Prasetio, Diki Bima
Departemen Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Semarang; Gedung Laboratorium Kesehatan Terpadu Lantai 4 UNIMUS

Published : 34 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

HUBUNGAN BEBAN KERJA DAN KARAKTERISTIK INDIVIDU DENGAN KADAR ASAM LAKTAT PADA PEKERJA ANGKAT ANGKUT DI TEMPAT PELELANGAN IKAN KABUPATEN REMBANG Wiwik Wahyu Utami; Rahayu Astuti; Diki Bima Prasetio
Prosiding Seminar Nasional Unimus Vol 5 (2022): Inovasi Riset dan Pengabdian Masyarakat Guna Menunjang Pencapaian Sustainable Developm
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Pekerja angkat angkut dalam melakukan pekerjaan di TPI bekerja selama 5 sampai 8. Beban angkat/angkut yang diterima pekerja selama bekerja >20 kg/hari. Selain itu pekerja angkat angkut di TPI bekerja di lingkungan kerja yang panas. Akivitas berat yang dilakukan secara berlebihan akan menyebabkan asam laktat dalam darah meningkat sebanding dengan kadar asam laktat dalam tubuh manusia. Asam laktat dapat terakumulasi ketika pekerja melakukan aktivitas secara berulang sebagai penanda kelelahan. Tujuan : Menganalisis hubungan usia, status gizi, kebiasan merokok, beban kerja dengan kadar asam laktat pada pekerja angkat angkut. Metode : Jenis penelitian ini adalah penelitian observasional dengan desain penelitian cross sectional. Data diperoleh dengan menggunakan kuesioner dan wawancara, pengukuran beban kerja  menggunakan denyut nadi dan kadar asam laktat terhadap 34 pekerja angkat angkut. Alat yang digunakan adalah accutrent plus merk rohce dan kuesioner. Dalam penelitian ini variabel bebas adalah beban kerja,karakteristik individu sedangkan variabel terikat adalah kadar asam laktat. Data diuji dengan menggunakan chi-square. Hasil : Usia pekerja 22-60 tahun, status gizi (IMT) 19,4 – 27,2 dan kadar asam laktat dalam darah 0,1-2,5 mmol/l dengan kategori tidak normar 73,5%. Staus gizi normal 33,3% kebiasaan merokok dengan kategori sedang 76,5% dan beban kerja dengan kategori perlu perbaikan 82,1%. Kesimpulan: Dalam penelitian ini beban kerja ada hubungan yang signifikan dengan kadar asam laktat p (value) = 0,031, namun usia, status gizi, kebiasaan merokok tidak ada hubungan yang signifikan dengan kadar asam laktat (p>0,05).Kata kunci : Usia, Status Gizi, Kebiasaan Merokok, Beban Kerja, Kadar asam laktat
Edukasi Penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Lingkungan Rumah Tangga Kelurahan Jabungan Kota Semarang Prasetio, Diki Bima; Rusmitasari, Heni; Pramesti, Shinta Dwi Surya; Putri, Nasya Adelia; Sahiroh, Eli; Setyaningsih, Yuliani
Jurnal Inovasi Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 4 No 1 (2024): JIPPM - Juni 2024
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jippm.456

Abstract

Rumah merupakan salah satu tempat paling berbahaya. Permasalahan yang terjadi di masyarakat di Desa Jabungan adalah terjadi kecelakaan saat dirumah seperti terpeleset, terjatuh, tersetrum, keracunan dan lainnya. Diperkuat dengan hasil wawancara menjelaskan bahwa 70,6% masyarakat yang memiliki riwayat kecelakaan di lingkungan rumah tangga. Sehingga tim pemberdayaan saat itu, membuat perencanaan dalam upaya meminimalisir terjadinya kecelakaan tersebut, dengan tujuan memberikan edukasi K3 di lingkungan rumah tangga di Kelurahan Jabungan, Kota Semarang. Kegiatan pemberdayaan ini menggunakan metode ceramah dan diskusi yang diikuti oleh 34 warga. Diawali dengan pemberian kuesioner pre-test untuk mengidentifikasi pengetahuan peserta. Edukasi diberikan menggunakan materi K3 rumah tangga melalui PowerPoint. Waktu pelaksanaan ini pada September 2023. Setelah itu, dilakukan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan peserta. Peserta kegiatan mayoritas berusia lebih dari 35 tahun (55,9%) dan sebagian besar berjenis kelamin perempuan (58,8%). Sebanyak 70,6% warga mengaku memiliki riwayat kecelakaan di lingkungan rumah tangga. Terdapat peningkatan pengetahuan sebelum dan sesudah pemberian edukasi, yang ditunjukkan oleh hasil uji wilcoxon dengan nilai p=0,000, menunjukkan adanya perbedaan sebelum dan sesudah edukasi. Edukasi K3 di lingkungan rumah tangga terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan warga Kelurahan Jabungan. Peningkatan ini menunjukkan pentingnya edukasi K3 dalam mengurangi risiko kecelakaan rumah tangga dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya penerapan prinsip-prinsip keselamatan di rumah.
Knowledge and Attitude Related to Chemical Hazards Among Employees in Dental and Oral Hospital, Indonesia Prasetio, Diki Bima; Prachaiboon, Tiwakron; Pramesti, Shinta Dwi Surya; Putri, Nasya Adelia; Sahiroh, Eli; Arti, Dwi Windu Kinanti; Suyanto, Jipri; Setyaningsih, Yuliani
Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 20, No 2 (2024)
Publisher : Department of Public Health, Faculty of Sport Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kemas.v20i2.48405

Abstract

The risk of chemical exposure in hospitals is a critical issue in the field of healthcare. Exposure to hazardous chemicals can have a negative impact on the health of healthcare workers operating in hospital environments. Hospitals utilize various chemicals, and exposure can occur through inhalation, ingestion, and skin absorption. This research, conducted in the year 2023, aims to assess the knowledge and attitudes of hospital employees regarding chemical hazards. The research employed a cross-sectional design with a total population sampling technique, with a sample size of 154 employees including doctors, nurses, pharmacists, laboratory technicians, radiologists, and support staff divided into three units: medical services, medical support, and management. Data analysis utilized bivariate analysis and the chi-square test for relationship testing. Multivariate analysis was also employed using logistic regression. The study's results reveal that 63% of the individuals are under 30 years of age, the majority are female (67.5%), 66.2% have less than 3 years of work experience, 62.3% work in medical service units, and 77.3% have an education level of a bachelor's degree or higher. Additionally, 52.6% of the employees are unmarried. A total of 76% of employees exhibit a positive attitude, and 89% possess good knowledge of chemical hazards. The study demonstrates a relationship between individual characteristics (age, gender, work experience, and unit) and the level of knowledge of chemical hazards among hospital employees. The multivariate analysis revealed that age and work unit are the influential variables. This research concludes that the majority of employees at the Dental and Oral Hospital possess good knowledge of chemical hazards and can recognize chemical hazard symbols in accordance with the GHS. Furthermore, most of them exhibit a positive attitude towards preventive measures and understanding of chemical hazards. The data analysis results indicate that there is a relationship between age, length of service, and work unit with the level of chemical hazard knowledge.
Pemberdayaan Remaja dalam Pengelolaan Sampah Rumah Tangga di Desa Kalikayen, Jawa Tengah Mifbakhuddin, Mifbakhuddin; Prasetio, Diki Bima
Jurnal Inovasi Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 4 No 2 (2024): JIPPM - Desember 2024
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jippm.671

Abstract

Pengelolaan sampah rumah tangga menjadi salah satu tantangan utama dalam menjaga kebersihan lingkungan, terutama di kawasan pedesaan seperti Desa Kalikayen. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan program pemberdayaan remaja dalam pengelolaan sampah rumah tangga yang dilakukan melalui survei lapangan, sosialisasi, pembentukan kelompok remaja, dan penerapan teknologi sederhana. Metode pelaksanaan meliputi survei karakteristik sampah, penyusunan prosedur pengelolaan sampah berbasis komunitas, pelatihan pengelolaan sampah, serta praktik pembuatan pupuk organik dari sampah rumah tangga. Evaluasi dilakukan melalui pendampingan dan analisis perubahan pengetahuan dan keterampilan remaja dalam mengelola sampah. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa ada pengaruh sebelum dan sesudah diberikannya sosialisasi dengan nilai p=0,000. Pemberdayaan remaja terbukti menjadi pendekatan strategis untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat di tingkat desa. Program ini memberikan dampak positif terhadap kebersihan lingkungan, pengurangan volume sampah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA), serta peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan sampah berkelanjutan.  
Peningkatan Pengetahuan melalui Pelatihan Pemeriksaan Gigi Sederhana bagi Kader Kesehatan Gigi di Desa Kwadungan Jurang, Temanggung, Jawa Tengah Arti, Dwi Windu Kinanti; Aprillia, Zita; Prasetio, Diki Bima
Jurnal Inovasi Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 4 No 2 (2024): JIPPM - Desember 2024
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jippm.672

Abstract

Prevalensi karies gigi pada anak usia 3-9 tahun masih tinggi meskipun mengalami penurunan dari tahun sebelumnya. Pelatihan kader kesehatan gigi di Posyandu dilakukan sebagai upaya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan deteksi dini masalah kesehatan gigi. Pelatihan dilakukan melalui ceramah, tanya jawab, dan praktik langsung kepada kader Posyandu. Tahap persiapan meliputi survei tempat, penyusunan materi, dan peralatan yang dibutuhkan. Pelatihan mencakup edukasi tentang fungsi mulut, penyakit gigi, serta praktik deteksi karies dan radang gusi. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan kader. Hasil pre-test menunjukkan bahwa 24% kader mengetahui penyebab karies botol, yang meningkat menjadi 96% pada post-test. Pengetahuan tentang penggunaan alat sonde juga meningkat dari 44% menjadi 92%. Rata-rata pengetahuan kader sebelum pelatihan adalah 4,52 dan meningkat menjadi 8,20 setelah pelatihan. Pengetahuan secara signifikan berbeda dari sebelum dan setelah pelatihan dibuktikan dengan hasil uji beda p-value sebesar 0,000. Dampak pelatihan ini berhasil meningkatkan pengetahuan kader tentang pemeriksaan gigi sederhana dan kesadaran pentingnya program kesehatan gigi.
Persepsi Pengambil Keputusan Tentang Kesiapan Penyediaan Layanan Berhenti Merokok Di Rumah Sakit Gigi Dan Mulut (RSGM) Unimus Hikmah, Arini Nuril; Salawati, Trixie; Prasetio, Diki Bima
Prosiding Seminar Nasional Unimus Vol 7 (2024): Transformasi Teknologi Menuju Indonesia Sehat dan Pencapaian Sustainable Development G
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Program layanan berhenti merokok merupakan salah satu layanan alternatif bagi perokokuntuk meningkatkan motivasi diri dalam mengurangi perilaku adiksi terhadap rokok. Banyak intervensiyang dilakukan untuk menyukseskan perluasan layanan berhenti merokok, salah satunya adalah penyediaanprogram berhenti merokok di berbagai instansi kesehatan.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untukmengetahui persepsi pengambil keputusan mengenai kesiapan penyediaan layanan berhenti merokok diRumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) Unimus. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kualitatifdengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam yang dilakukan pada pengambil keputusan.Hasil: Layanan berhenti merokok secara umum sudah dipahami oleh Sebagian besar informan tetapi masihbelum banyak yang mengetahui tentang kebijakan atau regulasinya. Layanan berhenti merokok mempunyaimanfaat positif baik bagi penyedia layanan maupun pengguna layanan. Selain itu, ada beberapa hambatanyang diialami ditinjau dari aspek Man seperti tenaga kesehatan yang masih sedikit, dari aspek Money yaknidana atau modal masih di prioritaskan ke pelayanan lain, dari aspek Material dan Machine sepertiketerbatasan tempat dan adanya sarana prasarana khusus yang turut menjadi penghambat. Serta dari sisiMethod dimana informan belum mengetahui secara jelas terkait metode dalam pelaksanaan berhentimerokok. Simpulan: Pengambil keputusan menyatakan bahwa untuk saat ini melalui berbagaipertimbangan, RSGM belum bisa menyediakan layanan berhenti merokok karena masih banyak progamlayanan di RSGM yang sedang dikembangkan dan harus diprioritaskan terlebih dahulu. pengambilkeputusan belum mempunyai gambaran tentang sistem dari layanan berhenti merokok, sehinggapenyediaan layanan berhenti merokok belum dianggap perlu.  Kata Kunci : Layanan Berhenti merokok, Persepsi Pengambil keputusan, Kualitatif
Hubungan Perilaku Konsumsi Air Putih, Suhu, Dan Kelembaban Dengan Tingkat Dehidrasi Pada Pekerja Pembuatan Tempe Assyifa, Keiza Nur; Prasetio, Diki Bima; Salawati, Trixie
PROSIDING SEMINAR KESEHATAN MASYARAKAT Vol 1 No Oktober (2023): Seminar (NiCe-PHResComS - 1)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/pskm.v1iOktober.248

Abstract

Latar belakang: Dehidrasi merupakan gangguan keseimbangan cairan yang banyak terjadi pada seseorang yang beraktivitas di lingkungan panas dalam waktu yang lama. Industri pembuatan tempe di Kelurahan Lamper Tengah Semarang menggunakan media perebusan tong berukuran besar yang menyebabkan suhu dan kelembaban udara menjadi tinggi. Sebanyak 2 pekerja industri mengalami dehidrasi. Pekerja sering mengonsumsi kopi dan teh daripada air putih. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan perilaku konsumsi air putih, suhu udara, dan kelembaban udara dengan tingkat dehidrasi. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan pendekatan Cross Sectional. Sampel dipilih menggunakan teknik total sampling sebanyak 33 responden. Pengambilan data perilaku konsumsi air putih menggunakan kuesioner, suhu dan kelembaban udara menggunakan alat thermohygrometer, dan tingkat dehidrasi menggunakan skor warna urine. Analisis data penelitian menggunakan chi-square. Hasil: Sebanyak 51,5% pekerja mengalami dehidrasi berat. Perilaku konsumsi air putih (p-value=0,033), suhu udara (p-value=0,004), dan kelembaban udara (p-value=0,015) memiliki hubungan dengan tingkat dehidrasi. Kesimpulan: Perilaku konsumsi air putih, suhu udara, dan kelembaban udara berhubungan dengan tingkat dehidrasi pada pekerja industri pembuatan tempe di wilayah Kelurahan Lamper Tengah Semarang.
Green Mind : Pengolahan Sampah pada Remaja di Desa Kalikayen, Jawa Tengah Prasetio, Diki Bima; Ayuningtyas, Rr. Annisa; Sahiroh, Eli; Putri, Nasya Adelia; Pramesti, Shinta Dwi Surya; Setyaningsih, Yuliani
Inovasi Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 1 No 3 (2023): IJPM - Desember 2023
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/ijpm.203

Abstract

Remaja merupakan masa pertumbuhan unik baik secara fisik, mental, psikologis, dan sosioemosional. Remaja di desa ini banyak mengalami permasalahan seperti ketergantungan gawai, perkelahian antar sesama remaja, kehamilan di luar nikah, hingga pernikahan dini. Tantangan kesehatan mental yang dialami pada masa remaja perlu disikapi dengan baik. Perlu solusi terhadap permasalahan yang terjadi pada remaja seperti program “Green Mind” yang bertujuan untuk mengoptimalisasi sumber daya remaja. Studi pengabdian ini adalah remaja di Desa Kalikayen, Jawa Tengah dengan subjek berjumlah 36 orang. Pelaksanaan kegiatan secara efektif dibagi menjadi beberapa tahap, yaitu inisiasi, inti, dan hilirisasi. Tingkat pengetahuan remaja terkait pengolahan sampah diukur menggunakan kuesioner. Uji pengaruh pelatihan pengolahan sampah pada remaja di Desa Kalikayen menunjukan bahwa ada pengaruh sebelum dan sesudah diberikannya pelatihan dengan dibuktikan nilai p = 0,000. Pemberian pelatihan pada remaja dengan metode ceramah dan edukasi secara langsung memberikan hasil yang efektif dalam peningkatan pemahaman remaja. Ada peningkatan pengetahuan sebelum dan sesudah pemberian pelatihan pengolahan sampah. Pemberdayaan remaja melalui kegiatan pengolahan sampah memberikan manfaat yang baik dalam upaya meningkatkan kesehatan mental remaja. Mempersiapkan remaja sebagai generasi muda yang berkualitas harus dilakukan, untuk mencegah fenomena yang berdampak buruk bagi remaja. Pemberdayaan ke remaja berupa hal positif akan memberikan hasil yang baik untuk kedepannya.
Observasi Kesehatan Mental pada Mompreneur di Taman Kanak-Kanak Kuncup Mekar Gogik Ifadah, Muhimatul; Prasetio, Diki Bima
JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 2 No 1 (2023): Januari
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jipmi.v2i1.75

Abstract

Latar belakang: Mompreneur atau ibu yang bekerja merupakan  kelompok yang   rentan   dan   berisiko   terhadap hazard psikososial. Kesejahteraan  keluarga  ibu  bekerja menjadi    berkurang dikarenakan    mompreneur  mengalami  stress  akibat  konflik peran  ganda  dan  beban  kerja  berlebihan. Kesehatan mental dapat diukur dengan melihat tingkat kecemasan stres seseorang. Tujuan: Untuk mengetahui kesehatan mental ibu pekerja yang memiliki anak usia Taman Kanak-Kanak. Metode: Observasi dilakukan pada 36 mompreneur di TK Kuncup Mekar Gogik. Teknik pengambilan data menggunakan metode angket. Hasil: Mompreneur merasa mudah marah karena hal-hal sepele (75%), selain itu kadang-kadang mereka mengkhawatirkan hal-hal yang belum tentu terjadi. Sebagian besar dari mompreneur yang kadang-kadang merasa sulit untuk bersabar (63,9%) dan mudah tersinggung (61,1%) serta (25%) dari mereka sering kelelahan karena pekerjaan. Mengenai hubungan komunikasi dengan anak mereka mengakui jika hubungannya dekat dengan anak (75%), sering menjelaskan tentang hal-hal yang tidak boleh dilakukan oleh anak (80,6%), sering melakukan diskusi dengan anak (61,1%), serta merasa harus belajar tentang perkembangan anak meskipun sibuk bekerja (75%). Kesimpulan: Ibu dituntut untuk mengerjakan kewajibannya terhadap pekerjaan, namun pada saat yang bersamaan ibu juga dituntut untuk tidak melupakan kodratnya sebagai ibu dan istri, ibu bekerja tetap berusaha untuk memenuhi kebutuhan dan memberikan pelayanan yang terbaik bagi suami dan anak-anaknya. Kata Kunci: kesehatan mental, stress, mompreneur _______________________________________________________________________________________ Abstract Background: Mompreneurs or working mothers are a vulnerable group and are at risk for psychosocial hazards. The welfare of working mothers' families is reduced because mompreneurs experience stress due to multiple role conflicts and excessive workloads. Mental health can be measured by looking at a person's level of anxiety and stress. Objective: To determine the mental health status of working mothers of kindergarten students. Methods: Observations were made on 36 mompreneurs at Kuncup Mekar Gogik Kindergarten. Data collection techniques using the questionnaire method. Result: Mompreneurs feel irritable because of trivial things (75%), besides that sometimes they worry about things that don't necessarily happen. There is also a large proportion of mompreneurs who sometimes find it difficult to be patient (63.9%) and easily irritated (61.1%) and (25%) of them are often exhausted because of work. Regarding communication relations with their children, they admit that they have a close relationship with children (75%), most of the children should not do (80.6%), often have discussions with children (61.1%), and feel have to learn about child development even though busy at work (75%). Conclusion: Mothers are required to carry out their obligations towards work, but at the same time mothers are also required not to forget their nature as mothers and wives, working mothers still try to fulfill their needs and provide the best service for their husbands and children.   Keywords: mental health, stress, mompreneur
Edukasi Kesehatan dan Olahraga Sebagai Pencegahan Obesitas dan Perilaku Sedentari Pada Siswa Agafian Dhuha, Ahad; Yogaswara, Andre; Seh Abu Bakar, Sayid Fariz bin; Widodo, Agung; Muhibbi, Muhammad; , Mifbakhuddin; Prasetio, Diki Bima; , Sayono; Sumanto, Didik
JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 2 No 3 (2023): Juli
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jipmi.v2i3.112

Abstract

Latar belakang: Obesitas sudah menjadi epidemi global penyakit tidak menular yang mengancam seluruh penduduk dunia. Obesitas merupakan kondisi yang diakibatkan oleh tidak seimbangnya intake makanan yang masuk dengan energi yang dikeluarkan sehingga menyebabkan tumpukan lemak di dalam tubuh. Tujuan: untuk melakukan edukasi remaja terkait kebugaran dan kesehatan agar tidak terjebak dalam perangkap kemajuan teknologi yang membawa pada perilaku sedentary. Metode:  Pengabdian dilaksanakan dalam bentuk edukasi melalui ceramah dan praktik latihan langsung di kelas. Pengetahuan responden diambil dengan kuesioner sebelum dan setelah kegiatan berlangsung. Hasil: siswa hanya melakukan aktivitas fisik 1 kali dalam seminggu yaitu saat jam pelajaran penjaskes di sekolah. Rerata denyut nadi siswa berkisar antara 90-100 kali per menit. Pada latihan kebugaran push up, kategori kurang sebanyak 28 siswa, kategori cukup 7 siswa, dan kategori baik 3 siswa.  Tes kebugaran sit up, kategori kurang sebanyak 26 siswa, kategori cukup 6 siswa, kategori baik 6 siswa. Kesimpulan: Sebagian besar tingkat kebugaran jasmani siswa SMA MIBS Kebumen dalam kategori kurang. Edukasi meningkatkan pengetahuan siswa tentang kesehatan dan kebugaran. Kata kunci: obesitas, sedentari, kebugaran _______________________________________________________________________________________ Abstract Background: Obesity has become a global epidemic of non-communicable diseases threatening the entire world's population. Obesity is caused by an imbalance between incoming food intake and expended energy, causing fat deposits in the body. Objective: educate youth about fitness and health so they don't get caught in the trap of technological advances that lead to sedentary behavior. Method: Community service is done through education through lectures and hands-on practice in class. Respondents' knowledge was taken with a questionnaire before and after the activity. Result: students only do physical activity once a week at school, namely during physical education lessons. The average student's pulse ranges from 90-100 beats per minute. In the push-up fitness exercise, there were 28 students in the less category, seven students in the sufficient, and three in the good. Sit-up fitness test, 26 students were lacking, six were adequate, and six students were good. Conclusion: Most of the physical fitness levels of SMA MIBS Kebumen students are in the poor category. Education increases students' knowledge about health and wellness. Keywords: obesity, sedentary, fitness