Claim Missing Document
Check
Articles

SISTEM KEKUASAAN KOMUNITAS TO LOTANG PERSPEKTIF SIYASAH SYAR’IYYAH (Studi Desa Otting Kabupaten Sidenreng Rappang) Novraini, Andi Ghea; Khalik, Subehan
Siyasatuna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Siyasah Syar'iyyah Vol 2 No 2 (2021)
Publisher : Prodi Hukum Tata Negara (Siyasah Syariyyah) Fakultas Syariah dan Hukum UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Komunitas To Lotang sangat erat dengan kepercayaan animisme yang masih dianut, dilestarikan dan mengikat kepada pengikutnya. Pokok masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana sistem kekuasaan yang mengatur Komunitas To Lotang dan bagaimana sistem kekuasaan tersebut dalam perspektif Siyasah Syar’iyyah. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan pendekatan yuridis normatif dan syar’i. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunitas To Lotang di Desa Otting masih sangat menutup diri dan memiliki sistem kekuasaan sendiri yang dipimpin oleh Uwa’ sebagai pemimpin yang memiliki tendrenya masing-masing. Tendre sendiri merupakan pemimpin yang memiliki pengikut atau sesuai alirannya sendiri. Sebagai contoh, dalam satu desa, bisa memiliki 6 tendre yang berbeda-beda sesuai dengan Uwa’ yang mereka ikuti alirannya. Sitem kekuasaan Uwa’ dalam komunitas Tolotang bersifat dinasti melalui garis keturunan yang dipersiapkan sebelum seorang Uwa’ meninggal dunia. Jika dibandingkan dengan sistem kekuasaan dalam Islam, khususnya pada masa Rasulullah saw dan khulafaur rasidin di mana mekanisme pemilihan pemimpin tidak didasarkan pada garis keturunan, tetapi dipilih secara demokratis.Kata Kunci: Komunitas To Lotang; Sistem Kekuasaan; Siyasah Syar’iyyah; Uwa’
TANGGUNGJAWAB KPU TERHADAP TINGKAT PARTISIPASI PEMILIH PADA PILKADA KABUPATEN BONE TAHUN 2018 DAN FAKTOR YANG MEMENGARUHINYA Muchtar, Alda; Khalik, Subehan
Siyasatuna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Siyasah Syar'iyyah Vol 2 No 3 (2021)
Publisher : Prodi Hukum Tata Negara (Siyasah Syariyyah) Fakultas Syariah dan Hukum UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) merupakan mekanisme pergantian kepemimpinan di daerah yang dilakukan secara demokratis, yang penyelenggaraannya dilakukan secara langsung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat partisipasi pemilih pada Pilkada Tahun 2018 di Kabupaten Bone, dengan pokok permasalahan yaitu bagaimana tanggungjawab KPU dalam meningkatkan partisipasi pemilih serta faktor yang memengaruhinya. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif (field research), dengan pendekatan yuridis normatif dan teologi syar’i. Berdasarkan hasil penelitian  diperoleh kesimpulan bahwa KPU Kabupaten Bone termasuk salah satu KPU di Sulawesi Selatan yang berhasil mendorong partisipasi pemilih pada Pilkada serentak tahun 2018, di mana tingkat partisipasi pemilih di Kabupaten Bone mencapi 78.22 persen. Angka tersebut terbilang cukup tinggi, sebab Pilkada Kabupaten Bone hanya diikuti oleh satu pasangan calon. Bahkan KPU Kabupaten Bone menjadi salah satu kabupaten dengan tingkat partisipasi tertinggi untuk tingkat desa pada ajang penganugrahan Pilkada Awards Sulawesi Selatan Tahun 2018 yang diselenggarakan oleh KPU Provinsi Sulawesi Selatan. Sementara faktor yang mendukung penyelenggaraan Pilkada Tahun 2018, termasuk peningkatan partipasi pemilih diantaranya, pola komunikasi, ketersediaan anggaran dan sumber daya manusia.Kata Kunci: KPU; Partisipasi Pemilih; Pilkada 2018
KAMPANYE KHILAFATUL MUSLIMIN DALAM PERSPEKTIF SIYASAH DUSTURIYAH Arafah, Reza Kurniawan; Khalik, Subhan
Siyasatuna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Siyasah Syar'iyyah Vol 5 No 3 (2024): SIYASATUNA
Publisher : Prodi Hukum Tata Negara (Siyasah Syariyyah) Fakultas Syariah dan Hukum UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/siyasatuna.v5i3.43288

Abstract

The aim of this research is to analyze the Khilafatul Muslimin campaign from the perspective of Siyasah Dusturiyah. The problem is the emergence of the Khilafatul Muslimin organization's campaign which is contrary to the Pancasila ideology. This type of research is Library Research using a normative juridical approach. The data sources used in this research are secondary data sources, namely data such as books related to the research subject, research reports, papers, dissertations, and statutory regulations. Data processing and analysis techniques are: data display, editing, finding, data analysis and conclusion. Data analysis is by carrying out analysis both in terms of content, legality, whether carried out textually or conceptually based on literature studies and the study of statutory regulations by studying every norm that exists in the view of Islamic Constitutional Law (Siyasah Syar'iyyah) . The results of this research show: The campaign carried out by Khilafatul Muslimin is a form of movement in declaring an Islamic state so that Khilafatul Muslimin is subject to sanctions for disbanding mass organizations. The pattern of spreading the ideology of the caliphate carried out by the Khilafatul Muslimin was spread in various ways, including da'wah. The spread of ideologies that are at odds with Pancasila is also carried out through open campaigns, such as convoys, monthly recitations and the Internet.
Rijal al-Hadis dan al-Jarh wa al-Ta’dil: Kajian Metodologi Penilaian Kualitas Perawi Hadis Indra Yuliasti; Indra Yuliasti, Indra Yuliasti; Muhammad Saleh; Subehan Halik; Muhammad Yahya
Lentera Jurnal Vol 1 No 2 (2025): Studi Islam Kontemporer: Pendekatan Interdisipliner terhadap Penelitian Teks, Huk
Publisher : Danudirja Setyabudi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64271/5zvhgs58

Abstract

This article aims to understand the science of Rijal al-Hadith and al-Jarh wa al-Ta'dil in an easy-to-understand way, as well as serve as a crucial test tool to assess the quality of the narrator of the hadith in terms of weaknesses (jarh) and excellence (ta'dil). The approach used in this study is a literature study, which involves an in-depth search and analysis of various related literature. The studies found in an effort to understand Rijal al-Hadith and al-Jarh wa al-Ta'dil include several important points that are systematic. First, the discussion begins with the basics of the science of Jarh wa Ta'dil, which includes its terminological and etymological definition, its strong theological-rational foundation in maintaining the authenticity of Islamic teachings, and the history of its development from the early days of Islam to become an established discipline. Furthermore, this article also outlines the levels of Jarh wa Ta'dil itself, which are vital in determining the degree of credibility of a hadith narrator. By comprehensively understanding these fundamental aspects, it is hoped that readers will not only gain theoretical knowledge, but also be able to better appreciate the importance of the role of Rijal al-Hadith and al-Jarh wa al-Ta'dil in contemporary hadith studies. This understanding will increase awareness of how the process of carefully assessing the narrator of the hadith can directly influence and guarantee the validity and authority of a hadith in the broad and complex Islamic scientific tradition. This confirms the strategic position of the two sciences as guardians of the purity of the teachings of the Prophet Muhammad SAW.
Tanam Benang Pada Wajah Perspektif Maqasid Al-Syari’ah (Studi Kasus Gloskin Aesthetic Clinic Makassar) Qorina, Ulfa; Abdul Wahid Haddade; Subehan Khalik; Kurniati, Kurniati; Fatimah, Fatimah
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 1: Desember 2025
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i1.11240

Abstract

Fenomena tanam benang pada wajah sebagai prosedur estetika non-bedah semakin populer di kalangan masyarakat urban, termasuk di Makassar. Penelitian ini bertujuan menilai kesesuaian praktik tersebut dengan prinsip maqasid al-syariah, yang menekankan perlindungan agama, jiwa, akal, keturunan, dan harta. Studi ini menggunakan metode penelitian lapangan dengan pendekatan teologis normatif, fenomenologi, dan studi kasus di Gloskin Aesthetic Clinic Makassar. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan triangulasi sumber, metode, dan waktu. Temuan menunjukkan bahwa mayoritas pasien menjalani tanam benang untuk mengatasi tanda penuaan, memperbaiki kontur wajah, dan meningkatkan rasa percaya diri. Dari perspektif maqasid al-syariah, prosedur ini dapat dibolehkan apabila bertujuan medis atau psikologis yang sah, tidak permanen, tidak menimbulkan mudarat, dilakukan oleh tenaga medis kompeten, serta tidak dimaksudkan untuk tabarruj atau mengubah ciptaan Allah. Namun, jika motivasinya semata-mata mengikuti tren kecantikan yang berlebihan atau demi penampilan yang bertentangan dengan nilai Islam, hukumnya menjadi terlarang. Studi ini menegaskan pentingnya parameter maqasid al-syariah sebagai panduan etis dalam prosedur estetika modern. Implikasi penelitian ini mencakup perlunya edukasi hukum dan moral bagi konsumen Muslim serta regulasi industri estetika yang sensitif terhadap nilai syariat.
MODEL PENDAMPINGAN BERBASIS MASALAH UNTUK PERCEPATAN AKREDITASI JURNAL ILMIAH DI PERGURUAN TINGGI KEAGAMAAN ISLAM SWASTA (PTKIS) Abidin, Zaenal; Khalik, Subehan; Nisa Nuur, Khaerun
JURNAL KHAZANAH PENGABDIAN Vol 7 No 2 (2025): Khazanah Pengabdian
Publisher : Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The limited readiness of journal management systems within several Islamic Higher Education Institutions (PTKIS) in South Sulawesi has hindered many journals from meeting the national SINTA accreditation standards. Common issues include weak editorial governance, irregular publication schedules, insufficient editorial capacity, and suboptimal utilization of the Open Journal Systems (OJS). This community service program aims to enhance the accreditation readiness of five PTKIS journals through a problem-based mentoring approach. The method involved a preliminary assessment, root-problem identification, action-plan development, technical training, intensive mentoring, and evaluation based on governance indicators and accreditation document completeness. The mentoring was conducted for five journals: JISH (SINTA 5), Bustanul Fuqaha (SINTA 4), Wahatul Mujtama’ (SINTA 5), AILREV (SINTA 4), and Al-Ahkam (SINTA 5). The results demonstrate significant improvements in editorial governance, publication consistency, template standardization, accreditation documentation, metadata quality, DOI integration, and compliance with publication ethics. All journals showed increased preparedness for accreditation submission and improved fulfillment of SINTA indicators. The implications of this program highlight the effectiveness of problem-based mentoring as a capacity-building model for PTKIS journals and reinforce its potential for broader replication in strengthening the quality of scholarly publishing across academic institutions.
Hadis Ekologi dalam Perpektif Yusuf al-Qaradawi dan Implementasinya pada Masyarakat Pesisir Campalagian Nur, Agussalim; Sabir, Muhammad; Khalik, Subehan
PAPPASANG Vol. 7 No. 2 (2025): Jurnal Pappasang
Publisher : STAIN Majene

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46870/jiat.v7i2.2112

Abstract

Krisis lingkungan modern mencerminkan renggangnya relasi harmonis manusia dan alam. Dalam Islam, persoalan lingkungan tidak hanya bersifat ekologis, tetapi juga teologis dan etis. Hadis Nabi saw. memuat prinsip-prinsip pemeliharaan lingkungan, seperti larangan merusak, anjuran menjaga kebersihan, perlakuan etis terhadap makhluk hidup, dan perintah memakmurkan bumi. Namun, pemahaman dan implementasi hadis-hadis tersebut di masyarakat masih parsial dan belum sepenuhnya merespons problem lingkungan kontemporer. Artikel ini menganalisis konstruksi pemahaman hadis ekologis dalam pemikiran Yusuf al-Qaradawi serta relevansi dan implementasinya pada masyarakat pesisir Campalagian. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi kepustakaan yang dipadukan dengan analisis kontekstual realitas sosial-ekologis masyarakat pesisir. Data primer bersumber dari karya al-Qaradawi, khususnya Kaifa Nata’a>mal ma‘a al-Sunnah al-Nabawiyyah dan Ri’a>yah al-Bi>’ah fi> Syari>‘ah al-Isla>m, didukung literatur ekologi Islam dan data kondisi lingkungan setempat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa al-Qaradawi menawarkan metodologi pemahaman hadis ekologis yang komprehensif melalui keselarasan hadis dengan al-Qur’an, pendekatan tematik, analisis konteks historis dan kebahasaan, pembedaan tujuan dan sarana, serta integrasi maqāṣid al-syarī‘ah. Prinsip-prinsip ini relevan bagi masyarakat pesisir Campalagian, namun implementasinya masih terkendala rendahnya kesadaran ekologis, keterbatasan infrastruktur, dan kebiasaan sosial yang belum sejalan dengan etika lingkungan Islam. Penelitian ini menegaskan bahwa pemikiran Yusuf al-Qaradawi memberikan landasan metodologis dan normatif penting bagi pengembangan etika lingkungan Islam serta penguatan implementasi hadis ekologis dalam kehidupan masyarakat pesisir.
TINJAUAN SIYASAH SYAR’IYYAH TERHADAP PENGELOLAAN PENDAPATAN ASLI DAERAH DALAM PEMBANGUNAN DAERAH KOTA PALOPO Saleh, Budiman; Khalik, Subehan; Zakirah
Siyasatuna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Siyasah Syar'iyyah Vol 6 No 3 (2025): SIYASATUNA
Publisher : Prodi Hukum Tata Negara (Siyasah Syariyyah) Fakultas Syariah dan Hukum UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/siyasatuna.v6i3.30827

Abstract

The main problem of this research is how is the responsibility of the local government towards Regional Original Revenue in the development of Palopo City. This type of research is field research with a normative syar'i approach and empirical juridical which emphasizes adhering to the rationale in accordance with the texts, both Al-Qur'an and hadith, and juridical normative which emphasizes the legislation, while the data sources are primary data obtained directly from the field through interviews and secondary data obtained from library studies, journals on the internet and others. The data collection methods are observation, interview, and documentation methods. Furthermore, data management techniques are carried out by means of data classification, data reduction, data editing and data marking results. The results of the study say that: (1) The local government in managing PAD in Palopo City has tried to implement equitable development by increasing the extensification of regional income, which can be done by managing new sources of revenue and screening new taxpayers/retribution obligors. (2) Regional Original Management in Palopo City which aims to equalize development in Palopo City has been running in accordance with the siyasah syar'iyyah principle although in its realization it is still not fully implemented there are various factors that become obstacles such as lack of public attention about the importance of paying taxes .
Gaya Mengajar Pendidik Perspektif Hadis dan Aktualisasinya pada Pendidikan Islam Modern Hasni; Ayu Ramadhani; Tasbih; Subehan Khalik
Jurnal Pendidikan Kreatif Vol 6 No 2 (2025): DECEMBER
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gaya mengajar adalah cara atau metode yang dipakai oleh guru ketika sedang melakukan pengajaran. Metode pembelajaran lebih bersifat prosedural, yaitu berisi tahapan tertentu, sedangkan gaya mengajar adalah cara yang digunakan, yang bersifat implementatif. Dengan kata lain, metode yang dipilih oleh masing-masing itu adalah sama, tetapi mereka bisa saja menggunakan teknik yang berbeda. Macam-macam gaya mengajar yang relevan dengan pendidikan agama Islam, yaitu sebagai berikut: 1. Gaya mengajar klasikal, 2. Gaya mengajar teknologis, 3. Gaya mengajar personalisasi, 4. Gaya mengajar interaksional. Hadis-hadis Nabi Muhammad SAW memberikan pedoman penting terkait metode pengajaran yang berfokus pada kasih sayang, kesabaran, dan keteladanan. Gaya mengajar beliau yang menggunakan pendekatan ceramah, diskusi, tanya jawab, demontrasi dan eksperimen, pemberian tugas (resitasi), dan kerja kelompok dapat diadaptasi dalam konteks pendidikan masa kini. Artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi prinsip-prinsip yang terkandung dalam hadis mengenai gaya mengajar dan aktualisasinya dalam pendidikan Islam modern, dengan menekankan pada relevansi nilai-nilai Islami dalam proses belajar mengajar saat ini. Selain itu, artikel ini juga membahas tantangan yang dihadapi dalam mengimplementasikan gaya mengajar berdasarkan hadis, serta bagaimana mengharmoniskan antara tradisi dan tuntutan zaman modern. Temuan artikel ini menunjukkan bahwa meskipun tantangan perubahan sosial dan budaya dalam pendidikan Islam modern cukup signifikan, prinsip-prinsip yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW tetap sangat relevan untuk diaplikasikan dalam konteks pendidikan kontemporer guna membentuk karakter, keterampilan, dan akhlak peserta didik yang sesuai dengan nilai-nilai Islam.
MUI DALAM MEMBENDUNG AJARAN MENYIMPANG (Metode Penyelesaikan Konflik Keagamaan di Kabupaten Gowa) Yahya, Muhammad; Khalik, Subehan; Sakka, Abdul Rahman
Jurnal Diskursus Islam Vol 13 No 2 (2025): Tafsir, Hadis, Syariah, Ekonomi Islam
Publisher : Program Pascasarjana, UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Indonesian Ulema Council (MUI) has strategic duties and functions as a servant of the people (khādim al-ummah), protector of society (ḥimāyat al-ummah), and partner of the government (ṣadīq al-ḥukūmah) in maintaining order and purity in religious life. These three roles are realized through various concrete steps to respond to the problems of the ummah that arise in society. In Gowa Regency, the emergence of religious issues that are localistic in nature and later identified as deviant teachings is a manifestation of individual religious interpretations that have developed evolutionarily. These deviations are apparent in aspects of belief in God, prophethood, attitudes, and ways of living in groups, giving rise to what can be called “free interpretations” of the authenticity of the Qur'an and Sunnah of the Prophet. Some of the teachings that have developed in this region include the teachings of the Grand Master who calls himself Tarekat Tajul Khalwatiyah Syekh Yusuf, as well as other teachings that are suspected of being deviant, namely the Teachings of Purity, which were identified in February 2023. This study aims to examine the factors causing the emergence of deviant teachings and the strategies of the Gowa Regency MUI in dealing with them. The results of the study show that the main triggers are internal factors, such as superficial faith and weak religious understanding among the community, as well as external factors, such as the doctrine of Sufi masters who build a relationship of worldly and spiritual dependence between master and disciple. The efforts made by the MUI include deepening information, tabayyun, studying indicators of heresy, involving Islamic organizations, coordinating with the government and law enforcement agencies, issuing fatwas, disseminating information, and taking preventive measures through institutional guidance at the sub-district level. These efforts demonstrate the central role of the MUI in maintaining the stability of religious life in Gowa Regency.