Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Tinjauan Hukum Islam Terhadap Tip Kurir Cash on Delivery (COD) di Kantor J & T Talang Babat Fitri, Annisa; Musthofa, M Arif; Wulandari, Triyana; Sunarti, Zeni; Munip, Al
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2838

Abstract

This study employed a qualitative approach. The data used in this study were primary and secondary data. The field research technique used was file research. 1). Observation, conducted by the author directly by observing various matters related to the writing. 2). Interviews, where the author conducted the writing through an individual approach and directly asked several informants. 3). Documentation, or data collection, conducted by the author by going into the field to collect data or documents that could provide an overview of the location and object. The results of this study showed that many customers gave tips to J&T couriers. From an Islamic perspective, tipping J&T couriers is essentially permissible, especially if the giving is a form of appreciation for good service and not coercion. Tipping J&T couriers is not an obligation, but rather a form of appreciation for the service provided by the courier to the customer, so that the customer feels satisfied with the courier's performance. These tips are given voluntarily without any request or coercion.
Pricing Model of Palm Oil by Toke: An Islamic Economic Perspective on Indebted Farmers Rima; Musthofa , M. Arif; Yatima, Khusnul; Daud; Sarwono; Wulandari, Triyana; Edi Saputra, Ahmad
Journal of Economics and Social Sciences (JESS) Vol. 4 No. 2 (2025): Journal of Economics and Social Sciences (JESS)
Publisher : CV. Civiliza Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59525/jess.v4i2.903

Abstract

This study examines the unilateral price-setting practices by toke (middlemen) on indebted palm oil farmers in Muara Sabak Timur District from an Islamic economic perspective. The findings reveal that price determination occurs without farmers’ consultation or mutual consent, leading to significantly lower prices for indebted farmers compared to debt-free counterparts. This practice exacerbates economic injustice and deepens farmers’ dependency on toke, who use debt as a covert mechanism of price control. The study identifies elements of gharar (uncertainty), zulm (oppression), and ikrah (coercion) in the pricing practices, which violate the Islamic principle of an-tarāḍin (mutual consent) in transactions. Recommendations include establishing Sharia-compliant cooperatives and microfinance institutions offering interest-free financing and transparent, fair pricing mechanisms. Additionally, the study proposes the implementation of hisbah supervision as a social control instrument to prevent exploitative practices. The research contributes to the agrarian economic literature by integrating maqāṣid shariah principles to promote social justice and economic empowerment for small-scale farmers, ultimately supporting sustainable development and equitable market systems
Pembelajaran Fiqh Muamalah Realisasi Het Penjualan Gas Bersubsidi Perspektif Tas’īr Al-Jabārī Hasan, Hasan; Daud, Daud; Wulandari, Triyana; Hidayat, Wildan Nur
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 6, No 6 (2025)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59698/afeksi.v6i6.656

Abstract

Penelitian ini mengkaji realisasi harga eceran tertinggi (HET) penjualan gas bersubsidi di Kampung Laut, Tanjung Jabung Timur, sebagai studi kasus pembelajaran Fiqh Muamalah di Institut Al Mujaddid Sabak. Fokus kajian terletak pada bagaimana konsep tas’īr al-jabārī yang dibahas dalam teori fiqh dapat diaplikasikan pada kebijakan penetapan harga dalam konteks sosial-ekonomi masyarakat. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis studi kasus lapangan ini mampu meningkatkan keterampilan analisis kritis, pemahaman kontekstual, serta kemampuan mahasiswa mengintegrasikan teori fiqh dengan realitas kebijakan publik. Selain itu, keterlibatan langsung mahasiswa di lapangan menumbuhkan kepekaan sosial dan kesadaran akan peran mereka sebagai calon praktisi dan akademisi di bidang ekonomi Islam. Penelitian ini menegaskan bahwa integrasi studi kasus ke dalam pembelajaran merupakan strategi efektif untuk menghasilkan lulusan yang mampu memecahkan persoalan masyarakat dengan landasan nilai-nilai Islam.
Praktik Keharusan Menyumbang dalam Hajatan Pernikahan Perspektif Hukum Islam di Desa Pematang Rahim Kecamatan Mendahara Ulu A Syamsi; Musthofa, M. Arif; Dewi, Hasna; Wulandari, Triyana; Pitri, Alisyah
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 5 No 2: Agustus (2025)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v5i2.1311

Abstract

Penelitian ini membahas praktik keharusan menyumbang dalam hajatan pernikahan yang terjadi di Desa Pematang Rahim, Kecamatan Mendahara Ulu, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, dan meninjaunya dari perspektif hukum Islam. Tradisi menyumbang dalam acara pernikahan yang awalnya dilakukan secara sukarela sebagai bentuk gotong royong dan solidaritas sosial, mengalami pergeseran makna menjadi suatu kewajiban sosial yang tidak tertulis. Warga desa merasa harus memberikan sumbangan, baik saat menghadiri maupun ketika tidak dapat menghadiri undangan hajatan, dengan harapan akan mendapatkan timbal balik di kemudian hari. Kewajiban sosial ini diperkuat oleh adanya praktik pencatatan amplop sumbangan oleh penyelenggara hajatan serta sanksi sosial bagi mereka yang tidak menyumbang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam dengan tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, ketua RT, serta warga yang menyelenggarakan dan mengikuti tradisi hajatan. Selain itu, studi kepustakaan juga digunakan untuk memperkuat analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik menyumbang dalam hajatan pernikahan di Desa Pematang Rahim merupakan tradisi yang telah mengakar dan menjadi bagian dari norma sosial masyarakat setempat. Dalam perspektif hukum Islam, tradisi ini dapat dikategorikan sebagai 'urf shahih (adat yang sah) jika dilakukan secara ikhlas dan tanpa paksaan, karena mengandung nilai solidaritas dan saling membantu. Namun, apabila pelaksanaannya disertai tekanan sosial atau paksaan, maka tradisi tersebut bertentangan dengan prinsip syariah dan dapat dianggap sebagai tindakan ghashab (pengambilan secara paksa).Penelitian ini merekomendasikan perlunya edukasi kepada masyarakat untuk menjaga nilai-nilai keikhlasan dalam tradisi menyumbang serta membatasi unsur paksaan agar tetap sesuai dengan ajaran Islam yang menekankan kebebasan dan ketulusan dalam memberi.
Tinjauan Hukum Islam terhadap Praktik Jual Beli Karung Bekas di Toko Bilqis Jaya Desa Pematang Rahim Kecamatan Mendahara Ulu Jamiah; Musthofa, M Arif; Wulandari, Triyana; Sunarti, Zeni; Kartika Devi, Erwina; Alisyah; Nilfatri
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 5 No 2: Agustus (2025)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v5i2.1333

Abstract

Penelitian ini menganalisis praktik jual beli karung bekas di Toko Bilqis Jaya Desa Pematang Rahim dalam perspektif hukum Islam, dengan fokus pada thaharah dan pemanfaatan karung bekas untuk produk pangan. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan normatif-empiris, hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pembersihan karung bekas di toko tersebut belum memenuhi standar thaharah, terutama pada karung bekas pupuk dan bahan kimia. Meskipun akad jual beli sah, penggunaan karung bekas untuk produk pangan membutuhkan pembersihan lebih lanjut. Pemanfaatan karung bekas untuk produk pangan harus memperhatikan jenis karung, tingkat kontaminasi, dan efektivitas pembersihan. Karung bekas yang terkontaminasi bahan kimia atau pestisida sebaiknya tidak digunakan untuk produk pangan. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan proses pembersihan, transparansi informasi, pemilahan karung berdasarkan risiko kontaminasi, dan penggunaan pelindung tambahan untuk mencegah kontaminasi produk pangan.
The Role of Service Quality in Santri Satisfaction at the Darussalam Islamic Boarding School Cooperative, Tanjung Jabung Timur Regency Setiawan, Agus; Wargo; Wulandari, Triyana
Zabags International Journal of Economy Vol. 3 No. 2 (2025): Economic Studies
Publisher : CV. Zabags Qu Publish

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61233/zijec.v3i2.115

Abstract

The increasing demands of society on educational institutions to produce high-quality future generations have pushed Islamic boarding schools (pesantren) to integrate not only religious education but also economic empowerment through cooperative enterprises. This study aims to explore the role of service quality in influencing santri satisfaction within the Darussalam Islamic Boarding School Cooperative in Tanjung Jabung Timur Regency. Using a qualitative approach with a case study strategy, the research collected primary data through observation, interviews, and documentation involving santri who had made repeated purchases. The findings reveal that the cooperative plays a dual role as both a provider of essential goods and a platform for entrepreneurial education. Empathy, responsiveness, and reliability emerged as key service quality dimensions contributing to customer satisfaction. However, the study also identified structural limitations such as inconsistent service procedures and inadequate facilities. These results highlight the significance of aligning service quality with Islamic values and educational goals to enhance both satisfaction and institutional effectiveness. The study contributes to the literature by contextualizing service quality within faith-based educational settings and offers practical recommendations for strengthening cooperative operations in pesantren environments.
Implementation of Democratic Character Values Through Integrative Learning for Madrasah Ibtidaiyah Students Nurjali, Nurjali; Nisak, Sayida Khoiratun; Wulandari, Triyana; Mun'amah, Anatun Nisa
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol. 10 No. 4 (2023): Desember
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69896/modeling.v10i4.2542

Abstract

Education plays a crucial role in shaping democratic character in students, especially within madrasahs. Democratic character, which encompasses values such as freedom of expression, deliberation, equality, and social responsibility, is essential for developing individuals capable of active participation in community life. Madrasahs, as institutions integrating religious and general education, hold a strategic role in instilling these characteristics. An integrative learning approach, particularly in science subjects, proves effective in internalizing democratic values. Instruction involving discussion, collaboration, and problem-solving enables students to think critically, appreciate differing opinions, and collaborate in decision-making. Additionally, extracurricular activities serve as an important means for students to practice democratic values. However, implementing democratic character in madrasahs faces challenges, such as students' diverse backgrounds and limited facilities. Therefore, there is a need for continuous improvement in teacher training and facility enhancement to ensure more effective democratic education.
Penguatan Pelayanan Di Bidang Finance Dengan Pelatihan 3S (Senyum, Sapa, Salam) Putriani; Wulandari, Triyana; Wandi, Wandi; Kurniawan, Kurniawan
SiNORA Vol. 1 No. 2 (2025)
Publisher : CV. AKIRA JAVA BULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelayanan yang prima merupakan aspek penting dalam membangun citra positif perusahaan jasa keuangan. Hal ini menjadi salah satu factor utama dalam menjaga kepuasan dan loyalitas pelanggan pada sector jasa keuangan. PT Adira Dahulu Mandala Finance sebagai perusahaan pembiayaan terkemuka di Indonesia berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan. Salah satu upaya peningkatan kualitas pelayanan dilakukan melalui pelatihan 3S (Senyum, Sapa, Salam) kepada seluruh pegawai. PT Adira Dahulu Mandala Finance Cabang Talang Babat menghadapi tantangan dalam membangun budaya pelayanan yang ramah dan professional. Dalam penguatan pelayanan dilakukan pelatihan 3S ( Senyum Sapa Salam ) bagi pegawai sebagai upaya memperkuat kualitas layanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan pelatihan 3S terhadap peningkatan kualitas pelayanan di PT Adira Dahulu Mandala Finance. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan 3S mampu meningkatkan kepercayaan dan kepuasan pelanggan, memperbaiki interaksi antara pegawai dan konsumen, serta menciptakan suasana kerja yang positif di lingkungan kantor. Pelatihan 3S (Senyum, Sapa, Salam) yang diselenggarakan di PT Adira Dahulu Mandala Finance Cabang Talang Babat telah memberikan kontribusi positif dalam penguatan budaya pelayanan kepada pelanggan. Melalui pelatihan ini, pegawai semakin menyadari pentingnya sikap ramah, komunikatif, dan profesional dalam setiap interaksi dengan nasabah. Secara khusus, pelatihan berhasil meningkatkan kesadaran dan perilaku pegawai dalam menerapkan prinsip 3S yang berdampak pada peningkatan kepuasan pelanggan dan terciptanya suasana kerja yang lebih harmonis. Dukungan manajemen serta partisipasi aktif pegawai menjadi faktor penting dalam keberhasilan pelaksanaan pelatihan ini. Dengan demikian, pelatihan 3S terbukti efektif sebagai strategi peningkatan mutu pelayanan berbasis perilaku dan etika kerja.