Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Pappaseng values: A cultural framework for national character development Fadli; Wati, Fitra Widya; Irvan Tasnur; Boontra, Molraphaporn
AL MA'ARIEF : Jurnal Pendidikan Sosial dan Budaya Vol 7 No 1 (2025): Al Ma'arief: Jurnal Pendidikan Sosial dan Budaya
Publisher : Program Studi Tadris IPS Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35905/almaarief.v7i1.13115

Abstract

Pappaseng, a form of traditional Bugis oral literature, serves as a cultural medium for transmitting moral values through proverbs, advice, songs, and dialogic expressions. These forms function as pedagogical tools for both individual and communal character development. This study aims to explore the potential of Pappaseng as a culturally rooted framework for national character education in Indonesia. Employing a qualitative descriptive method through library research, the analysis draws upon primary Pappaseng texts and secondary sources from anthropology, education, and local wisdom studies. The research addresses the limited integration of indigenous oral traditions within current character education models. The findings reveal that Pappaseng embodies essential values, such as honesty (lempu’), wisdom (amaccang), and courage (getteng), that can be meaningfully integrated into educational practices to promote ethical awareness and national identity. These values are transmitted not only through interpersonal advice but also via traditional artistic expressions, including kaddo bora (songs) and dialogic storytelling. This study offers a novel contribution by positioning Pappaseng as an underutilized indigenous epistemology within the discourse on character education. As such, it provides a culturally relevant resource for strengthening national character through formal education and community engagement initiatives.
Pallime Pada Masa Kolonial Belanda, 1905-1942 Hastuti, Yulia; Ahmadin, Ahmadin; Wati, Fitra Widya
Attoriolong Vol 23, No 1 (2025): Attoriolong Jurnal Pemikiran Kesejarahan dan Pendidikan Sejarah
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui latar belakang masuknya Belanda di Pallime, dinamika Pallime pada masa Kolonial Belanda serta dampak kolonialisme Belanda di Pallime. Untuk merumuskan tujuan tersebut, peneliti menggunakan metode penelitian sejarah yang terdiri dari tahap: heuristik, kritik, interpretasi dan historiografi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Latar belakang masuknya Belanda di Pallime tidak bisa dipisahkan dari peristiwa rumpa’na Bone dan proses penaklukan Pelabuhan Pallime. Pallime dengan sumber daya alam terutama beras juga menjadi daya tarik pendukung bagi Belanda untuk menguasai daerah ini. (2) Kolonialisme Belanda di Pallime mengalami berbagai dinamika dalam perjalanannya, baik di awal pemerintahan hingga akhir kekuasaan. Setelah penguasaan Pallime tahun 1905, Belanda tidak langsung merealisasikan kebijakan pemerintahannya melainkan direalisasikan secara penuh dan menyeluruh pada 1908, dengan target utama kebijakan sosial ekonomi yakni pelabuhan dan pasar, juga adanya sekolah dan kebijakan politik Belanda yang menjadikan Pallime sebagai daerah yang mengalami perkembangan cukup pesat, hingga 1942 menjadi akhir Kolonial Belanda bersamaan dengan kemunduran Pelabuhan dan masuknya Jepang di Pallime (3) Kolonialisme Belanda di Pallime memberikan dampak dalam kehidupan masyarakat khususnya dalam bidang sosial ekonomi dengan adanya pengembangan aktivitas pelayaran dan perdagangan, menghidupkan pertanian rakyat, akulturasi budaya yang diadopsi dari Belanda, serta dampak politik pendidikan dengan diterapkannya sistem politik etis dan adanya sekolah.
Pelatihan Platform Baamboozle untuk Evaluasi Hasil Belajar di SMAN 13 Makassar Amirullah, Amirullah; Patahuddin, Patahuddin; Wati, Fitra Widya; Kabubu, Rusmala Dewi; Sumardin, Oschar
Humanis Vol 24, No 1 (2025): Januari-Juni
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/humanis.v24i1.73183

Abstract

Abstrak: PKM ini bertujuan untuk menambah wawasan guru di SMAN 13 Makassar dalam memanfaatkan media pembelajaran berbasis teknologi dengan menggunakan media Baamboozle pada proses evaluasi belajar terhadap pesertadidik. Permasalahanyang dihadapi adalah : (1) Keterampilan digital guru di SMAN 13 tergolong masih rendah sehingga pelaksanaan evaluasi hasil pembelajaran lebih banyak dilakukan dengan pemberian tugas secara konvensionaldenganmenggunakankertas dan manual atauviawhatsapp.(2) GuruSMAN 13 belum menguasai penggunaan media Baamboozle dalam prosesevalusipembelajaran.Olehkarenaitu,dilakukanpengabdian kepada masyarakat berupa Pelatihan penggunaan media Baamboozle untuk evaluasi hasil belajar. Pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan metode ceramah, demonstrasi dan tanya jawab terhadap hasilworkshop.HasilnyamenunjukkanguruSMAN 13 Makassarmenguasai penggunaan Baamboozle dalam proses evaluasi pembelajaran  Abstract:ThisPKMaimstoaddinsighttoteachersofSMAN 13 Makassarinutilizingtechnology-basedlearning media byusingthe Quizizz application to the learning evaluation process for students. The problems faced are : (1) The digital skills of teachers at SMAN 13 Makassarl are still low, so that the evaluation of learning outcomes is mostlydonebygivingassignmentsconventionallyusingpaperorvia WhatsApp.(2)SMAN 13teachershavenotmasteredusingBaamboozle in the learning evaluation process. Therefore, community service is carriedoutintheformofworkshopsusingtheBaamboozleapplicationto evaluate learning outcomes. This community service is carried out using lecture methods, demonstrations and evaluation of the results of the workshop.Theresultsshowthat SMAN 13teachersmaster the use of Baamboozle in the learning evaluation process. 
Edukasi Budaya kepada Mahasiswa melalui Pengenalan Nilai dan Kearifan Lokal Masyarakat Adat Kajang Ramadhany, A.Noer Chalifah; Kabubu, Rusmala Dewi; Malihu, La; Wati, Fitra Widya; Sumardin, Oschar
Humanis Vol 24, No 2 (2025): Juli-Desember
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/humanis.v24i2.73803

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi budaya kepada mahasiswa melalui pengenalan langsung terhadap nilai-nilai dan kearifan lokal masyarakat adat Kajang di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan. Mahasiswa diperkenalkan pada sistem nilai, pola hidup, struktur sosial, serta praktik pelestarian lingkungan dan spiritualitas yang menjadi ciri khas masyarakat adat tersebut. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif melalui observasi lapangan, wawancara, diskusi reflektif, dan dokumentasi kualitatif. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa mahasiswa memperoleh pemahaman mendalam tentang pentingnya sejarah lisan, pelestarian budaya lokal, serta keterkaitan budaya dan identitas bangsa. Selain itu, kegiatan ini menstimulasi mahasiswa untuk lebih peka terhadap isu-isu sosial dan budaya, serta memperkuat penghargaan mereka terhadap kekayaan budaya bangsa. Integrasi nilai-nilai lokal dan kearifan budaya dalam pendidikan sejarah memperkuat proses pembelajaran yang bermakna dan transformatif, sekaligus menumbuhkan kesadaran untuk melestarikan budaya. Salah satu keluaran dari kegiatan ini adalah dorongan untuk mengadopsi sejarah lokal dalam kurikulum perguruan tinggi dan membangun kemitraan yang kuat antara lembaga akademik dan masyarakat adat demi keberlangsungan.
Mengenal Warisan Leluhur Lewat Museum: Upaya Membangun Kesadaran Budaya Generasi Muda St Junaeda; Jannah, Diah Nadiatul; Andi Ima Kesuma; Fitra Widya Wati; Rusmala Dewi Kabubu; Nasihin
Paramacitra Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 01 (2025): Volume 03 Nomor 01 (November 2025)
Publisher : PT Ininnawa Paramacitra Edu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62330/pjpm.v3i01.395

Abstract

Kegiatan Museum Masuk Sekolah merupakan bentuk pengabdian masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan literasi budaya dan sejarah generasi muda serta menumbuhkan kesadaran akan pentingnya pelestarian warisan leluhur melalui museum. Program ini dilaksanakan di SMA Negeri 5 Tinggimoncong Kabupaten Gowa oleh tim dosen Universitas Negeri Makassar bekerja sama dengan Museum La Galigo di bawah Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan Provinsi Sulawesi Selatan. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif dan kolaboratif melalui kegiatan edukatif interaktif, diskusi reflektif, serta penyajian materi bertema “Mengenal Warisan Leluhur Lewat Museum.” Siswa berperan aktif dalam menganalisis koleksi, menafsirkan nilai-nilai budaya, dan mengaitkannya dengan kehidupan sehari-hari. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman siswa terhadap fungsi museum sebagai lembaga pelestarian budaya, serta tumbuhnya sikap bangga dan tanggung jawab terhadap warisan leluhur. Museum terbukti menjadi media efektif yang memadukan aspek edukatif dan rekreatif dalam proses pembelajaran berbasis pengalaman. Kegiatan ini juga menegaskan pentingnya kolaborasi antara lembaga pendidikan, museum, dan pemerintah daerah dalam memperkuat pendidikan kebudayaan di sekolah. Program ini diharapkan dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dengan inovasi pameran digital dan partisipasi komunitas budaya, sehingga museum benar-benar berfungsi sebagai pusat pembelajaran budaya yang dinamis dan relevan bagi generasi muda di era globalisasi.
Kesehatan Di Nusantara Pada Masa VOC Dan Hindia Belanda: Sebuah Tinjauan Historis Nabila Bintang Maharani; Andi Aildah Putri Fadhillah; Rusmala Dewi Kabubu; Muh. Rasyid Ridha; Fitra Widya Wati
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 1 No. 12 (2025): Menulis - Desember
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v1i12.788

Abstract

Fokus kesehatan pada masa kolonial hanya pada kalangan orang-orang Eropa saja. Masyarakat Nusantara tidak tersentuh oleh layanan kesehatan pada masa itu. Fokus pembahasan dalam tulisan ini adalah bagaimana perkembangan kesehatan di Nusantara, khususnya pada masa kolonial dan apa tantangan dan upaya yang dilakukan pemerintah kolonial dalam menghadapi problem kesehatan pada masa itu. Tulisan ini menggunakan metode penelitian sejarah, dengan berfokus pada empat tahapan, yaitu heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi. Metode ini berhasil menjawab permasalahan utama dalam tulisan ini. Revolusi kesehatan ditandai dengan masuknya vaksin, penggunaan kina, dan berkembangnya ilmu kedokteran pada masa itu. Meskipun terjadi revolusi di bidang kesehatan, pada masa ini ada tantangan yang dihadapi Pemerintah Kolonial, khususnya dalam bidang kesehatan. Wabah penyakit seperti cacar mulai masuk ke wilayah Jawa pada tahun 1644. Langkah yang diambil Pemerintah Kolonial pada masa itu adalah dengan menggunakan metode variolasi. Pada masa pemerintahan VOC, para dokter Eropa menghadapi kesulitan besar dalam menangani berbagai penyakit tropis yang merebak di wilayah Nusantara. Ketidaktahuan mereka akan iklim tropis serta penyebab utama penyakit membuat tingkat kematian tetap tinggi hingga penghujung abad ke-18. Tenaga medis kolonial mulai memanfaatkan pengetahuan lokal dengan pendekatan tradisional.