Claim Missing Document
Check
Articles

Respon Tanaman Selada Romaine (Lactuca sativa L.) pada Berbagai Konsentrasi AB Mix dan Bakteri Fotosintetik pada Sistem Hidroponik Rakit Apung Fajri , Muhamad Nizarul; Yulianti, Nani; Fanani, Muhammad Zainal
Jurnal Pertanian Vol. 16 No. 1 (2025): APRIL
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jp.v16i1.15715

Abstract

While the demand for vegetables continues to increase every year, lettuce production has not been able to meet the high market demand due to shrinking productivity and available land due to conversion of agricultural land. This study aims to determine the response of romaine lettuce plants to various concentrations of AB mix, photosynthetic bacteria and the interaction between the two with a floating raft hydroponic system. The research design used a two-factorial completely randomized design (CRD). The first factor is the concentration of AB mix nutrients consisting of 5 treatment levels, namely 400 ppm, 600 ppm, 800 ppm, 1000 ppm and 1200 ppm. The second factor is the concentration of photosynthetic bacteria consisting of 3 treatment levels, namely 10 ml/L-1 15 ml L-1 and 20 ml L-1. The results showed that giving the concentration of AB mix nutrients 600 ppm can increase the growth of plant height and giving the concentration of photosynthetic bacteria 10ml L-1 can increase the number of leaves of romaine lettuce plants. Keywords: Nutrition, Lettuce, Productivity, Synechococus sp.
Strategi Implementasi dan Legalitas Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB): Studi Kasus pada PT Kimika Bite Indonesia Maesaroh, Mia; Amalia, Lia; Fanani, Muhammad Zainal
Jurnal Ilmiah Pangan Halal Vol. 7 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Pangan Halal
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jiph.v7i2.19564

Abstract

Penerapan Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB) merupakan langkah krusial dalam menjamin mutu dan keamanan pangan, serta menjadi syarat utama dalam memperoleh izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). PT Kimika Bite Indonesia, sebagai Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang bergerak di bidang pangan olahan, berkomitmen untuk memenuhi persyaratan tersebut melalui penyusunan dan penerapan sistem CPPOB secara menyeluruh. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman tim produksi terhadap prinsip CPPOB, menyusun dokumen pendukung sesuai regulasi, menerapkan sistem di fasilitas produksi, serta memperoleh izin resmi dari BPOM. Metodologi yang digunakan meliputi analisis kondisi awal perusahaan, penyusunan dokumen mutu, pelatihan internal, implementasi sistem di lapangan, audit internal, hingga proses pengajuan izin. Hasil menunjukkan bahwa pendekatan bertahap dan sistematis mampu meningkatkan kesiapan perusahaan dalam memenuhi standar CPPOB. Pelatihan internal terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran dan keterampilan karyawan, sementara audit internal menjadi alat validasi penting sebelum pengajuan izin ke BPOM. Dengan penerapan CPPOB yang konsisten, PT Kimika Bite Indonesia tidak hanya memenuhi kewajiban regulasi, tetapi juga meningkatkan daya saing dan kepercayaan konsumen terhadap produk pangan olahannya.
Implementasi Teknologi Pertanian Tepat Guna Berbasis Pengembangan Sumberdaya Lokal Desa Pancawati, Kabupaten Bogor Hermawan, Aflian Febriansyah; Yulianti, Aulia Rahma; Deon, Donisius Sufardi; Sari, Fera Indah; Herdes, Ali Furqan; Hidayat, Andi Muhammad; Utama, Muhamad Akbar; Fanani, Muhammad Zainal
Karimah Tauhid Vol. 3 No. 10 (2024): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v3i10.15830

Abstract

Kuliah Kerja Nyata (KKN) bertujuan sebagai sarana pengamalan ilmu pengatahuan mahasiswa untuk menjadi insan yang unggul dan bermanfaat dengan memberikan solusi dalam mengatasi berbagai permasalahan ekonomi, sosial, maupun budaya masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran KKN dalam meningkatkan kesejahteraan petani dan peternak serta meningkatkan perekonomian UMKM di Desa Pancawati, Kabupaten Bogor. Metode yang digunakan adalah observasi terhadap penduduk dan lingkungan setempat. Mahasiswa KKN berpartisipasi dalam kegiatan penyuluhan tentang pembuatan silase dan produk pupuk organik cair serta pendampingan pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB) dan sertifikasi halal. Hasil studi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan petani dan peternak dalam mengelola limbah pertanian dan perkebunan yang dapat digunakan menjadi produk yang bermanfaat dalam menunjang keberlangsungan pertanian.
Budidaya Edamame (Glycine max (L.) Merr) Secara Organik di PT Dwipa Jawa Organik Boja Farm Bogor Permana, Septian; Yuliawati; Fanani, Muhammad Zainal
Karimah Tauhid Vol. 3 No. 11 (2024): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v3i11.15889

Abstract

Edamame merupakan kedelai sayur yang berasal dari Jepang dan biasa dikonsumsi untuk dijadikan sebagai cemilan dengan cara direbus. Kandungan protein pada edamame sebesar 31,52%. Budidaya Edamame dapat dilakukan secara konvensional ataupun organik. Budidaya secara konvesional secara terus menerus dapat merusak tanah dan keragaman hayati, sehingga perlu beralih pada budidaya sistem organik yang memiliki keunggulan untuk memperbaiki tanah dan meningkatkan nilai C-organik pada tanah. Kuliah Kerja Lapangan (KKL) ini bertujuan untuk menelaah budidaya tanaman edamame secara organik dan analisis usahataninya. Kegiatan dimulai dengan mempersiapkan benih, pengolahan lahan, penanaman, pemeliharaan, hingga panen dan pascapanen. Pengolahan lahan dimulai dengan pembersihan lahan, pengemburan tanah, pembuatan bedengan, dan lubang tanam serta aplikasi pupuk dasar. Penanaman edamame dilakukan dengan jarak tanam 30 cm x 20 cm, dan kedalaman lubang 3-5 cm. Pemeliharaan tanaman meliputi kegiatan penyiraman, pemupukan, penyiangan gulma, serta pengendalian hama dan penyakit. Panen dilakukan ketika kedelai edamame mencapai usia 60-65 hari setelah tanam, dan pascapanen mencakup penyortiran, pencucian, penirisan, dan pengemasan hasil panen. Analisis usahatani tanaman edamame di PT Dwipa Jawa Organik Boja Farm selama satu peridoe tanam dapat menghasilkan 275 kg edamame dengan penerimaan 8.250.000, biaya total sebesar 7.681.133, keuntungan 568.867, R/C sebesar 1.07, BEP produksi 256 kg, dan BEP harga 12.801/kg, sehingga usahatani ini dianggap layak untuk dijalankan.