Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Pemberdayaan pasien hipertensi melalui latihan kombinasi progressive muscle relaxation dengan aromaterapi lavender sebagai upaya pencegahan kegawatdaruratan kardiovaskular Muh Nur Syamsu; Anas Kiki Anugrah; Ramli Herikzah
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i2.38688

Abstract

AbstrakHipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang memiliki prevalensi tinggi dan berpotensi menimbulkan kegawatdaruratan kardiovaskular apabila tidak dikelola dengan baik. Selain terapi farmakologis, diperlukan upaya promotif dan preventif melalui intervensi non-farmakologis yang dapat dilakukan secara mandiri oleh pasien. Salah satu pendekatan yang dapat dilakukan adalah melalui teknik relaksasi dan penggunaan aromaterapi sebagai bagian dari manajemen stres pada pasien hipertensi. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan pasien hipertensi melalui peningkatan pengetahuan dan keterampilan dalam melakukan latihan kombinasi Progressive Muscle Relaxation (PMR) dengan aromaterapi lavender sebagai upaya pencegahan kegawatdaruratan kardiovaskular. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi penyuluhan kesehatan mengenai hipertensi dan risiko kegawatdaruratan kardiovaskular, demonstrasi serta pelatihan latihan Progressive Muscle Relaxation yang dikombinasikan dengan penggunaan aromaterapi lavender, serta pendampingan praktik kepada peserta. Kegiatan dilaksanakan melalui ceramah interaktif, praktik langsung, dan diskusi untuk meningkatkan pemahaman serta keterampilan peserta dalam menerapkan teknik relaksasi secara mandiri. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta mengenai hipertensi dan pencegahan kegawatdaruratan kardiovaskular, meningkatnya keterampilan peserta dalam mempraktikkan teknik Progressive Muscle Relaxation yang dikombinasikan dengan aromaterapi lavender, serta respon positif dari peserta terhadap penerapan latihan relaksasi sebagai terapi pendukung dalam mengelola stres dan tekanan darah. Dapat disimpulkan bahwa pemberdayaan pasien hipertensi melalui latihan kombinasi Progressive Muscle Relaxation dengan aromaterapi lavender merupakan pendekatan yang efektif, sederhana, dan mudah diterapkan sebagai upaya pencegahan kegawatdaruratan kardiovaskular. Program ini direkomendasikan untuk dikembangkan secara berkelanjutan di fasilitas pelayanan kesehatan dan komunitas masyarakat. Kata kunci: aromaterapi lavender; hipertensi; pemberdayaan masyarakat; progressive muscle relaxation; pencegahan kardiovaskuler AbstractHypertension is one of the most common public health problems and has the potential to cause cardiovascular emergencies if it is not properly managed. In addition to pharmacological therapy, promotive and preventive approaches through non-pharmacological interventions that can be applied independently by patients are also needed. One approach that can be implemented is relaxation techniques combined with aromatherapy as part of stress management for patients with hypertension. This community service program aims to empower patients with hypertension by improving their knowledge and skills in performing a combination of Progressive Muscle Relaxation (PMR) exercises and lavender aromatherapy as an effort to prevent cardiovascular emergencies. The implementation methods included health education regarding hypertension and the risk of cardiovascular emergencies, demonstration and training of Progressive Muscle Relaxation combined with the use of lavender aromatherapy, and practical assistance for participants. The activities were carried out through interactive lectures, direct practice, and discussions to enhance participants' understanding and ability to apply relaxation techniques independently. The results of the program indicated an improvement in participants’ knowledge regarding hypertension and the prevention of cardiovascular emergencies, increased skills in practicing Progressive Muscle Relaxation combined with lavender aromatherapy, and positive responses from participants toward the use of relaxation exercises as a supportive therapy for stress management and blood pressure control. In conclusion, empowering patients with hypertension through a combination of Progressive Muscle Relaxation exercises and lavender aromatherapy is an effective, simple, and applicable approach to support the prevention of cardiovascular emergencies. This program is recommended to be implemented sustainably in healthcare facilities and community settings. Keywords: cardiovascular emergency prevention; community empowerment; hypertension; lavender aromatherapy; progressive muscle relaxation
’’Stop Bullying’’ ,Meningkatkan Kesadaran dan Empati Siswa Melalui Metode Brainstorming Rustam Aji; Dewi Lusiana; Leni Marlina; Sherly Ratih Frichesyarius Santi Ajhie; Roro Ajhie Ayuningtya; Wirawan Shakty; Agus Setia Budi; Anas Kiki Anugrah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Cendikia Jenius Vol. 3 No. 1 (2025): Desember 2025
Publisher : CV. CENDIKIA JENIUS INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70920/pengabmaskes.v3i1.344

Abstract

This community service activity aimed to increase students’ awareness and empathy toward bullying behavior through the implementation of the brainstorming method in a school setting. The program was conducted at SMK 10 Rejang Lebong and involved 35 students from grades X, XI, and XII, as well as teachers and educational staff. The implementation method applied a Participatory Action Research (PAR) approach, including interactive health education sessions, case studies, group discussions, and simulation through role-playing. Evaluation was carried out using pre-test and post-test instruments to measure changes in students’ understanding. The results showed a significant improvement in students’ knowledge and awareness of bullying, including its definition, types, impacts, and prevention strategies. The percentage of correct responses increased from 5.71% in the pre-test to 94% in the post-test regarding bullying prevention, and from 8.57% to 91.4% regarding the effectiveness of the brainstorming method. In conclusion, the brainstorming method proved effective as an educational strategy to promote a safe, inclusive, and bullying-free school environment.
Pengaruh Edukasi Kegawatdaruratan Jantung terhadap Tekanan Darah dan Kesiapsiagaan Jantung pada Usia Produktif Muhammad Ifadh Arifqy Jayusman; Vidya Urbaningrum; Suanda Saputra; Anas Kiki Anugrah; luh Ade Lela Arika
Jurnal Skolastik Keperawatan Vol 11 No 02 (2025): Juli-Desember
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Advent Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35974/sgrfd391

Abstract

Pendahuluan: Penyakit kardiovaskular dan hipertensi merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada usia produktif. Rendahnya kesiapsiagaan masyarakat dalam mengenali dan menangani kegawatdaruratan jantung meningkatkan risiko komplikasi. Edukasi kegawatdaruratan jantung menjadi salah satu strategi promotif–preventif yang berpotensi meningkatkan kesiapsiagaan jantung serta membantu pengendalian tekanan darah. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh edukasi kegawatdaruratan jantung terhadap tekanan darah dan kesiapsiagaan jantung pada usia produktif. Tujuan:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh edukasi kegawatdaruratan jantung terhadap tekanan darah dan kesiapsiagaan jantung pada usia produktif. Metode: Penelitian menggunakan desain kuasi-eksperimen dengan pendekatan one group pretest–posttest yang dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Suka Indah. Sebanyak 40 responden usia produktif dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Intervensi berupa edukasi kegawatdaruratan jantung diberikan secara terstruktur. Pengukuran tekanan darah dan tingkat kesiapsiagaan jantung dilakukan sebelum dan sesudah intervensi, dengan analisis data menggunakan uji Wilcoxon. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden berusia 40–50 tahun dan didominasi oleh perempuan. Sebelum intervensi, sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan kardiovaskular yang rendah. Setelah edukasi, terjadi peningkatan pengetahuan yang signifikan, ditandai dengan meningkatnya responden berpengetahuan baik dan tidak ditemukannya lagi responden dengan pengetahuan rendah. Kesimpulan:Disimpulkan bahwa edukasi kegawatdaruratan jantung berpengaruh terhadap peningkatan kesiapsiagaan jantung serta berkontribusi dalam pengendalian tekanan darah pada usia produktif.
Peningkatan Penerapan Manajemen Terpadu Balita Sakit (MTBS) Berbasis Masyarakat Arif Rahman; Nurul Jannah; Imam Fajlurrahman; Anas kiki Anugrah
Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/ba-jpm.v6i1.3915

Abstract

Manajemen Terpadu Balita Sakit merupakan strategi komprehensif yang dikembangkan untuk menurunkan angka kesakitan dan kematian balita melalui penilaian terpadu, klasifikasi kasus, serta tata laksana awal yang tepat. Namun, penerapannya di tingkat komunitas masih menghadapi berbagai kendala, terutama keterbatasan kapasitas kader dan rendahnya pemahaman ibu balita. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan penerapan Manajemen Terpadu Balita Sakit Berbasis Masyarakat di Desa Penapali melalui pelatihan kader, edukasi ibu balita, simulasi penilaian balita sakit, dan pendampingan posyandu. Metode yang digunakan adalah pemberdayaan masyarakat dengan tahapan persiapan, pelatihan, edukasi, pendampingan, serta monitoring dan evaluasi. Kegiatan dilaksanakan pada November 2025 dengan melibatkan 15 kader posyandu dan 30 ibu balita. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan pengetahuan dan keterampilan kader, ditandai dengan peningkatan nilai pengetahuan dari rata-rata 56 menjadi 87 serta kemampuan penilaian balita sakit yang mencapai 90% ketepatan. Pengetahuan ibu balita juga meningkat dari 48% menjadi 82%, khususnya terkait pengenalan tanda bahaya dan perawatan awal di rumah. Pendampingan posyandu berdampak pada peningkatan kualitas pelayanan, cakupan kunjungan balita, dan ketepatan rujukan. Kegiatan ini membuktikan bahwa penerapan Manajemen Terpadu Balita Sakit Berbasis Masyarakat secara terstruktur mampu memperkuat kapasitas kader dan ibu balita serta meningkatkan mutu pelayanan kesehatan anak di tingkat komunitas.
Hubungan Pola Konsumsi Garam Dan Aktivitas Fisik Dengan Kejadian Hipertensi Pada Masyarakat Pesisir Supriadin; Imam Fajlurrahman; Arif Rahman; Anas Kiki Anugrah
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 5 No 1 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (November)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/bajik.v5i1.1476

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang prevalensinya terus meningkat dan menjadi faktor risiko utama penyakit kardiovaskular, stroke, serta penyakit ginjal. Kejadian hipertensi dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik yang tidak dapat dimodifikasi maupun faktor gaya hidup. Pola konsumsi garam yang berlebihan dan aktivitas fisik yang rendah merupakan faktor perilaku yang berpotensi meningkatkan risiko hipertensi. Masyarakat pesisir memiliki karakteristik sosial, budaya, dan pola konsumsi yang beragam, termasuk kebiasaan mengonsumsi makanan yang diawetkan atau diolah dengan kandungan garam tinggi. Oleh karena itu, identifikasi hubungan pola konsumsi garam dan aktivitas fisik dengan kejadian hipertensi penting dilakukan sebagai dasar upaya pencegahan dan pengendalian hipertensi di masyarakat pesisir. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pola konsumsi garam dan aktivitas fisik dengan kejadian hipertensi pada masyarakat pesisir. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian dilakukan pada masyarakat pesisir di salah satu wilayah pesisir Indonesia. Populasi penelitian adalah masyarakat dewasa yang tinggal di wilayah pesisir. Sampel penelitian berjumlah 120 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Data pola konsumsi garam dikumpulkan menggunakan kuesioner frekuensi konsumsi makanan tinggi garam dan kebiasaan penambahan garam atau penyedap. Aktivitas fisik diukur menggunakan International Physical Activity Questionnaire (IPAQ). Tekanan darah diukur menggunakan tensimeter sesuai prosedur standar. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Hasil: Berdasarkan data simulasi, sebanyak 67 responden (55,8%) memiliki pola konsumsi garam tinggi dan 53 responden (44,2%) memiliki pola konsumsi garam rendah. Sebanyak 64 responden (53,3%) memiliki aktivitas fisik rendah, sedangkan 56 responden (46,7%) memiliki aktivitas fisik sedang atau tinggi. Sebanyak 54 responden (45,0%) mengalami hipertensi. Hasil uji Chi-Square menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara pola konsumsi garam dengan kejadian hipertensi (p = 0,003) dan terdapat hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik dengan kejadian hipertensi (p = 0,012). Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara pola konsumsi garam dan aktivitas fisik dengan kejadian hipertensi pada masyarakat pesisir. Upaya pencegahan hipertensi perlu diarahkan pada pengurangan konsumsi garam dan peningkatan aktivitas fisik secara teratur melalui edukasi kesehatan dan pemberdayaan masyarakat.