Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search
Journal : Prosiding University Research Colloquium

Analsis Nilai Sun Protection Factor (SPF) Pada Losion Tabir Surya Yang Beredar di Kota Pekalongan Dengan Metode Spektrofotometri UV-Vis Elsa Septiana Khoirunnisa; Khusna Santika Rahmasari; W Wirasti; Achmad Vandian Nur
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Mahasiswa (Student Paper Presentation)
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Losion adalah sediaan kosmetika yang mengandung air lebih banyak dan termasuk golongan pelembut. Efektifitas dari suatu sediaan tabir surya dapat ditunjukkan dengan menentukan nilai Sun Protection Factor (SPF), yang didefinisikan sebagai standar yang digunakan untuk mengukur potensi sediaan tabir surya untuk melindungi kulit dari sinar UV dan membentengi kulit dari paparan radiasi sinar UV. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai SPF dari dua belas sampel losion tabir surya yang beredar di Kota Pekalongan berdasarkan kategori proteksi nilai SPF menurut FDA dan mengetahui pengaruh kepolaran pelarut terhadap nilai SPF. Sampel diuji dengan menggunakan spektrofotometri UV-Vis pada panjang gelombang 290-320 nm tiap interval 5 nm. Ekstraksi dilakukan menggunakan tiga pelarut yang berbeda (kloroform, etil asetat dan etanol), kemudian dianalisis dengan rumus persamaan Mansur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sampel yang diuji memiliki nilai SPF yang bervariasi dan masuk dalam kategori proteksi nilai SPF yang berbeda. Sampel dengan nilai SPF paling tinggi sebesar 12,36 dengan pelarut kloroform tmasuk dalam kategori proteksi maksimal, sedangkan sampel dengan nilai SPF paling rendah sebesar 1,10 dengan pelarut etanol mempunyai proteksi tabir surya tetapi tidak masuk dalam kategori proteksi menurut FDA karena nilai SPF yang didapat kurang dari minimal. Dua belas sampel yang diuji memiliki nilai SPF yang bervariasi dari ketiga pelarut yang berbeda berdasarkan tingkat polaritasanya, pelarut yang paling efektif untuk analisis SPF secara berturut adalah kloroform, etil asetat dan etanol. Nilai SPF dari tiga pelarut yang berbeda polaritasnya secara berturut turut pada pelarut kloroform, etil asetat dan etanol sebesar 12,36, 11,06 dan 7,79.
Pengaruh Suhu Dan Waktu Penyimpanan Terhadap Penurunan Kadar Sirup Kering Cefadroxil Dengan Metode FTIR Muhammad Bahtiar Alfarizi; Khusna Santika Rahmasari; S Slamet; Achmad Vandian Nur
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Mahasiswa (Student Paper Presentation)
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cefadroxil merupakan antibiotik golongan sefalosporin yang bersifat tidak stabil dan mengalami reaksi degradasi dalam larutan selama penyimpanannya karena adanya reaksi hidrolisis. Turunan 2,5-diketopiperazine merupakan senyawa hasil reaksi hidrolisis cefadroxil yang menyebabkan peningkatan efek toksisitas dan penurunan aktivitas antibakteri. Sediaan sirup kering dalam larutan sensitif terhadap suhu dan kelembapan udara sehingga dapat mempengaruhi stabilitasnya serta dapat terjadi pembentukan sedimentasi dan terjadinya caking. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suhu dan waktu penyimpanan terhadap persentase penurunan kadar sirup kering cefadroxil. Sirup kering disimpan pada suhu ruang (15-30 oC), suhu sejuk (8-15 oC) dan suhu dingin (2-8 oC) yang terhindar dari cahaya matahari dan dianalisis kadarnya pada hari ke 0, 3, 5 dan 7. Analisis kadar cefadroxil ditentukan menggunakan Fourier Transform Infra Red (FTIR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu dan waktu penyimpanan berpengaruh terhadap penurunan kadar cefadroxil, selama 7 hari penyimpanan telah terjadi penurunan kadar pada suhu ruang sebesar 7,67 %, suhu sejuk sebesar 40,16 % dan suhu dingin sebesar 51,93 %. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sirup kering cefadroxil lebih stabil dalam penyimpanan suhu ruang dengan batas penggunaan sampai 7 hari penyimpanan.
Pemanfaatan Kulit Pisang Kapas (Musa paradisiaca Linn.) Sebagai Bioetanol Muhammad Syahrian Huda; Khusna Santika Rahmasari; Achmad Vandian Nur; Dwi Bagus Pambudi
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Mahasiswa (Student Paper Presentation)
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bioetanol adalah etanol yang berasal dari tumbuhan melalui proses biologi (enzimatik atau fermentasi). Bahan baku bioetanol dapat berasal dari pati, gula, selulosa. Kulit pisang kapas mengandung selulosa yang dapat dijadikan sebagai bioetanol. Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan kulit pisang kapas sebagai bahan baku pembuatan bioetanol dan mengetahui kadar bioetanol yang dihasilkan oleh kulit pisang kapas berdasarkan lamanya waktu fermentasi. Pembuatan bioetanol dilakukan dengan metode hidrolisis asam dan hidrolisis enzim dengan variasi waktu fermentasi yakni 4 dan 7 hari. Penentuan kadar bioetanol berdasarkan hasil analisis dengan metode Gas Chromatography (GC). Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa kulit buah pisang kapas dapat dimanfaatkan sebagai bioetanol. Kadar bioetanol yang diperoleh pada masing-masing variasi waktu fermentasi berdasarkan metode hidrolisis asam dan hidrolisis enzim yaitu sebesar 11 % dengan fermentasi 4 hari dan 18,47 % dengan waktu fermentasi 7 hari. Sedangkan pada metode hidrolisis enzim pada hari ke 4 dan 7 secara berturut-turut sebesar 12,54 % dan 22,54 %.
Pengaruh Pelarut Ekstraksi Pada Pembuatan Pemanis Dari Buah Lemba (Curculigo latifolia) Terhadap Kadar Total Gula Rasya Rizqi Kamilah; Khusna Santika Rahmasari; W Wirasti; Achmad Vandian Nur
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Mahasiswa (Student Paper Presentation)
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Buah Lemba (Curculigo latifolia) adalah buah yang memiliki rasa manis, apabila mengkonsumsi buah tersebut rasa manis akan tertinggal pada mulut. Kandungan gula pada buah lemba dapat dipisahkan dengan menggunakan pelarut yang berbeda-beda melaui proses maserasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar total gula dan pengaruh pelarut terhadap kadar total gula pada pemanis dari buah lemba. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah buah lemba (Curculigo latifolia) yang diambil di Desa Sodong, Kecamatan Wonotunggal, Kabupaten Batang. Buah lemba di maserasi dengan lima pelarut yang berbeda yaitu aquadest, etanol, metanol, etil asetat dan n-heksan, selanjutnya dipisahkan filtrat dan diuapkan menggunakan evaporator pada suhu dibawah 50ºC. Analisis dilakukan secara kuantitatif menggunakan spektrofotometer UV-Vis dengan metode anthrone pada panjang gelombang 628 nm. Hasil kadar gula total pada masing-masing sampel yaitu sampel ekstrak aquadest 1,625 gram/500 gram buah lemba, ekstrak etanol 0,920 gram/500 gram buah lemba, ekstrak metanol 0,803 gram/500 gram buah lemba, ekstrak etil asetat 0,325 gram/500 gram buah lemba dan kadar sampel ekstrak n-heksana 0,205 gram/500 gram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelarut berpengaruh terhadap kadar total gula yang diperoleh. Kadar gula total paling tinggi terdapat pada ekstrak aquadest dengan kadar total gula 1,625 gram/500 gram buah lemba.
Analisis Kadar Besi (Fe) Dan Seng (Zn) Pada Daun Selada Air (Nasturtium Officinale R.Br) Berdasarkan Ketinggian Tempat Tumbuh Menggunakan Spektrofotometri Serapan Atom (Ssa) Adelia Fitriani; Achmad Vandian Nur; Khusna Santika Rahmasari; W Wirasti
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Besi (Fe) merupakan mikromineral yang sangat diperlukan dalam darah guna pembentukan hemoglobin (Hb). Seng (Zn) merupakan zat mineral essensial yang berfungsi untuk meningkatkan kadar hemoglobin dalam darah. Selada air memiliki kandungan antara lain protein, kalsium, fosfor, zat besi, seng, flavonoid, fenol dan vitamin A, E, dan C. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui perbedaan kadar besi dan seng daun selada air berdasarkan ketinggian tempat tumbuhnya dengan metode Spektrofotometri Serapan Atom (SSA). Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah Daun Selada Air (Nastutrium officinale,R.Br) yang diambil dari ketinggian ±519 mdpl (sampel A) dan ±734 mdpl (sampel B). Pengujian dilakukan dengan menggunakan metode Spektrofotometri serapan atom (SSA) pada panjang gelombang 248,3 nm (Fe) dan 231,9 (Zn). Kadar Fe dalam sampel yang diteliti yaitu sampel A sebesar 0,441 mg/100 gr dan sampel B sebesar 1,421 mg/100 gr sedangkan kadar Zn dalam sampel A sebesar 0,007 mg/100 gr dan sampel B sebesar 0,173 mg/100 gr. Dari penelitian ini diketahui bahwa kadar Fe dan Zn tertinggi terdapat pada sampel B. Dari hasil penelitian ini didapatkan hasil bahwa ketinggian tempat berpengaruh terhadap kadar Fe dan Zn pada tanaman.
Peningkatan Adopsi Teknologi Dome Pengering melalui Pelatihan Partisipatif pada Kelompok Tani "Tani Maju" Desa Bantarkulon Dewi, Alfa Yuliana; Prasetyo, Imam; Musyahar, Ghoni; Septiady, R. Kurniawan Dwi; Faradisi, Firman; Nur, Achmad Vandian; Waznah, Urmatul; Fajriyah, Nuniek Nizmah
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 20th University Research Colloquium 2025: Bidang Pengabdian Masyarakat
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan adopsi teknologi dome pengering oleh Kelompok Tani "Tani Maju" di Desa Bantarkulon. Permasalahan yang melatarbelakangi kegiatan ini adalah rendahnya pemanfaatan teknologi pengeringan modern yang dapat meningkatkan kualitas dan nilai tambah hasil panen petani. Metode yang digunakan adalah pelatihan partisipatif aktif, yang melibatkan 25 anggota petani secara langsung melalui tanya jawab dan penjelasan mendalam mengenai manfaat dan prinsip kerja dome pengering. Kegiatan ini dilaksanakan dalam tiga sesi yang meliputi pemaparan materi, demonstrasi penggunaan alat, dan diskusi kelompok. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman dan minat petani terhadap teknologi dome pengering. Berdasarkan evaluasi pasca pelatihan, 80% peserta menunjukkan peningkatan pemahaman yang baik mengenai prinsip kerja dome pengering, dan 75% menyatakan minat yang tinggi untuk mengimplementasikannya. Sebanyak 60% peserta menjadi lebih terampil dalam mengoperasikan alat setelah sesi praktik. Tingkat partisipasi aktif petani selama pelatihan mencapai rata-rata 90% kehadiran, yang menunjukkan adanya penerimaan positif terhadap teknologi baru ini. Dapat disimpulkan bahwa pelatihan partisipatif aktif efektif dalam meningkatkan adopsi teknologi dome pengering pada Kelompok Tani "Tani Maju". Kegiatan ini tidak hanya memberikan pengetahuan teknis, tetapi juga membangun kesadaran akan manfaat ekonomi dan kualitas yang dapat dicapai melalui penggunaan teknologi modern dalam pengelolaan hasil panen. Inovasi teknologi dome pengering yang diadaptasi dengan kondisi lokal memberikan solusi alternatif yang efektif untuk mengatasi masalah pengeringan hasil panen.
Pemberdayaan Desa Bantarkulon: Inovasi berbasis Alam Pelatihan Sabun Herbal Cair Ekstrak Cengkeh Aroma Kopi Dewi, Alfa Yuliana; Faradisi, Firman; Nur, Achmad Vandian; Waznah, Urmatul; Fajriyah, Nuniek Niezmah
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 20th University Research Colloquium 2025: Bidang Pengabdian Masyarakat
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Bantarkulon memiliki potensi sumber daya alam yang melimpah, namun pemanfaatannya untuk produk olahan bernilai tambah masih terbatas, menyebabkan ketergantungan pada produk pertanian mentah dengan nilai jual rendah. Program pengabdian masyarakat ini hadir sebagai solusi dengan tujuan untuk memberdayakan masyarakat melalui pelatihan pembuatan sabun herbal cair ekstrak cengkeh aroma kopi. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah pelatihan partifipatif dan pendampingan, yang melibatkan masyarakat desa dalam setiap tahapan kegiatan. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan peningkatan keterampilan dan pengetahuan masyarakat dalam membuat sabun herbal cair. Peserta pelatihan mampu mempraktikkan teknik pembuatan sabun dengan benar, mulai dari pemilihan bahan baku hingga pengemasan produk. Produk sabun herbal cair yang dihasilkan memiliki aroma khas, tekstur lembut, dan sifat antibakteri serta antioksidan yang baik. Selain itu, terdapat potensi pasar yang besar untuk produk ini di Desa Bantarkulon dan sekitarnya, karena masyarakat tertarik dengan bahan-bahan alami dan manfaat yang ditawarkan. Kesimpulannya, program ini berhasil memberdayakan masyarakat Desa Bantarkulon melalui pengembangan produk inovatif berbasis sumber daya alam lokal dan peningkatan pendapatan masyarakat. Inovasi produk sabun herbal cair dengan kombinasi ekstrak cengkeh dan aroma kopi ini memberikan nilai tambah yang signifikan dibandingkan dengan produk sabun herbal yang sudah ada di pasaran.
Analsis Nilai Sun Protection Factor (SPF) Pada Losion Tabir Surya Yang Beredar di Kota Pekalongan Dengan Metode Spektrofotometri UV-Vis Khoirunnisa, Elsa Septiana; Rahmasari, Khusna Santika; Wirasti, W; Nur, Achmad Vandian
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Mahasiswa (Student Paper Presentation)
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Losion adalah sediaan kosmetika yang mengandung air lebih banyak dan termasuk golongan pelembut. Efektifitas dari suatu sediaan tabir surya dapat ditunjukkan dengan menentukan nilai Sun Protection Factor (SPF), yang didefinisikan sebagai standar yang digunakan untuk mengukur potensi sediaan tabir surya untuk melindungi kulit dari sinar UV dan membentengi kulit dari paparan radiasi sinar UV. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai SPF dari dua belas sampel losion tabir surya yang beredar di Kota Pekalongan berdasarkan kategori proteksi nilai SPF menurut FDA dan mengetahui pengaruh kepolaran pelarut terhadap nilai SPF. Sampel diuji dengan menggunakan spektrofotometri UV-Vis pada panjang gelombang 290-320 nm tiap interval 5 nm. Ekstraksi dilakukan menggunakan tiga pelarut yang berbeda (kloroform, etil asetat dan etanol), kemudian dianalisis dengan rumus persamaan Mansur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sampel yang diuji memiliki nilai SPF yang bervariasi dan masuk dalam kategori proteksi nilai SPF yang berbeda. Sampel dengan nilai SPF paling tinggi sebesar 12,36 dengan pelarut kloroform tmasuk dalam kategori proteksi maksimal, sedangkan sampel dengan nilai SPF paling rendah sebesar 1,10 dengan pelarut etanol mempunyai proteksi tabir surya tetapi tidak masuk dalam kategori proteksi menurut FDA karena nilai SPF yang didapat kurang dari minimal. Dua belas sampel yang diuji memiliki nilai SPF yang bervariasi dari ketiga pelarut yang berbeda berdasarkan tingkat polaritasanya, pelarut yang paling efektif untuk analisis SPF secara berturut adalah kloroform, etil asetat dan etanol. Nilai SPF dari tiga pelarut yang berbeda polaritasnya secara berturut turut pada pelarut kloroform, etil asetat dan etanol sebesar 12,36, 11,06 dan 7,79.
Pengaruh Suhu Dan Waktu Penyimpanan Terhadap Penurunan Kadar Sirup Kering Cefadroxil Dengan Metode FTIR Alfarizi, Muhammad Bahtiar; Rahmasari, Khusna Santika; Slamet, S; Nur, Achmad Vandian
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Mahasiswa (Student Paper Presentation)
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cefadroxil merupakan antibiotik golongan sefalosporin yang bersifat tidak stabil dan mengalami reaksi degradasi dalam larutan selama penyimpanannya karena adanya reaksi hidrolisis. Turunan 2,5-diketopiperazine merupakan senyawa hasil reaksi hidrolisis cefadroxil yang menyebabkan peningkatan efek toksisitas dan penurunan aktivitas antibakteri. Sediaan sirup kering dalam larutan sensitif terhadap suhu dan kelembapan udara sehingga dapat mempengaruhi stabilitasnya serta dapat terjadi pembentukan sedimentasi dan terjadinya caking. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suhu dan waktu penyimpanan terhadap persentase penurunan kadar sirup kering cefadroxil. Sirup kering disimpan pada suhu ruang (15-30 oC), suhu sejuk (8-15 oC) dan suhu dingin (2-8 oC) yang terhindar dari cahaya matahari dan dianalisis kadarnya pada hari ke 0, 3, 5 dan 7. Analisis kadar cefadroxil ditentukan menggunakan Fourier Transform Infra Red (FTIR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu dan waktu penyimpanan berpengaruh terhadap penurunan kadar cefadroxil, selama 7 hari penyimpanan telah terjadi penurunan kadar pada suhu ruang sebesar 7,67 %, suhu sejuk sebesar 40,16 % dan suhu dingin sebesar 51,93 %. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sirup kering cefadroxil lebih stabil dalam penyimpanan suhu ruang dengan batas penggunaan sampai 7 hari penyimpanan.
Pemanfaatan Kulit Pisang Kapas (Musa paradisiaca Linn.) Sebagai Bioetanol Huda, Muhammad Syahrian; Rahmasari, Khusna Santika; Nur, Achmad Vandian; Pambudi, Dwi Bagus
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Mahasiswa (Student Paper Presentation)
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bioetanol adalah etanol yang berasal dari tumbuhan melalui proses biologi (enzimatik atau fermentasi). Bahan baku bioetanol dapat berasal dari pati, gula, selulosa. Kulit pisang kapas mengandung selulosa yang dapat dijadikan sebagai bioetanol. Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan kulit pisang kapas sebagai bahan baku pembuatan bioetanol dan mengetahui kadar bioetanol yang dihasilkan oleh kulit pisang kapas berdasarkan lamanya waktu fermentasi. Pembuatan bioetanol dilakukan dengan metode hidrolisis asam dan hidrolisis enzim dengan variasi waktu fermentasi yakni 4 dan 7 hari. Penentuan kadar bioetanol berdasarkan hasil analisis dengan metode Gas Chromatography (GC). Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa kulit buah pisang kapas dapat dimanfaatkan sebagai bioetanol. Kadar bioetanol yang diperoleh pada masing-masing variasi waktu fermentasi berdasarkan metode hidrolisis asam dan hidrolisis enzim yaitu sebesar 11 % dengan fermentasi 4 hari dan 18,47 % dengan waktu fermentasi 7 hari. Sedangkan pada metode hidrolisis enzim pada hari ke 4 dan 7 secara berturut-turut sebesar 12,54 % dan 22,54 %.
Co-Authors Aan Sofyan Abdurrachman, A Achmad Ridlo Adelia Fitriani Adi Nugroho Aflit Nuryulia Praswati Aini, Rahma Felia Ainun Muthoharoh Ainun Muthoharoh, Ainun Alfarizi, Muhammad Bahtiar Alfayyadh, Hilmi Ali, M Ghufanil Muta Alya, Nabila Amelia, Reza apt. Eko Mugiyanto, Eko Arifiyanto, Muhammad Arum Dwi Nanda, Arum Ayu Setyowati Bayu Ishartono Billa Sujadi, Anastasya Shalsa citra_dinda Wardany Dewi, Alfa Yuliana Dwi Bagus Dwi Bagus Pambudi Eka Anydia Putri Eko Mugiyanto Eko Mugiyanto, Eko Elsa Septiana Khoirunnisa Fadillah, Rahma Ayu Fajriyah, Nuniek Niezmah Firman Faradisi Fitriani, Adelia Fitry, Nuranisa'ul Hadana, Marisa Handoyo, Aries Hilda Fitria Wulandari Huda, Muhammad Syahrian Imam Prasetyo Irawan, Heru Irma Suryani Izzudin, Muhammad Izzudin Lutfi Kamilah, Rasya Rizqi Khoirunnisa, Aishwarya Khoirunnisa, Elsa Septiana Kholisatuz Zahro Khusna Santika Rahmasari Kun Harismah Mahdanya Putri AB Mairiza, Anis Nabila Muh. Nur Khoiru Wihadi Muhammad Bahtiar Alfarizi Muhammad Syahrian Huda Muhammad Zidni Rizqon Zidni Musyahar, Ghoni Naila Izza Sabila Ningrum, Wulan Agustin Novel Umarella Nuniek Nizmah Fajriyah Nuniek Nizmah Fajriyah Nuniek Nizmah. F Mochtar Nursepti, Tika Nurul Janah, Fatimah Nuryulia, Aflit Pambudi, Dwi Bagus Purwanto, Teguh R.Kurniawan Dwi Septiady Rahma Ayu Fadillah Ramadhani, Salsabila Ayu Rasya Rizqi Kamilah Rifqi, Zaimur Riska Kurnia Oktaviani Rizqi, Innas Iffat Rizqi, Innas Iffat Rochmat, M. Idhar Khoirul S Slamet S Slamet, S Safitri, Arista Sahriswati, Sahriswati Salsabila, Salma Fi Salsabila, Salma Fi Sigit Prasojo Silvia Rizkiani Slamet . Slamet Slamet Slamet, Slamet St. Rahmatullah Syahdiva, Vipin Elrima Syifa, Aleyda Asy Syifa, Annisa Nazhifatus Thanh-Hoa Vo Urmatul Waznah Vanesa Maharani Vanesa Maharani W Wirasti Widyastuti Handayani Wijaya, Nanda Arif Wirasti Wirasti Wirasti Wirasti, W Wirasti, Wirasti Woro Sumarni Yuliah Wahyu Permadi Yuni Setyowati