Claim Missing Document
Check
Articles

Kesaksian Perempuan dalam Transaksi Bisnis Studi Perbandingan Tafsir Al-Azhar Dan Al-Misbah Khanifa, Nurma Khusna; Walutfi, Muhammad Safirly
TRIPUTRA : Sosial, Ekonomi dan Hukum Vol. 2 No. 02 (2025): Mei
Publisher : CV Nature Creative Innovation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58641/triputra.v2i02.143

Abstract

Transaksi yaitu perbuatan antar manusia yang menghasilkan kesepakatan kedua belah pihak dalam jual beli atau perniagaan lainnya yang saling menguntungkan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Persaksian atau syahadah dalam konteks bisnis adalah kesaksian atau kesepakatan antara pihak-pihak yang terlibat dalam suatu transaksi untuk memastikan keabsahan dan kejujuran transaksi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penafsiran dari Tafsir Al-Azhar dan Tafsir Al-Misbah dalam surah Al-Baqarah ayat 282 mengenai transaksi bisnis, dan bertujuan untuk mengetahui persamaan dan perbedaan dari Tafsir Al-Azhar dan Tafsir Al-Misbah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan (Library Research) dikarenakan dilihat dari objek pada penelitian ini berupa teks Al-Quran, kitab, buku, jurnal, artikel serta literatur yang akan dianallisis dan dibuktikan dalam bentuk tulisan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa berdasarkan tafsir Al-Azhar dan tafsir Al-Misbah terkait transaksi bisnis dalam Qs. Al-Baqarah ayat 282 transaksi bisnis sebagai berikut: Pencatatan transaksi bisnis menurut penafsiran Hamka dan penafsiran Quraish Shihab sama-sama memandang kandungan perintah penulisan tersebut berlaku bagi yang melakukan hutang-piutang agar lebih menjaga jumlah dan batas waktu mu’amalah tersebut serta lebih menguatkan bagi saksi. Seorang akuntan juga harus memiliki sifat yang adil dan jujur serta memiliki pengetahuan mengenai pencatatan transaksi bisnis. Selain pencatatan transaksi, ada juga saksi yang menjadi penguat dari pencatatan transaksi bisnis, Hamka dan Quraish Shihab sama sama menjelaskan bahwa saksi yang dimaksud iyalah dua orang laki-laki diantara yang disukai, namun jika tidak ada maka boleh diganti dengan dua perempuan untuk satu laki-laki. Seorang saksi juga harus memiliki sifat adil dan jujur agar kesaksianya bisa dipertanggungjawabkan dikemudian hari.
MEWUJUDKAN SUSTAINABLE DEVELOPMENT GOALS (SDGs) MELALUI HIFẒ AL-BỊ`AH: IMPLEMENTASI GREEN SUKUK Nurma Khusna Khanifa
TRIPUTRA : Sosial, Ekonomi dan Hukum Vol. 3 No. 02 (2026): Mei
Publisher : CV Nature Creative Innovation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58641/triputra.v3i02.216

Abstract

Perubahan iklim dan peningkatan emisi gas rumah kaca menjadi tantangan serius bagi pembangunan berkelanjutan, termasuk di Indonesia yang memiliki tingkat kerentanan tinggi terhadap bencana hidrometeorologi. Kebutuhan pendanaan yang besar untuk mitigasi dan adaptasi perubahan iklim mendorong hadirnya instrumen keuangan hijau berbasis syariah, salah satunya green sukuk. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis konstruksi maqāṣid syarī‘ah perspektif fiqh al-bī’ah terhadap implementasi green sukuk serta kontribusinya dalam mewujudkan Sustainable Development Goals (SDGs) di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-normatif melalui telaah konsep maqāṣid syarī‘ah, kaidah fiqh lingkungan, regulasi sukuk, serta laporan alokasi dan dampak green sukuk. Hasil kajian menunjukkan bahwa green sukuk tidak hanya berfungsi sebagai instrumen investasi syariah, tetapi juga sebagai instrumen fiskal hijau yang mendukung pembiayaan proyek ramah lingkungan. Implementasinya sejalan dengan perluasan maqāṣid dari uṣūl al-khamsah menjadi uṣūl al-sittah melalui penambahan hifẓ al-bī’ah sebagai tujuan perlindungan lingkungan. Green sukuk telah berkontribusi terhadap penurunan emisi, pembiayaan ribuan proyek hijau, serta mendukung pencapaian empat belas tujuan SDGs. Dengan demikian, green sukuk dapat dipandang sebagai model integrasi antara keuangan syariah, perlindungan lingkungan, dan pembangunan berkelanjutan berbasis kemaslahatan.
REDESAIN DAN OPTIMALISASI BALAI RUKUN WARGA (RW) SEBAGAI EPISENTRUM AKTIVITAS DAN PEMBERDAYAAN KOMUNITAS LOKAL Bagus Suryanto; Ahmad Khoiri; Kurniawati Mutmainah; Nurma Khusna Khanifa
JURNAL AKADEMIK PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 4 No. 4 (2026): JULI
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/japm.v4i4.12153

Abstract

The optimization of public infrastructure is a fundamental pillar of community service aimed at addressing the socio-spatial needs of urban residents. The Rukun Warga (RW) hall in Kampung Pongangan RT 03 RW 12, Wates Village, Magelang City possesses significant latent potential to be transformed into an integrated community hub. This participatory community service project was collaboratively executed by lecturers and students through a systematic framework involving local government coordination, field site surveys, structural measurements of the existing layout, and advanced architectural drafting using computer-aided design (CAD) software. The definitive outputs encompass comprehensive architectural documents, including detailed floor plans, multi-perspective elevations (front, side, and rear views), and high-fidelity three-dimensional renderings. The proposed spatial configuration emphasizes a hybrid functionality, positioning the RW hall not only as a formal administrative meeting space but also as an inclusive arena for social cohesion, non-formal education, cultural preservation, and grassroots economic acceleration. The visual blueprints received highly favorable validation from village executives and community representatives, establishing a robust framework for execution towards a more productive, adaptive, and sustainable public facility.
Hermeneutika Sebagai Interpretasi Memahami Teks Fatwa Nomor 123/Dsn-Mui/Xi/2018 Nurma Khusna Khanifa; Safwan; Moh. Syifa’ul Hisan
TRIPUTRA : Sosial, Ekonomi dan Hukum Vol. 3 No. 01 (2025): November
Publisher : CV Nature Creative Innovation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58641/triputra.v3i01.177

Abstract

Pemikiran hermeneutika kontemporer umumnya berkembang dalam tiga arus besar, namun Paul Ricoeur menghadirkan pendekatan berbeda melalui sintesis antara fenomenologi Jerman dan strukturalisme Prancis. Perpaduan ini melahirkan model hermeneutika yang menekankan dinamika makna melalui tahap semantik, refleksi, dan eksistensial. Tulisan ini bertujuan mengeksplorasi konsep hermeneutika Ricoeur untuk membaca problem kontemporer dalam hukum ekonomi syariah, khususnya isu pendapatan non halal atau Dana Tidak Boleh Diakui Sebagai Pendapatan (TBDSP) pada lembaga keuangan syariah. Isu ini menjadi perdebatan di berbagai negara muslim, termasuk Indonesia, karena sejumlah transaksi perbankan modern masih melibatkan unsur rịbā, kesalahan akad, dana denda, dan ketidakpatuhan syariah lainnya. Melalui analisis semantik ayat-ayat rịbā, konsep distansiasi, serta apropriasi makna, hermeneutika Ricoeur memberikan kerangka interpretatif yang relevan untuk memahami relasi antara teks syariah dan praktik keuangan kontemporer. Penelitian ini menunjukkan bahwa fatwa Nomor 123/DSN-MUI/XI/2018 dapat dibaca sebagai hasil ijtihad kolektif yang berupaya menegakkan maqāṣid al-syarī‘ah melalui pemanfaatan dana TBDSP untuk kemaslahatan publik. Pada level eksistensial, hermeneutika Ricoeur membantu menegaskan bahwa keberadaan TBDSP tidak serta-merta meniadakan prinsip syariah, selama dilakukan pemisahan, pelaporan, dan penyaluran sesuai nilai-nilai etika Islam.
Pendampingan Penyusunan Gambar Kerja Depot Air Minum BUMDes Curugsewu untuk Layanan Desa Higienis Hermawan Hermawan; Muhamad Nafiul Fahmi Sihab; Muhamad Yusuf Amin Nugroho; Nurma Khusna Khanifa; Achmad Affandi
SOROT : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2026): Juli
Publisher : Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer (FASTIKOM) UNSIQ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/xj9r0x48

Abstract

Ketersediaan air minum yang aman merupakan kebutuhan dasar kesehatan masyarakat, terutama pada wilayah pedesaan yang masih bergantung pada sumber air lokal dan layanan air minum isi ulang. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan membantu Pemerintah Desa Curugsewu dan BUMDes Curugsewu dalam menyusun dokumen perencanaan awal Depot Air Minum dan Isi Ulang “Embun”. Kegiatan dilaksanakan pada [bulan–bulan tahun pelaksanaan] dengan pendekatan deskriptif partisipatif yang melibatkan unsur pemerintah desa, pengelola BUMDes, calon pengelola depot, dan perwakilan masyarakat. Tahapan kegiatan meliputi koordinasi mitra, observasi lapangan, identifikasi kebutuhan ruang, penyusunan konsep desain, pengembangan gambar prarencana, pembahasan bersama mitra, revisi, dan finalisasi rekomendasi. Luaran utama kegiatan berupa dokumen perencanaan awal yang terdiri atas rencana tapak konseptual, denah lantai satu, denah lantai dua, tampak bangunan, potongan skematik, perspektif eksterior, perspektif interior, diagram alur operasional, serta rekomendasi tindak lanjut. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa rancangan diterima mitra sebagai media komunikasi teknis awal untuk penyusunan anggaran, penjadwalan pembangunan bertahap, dan kajian teknis lanjutan. Kegiatan ini memberi fondasi spasial dan visual awal bagi desa untuk mengembangkan fasilitas air minum yang lebih higienis, tertata, mudah dipelihara, dan berkelanjutan melalui pengelolaan BUMDes.