Claim Missing Document
Check
Articles

Etika Dalam Media Sosial Antara Kebebasan Ekspresi Dan Tanggung Jawab Digital Mas’ud, Fadil; Jeluhur, Helda; Negat, Katharina; Tefa, Alencia; Uly, Marselina; Amtiran, Morgan
Jimmi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Multidisiplin Vol. 2 No. 2 (2025): JIMMI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Multidisiplin
Publisher : Fanshur Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71153/jimmi.v2i2.289

Abstract

Perkembangan media sosial telah menghadirkan ruang baru bagi masyarakat untuk mengekspresikan pendapat secara bebas. Namun, kebebasan ini sering kali tidak diimbangi dengan kesadaran etika digital, sehingga memunculkan berbagai permasalahan yang terjadi seperti ujaran kebencian, hoaks, dan pelanggaran privasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dinamika antara kebebasan berekspresi dan tanggung jawab digital dalam penggunaan media sosial, serta pentingnya etika digital sebagai landasan interaksi daring yang sehat. Dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, penelitian ini menemukan bahwa penguatan literasi digital, reformulasi regulasi yang adil, serta kesadaran individu merupakan kunci dalam menciptakan ruang digital yang inklusif dan juga bertanggung jawab. Jadi, kebebasan berekspresi ini harus berjalan dengan baik seiring dengan etika, agar media sosial yang digunakan dapat menjadi sarana demokrasi yang beradab.
Membangun Karakter Moral Melalui Pendidikan Etika Di Sekolah Ence, Eufrasia; Mas’ud, Fadil; Tonis, Marselina; Payong, Emilia Waha; Openg, Wiliam Fenoli Kituk; Laga, Oskar Enjelius
Jimmi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Multidisiplin Vol. 2 No. 2 (2025): JIMMI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Multidisiplin
Publisher : Fanshur Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71153/jimmi.v2i2.291

Abstract

Pendidikan karakter moral merupakan aspek penting dalam pembentukan kepribadian peserta didik yang berintegritas. Latar belakang dari tulisan ini adalah meningkatnya kekhawatiran terhadap degradasi moral di kalangan pelajar, yang ditandai dengan perilaku menyimpang dan menurunnya rasa tanggung jawab sosial. Permasalahan yang dikaji dalam tulisan ini adalah bagaimana pendidikan etika di sekolah dapat menjadi sarana dalam membentuk karakter moral siswa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi pustaka, di mana data dikumpulkan dari berbagai literatur terkait pendidikan etika dan karakter. Hasil analisis menunjukkan bahwa pendidikan etika yang terintegrasi dalam kurikulum dan didukung oleh keteladanan guru mampu menumbuhkan nilai-nilai moral seperti kejujuran, tanggung jawab, dan empati pada peserta didik. Kesimpulan dari kajian ini menekankan bahwa pendidikan etika di sekolah perlu dirancang secara sistematis dan berkelanjutan agar dapat membentuk karakter moral yang kuat dan relevan dengan tantangan zaman.
Counseling on the Use of Meta Ai in Improving Digital Literacy in Rural Communities in Indonesia: Pengabdian Made Susilawati; Fadil Mas’ud; Luluk Sarifah; Rinovian Rais; Johannes P Kumagaya
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 3 No. 4 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 3 Nomor 4 (April 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v3i4.861

Abstract

This community service was conducted in several villages in Indonesia, including Legian Badung, Baubau Kupang, and Ogan Jaya in North Lampung, over periods ranging from two weeks to one month. The aim was to provide counseling on the use of Meta AI to improve digital literacy in rural communities in Indonesia. The methodology involved discussions with colleagues and village officials to identify suitable themes, followed by obtaining permission from village authorities. The implementation stage included counseling on how to use Meta AI, covering aspects like opening WhatsApp, accessing Meta AI through the chat tab, agreeing to terms, typing prompts, sending messages, and providing feedback. The counseling also highlighted the advantages of Meta AI, such as its ease of use, multi-language capabilities, and 24-hour availability. The authors found that Meta AI's simple interface allows users of varying technological backgrounds to interact with it easily, and its constant availability and multi-language support enhance its utility as an educational and communication tool globally.
Kajian Yuridis Larangan Pekerja Anak Dalam Pasal 68 Undang-Undang Ketenagakerjaan Nomor 13 Tahun 2003 Alang, Dessy M; Tapatab, Shintya M; Nomleni, Hanani R; Maran, Yohana S. R; Kamola, Ledrik A. W; Mnanu, Nafsyan A; Mas’ud, Fadil
CONSTITUO : Jurnal Riset Hukum Kenegaraan dan Politik Vol 4 No 1 (2025): CONSTITUO Jurnal Riset Hukum Kenegaraan dan Politik
Publisher : Prodi Hukum Tata Negara Islam (Siyasah Syar'iyyah) STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47498/constituo.v4i1.4746

Abstract

Pada kajian ini membahas secara yuridis ketentuan larangan pekerja anak dalam Pasal 68 Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, yang secara tegas melarang pengusaha memperkerjakan anak di bawah usia 18 tahun. Larangan ini tidak berdiri sendiri, melainkan harus dipahami secara integral dengan Pasal 69 dan 70 yang memberikan pengecualian terbatas dalam bentuk pekerjaan ringan dan aktivitas pendidikan. Studi ini bertujuan untuk menganalisis dasar hukum, prinsip perlindungan anak, serta sinkronisasi antara hukum nasional dan instrumen internasional seperti Konvensi ILO No. 138, No. 182, dan Konvensi Hak Anak (CRC). Penelitian ini menggunakan pendekatan normatif dengan metode deskriptif-analitis yang didasarkan pada peraturan perundang-undangan dan literatur hukum. Hasil kajian menunjukkan bahwa meskipun regulasi Indonesia telah sejalan dengan standar internasional, implementasinya masih menghadapi tantangan serius, seperti lemahnya penegakan hukum, minimnya pengawasan di sektor informal, dan rendahnya kesadaran masyarakat terhadap hak-hak anak. Selain itu, dampak pekerja anak terhadap tumbuh kembang fisik, emosional, dan pendidikan sangat signifikan dan dapat menghambat masa depan anak. Oleh karena itu, diperlukan penguatan regulasi turunan, peningkatan koordinasi antar lembaga, serta pendekatan transformatif yang mencakup edukasi publik, jaminan sosial bagi keluarga miskin, dan perluasan akses pendidikan. Dengan demikian, pelaksanaan Pasal 68 dapat berjalan lebih efektif sebagai instrumen perlindungan anak dalam sistem ketenagakerjaan nasional.
Efektivitas Harmonisasi Peraturan Perundang-Undangan Dalam Menghindari Tumpang Tindih Regulasi di Indonesia Banola, Arnoldus Jansen Patrio; Imut, Basilika Riskiana; Klau, Cesilia Lucia; Totnay, Christafora Caeselia; Mas’ud, Fadil; Wunu, Maria Anjelina Wesa
CONSTITUO : Jurnal Riset Hukum Kenegaraan dan Politik Vol 4 No 1 (2025): CONSTITUO Jurnal Riset Hukum Kenegaraan dan Politik
Publisher : Prodi Hukum Tata Negara Islam (Siyasah Syar'iyyah) STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47498/constituo.v4i1.4949

Abstract

Harmonisasi peraturan perundang-undangan merupakan upaya sistematis untuk menyelaraskan norma hukum agar tidak terjadi konflik, tumpang tindih, atau kekosongan hukum antar peraturan di berbagai tingkat dan sektor. Dalam konteks sistem hukum Indonesia yang kompleks dan majemuk, proses harmonisasi menjadi sangat penting guna menjamin kepastian hukum, keadilan, serta efektivitas pelaksanaan kebijakan publik. Namun, hingga kini masih ditemukan berbagai permasalahan seperti disharmonisasi secara vertikal dan horizontal, lemahnya koordinasi antar lembaga, serta rendahnya kualitas pembentukan peraturan yang tidak selalu sesuai dengan asas-asas pembentukan peraturan perundang-undangan yang baik. Penyebab disharmonisasi meliputi tumpang tindih kewenangan, keterbatasan sumber daya, serta minimnya evaluasi terhadap regulasi yang ada. Oleh karena itu, diperlukan strategi yang komprehensif, seperti penguatan peran lembaga harmonisasi, peningkatan kapasitas SDM, pemanfaatan teknologi informasi, serta perencanaan legislasi yang lebih partisipatif dan berbasis kebutuhan. Melalui langkah-langkah tersebut, harmonisasi diharapkan mampu mendorong terbentuknya sistem hukum nasional yang lebih konsisten, efektif, dan berpihak pada kepentingan masyarakat.
Sopan Santun Dalam Komunikasi Antar Budaya Di Nusa Tenggara Timur Ludung, Goden Harna Hadia; Mas’ud, Fadil; Uki, Lion Edison; Jetia, Yovita Erliana; Berek, Kristiana Yanti; Atamukin, Kanisius Kedan Kian
Jimmi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Multidisiplin Vol. 2 No. 3 (2025): JIMMI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Multidisiplin
Publisher : Fanshur Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71153/jimmi.v2i3.293

Abstract

Nusa Tenggara Timur (NTT) merupakan daerah dengan beragam suku dan budaya, yang menciptakan tantangan unik dalam komunikasi antar budaya. Perilaku sopan santun menjadi aspek penting dalam menjaga hubungan baik antar individu dari latar belakang budaya yang berbeda. Namun, pengaruh globalisasi dan teknologi modern dapat mempengaruhi etika komunikasi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk perilaku sopan santun yang khas dalam komunikasi antar budaya di NTT, menganalisis perbedaan budaya yang mempengaruhi etika komunikasi, serta mengeksplorasi tantangan yang dihadapi dalam menjaga sopan santun di era modern. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam dan observasi partisipatif. Data dikumpulkan dari berbagai kelompok masyarakat di NTT untuk mendapatkan perspektif yang komprehensif mengenai perilaku sopan santun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku sopan santun yang beragam di NTT dipengaruhi oleh nilai-nilai lokal dan norma budaya masing-masing suku. Meskipun tantangan dari globalisasi ada, pendidikan dan kesadaran komunitas dapat berperan penting dalam mempertahankan integrasi nilai-nilai sopan santun dalam kurikulum pendidikan untuk membangun karakter generasi mendatang.
Etika Media Sosial dan Implikasinya bagi Individu dan Masyarakat Nana, Katarina Rensa; Mas’ud, Fadil; Gemian, Stefani Bita; Sanung, Florentina; Keba, Aprilini Dima; Jelita, Maria Trivonia
Jimmi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Multidisiplin Vol. 2 No. 3 (2025): JIMMI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Multidisiplin
Publisher : Fanshur Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71153/jimmi.v2i3.295

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah membawa media sosial menjadi bagian integral dari kehidupan sehari-hari masyarakat modern. Penggunaan media sosial yang masih menimbulkan berbagai implikasi etis, baik pada tingkat individu maupun sosial. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji konsep etika dalam penggunaan media sosial serta dampaknya terhadap perilaku individu dan dinamika sosial. Melalui pendekatan kualitatif dengan studi pustaka, penelitian ini menemukan bahwa rendahnya kesadaran etika digital dapat memicu penyebaran informasi palsu, ujaran kebencian, serta pelanggaran privasi. Di sisi lain, media sosial juga berpotensi menjadi ruang positif untuk membangun solidaritas sosial, partisipasi publik, dan ekspresi diri, apabila digunakan secara etis dan bertanggung jawab. Etika media sosial memiliki dampak signifikan pada masyarakat dan individu, termasuk perubahan perilaku, persepsi, dan interaksi sosial. Pentingnya kesadaran etika digital dan penggunaan media sosial yang bertanggung jawab untuk menciptakan masyarakat yang lebih harmonis dan produktif. Dengan demikian, artikel ini diharapkan dapat memberikan kontribusi pada pengembangan literasi digital dan etika bermedia sosial di era digital saat ini. Oleh karena itu, penting untuk meningkatkan kesadaran dan praktik etika dalam penggunaan media sosial, serta mengembangkan strategi untuk mengurangi dampak negatifnya. Dengan demikian, penting bagi setiap individu dan lembaga untuk mengembangkan literasi digital dan etika bermedia sosial guna menciptakan ruang digital yang sehat dan produktif.
Peran Etika dalam Pembentukan Karakter Moral Generasi Muda Lau, Clarisa Angelina Aeng; Keraf, Veronika Tiara Hingi; Nomeni, Netriana; Meo, Matrona; Tes, Hendri Septiano; Mas’ud, Fadil
Jimmi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Multidisiplin Vol. 2 No. 3 (2025): JIMMI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Multidisiplin
Publisher : Fanshur Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71153/jimmi.v2i3.296

Abstract

Di tengah arus modernisasi dan kemajuan teknologi, generasi muda menghadapi tantangan serius terkait degradasi moral yang tercermin dalam meningkatnya perilaku menyimpang, individualisme, dan menurunnya rasa tanggung jawab sosial. Kondisi ini menunjukkan pentingnya pembentukan karakter moral sejak dini dengan menekankan peran etika sebagai fondasi nilai dan perilaku. Etika sebagai seperangkat nilai yang dapat berguna bagi kita dalam  membedakan mana yang benar dan mana yang salah dalam berperilaku dalam kehidupan mereka, etika juga dapat memainkan peran utama dalam membentuk kepribadian generasi muda dalam sikap serta tingkah laku generasi selanjutnya di masa depan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran etika dalam membentuk moral generasi muda yang mebentuk sikap dan tingkah laku mereka yang baik serta menghalangi penerapan nilai-nilai etis dalam kehidupan sehari-hari. Metode yang dipakai adalah analisis literatur dan pendekatan kualitatif deskriptif. Temuan dari studi ini menunjukkan bahwa penerapan nilai-nilai etika dalam pendidikan, lingkungan keluarga, dan interaksi sosial sangat mempengaruhi pembentukan karakter moral remaja. Lebih lagi, tantangan dari kemajuan teknologi dan globalisasi mengharuskan keterlibatan aktif dari berbagai pihak, termasuk guru, orang tua, dan lembaga sosial, untuk menanamkan nilai-nilai moral yang kokoh. Dengan demikian, penguatan etika menjadi dasar strategis untuk membangun generasi muda yang tidak hanya pintar secara intelektual tetapi juga memiliki integritas dan tanggung jawab moral.
Kebijakan Pemangkasan Anggaran di Indonesia: Efisiensi Fiskal dan Kepentingan Politik Sapay, Yumri Agelvi; Mas’ud, Fadil; Pandu, Gita Larasti; Nuak, Angelina Seran; Indah, Elisabeth Yohana; Kian, Selviana Lipat Ara
Jimmi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Multidisiplin Vol. 2 No. 3 (2025): JIMMI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Multidisiplin
Publisher : Fanshur Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71153/jimmi.v2i3.297

Abstract

Pemangkasan anggaran sering di klaim sebagai bagian dari strategi efisiensi fiskal. Kebijakan pemangkasan anggaran dalam pemerintahan Indonesia bertujuan untuk meningkatkan efisiensi fiskal dan mengalokasikan anggaran untuk program prioritas, namun seringkali di pengaruhi oleh kepentingan politik. Pemangkasan anggaran yang tidak merata dapat menimbulkan pertanyaan tentang dasar kebijakan, dan dampaknya paling besar di rasakan oleh masyarakat yang bergantung pada program pemerintah. Pemangkasan anggaran merupakan kebijakan yang kompleks dan memiliki dampak yang beragam. Efisiensi anggaran pemerintah pada 2025 mencakup pemangkasan belanja kementerian dan lembaga sebesar Rp 256,1 triliun serta pemotongan transfer ke daerah senilai Rp 50,59 triliun, sesuai Surat Menteri Keuangan Nomor S- 37/MK.02/2025. Efisiensi anggaran 2025 didukung oleh beberapa faktor, yaitu untuk membayar hutang luar negeri yang jatuh tempo, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menyerap anggaran besar, dan sistem kerja fleksibel yang diterapkan di beberapa kementerian dan lembaga. Manfaat efisiensi anggaran menghindari pemborosan, menjamin setiap pengeluaran memberikan hasil yang optimal, memastikan sumber daya keuangan digunakan secara maksimal, meningkatkan efektivitas penggunaan dana, mendukung kesejahteraan bersama. Efisiensi anggaran dihitung dengan membandingkan selisih antara pengeluaran seharusnya dan realisasi anggaran dengan alokasi anggaran. Agar efisiensi anggaran tetap mendukung pertumbuhan, pendekatan berbasis produktivitas harus menjadi prioritas.
Implemnetasi Prinsip Meaningful Participation Dalam Revisi Undang-Undang No. 34 Tahun 2004 Tentang Tentara Nasional Indonesia Wangku, Juliano A; Taolin, Ainu P; Ola, Maria F. A. L; Tenmau, Delprila G; Kares, Antonius P; Mas’ud, Fadil
Jimmi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Multidisiplin Vol. 2 No. 3 (2025): JIMMI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Multidisiplin
Publisher : Fanshur Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71153/jimmi.v2i3.305

Abstract

Revisi Undang-Undang No. 34 Tahun 2004 tentang TNI menimbulkan banyak polemik. Hal ini diakibatkan karena proses revisi undang-undang ini dianggap minim partsipasi masyarakat dan tidak memuat unsur tranparansi di dalamnya. Artikel bertujuan untuk melihat seberapa jauh implementasi prisnip meaningfill participation atau partisipasi masyarakat dalam proses revisi Undang-Undang No. 34 Tahun 2004 tentang TNI. Menggunakan metode penelitian yurudis normative artikel ini akan membahas secara khusus tentang konsep meaningfull participation dalam proses pembentukan dan revisi undang-undang, membandingkan peran TNI pada masa orde baru dan masa reformasi serta peluang perluasaan jabatan sipil TNI pasca revisi Undang-Undang No. 34 Tahun 2004 tentang TNI, juga melihat implementasi prinsip meaningfull participation dalam proses revisi Undang-Undang No. 34 Tahun 2004 tentang TNI.
Co-Authors Achmad Napis Qurtubi Adelheid Timu Adelsiana Lakapu Adrianus Seso Agus Bambang Nugraha Alang, Dessy M Alfret Benu Alfret Benu Amanda M.J Laning Amtiran, Morgan Angel Stefanie Nafa Angelia Hunu Ola Lewokeda Angelita Revalina Tallo Ati Anif Istianah ANJULIN YONATHAN KAMLASI Anjulin Yonathan Kamlasi Anjulin Yonathan Kamlasi Anjulin Yonathan Kamlasi,M.Pd Aply Rosyanti Halla Argita Claudia Mone ARGITA CLAUDIA MONE Arianti Angelita Naitboho Arki Artaban Sae Arni Talan, Arni Asri Laksenia Tamonob Asri Laksenia Tamonob Asrin Deweli Nenotek Nenotek Atamukin, Kanisius Kedan Kian Auliya Ratnasari Ave Regina Chandra Kirana Ayu Souterya Alkatiri Badruddin Nasir Banola, Arnoldus Jansen Patrio Basri Basri Bau, Mario Ferdinan Beatrix Nino Funay Benu, Alfret Berek, Kristiana Yanti Bonevantura Magi Mudamakin Brampi Soniman Sae Brigita Hilda Taek Bunga Triana Lalus Bureni, Estalin Nepa Chrisandes Kurniawan Naikofi Claudia Aurelia Albertini Lona Da Silva, Nining Lestari Daro, Katarina Dato Abdul Aziz Daud Yefkanius Nassa Deanatalis Padji Dogi Dogi Dedy Riwu Deni Rudolof Tunliu Denil Ngginak Desi Asmaret Desiana M. Bulu Destriani Silla Dewi Astuti S. Saleh Diah Permata Rosalin Abineno Diyah Khadijah Blegur Doe Rato, Maria Yuliani Donatus Ferdinando Kota Dorkas Yufice Ariyanti Kale Dwiputa, Rahyudi Eddy Silamat, Eddy Edelvina Apolonia Kuza Egidius Fkun Elisabet Vanesha Reta Reta Elisabeth Rari Basa Emirenciana Aek Bria Ence, Eufrasia Erikson Agung Bau Eroy Marthen Selan Erwin Styven Aditya Tari ERY BENU Eufrasia Bolo Fatin Ojes Nakmofa Fauziah F. Lassar Kadir Febiana Elisabet Mase Felisia Atriliani Imung Ferawati Bana Firdiyanti Florensa Gaina Fransiska Modhe Dua Fredik Lambertus Kollo Frida Elsin selan Ganggut, Agnes Yuniatri Gemian, Stefani Bita Gheanida J.J Funu Glen Awe Gregoriana Martina Faot Gupuh Rahayu Hago, Maria Mirayanti Harsya, Rabith Madah Khulaili Hasibuan, Kalijunjung Helmi debora tobe Hendri Irawan Herlina Anut Heronsius Sani Ritan Imut, Basilika Riskiana Indah, Elisabeth Yohana Indra Kertati Indriya Fathni INTAN MARLENCI LADA Intan marlencia lada Intan Yulintri Sopaba Irennia S. Nomleni Irfan Harbona Ollo Irham Wibowo Irham Wibowo Irwan Abbas Ismail Ismail Iwan Harsono Izhatullaili Jama, Karolus Budiman Jami Djeru Jelita Makdarenci Laitera Jelita, Maria Trivonia Jeluhur, Helda Jenita Selan Jeny Susanti Manoh Jermy I. Balukh Jetia, Yovita Erliana Johanes Jufrianus Lau Johannes P Kumagaya Juan delgibed sinlae Juwaldi Amheka Kamola, Ledrik A. W Kares, Antonius P Karmelita Elu Karolus Liat Lengo Katarina Deran Kia Nimunuho Keba, Aprilini Dima Kefi Listiana Fransisca Taneo Keraf, Veronika Tiara Hingi Kevi Listiana Fransisca Taneo Kevy L. F. Taneo Kevy Listiana Fransisca Taneo Kevy Listiana Fransisca Taneo khusnul khotimah Kian, Selviana Lipat Ara Kirana, Ave Regina Chandra Klarinta Victoria Bayfeto Klau, Cesilia Lucia Koleta Luruk Klau Kollo, Fredik L. Kontesa, Agnesia Fifin Kristiana Lipat Samon Kristiani , Wihelmina Leni Kristina Desita Angul Kurniati Amir Laga, Oskar Enjelius Lau, Clarisa Angelina Aeng Leonardus Hare Ladjar Leoni Elsa Noni Faot Ludung, Goden Harna Hadia Luluk Sarifah Ly, Petrus Ly, Rehan Glen Made Susilawati Maimunah Faizah Rahma Atulolon Mali, Maria Muliani Maran, Yohana S. R Mardini Tae Maria Cindiany Baru Maria Delastrada Namang Maria Fatima Muti Maria Fransiska Mika Maria Galgani Rovianyta Toi Maria Indrawati Sanan Maria Jesnita Melania Lao Maria Karolina Rei Maria Kartika Jinas Maria Novensia Epi Lengo Maria Selfiani Teci Maria Sofiati Siki Maria Susanti Mariam clarita mauko Marianus Bhau Rengga Bria Marianus Siga Mark Jhon Bilistolen Marsi Bani Maru, Yohanes Carlos Kasilas Mei Mau, Rosadelima Asti Melinda Ratu Radja Melkian Diki Talumbani Menci Adi Yatr Nomleni Meo, Maria Natalia Meo, Matrona Mere, Anastasia Boleng Mersiana Wanda Tuti Issu Mersiana Wanda Tuti Issu Meryana Micselen Doko Mnanu, Nafsyan A Modok, Grasella Ferina Nai Muhammad Dheo Adrian Muhari Nadia Naema Sisilia Yuniati Lodo Naitboho, Yufitris Nana, Katarina Rensa Natalia Fransiska Alunat Natalia Stefania Beka Natalidya Bolang Naya Fransiska Talan Negat, Katharina Nelson Alberto Selan Nesi Rosalinda Kenjam Nety Novita Hariyani Nggandung, Yeheskial Ngurah Dharma Putra Nindy Nenobais Nitti, Novalianti Nobertus Deni Cuan Nomeni, Netriana Nomleni, Hanani R Novia Srinestava Sari Nuak, Angelina Seran Oksix Godlavson Rutin Tari Oktovina Mopia Ola, Maria F. A. L ola, Nadia menu Olla, Yunita Ratu Openg, Wiliam Fenoli Kituk Ortalana Anisa Merfi Tob Oswaldus Rinaldi Pandu, Gita Larasti Pastela Sulastri Seja Seja Payong, Emilia Waha Perpetua Felisitas Gesu Petronia Mersiana Damai Petrus Alexander Tamonob Purwoko, Agus Radja, Daud Christo Luis Rahyudi Dwiputra Rahyudi Dwiputra Rahyuni Dwiputra Redemtoria Juana Sanbret Regina Tutoq Rini Maldianci Teuf Rinovian Rais Riven Imanuel Timo Robert Alex Serang Rosalia Neonbeni Saldy Hermanus Pandie Samuel Riwu Ratu Sanung, Florentina Sapay, Yumri Agelvi Sarni Sain sarni sain Selfi Theorin Kasse Sensi, Nataliana Sepete Adrian Mangngi Sepete Adrian Mangngi Sesilia Ruron Siga, Marianus Silla, Destriani Soleman D. Nub Uf Sonya W. O. Ay Stefynia Adriana Lengo Stefynia Adriana Lengo stevan christian antoin Stevania Gladis Ola Sudiyarti Sudiyarti Sur Ical Lani Suriyanti Ramadhani Soemowinoto Susan Clarita Maro Syafrullah, Muhammad Deddy Syunikitta, Mirwanti Tanty Milan Antonia Dollu Taolin, Ainu P Tapatab, Shintya M Tefa, Alencia Tenmau, Delprila G Tes, Hendri Septiano Theresia B. S. Keransj Theresia Bernadete Omi Diaz Theresia Devanti Larantukan Theresia Vivin Thomas Kemil Masi Tonis, Marselina Totnay, Christafora Caeselia Triyanti G. Dubu Uki, Lion Edison Uly, Marselina Umar, Sitirahia Hi Venansiu Gabur Vivin, Theresia Irnatesa Wahyudin Noe, Wahyudin Wandal, Yufani Rambu Liga Wangku, Juliano A Welmi Ananda Ngongo Wihelmina Ruli Loo Winarto, Tri Wunu, Maria Anjelina Wesa Yeremia Kabnani Yohana Gaudensia Dhodhi Rema yohana krisona Yohana Kristina Nima Yohana Nima Yohanes Lengari yoriana Atti Yosep Copertino Apaut Yosepha N. Gudhu Yufitris Naitboho Yunitha Devrudyan Doko