Prasetio, Diki Bima
Departemen Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Semarang; Gedung Laboratorium Kesehatan Terpadu Lantai 4 UNIMUS

Published : 37 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

HUBUNGAN BEBAN KERJA DAN KARAKTERISTIK INDIVIDU DENGAN KADAR ASAM LAKTAT PADA PEKERJA ANGKAT ANGKUT DI TEMPAT PELELANGAN IKAN KABUPATEN REMBANG Wiwik Wahyu Utami; Rahayu Astuti; Diki Bima Prasetio
Prosiding Seminar Nasional Unimus Vol 5 (2022): Inovasi Riset dan Pengabdian Masyarakat Guna Menunjang Pencapaian Sustainable Developm
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Pekerja angkat angkut dalam melakukan pekerjaan di TPI bekerja selama 5 sampai 8. Beban angkat/angkut yang diterima pekerja selama bekerja >20 kg/hari. Selain itu pekerja angkat angkut di TPI bekerja di lingkungan kerja yang panas. Akivitas berat yang dilakukan secara berlebihan akan menyebabkan asam laktat dalam darah meningkat sebanding dengan kadar asam laktat dalam tubuh manusia. Asam laktat dapat terakumulasi ketika pekerja melakukan aktivitas secara berulang sebagai penanda kelelahan. Tujuan : Menganalisis hubungan usia, status gizi, kebiasan merokok, beban kerja dengan kadar asam laktat pada pekerja angkat angkut. Metode : Jenis penelitian ini adalah penelitian observasional dengan desain penelitian cross sectional. Data diperoleh dengan menggunakan kuesioner dan wawancara, pengukuran beban kerja  menggunakan denyut nadi dan kadar asam laktat terhadap 34 pekerja angkat angkut. Alat yang digunakan adalah accutrent plus merk rohce dan kuesioner. Dalam penelitian ini variabel bebas adalah beban kerja,karakteristik individu sedangkan variabel terikat adalah kadar asam laktat. Data diuji dengan menggunakan chi-square. Hasil : Usia pekerja 22-60 tahun, status gizi (IMT) 19,4 – 27,2 dan kadar asam laktat dalam darah 0,1-2,5 mmol/l dengan kategori tidak normar 73,5%. Staus gizi normal 33,3% kebiasaan merokok dengan kategori sedang 76,5% dan beban kerja dengan kategori perlu perbaikan 82,1%. Kesimpulan: Dalam penelitian ini beban kerja ada hubungan yang signifikan dengan kadar asam laktat p (value) = 0,031, namun usia, status gizi, kebiasaan merokok tidak ada hubungan yang signifikan dengan kadar asam laktat (p>0,05).Kata kunci : Usia, Status Gizi, Kebiasaan Merokok, Beban Kerja, Kadar asam laktat
Edukasi Penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Lingkungan Rumah Tangga Kelurahan Jabungan Kota Semarang Prasetio, Diki Bima; Rusmitasari, Heni; Pramesti, Shinta Dwi Surya; Putri, Nasya Adelia; Sahiroh, Eli; Setyaningsih, Yuliani
Jurnal Inovasi Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 4 No 1 (2024): JIPPM - Juni 2024
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jippm.456

Abstract

Rumah merupakan salah satu tempat paling berbahaya. Permasalahan yang terjadi di masyarakat di Desa Jabungan adalah terjadi kecelakaan saat dirumah seperti terpeleset, terjatuh, tersetrum, keracunan dan lainnya. Diperkuat dengan hasil wawancara menjelaskan bahwa 70,6% masyarakat yang memiliki riwayat kecelakaan di lingkungan rumah tangga. Sehingga tim pemberdayaan saat itu, membuat perencanaan dalam upaya meminimalisir terjadinya kecelakaan tersebut, dengan tujuan memberikan edukasi K3 di lingkungan rumah tangga di Kelurahan Jabungan, Kota Semarang. Kegiatan pemberdayaan ini menggunakan metode ceramah dan diskusi yang diikuti oleh 34 warga. Diawali dengan pemberian kuesioner pre-test untuk mengidentifikasi pengetahuan peserta. Edukasi diberikan menggunakan materi K3 rumah tangga melalui PowerPoint. Waktu pelaksanaan ini pada September 2023. Setelah itu, dilakukan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan peserta. Peserta kegiatan mayoritas berusia lebih dari 35 tahun (55,9%) dan sebagian besar berjenis kelamin perempuan (58,8%). Sebanyak 70,6% warga mengaku memiliki riwayat kecelakaan di lingkungan rumah tangga. Terdapat peningkatan pengetahuan sebelum dan sesudah pemberian edukasi, yang ditunjukkan oleh hasil uji wilcoxon dengan nilai p=0,000, menunjukkan adanya perbedaan sebelum dan sesudah edukasi. Edukasi K3 di lingkungan rumah tangga terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan warga Kelurahan Jabungan. Peningkatan ini menunjukkan pentingnya edukasi K3 dalam mengurangi risiko kecelakaan rumah tangga dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya penerapan prinsip-prinsip keselamatan di rumah.
Knowledge and Attitude Related to Chemical Hazards Among Employees in Dental and Oral Hospital, Indonesia Prasetio, Diki Bima; Prachaiboon, Tiwakron; Pramesti, Shinta Dwi Surya; Putri, Nasya Adelia; Sahiroh, Eli; Arti, Dwi Windu Kinanti; Suyanto, Jipri; Setyaningsih, Yuliani
Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 20, No 2 (2024)
Publisher : Department of Public Health, Faculty of Sport Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kemas.v20i2.48405

Abstract

The risk of chemical exposure in hospitals is a critical issue in the field of healthcare. Exposure to hazardous chemicals can have a negative impact on the health of healthcare workers operating in hospital environments. Hospitals utilize various chemicals, and exposure can occur through inhalation, ingestion, and skin absorption. This research, conducted in the year 2023, aims to assess the knowledge and attitudes of hospital employees regarding chemical hazards. The research employed a cross-sectional design with a total population sampling technique, with a sample size of 154 employees including doctors, nurses, pharmacists, laboratory technicians, radiologists, and support staff divided into three units: medical services, medical support, and management. Data analysis utilized bivariate analysis and the chi-square test for relationship testing. Multivariate analysis was also employed using logistic regression. The study's results reveal that 63% of the individuals are under 30 years of age, the majority are female (67.5%), 66.2% have less than 3 years of work experience, 62.3% work in medical service units, and 77.3% have an education level of a bachelor's degree or higher. Additionally, 52.6% of the employees are unmarried. A total of 76% of employees exhibit a positive attitude, and 89% possess good knowledge of chemical hazards. The study demonstrates a relationship between individual characteristics (age, gender, work experience, and unit) and the level of knowledge of chemical hazards among hospital employees. The multivariate analysis revealed that age and work unit are the influential variables. This research concludes that the majority of employees at the Dental and Oral Hospital possess good knowledge of chemical hazards and can recognize chemical hazard symbols in accordance with the GHS. Furthermore, most of them exhibit a positive attitude towards preventive measures and understanding of chemical hazards. The data analysis results indicate that there is a relationship between age, length of service, and work unit with the level of chemical hazard knowledge.
Pemberdayaan Remaja dalam Pengelolaan Sampah Rumah Tangga di Desa Kalikayen, Jawa Tengah Mifbakhuddin, Mifbakhuddin; Prasetio, Diki Bima
Jurnal Inovasi Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 4 No 2 (2024): JIPPM - Desember 2024
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jippm.671

Abstract

Pengelolaan sampah rumah tangga menjadi salah satu tantangan utama dalam menjaga kebersihan lingkungan, terutama di kawasan pedesaan seperti Desa Kalikayen. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan program pemberdayaan remaja dalam pengelolaan sampah rumah tangga yang dilakukan melalui survei lapangan, sosialisasi, pembentukan kelompok remaja, dan penerapan teknologi sederhana. Metode pelaksanaan meliputi survei karakteristik sampah, penyusunan prosedur pengelolaan sampah berbasis komunitas, pelatihan pengelolaan sampah, serta praktik pembuatan pupuk organik dari sampah rumah tangga. Evaluasi dilakukan melalui pendampingan dan analisis perubahan pengetahuan dan keterampilan remaja dalam mengelola sampah. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa ada pengaruh sebelum dan sesudah diberikannya sosialisasi dengan nilai p=0,000. Pemberdayaan remaja terbukti menjadi pendekatan strategis untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat di tingkat desa. Program ini memberikan dampak positif terhadap kebersihan lingkungan, pengurangan volume sampah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA), serta peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan sampah berkelanjutan.  
Peningkatan Pengetahuan melalui Pelatihan Pemeriksaan Gigi Sederhana bagi Kader Kesehatan Gigi di Desa Kwadungan Jurang, Temanggung, Jawa Tengah Arti, Dwi Windu Kinanti; Aprillia, Zita; Prasetio, Diki Bima
Jurnal Inovasi Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 4 No 2 (2024): JIPPM - Desember 2024
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jippm.672

Abstract

Prevalensi karies gigi pada anak usia 3-9 tahun masih tinggi meskipun mengalami penurunan dari tahun sebelumnya. Pelatihan kader kesehatan gigi di Posyandu dilakukan sebagai upaya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan deteksi dini masalah kesehatan gigi. Pelatihan dilakukan melalui ceramah, tanya jawab, dan praktik langsung kepada kader Posyandu. Tahap persiapan meliputi survei tempat, penyusunan materi, dan peralatan yang dibutuhkan. Pelatihan mencakup edukasi tentang fungsi mulut, penyakit gigi, serta praktik deteksi karies dan radang gusi. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan kader. Hasil pre-test menunjukkan bahwa 24% kader mengetahui penyebab karies botol, yang meningkat menjadi 96% pada post-test. Pengetahuan tentang penggunaan alat sonde juga meningkat dari 44% menjadi 92%. Rata-rata pengetahuan kader sebelum pelatihan adalah 4,52 dan meningkat menjadi 8,20 setelah pelatihan. Pengetahuan secara signifikan berbeda dari sebelum dan setelah pelatihan dibuktikan dengan hasil uji beda p-value sebesar 0,000. Dampak pelatihan ini berhasil meningkatkan pengetahuan kader tentang pemeriksaan gigi sederhana dan kesadaran pentingnya program kesehatan gigi.
Persepsi Pengambil Keputusan Tentang Kesiapan Penyediaan Layanan Berhenti Merokok Di Rumah Sakit Gigi Dan Mulut (RSGM) Unimus Hikmah, Arini Nuril; Salawati, Trixie; Prasetio, Diki Bima
Prosiding Seminar Nasional Unimus Vol 7 (2024): Transformasi Teknologi Menuju Indonesia Sehat dan Pencapaian Sustainable Development G
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Program layanan berhenti merokok merupakan salah satu layanan alternatif bagi perokokuntuk meningkatkan motivasi diri dalam mengurangi perilaku adiksi terhadap rokok. Banyak intervensiyang dilakukan untuk menyukseskan perluasan layanan berhenti merokok, salah satunya adalah penyediaanprogram berhenti merokok di berbagai instansi kesehatan.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untukmengetahui persepsi pengambil keputusan mengenai kesiapan penyediaan layanan berhenti merokok diRumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) Unimus. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kualitatifdengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam yang dilakukan pada pengambil keputusan.Hasil: Layanan berhenti merokok secara umum sudah dipahami oleh Sebagian besar informan tetapi masihbelum banyak yang mengetahui tentang kebijakan atau regulasinya. Layanan berhenti merokok mempunyaimanfaat positif baik bagi penyedia layanan maupun pengguna layanan. Selain itu, ada beberapa hambatanyang diialami ditinjau dari aspek Man seperti tenaga kesehatan yang masih sedikit, dari aspek Money yaknidana atau modal masih di prioritaskan ke pelayanan lain, dari aspek Material dan Machine sepertiketerbatasan tempat dan adanya sarana prasarana khusus yang turut menjadi penghambat. Serta dari sisiMethod dimana informan belum mengetahui secara jelas terkait metode dalam pelaksanaan berhentimerokok. Simpulan: Pengambil keputusan menyatakan bahwa untuk saat ini melalui berbagaipertimbangan, RSGM belum bisa menyediakan layanan berhenti merokok karena masih banyak progamlayanan di RSGM yang sedang dikembangkan dan harus diprioritaskan terlebih dahulu. pengambilkeputusan belum mempunyai gambaran tentang sistem dari layanan berhenti merokok, sehinggapenyediaan layanan berhenti merokok belum dianggap perlu.  Kata Kunci : Layanan Berhenti merokok, Persepsi Pengambil keputusan, Kualitatif
Patient Satisfaction and Associated Factors among Patients of Dental Profession Students, Indonesia: A Cross Sectional Study Fitrianto, Fakhrul; Prasetio, Diki Bima; Failasufa, Hayyu; Kusniati, Retno
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 7 No 5 (2025): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v7i5.6104

Abstract

Patient satisfaction regarding oral health services is defined as the difference between the patient's view of the services they receive and their expectations of these services. Communication is one of the factors that contribute to increasing the level of patient satisfaction. Meanwhile, communication problems are often a patient complaint as 35%-40% of patients are not satisfied when consulting with a doctor. Analyzing the relationship between patient satisfaction and the provision of communication, information, and education carried out by dental profession students at the Dental and Oral Hospital of Muhammadiyah University, Semarang. Method: This type of research is observational with cross sectional design. The population is 101 consisting of dental professional student patients. The sampling technique uses accidental sampling. The independent variables are the provision of IEC, age, gender, and level of professional students and the dependent variable is patient satisfaction. The questionnaire to measure patient satisfaction and the provision of IEC was taken from previous studies and has been proofread. Validity testing was conducted using expert judgment, with heterotrait-monotrait (HTMT) ratios below 0.9, and the reliability test using Cronbach's alpha yielded a result of 0.7. Ethical approval has been obtained and data collection involves informed consent and questionnaire interviews. Data analysis was carried out with univariate and bivariate using rank spearman correlation and Chi-square. There is a relationship between the provision of IEC with patient satisfaction (p = 0.000). there is no relationship between age (p = 0.840), gender (p = 1.000) and the level of professional students (0.260) with patient satisfaction. the results of patient satisfaction at RSGM Unimus assessed by patients have very satisfactory results. Maintaining and improving patient satisfaction is needed by RSGM to achieve maximum service quality. There is a relationship between the provision of communication, information, and education with patient satisfaction.
Work-Related Factors, Exercise Habits, and Individual Characteristics on Musculoskeletal Disorders among Indonesian Young Dentists Arti, Dwi Windu Kinanti; Prachaiboon, Tiwakron; Aprillia, Zita; Prasetio, Diki Bima
Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 21 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Semarang in collaboration with Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI Tingkat Pusat) and Jejaring Nasional Pendidikan Kesehatan (JNPK)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kemas.v21i2.17220

Abstract

MSDs disorders among dentists are one of the most common complaints. This study aims to explore risk factors that can increase the incidence of MSDs among young dentists. Methods: This study used a cross-sectional design with a population of 162 who will be used as the entire sample. The questionnaire instrument contains questions about gender, age, weight, height, smoking habits, how long to sleep in a day, exercise habits, length of work and length of service. There is also a standard questionnaire , namely the Nordic Body Map to evaluate musculoskeletal disorders in individuals. Data analysis used the chi-square test and multiple logistic regression test. Results: The highest MSDs were reported to occur in the upper back (69.8 % ) followed by the lower back (67.3%) and neck (63.6%) while the lowest prevalence was reported in the ankle (8.6%). Gender, length of service, length of service and exercise habits are associated with the occurrence of MSDs. Conclusion: The prevalence of MSDs among young dentists is still high. Length of service is the most influential risk factor.  
Hubungan Perilaku Konsumsi Air Putih, Suhu, Dan Kelembaban Dengan Tingkat Dehidrasi Pada Pekerja Pembuatan Tempe Assyifa, Keiza Nur; Prasetio, Diki Bima; Salawati, Trixie
PROSIDING SEMINAR KESEHATAN MASYARAKAT Vol 1 No Oktober (2023): Seminar (NiCe-PHResComS - 1)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/pskm.v1iOktober.248

Abstract

Latar belakang: Dehidrasi merupakan gangguan keseimbangan cairan yang banyak terjadi pada seseorang yang beraktivitas di lingkungan panas dalam waktu yang lama. Industri pembuatan tempe di Kelurahan Lamper Tengah Semarang menggunakan media perebusan tong berukuran besar yang menyebabkan suhu dan kelembaban udara menjadi tinggi. Sebanyak 2 pekerja industri mengalami dehidrasi. Pekerja sering mengonsumsi kopi dan teh daripada air putih. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan perilaku konsumsi air putih, suhu udara, dan kelembaban udara dengan tingkat dehidrasi. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan pendekatan Cross Sectional. Sampel dipilih menggunakan teknik total sampling sebanyak 33 responden. Pengambilan data perilaku konsumsi air putih menggunakan kuesioner, suhu dan kelembaban udara menggunakan alat thermohygrometer, dan tingkat dehidrasi menggunakan skor warna urine. Analisis data penelitian menggunakan chi-square. Hasil: Sebanyak 51,5% pekerja mengalami dehidrasi berat. Perilaku konsumsi air putih (p-value=0,033), suhu udara (p-value=0,004), dan kelembaban udara (p-value=0,015) memiliki hubungan dengan tingkat dehidrasi. Kesimpulan: Perilaku konsumsi air putih, suhu udara, dan kelembaban udara berhubungan dengan tingkat dehidrasi pada pekerja industri pembuatan tempe di wilayah Kelurahan Lamper Tengah Semarang.
Spatial Mapping of Periodontal Disease in Primary Health Care of Genuk, Indonesia: Geospatial Information Systems Analysis Az Zahra, Gyan Shirin Ebadi Kayla; Prasetio, Diki Bima; Failasufa, Hayyu
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 7 No 4 (2025): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v7i4.6098

Abstract

Periodontal disease is a disease characterized by inflammation and degeneration of the soft tissues and bone supporting the teeth. The accumulation of plaque, tartar and calculus bacteria on the teeth is a local factor and the main cause of periodontal disease. Environmental factors also indirectly affect the incidence of periodontal disease. Geographic information systems (GIS) are tools used to work with data that has information about location. The research method used is descriptive observational with cross sectional design to determine the spread of periodontal disease based on determinant factors in Genuk Community Health Center Working Area, Semarang City. The study population comprised individuals diagnosed with periodontal disease at the Genuk Community Health Center. A simple random sampling technique, a probability sampling method, was used. The sample size, determined using the Slovin Formula, consisted of 92 respondents. Data collection involved questionnaires completed by participants and direct observation of oral hygiene. Spatial data, specifically coordinates of periodontal disease locations, were recorded using ArcGIS Earth Geographic Information System software. In light of the fact that no analogous studies have been carried out in this area, this research is projected to yield beneficial information regarding the dissemination of periodontal disease according to its determinants within the service area of the Genuk Community Health Center. The results of the research show that the spread of periodontal disease in the Genuk Community Health Center working area is uneven, with Genuksari Village having the highest number of cases and Terboyo Kulon Village having the lowest number of cases with majority of respondents consume artesian water as their main water source.
Co-Authors , Mifbakhuddin , Sayono Addukha, Sulistyo Shanti Nur Agafian Dhuha, Ahad Agung Widodo Agus Muhammad Ridwan Agustin Lutfiana Anggun Wulandari Aprillia, Zita Arif Susanto Ariyanti, Sheila Mufida Ariyanti, Sheila Mufida Arti, Dwi Windu Kinanti Assyifa, Keiza Nur Ayu Riana Sari Ayuningtyas, Rr. Annisa Az Zahra, Gyan Shirin Ebadi Kayla Billy Zia Napoleon Bayusunuputro Bina Kurniawan Devy Indra Prabawati Dian Herawati Didik Sumanto Dwi Windu Kinanti Dwi Windu Kinanti Arti Dwi Windu Kinanti Arti Eli Sahiroh Eli Sahiroh Eli Sahiroh Erul Wirayuda Failasufa, Hayyu Farid Ilham Muddin Fauzie Rahman Fitrianto, Fakhrul Grhasta Dian Perestroika Heni Rusmitasari Hidayah, Nurulia Hidayat, Yance Hikmah, Arini Nuril Indah Nur Sa’adah Juni Arum Sari Juni Arum Sari Kinanti, Dwi Windu Lia Anggraini Lilik Dwi Setyana Mifbakhuddin Mifbakhuddin Mifbakhuddin Mifbakhuddin, Mifbakhuddin Mifbakhuddin Mifbakhudin Muhammad Azmiyannoor Muhammad Muhibbi Muhimatul Ifadah Muhimatul Ifadah Nasya Adelia Putri Nita Pujianti Nur Laily Nur Rokhman Prachaiboon, Tiwakron Pramesti, Shinta Dwi Surya Putri, Nasya Adelia Rahayu Astuti Rahayu Astuti Ratih Sari Wardani Ratih Sari Wardani Ratna Kurnia Sari Retno Kusniati Rian Muhammad Kiswara Rifki Arfianto Rizky Nur Isnaini Ruli Syaifani Fajri Sahiroh, Eli Saputra, Feri Surahman Sari, Juni Arum Seh Abu Bakar, Sayid Fariz bin Shinta Dwi Surya Pramesti Sika Widya Mustika Sri Haryani Sri Lestari Sulistyo Shanti Nur Addukha Suriyani Tan, Suriyani Suyanto, Jipri Tri Budi Wahyuni Trixie Salawati Viki Andriyani Vina Yulia Anhar Wiryanta, Wiryanta Wiwik Wahyu Utami Yanur Tri Setyani Yogaswara, Andre Yuliani Setyaningsih