Claim Missing Document
Check
Articles

STRATEGI MILITER MENGENAI SIBER UNTUK KEUNGGULAN DUNIA MAYA DALAM PERANG ELEKTRONIK Indra Kristian; Atik Rochaeni
Jurnal Caraka Prabu Vol 6 No 2 (2022): Caraka Prabu : Jurnal Ilmu Pemerintahan
Publisher : Universitas Jenderal Ahmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36859/jcp.v6i2.1176

Abstract

Dalam Penelitian ini, Peneliti mengusulkan strategi militer siber yang tangguh dan operasional untuk keunggulan dunia maya dalam perang elektronika. Kami mempertimbangkan tenaga kerja pasukan siber, kemampuan intelijen siber, dan organisasi kekuatan siber untuk meningkatkan strategi militer perang elektronika. Di bidang kekuatan- kekuatan siber, kita harus membina pribadi-pribadi yang dapat melakukan operasi komputer jaringan dan menguasai teknologi keamanan siber seperti pengumpulan intelijen siber, serangan siber, pertahanan siber, dan forensik siber. Kemampuan intelijen siber mencakup pengawasan/pengintaian siber, tatanan pertempuran siber, dan penilaian kerusakan siber. Sebuah organisasi kekuatan perang elektonika harus mengubah struktur pohon menjadi struktur jaringan dan harus mengatur tugas atau organisasi sentris fungsional. Strategi militer dunia maya yang kami usulkan memberikan keputusan tindakan sebelumnya untuk mengoperasikan efek yang diinginkan di dunia maya.
Pengaruh Kemampuan Bahasa Asing terhadap Keberhasilan Personel Kontingen Garuda dalam Operasi Perdamaian Togap Siburian; Indra Kristian; Budhi Achmadi
JUPEIS : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. 5 No. 3 (2026): JUPEIS: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial
Publisher : Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jupeis.Vol5.Iss3.3077

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kemampuan bahasa asing terhadap keberhasilan pelaksanaan tugas personel Kontingen Garuda dalam operasi pemeliharaan perdamaian PBB serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi kemampuan tersebut. Penelitian menggunakan metode mixed methods dengan desain sequential explanatory. Data kuantitatif diperoleh dari 500 personel Kontingen Garuda, sedangkan data kualitatif diperoleh dari empat informan kunci. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan pemahaman dan kemampuan penyampaian bahasa asing berpengaruh signifikan terhadap keberhasilan pelaksanaan tugas, baik secara parsial maupun simultan. Selain itu, kemampuan bahasa asing dipengaruhi oleh seleksi awal, pelatihan pra-tugas, pengalaman lapangan, penggunaan bahasa lokal, dukungan organisasi, dan strategi adaptasi komunikasi interkultural. Temuan ini menegaskan bahwa kemampuan bahasa asing merupakan kompetensi strategis yang perlu diperkuat melalui pembinaan berkelanjutan untuk mendukung efektivitas tugas personel Kontingen Garuda di daerah misi.
PEMETAAN RISIKO BENCANA SEBAGAI DASAR PENGEMBANGAN KAMPUS TANGGUH (Studi di Universitas Jenderal Achmad Yani Tahun 2025) Indra Kristian; Bunga Aprillia; Tatang Sulaeman
Dinamika : Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Negara Vol 13, No 1 (2026): Dinamika
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/dak.v13i1.23107

Abstract

Perguruan tinggi merupakan ruang publik yang menyimpan potensi risiko bencana yang kerap luput dari perhatian kebijakan institusional. Kompleksitas aktivitas akademik, kepadatan populasi sivitas akademika, serta keterbatasan integrasi kebijakan mitigasi menjadikan kampus sebagai wilayah rentan terhadap berbagai ancaman bencana. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan risiko bencana di Universitas Jenderal Achmad Yani (UNJANI) sebagai dasar pengembangan kebijakan kampus tangguh bencana. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif-analitis dengan metode pemetaan risiko yang meliputi identifikasi ancaman, analisis kerentanan, dan penilaian kapasitas sivitas akademika. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan, kuesioner, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa UNJANI menghadapi beragam potensi ancaman bencana, baik alam maupun nonalam, dengan tingkat kerentanan yang dipengaruhi oleh faktor fisik, sosial, dan kelembagaan. Di sisi lain, kapasitas mitigasi bencana masih bersifat parsial dan belum terintegrasi dalam kebijakan kampus secara komprehensif. Temuan ini menegaskan pentingnya pemetaan risiko sebagai instrumen awal dalam membangun kampus tangguh bencana yang adaptif, berkelanjutan, dan berorientasi pada keselamatan sivitas akademika. Kata kunci: risiko bencana; kampus tangguh; mitigasi bencana; kebijakan public.
DIPLOMASI EKONOMI INDONESIA DENGAN UNI EROPA: STUDI ANALISIS OPERATION RESEARCH MENGGUNAKAN METODE GAME THEORY Gth Hasto Respatyo; Indra Kristian
Jurnal Dinamika Global Vol 10 No 2 (2025): Dinamika Global : Jurnal Ilmu Hubungan Internasional
Publisher : Universitas Jenderal Ahmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36859/jdg.v10i2.4673

Abstract

This literature describes the economic diplomacy of Indonesia - the European Union in an effort to optimize Indonesia's national interests in the economic sector. Using the quantitative approach of Games Theory according to Abraham Wald and L.J. Savage, Indonesia's economic diplomacy through CEPA in increasing the value of trade and investment. This study aims to determine the most optimal actions related to Indonesian Exports and Imports in determining the priority of commodities to be imported or exported, with the smallest risk.
Innovation and Investment Strategies to Strengthen The Defence Industry and The Research and Development Capabilities of The Indonesian Army Through Triple Helix Collaboration Hiras M. S. Turnip; Indra Kristian
The International Journal of Law Review and State Administration Vol. 4 No. 1 (2026): January-February : The International Journal of Law Review and State Administra
Publisher : PDPI (Perkumpulan Dosen Peneliti Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58818/ijlrsa.v4i1.285

Abstract

This study evaluates the effectiveness of the Indonesian Army's defence research and development (Litbanghan) ecosystem through a qualitative approach based on policy document analysis and quantitative prototype data. Analysis of 427 Litbanghan prototypes from 2006 to 2024 shows that only 3.9% entered mass production, indicating structural barriers in the downstream phase and weak integration between Litbang and Bangtekindhan. A review of regulations found gaps between the policy framework, such as Permenhan 16/2019 and Permenhan 39/2016, and implementation in the field, particularly in the certification process, incentive mechanisms, and clarity of intellectual property rights. An international comparative study (Turkey, Brazil, Portugal, South Korea) confirms that institutional coordination, sustainable research funding, and research-procurement connectivity are prerequisites for an effective defence innovation ecosystem. This study recommends increasing R&D funding, simplifying certification, establishing proportional IPR regulations, and integrating R&D results into the defence equipment procurement pipeline. Theoretically, this study expands the application of the Triple Helix model in the defence sector, which is characterised by strict regulations and a non-market environment. Practically, these findings provide strategic input for the formulation of the 2025–2029 Defence Industry Master Plan and the strengthening of national defence innovation governance.
Bridging the Peace: Assessing Cultural-Linguistic Competence in the Mission Effectiveness of the Garuda Contingent Budi Achmadi; Togap Marlon Siburian; Indra Kristian
The International Journal of Law Review and State Administration Vol. 4 No. 4 (2026): July-August : The International Journal of Law Review and State Administration
Publisher : PDPI (Perkumpulan Dosen Peneliti Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

UN peacekeeping operations in multinational and multicultural environments demand adaptative intercultural capacities from military personnel. This study aims to analyze the influence of foreign language proficiency specifically comprehension skills (listening/reading) and delivery skills (speaking/writing) on the mission effectiveness of the Garuda Contingent in World Peacekeeping Operations. Utilizing a mixed-methods approach, quantitative data were gathered through surveys distributed to Garuda Contingent personnel, while qualitative data were obtained via in-depth interviews detailing operational barriers and adaptation strategies. Regression analysis results indicate that both comprehension and delivery skills have a positive and significant impact on mission success. The quantitative model demonstrates a highly robust contribution, revealing that 90.3% of the variance in operational task success can be explained by these two language proficiency variables. Qualitatively, language mastery is significantly driven by individual motivation, prior deployment experience, training intensity, and workplace environmental support. On the ground, tactical communication barriers are mitigated through intercultural adaptation strategies, such as linguistic simplification, interpreter assistance, message reiteration, and cultural engagement. This study concludes that foreign language competence is a strategic imperative rather than a mere secondary skill. Practically, it implies an urgent need to restructure language training programs into more sustainable, contextualized frameworks tailored to the geopolitical dynamics of the specific mission area.