Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search
Journal : Sains Medisina

Farmakoterapi Hipertensi Pada Lansia Amanda, Fadyla; Oktarlina, Rasmi Zakiah; Andrifianie, Femmy; Iqbal, Muhammad
Sains Medisina Vol 2 No 5 (2024): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v2i5.412

Abstract

Hipertensi merupakan kondisi yang umum terjadi pada populasi lanjut usia (lansia) dan menjadi faktor risiko utama untuk penyakit kardiovascular, stroke, dan gagal ginjal. Farmakoterapi memainkan peran penting dalam manajemen hipertensi pada lansia, dengan tujuan untuk menurunkan tekanan darah dan mengurangi risiko komplikasi. Pemilihan obat antihipertensi pada lansia harus mempertimbangkanperubahan fisiologis yang berkaitan dengan usia, adanya komorbiditas, serta potensi interaksi obat. Agen farmakologis yang sering digunakan meliputi diuretik, penghambat enzim pengubah angiotensins (ACE Inhibitors), penghambat reseptor angiotensin II (ARBs), penghambat beta (beta-blockers), dan antagonis kalsium (calcium channel blocker). Pendekatan individualisasi terapi sangat penting untuk mencapai control tekanan darah yang optimal sambal meminimalkan efek samping dan meningkatkan kualitas hidup pasien. Penelitian menunjukkan bahwa penurunan tekanan darah yang terkontrol pada lansia dapat secara signifikan mengurangi kejadian kardiovaskular dan mortalitas. Oleh karena itu, pengelolaan farmakoterapi yang tepat merupakan komponen krusial dalam perawatan kesehatan lansia dengan hipertensi.
Nanoemulgel: Inovasi Terbaru dalam Penghantaran Obat secara Topikal dengan Teknologi Nano Athallah, Muhammad Muzhaffar; Adjeng, Andi Nafisah Tendri; Andrifianie, Femmy; Sayoeti, Muhammad Fitra Wardana; Ciptaningrum, Sekar Rahmasari Ratna; Widodo, Alya Rahmah
Sains Medisina Vol 2 No 6 (2024): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v2i6.439

Abstract

Penghantaran obat topikal merupakan tantangan besar, terutama untuk obat-obatan lipofilik yang sering menghadapi masalah kelarutan dan penetrasi kulit. Nanoemulgel muncul sebagai inovasi terbaru yang menggabungkan keunggulan nanoemulsi dan gel, memberikan solusi potensial untuk meningkatkan bioavailabilitas obat. Literatur review ini merangkum potensi nanoemulgel sebagai sistem penghantaran obat melalui pencarian database Google Scholar untuk artikel yang diterbitkan antara tahun 2014 hingga 2022. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nanoemulgel menawarkan penetrasi yang lebih baik dibandingkan formulasi konvensional, berkat ukuran partikel yang lebih kecil dan stabilitas yang tinggi. Selain itu, nanoemulgel mampu meningkatkan efektivitas pengiriman obat dengan mengurangi iritasi pada kulit dan memperpanjang waktu tinggal obat di area aplikasi. Temuan ini memberikan dasar yang kuat untuk pengembangan lebih lanjut dalam aplikasi klinis nanoemulgel sebagai alternatif yang lebih efektif dalam pengobatan topikal berbagai kondisi kulit dan penyakit sistemik. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengevaluasi keamanan dan efektivitas jangka panjang nanoemulgel dalam konteks klinis.
Uji Efektivitas Antioksidan Body Lotion Ekstrak Kulit Kopi Dan Biji Pepaya Sebagai Upaya Pemanfaatan Limbah Wardhani, Oktiva Risma; Daffa, Meysha Nur; Firdayanti, Ratri Mawas; Andrifianie, Femmy; Iqbal, Muhammad; Rahayu, Ihsanti Dwi; Pardilawati, Citra Yuliyanda
Sains Medisina Vol 3 No 3 (2025): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v3i3.603

Abstract

Banyaknya hasil perkebunan kopi dan pepaya yang ada di Provinsi Lampung membuat banyaknya limbah yang dihasilkan seperti kulit kopi dan biji pepaya, namun hal ini belum dimanfaatkan secara optimal dan umumnya hanya dijadikan pupuk atau pakan ternak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas antioksidan dari body lotion yang diformulasi menggunakan ekstrak etanol kulit kopi dan biji pepaya sebagai upaya pemanfaatan limbah. Kulit kopi dan biji pepaya mengandung senyawa metabolit sekunder seperti polifenol yang berpotensi sebagai antioksidan. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen laboratorium, dengan proses ekstraksi metode maserasi menggunakan pelarut etanol 70%. Skrining fitokimia menunjukkan adanya senyawa aktif seperti flavonoid, alkaloid, saponin, terpenoid dan tanin pada kedua ekstrak. Evaluasi terhadap body lotion yang dihasilkan meliputi uji organoleptik, uji homogenitas, uji pH, uji daya sebar, serta diuji aktivitas antioksidannya menggunakan metode DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyl). Hasil penelitian menunjukkan bahwa body lotion memiliki nilai IC50 sebesar 142,067 ppm, yang termasuk dalam kategori aktivitas antioksidan sedang. Penelitian ini menegaskan potensi pemanfaatan limbah kulit kopi dan biji pepaya dalam produk kosmetik yang tidak hanya bermanfaat bagi kesehatan kulit tetapi juga berkontribusi terhadap pengurangan limbah.
Review Literatur: Green Synthesis Nanopartikel Perak Menggunakan Ekstrak Tanaman sebagai Pendekatan Ramah Lingkungan dalam Terapi Kanker Widianto, Ardi; Iqbal, Muhammad; Andrifianie, Femmy; Triyandi, Ramadhan
Sains Medisina Vol 4 No 2 (2025): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v4i2.858

Abstract

Sintesis hijau nanopartikel perak (AgNPs) menggunakan ekstrak tanaman berkembang sebagai pendekatan yang lebih aman dan ramah lingkungan dibanding sintesis kimia yang melibatkan bahan toksik. Penelitian ini bertujuan mengkaji potensi AgNPs berbasis tanaman sebagai agen antikanker melalui tinjauan literatur terkini. Metode yang digunakan adalah literatur review dengan menganalisis artikel nasional dan internasional mengenai karakteristik fisikokimia AgNPs, mekanisme biologis, serta aktivitas sitotoksik terhadap berbagai sel kanker. Hasil kajian menunjukkan bahwa AgNPs yang disintesis dari tanaman seperti Pueraria tuberosa mampu meningkatkan ROS, merusak DNA, menurunkan potensial membran mitokondria, dan mengaktifkan jalur apoptosis, sehingga efektif menghambat proliferasi sel kanker secara dosis-bergantung. Pembahasan menegaskan bahwa interaksi sinergis antara nanopartikel dan metabolit bioaktif tanaman memberikan selektivitas tinggi terhadap sel kanker, meskipun bukti terkait keamanan jangka panjang dan efektivitas in vivo masih terbatas. Simpulan dari kajian ini adalah bahwa AgNPs berbasis tanaman memiliki prospek besar sebagai terapi antikanker berkelanjutan, namun penelitian lanjutan diperlukan untuk memastikan aspek keamanan dan aplikasinya dalam klinis.
Potensi Antibakteri Tanaman Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi L.) Terhadap Bakteri Gram Positif Dan Gram Negatif: Literature Review Ayu Larasati, Nikken; Iqbal, Muhammad; Andrifianie, Femmy; Triyandi, Ramadhan
Sains Medisina Vol 4 No 2 (2025): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v4i2.886

Abstract

Infeksi yang disebabkan oleh bakteri hingga kini masih menjadi permasalahan global, terutama dengan meningkatnya resistensi antibiotik akibat penggunaan yang tidak rasional. Kondisi ini mendorong pencarian sumber antibakteri alternatif yang berasal dari alam. Salah satu tanaman yang berpotensi adalah belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.), yang telah lama digunakan secara tradisional sebagai obat herbal. Artikel ini bertujuan untuk menelaah potensi aktivitas antibakteri daun dan buah belimbing wuluh terhadap bakteri Gram positif dan Gram negatif berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaporkan. Metode yang diterapkan berupa literature review dengan penelusuran artikel ilmiah melalui basis data Google Scholar, PubMed, dan ScienceDirect menggunakan kata kunci terkait. Artikel yang dianalisis merupakan penelitian yang diterbitkan dalam rentang tahun 2016–2025 dan mengevaluasi aktivitas antibakteri belimbing wuluh menggunakan metode difusi maupun dilusi. Hasil penelaahan menunjukkan bahwa ekstrak daun dan buah belimbing wuluh memiliki kemampuan menghambat pertumbuhan berbagai bakteri uji, antara lain Staphylococcus aureus, Staphylococcus epidermidis, Propionibacterium acnes, Escherichia coli, dan Salmonella typhi, dengan tingkat aktivitas yang bervariasi. Aktivitas antibakteri cenderung lebih tinggi terhadap bakteri Gram positif dibandingkan Gram negatif serta meningkat seiring bertambahnya konsentrasi ekstrak. Efek antibakteri tersebut diduga berkaitan dengan kandungan metabolit sekunder seperti flavonoid, tanin, saponin, alkaloid, dan senyawa fenolik. Oleh karena itu, belimbing wuluh berpotensi untuk dikembangkan sebagai sumber antibakteri alami, meskipun masih diperlukan penelitian lanjutan guna memastikan efektivitas dan keamanannya.
Literature Review: Potensi Aktivitas Farmakologi Senyawa Resveratrol Fasha, Anugrah; Triyandi, Ramadhan; Andrifianie, Femmy; Iqbal, Muhammad
Sains Medisina Vol 4 No 3 (2026): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v4i3.922

Abstract

Resveratrol merupakan senyawa polifenol golongan stilbenoid yang banyak ditemukan pada bahan alam dan telah dilaporkan memiliki berbagai aktivitas farmakologis. Senyawa ini menarik perhatian karena potensi bioaktivitasnya yang luas serta risiko toksisitas yang relatif rendah, sehingga berpeluang dikembangkan sebagai senyawa bioaktif berbasis bahan alam dan pendukung terapi. Tujuan dari kajian literatur ini adalah untuk menganalisis potensi aktivitas farmakologis resveratrol berdasarkan hasil penelitian praklinik yang telah dilaporkan. Metode yang digunakan adalah literature review dengan pendekatan deskriptif kualitatif terhadap artikel nasional dan internasional yang diperoleh dari basis data ilmiah daring seperti PubMed, MDPI, ScienceDirect, Google Scholar, Sinta, dan Garuda. Hasil kajian menunjukkan bahwa resveratrol memiliki aktivitas farmakologis yang beragam, meliputi efek antidiabetes preventif, antioksidan, antiaritmia, antikanker, antiinflamasi, analgesik, dan antiplasmodium. Mekanisme kerja resveratrol terutama berkaitan dengan penghambatan stres oksidatif, modulasi jalur inflamasi, induksi apoptosis sel patologis, serta perlindungan fungsi sel dan jaringan, khususnya pada sistem kardiovaskular dan metabolik. Simpulan dari kajian ini menegaskan bahwa resveratrol memiliki potensi besar sebagai agen preventif dan pendukung terapi berbagai penyakit degeneratif dan infeksi. Namun demikian, penelitian lanjutan masih diperlukan untuk meningkatkan bioavailabilitas serta mengonfirmasi efektivitas dan keamanannya melalui uji klinis.
Literature review: Perbandingan Efektivitas dan Keamanan Penggunaan Obat Off-label Misoprostol dengan Oksitosin Sebagai Induksi Persalinan Faliha, Raisati Hikmah; Suri, Nurma; Andrifianie, Femmy
Sains Medisina Vol 4 No 3 (2026): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v4i3.933

Abstract

Perubahan fisiologis selama kehamilan memengaruhi farmakokinetik dan farmakodinamik obat, sehingga penggunaan obat pada ibu hamil memerlukan kehati-hatian. Misoprostol, analog prostaglandin E1 dengan indikasi resmi yang diperbolehkan oleh FDA untuk terapi tukak lambung akibat pemakaian obat antiinflamasi non-steroid (AINS), sering diresepkan secara off-label sebagai agen induksi persalinan, sementara oksitosin merupakan agen resmi untuk induksi persalinan. Artikel ini bertujuan meninjau efektivitas dan keamanan misoprostol dibandingkan oksitosin dalam induksi persalinan. Kajian ini merupakan literature review, penelusuran artikel melalui PubMed, Google Scholar, dan ResearchGate. Kriteria inklusi meliputi artikel yang menggunakan misoprostol atau oksitosin sebagai objek, tujuan penggunaan misoprostol dan oksitosin untuk induksi persalinan, desain studi eksperimental, berbahasa Inggris atau Indonesia, dan diterbitkan pada tahun 2015-2025. Kriteria eksklusi meliputi artikel yang tidak dapat diakses secara lengkap. Hasil kajian menunjukkan bahwa misoprostol memiliki efektivitas yang sebanding hingga lebih baik dibandingkan oksitosin, terutama dalam mempercepat waktu persalinan (p<0,05), meningkatkan keberhasilan induksi, dan meningkatkan kepuasan ibu (p<0,001). Angka persalinan pervaginam dan seksio sesarea bervariasi antarstudi. Berdasarkan aspek keamanan, misoprostol lebih sering dikaitkan dengan demam dan mual, sedangkan oksitosin memiliki risiko lebih tinggi terhadap takisistol (p=0.002) dan hiperstimulasi uterus (p=0.003). Luaran neonatal umumnya tidak menunjukkan perbedaan signifikan. Kesimpulannya misoprostol memberikan efektivitas dan keamanan yang sebanding hingga lebih baik dari pada oksitosin dalam menginduksi persalinan serta mempercepat proses persalinan.