Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

Digital Marketing Dalam Upaya Peningkatan Pendonor Di UTD PMI Kabupaten Bondowoso Azizah, Yuliatin; Amin, Saiful; Maspufah, Hayatul
PRAXIS: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 3 (2024): PRAXIS
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47776/praxis.v2i3.833

Abstract

Blood services at UTD PMI Bondowoso Regency have problems due to the decreasing growth in donors. Donations also decrease every year. From the researchers' analysis, a marketing strategy for donors is needed so that donors are more active in donating. The most appropriate service strategy in the current era is a digital marketing strategy so that people better understand the importance of blood donation. Steps to resolve partner priority problems that can be carried out through the Community Partnership Program include: Expanding marketing access by carrying out integrated sales promotions through market places and digital marketing applications, socializing customer value and digital marketing, and creating a more comprehensive marketing strategy via Instagram. interesting. The implementation of community partnership program activities is to provide socialization and assistance to digital marketing management in collaboration with the Public Relations team of the Mandala Institute of Technology and Science. The output produced is UTD PMI Bondowoso Regency social media as well as scientific articles about digital marketing for UTD PMI Bondowoso Regency.
Pendampingan Peningkatan Akuntabilitas: Kerangka Pelaporan Keuangan Usaha Gula Merah di Kabupaten Jember Amin, Saiful; Supeni, Nely
Capacitarea : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2024): Januari - April
Publisher : Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/capacitarea.2024.004.01.04

Abstract

Fokus kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) yaitu pada Kelompok Usaha Gula Merah di Desa Panti, Kecamatan Panti, Kabupaten Jember. Kami melakukan kegiatan PKM untuk mendampingi mereka dalam menyusun laporan keuangan sesuai Standar Akuntansi Keuangan (SAK). Kelompok usaha ini, yang merupakan bagian dari PTPN XII Kebun Renteng-Jember, selama ini telah mengolah kelapa menjadi gula merah untuk dijual kepada PTPN XII tanpa perhitungan biaya yang jelas. Melalui pendampingan ini, kami bertujuan untuk memberikan pemahaman yang mendalam tentang biaya produksi sehingga mereka dapat dengan jelas mengetahui besarnya laba yang sebenarnya mereka peroleh. Pendampingan ini bukan hanya sekali, tetapi berlangsung beberapa kali hingga kelompok usaha benar-benar mampu menghasilkan laporan keuangan yang akurat dan sesuai dengan harapan. Dengan demikian, melalui kegiatan PKM ini, para pengusaha gula merah kini memiliki visibilitas yang jelas terhadap kinerja keuangan mereka dan dapat mengoptimalkan potensi laba yang sebenarnya mereka peroleh.
Pemberdayaan Masyarakat dalam Pengelolaan Sampah dan Kesehatan Lingkungan serta Digitalisasi UMKM Muhdar, Muhdar; Musaiyadi, Musaiyadi; Amin, Saiful; Permana, Angga Ade; Kusuma, Dedy Wijaya
Capacitarea : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2024): September - Desember
Publisher : Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/capacitarea.2024.004.03.16

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat melalui pengelolaan sampah dan digitalisasi UMKM di Desa Cantuk, Kecamatan Singojuruh, Kabupaten Banyuwangi. Program pengelolaan sampah dirancang untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan melalui penerapan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle). Sementara itu, program digitalisasi UMKM bertujuan untuk membantu pelaku usaha dalam memanfaatkan teknologi digital guna memperluas jangkauan pasar, meningkatkan efisiensi operasional, dan daya saing bisnis. Metode pelaksanaan melibatkan pendekatan partisipatif dengan kegiatan sosialisasi, pelatihan, dan praktik langsung. Program pengelolaan sampah melibatkan edukasi daur ulang, sementara program digitalisasi UMKM mencakup pelatihan penggunaan platform e-commerce, media sosial, dan alat digital lainnya. Salah satu UMKM, yaitu Omah Kripik Laris, mengalami peningkatan signifikan dalam jumlah pelanggan setelah dilakukan branding, pembaruan kemasan, pembuatan logo, serta aktivasi akun media sosial dan e-commerce. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan peningkatan kesadaran masyarakat dalam pengelolaan sampah serta kemampuan UMKM dalam memanfaatkan teknologi digital. Dengan demikian, program ini tidak hanya memberikan solusi terhadap permasalahan lingkungan, tetapi juga mendukung keberlanjutan ekonomi masyarakat setempat melalui pemberdayaan UMKM.
Sufi Education According to The Shadhiliyya Method in The Islamic Society in Egypt and Indonesia: A Comparative Descriptive Case Study Esmatt, Lamis; Haris, Abdul; Amin, Saiful
Journal of Educational Analytics Vol. 3 No. 3 (2024): August 2024
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/jeda.v3i3.9950

Abstract

Shadhili Sufi education in Islamic society in both Egypt and Indonesia differs greatly. Therefore, this study aims to clarify the objectives of Shadhili Sufi education and the method of Shadhili Sufi education, as well as apply the Shadhili Sufi education method in both Musala and Indonesia. The qualitative research was used as a comparative descriptive case study approach. The research respondents and informants were the directors of the mosque and the school, three teachers from each institution, and eight students from each institution to obtain the necessary data. The data collection method was interview, observation, and data documentation, and then the interactive analysis method was used. by Miles and Huberman, which took the form of data reduction/collection, data condensation, and conclusion. This indicated the existence of several differences and similarities between the goals, methods, and application of Shadhili Sufi education between Egypt and Indonesia.
Pelatihan Pengolahan Limbah Gedebog Pisang menjadi Keripik sebagai Produk Ramah Lingkungan Azizah, Yuliatin; Amin, Saiful; Maspufah, Hayatul; Supeni, Nely
Welfare : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2025): Welfare : March 2025
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, IAIN Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/welfare.v3i1.2017

Abstract

The Andongsari Village Community, Ambulu District, is a banana-producing area and has banana stem waste. This waste can be used as a green product that can help community welfare. The purpose of this community service is to optimize waste that can be processed into Banana Stem Chips as a green product. The community service method begins with observations of the potential of the village and places that produce banana stem waste, then the method of counseling and socialization to the community through PKK mothers' activities. Furthermore, business management training and how to make products with banana stems were held with an emphasis on digital marketing. The success of the community's production is a starting point for the follow-up plan for this assistance, namely brand training, promotion, and advertising so that the new product can optimally generate income for the mothers of the Andongsari Village community, Ambulu District.
KEDUDUKAN BAK PENCUCI KAKI SEBELUM MASUK DAN KELUAR TEMPAT BERWUDHUK DALAM TINJAUAN FIQH IBADAH Busyro, Busyro; Amin, Saiful
Alhurriyah Vol 3 No 1 (2018): Januari-Juni 2018
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/alhurriyah.v3i1.538

Abstract

The purity of limbs from any dirtiness is one of requirement which must be fulfilled before shalat. That is why many Ulama were explaining this case deeply. In this paper, the study of it was the character of the water which was pure and purified that can be used for wudhu, and which was not. In Bukittinggi, most of management mosques provide small basin with full water in front of wudhu room. It was aimed to facilitate people cleaning their feet before come into mosque. Yet, some of the basins have provided with no flowing water and less than two qullah (jars). Moreover, some of mosques only have one basin in one way (in and out of wudhu room). Basically, every feet of Muslim that get into the basin will do not affect anything to the pool. However, the problem was generated by the purity of the feet that some of them may unclean and take the water into effect. That is to say that providing the basin in front of wudhu room is obnoxious (makrûh) based on precaution (ihtyâth) principle. Kata Kunci: Washing feet basin, wudhu’, dirtiness, two qullah. Abstrak Kesucian anggota tubuh dari najis merupakan salah satu syarat untuk sahnya ibadah shalat yang dilakukan oleh seorang muslim. Oleh karena itu berbagai aturan dalam membersihkan diri sebelum shalat dibahas secara mendalam oleh ulama fiqh. Salah satu pembahasan yang terkait dengan hal itu adalah persoalan air yang boleh dipakai untuk berwudhuk, yang intinya merupakan air suci dan dapat mensucikan. Untuk menjaga kesucian jamaah yang akan memasuki masjid, maka sebagian pengurus masjid membuat bak kecil untuk mencuci kaki sebelum masuk dan keluar dari tempat berwudhuk. Namun pada sebagian masjid, air yang terdapat pada bak tersebut tergenang, tidak mengalir, dan kurang dua qullah. Di samping itu hanya tersedia satu buah bak, tempat masuk berwudhuk dan sekaligus tempat keluar dan selanjutnya masuk ke dalam masjid. Pada dasarnya kaki seorang muslim yang menginjak air yang tergenang tidak akan membuat air itu bernajis, tetapi mengingat beragamnya kondisi kaki yang masuk dimungkinkan ada najis yang tertinggal di air genangan itu. Oleh karena itu berdasarkan prinsip ihtiyath, membuat bak seperti itu hukumnya makruh.
DEMOGRAPHIC, SOCIAL AND ECONOMIC PROFILE OF WOMEN LABOR (TKW) PRE AND POST WORK OVERSEAS AREA OF ORIGIN CITY AND VILLAGE Khusna, Nur Isroatul; Maunah, Binti; Amin, Saiful
PROCEEDING OF INTERNATIONAL CONFERENCE ON EDUCATION, SOCIETY AND HUMANITY Vol 1, No 1 (2023): First International Conference on Education, Society and Humanity
Publisher : PROCEEDING OF INTERNATIONAL CONFERENCE ON EDUCATION, SOCIETY AND HUMANITY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Low income and job opportunity brings some women in Kecamatan Sendang to carry mobility to overseas to be TKW. Each mobility is done because characteristics demographic, social and economic of TKW. Every migrant who has worked in migration abroad has the characteristics and conditions as a whole can provide information about motivation of TKW to be a employee woment in other country. The aims of this study are describe the characteristics of demographic, social, economic of TKW. This research is descriptive research using survey method. The population in this study is the TKW in the Kecamatan Pagerwojo who had been worked abroad and its amount about 85 respondents and from Kecamatan Pesantren Kota Kediri about 74 respondens. The sample which is taken as many as all respondents because under 100 respondens. Analysis of the data that is used single-tabulation analysis and percentage to obtain the general description of each variable. This research shows that the demographic characteristics, social and economic of TKW are evenly they have an productive age in marital status, having an education at least junior high school or equivalent fot TKW from Pagerwojo and senior hight school for TKW from Kecamatan Pesantren Kota Kediri, type of preliminary work as housewives without personal income and family income is low that is Rp.500.000,00-<Rp.1.000.000,00 and family burden was 1-3 person,
Makam Sunan Bonang Tuban Jawa Timur: Pengawasan Panoptik sebagai Upaya Perlindungan Cagar Budaya Ghozi, Ahmad; Fauziyah, Nailul; Amin, Saiful
JOM Vol 5 No 3 (2024): Indonesian Journal of Humanities and Social Sciences, September
Publisher : Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33367/ijhass.v5i3.5899

Abstract

The application of panoptic surveillance in Sunan Bonang Tomb, Tuban, East Java is expected to create a safe and secure environment, so that the cultural and historical values contained therein can continue to be passed on to future generations. This study aims to examine the effectiveness of panoptic surveillance in preserving cultural heritage, as well as the long-term impact of the application of panoptic surveillance in efforts to preserve cultural heritage sites in the tomb of Sunan Bonang Tuban. This research is descriptive in nature with a qualitative approach conducted in an explanatory manner to explore the effectiveness of panoptic surveillance in preserving cultural heritage at the tomb of Sunan Bonang Tuban. In this study, researchers investigated a cultural group in a natural environment over a sufficient period of time, with an approach that was flexible and developed according to field conditions. As one of the efforts in maintaining and preserving the cultural heritage in Sunan Bonang Tomb in Tuban, panoptic surveillance, which refers to a broad and comprehensive surveillance system, was applied as a strategy to protect Sunan Bonang Tomb in Tuban, East Java. Several panoptic signs found in Sunan Bonang Tuban Tomb, ranging from the Jaba, Jaba Tengah, to Jeroan, are a conscious effort to maintain and provide important education to all parties.
Teologi Perempuan: Menyejajarkan Atau Menyatukan? Amin, Saiful
el Harakah: Jurnal Budaya Islam Vol 3, No 1 (2001): EL HARAKAH
Publisher : UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/el.v3i1.4686

Abstract

Discussing social injustice against women with gender analysis, will often face opposition from both men and women themselves. This is because questioning the status of women is essentially concerned with established systems and structures. In addition there are many misunderstandings about why women's issues should be questioned. This paper discusses gender issues that essentially discuss power relationships that involve individuals. This paper is not meant to discuss feminist flows, but rather addressing the debate about gender in the theological discourse of Islamic intellectual traditions. In the discourse of women's theology in Islam, its social implications will be colored by the tug of war between the struggle to equalize gender on the one hand and the struggle to unite them in cosmic harmony on the other. The first seeks to eliminate the social injustice that affects women by raising the existence of gender in order to be equal and equal. While the latter seeks to eliminate social injustice by reinforcing, not to elevate gender differences in order to mutual respect and equality in the natural unity. Membincang ketidakadilan sosial terhadap perempuan dengan analisis gender, sering kali akan menghadapi perlawanan baik dari kalangan kaum laki-laki maupun perempuan sendiri. Ini disebabkan karena mempertanyakan status perempuan pada dasarnya adalah mempersoalkan sistem dan struktur yang sudah mapan. Selain itu banyak terjadi kesalahpahaman tentang mengapa masalah kaum perempuan harus dipertanyakan. Tulisan ini mendiskusikan persoalan gender yang pada dasarnya membahas hubungan kekuasaan yang melibatkan individu. Tulisan ini tidak dimaksudkan untuk mendiskusikan tentang aliran-aliran feminisme, tetapi lebih ditujukan pada perdebatan tentang gender dalam wacana teologis tradisi intelektual Islam. Pada wacana teologi perempuan dalam Is­lam, implikasi sosialnya akan diwarnai oleh tarik ulur antara perjuangan menyetarakan gender di satu sisi dan perjuangan menyatukan keduanya dalam keharmonian kosmis di sisi yang lain. Yang pertama berusaha menghilangkan ketidakadilan sosial yang menimpa perempuan dengan mengangkat eksistensi gender agar bisa sama dan setara. Sedangkan yang kedua berusaha menghilangkan ketidakadilan sosial itu dengan mempertegas, untuk tidak mengangkat perbedaan gender agar bisa saling menghormati dan melengkapi dalam kesatuan alamiah.
POLITIK HUKUM ISLAM DI INDONESIA PADA MASA SOESILO BAMBANG YUDHOYONO (SBY) Syaflin, Syaflin; Amin, Saiful; Fahmi, Khairul
Al-Mashlahah: Jurnal Hukum Islam dan Pranata Sosial Vol 13 No 02 (2025): Al-Mashlahah: Jurnal Hukum Islam dan Pranata Sosial Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/am.v13i02.7164

Abstract

Penelitian ini mengkaji politik hukum Islam di Indonesia pada masa pemerintahan Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY), dengan fokus pada kebijakan yang mengakomodasi ajaran Islam dalam sistem hukum nasional. Pada masa SBY, Indonesia mengalami berbagai perubahan dalam penerapan hukum Islam, terutama terkait dengan hukum keluarga Islam dan hukum pidana Islam. Salah satu kebijakan penting adalah penguatan lembaga-lembaga Islam, seperti Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Kementerian Agama, yang berperan dalam merumuskan kebijakan hukum yang sesuai dengan prinsip-prinsip Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan menganalisis dokumen kebijakan, peraturan perundang-undangan, dan literatur terkait. Penelitian juga mencakup wawancara dengan pakar hukum dan tokoh masyarakat yang terlibat dalam pengembangan kebijakan hukum Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SBY berupaya menciptakan keseimbangan antara hukum Islam dan hukum negara, meskipun ada ketegangan dalam implementasinya, terutama terkait dengan pengaruh MUI dan Kementerian Agama dalam pembuatan kebijakan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai peran politik hukum Islam dalam konteks negara hukum yang pluralistik di Indonesia, serta dampaknya terhadap masyarakat Muslim.