Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Pelatihan Platform Baamboozle untuk Evaluasi Hasil Belajar di SMAN 13 Makassar Amirullah, Amirullah; Patahuddin, Patahuddin; Wati, Fitra Widya; Kabubu, Rusmala Dewi; Sumardin, Oschar
Humanis Vol 24, No 1 (2025): Januari-Juni
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/humanis.v24i1.73183

Abstract

Abstrak: PKM ini bertujuan untuk menambah wawasan guru di SMAN 13 Makassar dalam memanfaatkan media pembelajaran berbasis teknologi dengan menggunakan media Baamboozle pada proses evaluasi belajar terhadap pesertadidik. Permasalahanyang dihadapi adalah : (1) Keterampilan digital guru di SMAN 13 tergolong masih rendah sehingga pelaksanaan evaluasi hasil pembelajaran lebih banyak dilakukan dengan pemberian tugas secara konvensionaldenganmenggunakankertas dan manual atauviawhatsapp.(2) GuruSMAN 13 belum menguasai penggunaan media Baamboozle dalam prosesevalusipembelajaran.Olehkarenaitu,dilakukanpengabdian kepada masyarakat berupa Pelatihan penggunaan media Baamboozle untuk evaluasi hasil belajar. Pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan metode ceramah, demonstrasi dan tanya jawab terhadap hasilworkshop.HasilnyamenunjukkanguruSMAN 13 Makassarmenguasai penggunaan Baamboozle dalam proses evaluasi pembelajaran  Abstract:ThisPKMaimstoaddinsighttoteachersofSMAN 13 Makassarinutilizingtechnology-basedlearning media byusingthe Quizizz application to the learning evaluation process for students. The problems faced are : (1) The digital skills of teachers at SMAN 13 Makassarl are still low, so that the evaluation of learning outcomes is mostlydonebygivingassignmentsconventionallyusingpaperorvia WhatsApp.(2)SMAN 13teachershavenotmasteredusingBaamboozle in the learning evaluation process. Therefore, community service is carriedoutintheformofworkshopsusingtheBaamboozleapplicationto evaluate learning outcomes. This community service is carried out using lecture methods, demonstrations and evaluation of the results of the workshop.Theresultsshowthat SMAN 13teachersmaster the use of Baamboozle in the learning evaluation process. 
Edukasi Budaya kepada Mahasiswa melalui Pengenalan Nilai dan Kearifan Lokal Masyarakat Adat Kajang Ramadhany, A.Noer Chalifah; Kabubu, Rusmala Dewi; Malihu, La; Wati, Fitra Widya; Sumardin, Oschar
Humanis Vol 24, No 2 (2025): Juli-Desember
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/humanis.v24i2.73803

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi budaya kepada mahasiswa melalui pengenalan langsung terhadap nilai-nilai dan kearifan lokal masyarakat adat Kajang di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan. Mahasiswa diperkenalkan pada sistem nilai, pola hidup, struktur sosial, serta praktik pelestarian lingkungan dan spiritualitas yang menjadi ciri khas masyarakat adat tersebut. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif melalui observasi lapangan, wawancara, diskusi reflektif, dan dokumentasi kualitatif. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa mahasiswa memperoleh pemahaman mendalam tentang pentingnya sejarah lisan, pelestarian budaya lokal, serta keterkaitan budaya dan identitas bangsa. Selain itu, kegiatan ini menstimulasi mahasiswa untuk lebih peka terhadap isu-isu sosial dan budaya, serta memperkuat penghargaan mereka terhadap kekayaan budaya bangsa. Integrasi nilai-nilai lokal dan kearifan budaya dalam pendidikan sejarah memperkuat proses pembelajaran yang bermakna dan transformatif, sekaligus menumbuhkan kesadaran untuk melestarikan budaya. Salah satu keluaran dari kegiatan ini adalah dorongan untuk mengadopsi sejarah lokal dalam kurikulum perguruan tinggi dan membangun kemitraan yang kuat antara lembaga akademik dan masyarakat adat demi keberlangsungan.
Mengenal Warisan Leluhur Lewat Museum: Upaya Membangun Kesadaran Budaya Generasi Muda St Junaeda; Jannah, Diah Nadiatul; Andi Ima Kesuma; Fitra Widya Wati; Rusmala Dewi Kabubu; Nasihin
Paramacitra Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 01 (2025): Volume 03 Nomor 01 (November 2025)
Publisher : PT Ininnawa Paramacitra Edu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62330/pjpm.v3i01.395

Abstract

Kegiatan Museum Masuk Sekolah merupakan bentuk pengabdian masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan literasi budaya dan sejarah generasi muda serta menumbuhkan kesadaran akan pentingnya pelestarian warisan leluhur melalui museum. Program ini dilaksanakan di SMA Negeri 5 Tinggimoncong Kabupaten Gowa oleh tim dosen Universitas Negeri Makassar bekerja sama dengan Museum La Galigo di bawah Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan Provinsi Sulawesi Selatan. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif dan kolaboratif melalui kegiatan edukatif interaktif, diskusi reflektif, serta penyajian materi bertema “Mengenal Warisan Leluhur Lewat Museum.” Siswa berperan aktif dalam menganalisis koleksi, menafsirkan nilai-nilai budaya, dan mengaitkannya dengan kehidupan sehari-hari. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman siswa terhadap fungsi museum sebagai lembaga pelestarian budaya, serta tumbuhnya sikap bangga dan tanggung jawab terhadap warisan leluhur. Museum terbukti menjadi media efektif yang memadukan aspek edukatif dan rekreatif dalam proses pembelajaran berbasis pengalaman. Kegiatan ini juga menegaskan pentingnya kolaborasi antara lembaga pendidikan, museum, dan pemerintah daerah dalam memperkuat pendidikan kebudayaan di sekolah. Program ini diharapkan dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dengan inovasi pameran digital dan partisipasi komunitas budaya, sehingga museum benar-benar berfungsi sebagai pusat pembelajaran budaya yang dinamis dan relevan bagi generasi muda di era globalisasi.
Kesehatan Di Nusantara Pada Masa VOC Dan Hindia Belanda: Sebuah Tinjauan Historis Nabila Bintang Maharani; Andi Aildah Putri Fadhillah; Rusmala Dewi Kabubu; Muh. Rasyid Ridha; Fitra Widya Wati
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 1 No. 12 (2025): Menulis - Desember
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v1i12.788

Abstract

Fokus kesehatan pada masa kolonial hanya pada kalangan orang-orang Eropa saja. Masyarakat Nusantara tidak tersentuh oleh layanan kesehatan pada masa itu. Fokus pembahasan dalam tulisan ini adalah bagaimana perkembangan kesehatan di Nusantara, khususnya pada masa kolonial dan apa tantangan dan upaya yang dilakukan pemerintah kolonial dalam menghadapi problem kesehatan pada masa itu. Tulisan ini menggunakan metode penelitian sejarah, dengan berfokus pada empat tahapan, yaitu heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi. Metode ini berhasil menjawab permasalahan utama dalam tulisan ini. Revolusi kesehatan ditandai dengan masuknya vaksin, penggunaan kina, dan berkembangnya ilmu kedokteran pada masa itu. Meskipun terjadi revolusi di bidang kesehatan, pada masa ini ada tantangan yang dihadapi Pemerintah Kolonial, khususnya dalam bidang kesehatan. Wabah penyakit seperti cacar mulai masuk ke wilayah Jawa pada tahun 1644. Langkah yang diambil Pemerintah Kolonial pada masa itu adalah dengan menggunakan metode variolasi. Pada masa pemerintahan VOC, para dokter Eropa menghadapi kesulitan besar dalam menangani berbagai penyakit tropis yang merebak di wilayah Nusantara. Ketidaktahuan mereka akan iklim tropis serta penyebab utama penyakit membuat tingkat kematian tetap tinggi hingga penghujung abad ke-18. Tenaga medis kolonial mulai memanfaatkan pengetahuan lokal dengan pendekatan tradisional.
Dinamika Islamisasi dan Pandangan Posmodernisme Terhadap Pembacaan Barasanji: Studi Kasus Masyarakat di Kabupaten Bone Bahri; Fadli; Andi Khusnul Ilyanti; Fitra Widya Wati
CHRONOLOGIA Vol 7 No 1 (2025): Chronologia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/jhe.v7i1.21467

Abstract

Pokok penelitian ini adalah bagaimana tradisi pembacaan barasanji di Desa Unra Kecamatan Awangpone Kabupaten Bone dalam hukum Islam yang masih sering menjadi perdebatan. Penelitian ini menggunakan jenis pendekatan penelitian kualitatif dengan pendekatan etnografis. Sumber data dalam penelitian ini diperoleh langsung dari masyarakat yang berperan langsung dalam tradisi pembacaan barasanji di Desa Unra Kecamatan Awangpone Kabupaten Bone serta menggunakan literatur dan referensi berupa artikel ilmiah terdahulu. Metode pengumpulan data diperoleh dari observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa masyarakat di Desa Unra Kecamatan Awangpone Kabupaten Bone memaknai tradisi pembacaan barasanji sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT. dan merupakan implementasi dari firman Allah SWT. dalam Q.S Al-Ahsab 33:56. Prosesi pembacaan barasanji dimulai dari imam membaca kitab barzanji secara bergantian dengan teratur dari kanan ke kiri, lalu berdiri dengan mengucap shalawat kepada Nabi Muhammad SAW. secara bersamaan dengan irama yang menyejukkan hati. Pembacaan barasanji diawali dengan duduk terlebih dahulu, lalu berdiri (mahallul qiyam) pada saat menyebut nama Nabi Muhammad SAW. yang diartikan sebagai bentuk tanda penghormatan kepada beliau. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hukum Islam terhadap tradisi pembacaan barasanji di Desa Unra Kecamatan Awangpone Kabupaten Bone adalah mubah, sebab dalam pelaksanaannya tidak ada yang menentang syariat Islam. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa tradisi pembacaan barasanji memberikan banyak manfaat seperti; masyarakat dapat memperbanyak shalawat, menambah cinta terhadap Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW. serta silaturahmi akan terjalin. Dengan adanya penelitian ini dapat memberi tambahan pengetahuan mengenai tradisi pembacaan barasanji di Desa Unra Kecamatan Awangpone Kabupaten Bone yang telah lama dilaksanakan.
REVITALIZING THE ISLAMIC TRACES IN LUWU: UTILIZING THE ARCHAEOLOGICAL HERITAGE OF THE JAMI MOSQUE OF PALOPO IN LOCAL HISTORY LEARNING Fitra Widya Wati
Kalyanamitra: Journal of Archaeological Resource Management Vol. 1 No. 2 (2025): September
Publisher : Kalyanamitra: Journal of Archaeological Resource Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study examines the integration of the archaeological heritage of the Palopo Jami Mosque into local history learning to strengthen students’ cultural identity and historical understanding. The research aims to analyze how the mosque built in 1604 and representing early Islamic development in Luwu, can serve as a primary learning resource within contextual and site-based educational approaches. Using a qualitative descriptive design, data were gathered through field observations, interviews with educators and cultural practitioners, and analysis of historical and archaeological documents. The findings indicate that although the mosque possesses extraordinary historical, architectural, and pedagogical value, its educational utilization remains limited due to insufficient teaching materials, lack of teacher training, and weak institutional collabration. Nevertheless, direct engagement with the site significantly enhances students’ historical thinking, interpretation of artifacts, and appreciation of cultural continuity. The study concludes that integrating archaeological heritage into local history curricula can revitalize Islamic traces in Luwu while promoting culturally grounded, inquiry-based learning
PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN INOVASI MEDIA FLIPBOOK BAGI GURU DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH UNTUK MENINGKATKAN LITERASI PESERTA DIDIK Amirullah Amirullah; Fitrah Widya Wati; Asmunandar Asmunandar
Panrita Inovasi: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 1 June 2026
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56680/pijpm.v5i1.86367

Abstract

Perkembangan teknologi digital menuntut guru untuk menghadirkan pembelajaran yang inovatif, interaktif, dan mampu meningkatkan literasi peserta didik. Salah satu media yang dapat dimanfaatkan dalam pembelajaran sejarah adalah media flipbook digital yang mampu mengintegrasikan teks, gambar, audio, video, dan tautan interaktif dalam satu platform pembelajaran. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru dalam mengembangkan dan memanfaatkan media flipbook pada pembelajaran sejarah di SMAN 12 Makassar. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi sosialisasi, pelatihan, praktik penyusunan materi digital, pendampingan pengembangan flipbook, implementasi media, dan evaluasi kegiatan. Peserta kegiatan berjumlah 20 guru dari berbagai bidang studi dengan fokus utama pada guru sejarah dan IPS. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa guru memiliki peningkatan pengetahuan dan keterampilan dalam mendesain media flipbook yang menarik dan interaktif. Sebanyak 90% peserta mampu menghasilkan produk flipbook yang layak digunakan dalam pembelajaran, sedangkan 95% peserta menyatakan kegiatan sangat bermanfaat untuk mendukung pembelajaran berbasis teknologi. Program ini memberikan kontribusi terhadap penguatan literasi sejarah peserta didik melalui inovasi media pembelajaran digital yang lebih kontekstual dan menarik.
Pengembangan Model Pembelajaran Project Based Learning (PjBL) Berbasis Pameran Galeri Etnografi Sulawesi Selatan Amirullah Amirullah; Fitra Widya Wati
Jambura History and Culture Journal Vol 8, No 2 (2026): Juli
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jhcj.v8i2.39236

Abstract

This study aims to develop a Project Based Learning (PjBL) model based on the South Sulawesi ethnographic gallery exhibition in local history learning to improve students' historical thinking skills, creativity, collaboration, and cultural literacy. The study uses the Research and Development (R&D) method by adapting the Borg and Gall model, which consists of five stages: needs analysis, model design, expert validation, implementation, and evaluation. The research subjects involved 60 students of the History Education Study Program and three validators consisting of history learning experts, learning media experts, and local culture experts. Data were obtained through observation, interviews, documentation, questionnaires, and project assessments, then analyzed descriptively, qualitatively and quantitatively. The validation results showed that the developed model was categorized as very feasible to be applied in learning. The implementation model showed an increase in student active participation, communication skills, collaboration, and understanding of Bugis, Makassar, Toraja, and Mandar cultures through field observation activities and ethnographic gallery exhibitions. In addition to producing contextual learning experiences, this model also encouraged students to produce cultural documentation works in the form of ethnographic videos, cultural photography, historical posters, infographics, and local cultural miniatures. Thus, the PjBL model based on ethnographic gallery exhibitions can be an alternative innovation for local history learning in higher education.
Konflik Sunni-Syiah Pasca Arab Spring: Menelusuri Motif Politik Dibalik Perang Berkepanjangan di Suriah Irvan Tasnur; Fitra Widya Wati
Jurnal Academia Praja Vol 2 No 02 (2019): Academia Praja : Jurnal Ilmu Politik, Pemerintahan, dan Administrasi Publik
Publisher : Universitas Jenderal Ahmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (69.223 KB) | DOI: 10.36859/jap.v2i02.112

Abstract

Perang Suriah adalah salah satu konflik berkepanjangan yang telah berlangsung selama delapan tahun lamanya. Sulitnya menemukan titik damai menjadi penyebab kandasnya usaha pengentasan konflik di negara tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menelusuri motif dibalik terjadinya peperangan di negara Suriah menggunakan pendekatan Historis. Hasil telaah dan analisis didapatkan bahwa Suriah sebagai negara sekular, memisahkan antara kehidupan bernegara dan beragama, selain itu Suriah juga merupakan negara etnoreligius yang damai sebelum perang merusak sendi-sendi kehidupan di sana. Bashar al Assad sebagai presiden Suriah memeluk ajaran Syiah sekte Awali yang merupakan sekte minoritas di Suriah, pengangkatannya dan juga ayahnya didukung oleh sebagian besar tokoh militer yang bermazhab Sunni. Pemaparan di atas jelas menunjukkan bahwa perbedaan mazhab antara Sunni dan Syiah di Suriah bukan menjadi penyebab utama terjadinya perang yang panjang. Lebih dalam lagi, hasil analisis menunjukkan terdapat berbagai kelompok yang bertikai di negara tersebut yaitu kelompok Pemerintah Suriah, Pasukan Demokratik Suriah (Rojava, SDF, QFD), Negara Islam Irak dan Syam (ISIS), Jabhat al-Nusra, dan Oposisi Suriah. Sulitnya penyelesaian konflik yang terjadi diSuriah bukan hanya disebabkan oleh banyaknya kelompok interen yang bertikai dan memiliki tujuan serta kepentingan masing–masing, namun hal ini semakin diperparah juga oleh adanya keterlibatan negara-negara lain seperti Rusia, Arab Saudi, Iran, Israel, Turki, Amerikan, Ingris dan Prancis yang membawa berbagai macam motif dan kepentingan, hal inilah yang menyebabkan sulitnya tercipta konsensus yang mengarah kepada perdamaian di Suriah.
BORJUIS JAWA: TRANSFORMASI SOSIAL DI TENGAH KOLONIALISME ABAD XIX-XX Irvan Tasnur; Naufal Raffi Arrazaq; Fitra Widya Wati
SABANA: Jurnal Sosiologi, Antropologi, dan Budaya Nusantara Vol. 4 No. 1 (2025): April 2025
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/sabana.v4i1.4906

Abstract

This study examines the emergence and development of the local bourgeoisie in Java in the 19th to 20th centuries. The main focus of the study is the transformation of the social class structure due to the implementation of liberal economic policies by the Dutch colonial government. The aim is to understand how the concept of "bourgeois" originating from the European socio-economic context was adapted in Javanese society. The method used is the historical method which includes heuristics (collecting sources), source criticism (data validation), data interpretation, and historiography (writing historical narratives), with the approach of Karl Marx's historical materialism theory. The results of the study show that the implementation of liberal economics in 1870 triggered the formation of a new social class that was different from the traditional aristocracy. The Javanese bourgeois class emerged from the lower priyayi class, such as village heads, high nobles, and traders who transformed into entrepreneurs. Although showing economic behavior similar to the European bourgeoisie, the Javanese bourgeoisie maintained its local identity. Until the early 20th century, they played an important role in the economy and national movements.