Claim Missing Document
Check
Articles

BIODEGRADATION OF POLYBLEND POLYPROPILENE- PALM OIL-AMYLUM BY Bacillus subtilus AND Clostridium botulinum Zainal Fanani; Miksusanti Miksusanti; Desnelli Desnelli
Indonesian Journal of Chemistry Vol 3, No 3 (2003)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (118.067 KB) | DOI: 10.22146/ijc.21882

Abstract

It had been done a biodegradation polyblend from blending polypropilene-palm oil-amylum with three composition of polyblend i.e polyblend A 80% polypropilene- 19.5% palm oil- 0.5% amylum, poliblend B 80% polypropilene- 19% palm oil- 1% amylum and polyblend C 80% polypropilene-18% palm oil- 2% amylum by B. subtilus and C. botulinum, time incubation was twenty five days. The characterization of polyblend before and after biodegradation has done with FTIR, DTA, Viscometre and tensile strength of polyblend. The result showed that Bacillus subtilus and Clostridium botulinum can biodegradate polyblend and make holes as well as chink on polyblend especially polyblend C, because it has more carbohidrat than polyblend A and B. Analysis from FTIR showed compatible of poliblend because it did not have a new function group and did not change of wavelength. Data of tensile strength showed lower value after biodegradation at polyblend C and from DTA and Viscometre showed lower melting point and lower average molecule weight, respectively.
ANALISIS PENGENDALIAN PERSEDIAAN MATERIAL SUKU CADANG STANDAR PADA PESAWAT NC 212I DENGAN METODE EOQ Studi Kasus: PT Dirgantara Indonesia Mohammad Habiel Baihaqi; Zainal Fanani Rosyada
Industrial Engineering Online Journal Vol 11, No 4 (2022): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2022
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakBagi perusahaan produksi, bagian persediaan material kerap terjadi inefisiensi. Karena sering terjadi kesalahan seperti kelebihan pemesanan material, kekurangan material, dan masalah lainnya. Untuk menghindari hal tersebut perusahaan perlu melakukan pengendalian material. Penelitian ini akan membahas masalah persediaan material suku cadang standar pada perakitan Pesawat NC212i PT Dirgantara Indonesia. Ketika material tidak tersedia saat dibutuhkan, proses kerja akan berhenti kemudian jadwal produksi menjadi mundur sehingga pengantaran produk kepada pelanggan terlambat dan perusahaan wajib membayar denda. Namun, apabila material melebihi jumlah yang dibutuhkan akan mengakibatkan meningkatnya biaya penyimpanan. Penyimpanan terlalu lama akan menyebabkan material suku cadang standar berkarat dan rusak sehingga menjadi sampah. Cara untuk menghindarinya yakni mengendalikan persediaan menggunakan metode Economic Order Quantity (EOQ). Metode ini menghasilkan jumlah pemesanan ekonomis agar persediaan tidak berlebih dengan mempertimbangkan biaya pesan, biaya simpan, dan jumlah pemakaian material selama periode 2019. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa biaya total persediaan yang dikeluarkan dengan menggunakan metode EOQ lebih rendah dibandingkan dengan menggunakan metode yang diterapkan perusahaan.Kata kunci : Economic Order Quantity (EOQ), Reorder Point, Safety Stock, Persediaan, Biaya Persediaan, Material Suku Cadang Standar, PesawatFor production companies, inefficiency in the material inventory section often occurs. Because errors often occur such as excess material orders, material shortages, and other problems. To avoid this, the company needs to carry out material control. This study will discuss the problem of stocking standard spare parts on the NC212i aircraft assembly of PT Dirgantara Indonesia. When the material is not available when needed, the work process will stop then the production schedule will be delayed so that the delivery of the product to the customer is late and the company must pay a fine. However, if the material exceeds the required amount, it will result in increased storage costs. Storage for too long will cause the standard spare parts material to rust and be damaged so that it becomes garbage. The way to avoid this is to control inventory using the Economic Order Quantity (EOQ) method. This method produces an economical number of orders so that inventory is not excessive by considering ordering costs, holding costs, and the amount of material used during the 2019 period. The calculation results show that the total cost of inventory issued using the EOQ method is lower than using the method applied by the company.Keyword: Economic Order Quantity (EOQ), Reorder Point, Safety Stock, Inventory, Inventory Cost, Standard Spare Part Material, Aircraft
INTERFERENSI KEHADIRAN PREDATOR TERHADAP KEEFEKTIFAN PARASITOID Anagyrus lopezi De Santis (Hymenoptera: Encyrtidae) Muhammad Zainal Fanani; Aunu Rauf; Nina Maryana; Ali Nurmansyah; Dadan Hindayana
JURNAL AGRONIDA Vol. 9 No. 1 (2023): Jurnal Agronida
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jag.v9i1.7172

Abstract

Parasitoid A. lopezi dintroduksikan ke Indonesia pada 2014 untuk mengendalikan kutu putih asing invasif P. manihoti. A. lopezi berinteraksi dengan predator P. ramburi dan C. montrouzieri pada pertanaman singkong yang terserang kutu putih P. manihoti. Penelitian bertujuan untuk mengkaji pengaruh interferensi kedua predator terhadap keefektifan A. lopezi pada P. manihoti. Percobaan dilakukan di dalam laboratorium dengan menggunakan cawan petri dan kurungan serangga. Nimfa kutu putih instar-3 dipaparkan pada kedua predator selama 24 jam. Pengamatan dilakukan terhadap perilaku parasitoid dan tingkat pemangsaan predator. Kehadiran predator berpengaruh nyata terhadap penurunan masa kunjungan, masa penemuan inang, dan jumlah telur yang berhasil diletakkan oleh A. lopezi pada nimfa kutu putih. Kedua larva predator mampu memangsa kutu putih yang tidak terparasit dan yang terparasit umur 1-8 hari. Predator mampu mendikriminasi kutu putih yang terparasit umur 14 hari (mumi). Pemangsaan predator terjadi pada kutu putih yang terparasit umur 1-, 3-, dan 8- hari. Kombinasi parasitoid dengan kedua predator menunjukkan adanya interaksi antagonis. Kehadiran predator P. ramburi dan C. mountrouzieri menurunkan tingkat parasitisme A. lopezi pada P. manihoti.
Optimization of pretreatment in delignification of hyacinth biomass for ethanol production Effendi Nawawi; Zainal Fanani; Fakhili Gulo
Jurnal Pendidikan Kimia (JPKIM) Vol 15, No 1 (2023): April
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1393.189 KB) | DOI: 10.24114/jpkim.v15i1.43652

Abstract

Water hyacinth (Eichhornia crassipes) is one of the potential feedstocks for bioethanol production due to their higher cellulose content. It needs the optimization of pretreatment to remove lignin and release cellulose and hemicellulose from lignocellulosic complex. Pretreatment was done using sulfuric acid, sodium hydroxide, and calcium hypochlorite as soaking agents. Experiment was carried out at 121 °C for 15 minutes. Pretreatment with 1% sulfuric acid decreased lignin by 6.74%, 4.0% sodium hydroxide reduced lignin content by 11.23%, whereas pretreatment with 0.3% calcium hypochlorite removed lignin by 8.30% from original lignin content lignocellulosic substrate. Therefore, sodium hydroxide pretreatment showed highest efficacy in delignification processes, followed by calcium hypochlorite, and sulfuric acid pretreatments.Keywords: Lignin reduction; Lignocellulose; Pretreatment; Water hyacinth
Suppression of the Cassava Mealybug Populations, Phenacoccus manihoti (Hemiptera: Pseudococcidae) By Natural Enemies Fanani, Muhammad Zainal; Rauf, Aunu; Maryana, Nina; Nurmansyah, Ali; Hindayana, Dadan; Rahayu, Arifah; Setyono, S.; Roestamy, Martin
ASEAN Journal of Science and Engineering Vol 4, No 2 (2024): AJSE: September 2024
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/ajse.v4i2.72573

Abstract

The most dominant mealybug species found on cassava is Phenacoccus manihoti. Parasitoid Anagyrus lopezi is a biological agent of P. manihoti in many countries. Monitoring the incidence and population of mealybug and the percentage of parasitization were done, as well as the population of ants and predator insects for 12 consecutive months. The highest incidence and attack rate of mealybugs were 26 and 64%, respectively, during the dry season. A. lopezi was able to suppress the population of P. manihoti between 2-17 individuals per plant with a parasitization rate varied from 12 to 46%. Our study showed that the parasitization rate of A. lopezi increased significantly with the increase in mealybug density. Predators P. ramburi and C. montrouzieri were found in low populations and have not had a significant impact on the mealybug population. Our study demonstrated the important role of natural enemies in suppressing the mealybug population on cassava
DINAMIKA POPULASI KUTU PUTIH Paracoccus marginatus Williams & Granara de Willink (HEMIPTERA: PSEUDOCOCCIDAE) DAN MUSUH ALAMINYA PADA TANAMAN SINGKONG Fanani, Muhammad Zainal; Rauf, Aunu; Maryana, Nina; Nurmansyah, Ali; Hindayana, Dadan
JURNAL AGRONIDA Vol. 10 No. 1 (2024): Jurnal Agronida
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jag.v10i1.12629

Abstract

Kutu putih Paracoccus marginatus Williams & Granara de Willink (Hemiptera: Pseudococcidae) merupakan salah satu  hama yang paling dominan pada tanaman singkong (Manihot esculenta). Hama ini pertama kali terdeteksi di Indonesia pada tahun 2008. Parasitoid Acerophagus papayae Noyes & Schauff (Hymenoptera: Encyrtidae) merupakan agens hayati eksotik yang potensial mengendalikan kutu putih di banyak negeri. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dinamika penekanan populasi P. marginatus oleh musuh alami di lapang. Monitoring dilakukan dengan cara mengamati 50 tanaman contoh setiap bulannya. Peubah yang diamati meliputi insidensi serangan dan populasi kutu putih, persentase parasitasi dan hiperparasitasi serta populasi predator pada tiga kebun singkong selama 12 bulan berturut-turut. Insidensi serangan dan tingkat serangan kutu putih tertinggi masing-masing sebesar 26% dan 64% terjadi pada musim kemarau. Parasitoid A. papayae mampu menekan populasi P. marginatus antara 1-15 ekor per tanaman dengan tingkat parasitisasi 9-16%. Dinamika parasitisasi parasitoid bergantung pada kelimpahan kutu putih di lapangan. Hiperparasitoid yang ditemukan menyerang parasitoid tersebut adalah Chartocerus sp. (Hymenoptera: Signiphoridae) dan Prochiloneurus sp. (Hymenoptera: Encyrtidae). Hiperparasitisasi Chartocerus sp. pada A. papayae berkisar 0.87-1.05%, sedangkan hiperparasitisasi Prochiloneurus sp. pada A. papayae berkisar 0.47-1.35% per tanaman. Predator Plesiochrysa ramburi dan Cryptolaemus montrouzieri sangat rendah populasinya di lapangan sehingga tidak memberikan dampak yang nyata terhadap fluktuasi populasi kutu putih.
Pengaruh Perbedaan Waktu dan Suhu Pengeringan Terhadap Aktivitas Antioksidan Teh Herbal Daun Kelapa Sawit dengan Metode Oven-Dried Kartiko, Hendro; Fanani, Muhammad Zainal
Jurnal Ilmiah Pangan Halal Vol. 3 No. 2 (2021): Jurnal Ilmiah Pangan Halal
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jiph.v3i2.9702

Abstract

Daun kelapa sawit mengandung senyawa polifenol seperti flavonoid yang diketahui memiliki sifat antioksidan. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Kimia Politeknik Kelapa Sawit Citra Widya Edukasi, Bekasi. Analisis kandungan antioksidan dan IC50 dilakukan di Laboratorium Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Lampung. Penelitian ini dilakukan selama 2 bulan dari Januari–Februari 2022. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan 6 perlakuan yaitu pengeringan selama 24 jam pada suhu 70 ℃ (P1), pengeringan selama 24 jam pada suhu 60 ℃ (P2), pengeringan selama 24 jam. jam pada suhu 50℃ (P3), pengeringan selama 22 jam pada suhu 70℃ (P4), pengeringan selama 22 jam pada suhu 60℃ (P5), pengeringan selama 22 jam pada suhu 50℃ (P6), dengan tiga kali pengulangan. Daun lontar yang sudah kering dihaluskan menggunakan blender, kemudian dimasukkan ke dalam kantong teh seberat 2 gram per kantong. Selanjutnya aktivitas antioksidan diuji dengan menghitung proporsi (%) penghambatan serapan 2-diphenyl-1-picrylhydrazyl (DPPH). Analisis data organoleptik dilakukan dengan memilih 10 responden berusia 20-25 tahun. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa aktivitas antioksidan tertinggi terdapat pada perlakuan pengeringan selama 22 jam pada suhu 60℃ (P5) dengan aktivitas antioksidan sebesar 90,6754%.
Telur Omega-3: Proses Pembuatan, Pengamatan Kualitas, Foodborne Disease dan Manfaat Bagi Kesehatan Lestari, Roswita Puji; Haris, Helmi; Fanani, Muhammad Zainal; Jumiono, Aji
Jurnal Ilmiah Pangan Halal Vol. 3 No. 2 (2021): Jurnal Ilmiah Pangan Halal
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jiph.v3i2.9707

Abstract

Telur menjadi salah satu sumber protein hewani yang cukup murah dan mudah diperoleh sehingga sering dikonsumsi sebagai lauk pauk oleh banyak orang. Telur Omega-3 merupakan produk inovasi dari telur. Dimana ayam petelur diberikan pakan khusus untuk meningkatkan kandungan omega-3 pada telur ayam. Dengan tujuan peningkatan nilai gizi pada telur. Berdasarkan latar belakang tersebut penulisan ini bertujuan untuk mereview penelitian terdahulu mengenai proses pembuatan telur omega-3, membahas mengenai cara untuk menentukan kualitas telur omega-3 dibandingan dengan telur ayam biasa, kontaminasi yang mungkin akan terjadi, dan manfaat dari mengkonsumsi telur omega-3 bagi kesehatan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif menggunakan data primer dengan mereview jurnal, buku, dan sumber lainnya yang berkaitan dengan pembuatan telur omega-3. Manfaat dari mengkonsumsi telur omega-3 dari hasil review adalah mengurangi peradangan pada retina dan saraf optik, meningkatkan sensitivitas insulin, sangat baik bagi kesehatan tubuh terutama untuk perkembangan otak balita dan pencegahan penyakit degeneratif pada manula. Dengan segala manfaat tersebut telur omega-3 dapat menjadi sumber protein hewani yang murah dan kaya akan manfaat.
Potensi Pengembangan Produk Susu Bebas Laktosa Bagi Penderita Lactose Intolerance Wicaksono, Yoedi; Fanani, Muhammad Zainal; Jumiono, Aji
Jurnal Ilmiah Pangan Halal Vol. 4 No. 1 (2022): Jurnal Ilmiah Pangan Halal
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jiph.v4i1.9826

Abstract

Intoleransi laktosa adalah kondisi yang dialami oleh seseorang yang tidak dapat mencerna atau menyerap laktosa, kondisi ini dikenal sebagai patofisiologi resistensi laktose atau kerusakan lapisan sel epitel saluran pencernaan. Penelitian telah menunjukkan bahwa pasien penderita LI yang mengikuti diet ketat bebas laktosa sering menderita berbagai kekurangan nutrisi yang dapat menimbulkan berbagai kerugian kesehatan, seperti disfungsi kekebalan tubuh, kesehatan usus besar, dan lain sebagainya. Berbagai upaya telah dilakukan untuk pengembangan produk makanan bebas laktosa yang diperkaya nutrisi. Salah satunya adalah susu bebas laktosa yang membantu orang yang tidak dapat mencerna laktosa dan memungkinkan mereka untuk menikmati rasa susu tanpa gejala pencernaan yang tidak nyaman akibat mengonsumsi laktosa. Tetapi di sisi lain penjualan susu bebas laktosa terus meningkat. Bahkan pasar susu bebas laktosa adalah segmen dengan pertumbuhan tercepat di industri susu. Produk susu bebas laktosa diperkirakan akan mencapai omset €9 miliar pada tahun 2022 dan terus melampaui produk susu secara keseluruhan (7,3% vs. 2,3%). Meskipun demikian hanya sedikit penelitian yang dipublikasikan tentang susu bebas laktosa, bahkan lebih sedikit lagi mengenai preferensi konsumen dan kebiasaan pembeliannya. Penting untuk memahami keinginan dan persepsi konsumen di sekitarnya untuk mendukung industri susu dalam menyediakan produk susu bebas laktosa yang dibutuhkan konsumen.
Proses Pengolahan Telur Beku Lestari, Tiara Amanda; Jumiono, Aji; Fanani, Muhammad Zainal; Akil, Syahrir
Jurnal Ilmiah Pangan Halal Vol. 4 No. 1 (2022): Jurnal Ilmiah Pangan Halal
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jiph.v4i1.9829

Abstract

Telur adalah salah satu sumber protein hewani yang sangat digemari oleh masyarakat karena rasanya lezat dan harganya yang murah sehingga konsumsi telur di Indonesia meningkat setiap tahunnya. Keunggulan nutrisi pada telur menyebabkan telur sangat disukai mikroorganisme sehingga menjadikan telur mudah rusak, sebab itu perlu dilakukan proses pengawetan telur untuk memperpanjang masa simpan salah satunya yaitu pembuatan telur beku. Penulisan artikel ini dilakukan secara deskriptif dengan menggunakan metode review literature atau penelusuran pustaka. Telur beku dapat memiliki masa simpan enam bulan sampai satu tahun. Proses pembuatan telur beku diawali dengan proses candling, pencucian, pemisahan kuning dan putih telur, pasteurisasi, dan penyimpanan pada suhu dingin.