Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Hubungan Stres Kerja dan Persepsi Beban Kerja dengan Psychological Well-Being pada Anggota Reskrimum Polda Jambi Muhammad Alfarrel Chandra; Fadzlul Fadzlul; Beny Rahim
Observasi : Jurnal Publikasi Ilmu Psikologi Vol. 3 No. 4 (2025): November: Observasi: Jurnal Publikasi Ilmu Psikologi
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/observasi.v3i4.2007

Abstract

Psychological well-being (PWB) represents an essential psychological condition that supports the effectiveness and professionalism of police officers, particularly those working in operational units. Criminal investigation officers routinely encounter complex job demands, strict time limitations, and high responsibility in case handling, which may intensify job stress and perceived workload and ultimately influence PWB. This study aimed to analyze the relationship between job stress and perceived workload with PWB being among officers of the Criminal Investigation Directorate of the Jambi Regional Police. A quantitative correlational approach was applied, involving 130 criminal investigation officers selected through purposive sampling. Data were obtained using online questionnaires consisting of a job stress scale, a perceived workload scale, and a PWB scale. Data analysis was performed using multiple correlation analysis with the assistance of SPSS software. The findings indicated that the majority of respondents were classified within the moderate category for all variables. The results of multiple correlation analysis demonstrated a significant relationship between job stress and perceived workload with PWB, indicated by a correlation coefficient of R = 0.409 with p < 0.001. These results suggest that job stress and perceived workload jointly contribute to variations in PWB of criminal investigation officers.
Hubungan Antara Quality of Work Life dan Stres Kerja Pada Anggota Ditreskrimsus Polda Jambi Gibral Hamdi; Fadzlul Fadzlul; Jelpa Periantalo
Observasi : Jurnal Publikasi Ilmu Psikologi Vol. 4 No. 1 (2026): February: Observasi: Jurnal Publikasi Ilmu Psikologi
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/observasi.v4i1.2115

Abstract

The police institution is a law enforcement agency whose operational effectiveness heavily depends on the management of human resources to support organizational development and sustainability. The Directorate of Special Criminal Investigation (Ditreskrimsus) holds a strategic role in handling specialized and complex crimes. Its duties involve addressing various forms of criminal activity with high levels of risk and uncertainty. Such risks are often unpredictable and may arise suddenly. Continuous readiness and sustained vigilance in diverse situations can serve as significant sources of work-related stress. One strategy to mitigate work stress is by enhancing Quality of Work Life (QWL). This study aims to examine the relationship between QWL and work stress among members of the Ditreskrimsus of Polda Jambi. A quantitative approach with a correlational research design was employed, involving 115 members selected through purposive sampling. Data were collected online using questionnaires consisting of a QWL scale and a Work Stress scale. Correlation analysis conducted using SPSS indicated that the majority of respondents were in the moderate category. The findings revealed a significant negative relationship between QWL and Work Stress, with a correlation coefficient of r = -0.549 and a significance level of p < 0.001. These results underscore the importance of continuously improving various aspects of QWL as an effective strategy to prevent and reduce work-related stress.
Hubungan Pola Asuh Demokratis dengan Kecerdasan Emosional pada Remaja Akhir di Kota Jambi Zura Azzahra; Fadzlul Fadzlul; Nurul Hafizah
Observasi : Jurnal Publikasi Ilmu Psikologi Vol. 4 No. 1 (2026): February: Observasi: Jurnal Publikasi Ilmu Psikologi
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/observasi.v4i1.2125

Abstract

This study was motivated by the importance of emotional management skills in late adolescence, so that they are prepared to face the transition to adulthood, as well as the role of parenting styles in helping to develop these skills. The city of Jambi shows variations in the application of democratic parenting styles, which have an impact on the emotional management of adolescents. This study aims to determine how democratic parenting styles affect the level of emotional intelligence in adolescents who are approaching adulthood in the city of Jambi. This study uses a quantitative approach with a correlational design. The respondents are adolescents who have graduated from high school, aged between 18 and 21 years, and live in the city of Jambi. Democratic parenting and emotional intelligence were collected through questionnaires, then analyzed statistically to determine the relationship between variables. The study shows that the way parents treat their children with freedom and mutual respect has a positive correlation with the children's ability to manage their feelings at present. The higher the application of democratic parenting, which is characterized by warmth, open communication, responsible freedom, and consistent discipline, the higher the level of emotional.
Efektivitas Pelatihan Personal Branding dalam Meningkatkan Kepercayaan Diri Tenaga Kependidikan Rion Nofrianda; Fadzlul Fadzlul; Rion Nofrianda; Fadzlul Fadzlul; Jelpa Periantalo
Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan Vol. 5 No. 5 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um065.v5.i5.2025.7

Abstract

Tenaga kependidikan membutuhkan kepercayaan diri tinggi untuk menjalankan tugas secara optimal. Personal branding relevan karena membantu mengenali potensi diri dan membangun citra profesional, sehingga meningkatkan keyakinan dan kinerja dalam lingkungan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh pelatihan personal branding terhadap peningkatan kepercayaan diri tenaga kependidikan (tendik) di Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Jambi. Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan desain kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Sebanyak 20 peserta terlibat dalam penelitian ini, terdiri dari 10 peserta pada kelompok eksperimen yang mendapatkan pelatihan personal branding, dan 10 peserta pada kelompok kontrol yang tidak mendapatkan pelatihan. Instrumen yang digunakan untuk mengukur kepercayaan diri peserta adalah kuesioner yang diisi sebelum dan sesudah pelatihan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji statistik dengan (df) = 19 dan nilai signifikansi (sig) = 0,009. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari pelatihan personal branding terhadap peningkatan kepercayaan diri tendik, karena nilai sig < 0,05. Berdasarkan temuan ini, dapat disimpulkan bahwa pelatihan personal branding efektif dalam meningkatkan kepercayaan diri tenaga kependidikan di FKIK Universitas Jambi. Implikasi praktisnya, pelatihan ini dapat dijadikan program rutin untuk mendukung pengembangan profesionalisme dan kualitas layanan tenaga kependidikan di lingkungan institusi.
Efektivitas Pelatihan Personal Branding dalam Meningkatkan Kepercayaan Diri Tenaga Kependidikan Rion Nofrianda; Fadzlul Fadzlul; Rion Nofrianda; Fadzlul Fadzlul; Jelpa Periantalo
Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan Vol. 5 No. 5 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um065.v5.i5.2025.7

Abstract

Tenaga kependidikan membutuhkan kepercayaan diri tinggi untuk menjalankan tugas secara optimal. Personal branding relevan karena membantu mengenali potensi diri dan membangun citra profesional, sehingga meningkatkan keyakinan dan kinerja dalam lingkungan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh pelatihan personal branding terhadap peningkatan kepercayaan diri tenaga kependidikan (tendik) di Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Jambi. Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan desain kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Sebanyak 20 peserta terlibat dalam penelitian ini, terdiri dari 10 peserta pada kelompok eksperimen yang mendapatkan pelatihan personal branding, dan 10 peserta pada kelompok kontrol yang tidak mendapatkan pelatihan. Instrumen yang digunakan untuk mengukur kepercayaan diri peserta adalah kuesioner yang diisi sebelum dan sesudah pelatihan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji statistik dengan (df) = 19 dan nilai signifikansi (sig) = 0,009. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari pelatihan personal branding terhadap peningkatan kepercayaan diri tendik, karena nilai sig < 0,05. Berdasarkan temuan ini, dapat disimpulkan bahwa pelatihan personal branding efektif dalam meningkatkan kepercayaan diri tenaga kependidikan di FKIK Universitas Jambi. Implikasi praktisnya, pelatihan ini dapat dijadikan program rutin untuk mendukung pengembangan profesionalisme dan kualitas layanan tenaga kependidikan di lingkungan institusi.
Hubungan Perceived Organizational Support dan Job Embeddedness Pada Karyawan Outsourcing di PT. X Branch Jambi Syakirah Pelangi Hakimah; Beny Rahim; Nurul Hafizah; Fadzlul
MANAGER: Journal of Management and Administration Science Vol. 4 No. 3 (2026): MANAGER: Journal of Management and Administration Science, April 2026
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/manager.v4i3.1628

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara Perceived Organizational Support (POS) dan Job Embeddedness (JE) pada karyawan outsourcing PT. X Branch Jambi, sekaligus mendeskripsikan tingkat POS dan JE pada populasi tersebut. Transformasi struktural Badan Usaha Milik Negara (BUMN), termasuk PT. X Branch Jambi melalui penerapan strategi Five Bold Moves dan pembentukan anak perusahaan baru pada tahun 2024, menciptakan ketidakpastian yang berdampak pada keterikatan kerja karyawan outsourcing, yang merupakan kelompok paling dominan secara jumlah namun paling rentan secara struktural. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan teknik purposive sampling. Populasi penelitian adalah seluruh karyawan PT. X Branch Jambi yang berjumlah 75 orang, dengan sampel sebanyak 54 karyawan outsourcing yang telah bekerja minimal satu tahun. POS diukur menggunakan skala Survey of Perceived Organizational Support (SPOS)-8 dengan reliabilitas 0,91, sedangkan JE diukur menggunakan Skala Job Embeddedness dengan reliabilitas masing-masing dimensi fit sebesar 0,799, links sebesar 0,830, dan sacrifice sebesar 0,783. Data dianalisis menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment melalui SPSS setelah data dinyatakan memenuhi asumsi normalitas dan linearitas. Hasil uji korelasi menunjukkan koefisien r = 0,564 dengan signifikansi p = 0,000 (p < 0,05), yang menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan pada kategori sedang. Mayoritas responden berada pada kategori POS sedang (74,1%) dan JE sedang (51,9%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif dan signifikan antara Perceived Organizational Support dan Job Embeddedness pada karyawan outsourcing PT. X Branch Jambi, sehingga semakin tinggi dukungan organisasi yang dirasakan oleh karyawan, semakin kuat pula keterikatan kerja mereka terhadap organisasi.
a the 2026 HUBUNGAN WORK ENGAGEMENT DENGAN PERSEPSI BEBAN KERJA PADA PEGAWAI KANTOR PUPR BIDANG SUMBER DAYA AIR KOTA JAMBI Dhea Nezilla Rossa; Fadzlul Fadzlul; Rion Nofrianda; Beny Rahim
Jurnal Media Informatika Vol. 7 No. 3 (2026): Edisi Mei - Juni
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jumin.v7i3.8892

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan work engagement dengan persepsi beban kerja pada pegawai kantor PUPR Bidang Sumber Daya Air (SDA) Kota Jambi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan teknik total sampling pada 52 pegawai. Instrumen yang digunakan adalah skala work engagement dan skala persepsi beban kerja. Uji normalitas Kolmogorov-Smirnov menghasilkan nilai p = 0,46 (normal) dan uji linearitas menghasilkan Deviation from Linearity = 0,661 (linear). Hasil uji korelasi Pearson Product Moment menunjukkan nilai r = -0,771 dengan p = 0,001 (p < 0,05), yang berarti terdapat hubungan negatif yang kuat dan signifikan antara work engagement dan persepsi beban kerja. Semakin tinggi work engagement pegawai, semakin rendah persepsi beban kerja yang dirasakan. Implikasi penelitian ini menegaskan pentingnya strategi peningkatan work engagement sebagai upaya pengelolaan beban kerja di sektor pemerintahan.
HUBUNGAN SELF-EFFICACY HUBUNGAN SELF-EFFICACY DENGAN WORK ENGAGEMENT PADA PERSONEL DIREKTORAT RESERSE KRIMINAL KHUSUS (DITRESKRIMSUS) POLDA JAMBI Revaldi Putra Wijaya; Rion Nofrianda; Beny Rahim; Fadzlul Fadzlul
Jurnal Media Informatika Vol. 7 No. 3 (2026): Edisi Mei - Juni
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jumin.v7i3.9058

Abstract

Personel Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jambi menghadapi tuntutan pekerjaan tinggi, pola kerja standby on call selama 24 jam, serta kompleksitas tugas penyelidikan dan penyidikan tindak pidana khusus yang menuntut keterlibatan kerja optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self-efficacy dan work engagement pada personel Ditreskrimsus Polda Jambi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan desain cross-sectional. Responden berjumlah 87 personel aktif Ditreskrimsus Polda Jambi yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan General Self-Efficacy Scale (GSES) dengan 10 aitem (α = 0,75–0,91) dan Utrecht Work Engagement Scale (UWES) dengan 18 aitem (α = 0,898). Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman rho karena kedua variabel tidak memenuhi asumsi distribusi normal (p < 0,05). Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan positif yang signifikan antara self-efficacy dan work engagement (rs = 0,371; p < 0,001). Mayoritas personel berada pada kategori sedang untuk kedua variabel. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa peningkatan self-efficacy personel berperan positif dalam mendorong work engagement di lingkungan kepolisian dengan karakteristik kerja bertekanan tinggi.
Pengaruh Kecerdasan Emosional terhadap Regulasi Emosi pada Siswa SMP di Kota Jambi Melly Rahmawati; Dessy Pramudiani; Annisa Andriani; Fadzlul
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 5 No 2: Juni (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v5i2.3074

Abstract

Masa remaja merupakan fase perkembangan yang ditandai oleh perubahan emosional yang intens sehingga membutuhkan kemampuan regulasi emosi yang baik agar individu mampu merespons berbagai situasi secara adaptif. Salah satu faktor yang diduga berperan dalam kemampuan tersebut adalah kecerdasan emosional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kecerdasan emosional terhadap regulasi emosi pada siswa SMP di Kota Jambi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Responden penelitian berjumlah 324 siswa kelas VII dan VIII SMP di Kota Jambi yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan yaitu Skala Kecerdasan Emosional dan Skala Regulasi Emosi yang telah melalui uji validitas dan reliabilitas. Data dianalisis menggunakan regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecerdasan emosional berpengaruh positif dan signifikan terhadap regulasi emosi pada siswa SMP di Kota Jambi (t = 8,371; p < 0,05). Nilai koefisien korelasi sebesar 0,423 menunjukkan hubungan positif dengan kekuatan sedang. Koefisien regresi sebesar 0,684 menunjukkan bahwa setiap peningkatan satu satuan kecerdasan emosional diikuti peningkatan regulasi emosi sebesar 0,684 satuan. Nilai R² sebesar 0,179 menunjukkan bahwa kecerdasan emosional memberikan kontribusi sebesar 17,9% terhadap variansi regulasi emosi. Temuan ini menunjukkan bahwa kecerdasan emosional berperan dalam mendukung kemampuan regulasi emosi pada remaja, meskipun regulasi emosi juga dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Oleh karena itu, penguatan aspek sosio-emosional melalui dukungan sekolah dan lingkungan sekitar dapat menjadi salah satu upaya untuk mendukung perkembangan regulasi emosi siswa.
GAMBARAN PERILAKU SEKSUAL PADA INDIVIDU LESBIAN DI LAPAS PEREMPUAN KELAS IIB JAMBI Felia Siti Grishana; Dessy Pramudiani; Fadzlul Fadzlul
Jurnal Psikologi Malahayati Vol 8, No 2 (2026): JURNAL PSIKOLOGI MALAHAYATI
Publisher : Program Studi Psikologi Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpm.v8i2.23917

Abstract

Abstrak Fenomena perilaku seksual sesama jenis di lingkungan lembaga pemasyarakatan perempuan masih menjadi isu sensitif dan kurang mendapatkan perhatian, terutama terkait bagaimana individu lesbian memenuhi kebutuhan emosional maupun seksual dalam situasi terbatas dan penuh pengawasan. Kondisi ini menunjukkan adanya permasalahan psikososial yang perlu dipahami secara mendalam oleh pihak pemasyarakatan. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan perilaku seksual pada individu lesbian di Lapas Perempuan Kelas IIB Jambi. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologi. Lima partisipan dipilih melalui teknik purposive sampling, setelah terlebih dahulu dilakukan identifikasi orientasi seksual menggunakan Skala Kinsey. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). Hasil penelitian menghasilkan enam tema utama, yaitu identitas seksual, aktivitas seksual, dinamika hubungan, preferensi dan pembentukan pasangan, pengaruh lingkungan Lapas, dan aspek psikologis. Perilaku seksual tidak hanya muncul sebagai pemenuhan kebutuhan biologis, tetapi juga menjadi bentuk pencarian kasih sayang, dukungan emosional, dan keamanan di lingkungan tertutup. Penelitian ini menunjukkan bahwa dinamika seksual di dalam Lapas merupakan bentuk strategi adaptasi yang kompleks terhadap tekanan psikologis dan keterbatasan interaksi sosial. Implikasi dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi pengembangan kebijakan pembinaan yang lebih inklusif dan responsif terhadap kesejahteraan mental warga binaan. Kata Kunci: Perilaku Seksual, Lesbian, Lapas Perempuan, Fenomenologi AbstractSame-sex sexual behavior in women’s correctional facilities remains a sensitive and under-researched issue, particularly regarding how lesbian inmates fulfill their emotional and sexual needs in a restricted and highly supervised environment. This condition indicates psychosocial challenges that require deeper understanding from correctional stakeholders. This study aims to describe the sexual behavior of lesbian inmates at the Class IIB Women’s Prison in Jambi. This research employed a qualitative phenomenological approach. Five participants were selected through purposive sampling, after first being identified as lesbian using the Kinsey Scale. Data were collected through in-depth interviews, observations, and documentation, and were analyzed using Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). The results revealed six major themes: sexual identity, sexual activities, relationship dynamics, partner preference and formation, influence of the prison environment, and psychological aspects. Sexual behavior was found not only as fulfillment of biological needs, but also as a means of seeking affection, emotional support, and security in a confined setting. The findings indicate that sexual dynamics in prison function as a complex adaptation strategy to psychological pressure and limited social interaction. This study provides implications for developing more inclusive rehabilitation policies that support inmates’ mental well-being. Keywords: Sexual Behavior, Lesbian, Women’s Prison, Phenomenology