Claim Missing Document
Check
Articles

Pengembangan Media Video Animasi Berbasis Etnomatematika Pada Bangun Ruang Kelas V Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Sekolah Dasar Iin Andrianingsih; Intan Dwi Hastuti; Sukron Fujiaturrahman
Jurnal Pacu Pendidikan Dasar Vol. 2 No. 1 (2022): Juli 2022
Publisher : PGSD UNU NTB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22021/pacu.v2i1.185

Abstract

Adapun tujuan dalam penelitian ini adalah Untuk mengetahui media video animasi berbasis etnomatematika pada bangun ruang kelas V untuk meningkatkan hasil belajar siswa di sekolah dasar yang valid, praktis, dan efektif. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah model pengembangan ADDIE yaitu (1) Analysis (analisis), (2) Design (desain), (3) Development(Pengembangan), (4) Implementation (implementasi), (5) Evalution (evaluasi). Untuk tahap uji coba terbatas dilaksanakan di kelas V SDN 2 Boro dan tahap uji coba lapangan dilaksanakan di kelas V SDN So Loka. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa produk pengembangan media video animasi berbasis etnomatematika ini mendapat nilai rata-rata hasil validasi materi 90% (sangat valid), ahli media 91% (sangat valid). Untuk angket kepratisan mendapat nilai rata-rata hasil respon siswa uji terbatas mendapat nilai rata-rata 93,25% (sangat paktis) dan angket respon siswa uji lapangan mendapat nilai rata-rata 92,40% (sangat praktis). Pada tahap uji coba lapangan hasil belajar mendapat nilai rata-rata 0,71% (sangat efektif). Dapat disimpulkan bahwa pengembangan media video animasi berbasis etnomatematika pada materi bangun ruang kelas V untuk meningkatkan hasil belajar siswa layak digunakan dalam pembelajaran Sekolah Dasar pada materi bangun ruang.
Rimpu Bima as a Basis for Internalising Religious Character in Primary Students Rosmini; Fujiaturrahman, Sukron; Rezkillah, Inang Irma; Muhammad Hafeez; Garba, Malami Muhammad
Moestopo International Review on Social, Humanities, and Sciences Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/mirshus.v6i1.163

Abstract

Rimpu culture, as a reflection of the identity of the Bima community, contains religious values such as politeness, respect for women, and piety, making it relevant for character building in primary education. This study aims to identify the religious values embedded in the Rimpu tradition and analyse how these values are internalised in primary schools. Unlike previous studies that generally discuss character education based on local wisdom, this study specifically focuses on the formulation of the internalisation of religious values in the Rimpu tradition at the primary education level. This study uses qualitative ethnographic methods and was conducted in one of the primary schools in Bima Regency. Data were collected through participatory observation, in-depth interviews with traditional leaders, religious leaders, teachers, community members, and students, as well as documentation. Data analysis followed the Miles and Huberman model. The study shows that Rimpu religious values are reflected in community social practices and have begun to be applied in school activities. This study confirms that the Rimpu tradition can be positioned as a structured socio-religious value system with pedagogical significance in primary education.
The Digital Era: Transformation of Elementary School Students' Character through Social Media Interaction Ainun Jariah; Sukron Fujiaturrahman; Syafruddin Muhdar
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol. 11 No. 1 (2024): June 2024
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v11i1.16992

Abstract

AbstractThe digital age presents significant challenges and roles in molding the character of elementary school students through social media. Today's youth are exposed to diverse information and interactions via online platforms, presenting new challenges in instilling positive values, attitudes, and behaviors. This study aims to explore how social media influences the character formation of elementary school students in the digital age. Employing a qualitative method with a phenomenological approach, the research involves 27 sixth-grade elementary students, along with teachers and parents as informants. Research tools include observation sheets illustrating social media's influence on character formation and interviews with teachers and parents. The research findings indicate that social media plays a significant role in shaping students' character. Most students demonstrate positive attitudes toward character values potentially influenced by social media, including time discipline, creativity, independence, responsibility, environmental awareness, a strong social spirit, and a high curiosity for new experiences. Keywords: digital age, social media, student’s character. AbstrakEra digital menimbulkan tantangan dan peran yang besar dalam membentuk karakter siswa sekolah dasar melalui media sosial. Anak-anak saat ini terpapar berbagai informasi dan interaksi melalui platform online, yang menciptakan tantangan baru dalam menanamkan nilai-nilai, sikap, dan perilaku positif. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana media sosial memengaruhi pembentukan karakter siswa sekolah dasar di era digital. Dengan menggunakan metode kualitatif dan pendekatan fenomenologis, penelitian melibatkan 27 siswa sekolah dasar kelas enam, serta guru dan orang tua sebagai informan. Instrumen penelitian meliputi lembar observasi yang menggambarkan pengaruh media sosial pada pembentukan karakter dan wawancara dengan guru dan orang tua. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial memiliki peran signifikan dalam membentuk karakter siswa, dengan sebagian besar menunjukkan sikap positif terhadap nilai-nilai karakter yang mungkin terpengaruh oleh penggunaan media sosial meliputi: religiusitas, toleransi, moral yang baik, disiplin waktu, kreativitas, kemandirian, tanggung jawab, kepedulian terhadap lingkungan, semangat sosial yang kuat, dan rasa ingin tahu yang tinggi terhadap hal-hal baru.Kata kunci: era digital, media sosial, karakter siswa.
Pengelolaan Pembelajaran Jarak Jauh Yang Memandirikan Siswa Dan Implikasinya Pada Pelayanan Pendidikan St.Marwah; Haifaturrahmah; Sukron Fujiaturrahman
Elementary School: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran ke-SD-an Vol. 13 No. 1 (2026): ELEMENTARY SCHOOL (Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Ke-SD-an)
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/esjurnal.v13i1.4615

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk merumuskan pengelolan pembelajaran jarak jauh yang memandirikan siswa dan implikasinya pada layanan yang harus dilakukan lembaga pendidikan. Studi dilakukan menggunakan metode litelatur review dengan menggunakan metode analisis konten. Metode kajian pustaka yang menggunakan berbagai referensi seperti buku, jurnal penelitian, dan modul pengelolaan pembelajaran jarak jauh yang diterapkan pada institusi pendidikan. Hasil penelitia menunjukkan pelaksanaan pembelajaran jarak jauh harus dikelola dengan sistematis dimulai dari penyusunan silabus materi, pemilihan aktivitas belajar, dan strategi pembelajarannya. merumuskan struktur materi dan memilih aktivitas yang relevan, adapun tugas yang diberikan harus mempertimbangkan beban, waktu, dan kemampuan siswa. Simpulan, Lembaga pendidikan perlu mengupayakan layanan komunikasi yang efektif dan efisien, pengawasan, serta pendampingan pada siswa dan orang tua.
PERAN GURU DAN LITERASI BUDAYA DALAM PEMBENTUKAN TOLERANSI SISWA SEKOLAH DASAR Rita Ratna Sari; Haifaturrahmah Haifaturrahmah; Sukron Fujiaturrahman
Jurnal Al-Fatih Vol. 8 No. 2 (2025): Jurnal Pendidikan dan Keislaman Vol. 8 No. 2, Juli-Desember 2025
Publisher : STIT Al-Ittihadiyah Labuhanbatu Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61082/alfatih.v8i2.611

Abstract

This study aims to analyze the role of teachers and cultural literacy in the formation of tolerance attitudes among elementary school students using a qualitative method with a Literature Review approach. The literature used was obtained from reputable databases such as Scopus, DOAJ, and Google Scholar with a publication range from 2020 to 2025. The findings show that teachers play a key role as role models and facilitators in instilling human values through reflective, empathetic, and collaborative learning. Cultural literacy contributes to increasing empathy, social awareness, and respect for diversity among students. The integration of both creates a harmonious and inclusive school climate, supporting the formation of strong social character. However, most of the research remains descriptive and has not examined causal relationships or the long-term impact of cultural literacy implementation. Therefore, further research is needed to develop an integrated digital cultural literacy model and the role of teachers as a contextual learning strategy that adapts to the Merdeka Curriculum, in order to strengthen humanistic and sustainable character education.
ANALISIS PELAKSANAAN PROGRAM PEMBIASAAN LITERASI MEMBACA SISWA SEKOLAH DASAR Rahma Nurfadila, Aenaya; Fujiaturrahman, Sukron; Mariyah, Sa’adatul; Sapryanti, Weni; Maylida, Nurul; Surya R., Muh. Genda; Hambali, Suwarni
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 No. 2, Juni 2026 Release
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.52436

Abstract

This study aims to analyze the implementation of the reading literacy habituation program at SDN 15 Mataram, including the forms of literacy activities, supporting and inhibiting factors, as well as the school’s efforts to improve students’ reading habits. This study employed a qualitative approach with a descriptive research design. The research subjects consisted of the principal, teachers, and students involved in the reading literacy program. Data were collected through observation, interviews, and documentation. The data were analyzed using the Miles and Huberman model through data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results showed that the reading literacy program was implemented through activities such as reading before lessons, independent reading, reading journals, and library visits. The supporting factors included teacher involvement, school facilities, a supportive learning environment, and students’ reading interest, while the inhibiting factors included limited facilities, low reading interest among some students, and inconsistent program implementation. The school and teachers made various efforts to improve students’ reading habits through mentoring, the use of interesting learning strategies, and the development of literacy facilities.