 sebesar 2,31%. Potensi nilai ekonomi sampah perumahan Kota Pontianak sebesar Rp163.632.081/hari. Potensi nilai ekonomi sampah tahun 2016 sebesar Rp59.725.709.457/tahun. Kata Kunci : Sampah, Potensi Nilai Ekonomi Sampah, Sampah Perumahan.
Perancangan Tempat Pengolahan Sampah (TPS) 3R di Kelurahan Sungai Jawi Dalam Kota Pontianak Siti Marsyah Putri Lestari; Laili Fitria; Hendri Sutrisno
Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah Vol 9, No 2 (2021): Juli 2021
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtllb.v9i2.47646

Abstract

Abstract In the implementation of the construction of the recycling area, several stages are needed, one of which is the phase of selecting a suitable location for the construction of the recycling area. This study aims to analyze the potential sites for the construction of recycling area using the participatory selection (selotif) method then after determining the appropriate locations, the design of the recycling area includes reception and sorting areas, composting area and other supporting facilities. The method in carrying out research at the initial stage is to identify the location of the study area and perform population projections to determine waste generation for the next 20 years. The research location in Kelurahan Sungai Jawi Dalam then divides 2 zones of prospective locations to be scored using that method. From the results of population projections in 2021, the population of Kelurahan Sungai Jawi Dalam is 35,402 people with a loading rate of 2.68 liters/person/day so that the capacity of the waste generated is 94,877 liters/day. Then from the scoring of the indicator variable tape, zone A obtained a cumulative value of 1190 and zone B of 1030 so that the zone selected as the location for the construction of recycling area was zone A with the availability of land for development of 896 m2. It is planned that the recycling area will serve 400 family members, with the rate of waste generated then compared to the waste generation of Kelurahan Sungai Jawi Dalam in 2021, the presence of the recycling area which is planned to reduce 4.52% of the waste that goes to the landfill. Recycling area requirements are 166.75 m2 consisting of 5.0 m2 organic waste storage, 7.0 m2 sorting area, 36.75 m2 composting area, 24.0 m2 sifting area, and anorganic waste area. 9.0 m2 then supporting facilities such as warehouse 18.0 m2, office 18.0 m2 security, 3.0 m2 residual area 10.0 m2, garage 30 m2 and bathroom 6.0 m2.  Keywords: waste, selotif, recycling area Abstrak Dalam pelaksanaan pembangunan TPS 3R dibutuhkan tahapan pemilihan lokasi yang layak untuk pembangunan TPS 3R. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis calon lokasi TPS 3R dengan metode seleksi partisipatif (selotif), setelah ditentukan lokasi kemudian merancang area TPS 3R berupa area penerimaan dan pemilahan, area komposting dan fasilitas pendukung lainnya. Metode pelaksanaan penelitian pada tahap awal mengidentifikasi lokasi wilayah studi dan proyeksi penduduk untuk mengetahui timbulan sampah hingga 20 tahun mendatang kemudian untuk mendapatkan hasil skoring lokasi terpilih berdasarkan variabel dan indikator yang ditentukan dalam metode selotif dilakukan dengan observasi langsung, wawancara dan kuesioner. Lokasi penelitian di Kelurahan Sungai Jawi Dalam kemudian membagi 2 zona calon lokasi yang akan dilakukan skoring dengan metode selotif. Dari hasil proyeksi penduduk pada tahun 2021, jumlah penduduk Kelurahan Sungai Jawi Dalam sebanyak 35.402 jiwa dengan laju timbulan sampah 2,68 liter/org/hari sehingga kapasitas sampah yang dihasilkan adalah 94.877 liter/hari. Kemudian dari skoring variabel indikator selotif zona A memperoleh nilai komulatif sebesar 1190 dan zona B sebesar 1030 sehingga zona yang terpilih sebagai lokasi pembangunan TPS 3R adalah zona A dengan ketersediaan lahan untuk pembangunan sebesar 896 m2. Direncanakan TPS 3R akan melayani 400KK, dengan laju timbulan sampah yang dihasilkan kemudian dibandingkan dengan timbulan sampah Kelurahan Sungai Jawi Dalam pada tahun 2021, kehadiran TPS 3R yang direncanakan dapat mengurangi 4,52% sampah yang masuk ke TPA. Kebutuhan lahan TPS 3R untuk melayani jumlah KK yang direncanakan sebesar 166,75 m2 terdiri dari penampungan sampah organik 5,0 m2, area pencacah 7,0 m2, area pengomposan 36,75 m2, area pengayakan 24,0 m2, dan area sampah anorganik 9,0 m2 kemudian sarana pendukung seperti gudang 18,0 m2, kantor 18,0 m2 pos jaga 3,0 m2 area residu 10,0 m2, garasi gerobak motor 30 m2 dan kamar mandi / WC 6,0 m2.  Kata kunci : sampah, selotif, TPS 3R
RANCANGAN TEKNIK PENYEDIAAN AIR BERSIH IBU KOTA KECAMATAN MANDOR KABUPATEN LANDAK Erland Evansta Sulisuka; Laili Fitria; Ulli Kadaria
Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah Vol 6, No 1 (2018): Januari 2018
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtllb.v6i1.26631

Abstract

ABSTRAKSumber mata air Bukit Godang merupakan salah satu sumber mata air yang memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi sumber air baku di Kecamatan Mandor. Penelitian yang dilakukan meliputi; proyeksi kebutuhan air penduduk Kecamatan Mandor hingga tahun 2037, analisis kualitas air sumber air baku yang ditinjau, analisis kuantitas dan kontinuitas air baku, serta pembuatan rencana desain jaringan pipa transmisi, bangunan penangkap mata air, dan reservoir. Hasil proyeksi penduduk pada tahun 2037 adalah 11.881 jiwa. Dari hasil analisis diketahui bahwa sumber air Bukit Godang layak dikembangkan sebagai sumber air baku. Hasil analisis debit andalan 99%  dengan menggunakan Metode Mock adalah 42,78 liter/detik, besarnya debit ini masih dapat memenuhi kebutuhan air penduduk sampai dengan tahun 2037 yang besarnya 5,16 liter/detik, Hasil analisis terhadap uji kualitas air memenuhi kelas mutu air kelas 1 berdasarkan PPRI 82 tahun 2001. Hasil analisis rencana jaringan pipa menggunakan EPANET 2.0, dapat diketahui bahwa sistem pengaliran secara gravitasi,  panjang pipa 2.230 m, velocity 1,5 meter/detik dan tekanan rata-rata adalah 12,82 m. Dalam penelitian ini juga dilakukan perencanaan bangunan penangkap mata air / broncaptering yang terletak pada titik kordinat 0o20’21,9” LU, 1090 18’17,8” BT. Reservoir terletak didesa Salatiga dengan kapasitas 326 m3.Kata Kunci: Air baku, debit andalan, kebutuhan air.
Potensi Ecobrick dalam Mengurangi Sampah Plastik Rumah Tangga di Kecamatan Pontianak Barat Bella Tri Andriastuti; Arifin Arifin; Laili Fitria
Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah Vol 7, No 2 (2019): Juli 2019
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtllb.v7i2.36141

Abstract

Abstract Waste management in Pontianak City is still managed improperly so there are still lots of waste dump in landfill area. The purpose of this study are to analyze the amount and the potential of using plastic waste to become ecobrick in West Pontianak Subdistrict. Sampling is accordance with SNI 19-3964-1994 in each village office in the West Pontianak Subdistrict. The total of plastics waste in the West Pontianak Subdistrict is 850.108,20922 kg/year or 850.108 tons/year which consists of plastics waste that can be processed into ecobrick that is 652.306,13825 kg/year or 652,306 tons/year and the generation of plastics waste that cannot be processed into ecobrick is 197.802,07097 kg/year 197,802 tons/year. The potential value of ecobrick in reducing plastics waste in West Pontianak Subdistrict is 77% plastics waste can be processed into ecobrick and by 33% it cannot be processed into ecobrick. Based on this research, the potential of ecobrick produced in 1 year which is 2.481.940 pieces for a 600 ml volume bottle or 1.119.177 units for a 1500 ml volume bottle. Keywords: ecobrick, household waste, plastics waste, Pontianak, IndonesiaAbstrak Pengelolaan sampah di Kota Pontianak masih belum dikelola dengan baik sehingga masih banyak sampah yang berakhir di TPA khususnya sampah plastik. Tujuan dalam penelitian ini adalah menganalisis jumlah timbulan sampah plastik dan menganalisis potensi ecobrick dalam mengurangi sampah plastik rumah tangga di Kecamatan Pontianak Barat. Sampling dilakukan sesuai SNI 19-3694-1994 pada tiap kelurahan di Kecamatan Pontianak Barat. Berdasarkan hasil sampling, total timbulan sampah plastik rumah tangga di Kecamatan Pontianak Barat tahun 2019 yaitu sebesar 850.108,20922 kg/tahun atau 850.108 ton/tahun yang terdiri dari timbulan sampah plastik yang dapat diolah menjadi eobrick yaitu sebesar 652.306,13825 kg/tahun atau 652,306 ton/tahun dan timbulan sampah plastik yang tidak dapat diolah menjadi ecobrick yaitu sebesar 197.802,07097 kg/tahun 197,802 ton/tahun. Nilai potensi ecobrick dalam mengurangi sampah plastik rumah tangga di Kecamatan Pontianak Barat yaitu sebesar 77% sampah plastik dapat diolah menjadi ecobrick dan sebesar 33% tidak dapat diolah menjadi ecobrick. Potensi ecobrick yang dapat dihasilkan dalam 1 tahun yaitu sebanyak 2.481.940 buah untuk botol volume 600 ml atau sebanyak 1.119.177 buah untuk ukuran botol volume 1500 ml. Kata Kunci : ecobrick, sampah rumah tangga, sampah plastik, Pontianak, Indonesia.
EVALUASI TPA RASAU JAYA KABUPATEN KUBU RAYA Natalia Siska; Yulisa Fitrianingsih; Laili Fitria
Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah Vol 4, No 1 (2016): Jurnal 2016
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtllb.v4i1.13999

Abstract

 ABSTRAKEvaluasi terhadap pengelolaan sampah dibutuhkan sebagai masukan mengenai hal-hal yang perlu diperbaiki agar terlaksana pengelolaan sampah yang berwawasan lingkungan. Hal ini menjadi semakin penting untuk direalisasikan karena adanya UU No. 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah. Kegiatan pembuangan sampah akhir di suatu lahan TPA pada umumnya mengakibatkan penurunan kualitas lingkungan. Agar kualitas lingkungan tetap terjaga dan dampak yang timbul dapat diminimalisir, maka lahan TPA harus berada di lokasi yang tepat kemudian dirancang, dibangun, serta dioperasikan sesuai fungsinya. Permasalahan muncul sebagai akibat dari ketersediaan lahan yang terbatas dan kondisi lingkungan yang tidak memenuhi Standar Nasional Indonesia tentang pemilihan lokasi TPA. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis lokasi TPA Rasau Jaya berdasarkan SK SNI 03-3241-1994 serta mengevaluasi kelayakan lokasi TPA Rasau Jaya Kabupaten Kubu Raya. Dari hasil penelitian ini diketahui bahwa kapasitas lahan TPA dapat menampung jumlah timbunan sampah Kabupaten Kubu Raya dari daerah terlayani (4 kecamatan dari 9 kecamatan) dalam kurun waktu 9 tahun kedepan terhitung mulai dari tahun 2015 hingga 2023 dengan tingkat pelayanan eksisting 30 % tanpa ada penambahan tingkat pelayanan hingga 2023, dan dapat menampung sampah 5 tahun ke depan dengan asumsi tingkat pelayanan 50% sesuai dengan Memorandum Program Sanitasi Kabupaten Kubu Raya. Evaluasi kelayakan lokasi TPA Rasau Jaya yang mengacu pada SK SNI 03-3241-1994 adalah layak dipertimbangkan.Kata Kunci :Sampah, Kelayakan TPA, SK SNI 03-3241-1994
Kajian Penggunaan Metode IP, STORET, dan CCME WQI dalam Menentukan Status Mutu Sungai Cikapayang, Jawa Barat Mirzal Yacub; Wisnu Prayogo; Laili Fitria; Afifah Yusrina; Fairuza Marhamah; Hafiz Achmad Fauzan
Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah Vol 10, No 1 (2022): Januari 2022
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtllb.v10i1.53296

Abstract

 The calculation of the water quality index was developed as an approach to minimize the amount of data and simplify the evaluation of the quality status criteria of a water body so that it is easier to understand the quality in general. This study aims to determine the water quality status of the Cikapayang River which is compared with 3 methods, namely IP, STORET, and CCME WQI using physical and chemical parameters as weights. Based on the research that has been done compared to IP and STORET, the CCME WQI method is the best method that can describe the water quality of the Cikapayang River because it considers the number of parameters below the quality standard, the number of sampling results below the quality standard, and the extent to which the measurement results differ from the quality standard. each measurement result. The results of the CCME WQI analysis show that the Cikapayang River can no longer be used according to its designation because both in the dry and rainy seasons, the quality status shows a poor status. It is recommended to the relevant agencies as managers to take several strategic options in addressing this problem, either the provision of an WWTP unit or onsite treatment to reduce the pollutant load on the water flow. The final alternative solution is to make the designation of the Cikapayang River suitable for Class III or Class IV. Keywords: Quality status, IP, STORET, CCME WQI, Cikapayang River  Abstrak Perhitungan indeks kualitas air dikembangkan sebagai pendekatan untuk meminimalkan jumlah data dan menyederhanakan evaluasi kriteria status mutu suatu badan air supaya lebih mudah dipahami tentang kualitas secara general. Penelitian ini bertujuan mengetahui status mutu air Sungai Cikapayang yang dibandingkan dengan 3 metode, yaitu IP, STORET, dan CCME WQI menggunakan parameter fisik dan kimia sebagai pembobotan. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dibandingkan IP dan STORET, metode CCME WQI merupakan metode terbaik yang dapat menggambarkan kualitas air Sungai Cikapayang karena mempertimbangkan jumlah parameter di bawah baku mutu, jumlah hasil sampling di bawah baku mutu, dan sejauh mana perbedaan hasil pengukuran dengan baku mutu dari setiap hasil pengukuran. Hasil analisis CCME WQI diketahui bahwa Sungai Cikapayang sudah tidak dapat digunakan sesuai peruntukannya karena baik di musim kemarau maupun penghujan, status mutu sama-sama menunjukan status buruk. Disarankan kepada dinas terkait sebagai pengeola untuk mengambil beberapa pilihan strategi dalam menyikapi masalah ini baik penyediaan unit IPAL atau pengolahan onsite untuk mengurangi beban pencemar pada aliran air. Solusi alternatif akhir adalah menjadikan peruntukan Sungai Cikapayang sesuai peruntukan pada Kelas III atau Kelas IV. Kata Kunci: Status mutu, IP, STORET, CCME WQI, Sungai Cikapayang
Redesain Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dengan Penambahan Unit Biodigester Skala Komunal Kapasitas 5 m3 Muhammad Qarinur; Wisnu Prayogo; Tri Rahayu; Laili Fitria
Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah Vol 10, No 1 (2022): Januari 2022
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtllb.v10i1.53312

Abstract

IPAL as a wastewater treatment facility from MCK activities in Sindangsari Village has been managed by KSM Amanah since 2013 and is still operating today. This WWTP accepts domestic waste input of 14,656 m3/day from 50 house connections and communal toilets with a total of 200-230 users per day. The management unit in the WWTP uses the DEWATS system which is equipped with a settler, biodigester, and ABR as a multilevel sedimentation and filtration tank. Communal MCK consists of 5 bathrooms and 1 operational room which is still functioning today. The condition of ABR is already filled with mud and there is a lot of garbage in it, so this condition can reduce the effectiveness of the existing WWTPs. For this reason, the domestic liquid waste produced must go through several processing stages so that the content of domestic liquid waste that will be disposed of to the environment is safe or can even be reused and as much as possible provides additional benefits in the form of biogas. The purpose of this study is to evaluate the domestic WWTP used and compare it with the domestic wastewater quality standards listed in the Minister of Environment and Forestry Regulation No. 68 of 2016. In addition, to maintain the MCK facilities that have been built, it is necessary to provide SOP guidance for both users and managers. Keywords: WWTP; DEWATS; domestic waste Abstrak IPAL sebagai fasilitas pengolahan air limbah dari aktivitas MCK di Kelurahan Sindangsari dikelola oleh KSM Amanah sejak tahun 2013 dan masih beroperasi sampai saat ini. IPAL ini menerima masukan limbah domestik sebesar 14,656  m3/hari dari 50 sambungan rumah dan MCK Komunal dengan total pengguna sebanyak 200-230 orang per hari. Unit pengelolaan yang terdapat pada IPAL menggunakan sistem DEWATS yang dilengkapi bak settler (pengendap), biodigester, dan ABR sebagai bak pengendapan bertingkat dan penyaringan. MCK Komunal terdiri dari 5 kamar mandi dan 1 ruang operasional yang masih berfungsi sampai saat ini. Kondisi ABR sudah dipenuhi lumpur dan terdapat banyak sampah di dalamnya sehingga kondisi ini dapat mengurangi efektivitas IPAL yang sudah ada. Untuk itu, limbah cair domestik yang dihasilkan harus melalui beberapa tahapan pengolahan agar kandungan limbah cair domestik yang akan dibuang ke lingkungan aman atau bahkan dapat dimanfaatkan kembali serta sebisa mungkin memberikan manfaat tambahan berupa biogas. Tujuan dari penelitian ini sehingga untuk mengevaluasi IPAL domestik yang digunakan dan dibandingkan dengan baku mutu air limbah domestik yang tercantum pada Permen LHK No. 68 tahun 2016. Selain itu, untuk menjaga fasilitas MCK yang sudah dibangun, perlu diberikan pengarahan SOP baik bagi pengguna dan juga pengelola. Kata Kunci: IPAL, DEWATS, limbah domestik, biogas.
Effect of Active Learning in Form of Scientific Approach with Assistance of Student Worksheets Based Problem Based Learning (PBL) Towards Students Biology Psychomotor Competence in Bacterial Material Lufri Lufri; Fitria Laili; Azwir Anhar
Journal of Educational Sciences Vol 4, No 1: January 2020
Publisher : Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (809.299 KB) | DOI: 10.31258/jes.4.1.p.20-29

Abstract

In the 2013 curriculum, students are demanded to be active in learning process. To actualize it, teacher should has adequate ability and skills by implementing appropriate learning model in teaching. Purpose of the research was to know effect of Active Learning in form of scientific approach with assistance of student worksheets based Problem Based Learning to wards students' Biology competence in Bacterial material.  The research method used a quasi experimental research by using randomized control posted only design. The population was students in grade X MIPA of SMAN 1 Pasaman registered in academic  year 2018/2019. Samples were taken by using Purposive Sampling technique. Instrument used was psychomotor competence observation sheet. Data analysis was conducted by using Mann Whitney U test. The finding showed that there is a significant difference between students' biology competence in experimental class and control class, in which students' biology competence in experimental class is higher than in control class. Average score of students' biology competence in experimental class is 3.34 (B+) and in control class is 3.17 (B). So, it can be concluded that Active Learning in form of scientific approach with assistance of student worksheets based Problem Based Learning can improve students Biology competence.
Co-Authors Afifah Yusrina Agung Ananda Saugi Ahmad Daudsyah Imami Alhadiansyah Andriastuti, Bella Tri Anggamulia, Muh. Ilham Ani Purwanti Ani Purwanti Annisa Wulandari0 Arifin Arifin Arifin Arifin Atni Asdiantri Ayunata, Yudi Azahar, Ridho Azizah, Rifka Noor Azwir Anhar Bella Tri Andriastuti BEWA MULYATAMA Desmaiani, Herda Dhuhan Dhuhan Dhuhan Dhuhan Dhuhan Dian Rahayu Jati Dion Awfa Edo Barlian Edo Barlian Eka Pratama Kurniawan Emilia, Esi Erland Evansta Sulisuka Erli Mutiara Fairuza Marhamah Fitra Muthia Khanza Fitrianingsih, Yulisa Hafiz Achmad Fauzan Hariyanto, Valentinus Lilik Harry Wibowo Haryana, Nila Reswari Hendri Sutrisno Hendri Sutrisno Hilman, Zaki Hutasoit, Jenri P I Wayan Koko Suryawan Ikhwali, Muhammad Faisi Imami, Ahmad Daudsyah Istiqomah Shariati Zamani Janter Pangaduan Simanjuntak Janter Pangaduan Simanjuntak Jati, Dian Rahayu Jumiati Jumiati Jumiati Jumiati Kartini Idris Kiki Prio Utomo Kiki Prio Utomo Kurniawan, Eka Pratama Kusuma, Dhimas Aji Liza Syafitri Liza Syafitri Lufri Lufri Lumbantobing, Valen Elflina Marcelina Marcelina, Marcelina Marnita Maulana, Rezki Muammar Qadafi Muhammad Qarinur Muklis Muklis MULYATAMA, BEWA Mutiara Rizki Khatulistiwa Mutiara Rizki Khatulistiwa, Mutiara Rizki Nahesson H. Panjaitan Nasution, Bagas Arya Natalia Siska Novi Fitria Novi Fitria Novianti Novianti Novianti Novianti Novrianty, Irma Nur Novilina Arifianingsih Nurhayati Nurhayati Pandi M Pugel Pane, Fikryah Atikah Panjaitan, Nahesson Hotmarama Parabi, Astisza Syahla Ludmilla Prayogo, Wisnu Purnawan Purnawan Putri Lynna A. Luthan Putri Lynna A. Luthan Putri, Anni Zahara Rachma Yuwita Rachmat Mulyana Rahmawati Rahmawati Rahmawati Rahmawati, Rahmawati Rezki Maulana Rifka Noor Azizah Risma Pradina Kusuma Risti Rosmiati Rozy Medi Wilian Sarra Rahmadani Saugi, Agung Ananda Septiariva, Iva Yenis Siska, Natalia Sitepu Amrina Rosyada Sitepu Amrina Rosyada Siti Marsyah Putri Lestari Sri Sunarsih Sulisuka, Erland Evansta Suryawan, I Wayan Koko Sutrisno, Hendri Syafitri, Liza Syafrianto, M Khalid Syahrul Khairi Tri Rahayu Ulli Kadaria Ulli Kadaria Ulli Kadaria Ulli Kadaria Vemi Ridantam Vemi Ridantam Wilian, Rozy Medi Wisnu Prayogo Wisnu Prayogo Wisnu Prayogo Wulandari0, Annisa Yacub, Mirzal Yonky Dwi Putra Yonky Dwi Putra, Yonky Dwi Yulisa Fitrianingsih Yulisa Fitrianingsih Yuni Yolanda Zhilli Izzadati Khairuni Zul Pratomo, Dicky Reno