Claim Missing Document
Check
Articles

Strategi guru dalam mengatasi kesulitan membaca pada kelas rendah nur, zikrina Khalifa; Haifaturrahmah, Haifaturrahmah; Fujiaturrahman, Sukron
Jurnal Ilmiah Telaah Vol 11, No 1: January 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/telaah.v11i1.36218

Abstract

Reading is a fundamental skill that forms the foundation of the learning process, yet many lower-grade elementary school students still face difficulties in reading. This article aims to examine teachers’ strategies in overcoming reading difficulties among lower-grade students through a library research method with a qualitative approach. Data were collected from literature including books, journals, articles, and previous studies relevant to reading difficulties and teaching strategies. The findings show that reading difficulties can be caused by both internal and external factors, such as lack of early literacy stimulation, monotonous teaching methods, and limited parental support. Strategies that teachers can apply include the use of phonics methods, multisensory approaches, educational games, and the creation of a supportive learning environment. Moreover, collaboration between teachers and parents is essential to strengthen students’ reading skills. With innovative, motivational, and collaborative strategies, lower-grade students are more likely to overcome reading barriers and achieve better academic performance.
STRATEGI GURU SD DALAM MENGHADAPI SISWA YANG MENGALAMI KETERLAMBATAN MEMBACA Bulandari, Siti; Haifaturrahmah, Haifaturrahmah; Fujiaturrahman, Sukron
Jurnal Ilmiah Telaah Vol 11, No 1: January 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/telaah.v11i1.36773

Abstract

This study aims to analyze elementary school teachers' strategies in dealing with students who experience reading delays through a Systematic Literature Review (SLR) approach to scientific publications from 2015 to 2025. Data were collected from various reputable sources such as Scopus, DOAJ, and Google Scholar, then analyzed based on the focus, variables, and effectiveness of the intervention strategies used. Reading ability is the main foundation for literacy mastery and student academic achievement, but many students still have difficulty recognizing letters, combining syllables, and understanding the meaning of what they read. The results of the review show three main focuses of teacher strategies, namely the application of differentiated, phonics, and multisensory learning; the use of technology and innovative learning media; and collaboration between teachers, parents, and schools. Phonics and multisensory strategies have been proven effective in improving decoding skills, fluency, and reading comprehension. Meanwhile, digital learning technology and cooperation between schools and families also contribute to the success of literacy interventions. However, limitations in teacher training, access to technology, and parental participation remain major challenges. This study emphasizes the importance of improving teacher competence, optimizing technology, and cross-party collaboration to strengthen students' basic literacy in a sustainable manner.
PERAN PENTING GURU DALAM MEMBENTUK KARAKTER DASAR SISWA DI KELAS I anasti, tasya febri; Haifaturrahmah, Haifaturrahmah; Fujiaturrahman, Sukron
Jurnal Ilmiah Telaah Vol 11, No 1: January 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/telaah.v11i1.36756

Abstract

: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran penting guru dalam membentuk karakter dasar siswa kelas 1 sekolah dasar. Pendidikan karakter pada usia dini sangat krusial karena menjadi fondasi bagi perkembangan moral, kepribadian, dan sosial anak di masa depan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kepustakaan, di mana data diperoleh dari buku, jurnal, serta penelitian terkini tahun 2023–2025 yang relevan dengan pendidikan karakter. Hasil kajian menunjukkan bahwa guru memiliki empat peran utama, yaitu sebagai teladan, fasilitator, motivator, dan pembimbing. Guru berfungsi sebagai role model yang memberikan contoh nyata perilaku positif, mengintegrasikan nilai karakter dalam pembelajaran, memberikan motivasi melalui apresiasi dan bimbingan, serta membantu siswa memahami konsekuensi dari setiap tindakan. Temuan ini menegaskan bahwa keberhasilan pembentukan karakter dasar siswa sangat bergantung pada konsistensi peran guru, dukungan sekolah, serta sinergi dengan orang tua. Dengan demikian, guru kelas 1 berperan sebagai aktor kunci dalam menanamkan nilai-nilai disiplin, tanggung jawab, kejujuran, dan sopan santun yang menjadi bekal penting bagi perkembangan anak selanjutnya
MEMBANGUN KEMANDIRIAN ANAK SEKOLAH DASAR MELALUI KEGIATAN BELAJAR DI KELAS Astuti, Risma Junita; Haifaturrahmah, Haifaturrahmah; Fujiaturrahman, Sukron
Jurnal Ilmiah Telaah Vol 11, No 1: January 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/telaah.v11i1.37132

Abstract

Pengembangan kemandirian pada anak sekolah dasar merupakan bagian penting dari proses pendidikan yang tidak hanya berfokus pada capaian akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan keterampilan sosial. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana kegiatan belajar di kelas dapat menjadi sarana efektif dalam membangun kemandirian siswa sekolah dasar. Metode penelitian yang digunakan bersifat deskriptif kualitatif dengan telaah pustaka dari berbagai sumber relevan yang membahas strategi pembelajaran, peran guru, dan perilaku belajar mandiri pada anak usia sekolah dasar. Hasil kajian menunjukkan bahwa kemandirian siswa dapat ditumbuhkan melalui pemberian tugas yang terarah, pembelajaran berbasis proyek, kegiatan diskusi, serta pelibatan siswa dalam pengambilan keputusan sederhana di kelas. Peran guru sebagai fasilitator sangat menentukan keberhasilan proses ini, terutama melalui dukungan emosional, pemberian motivasi, dan penciptaan suasana belajar yang terbuka serta partisipatif. Tantangan yang ditemukan meliputi keterbatasan metode pembelajaran, kurangnya variasi aktivitas kelas, serta dominasi pendekatan instruksional yang membuat siswa cenderung pasif. Oleh karena itu, strategi pembelajaran yang inovatif dan kolaboratif perlu diterapkan secara berkelanjutan untuk memperkuat kemandirian akademik, sosial, dan emosional siswa sekolah dasar.