Claim Missing Document
Check
Articles

Program Kampus Mengajar Angkatan 7 Tahun 2024 dalam Upaya Peningkatan Literasi, Numerasi, dan Adaptasi Teknologi di SMP Negeri 2 Tulis Mustofa, Ajid Irfan; Khoiri, Ahmad; Mutmainah, Kurniawati; Khanifa, Nurma Khusna
Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 1 No. 3 (2025): Jurnal Ilmu Pendidikan
Publisher : CV Era Digital Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59066/jip.v1i3.1363

Abstract

Program Kampus Mengajar Angkatan 7 di SMP Negeri 2 Tulis berfokus pada peningkatan literasi, numerasi, dan adaptasi teknologi. Observasi awal dan Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) menunjukkan rendahnya kemampuan literasi dan numerasi siswa, terutama pada mata pelajaran Matematika dan Bahasa Inggris, serta perlunya revitalisasi perpustakaan. Untuk mengatasi hal ini, dirancang program yang mencakup inisiatif literasi (“Movie With Us”, “Lingkungan Kaya Teks”, “Mading Literasi”, “Pojok Baca & 15 Menit Membaca”, “Kunjungan Perpustakaan”, “Literacy Camp”), numerasi (“Mading Numerasi”, “Ular Tangga Numerasi”), dan transformasi digital (“Pelatihan Canva”, “FMWGSL”, “GMS”). Program tambahan seperti “Olahlah Sampahmu”, “Bimbingan Belajar”, dan “Sosialisasi 3 Dosa Besar Pendidikan” juga dilaksanakan. Hasil post-tes AKM menunjukkan peningkatan signifikan pada literasi (dari 65% menjadi 81%) dan numerasi (dari 38% menjadi 69%). Implementasi program menghadapi tantangan seperti partisipasi siswa dan ketersediaan pustakawan, namun secara keseluruhan program ini berhasil meningkatkan kompetensi siswa dan mendukung revitalisasi perpustakaan.
Pengetahuan Produk, Label Halal, Harga Produk Terhadap Keputusan Pembelian Kosmetik dengan Religiusitas sebagai Variabel Moderating Khanifa, Nurma Khusna; Mutmainah, Kurniawati
TRIPUTRA : Sosial, Ekonomi dan Hukum Vol. 1 No. 01 (2023): November
Publisher : CV Nature Creative Innovation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58641/triputra.v1i01.68

Abstract

Pada saat ini kosmetik bukan hanya digunakan oleh kaum perempuan saja. Akan tetapi kaum pria tidak terlepas menggunakan kosmetik sebagai gaya hidup normal, karena dengan penggunaan kosmetik baik perempuan maupun laki-laki akan lebih percaya diri untuk menunjang penampilan mereka baik saat didalam rumah apalagi ketika mereka berada diluar rumah. Karena pada dasarnya, perawatan tidak terbatas pada gender tertentu dan manfaat yang dirasakan. Metode penelitian pada artikel ini ialah kuantitatif. Konsep dalam penelitian ini adalah melihat pengaruh variable independent (labelisasi halal, harga dan pengetahuan terhadap keputusan) terhadap variable dependent (religiusitas sebagai variabel moderating). Objek penelitian yakni seluruh Mahasiswa Fakultas Syari’ah dan Hukum Universitas Sains Al-Qur’an (UNSIQ) Jawa Tengah di Wonosobo Semester Tiga (3) Tahun Akdemik 2023/2024 sebanyak 245 orang. Hasil penelitiannya ialah Pengetahuan berpengaruh terhadap keputusan pembelian hasil uji t, signifikansinya lebih kecil dari 0,05 dan besarnya pengaruh pengetahuan terhadap keputusan pembelian yaitu sebesar 40,9 persen sebelum dimoderasi oleh variabel religiusitas. Sedangkan besaran pengaruhnya setelah dimoderasi oleh religiusitas yaitu sebesar 46,3 persen. Harga berpengaruh terhadap keputusan pembelian. Sedangkan besaran pengaruh harga setelah dimoderasi oleh religiusitas yaitu sebesar 52,8 persen dan nilai ini berada di atas besaran pengaruh harga terhadap keputusan pembelian yaitu sebesar 46,1 persen, artinya variabel religiusitas memperkuat variabel harga terhadap keputusan pembelian. Hasil regresi harga produk dimoderasi religiusitas bahwa jika harga saja tidak berpengaruh terhadap keputusan pembelian, akan tetapi dengan masuknya religiusitas kedalam variabel harga, justru dapat memperkuat pengaruh harga terhadap keputusan pembelian kosmetik, walaupun harga produk tersebut mengalami kenaikan
Ekonomi Islam Studi Pemikiran Paul Karl Feyerabend tentang Anarkhi Epistemologis Khanifa, Nurma Khusna; Mutmainah, Kurniawati; Safwan
TRIPUTRA : Sosial, Ekonomi dan Hukum Vol. 1 No. 02 (2024): Mei
Publisher : CV Nature Creative Innovation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58641/triputra.v1i02.92

Abstract

Filsafat ilmu memberikan perspektif tentang apa dan bagaimana metodologi ekonomi sepatutnya dikembangkan. Metodologi ekonomi sebenarnya adalah “filsafat ilmu yang diaplikasikan dalam ilmu ekonomi” sebagai “pemikiran alternative” yang ditawarkan oleh Feyerabend. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah kualitatif berupa analisis isi (content analysis) terhadap anarkhi epistemologis Paul Karl Feyerabend dan relevansinya pada epistemologi ekonomi Islam. Berdasarkan tempat pelaksanaan, penelitian ini adalah penelitian pustaka (library research). Berdasarkan taraf pencapaian, penelitian ini adalah penelitian deskriptif (descriptive research). Nantinya data yang terkumpul ditelaah dianalisis secara mendalam. Hasil kajian menunjukkan bahwa Epistemology Islam mengakui peran wahyu Tuhan (al-wahy) sebagai sumber ilmu pengetahuan, disamping fakta empirical dan akumulasi pengalaman manusia (facts observations) serta penalaran akal (intellectual reasoning). Pendekatan ekonomi Islam diantaranya all or nothing approach, pendekatan Islamization of economics, pedekatan utopian approach dan pendekatan pragmatist approach. Maka terdapat tiga tipologi pendekatan dan metodologi ekonomi Islam yaitu: metodologi fikih (usūl al-fiqh), metodologi pluralisme, dan metodologi Islamisasi ilmu pengetahuan. Ekonomi Islam, sebaliknya, adalah sebuah doktrin yang memainkan peranan “untuk menyingkap visi keseluruhan Islam dalam bidang ekonomi berdasarkan syari’ah dan mempelajari konsep (ide) yang muncul dari visi Islam. Tujuannya adalah melahirkan manusia ekonomi Islam (homo Islamicus) yang sadar akan nilai-nilai Islam dalam perilaku ekonomi
Bunga Bank Studi Pemikiran Tafsir Kontekstual Abdullah Saeed Husna, Annisaul; Khanifa, Nurma Khusna
TRIPUTRA : Sosial, Ekonomi dan Hukum Vol. 2 No. 01 (2024): November
Publisher : CV Nature Creative Innovation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58641/triputra.v2i01.109

Abstract

Perdebatan bunga bank termasuk ribā atau bukan membawa dampak pada perkembangan metode hukum dan corak pandangan pemikir muslim dalam melihat hukum ribā. Seperti halnya penafsiran Abdullah Saeed tentang bunga. Untuk menjawab pemikiran Abdullah Saeed, dalam artikel ini penulis menggunakan pendekatan dan teori historis, filosofis dan hermeneutis. Hasil Penelitiannya ialah corak tafsir Saeed dipengaruhi oleh Fazlur Rahman, bahkan Abdullah Saeed dikenal sebagai seorang Rahmanian. Hal ini disebabkan beliau menyempurnakan dan meneruskan metodologi tafsir Rahman. Salah satu metode yang digunakan Saedd dalam melihat bunga bank dan ribā tidak lain tafsir kontekstual. Hasil penelitian ini ialah Abdullah Saeed menghukumi bunga bank didasari dengan ijtihad dalam memahami historisitas ayat-ayat tentang ribā dalam Al-Qur`an (al-Rum ayat 39, an-Nisa` Ayat 160-161, Ali `Imran Ayat 130 dan al-Baqarah ayat 275-280). Pendekatan kontekstual yang digunakan Abdullah Saeed menyuguhkan mengenai pembahasan ayat ethico-legal dengan menggunakan ijtihad context-based ijtihad dengan menghubungkan teks pelarangan ribā dengan konteks sosio-historisnya. Menurut Saeed bunga bank berbeda dari ribā bahkan setuju dengan bunga bank, hal ini didasari oleh `illah dan ḥikmah yang mengarah pada konteks moral dimana tidak adanya unsur mengeksploitasi dan tidak melibatkan unsur ketidakadilan seperti apa yang pernah terjadi semasa pra-Islam saat itu.
Kesaksian Perempuan dalam Transaksi Bisnis Studi Perbandingan Tafsir Al-Azhar Dan Al-Misbah Khanifa, Nurma Khusna; Walutfi, Muhammad Safirly
TRIPUTRA : Sosial, Ekonomi dan Hukum Vol. 2 No. 02 (2025): Mei
Publisher : CV Nature Creative Innovation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58641/triputra.v2i02.143

Abstract

Transaksi yaitu perbuatan antar manusia yang menghasilkan kesepakatan kedua belah pihak dalam jual beli atau perniagaan lainnya yang saling menguntungkan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Persaksian atau syahadah dalam konteks bisnis adalah kesaksian atau kesepakatan antara pihak-pihak yang terlibat dalam suatu transaksi untuk memastikan keabsahan dan kejujuran transaksi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penafsiran dari Tafsir Al-Azhar dan Tafsir Al-Misbah dalam surah Al-Baqarah ayat 282 mengenai transaksi bisnis, dan bertujuan untuk mengetahui persamaan dan perbedaan dari Tafsir Al-Azhar dan Tafsir Al-Misbah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan (Library Research) dikarenakan dilihat dari objek pada penelitian ini berupa teks Al-Quran, kitab, buku, jurnal, artikel serta literatur yang akan dianallisis dan dibuktikan dalam bentuk tulisan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa berdasarkan tafsir Al-Azhar dan tafsir Al-Misbah terkait transaksi bisnis dalam Qs. Al-Baqarah ayat 282 transaksi bisnis sebagai berikut: Pencatatan transaksi bisnis menurut penafsiran Hamka dan penafsiran Quraish Shihab sama-sama memandang kandungan perintah penulisan tersebut berlaku bagi yang melakukan hutang-piutang agar lebih menjaga jumlah dan batas waktu mu’amalah tersebut serta lebih menguatkan bagi saksi. Seorang akuntan juga harus memiliki sifat yang adil dan jujur serta memiliki pengetahuan mengenai pencatatan transaksi bisnis. Selain pencatatan transaksi, ada juga saksi yang menjadi penguat dari pencatatan transaksi bisnis, Hamka dan Quraish Shihab sama sama menjelaskan bahwa saksi yang dimaksud iyalah dua orang laki-laki diantara yang disukai, namun jika tidak ada maka boleh diganti dengan dua perempuan untuk satu laki-laki. Seorang saksi juga harus memiliki sifat adil dan jujur agar kesaksianya bisa dipertanggungjawabkan dikemudian hari.
Hermeneutika Sebagai Interpretasi Memahami Teks Fatwa Nomor 123/Dsn-Mui/Xi/2018 Khanifa, Nurma Khusna; Safwan; Hisan, Moh. Syifa’ul
TRIPUTRA : Sosial, Ekonomi dan Hukum Vol. 3 No. 01 (2025): November
Publisher : CV Nature Creative Innovation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58641/triputra.v3i01.177

Abstract

Pemikiran hermeneutika kontemporer umumnya berkembang dalam tiga arus besar, namun Paul Ricoeur menghadirkan pendekatan berbeda melalui sintesis antara fenomenologi Jerman dan strukturalisme Prancis. Perpaduan ini melahirkan model hermeneutika yang menekankan dinamika makna melalui tahap semantik, refleksi, dan eksistensial. Tulisan ini bertujuan mengeksplorasi konsep hermeneutika Ricoeur untuk membaca problem kontemporer dalam hukum ekonomi syariah, khususnya isu pendapatan non halal atau Dana Tidak Boleh Diakui Sebagai Pendapatan (TBDSP) pada lembaga keuangan syariah. Isu ini menjadi perdebatan di berbagai negara muslim, termasuk Indonesia, karena sejumlah transaksi perbankan modern masih melibatkan unsur rịbā, kesalahan akad, dana denda, dan ketidakpatuhan syariah lainnya. Melalui analisis semantik ayat-ayat rịbā, konsep distansiasi, serta apropriasi makna, hermeneutika Ricoeur memberikan kerangka interpretatif yang relevan untuk memahami relasi antara teks syariah dan praktik keuangan kontemporer. Penelitian ini menunjukkan bahwa fatwa Nomor 123/DSN-MUI/XI/2018 dapat dibaca sebagai hasil ijtihad kolektif yang berupaya menegakkan maqāṣid al-syarī‘ah melalui pemanfaatan dana TBDSP untuk kemaslahatan publik. Pada level eksistensial, hermeneutika Ricoeur membantu menegaskan bahwa keberadaan TBDSP tidak serta-merta meniadakan prinsip syariah, selama dilakukan pemisahan, pelaporan, dan penyaluran sesuai nilai-nilai etika Islam.
MEWUJUDKAN SUSTAINABLE DEVELOPMENT GOALS (SDGs) MELALUI HIFẒ AL-BỊ`AH: IMPLEMENTASI GREEN SUKUK Nurma Khusna Khanifa
TRIPUTRA : Sosial, Ekonomi dan Hukum Vol. 3 No. 02 (2026): Mei
Publisher : CV Nature Creative Innovation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58641/triputra.v3i02.216

Abstract

Perubahan iklim dan peningkatan emisi gas rumah kaca menjadi tantangan serius bagi pembangunan berkelanjutan, termasuk di Indonesia yang memiliki tingkat kerentanan tinggi terhadap bencana hidrometeorologi. Kebutuhan pendanaan yang besar untuk mitigasi dan adaptasi perubahan iklim mendorong hadirnya instrumen keuangan hijau berbasis syariah, salah satunya green sukuk. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis konstruksi maqāṣid syarī‘ah perspektif fiqh al-bī’ah terhadap implementasi green sukuk serta kontribusinya dalam mewujudkan Sustainable Development Goals (SDGs) di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-normatif melalui telaah konsep maqāṣid syarī‘ah, kaidah fiqh lingkungan, regulasi sukuk, serta laporan alokasi dan dampak green sukuk. Hasil kajian menunjukkan bahwa green sukuk tidak hanya berfungsi sebagai instrumen investasi syariah, tetapi juga sebagai instrumen fiskal hijau yang mendukung pembiayaan proyek ramah lingkungan. Implementasinya sejalan dengan perluasan maqāṣid dari uṣūl al-khamsah menjadi uṣūl al-sittah melalui penambahan hifẓ al-bī’ah sebagai tujuan perlindungan lingkungan. Green sukuk telah berkontribusi terhadap penurunan emisi, pembiayaan ribuan proyek hijau, serta mendukung pencapaian empat belas tujuan SDGs. Dengan demikian, green sukuk dapat dipandang sebagai model integrasi antara keuangan syariah, perlindungan lingkungan, dan pembangunan berkelanjutan berbasis kemaslahatan.