Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Edukasi Optimalisasi Pemanfaatan Rimpang Jahe Gajah (Zingiber Officinale Rosc) sebagai Nutraceutical Gummy Candy Berkhasiat Kesehatan dan Anti-Emeticum di Pekon Kedaung Kecamatan Pardasuka Kabupaten Pringsewu Adjeng, Andi Nafisah Tendri; Andrifianie, Femmy; Syafiz, Kamadie Sumanda; Ramadhani, Untia Kartika Sari
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i1.12879

Abstract

ABSTRAK Rimpang Jahe gajah (Zingiber officinale Rosc) merupakan tanaman yang berkhasiat dalam pengobatan dengan kandungan nutrisi vitamin A, B1, B3, dan C, mineral, besi, fosfor, serta kalsium yang baik untuk tubuh. Kandungan minyak atsiri gingerol dalam jahe berperan dalam mencegah infeksi bakteri penyebab radang gusi dan masalah pada saluran pernapasan. Selain itu, senyawa minyak atsiri tersebut dapat membantu mengurangi mual dan mabuk perjalanan serta sifat diaforetik yaitu dapat menstimulus aktifnya kelenjar keringat yang berperan dalam pengobatan kondisi demam termasuk pilek dan flu. Untuk mengoptimalkan pemanfaatan, nilai ekonomi, dan tingkat acceptable rimpang Jahe dapat dibuat produk yang bersifat sebagai nutraceutical (makanan yang dapat memberikan manfaat kesehatan) salah satunya adalah Gummy Candy. Salah satu daerah di Provinsi Lampung yang giat dalam budi daya tanaman Rimpang Jahe Gajah adalah Desa (Pekon) Kedaung yang merupakan daerah transmigran yang berlokasi di Kecamatan Pardasuka Kabupaten Pringsewu. Pemanfaatan secara optimal dan peningkatan nilai ekonomi Rimpang Jahe gajah menjadi produk nutraceutical belum dilakukan. Pengabdian Kepada Masyarakat dengan skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat berperan dalam membantu Kelompok Tani dan masyarakat setempat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pemanfaatan Rimpang Jahe Gajah menjadi produk nutraceutical Gummy Candy. Diharapkan ini mampu mengoptimalkan pemanfaatan Rimpang Jahe Gajah baik dari segi nilai ekonomi maupun manfaat kesehatan. Metode yang diterapkan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat yaitu memberi penyuluhan dan edukasi berupa ceramah dan tanya jawab mengenai manfaat dan kandungan Rimpang Jahe Gajah serta potensi pengembangan sebagai produk nutraceutical, serta pendampingan dalam pengolahan Rimpang Jahe Gajah menjadi Gummy Candy sehingga dicapai peningkatan pengetahuan, kesehatan, perekonomian masyarakat Pekon Kedaung. Kata Kunci: Jahe Gajah (Zingiber officinale Rosc), Nutraceutical, Gummy Candy, Pekon Kedaung.   ABSTRACT The rhizome of elephant ginger (Zingiber officinale Rosc) is a plant that is efficacious in medicine with nutrients containing vitamins A, B1, B3 and C, minerals, iron, phosphorus and calcium which are good for the body. The gingerol essential oil content in ginger plays a role in preventing bacterial infections that cause gingivitis and respiratory tract problems. Apart from that, these essential oil compounds can help reduce nausea and motion sickness and have diaphoretic properties, namely they can stimulate the activity of the sweat glands which play a role in treating febrile conditions including colds and flu. To optimize the utilization, economic value and level of acceptance of ginger rhizomes, nutraceutical products (foods that can provide health benefits) can be made, one of which is Gummy Candy. One of the areas in Lampung Province that is active in the cultivation of Elephant Ginger Rhizome plants is Kedaung Village (Pekon) which is a transmigrant area located in Pardasuka District, Pringsewu Regency. Optimal utilization and increasing the economic value of ginger rhizomes into nutraceutical product elephants have not been carried out. Community Service with the Community Partnership Empowerment scheme plays a role in helping Farmer Groups and local communities increase their knowledge and skills in utilizing Elephant Ginger Rhizomes into Gummy Candy nutraceutical products. It is hoped that this will optimize the use of Gajah Ginger Rhizomes both in terms of economic value and health benefits. The method applied in community service activities is providing counseling and education in the form of lectures and questions and answers regarding the benefits and contents of Gajah Ginger Rhizome as well as the potential for development as a nutraceutical product, as well as assistance in processing Gajah Ginger Rhizome into Gummy Candy so as to achieve increased knowledge, health and economy. Pekon Kedaung community. Keywords: Gajah Ginger (Zingiber officinale Rosc), Nutraceutical, Gummy Candy, Pekon Kedaung.
Penyuluhan Pencegahan Penularan Penyakit Malaria kepada Masyarakat di Balai Desa Kediri Kecamatan Gadingrejo Pringsewu Marcellia, Selvi; Rosa, Emantis; Septiani, Linda; Islami, Suryadi; Andrifianie, Femmy; Damayanti, Ervina; Afriyani, Afriyani
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 7 No. 2 (2022): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v7i2.3037

Abstract

Malaria adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh parasit dari genus Plasmodium. Penyakit ini menyerang sel eritrosit dan ditandai dengan gejala berupa demam, menggigil, anemia, dan splenomegali, dalam kondisi akut ataupun kronis yang ditularkan ke manusia melalui gigitan nyamuk Anopheles betina yang terinfeksi. Kabupaten Pringsewu menurut sumbe ryang didapat dari data SP2TP UPT Puskesmas Rawat Inap Gadingrejo, terdapat delapan kasus malaria pada tahun 2018 dan dua kasus pada Januari hingga April 2019. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengedukasi pencegahan penularan penyakit malaria serta memberi pemahaman mengenai bubuk abate sebagai upaya pencegahan jentik nyamuk. Metodedari penyuluhan ini adalah metode ceramah, diskusi, dan tanya jawab seputar materi yang telah disampaikan. Kegiatan ini dilaksanakan tanggal 7 Desember 2021 bertempat di Balai Desa Desa Kediri Kecamatan Gadingrejo Pringsewu. Hasil dari penyuluhan memberikan peningkatan pengetahuan kepada peserta, yaitu sebesar 19%, karena sebelum pemaparan materi hanya 70% dan sesudah pemaparan materi menjadi 89%.Kata kunci: abate, malaria, nyamuk Anopheles sp., Plasmodium sp.
Pelatihan Pembuatan Produk Kreatif Abon Ikan Nila sebagai Upaya Mendukung UMKM Desa Sinar Luas, Kecamatan Kebun Tebu, Kabupaten Lampung Barat Damayanti, Ervina; Islami, Suryadi; Afriyani, Afriyani; Andrifianie, Femmy; Wijaya, Sofyan Musyabiq
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 8 No. 1 (2023): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v8i1.3170

Abstract

Pengolahan ikan merupakan proses bahan mentah menjadi sebuah produk. Pengolahan ikan menjadi abon ialah salah satu cara pengawetan yang melalui proses pengukusan, penyangraian, dann pengompresan dari minyak yang dihasilkan, serta memiliki tekstur yang lembut. Abon ikan nila bisa menjadi produk untuk menghasilkan produk lainnya, seperti roti isi abon ikan nila, lemper, bakpau, dan jajanan tradisional lainnya sehingga mampu meningkatkan kreativitas masyarakat dalam mengolah ikan menjadi berbagai olahan lainnya. Dengan demikian, dari program ini masyarakat mampu menghasilkan inovasi terkait pengolahan dari ikan nila dan mampu menghasilkan produk untuk UMKM Pekon Sinar Luas serta mengetahui kandungan gizi pada ikan nila dan mendorong masyarakat untuk mendukung mengkonsumsi ikan.Kata kunci: abon, ikan nila, kandungan gizi, produk
Tim Pendamping Kesiapan Masyarakat Pekon Kedaung Kecamatan Pardasuka Kabupaten Pringsewu Menghadapi Era Transisi Pandemi Menuju Endemi Covid-19 Ismunandar, Helmi; Himayani, Rani; Oktarlina, Rasmi Zakiah; Wahyuni, Ari; T. Adjeng, Andi Nafisah; Andrifianie, Femmy; Oktoba, Zulpakor
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 8 No. 2 (2023): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v8i2.3230

Abstract

Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) adalah penyakit menular baru yang disebabkan oleh Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARSCoV-2). Pada kasus Covid-19 yang berat dapat menyebabkan pneumonia, sindrompernapasan akut, gagal ginjal, dan bahkan kematian.  Pada 11 Maret 2020 Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan Covid-19 sebagai Pandemi Dunia. Namun saat ini kita telah memasuki era transisi dari pandemi  menujuendemi Covid-19 yang ditandai dengan keluarnya Keputusan Presiden Nomor 17 tahun 2023. Namun, virus SARSCoV-2 ini masih ada di antara kita dan kita harus selalu waspada. Tujuan pengabdian ini adalah membentuk suatu kadermasyarakat yang siap beradaptasi pada masa pandemi menuju endemi Covid-19. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah penyuluhan kesehatan dengan ceramah dan diskusi . Kegiatan juga meliputipengobatan masal gratis. Kegiatan diikuti oleh 40 orang peserta. Setelah dilakukan penyuluhan terjadi peningkatan pengetahuan yang didapatkan dari nilai rerata pre-test dan post-test yaitu 56,7 menjadi 81,4. Berdasarkan hasil ini menunjukkan terdapat peningkatan pengetahuan mengenai masa transisi Covid-19 dari pandemi menuju endemi. Pengetahuan ini masih awam bagi masyarakat sehingga diperlukan peninjauan dan sosialisasi lebih lanjut.Kata kunci: Covid-19, pandemi, endemi
LANSIA SEHAT DAN MANDIRI: EDUKASI KESEHATAN REPRODUKSI DAN SENAM KEBUGARAN DI UPTD PSLU TRESNA WERDHA NATAR KABUPATEN LAMPUNG SELATAN Septiani, Linda; Kusumaningtyas, Intan; Happy, Terza Aflika; Mulya, Ireniza Pradevi; Idris, Mohamad; Andrifianie, Femmy; Rosa, Emantis; Setyaningrum, Endah; Lusina, Septia Eva
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 10 No. 1 (2025): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v10i1.3616

Abstract

Peningkatan jumlah lansia merupakan tantangan global dalam sistem pelayanan kesehatan masyarakat. Di Indonesia, tren ini terus meningkat setiap tahun, sehingga diperlukan strategi intervensi terpadu untuk menjaga kesehatan fisik dan mental serta meningkatkan kualitas hidup lansia. Salah satu aspek penting namun sering terabaikan dalam pelayanan kesehatan lansia adalah kesehatan reproduksi termasuk perubahan akibat menopause pada wanita dan andropause pada pria, yang dapat menimbulkan gangguan fisiologis dan emosional. Di sisi lain, rendahnya aktivitas fisik pada lansia juga memperbesar risiko penyakit degeneratif. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan lansia tentang kesehatan reproduksi serta menumbuhkan kesadaran akan pentingnya senam kebugaran dalam menjaga kualitas hidup. Kegiatan dilaksanakan di UPTD PSLU Tresna Werdha Natar, Kabupaten Lampung Selatan, melalui dua pendekatan utama, yaitu edukasi interaktif tentang kesehatan reproduksi dan pelatihan senam bugar lansia. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan, serta observasi langsung terhadap keterlibatan peserta dalam kegiatan senam. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan pemahaman lansia mengenai kesehatan reproduksi sebesar 80% serta partisipasi aktif dalam kegiatan fisik senam kebugaran. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menunjukkan bahwa edukasi yang dikombinasikan dengan latihan fisik sederhana dapat menjadi strategi efektif dalam mewujudkan lansia yang sehat dan mandiri. Kata kunci: lansia, kesehatan reproduksi, senam kebugaran, menopause, andropause
Review Literatur: Green Synthesis Nanopartikel Perak Menggunakan Ekstrak Tanaman sebagai Pendekatan Ramah Lingkungan dalam Terapi Kanker Widianto, Ardi; Iqbal, Muhammad; Andrifianie, Femmy; Triyandi, Ramadhan
Sains Medisina Vol 4 No 2 (2025): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v4i2.858

Abstract

Sintesis hijau nanopartikel perak (AgNPs) menggunakan ekstrak tanaman berkembang sebagai pendekatan yang lebih aman dan ramah lingkungan dibanding sintesis kimia yang melibatkan bahan toksik. Penelitian ini bertujuan mengkaji potensi AgNPs berbasis tanaman sebagai agen antikanker melalui tinjauan literatur terkini. Metode yang digunakan adalah literatur review dengan menganalisis artikel nasional dan internasional mengenai karakteristik fisikokimia AgNPs, mekanisme biologis, serta aktivitas sitotoksik terhadap berbagai sel kanker. Hasil kajian menunjukkan bahwa AgNPs yang disintesis dari tanaman seperti Pueraria tuberosa mampu meningkatkan ROS, merusak DNA, menurunkan potensial membran mitokondria, dan mengaktifkan jalur apoptosis, sehingga efektif menghambat proliferasi sel kanker secara dosis-bergantung. Pembahasan menegaskan bahwa interaksi sinergis antara nanopartikel dan metabolit bioaktif tanaman memberikan selektivitas tinggi terhadap sel kanker, meskipun bukti terkait keamanan jangka panjang dan efektivitas in vivo masih terbatas. Simpulan dari kajian ini adalah bahwa AgNPs berbasis tanaman memiliki prospek besar sebagai terapi antikanker berkelanjutan, namun penelitian lanjutan diperlukan untuk memastikan aspek keamanan dan aplikasinya dalam klinis.
MENJAGA (Healthy Menstruation and Hygiene Practices): Reproductive Hygiene Education Daulay, Suryani; Andrifianie, Femmy; Apriliana, Ety; Morfi, Chicy Widya; Yuningrum, Hest
Jurnal Abmas Negeri (JAGRI) Vol. 6 No. 2 (2025): Volume 6 Nomor 2 Desember 2025
Publisher : Sarana Ilmu Indonesia (salnesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36590/jagri.v6i2.1807

Abstract

Kebersihan menstruasi merupakan bagian penting dari kesehatan reproduksi remaja perempuan. Kurangnya pengetahuan dan perilaku yang tepat selama menstruasi dapat meningkatkan risiko infeksi saluran reproduksi dan gangguan kesehatan lainnya. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswi SMPN 25 Pesawaran tentang manajemen kebersihan menstruasi (MHM) melalui edukasi interaktif. Metode yang digunakan adalah penyuluhan, diskusi, dan simulasi praktik kebersihan menstruasi dengan media leaflet dan alat peraga higiene kit. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test terhadap 30 siswi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan rata-rata pre-test berada pada kategori cukup (rentang nilai 5–7), sedangkan post-test menunjukkan peningkatan signifikan dengan mayoritas responden mencapai nilai 9–10. Diketahui sebanyak 83% anak mengalami peningkatan pengetahuan terkait pentingnya kebersihan reproduksi. Peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi, ditandai dengan peningkatan partisipasi aktif dalam diskusi dan praktik langsung penggunaan pembalut yang benar. Kegiatan ini berhasil meningkatkan pemahaman dan perilaku positif dalam menjaga kebersihan reproduksi remaja. Diharapkan kegiatan serupa dapat diterapkan secara berkala di sekolah lain untuk mendukung program kesehatan reproduksi remaja di wilayah kerja Puskesmas Pesawaran
PEMANFAATAN POTENSI ALAMI SEBAGAI ANTIOKSIDAN Happy, Terza Aflika; Septiani, Linda; Graharti, Risti; Andrifianie, Femmy
Medula Vol 15 No 3 (2025): Medula
Publisher : CV. Jasa Sukses Abadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53089/medula.v15i3.1825

Abstract

Indonesia is one of the world’s most biodiverse countries and possesses a vast potential of medicinal plants as natural therapeutic resources. Many medicinal plants traditionally used by local communities are known to contain secondary metabolites with antioxidant properties. Antioxidants play an essential role in preventing oxidative stress associated with degenerative and infectious diseases. This article aims to review the potential of secondary metabolite compounds from Indonesian medicinal plants as antioxidant agents based on previous studies. This study was conducted using a literature review method by analyzing relevant national and international scientific publications. The results indicate that various medicinal plants, including sweet potato leaves, green tea, roselle, celery, and Peperomia pellucida, contain polyphenolic compounds such as flavonoids, tannins, and phenols, as well as other secondary metabolites including alkaloids, saponins, terpenoids, quinones, coumarins, and anthocyanins. These compounds exhibit antioxidant activity through free radical scavenging, hydrogen atom donation, and inhibition of lipid peroxidation processes. In conclusion, Indonesian medicinal plants demonstrate significant potential as natural sources of antioxidants and offer promising prospects for further development in pharmaceutical and health applications, particularly as raw materials for phytopharmaceutical products and supportive therapies.
Efektivitas Beberapa Ekstrak Tanaman sebagai Ovisida terhadap Aedes aegypti dalam Pencegahan Demam Berdarah Dengue Septiani, Linda; aflika happy, terza; Graharti, Risti; Andrifianie, Femmy; Setyaningrum, Endah
Medula Vol 15 No 4 (2025): Medula
Publisher : CV. Jasa Sukses Abadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53089/medula.v15i4.1827

Abstract

Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) remains a major public health concern, with Aedes aegypti serving as the primary vector. The continuous use of synthetic insecticides has led to resistance development and environmental concerns, highlighting the need for safer and sustainable alternatives. This review aims to evaluate the ovicidal potential of selected plant extracts against Aedes aegypti as an early-stage vector control strategy. A literature review was conducted using relevant national and international publications focusing on plant-based ovicides. The findings indicate that extracts from Piper nigrum L., Ocimum basilicum, Syzygium myrtifolium Walp., Tithonia diversifolia, Acorus calamus L., Solanum lycopersicum, and Euphorbia hirta L. effectively reduce egg hatchability of Aedes aegypti. The ovicidal activity is associated with secondary metabolites such as flavonoids, alkaloids, saponins, tannins, terpenoids, polyphenols, and essential oils, which disrupt egg membranes and inhibit embryonic development in a concentration-dependent manner. These findings suggest that plant extracts possess promising potential as natural ovicides and may serve as a basis for further pharmaceutical development and formulation in sustainable dengue vector control.
Potensi Antibakteri Tanaman Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi L.) Terhadap Bakteri Gram Positif Dan Gram Negatif: Literature Review Ayu Larasati, Nikken; Iqbal, Muhammad; Andrifianie, Femmy; Triyandi, Ramadhan
Sains Medisina Vol 4 No 2 (2025): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v4i2.886

Abstract

Infeksi yang disebabkan oleh bakteri hingga kini masih menjadi permasalahan global, terutama dengan meningkatnya resistensi antibiotik akibat penggunaan yang tidak rasional. Kondisi ini mendorong pencarian sumber antibakteri alternatif yang berasal dari alam. Salah satu tanaman yang berpotensi adalah belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.), yang telah lama digunakan secara tradisional sebagai obat herbal. Artikel ini bertujuan untuk menelaah potensi aktivitas antibakteri daun dan buah belimbing wuluh terhadap bakteri Gram positif dan Gram negatif berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaporkan. Metode yang diterapkan berupa literature review dengan penelusuran artikel ilmiah melalui basis data Google Scholar, PubMed, dan ScienceDirect menggunakan kata kunci terkait. Artikel yang dianalisis merupakan penelitian yang diterbitkan dalam rentang tahun 2016–2025 dan mengevaluasi aktivitas antibakteri belimbing wuluh menggunakan metode difusi maupun dilusi. Hasil penelaahan menunjukkan bahwa ekstrak daun dan buah belimbing wuluh memiliki kemampuan menghambat pertumbuhan berbagai bakteri uji, antara lain Staphylococcus aureus, Staphylococcus epidermidis, Propionibacterium acnes, Escherichia coli, dan Salmonella typhi, dengan tingkat aktivitas yang bervariasi. Aktivitas antibakteri cenderung lebih tinggi terhadap bakteri Gram positif dibandingkan Gram negatif serta meningkat seiring bertambahnya konsentrasi ekstrak. Efek antibakteri tersebut diduga berkaitan dengan kandungan metabolit sekunder seperti flavonoid, tanin, saponin, alkaloid, dan senyawa fenolik. Oleh karena itu, belimbing wuluh berpotensi untuk dikembangkan sebagai sumber antibakteri alami, meskipun masih diperlukan penelitian lanjutan guna memastikan efektivitas dan keamanannya.