Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

ANALISIS PENGELOLAAN DANA DESA GUNA KESEJAHTERAAN MASYARAKAT PADA DESA SEMOWO KECAMATAN PABELAN KABUPATEN SEMARANG Wiwik Lestari; Dyah Palupiningtyas; Dyan Triana Putra; Septa Intiar; Umar Abdul Jabbar
Jurnal Ekonomi, Manajemen Pariwisata dan Perhotelan Vol. 1 No. 3 (2022): September : Jurnal Ekonomi, Manajemen Pariwisata Dan Perhotelan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jempper.v1i3.971

Abstract

This study identified 1) the obstacles faced in managing village funds for community welfare in Semowo Village, Pabelan District, Semarang Regency. 2) Management of village funds for community welfare in Semowo Village, Pabelan District, Semarang Regency. This research method is descriptive with a qualitative approach. The sources for this research consisted of 5 village officials in the Semowo Village area, Pabelan District, as well as village government officials. Data collection techniques used in the form of interviews, observation, and documentation. Data analysis was carried out by collecting data, reducing data, presenting data, and drawing conclusions. The results of this study indicate that program accountability is a part that is very much needed to measure the achievement of goals or results achieved by the government regarding the implementation of Village funds, besides that whether the government has other alternative programs that can provide maximum results and minimal costs.
Pemanfaatan E-Commerce dalam Pemasaran Hasil Pertanian: Kelebihan dan Tantangan di Era Digital Putra, Dyan Triana; Idam Wahyudi; Rissa Megavitry; Asep Supriadi
Jurnal Multidisiplin West Science Vol 2 No 08 (2023): Jurnal Multidisiplin West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jmws.v2i08.590

Abstract

Pemanfaatan e-commerce dalam pemasaran produk pertanian telah mengubah lanskap agribisnis di era digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan analisis bibliometrik untuk mengeksplorasi kelebihan dan tantangan yang disajikan oleh e-commerce dalam pemasaran pertanian. Analisis ini menarik wawasan dari beragam koleksi artikel akademik, makalah konferensi, dan publikasi ilmiah. Kelompok penelitian utama diidentifikasi melalui co-authorship, co-citation, dan jaringan co-occurrence kata kunci. Hasilnya menggarisbawahi sifat multidisiplin lapangan, yang mencakup tema-tema seperti adopsi, UKM, kepercayaan, pemasaran digital, dan inovasi. Kutipan terkemuka dan karya mani, termasuk "Difusi Inovasi" oleh Rogers et al. dan "Manajemen Pemasaran: Perspektif Asia Selatan" oleh Kotler, memberikan pengetahuan dasar. Analisis ini juga menyoroti kata kunci yang sering berulang, seperti "Perdagangan," menekankan sentralitas transaksi digital, dan "Adopsi," menandakan integrasi strategi e-commerce. Selain itu, kata kunci dengan kemunculan yang lebih sedikit, seperti "Media Sosial" dan "Sumber Daya," menjelaskan aspek-aspek wacana yang bernuansa. Temuan ini berkontribusi pada peningkatan pemahaman tentang dampak e-commerce pada pemasaran pertanian, menawarkan wawasan untuk agribisnis, pembuat kebijakan, dan peneliti.
SUN TZU’S STRATEGY FOR WINNING THE SUSTAINABLE TOURISM MARKET Putra, Dyan Triana; Marhendi, Mengku; Mistriani, Nina; Susilaningtyas, Gesit; Setyaningtyas, Margaretha
JURNAL ILMIAH EDUNOMIKA Vol. 8 No. 2 (2024): EDUNOMIKA
Publisher : ITB AAS Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29040/jie.v8i2.13045

Abstract

Abstract This research examines the effectiveness of adopting Sun Tzu's strategies to achieve domination in the tourism business, resulting in the establishment of sustainable tourism. "The Art of War" is a classic Chinese work of strategy authored by philosopher Sun Tzu. It offers combat methods and highlights the importance of power in navigating a complex commercial environment. Entrepreneurs in any industry clearly recognise the need of maintaining higher levels of customer satisfaction for the sustainability of their business. The significant decrease in sales of business products can be attributed to the unsatisfactory levels of client satisfaction. Simultaneously, the persistent loss in sales numbers implies a significant risk of the business facing bankruptcy. Business managers must anticipate and strategize for competition from competitors, taking into consideration several factors. This research uses a qualitative research methodology. The findings demonstrate that the fundamental principles of Sun Tzu's Art of War can be effectively employed to attract customers in the tourism industry. This can be achieved by demonstrating respect towards customers, efficiently organising information, maintaining a clear focus on objectives, securing advantageous positions, launching strategic attacks, implementing unexpected tactics, skilfully manoeuvring, concentrating resources, leveraging economic power, establishing a resilient command structure, exhibiting strong leadership, and employing straightforward problem-solving techniques. Keywords: Sun Tzu Strategy; Tourism Market; Tourism Village; Sustainable Tourism
Umbrella Branding: The Key to Creative Economy Sustainability Putra, Dyan Triana; Dewi, Idah Kusuma; Oktaviana, Cesha Raya; Akila, Taletha; Mistriani, Nina
Journal of Tourism Economics and Policy Vol. 6 No. 1 (2026): Journal of Tourism Economics and Policy (January - March 2026) - In Progress
Publisher : PT Keberlanjutan Strategis Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38142/jtep.v6i1.1663

Abstract

This study aims to explore the key role of umbrella branding in strengthening the resilience of the creative economy in tourism villages, thereby increasing the competitiveness of tourism destinations. Through the inspirational story of Srumbung Gunung Creative Peace Tourism Village (DWKP), which has successfully qualified for the Indonesian Tourism Village Award (ADWI), this research reveals integrated marketing strategies that promote the preservation of local arts and traditions while developing creative innovations. This research employs a qualitative case study approach. Data was collected through in-depth interviews with village stakeholders, field observations, and document analysis. The research uses a participatory and contextual approach, involving local communities in the research process to obtain authentic understanding. The research identified a comprehensive umbrella branding model that integrates regional development, marketing strategies, and sustainability in tourism. The model encompasses four key components: local potential identification, creative economy initiative mapping, umbrella branding model development, and community validation through FGDs. This study contributes new knowledge by developing the first umbrella branding framework specifically designed for creative economy development in tourism village contexts, combining participatory approaches with comprehensive branding principles that have not been previously integrated in sustainable tourism literature.
REGENERASI PESISIR: PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PENGELOLA MANGROVE TRANSFORMASI EKOLOGI DAN EKONOMI MELALUI EDUWISATA MANGROVE Octafian, Ray; Putra, Dyan Triana; Putra, Rizal Ichsan Syah; Fitra, Saskia Cahya Khaylila; Aprilia, Erlina Mutiara; Mistriani, Nina
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 6 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i6.34917

Abstract

Abstrak: Kawasan pesisir Tapak Tugu, mengalami degradasi ekosistem mangrove sebesar 45% akibat abrasi pantai (3,2 meter/tahun), penurunan permukaan tanah (8-10 cm/tahun), dan intensitas rob 12-15 kali per bulan. Tujuan pengabdian ini adalah mentransformasi kondisi ekologi dan ekonomi masyarakat melalui eduwisata mangrove berkelanjutan dengan menekankan pada aspek pemberdayaan masyarakat agar mampu berpartisipasi aktif dalam pengelolaan sumber daya alam secara mandiri dan berkelanjutan. Metode pelaksanaan meliputi: (1) sosialisasi program kepada Pokdarwis Bina Tapak Lestari dan stakeholder; (2) pelatihan produksi olahan mangrove dan manajemen eduwisata; (3) implementasi eduwisata penanaman mangrove partisipatif; (4) kampanye edukasi melalui program kunjungan rombongan wisatawan; dan (5) monitoring dan evaluasi berkelanjutan dilakukan untuk menilai efektivitas program melalui observasi wawancara, serta analisis data capaian kegiatan. Sehingga keberhasilan program dapat diukur secara objektif dari aspek pemberdayaan masyarakat dan pengelolaan lingkungan. Mitra sasaran adalah kelompok Pokdarwis yang berjumlah 35 orang. Hasil yang dicapai adalah praktik pembuatan dodol mangrove oleh 12 anggota kelompok perempuan dengan omzet Rp 2.250.000 per bulan, terlaksananya program eduwisata penanaman mangrove dengan partisipasi 24 rombongan wisatawan (480 orang), kampanye edu wisata melalui kegiatan menanam dan kunjungan tambak yang melibatkan akademisi, serta peningkatan kesadaran lingkungan masyarakat sebesar 78%. Program ini berhasil mentransformasi kawasan mangrove menjadi destinasi eduwisata berkelanjutan dengan peningkatan pendapatan masyarakat sebesar 65%.Abstract: The Tapak Tugu coastal area has experienced a 45% degradation of its mangrove ecosystem due to coastal abrasion (3.2 meters/year), land subsidence (8-10 cm/year), and tidal flooding 12-15 times per month. The objective of this community service program is to transform the ecological and economic conditions of the community through sustainable mangrove ecotourism, emphasizing community empowerment so that they can actively participate in the independent and sustainable management of natural resources. The implementation methods include: (1) socialization of the program to Pokdarwis Bina Tapak Lestari and stakeholders; (2) training in mangrove processing and ecotourism management; (3) implementation of participatory mangrove planting ecotourism; (4) educational campaigns through tourist group visit programs; and (5) continuous monitoring and evaluation to assess program effectiveness through observation interviews and analysis of activity achievement data. Thus, the success of the program can be measured objectively in terms of community empowerment and environmental management. The target partners are the Pokdarwis group, consisting of 35 people. The results achieved were the production of mangrove dodol by 12 members of a women's group with a turnover of Rp 2,250,000 per month, the implementation of an educational mangrove planting program with the participation of 24 tourist groups (480 people), an educational campaign through planting activities and visits to fish ponds involving academics, and a 78% increase in community environmental awareness. This program has successfully transformed the mangrove area into a sustainable edutourism destination with a 65% increase in community income.
Pendampingan Partisipatif Manajemen Risiko Terpadu (iGreen-Risk Management) dalam Pengembangan Pariwisata Hijau Agrowisata Desa Sukomakmur, Kabupaten Magelang Ida Kusuma; Dyan Triana Putra; Nina Mistriani
Jurnal Medika: Medika Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/65pzjk51

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan untuk merespons kebutuhan penerapan pendekatan manajemen risiko yang terpadu dan partisipatif dalam pengembangan pariwisata hijau di Agrowisata Desa Sukomakmur, Kabupaten Magelang. Dalam praktiknya, pengelola agrowisata dan pemangku kepentingan lokal dihadapkan pada berbagai risiko lingkungan, sosial, dan ekonomi yang hingga saat ini belum dikelola secara sistematis maupun terintegrasi. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya proses pendampingan yang berangkat dari pemahaman lokal serta mendorong pengambilan keputusan secara kolektif. Tujuan kegiatan ini adalah mendampingi pengelola agrowisata seperti pokdarwis dan pemangku kepentingan utama dalam merumuskan dan menerapkan model manajemen risiko terpadu, yaitu iGreen-Risk Management, guna memperkuat praktik pariwisata hijau yang berkelanjutan. Pendekatan aksi partisipatif diterapkan melalui rangkaian kegiatan pendampingan yang dilaksanakan terutama dalam bentuk diskusi terstruktur di dalam ruangan. Metode yang digunakan pada tahap awal meliputi diskusi, wawancara terarah. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman perwakilan pokdarwis dan bumdes dalam memandang risiko sebagai suatu sistem yang saling terkait antara aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi. Secara keseluruhan, kegiatan ini berkontribusi pada penguatan kesadaran lingkungan, peningkatan keterlibatan masyarakat, serta dukungan terhadap keberlanjutan ekonomi dalam pengelolaan pariwisata hijau berbasis agrowisata.
iGREEN-RISK MANAGEMENT: INTEGRATED RISK MANAGEMENT MODEL FOR SUSTAINABLE GREEN TOURISM AT SUKOMAKMUR AGROTOURISM MAGELANG Idah Kusuma Dewi; Dyan Triana Putra; Athalya Davina Ramadhani Purwanto; Ryan Fadhila Firdaus; Nina Mistriani
JMBI UNSRAT (Jurnal Ilmiah Manajemen Bisnis dan Inovasi Universitas Sam Ratulangi). Vol 12 No 3 (2025): JMBI UNSRAT Volume 12 Nomor 3
Publisher : Magister Manajemen Program Pasca Sarjana Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35794/jmbi.v12i3.64491

Abstract

This study aims to develop an integrated risk management model called iGreen-Risk Management to support sustainable green tourism at Sukomakmur Agrotourism in Magelang, Indonesia. Using a Participatory Action Research approach, the research involves key stakeholders through focus group discussions, interviews, field observations, and document analysis over one year. The model is designed to identify, analyze, evaluate, and mitigate environmental, social, and economic risks in green tourism development. The expected outcome is a practical framework that helps agrotourism operators manage risks while promoting environmental conservation, community well-being, and long-term economic sustainability. The study’s novelty lies in creating the first integrated risk management framework specifically tailored for green tourism within an agrotourism context, combining participatory methods with comprehensive risk management principles not yet explored in sustainable tourism research.