Articles
Wakaf Dalam Perspektif Pembangunan Pertanian Berkelanjutan
Muhammad Buchari Sibuea
KUMPULAN JURNAL DOSEN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA Vol 1, No 01 (2015): Prosiding Seminar Nasional Pertanian
Publisher : KUMPULAN JURNAL DOSEN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (3274.61 KB)
Dalam rangka membangun pertanian yang tangguh dan berkelanjutan sangat diperlukan strategi khusus dalam konteks pemberdayaan sumber daya yang tersedia. Sumber ndaya dimaksud dalah human resources, natural resources dan capital resources serta skill yang optimal. Kondisi terkini yang terjadi di dunia pertanian adalah semakin sempitnya lahan produktif dari tahun ke tahun. (Terlalu banyak variabel yang mempengaruhinya, salah satu diantaranya adalah konversi lahan yang merajalela).Kita persis mengetahui bahwa pertanian merupakan sektor penopang kehidupan yang sangat strategis. Sayangnya sektor ini belakangan tampaknya sepi peminat. Apalagi kini harga produk hasil pertanian cenderung tak bersahabat dengan petani. Selain itu, profesi ini juga dianggap telah ketinggalan zaman dan tak menjanjikan. Hal ini berdampak pada banyaknya banyaknya lahan pertanian di desa-desa yang semakin tak terurus, bahkan dikonversi atau ditinggalkan menjadi lahan non pertanian.
Kajian Sosial Tentang Perkembangan Masyarakat Desa
Muhammad Buchari Sibuea;
Muhammad Thamrin;
Gustina Siregar
KUMPULAN JURNAL DOSEN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA Vol 4, No 02 (2003): Madani
Publisher : KUMPULAN JURNAL DOSEN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (7919.699 KB)
Masyarakat desa sebagai bagian integral dari wilayah negara, seyogyanya harus mendapat perhatian serius dalam konteks pengembangannya sehingga tidak menampilkan sosok yang sangat senjang dengan kota yang begitu kentara sebagaimana yang sering dialami oleh sebagian besar masyarakat desa. Ditinjau dari aspek sosial ternyata terlihat sebenarnya kultur masyarakat desa pun pada gilirannya telah terkontaminasi dengan segala hiruk pikuk seperti yang ditemukan di kota walaupun secara mikro masih dijumpai adanya ciri khas dari suatu desa. Dalam mengantisipasi keberadaannya, kawasan pedesaan yang identik dengan pertanian, harus senantiasa memperhatikan potensi dan daya dukung yang dimilikinya sehingga pada gilirannya dapat memberika kontribusi yang proporsional bagi pembangunan masyarakat desa itu sendiri. Tujuan utama dari tulisan ini adalah untuk memberikan gambaran umum tentang perkembangan masyarakat desa yang sangat kompleks dikaitkan dengan aspek sosial masyarakat desa yang pada akhirnya dapat menjadi pertimbangan positif bagi pembaharuan dan pembangunan desa secara berkesinambungan.Kata Kunci : Sosial, Masyarakt, Desa
ANALISIS FAKTOR–FAKTOR PENYEBAB KEMISKINAN PETANI PADI SAWAH DI KABUPATEN TAPANULI TENGAH
Muhammad Buchari Sibuea
KUMPULAN JURNAL DOSEN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA Vol 17, No 3 (2012): AGRIUM
Publisher : KUMPULAN JURNAL DOSEN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (244.81 KB)
Kemiskinan petani padi sawah merupakan masalah faktual yang ada di tengah-tengah masyarakat yangperlu dicarikan pemecahan masalah dan strategi penanggulangannya. Masih ditemukan kendala dalam pelaksanaannya, sehingga petani padi sawah di Kecamatan Tukka Kabupaten Tapanuli Tengah tetap miskin, tidak dapat memenuhi seluruh kebutuhan dasar/pokok seperti sandang, pangan dan papan. Penelitian ini bertujuan mengungkap dan menganalisis faktor-faktor penyebab kemiskinan petani padi sawah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemiskinan petani padi sawah disebabkan oleh sikap mental petani itu sendiri, minimnya sarana produksi pertanian dan kurangnya sistem insentif pemerintah, sehingga produksi dan kualitas hasil panen terus menurun yang pada akhirnya akan menyebabkan pendapatan para petani rendah.Kata kunci : Petani padi sawah, kemiskinan, pendapatan
Peranan Koperasi Unit Desa (KUD) Dalam Meningkatkan Pendapatan Petani
Muhammad Buchari Sibuea
KUMPULAN JURNAL DOSEN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA Vol 8, No 2 (2011): Sosial dan Ekonomi Pertanian
Publisher : KUMPULAN JURNAL DOSEN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (4764.91 KB)
One of the government and private effort to improve people's welfare particularyly to improvefarmer's income in villagea is to activate cooperative life particularly Village Cooperation Unit (KUD), and more specificly, is Agriculture Cooperation. Thr objevtive of this research was to know the efficiency level of oil palm farming organized by farmers together with cooperative. Theoratically some social economic variables have been known influences the rate of farmer's income, therefore in this research three social variables, such as the level of cooperation service to farmers, level of members participation to the cooperation and level off freindship among farmers with cooperation were studied. List of questions divided into 40 family's leader or farmer members of KUD which become samples of this research. Analysis models were used production function models of Coob-Dauglass and Output Input Ratio (OIR) models and they calculation helped by computer Microstaat Programs. It was concluded that level of participation and frienship pertially were significantly to the income's rate (in 95% level of confidence) meanwhile variable of cooperation services level were not significant. Simultaneously, the three factors gave very significant contribution to improve farmer's income of cooperationmembers, where R-square was 0.9726 so that very significant in confident level of 99%. It's also conclude that the biggestcontribution given by variable of frienship level because it's have the biggest elasticity, 2.847. Efficiency level of farming effort of the farmers is very well or very feasible with the average of OIR rate of 19.23 or 19.23% that so farexceed of properly value 1 or 100%. This research process among institution since the contribution was significantly improving the farmers income.Keyword : Cooperation, Farmers income.
Pengaruh Status Penguasaan Lahan Sawah dan Sarana Produksi Terhadap Pendapatan Usaha Tani Padi
Suhardi Fadli;
Muhammad Assad;
Muhammad Buchari Sibuea
KUMPULAN JURNAL DOSEN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA Vol 8, No 2 (2011): Sosial dan Ekonomi Pertanian
Publisher : KUMPULAN JURNAL DOSEN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (5486.524 KB)
Kelapa sawil merupakan salah salu komoditas perkebunan diIndonesia karena Indonesia merupakan Negara berbasis pertanian yangberarti pertanian memegang peranan penting dari keseluruhanperekonomian nasional. Oleh karena itu untuk rnernpertahankan hasilperkebunan yang baik setiap perusahaan pasti ingin karyawannyamemiliki kemampuan produkrivitas yang tinggi dalam bekerja sebabbagaimana mungkin memperoleh keuntungan apabila didalamnya diisioleh orang-orang yang tidak produktif. Agar karyawan memilikisemangat kerja serta ulet dalam bekerja biasanya perusahaanrnemberikan imbalan/upah yang sesuai agar termotivasi untuk bekerjasehingga produktivitas dapat meningkat.Penelitian ini bertujuan unluk mengetahui pengaruh disiplin kerja,pengalaman dan gaji /karyawan terhadap produktivitas tenaga kerja diPTPN IV Kebun Adolina Kabuparen Serdang Bedagai, PropmsiSumatera Ulara. Metode Penelitian yang digunakan adalah libraryresearch dan field research. Metode Analisa Dara dengan metodeanalisis regresi linier berganda.Kata kunci : Status penguasaan lahan, lahan sawah, sarana produksi.
Penganekaragaman Konsumsi Pangan Dan Ketahanan Pangan
Muhammad Buchari Sibuea
KUMPULAN JURNAL DOSEN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA Vol 1, No 01 (2015): Prosiding Seminar Nasional Pertanian
Publisher : KUMPULAN JURNAL DOSEN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (4314.018 KB)
Ketahanan pangan merupakan hal yang sangat strategis dan penting. Pangan adalah kebutuhan pokok sekaligus menjadi esensi kehidupan manusia, karenanya hak atas pangan menjadi bagian sangat penting dari hak azasi manusia. Di samping itu ketahanan pangan adalah bagian dari ketahanan nasional yang saat ini dinilai paling rapuh. Pembangunan ketahanan pangan di Indonesia telah ditegaskan dalam Undang-undang Nomor 7 Tahun 1996 tentang pangan yang dirumuskannya sebagai usaha mewujudkan ketersediaan pangan bagi seluruh rumah tangga dalam jumlah yang cukup, mutu dan gizi yang layak, aman dikonsumsi, merasa serta terjangkau oleh setiap individu.
PPDM: PEMBERDAYAAN LEMBAGA EKONOMI DESA DI KAWASAN HUTAN MANGROVE
Muhammad Buhari Sibuea;
Yudha Andriansyah Putra
IHSAN : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol 3, No 1 (2021): Ihsan: Jurnal Pengabdian Masyarakat (April)
Publisher : University of Muhammadiyah Sumatera Utara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30596/ihsan.v3i1.6818
Kawasan hutan mangrove di Desa Sei Nagalawan Kecamatan Perbaungan Kabupaten Serdang Bedagai memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan. Di samping potensi sumber daya alam yang besar juga karena masih eksisnya sumber daya manusia yang bernaung di dalam lembaga ekonomi desa yang terdapat di kawasan ini. Lembaga dimaksud adalah Koperasi Serba Usaha Muara Baimbai dan Karang Taruna Sejati, meskipun dengan pengelolan yang minim akan tetapi masih mempunyai kegiatan aktif meskipun terbatas. Terdapat beberapa hal penyebab antara lain karena masih minimnya kemampuan sumber daya manusia yang ahli dalam bidang kelembagaan, terbatasnya pelatihan dan sosialisasi keterampilan bisnis yang inovatif dan kreatif yang sesuai dengan perkembangan informasi teknologi terkini dan kemampuan memprediksi kelayakan usaha yang sangat terbatas. Solusi yang ditawarkan antara lain adalah dengan meningkatkan kemampuan pengelola lembaga ekonomi dengan melalui sosialisasi, pendampingan dan pelatihan untuk mendapatkan persyaratan sebagai lembaga ekonomi yang baik dan layak. Kemudian dengan meningkatkan kemampuan pelaku bisnis dalam menganalisis kelayakan usaha dengan cara pelatihan dan pendampingan secara kontinu dan teratur. Kontribusi mendasar pada pada khalayak sasaran terutama adalah dengan meningkatkan kemampuan pengelola lembaga ekonomi desa dalam mengelola lembaga dengan menerapkan prinsip manajemen modern yang ideal sehingga mampu memberikan kontribusi efektif bagi pengembangan bisnis masing-masing anggota yang ada di lembaga sehingga diharapkan semua potensi sumberdaya manusia dan sumberdaya alam dapat dikelola untuk memberikan keuntungan terbaik.
ANALYSIS OF THE BUSINESS ECONOMICS OF DUCKLINGS IN LANGKAT REGENCY
Muhammad Buchari Sibuea
JASc (Journal of Agribusiness Sciences) Vol 1, No 1 (2017): "JASc" JOURNAL OF AGRIBUSINESS SCIENCES
Publisher : JASc (Journal of Agribusiness Sciences)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (290.674 KB)
|
DOI: 10.30596/jasc.v1i1.1543
The research was conducted in Pematang Cengal Barat Village, Tanjung Pura Sub-district, Langkat Regency, to identify and know the availability of production input, business management system, the amount of business income and the contribution of the broiler duck business income to the overall income which also works as rice farmer. The research area is determined purposively considering the typical characteristics of this business. The population of 30 people used as a sample of research. The data obtained were analyzed descriptively. From the result of the research, it is found that proportional availability of input or production factor for this business is quite good. While the business management system of broiler duck is still done simply and traditionally but showed better results. Revenue earned by broiler ducks is quite high per season and even the contribution of this broiler duck to total income than farmers is bigger than their main business from rice farming.The results recommend that farmers make livestock business as the main business which maintenance can be done extensively and intensively so as to produce good productivity.Keywords: economic analysis, broiler duck
Supply Chain Analysis Of Copra (Empirical Study in North Sumatra and Aceh)
Muhammad Buhari Sibuea;
Ayu Ayu Lestari;
Faiz Faiz Ahmad;
Nurhadida Nasution
JASc (Journal of Agribusiness Sciences) Vol 4, No 2 (2021): "JASc" JOURNAL OF AGRIBUSINESS SCIENCES
Publisher : JASc (Journal of Agribusiness Sciences)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30596/jasc.v4i2.6502
The research was conducted in Air Joman, Asahan Regency, because this area is one of the centers for coconut production in North Sumatra. This research is very important because of the economic prospects and the uniqueness of the supply chain which includes the two regions of North Sumatra and Aceh Provinces, where business costs are still affordable and cheap so that it can provide benefits for copra producers. The research objective was to analyze the supply of raw materials and the efficiency of copra marketing. The data obtained was in the form of primary data from copra craftsmen in Air Joman, North Sumatra and Aceh Idi. Secondary data were obtained from related institutions such as the Department of Industry and Trade, the Government of Asahan Regency and other institutions. To analyze the supply of copra raw material and marketing efficiency use by descriptive analysis methods.The results showed that there were two supply chains of raw materials, namely (1) the first supply chain started from coconut farmers in Air Joman then distributed to copra producers / consumers and (2) the second supply chain started from coconut farmers in Aceh Idi then to agents in Aceh Idi then distributed to collectors in Aceh Idi and finally distributed to copra craftsmen / consumers in Air Joman. It can be seen that the flow of raw materials that occurs includes two provinces, namely Asahan, North Sumatra and Aceh Idi Aceh. Even so, it turns out that the cost is cheap and affordable so that it becomes something phenomenal. While the marketing channel has one channel, namely from copra entrepreneurs to be sold directly to the final consumer with an efficiency value of 2.07% which means very efficient.The study recommends that the craftsmen make efforts to process copra into oil and flour so that they do not need to sell them to oil refineries to improve their income. And to make business more efficient by increasing production with better and modern technology.
Strategy Of Rural Area Development Based On Plantation Agribusiness
Muhammad Buhari Sibuea;
Muhammad Thamrin;
Mardiati Mardiati;
Arry Wihardi Pratama
JASc (Journal of Agribusiness Sciences) Vol 3, No 2 (2020): "JASc" JOURNAL OF AGRIBUSINESS SCIENCES
Publisher : JASc (Journal of Agribusiness Sciences)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (896.978 KB)
|
DOI: 10.30596/jasc.v3i2.4673
This study aims to determine the development strategy of rural area based on agro-business of smallholder palm oil plantation in the Teladan Baru village of Rundeng Subulussalam City, making plans for the development of the region. Teladan Baru is a village that has potential in oil palm plantations, almost all communities own oil palm plantations. But the production of most farmers is below average and will affect to income of farmers also, this condition will cause the condition of farmers is still difficult to develop. Therefore an alternative strategy for rural development is needed, one of which is to open new land to increase the income of farmers who will automatically develop rural areas.