Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

ANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR REFLEKTIF DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA MATEMATIKA DITINJAU DARI TEORI BRUNER PADA MATERI TEOREMA PYTHAGORAS PESERTA DIDIK KELAS VIII DI SMP NEGERI 1 SUKOREJO Wahyu Nur Lailah; Zainal Abidin; Gusti Firda Khairunnisa
Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran Vol 17, No 7 (2022): Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.537 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan (1) Untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir reflektif peserta didik pada tahap enaktif dalam menyelesaikan soal cerita matematika pada materi Teorema Pythagoras peserta didik kelas VIII di SMP Negeri 1 Sukorejo; (2) Untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir reflektif peserta didik pada tahap ikonik dalam menyelesaikan soal cerita matematika pada materi Teorema Pythagoras peserta didik kelas VIII di SMP Negeri 1 Sukorejo; (3) Untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir reflektif peserta didik pada tahap simbolik dalam menyelesaikan soal cerita matematika pada materi Teorema Pythagoras peserta didik kelas VIII di SMP Negeri 1 Sukorejo. Penelitian dilkasanakan di SMP Negeri 1 Sukorejo. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes dan wawancara. Sumber data penelitian ini yaitu peserta didik kelas VIII H SMP Negeri 1 Sukorejo sebanyak 34 orang. Subjek penelitian ini terdiri dari enam peserta didik dengan dua peserta didik pada tahap enaktif, dua peserta didik pada tahap ikonik dan dua peserta didik pada tahap simbolik. Pemilihan subjek berdasarkan hasil tes tahapan Teori Bruner. Uji keabsahan data dilakukan dengan triangulasi teknik. Analisis data dilakukan dengan cara reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini yaitu (1) peserta didik pada tahap enaktif memiliki kemampuan berpikir reflektif pada materi Teorema Pythagoras dengan kategori kurang. (2) peserta didik pada tahap ikonik memiliki kemampuan berpikir reflektif pada materi Teorema Pythagoras dengan kategori cukup. (3) peserta didik pada tahap simbolik memiliki kemampuan berpikir reflektif pada materi Teorema Pythagoras dengan kategori baik.Kata-kata kunci: Kemampuan Berpikir Reflektif, Teorema Pythagoras, Teori Bruner
Analisis Kemampuan Penalaran Induktif Siswa Kelas VIII SMP Islam Fatahillah Dalam Menyelesaikan Masalah Pola Geometris Ditinjau dari Self-concept Aliya Dian Ludbiyani; Yayan Eryk Setiawan; Gusti Firda Khairunnisa
Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran Vol 17, No 14 (2022): Jurnal Penelitian,Pendidikan, dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (494.38 KB)

Abstract

Abstrak: Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan penalaran induktif siswa kelas VIII SMP Islam Fatahillah dalam menyelesaikan masalah pola geometris berdasarkan self-concept siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Islam Fatahillah. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kuantitatif berupa hasil angket self-concept, serta data kualitatif berupa hasil tes kemampuan penalaran induktif, dan hasil wawancara. Soal tes kemampuan penalaran induktif diberikan kepada 14 siswa kemudian dipilih 3 subjek dengan tingkatan self-concept tinggi, sedang, dan rendah untuk diwawancara. Berdasarkan hasil analisis data tentang kemampuan penalaran induktif siswa berdasarkan self-concept dapat disimpulkan bahwa subjek dengan self-concept tinggi mempunyai kemampuan penalaran induktif yang sangat baik dengan 4 indikator tercapai pada setiap nomor soal. Sedangkan subjek dengan self-concept sedang mempunyai kemampuan penalaran induktif cukup baik dengan 2 indikator tercapai di setiap nomor soal, 1 indikator yang tercapai pada soal nomor 1 dan 2, serta 1 indikator tidak tercapai pada setiap nomor soal. Kemudian subjek dengan self-concept rendah mempunyai kemampuan penalaran induktif yang tidak baik dengan 2 indikator yang tercapai pada soal nomor 1 saja dan 2 indikator yang tidak tercapai pada setiap nomor soal.Kata Kunci: kemampuan penalaran induktif, pola geometris, self-concept
PENGEMBANGAN VIDEO GAME EDUKATIF SILASNUM SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN DIGITAL KELAS VII PADA MATERI ALJABAR Wisam Jaya Pratama; Alifiani Alifiani; Gusti Firda Khairunnisa
Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran Vol 17, No 18 (2022): Jurnal Penelitian,Pendidikan, dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (902.148 KB)

Abstract

Abstrak: Pengembangan ini bertujuan untuk menghasilkan produk Video game edukatif Silasnum sebagai media pembelajaran digital , hasil pengembangan dan hasil uji coba dari media pembelajaran digital Silasnum. Diharapkan, dapat menjadi alternatif media pembelajaran matematika yang baru. Pengembangan ini mengacu pada model pengembangan 4-D dengan tahapan 1) define (pendefinisian), 2) design (perancangan), 3) develop (pengembangan), dan 4) disseminate (penyebaran). Berdasarkan hasil validasi produk, penilaian produk oleh validator ahli materi memenuhi kriteria valid dengan nilai 4, penilaian produk oleh validator ahli media memenuhi kriteria valid dengan nilai 3,16, penilaian produk oleh validator praktisi memenuhi kriteria praktis dengan nilai 3,088, dan penilaian produk oleh user/pengguna memenuhi kriiteria valid dengan nilai 3,24. Dapat disimpulkan bahwa produk hasil pengembangan media pembelajaran Silasnum adalah valid dan praktis sehingga bisa digunakan dalam proses pembelajaran.Kata kunci: pengembangan, media pembelajaran digital, Video game, Silasnum, aljabar
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN CREATIVE PROBLEM SOLVING TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN LITERASI MATEMATIKA PADA PESERTA DIDIK SMA NEGERI 1 WARU PAMEKASAN Lina Rosvalia Lutfiyah; Ettie Rukmigarsari; Gusti Firda Khairunnisa
Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran Vol 17, No 20 (2022): Jurnal Penelitian,Pendidikan, dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (148.172 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kemampuan berpikir kritis peserta didik SMA Negeri 1 Waru Pamekasan yang diajar dengan model pembelajaran creative problem solving dibandingkan dengan model pembelajaran konvensional, dan untuk mengetahui perbedaan kemampuan literasi matematika peserta didik SMA Negeri 1 Waru Pamekasan yang diajar dengan model pembelajaran creative problem solving dibandingkan dengan model pembelajaran konvensional. Penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian true experimental dan jenis penelitian yang digunakan pretest-posttest control group design. Pada penelitian terdapat kelas eksperimen dan kelas kontrol. Kelas yang terpilih dalam penelitian yaitu kelas XI IPA C sebagai kelas eksperimen dan XI IPA B sebagai kelas kontrol dengan masing-masing kelas terdapat 25 peserta didik. Penentuan sampel penelitian menggunakan cluster random sampling pada peserta didik kelas XI IPA. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh ada perbedaan yang signifikan (p-value = 0,001) antara kemampuan berpikir kritis peserta didik SMA Negeri 1 Waru Pamekasan yang diajar dengan model pembelajaran creative problem solving (72,52 ± 7,160) dibandingkan dengan model pembelajaran konvensional (66,00 ± 6,298), dan ada perbedaan yang signifikan (p-value = 0,000) antara kemampuan literasi matematika peserta didik SMA Negeri 1 Waru Pamekasan yang diajar dengan model pembelajaran creative problem solving (69,40 ± 6,976) dibandingkan dengan model pembelajaran konvensional (62,60 ± 5,091).Kata kunci: model pembelajaran creative problem solving, kemampuan berpikir kritis, kemampuan literasi matematika
ANALISIS KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS DITINJAU DARI MINAT BELAJAR PADA MATERI POLA BILANGAN PESERTA DIDIK KELAS VIII SMP ISLAM MA’ARIF 02 MALANG Qomariyah Qomariyah; Zainal Abidin; Gusti Firda Khairunnisa
Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran Vol 16, No 30 (2021): Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.947 KB)

Abstract

 Abstrak : Tujuan dalam penelitian ini yaitu: (1) untuk mendeskripsikan kemampuan komunikasi matematis ditinjau minat belajar yang tinggi pada materi pola bilangan peserta kelas VIII SMP Islam Ma’arif 02 Malang. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Penelitian dilaksakan di SMP Islam Ma’arif 02 Malang dengan subjek penelitian sebanyak 6 peserta didik yang dipilih berdasarkan klasifikasi tingkat minat belajar. Adapun instumen penelitian ini menggunakan angket minat belajar, soal tes kemampuan komunikasi matematis, dan pedoman wawancara. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) subjek (T-1 dan T-2) dengan tingkat minat belajar tinggi memiliki kemampuan komunikasi matematis yang sangat baik, karena dapat memenuhi semua indikator kemampuan komunikasi matematis yang terdiri dari Written text, Drawing, dan Mathematical expression; (2) subjek (S-1 dan S-2) dengan tingkat minat belajar sedang memiliki kemampuan komunikasi matematis yang baik, karena dapat memenuhi dua dari tiga indikator kemampuan komunikasi matematis yang terdiri dari Written text, Drawing, dan Mathematical expression;(3) subjek (R-1 dan R-2) dengan tingkat minat belajar rendah memiliki kemampuan komunikasi matematis yang kurang baik, karena dapat memenuhi satu dari tiga indikator kemampuan komunikasi matematis yang terdiri dari Written text, dan Mathematical expressio.didik kelas VIII SMP Islam Ma’arif 02 Malang; (2) untuk mendeskripsikan kemampuan komunikasi matematis ditinjau minat belajar yang sedang pada materi pola bilangan peserta didik kelas VIII SMP Islam Ma’arif 02 Malang; (3) untuk mendeskripsikan kemampuan komunikasi matematis ditinjau minat belajar yang rendah pada materi pola bilangan peserta didik. Kata kunci: kemampuan komunikasi matematis, minat belajar, pola bilangan       
ANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIS DITINJAU DARI SELF EFFICACY PESERTA DIDIK PADA MATERI PELUANG KELAS VIII SMP MA'ARIF PRIGEN Hidayatulloh Hidayatulloh; Surahmat Surahmat; Gusti Firda Khairunnisa
Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran Vol 17, No 12 (2022): Jurnal Penelitian,Pendidikan, dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (317.908 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan langkah-langkah peserta didik dalam menyelesaikan soal berdasarkan indikator kemampuan berpikir kritis matematis ditinjau dari self efficacy peserta didik pada materi peluang; dan (2) mendeskripsikan tingkat kemampuan berpikir kritis matematis ditinjau dari self efficacy peserta didik pada materi peluang. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan jenis deskriptif. Subjek yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari 6 peserta didik kelas VIII SMP Ma’arif Prigen yang dipilih berdasarkan purposive (bertujuan) dan berdasarkan prinsip volunteer based (kesukarelaan), yaitu masing-masing 2 peserta didik kategori self efficacy tinggi, sedang, dan rendah untuk mengerjakan soal tes berdasarkan indikator kemampuan berpikir kritis matematis. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket self efficacy, tes kemampuan berpikir kritis matematis, dan wawancara. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini antara lain: (1) reduksi data, (2) penyajian data, dan (3) penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Peserta didik kategori self efficacy tinggi memiliki kemampuan berpikir kritis matematis yangn tinggi, karena mampu memenuhi semua indikator kemampuan berpikir kritis matematis dan memperoleh rata-rata hasil tes 89 (kategori tinggi); (2) peserta didik kategori self efficacy sedang memiliki kemampuan berpikir kritis matematis yang sedang, karena mampu memenuhi empat indikator kemampuan berpikir kritis matematis dan memperoleh rata-rata hasil tes 73 (kategori cukup/sedang); dan (3) peserta didik kategori self efficacy rendah memiliki kemampuan berpikir kritis matematis yang rendah, karena hanya mampu memenuhi satu indikator kemampuan berpikir kritis matematis dan memperoleh rata-rata hasil tes 24 (kategori rendah).Kata kunci: analisis, kemampuan berpikir kritis matematis, self efficacy, peluang.
ANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF DALAM MEMECAHKAN MASALAH GEOMETRI BERDASARKAN TINGKAT BERPIKIR VAN HIELE PADA MATERI DIMENSI TIGA SISWA KELAS XII MAN 2 PASURUAN Laila Mushofa; Sunismi Sunismi; Gusti Firda Khairunnisa
Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran Vol 16, No 32 (2021): Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.453 KB)

Abstract

Abstrak : Tujuan dalam penelitian ini yaitu: (1) Untuk mendeskripsikan tingkat berpikir siswa kelas XII MAN 2 Pasuruan berdasarkan tingkat berpikir Van Hiele dalam memecahkan masalah geometri pada materi dimensi tiga; (2) Untuk mendeskripsikan cara siswa kelas XII MAN 2 Pasuruan dalam menyelesaikan soal tes kemampuan berpikir kreatif berdasarkan tingkat berpikir Van Hiele pada materi dimensi tiga; (3) Untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir kreatif kreatif siswa kelas XII MAN 2 Pasuruan dalam memecahkan masalah geometri berdasarkan tingkat berpikir Van Hiele pada materi dimensi tiga. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan 34 siswa kelas XII MIA 3 MAN 2 Pasuruan sebagai sumber data dan 5 siswa sebagai subjek penelitian. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu angket, tes, dan wawancara.Kata Kunci: Kemampuan Berpikir Kreatif, Pemecahan Masalah Geometri, Van Hiele, Dimensi Tiga
EFEKTIVITAS PENDEKATAN METAPHORICAL THINKING TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH DAN RESILIENSI MATEMATIS PADA MATERI SEGIEMPAT DI SMP ISLAM MA’ARIF 02 MALANG Novelia Fransiska; Isbadar Nursit; Gusti Firda Khairunnisa
Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran Vol 17, No 7 (2022): Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (403.409 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan kemampuan pemecahan masalah dan resiliensi matematis peserta didik yang diajarkan pada kelas eksperimen dan kontrol. Serta untuk mengetahui apakah peserta didik yang menggunakan pendekatan metaphorical thinking pada kelas eksperimen memiliki kemampuan pemecahan masalah dan resiliensi yang lebih tinggi dibandingkan peserta didik di kelas kontrol pada materi segi empat. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain nonequivalent control group design yaitu desain penelitian dengan menggunakan dua kelas yang tidak dipilih secara acak yakni kelas eksperimen dan kelas kontrol yang keduanya akan diberikan pretest dan posttest. Pada penelitian ini, jenis penelitian yang digunakan adalah quasi experimental design. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu purposive sampling dan diperoleh kelas VIIA sebagai kelas eksperimen dan kelas VIIB sebagai kelas kontrol. Data penelitian diperoleh dari hasil pretest, posttest, dan angket. Analisis yang digunakan adalah uji normalitas, uji homogenitas, dan uji t (Independent sample t-test). Hasil penelitian ini diperoleh Sig kemampuan akhir pemecahan masalah =   0.05 dan Sig kemampuan akhir resiliensi matematis =   0.05 yang artinya terdapat perbedaan kemampuan pemecahan masalah dan resiliensi matematis peserta didik di kelas eksperimen dibandingkan dengan peserta didik di kelas kontrol. Sedangkan, untuk uji satu pihak kemampuan pemecahan masalah diperoleh   atau 2.222  2.004. Sedangkan, hasil kemampuan resiliensi matematis diperoleh   atau 4.248  2.004 dengan df = 54 yang artinya kemampuan pemecahan masalah dan resiliensi matematis peserta didik di kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan dengan pembelajaran di kelas kontrol.Kata-kata kunci: Pendekatan Metaphorical Thinking, Kemampuan Pemecahan Masalah, dan Resiliensi Matematis
ANALISIS KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS DAN BERPIKIR KREATIF MATEMATIS MASALAH OPEN ENDED PADA MATERI PERBANDINGAN DITINJAU GAYA BELAJAR PESERTA DIDIK KELAS VII A MTS ASH-SHOLIHUDDIN DAMPIT Nike Ayu Wulandari; Sunismi Sunismi; Gusti Firda Khairunnisa
Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran Vol 16, No 32 (2021): Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (196.883 KB)

Abstract

Asbtrak : Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan cara-cara beserta tingkat kemampuan komunikasi dan berpikir kreatif masalah open ended pada materi perbandingan ditinjau dari gaya belajar peserta didik kelas VII A Mts Ash-Sholihuddin Dampit. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan jenis deskriptif. Subjek dalam penelitian adalah 25 peserta didik kelas VII A Mts Ash-Sholihuddin Dampit. Instrumen penelitian ini terdiri dari angket, tes soal, dan pedoman wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa deskripsi kemampuan komunikasi dan berpikir kreatif masalah open ended pada materi perbandingan ditinjau dari gaya belajar adalah sebagai berikut; (a) Peserta didik dengan gaya belajar visual mampu memenuhi hampir semua indikator kemampuan komunikasi dan berpikir kreatif. (b) Peserta didik dengan gaya belajar auditorial mampu memenuhi 2-3 indikator kemampuan komunikasi dan 2-4 indikator berpikir kreatif. (c) Peserta didik dengan gaya belajar kinestetik mampu memenuhi 3-4 indikator kemampuan komunikasi dan memenuhi 2-3 indikator kemampuan berpikir kreatif. Sedangkan pada hasil tingkat kemampuan komunikasi dan berpikir kreatif diperoleh: a) Peserta didik dengan gaya belajar visual memiliki kemampuan komunikasi dan berpikir kreatif sangat baik. b) Peserta didik dengan gaya belajar auditorial memiliki kemampuan komunikasi cukup dan berpikir kreatif baik. c) Peserta didik dengan gaya belajar kinestetik memiliki kemampuan komunikasi baik dan berpikir kreatif cukup.Kata Kunci: kemampuan komunikasi, kemampuan berpikir kreatif, open ended, gaya belajar
KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA PADA MATERI SISTEM KOORDINAT SISWA KELAS VIII SMP DITINJAU DARI SELF CONFIDENCE DAN GENDER Firda Handayani; Mustangin Mustangin; Gusti Firda Khairunnisa
Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran Vol 16, No 11 (2021): Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (129.075 KB)

Abstract

Abstrak : Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah matematika pada materi sistem koordinat siswa kelas VIII SMP ditinjau dari self confidence dan gender. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah 6 siswa kelas VIII B SMP Islam Ma’arif 02 Malang yang dipilih dengan kriteria sebagai berikut: (1) tiga siswa laki-laki masing-masing dengan tingkat kepercayaan diri tinggi, sedang, dan rendah; (2) tiga siswa perempuan masing-masing dengan tingkat kepercayaan diri tinggi, sedang dan rendah. Teknik pengumpulan data yang digunakan angket self confidence, tes kemampuan pemecahan masalah matematika, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam memecahkan masalah, Subjek laki-laki dengan self confidence tinggi mampu memenuhi indikator mengidentifikasi unsur-unsur yang diketahui, ditanyakan dan kecukupan unsur yang diperlukan, merumuskan masalah atau menyusun model matematika, dan menerapkan strategi menyelesaikan masalah. Subjek perempuan dengan self confidence tinggi mampu memenuhi indikator mengidentifikasi unsur-unsur yang diketahui, ditanyakan dan kecukupan unsur yang diperlukan, merumuskan masalah atau menyusun model matematika, menerapkan strategi menyelesaikan masalah, dan menjelaskan atau menginterpretasikan hasil penyelesaian. Subjek laki-laki dan perempuan dengan self confidence sedang mampu memenuhi indikator mengidentifikasi unsur-unsur yang diketahui, ditanyakan dan kecukupan unsur yang diperlukan, merumuskan masalah atau menyusun model matematika, menerapkan strategi menyelesaikan masalah. Subjek laki-laki dengan self confidence rendah hanya mampu memenuhi indikator mengidentifikasi unsur-unsur yang diketahui, ditanyakan dan kecukupan unsur yang diperlukan, menerapkan strategi menyelesaikan, dan menjelaskan atau menginterpretasikan hasil penyelesaian. Subjek perempuan dengan self confidence rendah hanya mampu memenuhi indikator mengidentifikasi unsur-unsur yang diketahui, ditanyakan dan kecukupan unsur yang diperlukan dan menerapkan strategi untuk menyelesaikan.Kata Kunci: pemecahan masalah matematika, sistem koordinat, self confidence, gender