Claim Missing Document
Check
Articles

IKLIM SEKOLAH DAN EFIKASI DIRI DENGANMOTIVASI KERJA GURU Fujiaturrahman, Sukron
Jurnal Pendidikan Dasar Vol. 7 No. 1 (2016): JPD - Jurnal Pendidikan Dasar
Publisher : Pendidikan Dasar - Pascasarjana Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (292.355 KB)

Abstract

This correlational research was aimed to see the relationship between school’s climate and self-efficacy with teachers’ work motivation. Teachers’ work situation often changes which might affect teachers’ work motivation. Based on the hypotheses, school climate and self-efficacy were assumed to contribute to teachers’ work motivation. This research used survey method, thirty teachers in public elementary school of district 07 were randomly chosen. Questionnaires were developed and had been through expert judgment, they were validated by using Pearson Product Moment calculation and Alpha Cronbach was used to test reliability. The hypotheses were verified with regression analysis through F-test and the regression models were formulated, and correlation coefficient between the variables of school climate and self-efficacy with teachers’ work motivation. The research result showed that correlation between school’s climate and teachers’ work motivation was .886 (α, .05). The relationship between self-efficacy and teachers’ work motivation was .879 (α, .05). It was found that the correlation between school’s climate and self-efficacy with teachers’ work motivation was .900 (α, .05). It can be concluded that school’s climate and self-efficacy contributed to teachers work’s motivation. Considering the previous research findings, the principals and teachers are urged to maintain conducive school’s climate, either physically or non-physically to result comfortable work environment for the teachers and eventually help students to learn in secure school’s environment. Furthermore, the principals need to educate teachers about the importance of self-efficacy, ways to gain and maintain teachers’ self-efficacy. Keywords: School’s climate, self-efficacy, teacher’s work motivation Penelitian ini adalah sebuah penelitian korelasional yang bertujuan untuk menemukan hubungan iklim sekolah dan efikasi diri dengan motivasi kerja guru. Suasana lingkungan kerja yang dirasakan para guru kerap berubah dan hal itu berdampak terhadap motivasi kerja guru. Berdasarkan hipotesis yang telah dirumuskan, iklim sekolah dan efikasi diri diasumsikan berhubungan dengan motivasi kerja guru. Penelitian ini menggunakan metode survey, 30 orang guru di SDN segugus 07 dipilih secara acak. Instrumen berupa kuesioner divalidasi melalui uji kepakaran dan perhitungan Pearson Product Moment dan uji reliabilitas dilakukan dengan menggunakan Alpha Cronbach. Verifikasi hipotesis dilakukan dengan analisis regresi melalui uji F dan menemukan model persamaan regresi, dan koefisien korelasi antara variabel iklim sekolah, efikasi diri dengan motivasi kerja guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan antara iklim sekolah dengan motivasi kerja guru adalah .886 (α, .05). Hubungan antara efikasi diri dengan motivasi kerja guru adalah .879(α, .05). Ditemukan koefisien korelasi iklim sekolah dan efikasi diri dengan motivasi kerja guru adalah .900 (α, .005). Dapat disimpulkan bahwa iklim sekolah dan efikasi diri berkontribusi dengan motivasi kerja guru. Dengan mempertimbangkan temuan penelitian tersebut, maka diharapkan Kepala sekolah dan guru senantiasa menjaga iklim sekolah agar tetap kondusif, baik dari segi fisik maupun non fisik, sehingga para guru akan merasa nyaman dan tetap bersemangat dalam bekerja dan tentu sekali hal tersebut juga akan berdampak kepada seluruh siswa. Kata Kunci: iklim sekolah, efikasi diri, motivasi kerja guru
Pengelolaan Pembelajaran Jarak Jauh Yang Memandirikan Siswa Dan Implikasinya Pada Pelayanan Pendidikan St.Marwah; Haifaturrahmah; Fujiaturrahman, Sukron
Elementary School: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran ke-SD-an Vol. 13 No. 1 (2026): ELEMENTARY SCHOOL (Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Ke-SD-an)
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/esjurnal.v13i1.4615

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk merumuskan pengelolan pembelajaran jarak jauh yang memandirikan siswa dan implikasinya pada layanan yang harus dilakukan lembaga pendidikan. Studi dilakukan menggunakan metode litelatur review dengan menggunakan metode analisis konten. Metode kajian pustaka yang menggunakan berbagai referensi seperti buku, jurnal penelitian, dan modul pengelolaan pembelajaran jarak jauh yang diterapkan pada institusi pendidikan. Hasil penelitia menunjukkan pelaksanaan pembelajaran jarak jauh harus dikelola dengan sistematis dimulai dari penyusunan silabus materi, pemilihan aktivitas belajar, dan strategi pembelajarannya. merumuskan struktur materi dan memilih aktivitas yang relevan, adapun tugas yang diberikan harus mempertimbangkan beban, waktu, dan kemampuan siswa. Simpulan, Lembaga pendidikan perlu mengupayakan layanan komunikasi yang efektif dan efisien, pengawasan, serta pendampingan pada siswa dan orang tua.
BIMBINGAN TEKNIS PERSIAPAN UJI KOMPETENSI PENDIDIKAN PROFESI GURU (UKPPPG) : UPAYA OPTIMALISASI KESIAPAN DAN PENGETAHUAN TENTANG UKPPPG BAGI MAHASISWA PPG Zulkarnain, Zulkarnain; Dwi Hastuti, Intan; Mandailina, Vera; Rahmaniah, Rima; Haifaturrahmah, Haifaturrahmah; Muhdar, Syafruddin; Fujiaturrahman, Sukron; Mariyati, Yuni; Muhardini, Sintayana; Ma’ruf, Amar
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 12 (2025): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v9i1.%p

Abstract

Permasalahan yang dihadapi mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG) dalam menghadapi Uji Kompetensi Pendidikan Profesi Guru (UKPPPG) cukup kompleks. Banyak peserta yang belum memahami secara mendalam prosedur, materi ujian, serta strategi pelaksanaan, sehingga menimbulkan rasa cemas dan kurang percaya diri. Rendahnya pemahaman teknis terkait penyusunan perangkat pembelajaran, pembuatan video pembelajaran, dan laporan studi kasus juga menjadi hambatan utama. Kondisi ini berpotensi mengurangi tingkat kelulusan dan berdampak pada kualitas guru profesional di Indonesia. Kegiatan ini bertujuan untuk mengoptimalkan kesiapan dan pengetahuan mahasiswa PPG dalam menghadapi UKPPPG melalui bimbingan teknis (bimtek) yang terstruktur. Mitra sasaran adalah mahasiswa PPG Guru Tertentu Tahap III Tahun 2025 bidang studi PGSD, dengan jumlah peserta sebanyak 52 orang. Metode pelaksanaan berupa bimtek daring melalui platform Zoom, yang mencakup ceramah, diskusi, tanya jawab. Evaluasi dilakukan menggunakan angket pretest-posttest untuk mengukur peningkatan pengetahuan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pengetahuan peserta, dengan proporsi kategori “Baik” meningkat dari 50% menjadi 73,68% pada kelompok perempuan dan dari 64,28% menjadi 92,86% pada kelompok laki-laki. Temuan ini menegaskan bahwa bimtek efektif dalam meningkatkan kesiapan mahasiswa PPG menghadapi UKPPPG
Mengeksplorasi Nilai Matematika dalam Permainan Congklak dan Tradisi Berhitung Lokal Dani, Jeni Rahma; Haifaturrahmah, Haifaturrahmah; Fujiaturrahman, Sukron
Journal of Authentic Research Vol. 4 No. 2 (2025): December
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/w8rkg393

Abstract

Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) untuk mengkaji nilai-nilai matematika dalam permainan congklak dan tradisi berhitung lokal sebagai bagian dari praktik budaya masyarakat. Kebaruan penelitian ini terletak pada penekanan integrasi etnomatematika permainan tradisional ke dalam pembelajaran matematika sekolah dasar, yang belum banyak dijelaskan dalam SLR sebelumnya. Sebanyak 42 artikel terindeks Google Scholar, Scopus, dan Sinta (2015–2025) dianalisis secara tematik untuk mengidentifikasi konsep matematika dan makna budaya yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa congklak memuat konsep operasi hitung, pola bilangan, geometri, peluang, serta strategi berpikir logis yang berpotensi menjadi sumber belajar kontekstual. Pendekatan etnomatematika juga ditemukan mampu meningkatkan motivasi, pemahaman konseptual, dan apresiasi siswa terhadap budaya lokal. Namun, kajian ini terbatas pada tiga basis data dan variasi kualitas publikasi yang dapat memunculkan bias seleksi. Oleh karena itu, penelitian lanjutan disarankan untuk mengembangkan model pembelajaran etnomatematika yang terintegrasi kurikulum, dilengkapi pelatihan guru dan instrumen evaluasi yang sistematis.  
PERAN GURU DAN LITERASI BUDAYA DALAM PEMBENTUKAN TOLERANSI SISWA SEKOLAH DASAR Sari, Rita Ratna; Haifaturrahmah, Haifaturrahmah; Fujiaturrahman, Sukron
Jurnal Al-Fatih Vol 8 No 2 (2025): Jurnal Pendidikan dan Keislaman Vol. 8 No. 2, Juli-Desember 2025
Publisher : STIT Al-Ittihadiyah Labuhanbatu Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61082/alfatih.v8i2.611

Abstract

This study aims to analyze the role of teachers and cultural literacy in the formation of tolerance attitudes among elementary school students using a qualitative method with a Literature Review approach. The literature used was obtained from reputable databases such as Scopus, DOAJ, and Google Scholar with a publication range from 2020 to 2025. The findings show that teachers play a key role as role models and facilitators in instilling human values through reflective, empathetic, and collaborative learning. Cultural literacy contributes to increasing empathy, social awareness, and respect for diversity among students. The integration of both creates a harmonious and inclusive school climate, supporting the formation of strong social character. However, most of the research remains descriptive and has not examined causal relationships or the long-term impact of cultural literacy implementation. Therefore, further research is needed to develop an integrated digital cultural literacy model and the role of teachers as a contextual learning strategy that adapts to the Merdeka Curriculum, in order to strengthen humanistic and sustainable character education.
PROFIL PELAJAR PANCASILA (P5) : IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN EXPERIENTIAL LEARNING DALAM MENINGKATKAN KUALITAS BELAJAR SISWA SEKOLAH DASAR Aulia, Wina Fadila; Haifahturrahmah, Haifaturrahmah; Fujiaturrahman, Sukron
eL-Muhbib jurnal pemikiran dan penelitian pendidikan dasar Vol 9 No 2 (2025): Desember
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/el-muhbib.v9i2.5908

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan model Experiential Learning dalam kegiatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) di sekolah dasar sebagai upaya mendukung implementasi Kurikulum Merdeka. Kajian ini menyoroti efektivitas model Experiential Learning dalam meningkatkan hasil belajar, motivasi, dan penguatan karakter siswa melalui pembelajaran berbasis pengalaman yang kontekstual dan reflektif. Metode penelitian menggunakan metode sistematic literature review. Berdasarkan hasil telaah literatur dan temuan empiris, model ini terbukti mampu mengembangkan dimensi Profil Pelajar Pancasila seperti gotong royong, kemandirian, bernalar kritis, dan tanggung jawab sosial. Faktor pendukung keberhasilan implementasi mencakup peran guru sebagai fasilitator, keterlibatan orang tua, serta dukungan lingkungan belajar yang kolaboratif. Temuan ini menegaskan bahwa Experiential Learning dapat menjadi pendekatan strategis dalam mewujudkan pembelajaran yang bermakna, berkarakter, dan berorientasi pada pengembangan kompetensi abad ke-21 di sekolah dasar.
STRATEGI GURU DAN DUKUNGAN SEKOLAH DALAM MENGATASI MASALAH KECANDUAN GADGET UNTUK MENINGKATKAN KONSENTRASI BELAJAR SISWA SEKOLAH DASAR Putri, Zulfa Jahiya; Haifaturrahmah, Haifaturrahmah; Fujiaturrahman, Sukron
Jurnal Ilmiah Telaah Vol 11, No 1: January 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/telaah.v11i1.35651

Abstract

Perkembangan teknologi digital membawa pengaruh besar terhadap kehidupan siswa sekolah dasar. Penggunaan gadget yang berlebihan menyebabkan penurunan konsentrasi, prestasi akademik, serta perubahan perilaku sosial anak. Artikel ini membahas strategi guru dan dukungan sekolah dalam mengatasi kecanduan gadget demi meningkatkan fokus belajar siswa. Dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif berbasis studi pustaka, penelitian ini menganalisis fenomena penggunaan gadget, peran guru dalam mengarahkan dan membatasi penggunaannya, serta kebijakan sekolah dalam menciptakan lingkungan belajar yang seimbang. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa kecanduan gadget muncul akibat kurangnya pengawasan, kebiasaan digital yang tidak terkontrol, dan minimnya aktivitas alternatif. Guru berperan penting melalui pendekatan edukatif, pembelajaran interaktif, dan penguatan karakter siswa. Sekolah mendukung melalui penyusunan tata tertib, penyediaan kegiatan non-digital, serta kerja sama dengan orang tua. Kesimpulannya, sinergi antara guru dan sekolah menjadi kunci untuk mengurangi kecanduan gadget dan meningkatkan konsentrasi belajar siswa sekolah dasar.
PERSEPSI SISWA TERHADAP PENGGUNAAN METODE PEMBELAJARAN AKTIF Suriandani, Suriandani; Haifaturrahmah, Haifaturrahmah; Fujiaturrahman, Sukron
Jurnal Ilmiah Telaah Vol 11, No 1: January 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/telaah.v11i1.35726

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi siswa sekolah dasar terhadap penggunaan metode pembelajaran aktif di kelas. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan teknik survei. Subjek penelitian adalah 40 siswa kelas V SD yang dipilih secara purposive sampling. Instrumen penelitian berupa angket persepsi yang disusun berdasarkan indikator keterlibatan siswa, motivasi belajar, dan respon terhadap aktivitas pembelajaran aktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas siswa memiliki persepsi positif terhadap pembelajaran aktif. Sebanyak 75% siswa merasa lebih terlibat dalam kegiatan belajar, 80% siswa mengaku lebih termotivasi, dan 70% siswa memberikan respon positif terhadap variasi aktivitas pembelajaran. Meski demikian, sebagian kecil siswa masih merasa canggung atau lebih nyaman dengan metode konvensional. Kesimpulannya, metode pembelajaran aktif berpotensi meningkatkan keterlibatan, motivasi, dan respon positif siswa SD, meskipun penerapannya perlu disesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan peserta didik.
Analisis Pembelajaran Problem Based Learning Pada Siswa Sekolah Dasar Dalam Penerapan Kurikulum Merdeka Endang, Sri; Haifaturrahmah, Haifaturrahmah; Fujiaturrahman, Sukron
Jurnal Ilmiah Telaah Vol 11, No 1: January 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/telaah.v11i1.35659

Abstract

Hasil dari studi ini mengungkapkan empat penemuan kunci yang mencerminkan hubungan yang kuat antara penerapan Problem Based Learning (PBL) dan keberhasilan penerapan Kurikulum Merdeka di sekolah dasar. (1) PBL terbukti berhasil dalam meningkatkan keterampilan abad ke-21 seperti berpikir kritis, kreatif, berkolaborasi, dan melakukan refleksi, yang selaras dengan prinsip Merdeka Belajar yang menjadikan siswa sebagai pusat dari proses belajar. (2) PBL berkontribusi signifikan dalam menanamkan nilai-nilai karakter yang terdapat dalam Profil Pelajar Pancasila, termasuk kemandirian, kerja sama, berpikir kritis, dan berakhlak mulia, melalui kegiatan belajar yang berbasis masalah dan relevan serta reflektif. (3) Studi ini juga menemukan berbagai tantangan dalam pelaksanaan PBL, seperti keterbatasan pemahaman guru tentang filosofi Kurikulum Merdeka, kesulitan dalam merancang modul pembelajaran berbasis masalah, kekurangan fasilitas pendukung, serta rendahnya pelatihan profesional yang berkelanjutan. (4) sebagai langkah strategis, riset ini merekomendasikan pentingnya pelatihan intensif bagi para guru, dukungan kebijakan yang fleksibel dari pihak sekolah dan pemerintah, serta penguatan sumber belajar digital dan panduan implementasi agar PBL dapat dilaksanakan secara maksimal sebagai metode pembelajaran utama untuk mencapai tujuan Kurikulum Merdeka di tingkat sekolah dasar.
ANALISIS PERAN STORYTELLING DIGITAL TERHADAP LITERASI MEMBACA SISWA SEKOLAH DASAR Hasana, uswatun; Haifaturrahmah, Haifaturrahmah; Fujiaturrahman, Sukron
Jurnal Ilmiah Telaah Vol 11, No 1: January 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/telaah.v11i1.35617

Abstract

Perkembangan teknologi digital membuka peluang baru dalam pembelajaran literasi, terutama melalui storytelling digital yang memadukan audio, visual, teks, dan animasi. Penggunaan storytelling digital di sekolah dasar dinilai mampu meningkatkan motivasi, minat, dan pemahaman membaca siswa. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis peran storytelling digital terhadap peningkatan literasi membaca siswa sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif berbasis studi pustaka, dengan menelaah jurnal, buku, dan laporan penelitian sebelumnya terkait penerapan media digital dalam pembelajaran membaca. Hasil analisis menunjukkan bahwa storytelling digital dapat meningkatkan daya tarik siswa terhadap teks, memperkuat pemahaman isi cerita, serta membantu perkembangan kosa kata dan keterampilan membaca kritis. Selain itu, keterlibatan guru dalam pengelolaan media dan lingkungan belajar yang mendukung menjadi faktor pendukung keberhasilan implementasi. Dengan demikian, storytelling digital memiliki kontribusi signifikan dalam menguatkan literasi membaca, terutama jika diterapkan secara terarah dan sesuai usia perkembangan siswa sekolah dasar.