Claim Missing Document
Check
Articles

BIMBINGAN TEKNIS PERSIAPAN UJI KOMPETENSI PENDIDIKAN PROFESI GURU (UKPPPG) : UPAYA OPTIMALISASI KESIAPAN DAN PENGETAHUAN TENTANG UKPPPG BAGI MAHASISWA PPG Zulkarnain, Zulkarnain; Dwi Hastuti, Intan; Mandailina, Vera; Rahmaniah, Rima; Haifaturrahmah, Haifaturrahmah; Muhdar, Syafruddin; Fujiaturrahman, Sukron; Mariyati, Yuni; Muhardini, Sintayana; Ma’ruf, Amar
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 12 (2025): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v9i1.%p

Abstract

Permasalahan yang dihadapi mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG) dalam menghadapi Uji Kompetensi Pendidikan Profesi Guru (UKPPPG) cukup kompleks. Banyak peserta yang belum memahami secara mendalam prosedur, materi ujian, serta strategi pelaksanaan, sehingga menimbulkan rasa cemas dan kurang percaya diri. Rendahnya pemahaman teknis terkait penyusunan perangkat pembelajaran, pembuatan video pembelajaran, dan laporan studi kasus juga menjadi hambatan utama. Kondisi ini berpotensi mengurangi tingkat kelulusan dan berdampak pada kualitas guru profesional di Indonesia. Kegiatan ini bertujuan untuk mengoptimalkan kesiapan dan pengetahuan mahasiswa PPG dalam menghadapi UKPPPG melalui bimbingan teknis (bimtek) yang terstruktur. Mitra sasaran adalah mahasiswa PPG Guru Tertentu Tahap III Tahun 2025 bidang studi PGSD, dengan jumlah peserta sebanyak 52 orang. Metode pelaksanaan berupa bimtek daring melalui platform Zoom, yang mencakup ceramah, diskusi, tanya jawab. Evaluasi dilakukan menggunakan angket pretest-posttest untuk mengukur peningkatan pengetahuan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pengetahuan peserta, dengan proporsi kategori “Baik” meningkat dari 50% menjadi 73,68% pada kelompok perempuan dan dari 64,28% menjadi 92,86% pada kelompok laki-laki. Temuan ini menegaskan bahwa bimtek efektif dalam meningkatkan kesiapan mahasiswa PPG menghadapi UKPPPG
Mengeksplorasi Nilai Matematika dalam Permainan Congklak dan Tradisi Berhitung Lokal Dani, Jeni Rahma; Haifaturrahmah, Haifaturrahmah; Fujiaturrahman, Sukron
Journal of Authentic Research Vol. 4 No. 2 (2025): December
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/w8rkg393

Abstract

Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) untuk mengkaji nilai-nilai matematika dalam permainan congklak dan tradisi berhitung lokal sebagai bagian dari praktik budaya masyarakat. Kebaruan penelitian ini terletak pada penekanan integrasi etnomatematika permainan tradisional ke dalam pembelajaran matematika sekolah dasar, yang belum banyak dijelaskan dalam SLR sebelumnya. Sebanyak 42 artikel terindeks Google Scholar, Scopus, dan Sinta (2015–2025) dianalisis secara tematik untuk mengidentifikasi konsep matematika dan makna budaya yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa congklak memuat konsep operasi hitung, pola bilangan, geometri, peluang, serta strategi berpikir logis yang berpotensi menjadi sumber belajar kontekstual. Pendekatan etnomatematika juga ditemukan mampu meningkatkan motivasi, pemahaman konseptual, dan apresiasi siswa terhadap budaya lokal. Namun, kajian ini terbatas pada tiga basis data dan variasi kualitas publikasi yang dapat memunculkan bias seleksi. Oleh karena itu, penelitian lanjutan disarankan untuk mengembangkan model pembelajaran etnomatematika yang terintegrasi kurikulum, dilengkapi pelatihan guru dan instrumen evaluasi yang sistematis.  
PROFIL PELAJAR PANCASILA (P5) : IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN EXPERIENTIAL LEARNING DALAM MENINGKATKAN KUALITAS BELAJAR SISWA SEKOLAH DASAR Aulia, Wina Fadila; Haifahturrahmah, Haifaturrahmah; Fujiaturrahman, Sukron
eL-Muhbib jurnal pemikiran dan penelitian pendidikan dasar Vol 9 No 2 (2025): Desember
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/el-muhbib.v9i2.5908

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan model Experiential Learning dalam kegiatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) di sekolah dasar sebagai upaya mendukung implementasi Kurikulum Merdeka. Kajian ini menyoroti efektivitas model Experiential Learning dalam meningkatkan hasil belajar, motivasi, dan penguatan karakter siswa melalui pembelajaran berbasis pengalaman yang kontekstual dan reflektif. Metode penelitian menggunakan metode sistematic literature review. Berdasarkan hasil telaah literatur dan temuan empiris, model ini terbukti mampu mengembangkan dimensi Profil Pelajar Pancasila seperti gotong royong, kemandirian, bernalar kritis, dan tanggung jawab sosial. Faktor pendukung keberhasilan implementasi mencakup peran guru sebagai fasilitator, keterlibatan orang tua, serta dukungan lingkungan belajar yang kolaboratif. Temuan ini menegaskan bahwa Experiential Learning dapat menjadi pendekatan strategis dalam mewujudkan pembelajaran yang bermakna, berkarakter, dan berorientasi pada pengembangan kompetensi abad ke-21 di sekolah dasar.
STRATEGI GURU DAN DUKUNGAN SEKOLAH DALAM MENGATASI MASALAH KECANDUAN GADGET UNTUK MENINGKATKAN KONSENTRASI BELAJAR SISWA SEKOLAH DASAR Putri, Zulfa Jahiya; Haifaturrahmah, Haifaturrahmah; Fujiaturrahman, Sukron
Jurnal Ilmiah Telaah Vol 11, No 1: January 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/telaah.v11i1.35651

Abstract

Perkembangan teknologi digital membawa pengaruh besar terhadap kehidupan siswa sekolah dasar. Penggunaan gadget yang berlebihan menyebabkan penurunan konsentrasi, prestasi akademik, serta perubahan perilaku sosial anak. Artikel ini membahas strategi guru dan dukungan sekolah dalam mengatasi kecanduan gadget demi meningkatkan fokus belajar siswa. Dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif berbasis studi pustaka, penelitian ini menganalisis fenomena penggunaan gadget, peran guru dalam mengarahkan dan membatasi penggunaannya, serta kebijakan sekolah dalam menciptakan lingkungan belajar yang seimbang. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa kecanduan gadget muncul akibat kurangnya pengawasan, kebiasaan digital yang tidak terkontrol, dan minimnya aktivitas alternatif. Guru berperan penting melalui pendekatan edukatif, pembelajaran interaktif, dan penguatan karakter siswa. Sekolah mendukung melalui penyusunan tata tertib, penyediaan kegiatan non-digital, serta kerja sama dengan orang tua. Kesimpulannya, sinergi antara guru dan sekolah menjadi kunci untuk mengurangi kecanduan gadget dan meningkatkan konsentrasi belajar siswa sekolah dasar.
PERSEPSI SISWA TERHADAP PENGGUNAAN METODE PEMBELAJARAN AKTIF Suriandani, Suriandani; Haifaturrahmah, Haifaturrahmah; Fujiaturrahman, Sukron
Jurnal Ilmiah Telaah Vol 11, No 1: January 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/telaah.v11i1.35726

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi siswa sekolah dasar terhadap penggunaan metode pembelajaran aktif di kelas. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan teknik survei. Subjek penelitian adalah 40 siswa kelas V SD yang dipilih secara purposive sampling. Instrumen penelitian berupa angket persepsi yang disusun berdasarkan indikator keterlibatan siswa, motivasi belajar, dan respon terhadap aktivitas pembelajaran aktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas siswa memiliki persepsi positif terhadap pembelajaran aktif. Sebanyak 75% siswa merasa lebih terlibat dalam kegiatan belajar, 80% siswa mengaku lebih termotivasi, dan 70% siswa memberikan respon positif terhadap variasi aktivitas pembelajaran. Meski demikian, sebagian kecil siswa masih merasa canggung atau lebih nyaman dengan metode konvensional. Kesimpulannya, metode pembelajaran aktif berpotensi meningkatkan keterlibatan, motivasi, dan respon positif siswa SD, meskipun penerapannya perlu disesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan peserta didik.
Analisis Pembelajaran Problem Based Learning Pada Siswa Sekolah Dasar Dalam Penerapan Kurikulum Merdeka Endang, Sri; Haifaturrahmah, Haifaturrahmah; Fujiaturrahman, Sukron
Jurnal Ilmiah Telaah Vol 11, No 1: January 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/telaah.v11i1.35659

Abstract

Hasil dari studi ini mengungkapkan empat penemuan kunci yang mencerminkan hubungan yang kuat antara penerapan Problem Based Learning (PBL) dan keberhasilan penerapan Kurikulum Merdeka di sekolah dasar. (1) PBL terbukti berhasil dalam meningkatkan keterampilan abad ke-21 seperti berpikir kritis, kreatif, berkolaborasi, dan melakukan refleksi, yang selaras dengan prinsip Merdeka Belajar yang menjadikan siswa sebagai pusat dari proses belajar. (2) PBL berkontribusi signifikan dalam menanamkan nilai-nilai karakter yang terdapat dalam Profil Pelajar Pancasila, termasuk kemandirian, kerja sama, berpikir kritis, dan berakhlak mulia, melalui kegiatan belajar yang berbasis masalah dan relevan serta reflektif. (3) Studi ini juga menemukan berbagai tantangan dalam pelaksanaan PBL, seperti keterbatasan pemahaman guru tentang filosofi Kurikulum Merdeka, kesulitan dalam merancang modul pembelajaran berbasis masalah, kekurangan fasilitas pendukung, serta rendahnya pelatihan profesional yang berkelanjutan. (4) sebagai langkah strategis, riset ini merekomendasikan pentingnya pelatihan intensif bagi para guru, dukungan kebijakan yang fleksibel dari pihak sekolah dan pemerintah, serta penguatan sumber belajar digital dan panduan implementasi agar PBL dapat dilaksanakan secara maksimal sebagai metode pembelajaran utama untuk mencapai tujuan Kurikulum Merdeka di tingkat sekolah dasar.
ANALISIS PERAN STORYTELLING DIGITAL TERHADAP LITERASI MEMBACA SISWA SEKOLAH DASAR Hasana, uswatun; Haifaturrahmah, Haifaturrahmah; Fujiaturrahman, Sukron
Jurnal Ilmiah Telaah Vol 11, No 1: January 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/telaah.v11i1.35617

Abstract

Perkembangan teknologi digital membuka peluang baru dalam pembelajaran literasi, terutama melalui storytelling digital yang memadukan audio, visual, teks, dan animasi. Penggunaan storytelling digital di sekolah dasar dinilai mampu meningkatkan motivasi, minat, dan pemahaman membaca siswa. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis peran storytelling digital terhadap peningkatan literasi membaca siswa sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif berbasis studi pustaka, dengan menelaah jurnal, buku, dan laporan penelitian sebelumnya terkait penerapan media digital dalam pembelajaran membaca. Hasil analisis menunjukkan bahwa storytelling digital dapat meningkatkan daya tarik siswa terhadap teks, memperkuat pemahaman isi cerita, serta membantu perkembangan kosa kata dan keterampilan membaca kritis. Selain itu, keterlibatan guru dalam pengelolaan media dan lingkungan belajar yang mendukung menjadi faktor pendukung keberhasilan implementasi. Dengan demikian, storytelling digital memiliki kontribusi signifikan dalam menguatkan literasi membaca, terutama jika diterapkan secara terarah dan sesuai usia perkembangan siswa sekolah dasar.
Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kesulitan Membaca Pada Siswa Sekolah Dasar Bahtiar, Rizki; Haifaturrahmah, Haifaturrahmah; Fujiaturrahman, Sukron
Jurnal Ilmiah Telaah Vol 11, No 1: January 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/telaah.v11i1.35741

Abstract

Kesulitan dalam membaca di kalangan siswa sekolah dasar merupakan isu yang penting dan dapat berdampak negatif pada prestasi akademis mereka. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan faktor-faktor yang berkontribusi terhadap kesulitan membaca pada anak, baik dari segi internal seperti kemampuan berpikir dan motivasi, maupun dari aspek eksternal seperti dukungan dari keluarga, kualitas pengajaran, dan suasana sekolah. Metode yang diterapkan dalam studi ini adalah sistem literatur rivew(SLR), dengan mengkaji berbagai sumber dari tahun 2020 hingga 2025. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa kesulitan membaca dipengaruhi oleh sejumlah faktor yang saling berkaitan, meliputi gangguan kognitif, rendahnya minat untuk membaca, kurangnya variasi dalam metode pengajaran, serta dukungan keluarga dan sarana pendidikan yang kurang memadai. Penelitian ini merekomendasikan perlunya pendekatan yang komprehensif, dengan partisipasi aktif dari guru, orang tua, dan komunitas sekolah, untuk mengatasi permasalahan membaca pada siswa sekolah dasar.
Implementasi Nilai -Nilai Kebudayaan dalam Tradisi Ntek Dulang Sebagai Penanaman Karakter dan Sosial Siswa Sekolah Dasar Ulandari, Sri; Haifaturrahmah, Haifaturrahmah; Fujiaturrahman, Sukron
Jurnal Ilmiah Telaah Vol 11, No 1: January 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/telaah.v11i1.35645

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk  mengimplementasi nilai-nilai kebudayaan dalam tradisi Ntek Dulang sebagai sarana penanaman karakter dan sosial siswa sekolah dasar. Dengan menggunakan metode Systematic Literature Review , sumber literatur dikumpulkan dari berbagai indeks  seperti Scopus, DOAJ, dan Google Scholar, dari terbitan 2020 sampai 2025. Hasil kajian literatur menghasilkan empat temuan yaitu (1) Tradisi Ntek Dulang mengandung nilai-nilai luhur seperti gotong royong, kebersamaan, rasa syukur, dan penghormatan terhadap sesama, yang dapat diintegrasikan dalam pembelajaran untuk membentuk karakter moral dan sosial siswa sejak dini. (2) Guru menerapkan strategi pembelajaran yang berbasis pada pengalaman budaya lokal dan praktik sosial masyarakat Sumbawa, sehingga proses belajar menjadi lebih kontekstual dan bermakna bagi siswa. (3) Implementasi nilai-nilai budaya dilakukan melalui pendekatan tematik, pembelajaran berbasis proyek, serta kegiatan kolaboratif yang melibatkan partisipasi aktif siswa dan dukungan dari masyarakat setempat. (4) Nilai-nilai lokal dalam tradisi Ntek Dulang juga berperan penting dalam memperkuat hubungan antara sekolah dan komunitas, mendorong kerja sama antara guru, orang tua, dan tokoh adat dalam membangun karakter sosial dan tanggung jawab siswa. Keempat aspek ini secara sinergis menunjukkan bahwa pengintegrasian nilai-nilai budaya lokal dalam pembelajaran tidak hanya berfungsi sebagai pelestarian tradisi, tetapi juga sebagai fondasi pembentukan karakter yang humanis, inklusif, dan berakar pada kearifan lokal.
PERAN LINGKUNGAN SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN MINAT BELAJAR SISWA SEKOLAH DASAR Hasanah, uswatun; Haifaturrahmah, Haifaturrahmah; Fujiaturrahman, Sukron
Jurnal Ilmiah Telaah Vol 11, No 1: January 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/telaah.v11i1.35686

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran lingkungan sekolah dalam meningkatkan minat belajar siswa sekolah dasar melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR). Penelusuran literatur dilakukan menggunakan basis data Google Scholar, DOAJ, dan Scopus dengan rentang publikasi tahun 2015–2025. Sebanyak 15 artikel yang relevan dianalisis berdasarkan dimensi lingkungan sekolah yang meliputi aspek fisik, sosial, dan psikologis. Hasil kajian menunjukkan bahwa lingkungan fisik yang nyaman, bersih, dan tertata mampu meningkatkan fokus serta kenyamanan belajar siswa. Lingkungan sosial yang harmonis antara guru dan siswa memperkuat keterlibatan emosional dan motivasi belajar, sedangkan lingkungan psikologis yang aman, inklusif, dan suportif menciptakan rasa percaya diri dan semangat belajar yang tinggi. Ketiga dimensi tersebut berinteraksi secara sinergis dalam membentuk ekosistem sekolah yang kondusif terhadap peningkatan minat belajar siswa. Oleh karena itu, penguatan kualitas lingkungan sekolah menjadi strategi penting untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran di sekolah dasar secara berkelanjutan..