Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Teknologi Pengeringan Terhadap Mutu Simplisia Seledri Sembiring, Bagem Sofianna Br; Fanani, Muhammad Zainal; Jumiono, Aji
Jurnal Ilmiah Pangan Halal Vol. 4 No. 2 (2022): Jurnal Ilmiah Pangan Halal
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jiph.v4i2.9898

Abstract

The celery plant is one of the vegetable ingredients that is useful as a food flavoring and as a raw material for medicine. Storage of celery in fresh form is not durable’s easily damaged because it contains quotes high water. Drying is one way to preserve celery to make it more durable’s. The activity aims to obtain an effective drying method to produce quality celery Cimplicia. The first step is drying consists of 3 types: oven blower, drying rack (electric), black cloth cover rack, and sunlight (traditional). The next stages of activities include sorting, washing, draining, chopping, drying, and quality analysis. Parameters observed included temperature, humidity, drying time, yield, proximate, flavonoids, and antioxidant activities. The temperature and humidity during the drying process ranged from 41-48⁰C and 36.9-42.5% RH and the drying time ranged from 14-21 hours. The Simplicia water content is below 10%, and the maximum ash content is 12.37%, all according to quality standards. Flavonoid levels and antioxidant activity were significantly different between treatments. The type of drying that is effective in producing quality celery Simplicia is the blower oven (electric). The drying temperature was 41⁰C, the humidity was 36.9%, the moisture content was 8.55%, the ash content was 12.37%, flavonoids were 1.41% and the IC50 value was 697 ppm.
Kajian Produk Olahan Susu Fermentasi Wardhani, Siti Asih; Haris, Helmi; Fanani, Muhammad Zainal
Jurnal Ilmiah Pangan Halal Vol. 5 No. 1 (2023): Jurnal Ilmiah Pangan Halal
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jiph.v5i1.10001

Abstract

Milk is a common ingredient in food for humans. Important substances, particularly animal protein, can be found in milk. Because milk contains nearly all nutrients, it has a high nutritional value. However, lactose intolerance, a key component of milk, prevents some people from drinking it. As a result, it is hoped that fermented milk, a food processing technology that can convert lactose into lactic acid that can be absorbed by the intestines, will be developed so that people who are allergic to milk can take advantage of the nutritional benefits of milk by consuming fermented milk. Yoghurt and kefir are included in the fermented milk.
Pengolahan Selai Buah Pala Pada Skala Industri Rumah Tangga Sembiring, Bagem Br; Fanani, Muhammad Zainal; Haris, Helmi
Jurnal Ilmiah Pangan Halal Vol. 5 No. 2 (2023): Jurnal Ilmiah Pangan Halal
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jiph.v5i2.10621

Abstract

Nutmeg is one of the spice commodities with the main products are seeds, mace, and essential oil. The taste of the flesh of nutmeg is sour, and the gummy is not like. The percentage of nutmeg flesh is much higher than other parts but has not utilized the optimal by people. Blanching by steaming or boiling can reduce the astringency of the nutmeg flesh, apart from soaking in a salt solution. Nutmeg pulp can processed into various products, one of them is jam. The study aims to get the jam product that the panelists like most. The activity consists of blanching (steaming and boiling) at temperatures (80 °C and 90°C) for 15 minutes. The activity stages include handling the nutmeg fruit and flesh according to the treatment, processing it into jam and organoleptic testing of jam for color, aroma, taste, texture, spreadability and pH value. The blanching process can influence the panelists’ level of preference for jam. The average score given by the panelists to the color of the jam was 5.4 (like), aroma 5.3 (like), taste 5.27 (like), and texture 5.33 (like). Blanching by boiling at 90°C for 15 minutes before processing produces the jam product most liked by the panelist
Perbandingan Proksimat, Antioksidan, dan Antosianin pada Berbagai Produk Olahan Pangan dengan Penambahan Pewarna Alami Bunga Telang Iznilillah, Wilna; Jumiono, Aji; Fanani, Muhammad Zainal
Jurnal Ilmiah Pangan Halal Vol. 5 No. 2 (2023): Jurnal Ilmiah Pangan Halal
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jiph.v5i2.10651

Abstract

Bunga telang dengan nama latin Clitoria ternatea merupakan tanaman berasal dari daerah Ternate, Maluku. Bunga telang mempunyai nama yang berbeda disetiap daerah Indonesia maupun negara lainnya. Bunga telang merupakan salah satu tumbuhan yang termasuk dalam keluarga Fabaceae dan sudah banyak dimanfaatkan sebagai sumber makanan karena mengandung karbohidrat, protein, dan lemak. Bunga telang mempunyai warna biru, yang menandakan adanya pigmen tumbuhan yaitu antosianin. Selain memberi warna pada tumbuhan, manfaat lain dari antosianin adalah sebagai sumber antioksidan. Pemanfaatan bunga telang telah banyak digunakan dan ditambahkan pada berbagai produk pangan yang berpotensi sebagai pewarna alami dan dapat menggantikan pewarna sintesis pada produk pangan, diantaranya yaitu pada olahan teh herbal, cendol, es krim, bakso ikan, mie basah, bolu kukus, kerupuk ikan, tempe kedelai, yoghurt, dan marshmallow. Hasil review menunjukkan bahwa perbandingan nilai proksimat, antioksidan dan antosianin dengan penambahan pewarna alami bunga telang pada berbagai olahan pangan mempunyai nilai yang berbeda. Perbedaan nilai proksimat, antioksidan dan antosianin tersebut dapat dipengaruhi oleh metode ekstraksi bunga telang yang digunakan, proses pengolahan produk pangan, jumlah bunga telang yang digunakan dan bahan lain yang tambahkan. Secara umum penambahan pewarna alami bunga telang memberikan pengaruh terhadap nilai proksimat, antioksidan dan antosianin pada berbagai produk pangan.
Pelaksanaan Pengawasan Keamanan Pangan pada Penerbitan Izin Edar P-IRT di Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang Tirtawati, Desi; Fanani, Muhammad Zainal; Jumiono, Aji; Haris, Helmi
Jurnal Ilmiah Pangan Halal Vol. 6 No. 1 (2024): Jurnal Ilmiah Pangan Halal
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jiph.v6i1.10844

Abstract

Izin edar P-IRT yang sekarang dikenal dengan Sertifikasi Pemenuhan Komitmen Produksi Pangan Olahan Industri Rumah Tangga (SPP-IRT) adalah jaminan produk pangan produksi Rumah Tangga yang diberikan secara tertulis oleh Bupati/Walikota yang berada di wilayah kerjanya. Dinas Kesehatan dalam hal ini memiliki fungsi untuk melakukan pengawasan dalam rangka penerbitan izin edar P-IRT untuk menjamin bahwa pangan yang beredar memenuhi standar keamanan pangan dan aman untuk dikonsumsi. Adanya perubahan regulasi terkait perizinan P-IRT menjadikan tanggungjawab Dinas Kesehatan menjadi lebih besar karena hanya dengan membuat surat pernyataan komitmen, para pelaku usaha sudah dapat berproduksi dan mengedarkan  produknya tanpa melalui pemeriksaan terlebih dahulu oleh Dinas Kesehatan. Pemeriksaan oleh Dinas Kesehatan dilakukan 3-6 bulan seteleh nomor izin keluar. Semakin banyaknya izin edar P-IRT yang terbit dan keterbatasan tenaga Distric Food Inspector (DFI) di daerah menjadi kendala dalam pengawasan dalam rangka penerbitan izin edar P-IRT di Kabupaten Tangerang. Karenanya dilakukan kegiatan-kegiatan pengawasan keamanan pangan yang dapat mendukung program keamanan pangan di wilayah Kabupaten Tangerang  yang bertujuan memberikan perlindungan kepada Masyarakat dari peredaran pangan yang tidak memenuhi standar Kesehatan
Perkembangan Teknologi Pengemasan dan Penyimpanan Produk Pangan Ropikoh, Siti; Widjayanti, Widjayanti; Idris, Muhammad; Nuh, Gifar Muhammad; Fanani, Muhammad Zainal
Jurnal Ilmiah Pangan Halal Vol. 6 No. 1 (2024): Jurnal Ilmiah Pangan Halal
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jiph.v6i1.12668

Abstract

Perkembangan penggunaan kemasan produk pangan sudah ada sejak zaman prasejarah. Perbedaan yang signifikan adalah tujuan penggunaan kemasan. Teknologi memiliki peranan penting dalam perkembangan kemasan produk pangan. Tren fungsional kemasan produk pangan saat ini adalah salah satunya ramah lingkungan. Hal ini disebabkan produk pangan memiliki sifat berkelanjutan, sehingga penting untuk mencari solusi ini. Biodegradable packaging bisa menjadi solusi dalam permasalahan ini. Sebab jenis kemasan ini dapat terurai di lingkungan atau bisa disebut juga sebagai kemasan ramah lingkungan. Metode penelitian yang digunakan dalam review jurnal ini adalah pendekatan kualitatif dengan studi literatur. pendekatan kualitatif dipilih karena metode ini dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam dan detail mengenai fenomena yang diteliti. Penulis menggunakan studi literatur sebagai sumber data yang dapat diandalkan dan relevan untuk memperoleh informasi terkait produk pangan lokal. Menurut penelitian Biodegradable Packaging dapat menjadi solusi dalam permasalah “kemasan ramah lingkungan”, namun tetap harus dengan bergantung pada campuran bahan bio-nano komposit dan polimer, yang akan meningkatkan kinerjanya.
Perbandingan Pengemasan Produk Pangan Olahan Semi Basah Iznilillah, Wilna; Jumiono, Aji; Fanani, Muhammad Zainal
Jurnal Ilmiah Pangan Halal Vol. 6 No. 1 (2024): Jurnal Ilmiah Pangan Halal
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jiph.v6i1.13036

Abstract

Pangan semi basah merupakan jenis makanan dengan campuran yang mengandung karbohidrat, lemak, protein dan komponen lain yang mengalami perubahan kimia. Produk pangan olahan semi basah tetap akan mudah mengalami kerusakan apabila tidak dikemas dengan baik. Pengemasan yang sesuai dapat menekan kerusakan produk selama waktu tertentu. Pengemasan pada bahan pangan merupakan suatu cara untuk mencegah kontaminasi dari lingkungan luar produk. Produk pangan olahan semi basah terdiri dari Dodol, Sale Pisang, Bika Ambon, Gethuk, Dendeng, Terasi dan Brownies. Setiap produk olahan pangan semi basah dapat dikemas menggunakan jenis kemasan yang berbeda, sesuai dengan karakteristik atau sifat dari pangan olahannya. Produk dodol dapat dikemas menggunakan kertas laminasi karena dapat mengurangi sifat lengket dibandingkan dengan menggunakan kertas lilin. Produk sale pisang dapat dikemas menggunakan kemasan vakum HDPE. Produk bika ambon dapat dikemas menggunakan kemasan plastik mika atau paper bag. Produk getuk dapat dikemas menggunakan kemasan plastik Polipropilen atau menggunakan plastik Polietilen. Produk dendeng dapat dikemas menggunakan plastik standing pouch, kemasan alumunium foil kombinasi plastik transparan, atau kemasan jar kaca. Produk terasi dapat dikemas menggunakan daun pisang, kemasan alumunium foil atau kemasan HDPE. Produk brownies dapat dikemas menggunakan plastik Polietilen. plastik yang kedap udara, atau menggunakan bahan kertas sehingga lebih ramah lingkungan.
Analisis Pengendalian Mutu Kemasan Produk Mi Instan X dengan Metode Six Sigma di PT. Y Kusumaningrum, Julia; Haris, Helmi; Fanani, Muhammad Zainal; Jumiono, Aji; Amalia, Lia
Jurnal Ilmiah Pangan Halal Vol. 6 No. 2 (2024): Jurnal Ilmiah Pangan Halal
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jiph.v6i2.15808

Abstract

PT. Y merupakan perusahaan yang bergerak di bidang industri makanan yang memproduksi mi instan yang dikemas dengan kemasan plastik dan ditambah dengan bumbu sesuai jenis rasa.  Selama proses produksi berjalan, ditemukan adanya produk yang cacat atau kerusakan pada kemasannya.  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis cacat/ defect, melakukan analisis faktor-faktor penyebab cacat/defect dari produk yang sering terjadi dan menyusun upaya perbaikan dengan menggunakan metode Six Sigma yang terdiri atas tahap Define, Measure, Analyze, Improve dan Control (DMAIC).  Hasil penelitian menunjukkan bahwa perusahaan Y memiliki nilai sigma sebesar 4,06. Melalui hasil analisis yang dilakukan diketahui bahwa terdapat 3 cacat/defect yang dominan terjadi pada pengemasan produk mi instan merk X yaitu kemasan berlubang tertusuk mi sebesar 39,464%, mi tertekan seal kemasan/gencet mi sebesar 24,138% dan kemasan meletus sebesar 16,475%.  Faktor penyebab kerusakan kemasan produk berasal dari faktor manusia, metode, bahan dan mesin.  Usulan perbaikan yang direkomendasikan yaitu pembentukan tim Quality Improvement, adanya penambahan Instruksi Kerja (IK) untuk pengecekan tekanan conveyor busa di mesin packing dan IK untuk penyortiran mi, mencari bahan kemas dan busa penekan yang lebih tepat, maintenance dan perbaikan untuk mesin slitter, perbaikan thermocontrol dan pengadaan singkron untuk conveyor busa penekan dan conveyor mi.
Glikosida Steviol Sebagai Pemanis Rendah Kalori Berbasis Ekstrak Stevia Sembiring, Bagem Br; Mardiah, Mardiah; Fanani, Muhammad Zainal
Jurnal Ilmiah Pangan Halal Vol. 6 No. 2 (2024): Jurnal Ilmiah Pangan Halal
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jiph.v6i2.15857

Abstract

Gula sebagai salah satu bahan aditif yang dapat menambah rasa manis atau nikmat pada makanan ataupun minuman. Kebutuhan terhadap gula cukup tinggi karena merupakan kebutuhan sehar-hari. Untuk memenuhi permintaan, pemerintah melakukan impor dan ada beberapa perusahaan menciptakan gula buatan tetapi dapat berdampak negatif terhadap kesehatan manusia. Daun stevia mengandung glikosida steviol pemberi rasa manis rendah kalori dan dapat diperoleh melalui proses ekstraksi. Stevia dapat diolah menjadi berbagai jenis bentuk produk, seperti simplisia,ekstrak kering, tablet, teh. Selain sebagai pemanis, daun stevia bermanfaat untuk kesehatan.  Mutu simplisia dipengaruhi oleh proses pengeringan dan mutu ekstrak dipengaruhi oleh mutu simplisia sebagai bahan baku ekstraksi. Kualitas ekstrak berhubungan dengan senyawa metabolit sekunder dipengaruhi oleh jenis pelarut dan konsentrasi pelarut, lama ekstraksi, suhu, kehalusan bahan, perbandingan bahan dengan pelarut dan metode ekstraksi. Jenis pelarut yang efektif untuk mengekstrak stevioside adalah air dan etanol. Ekstrak stevia rasanya lebih manis dibandngkan gula tebu teapi memiliki rasa sedikit pahit.
The Resilience Power and Existence of Pesantren Lirboyo and Al-Falah Kediri During the Post-Covid 19 Pandemic Fanani, Moh. Zainal
Didaktika Religia Vol. 10 No. 2 (2022): December
Publisher : Postgraduate Program, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kediri, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/didaktika.v10i2.9

Abstract

This study looks at how Pesantren Lirboyo and al-Falah Ploso in Kediri have kept going during the pandemic. It looks at how these institutions have become more resilient. This study uses a qualitative approach, with the subjects being Pesantren Lirboyo and al-Falah Ploso in Kediri. The findings showed that Pesantren Lirboyo and Ploso Kediri have taken the following steps to make their pesantren more resilient: The strategy used by Pesantren Lirboyo and Al-Falah Ploso in Kediri to stay strong during the pandemic has several key parts. These include keeping the cottage clean and following health rules, using indicators of a strong pesantren, getting support from the government, preparing students who will return to the pesantren, and working with the covid task force. 2) Pesantren Lirboyo and Ploso in Kediri have made these efforts to become more resilient: A healthy pesantren, prepared human resources, sufficient budgets, students understand the indicators of resilience, students adopt a lifestyle, cottage environment is clean. The preparation of health facilities, the support of students’ guardians, and the instilling of belief in students that the outbreak of the Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) is a test from Allah. 3) Lirboyo and Ploso in Kediri face challenges in becoming a more resilient pesantren. These include difficulties in implementing health protocols, a lack of familiarity with online learning, the lengthy process of returning students to pesantren, and the absence of dedicated facilities for student quarantine.
Co-Authors Addy Rachmat Ahyarudin, Aang ALI NURMANSYAH Almunady T. Panagan Apriliani, Nindi Arifah Rahayu BAGEM BR SEMBIRING, BAGEM BR Bambang Yudhono Baswir, Irdawati Budi Hartono Dadan Hindayana Dede Maryana Deon, Donisius Sufardi Desnelli Desnelli Dewi, Intan Nurmala Dyah Ika Rinawati Effendi Nawawi Fadmajani, Arfah Fajri , Muhamad Nizarul Fakhili Gulo Hari Dwi Utami Hasanuddin Hasanuddin Hasanudin hasanudin Helmi Haris Helmia Tasti Adri Herdes, Ali Furqan Hermawan, Aflian Febriansyah Hidayat, Andi Muhammad Indradewa, Rhian Irfan, Budi Irman Suherman Jeffry Pane Kartiko, Hendro Khairul Jamil Kusumaningrum, Julia Lestari, Roswita Puji Lia Amalia Maesaroh, Mia Mardiah Mardiah Mardiah Miksusanti Miksusanti Mohammad Habiel Baihaqi Muhamad Leon Habibi Muhammad Idris Muhammad Said Muhammad Said Mulya, Sahnur Nailufar, Rifa Yasmin Nami Lestari, Nami Nani Yulianti Novita Apriyani Nuh, Gifar Muhammad Permana, Septian Prabowo Prabowo Pratama, Andy Rio Suryo Rasmitadila, Rasmitadila RAUF, AUNU Richard E. M. F. Osak Ridwan Rachmat Riyani Rizkina, Dian Roestamy, Martin Ropikoh, Siti Saputra, Raden Galihati Hasan Sari, Fera Indah Sembiring, Bagem Sofianna Br Sesrita, Afridha Setyono Setyono, S. Sri Widowati Syahid, Fahri Rizal Syahrir Akil Tiara Amanda Lestari Tirtawati, Desi Tobing , Oktavianus Lumban Tri Kurnia Dewi Utama, Muhamad Akbar Veriana Romarito Situmorang Wardhani, Siti Asih Warrowa, Vinka Wicaksono, Yoedi Widjayanti, Widjayanti Wilna Iznilillah Yanyan Mulyaningsih Yulianti, Aulia Rahma Yuliawati