Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Organizational Climate and Burnout: A Systematic Review of the Role of Salary, Administration, and Workplace Relationships Anwar, Ravel; Harefa, Agusman
Jurnal Inovasi Bisnis dan Kewirausahaan Vol 7 No 4 (2025): Business Innovation and Entrepreneurship Journal (November)
Publisher : Entrepreneurship Faculty, Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35899/biej.v7i4.1153

Abstract

The world of work has undergone a fundamental shift, with post-pandemic phenomena such as "The Great Resignation" revealing employee burnout as a critical operational and financial challenge. Addressing burnout—a syndrome characterized by emotional exhaustion, cynicism, and professional inefficacy—has become crucial to organizational sustainability. Burnout is not an individual failure but a response to a dysfunctional Organizational Climate. This systemic approach contrasts with traditional research, which is often fragmented. While the burnout literature is extensive, research frequently operates in "silos," focusing on a single stressor (e.g., only social support or only role overload). Understanding the interaction between financial, bureaucratic, and social stressors remains limited. This article explores the roles of Salary, Administrative Burden, and Workplace Relationships in relation to burnout, using a Systematic Literature Review (SLR) analyzing a final corpus of N=50 articles (2015-2025) through thematic analysis. Findings indicate that burnout is an ecosystem failure requiring holistic intervention. Thematic analysis confirms that Salary is perceived as 'justice' and 'reward,' Administrative Burden as a cognitive 'hinderance demand,' and Workplace Relationships (especially POS and leadership) as the strongest 'protective resource.' However, the primary challenge lies in the interaction of stressors: high administrative burdens and toxic workplace relationships can demonstrably nullify the positive effects of adequate compensation.
Analisis Dimensional Kecerdasan Emosional terhadap Pengambilan Keputusan Karier Mahasiswa Administrasi Bisnis Ravel Anwar; Junita Cestilia Nenabu; Olaf Triwilopo Simanjuntak
JURNAL ADMINISTRASI & MANAJEMEN Vol 16, No 2 (2026): Jurnal Administrasi dan Manajemen
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/jam.v16i2.9022

Abstract

Abstrak Di tengah ketidakpastian dunia kerja era VUCA, mahasiswa Administrasi Bisnis menghadapi tekanan psikologis yang signifikan dalam pengambilan keputusan karier. Pendekatan konvensional yang hanya berfokus pada informasi karier dan kemampuan teknis sering kali gagal memitigasi keraguan dan kecemasan mahasiswa. Penelitian ini mengisi kesenjangan tersebut dengan menempatkan kecerdasan emosional sebagai fondasi strategis dalam pembentukan kematangan karier. Tujuannya adalah menganalisis kontribusi kecerdasan emosional dan dimensinya terhadap pengambilan keputusan karier. Melalui survei kuantitatif terhadap 75 mahasiswa dan lulusan Universitas Nusa Cendana yang menggunakan Schutte Emotional Intelligence Scale dan Career Decision Making Scale, analisis regresi mengungkap bahwa kecerdasan emosional berkontribusi signifikan sebesar 26,0% (R2 = 0,260; p < .001) terhadap varians keputusan karier. Temuan krusial studi ini adalah teridentifikasinya dimensi Pengelolaan Emosi dan Motivasi Diri sebagai prediktor terkuat. Hal ini mengimplikasikan bahwa kemampuan regulasi diri dan resiliensi lebih menentukan kematangan karier dibandingkan sekadar keterampilan sosial. Penelitian ini merekomendasikan kepada institusi pendidikan tinggi untuk merevitalisasi layanan bimbingan karier melalui integrasi pelatihan manajemen emosi yang terstruktur. Kata kunci: Kecerdasan Emosional; Pengambilan Keputusan Karier; Soft Skills; Pendidikan Tinggi; Bimbingan Karier
Implementasi Total Quality Management (TQM) dalam Pemberdayaan Masyarakat melalui Gerakan Bersih Pantai di Pantai Lasiana, Kupang: Pengabdian Ravel Anwar; Sonnya Marliani; Yudi Adrian; Emilia Gie; Eunike Martha Gegung; Junita Cestilia Nenabu; Sari Angriany Natoni; Septimus Adrianus Mali; Johanis Oenunu; Abram Danial Lubertus Laleb; Theddy Bashkara Foenale; Viktor Amos; Rena Saputri Hilaria Sitanggang; Maria Karmelita Delistiani Sambang; Yunita Chrisna Riane Antonia Bere; Lukas Hattu; Erna Eryani Giri; Yoan Maureen Darianty Dara Odrada; Dendi Sigit Wahyudi
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 5 Nomor 1 (Juli 2026 -
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v5i1.7318

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengimplementasikan dan mengevaluasi efektivitas pendekatan Total Quality Management (TQM) dalam mengatasi problematika limbah padat komersial di kawasan pesisir Pantai Lasiana, Kota Kupang. Program intervensi aksi ini diinisiasi oleh kelompok mahasiswa kelas 4B dan 4E Program Studi Administrasi Bisnis, Universitas Nusa Cendana, dengan menggandeng pelaku usaha mikro (pedagang) setempat sebagai mitra kolaborasi utama. Metode pelaksanaan difokuskan murni pada eksekusi fisik partisipatif secara langsung tanpa penyelenggaraan sesi diskusi maupun forum tanya jawab formal. Tahapan operasional mencakup pemetaan lokasi, persiapan logistik, pemberian instruksi taktis berlandaskan prinsip efisiensi operasional, serta eksekusi pembersihan pantai secara serentak. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peniadaan birokrasi komunikasi formal terbukti mampu mengoptimalkan alokasi waktu dan tenaga partisipan. Keberhasilan ini dibuktikan dengan terevakuasinya lebih dari 100 kilogram limbah (setara 20 kantong polibag besar) yang langsung disortir ke dalam kategori plastik sekali pakai dan organik komersial, menghasilkan transformasi visual kebersihan kawasan pesisir secara seketika dan drastis. Kesimpulannya, penerapan TQM melalui aksi gotong royong langsung terbukti efektif mengatasi pencemaran lingkungan pesisir sekaligus menumbuhkan rasa kepemilikan kolektif (sense of belonging) di kalangan pelaku usaha, sehingga meletakkan fondasi tata kelola pelestarian ekosistem yang berkesinambungan.
Peningkatan Literasi Digital dan Akses Pengadaan Pemerintah Melalui Pemanfaatan E-Katalog Versi 6 pada UMKM: Studi Kasus Bakso Patih: Pengabdian Tina Rosa; Titus Indrajaya; Antyo Pracoyo; Prihandono; Nurminingsih; Serapion Tito Tricahyono; Sri Damayanti; Ravel Anwar; Sri Mega; Alya Ariana Sunardi; Ating Supriyadi; Fg Jamborette Lumban Gaol; Fairuzziah Anggraini; Wahyu Hastanto; Iwan Setiawan
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 5 Nomor 1 (Juli 2026 -
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v5i1.7332

Abstract

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia menghadapi berbagai tantangan dalam menghadapi transformasi digital, terutama terkait rendahnya literasi pemasaran digital, literasi keuangan, serta keterbatasan akses terhadap pasar pengadaan pemerintah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan melalui workshop bertema “Building Future-Ready Communities: Harmonisasi Literasi Keuangan serta Penguatan Kesehatan dan Bisnis UMKM” yang bertujuan meningkatkan kapasitas usaha UMKM agar lebih adaptif, berkelanjutan, dan kompetitif di era ekonomi digital. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain pre-test dan post-test untuk mengukur tingkat pemahaman peserta sebelum dan sesudah pelatihan. Jumlah peserta pre-test sebanyak 36 orang dan post-test sebanyak 38 orang. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan rata-rata pemahaman peserta dari 3,64 menjadi 4,13 pada skala Likert 1–5 atau meningkat sebesar 13,4%. Peningkatan tertinggi terjadi pada pemahaman Katalog Elektronik Versi 6 sebesar 24,1%, diikuti pemahaman pengadaan pemerintah dan e-purchasing sebesar 17,2%. Kegiatan ini juga menghadirkan studi kasus Bakso Patih sebagai contoh UMKM yang telah menerapkan legalitas usaha, sertifikasi halal, dan perlindungan hak paten produk.
Edukasi Kesehatan Kepada Masyarakat Umum Perihal Stroke dan Hernia Nukleus Pulposus: Penelitian Tina Rosa; Prihandono; Ani Nuraini; Mariati Tamba; Samuel Panjaitan; Yudhy Ariyanto; Tomi Saputra; Ravel Anwar; Karuniawati; Nur Fitriani; Muhammad Difaa Assunnah; Teti Umiyart; Darma Fristyana Sinaga; Ria Rukmana
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 5 Nomor 1 (Juli 2026 -
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v5i1.7333

Abstract

Penyakit tidak menular (PTM) seperti stroke dan hernia nukleus pulposus (HNP) menjadi salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas di Indonesia. Rendahnya pengetahuan masyarakat mengenai faktor risiko, gejala, serta penanganan kedua penyakit tersebut masih menjadi kendala dalam upaya pencegahan dan deteksi dini. Pelatihan kesehatan mengenai stroke dan HNP dilakukan dengan metode pre-test dan post-test. Sasaran kegiatan meliputi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta mahasiswa. Instrumen evaluasi berupa kuesioner pilihan ganda yang terdiri atas lima soal pada tahap pre-test dan post-test. Media edukasi yang digunakan meliputi presentasi multimedia, infografis anatomi otak, infografis FAST (Face, Arms, Speech, Time), pertolongan pertama stroke, serta pencegahan stroke. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan rata-rata skor pengetahuan dari 85,16 menjadi 91,52, dengan peningkatan peserta yang memperoleh skor sempurna dari 61,3% menjadi 72,7%. Peningkatan terbesar ditemukan pada pemahaman jenis stroke iskemik dan tanda FAST. Temuan ini menunjukkan bahwa pelatihan berbasis multimedia dan infografis efektif meningkatkan literasi kesehatan masyarakat terkait PTM saraf.
Literasi Keuangan Digital dan Pencegahan Fraud Perbankan: Evaluasi Peningkatan Kompetensi Masyarakat Melalui Program Edukasi Berbasis Praktik: Penelitian Tina Rosa; Jhon Avrianto Lebu; Suhra Damayanti; Maya Sova; Ravel Anwar; Prihandono; Adhitia D. Pratama; Rini Kania; Demas Kynan Darian; Indra Noviyanti; Dian Kusumawardani; Muhammad Harhara; Muhammad Roihan; Suwarni
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 5 Nomor 1 (Juli 2026 -
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v5i1.7334

Abstract

Pertumbuhan layanan perbankan digital di Indonesia berkembang sangat pesat, namun belum sepenuhnya diimbangi dengan peningkatan literasi keuangan digital masyarakat, khususnya terkait keamanan transaksi dan pencegahan fraud. Pelatihan ini bertujuan mengevaluasi efektivitas program edukasi berbasis praktik dalam meningkatkan kompetensi literasi keuangan digital dan kemampuan pencegahan fraud perbankan pada masyarakat urban. Metode yang digunakan adalah quasi-experimental dengan desain pre-test dan post-test untuk mengukur perubahan kompetensi peserta setelah mengikuti pelatihan. Instrumen pelatihan menggunakan skala Likert 1–5 yang mencakup delapan indikator pemahaman pada pre-test dan tujuh indikator keterampilan praktis pada post-test. Responden terdiri dari 61 peserta pre-test dan 44 peserta post-test yang berasal dari pelaku UMKM dan mahasiswa di wilayah Jakarta. Materi edukasi meliputi tren fraud perbankan, mule account, ekosistem scam center, strategi pelaporan, mitigasi risiko, QRIS, serta penggunaan e-wallet. Hasil Pelatihan menunjukkan peningkatan skor rata-rata dari 4,23 menjadi 4,43, disertai kenaikan proporsi kategori skor tertinggi dari 52,7% menjadi 65,6%. Temuan ini menegaskan bahwa edukasi berbasis praktik efektif meningkatkan literasi keuangan digital dan kemampuan pencegahan fraud masyarakat.
Segitiga Friksi dalam Organisasi: Model Integratif Ketidakjelasan Peran, Ketergantungan Tugas, dan Perbedaan Tujuan Ravel Anwar
Jurnal Administrasi Bisnis Vol. 21 No. 1 (2025)
Publisher : Business Administration Department - Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/jab.v21i1.9840.12-23

Abstract

Modern organizational dynamics posit conflict as a logical consequence of complex structural interactions rather than a mere behavioral anomaly. This study aims to synthesize recent literature to develop a predictive conceptual model that integrates role ambiguity, task interdependence, and goal differences as simultaneous determinants. This study conducted a Systematic Literature Review (SLR) following the PRISMA 2020 protocol. Data were extracted from Scopus, ScienceDirect, and Google Scholar databases spanning 2020–2025 to capture current dynamics. Through rigorous selection, 45 empirical articles were analyzed using thematic analysis assisted by NVivo 12. The study confirms the formation of a "triangle of friction" mechanism. Role ambiguity is identified as the breeding ground for operational confusion. This impact is subsequently amplified by task interdependence as a contagion mechanism and significantly exacerbated by goal differences that polarize inter-unit relationships. This study concludes that destructive conflict results from systematic interaction, not random occurrence. Managerial implications emphasize a holistic approach through periodic work design audits, revising job descriptions to minimize ambiguity, and cross-functional goal alignment to effectively mitigate organizational structural vulnerabilities.
IMPLEMENTASI MODEL EDUKASI PENGEMBANGAN KETERAMPILAN ZERO WASTE PADA LAPAK PERUBAHAN NUSANTARA KELURAHAN JATI SAMPURNA BEKASI SELATAN Tina Rosa; Nurminingsih; Ravel Anwar
JOURNAL OF SUSTAINABLE COMMUNITY SERVICE Vol. 2 No. 2 (2022): MARCH
Publisher : Transpublika Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55047/jscs.v2i2.484

Abstract

This study aims to evaluate the effectiveness of the implementation of the educational model in the development of zero waste skills at the Change Archipelago stall in Jati Sampurna Village, South Bekasi. The research approach is descriptive qualitative research with data collection techniques through observation, interviews, and questionnaires. The results showed that the profile of the changes in the archipelago stalls in the Jati Sampurna Village were stalls that sold various types of used goods and had implemented the zero waste principle well. However, the zero waste skills possessed by lapak members still need to be improved. Implementing an educational model for developing zero waste skills at the Simpan Nusantara lapak has proven to be effective in increasing the zero waste skills of lapak members. Obstacles in implementing the educational model include the lack of support and awareness from lapak members. Based on the research results, it is suggested that the implemented educational model can be improved by involving experts and zero-waste practitioners. The Archipelago's Change Static is expected to continue applying the zero waste principle and strengthen customer communication. Future research can explore a more appropriate educational model to improve zero waste skills in lapak members and involve a more comprehensive sample.
Penguatan Pariwisata Berbasis Potensi Lokal melalui Pemberdayaan Masyarakat dan Promosi Digital di Desa Niukbaun, Kecamatan Amarasi Barat Eunike Martha Gegung; Junita Cestilia Nenabu; Sonnya Marliani; Ravel Anwar; Sari Angriany Natonis; Johanes De Brito Siga Nono; Yunita C.R.A. Bere; Yudi Adrian; Irmosius Manggur; Rivand J. Amuwesely
Yumary: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 7 No 1 (2026): September
Publisher : Penerbit Goodwood

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35912/yumary.v7.n1.p63-76.2026

Abstract

Zweck: Dieses Programm der Gemeinwesenarbeit (Pengabdian kepada Masyarakat/PKM) zielt darauf ab, die touristische Entwicklung auf Basis des lokalen Potenzials im Dorf Niukbaun, Unterbezirk West-Amarasi, Regierungsbezirk Kupang, Ost-Nusa Tenggara, zu stärken, indem die Gemeinschaft dazu befähigt wird, ein strukturiertes kulturtouristisches Angebot zu gestalten, lokale Kompetenzen im Bereich der Reiseführung aufzubauen und digitale Vermarktung einzuführen. Forschungsmethodik: Das Programm wandte einen gemeindebasierten Tourismusansatz (Community-Based Tourism, CBT) an, der in drei Phasen umgesetzt wurde: Planung (partizipative Kartierung mittels Participatory Rural Appraisal und Fokusgruppendiskussionen mit der Dorfverwaltung, der Ikat-Webgruppe, traditionellen Führungspersönlichkeiten und der Jugend), Durchführung (eine eintägige Sensibilisierungs- und Schulungsveranstaltung zu Konzepten des gemeindebasierten Tourismus und des digitalen Marketings, gefolgt von praktischen Übungen zur smartphonebasierten Inhaltserstellung und zum Social-Media-Management) sowie Evaluation (Vor- und Nachtest-Messungen zusammen mit einer reflektierenden Diskussion mit der Partnergemeinschaft). Die Aktivität fand im Dorfamt von Niukbaun, Regierungsbezirk Kupang, statt. Ergebnisse: Das Programm verbesserte das Verständnis der Teilnehmenden für die Prinzipien des gemeindebasierten Tourismus, förderte ihre Fähigkeiten in der kulturellen Interpretation und der mobilen Inhaltserstellung und legte den Grundstein für ein kulturtouristisches Angebot, das Webimmersion, traditionelle Rituale und lokale kulinarische Attraktionen miteinander verbindet. Ein Vergleich der Vor- und Nachtestergebnisse zeigte eine deutliche Zunahme des Wissens der Teilnehmenden über Konzepte des Tourismusmarketings. Schlussfolgerungen: Ein partizipativer, praxisorientierter, gemeindebasierter Ansatz erweist sich als wirksam, um lokale Kapazitäten zur Verwaltung kultureller touristischer Ressourcen aufzubauen und diese über digitale Kanäle zu vermarkten – wobei die Gemeinschaft als aktives Subjekt des Wandels positioniert wird und nicht als passiver Nutznießer. Einschränkungen: Die in diesem Artikel berichtete Evaluation beschränkt sich auf einen einzigen Sensibilisierungs- und Schulungszyklus mit einer begrenzten Teilnehmerzahl, sodass die mittel- und langfristige Nachhaltigkeit des touristischen Angebots, des Führungskorps und des Social-Media-Kontos noch nicht gemessen werden konnte. Beiträge: Diese Studie bietet ein replizierbares, kostengünstiges Modell zur Befähigung ostindonesischer Dörfer, die über ungenutzte kulturelle Ressourcen wie das traditionelle Ikat-Weben verfügen, einen gemeindebasierten Kulturtourismus zu entwickeln, der durch digitale Vermarktung unterstützt wird, und leistet einen empirischen Beitrag zur Literatur über die touristische Stärkung ländlicher Räume in marginalisierten Regionen.
PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN USAHA MIKRO KECIL MENEGAH DALAM MEMBUAT IJIN USAHA (NIB DAN IUMK) KEPADA ANGGOTA KOMUNITAS UMKM INTERASIH KARAWANG Tina Rosa; Ravel Anwar; Apri Sunadi; Sonnya Marliani; Soban Wahid Hidayat
Jurnal Ilmiah Hospitality Vol 11 No 2: Desember 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/jih.v11i2.1818

Abstract

Kabupaten Karawang memiliki potensi yang sangat bagus dalam pengembangan bidang usaha, namun sayangnya masih banyak ditemukan para pelaku UMKM yang belum memiliki izin resmi atas usahanya. Hal tersebut seperti yang terjadi di Desa Tegalsari Kecamatan Purwasari dimana disana terdapat Komunitas UMKM Interasih yang beranggotakan 40 UMKM dalam berbagai bidang usaha tapi belum memiliki peizinan usaha. Oleh karena itu maka diadakalah kegiataan pelatihan, pendampingan serta pemberihan pengatahuan baru dalam bidang usaha melalui kegiatan pengabdian masyarakat. Kegiatan ini bertujuan agar: 1) dapat meningkatakan pemahaman pelaku UMKM untuk segera mengurus izin usaha; 2) para pelaku UMKM dapat melakukan pendaftaran perizinan usaha sehingga mendapatkan NIB dan IUMK secara mandiri melalui website OSS; 3) UMKM mampu dapat mendapatkan jangkauan pasar yang luar serta kepercyaan dirinya meningkat setelah mendapatkan izin usaha. Pelaksanaan kegiatan ini dimulai dnegan metode survei lokasi, survei pelaku UMKM serta sosialisasi kepada para UMKM belum pernah mengurus dan membuat izin usaha sebelumnya dibantu oleh pemerintah desa setempat. Hasil dari kegiatan pendampingan dan pelatihan dalam kegiatan pengabdian masyarakat URINDO ini adalah: 1) UMKM paham akan pentingany izin usaha; 2) UMKM mampu melakukan pendaftaran secara mandiri izin usahanya sehingga mendaptakan NIB dan IUMK; 3) UMKM dapat memanfaatakan izin usahanya untuk meningkatkan kepercayaan diri sehingga mampu menjangkau pemasaran yang sangat luas.